21 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
Yohanes 5:30 "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku"
---------------------
Apa yang memotivasi Anda untuk bangun setiap pagi? Untuk pergi bekerja? Untuk belajar dengan giat? Untuk melayani, memberi, dan mengasihi orang lain? Untuk terus melangkah ketika hidup terasa penuh tekanan?
Jika Anda tidak ingin terus-menerus bergumul dengan stres, Anda perlu mengetahui motivasi terdalam Anda.
Mengapa? Karena motivasi yang bercampur aduk akan membuat Anda merasa tertarik ke berbagai arah. Yesus berkata, "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan" (Lukas 16:13).
Bahkan Allah pun tidak dapat menyenangkan semua orang. Ketika seseorang berdoa agar hujan turun, orang lain berdoa agar cuaca cerah. Sebagai pendeta selama lebih dari 40 tahun, saya tahu bahwa selalu ada seseorang yang merasa kecewa terhadap saya karena orang-orang sering memiliki harapan yang berbeda-beda. Saya tidak dapat menyenangkan semua orang, begitu juga Anda.
Alkitab mengatakan bahwa takut kepada manusia adalah perangkap. Hal itu akan menguasai hati dan pikiran Anda serta menyebabkan Anda tersandung. Itulah sebabnya Yesus berkata dalam Yohanes 5:30, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku". Yesus tahu siapa yang ingin Dia senangkan.
Jika Anda tidak berusaha menyenangkan Allah, kemungkinan besar Anda sedang berusaha menyenangkan banyak orang lain. Jauh lebih mudah dan tidak terlalu membuat stres jika Anda memutuskan untuk menyenangkan Allah—karena apa pun yang Anda lakukan untuk menyenangkan-Nya akan selalu menjadi hal yang benar. Inilah sebabnya Yesus begitu tangguh ketika menghadapi tekanan. Dia hanya berusaha menyenangkan satu Pribadi.
Persetujuan siapa yang Anda andalkan untuk memperoleh kebahagiaan? Siapa yang masih berusaha Anda senangkan? Bagi sebagian orang, orang itu adalah orang tua yang tidak pernah menunjukkan penerimaan atau memberikan dorongan. Bagi orang lain, mungkin seorang atasan yang mustahil dipuaskan, sekeras apa pun Anda berusaha.
Namun, Anda bukanlah korban. Anda sebebas yang Anda pilih untuk menjadi bebas. Tidak seorang pun dapat menekan Anda untuk memenuhi harapan mereka tanpa izin dari Anda.
Renungkan :
- Menurut Anda, bagaimana mengutamakan usaha untuk menyenangkan Allah daripada menyenangkan orang lain dapat membantu Anda mengalami kebebasan emosional dan mental yang lebih besar?
- Dalam hal-hal spesifik apa saja stres yang Anda alami disebabkan oleh usaha untuk menyenangkan orang lain?
- Bagaimana Anda dapat mengetahui apa yang menyenangkan hati Allah?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 25-28; I Tesalonika 4 : 1-12
_____________
Ketika Anda hidup hanya untuk menyenangkan satu Pribadi, yaitu Allah, Anda tidak akan dikendalikan oleh rasa takut ditolak. Sebaliknya, Anda akan digerakkan oleh kasih dan bebas menjadi pribadi yang Allah ciptakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Stop Trying to Please Everyone Else
By Rick Warren
“I am not trying to do what I want, but only what he who sent me wants.” John 5:30 (GNT)
----------------------
What motivates you to get up in the morning? To go to work? To study hard? To serve and give and love others? To keep going when life gets stressful?
If you don’t want to fight stress all the time, you need to know your deepest motivation.
Why? Because mixed motivations will leave you feeling pulled in different directions. Jesus said, “No one can serve two masters” (Luke 16:13 NLT).
Even God can’t please everybody. When somebody’s praying for it to rain, someone else is praying for it to be sunny. As a pastor for over 40 years, I knew that I was always disappointing somebody, because people often have different expectations. I can’t please everyone, and neither can you.
The Bible says the fear of man is a trap. It will capture your heart and mind and cause you to stumble. That’s why Jesus said in John 5:30, “I am not trying to do what I want, but only what he who sent me wants” (GNT). Jesus knew who he was trying to please.
If you’re not trying to please God, then in all likelihood, you’re trying to please a bunch of other people. It’s a lot easier and less stressful to decide you’re going to please God—because whatever you do that pleases him will always be the right thing. This is why Jesus was so resilient under stress. He only tried to please one person.
Whose approval are you depending on for your happiness? Who are you still trying to please? For some, it’s a parent who never showed approval or encouragement. For others, it may be a boss who’s impossible to please, no matter how hard you try.
But you are not a victim. You are as free as you choose to be. Nobody can pressure you into meeting their expectations without your permission.
When you live for an audience of one, you won’t be controlled by the fear of rejection. Instead, you’ll be motivated by love and free to be the person God made you to be.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar