Sabtu, 15 November 2025

Mengubah Hubungan Melalui Doa

16 November 2025

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 5:15 "Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya."
-----------------
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah doa benar-benar bekerja? Pertanyaan itu sering muncul karena saat kita sedang berdoa, iblis berbisik, "Siapa kamu? Apa yang kamu pikir sedang kamu lakukan? Tuhan tidak mendengarkanmu. Jangan buang waktu. Lupakan saja!" Namun, doa bekerja karena Allah berdaulat dan berkuasa atas segalanya. Dasar dari setiap mukjizat adalah kedaulatan Allah.

Mengapa Tuhan melakukan satu mukjizat dan tidak yang lain? Karena pandangan-Nya jauh lebih luas daripada pandangan kita. Ia menguasai segalanya—itulah sebabnya kita dapat mempercayai hikmat dan kebaikan-Nya.

Efesus 3:20 berkata:
"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita"

Doa dapat melakukan apa pun yang Allah dapat lakukan, karena sumber daya-Nya tersedia bagi Anda. Perjanjian Baru berulang kali berkata, "Mintalah"

Sungguh menghibur mengetahui bahwa hal-hal yang di luar kendali kita tidak berada di luar kendali Allah. Kita mungkin tidak bisa mengubah situasi, tetapi kita dapat berdoa—dan Allah yang akan mengubahnya. Termasuk dalam hal mengubah hubungan dari buruk menjadi baik. Dan cara tercepat untuk melihat perubahan itu adalah dengan mulai mengucap syukur kepada Allah untuk orang-orang yang sulit Anda hadapi. Benar—Anda tidak hanya berdoa untuk mereka, tetapi juga bersyukur atas mereka!

Doa yang positif jauh lebih kuat daripada berpikir positif. Orang mungkin menolak bantuan Anda, menutup hati terhadap nasihat Anda, bahkan menolak kasih Anda— tetapi mereka tidak berdaya terhadap doa Anda.

Apa yang harus Anda doakan?
Semakin spesifik doa Anda, semakin spesifik pula jawaban yang akan Anda terima.

Dalam Filipi 1:9–11, Paulus menuliskan dengan jelas apa yang ia doakan bagi orang lain:
"Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah."

Doa itu tidak hanya akan mengubah orang-orang yang sulit Anda hadapi - tetapi juga mengubah Anda, menjadikan hati dan sikap Anda semakin serupa dengan Kristus.

Renungkan :

- Bagaimana Anda dapat berdoa agar orang-orang di sekitar Anda bertumbuh dalam kasih, bijaksana dalam keputusan, dan melakukan hal yang benar?

- Seperti apa bentuk doa ketika Anda meminta Allah memenuhi mereka dengan buah kebenaran yang memuliakan-Nya?

- Saat Anda mulai berdoa dengan cara ini, bagaimana hal itu mungkin mengubah sikap Anda terhadap mereka—dan bagaimana hal itu mungkin mengubah mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 11-14; Ibrani 3:7-19
____________
Mulailah berdoa bagi orang-orang yang sulit Anda hadapi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============
Changing Relationships Through Prayer

November 16, 2025

Today's Reading:
1 John 5:15 "And if we know that He gives us whatever we ask, then we also know that we have received everything we have asked of Him."
-----------------
Have you ever wondered whether prayer really works? This question often arises because when we are praying, the devil whispers, "Who are you? What do you think you are doing? God is not listening to you. Don't waste time. Forget it!" However, prayer works because God is sovereign and has power over everything. The basis of every miracle is God's sovereignty.

Why does God perform one miracle and not another? Because His view is much broader than ours. He controls everything—that's why we can trust in His wisdom and goodness.

Ephesians 3:20 says:
"Now to Him who is able to do immeasurably more than all that we ask or think, according to the power that is at work within us."

Prayer can do anything God can do, because His resources are available to you. The New Testament repeatedly says, "Ask"

It is comforting to know that the things that are out of our control are not out of God's control. We may not be able to change the situation, but we can pray—and God will. Including changing relationships from bad to good. And the quickest way to see that change is to start thanking God for the people you have difficulty dealing with. That's right—you don't just pray for them, you give thanks for them!

Positive prayer is much more powerful than positive thinking. People may reject your help, close their hearts to your advice, even reject your love—but they are powerless over your prayers.

What should you pray about?
The more specific your prayer, the more specific the answer you will receiveIn Philippians 1:9–11, Paul wrote clearly what he prayed for others:
"And this is my prayer, that your love may abound more and more in true knowledge and in all kinds of understanding, so that you may choose what is good, so that you may be holy and blameless before the day of Christ, full of the fruit of righteousness wrought by Jesus Christ to the glory and praise of God."

That prayer will not only change the people you have difficulty dealing with - it will also change you, making your heart and attitude more like Christ.

Think about it: ya 6

- How can you pray that those around you will grow in love, be wise in their decisions, and do the right thing?

- What does prayer look like when you ask God to fill them with the fruit of righteousness that glorifies Him?

- When you start praying this way, how might it change your attitude toward them—and how might it change them?

Bible Reading a Year:
Hosea 11-14; Hebrews 3:7-19
____________
Start praying for the people you have difficulty dealing with.i.

(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)

Jumat, 14 November 2025

Rahasia untuk Hubungan yang Lebih Kuat

15 November 2025

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:4 "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
--------------------
Jika Anda ingin membangun hubungan yang kuat dengan orang lain, mulailah dari kebutuhan mereka, bukan kebutuhan Anda. Mulailah dari luka mereka, bukan luka Anda. Mulailah dari apa yang mereka inginkan, bukan apa yang Anda inginkan.

Ada pepatah Tiongkok kuno yang berkata:
"Berusahalah untuk memahami sebelum berusaha untuk dipahami."

Alkitab pun mengajarkan hal yang sama. Anda perlu terlebih dahulu memperhatikan orang lain—bukan berfokus pada bagaimana agar orang lain memahami Anda, tetapi bagaimana Anda bisa memahami mereka.

Itulah langkah pertama dalam membangun hubungan yang sejati.

Filipi 2:4 berkata:
"dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Ayat ini sangat bertentangan dengan pola pikir dunia kita saat ini. Sejak lahir, budaya di sekitar kita terus melatih kita untuk memikirkan diri sendiri terlebih dahulu.

Ada dua kebenaran dasar tentang kehidupan:

1. Dunia tidak berputar mengelilingi Anda.

Mungkin hal ini terdengar mengejutkan. Ya, Anda berharga di mata Allah. Ya, Anda diciptakan dengan tujuan ilahi. Tetapi dunia ini tidak berputar hanya untuk Anda.

2. Allah berjanji akan memenuhi kebutuhan Anda ketika Anda mulai memperhatikan kebutuhan orang lain.

Jika Anda ingin kebutuhan Anda dipenuhi, mulailah dengan memenuhi kebutuhan orang lain. Mengapa? Karena Allah ingin Anda belajar menjadi tidak egois. Ia ingin Anda belajar menjadi penuh kasih dan murah hati seperti Dia.

Yesus berkata dalam Matius 6:33:
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Ketika Anda hidup untuk Kerajaan Allah, Anda menempatkan apa yang paling penting bagi Allah di posisi pertama dalam hidup Anda—dan yang paling penting bagi Allah adalah orang-orang.
Itu berarti Anda memperhatikan sesama, memikirkan mereka sebelum memikirkan diri sendiri, dan menganggap kebutuhan mereka sama pentingnya dengan kebutuhan Anda sendiri.

Inilah cara Yesus memperlakukan orang lain. Yesus selalu mengutamakan hubungan, mendengarkan dan mengasihi dengan tulus.

Renungkan :

- Menurut Anda, apa yang membuat seseorang menjadi pendengar yang baik?

- Apakah sikap tidak mementingkan diri berarti mengabaikan kebutuhan sendiri? Mengapa atau mengapa tidak?

- Di area mana dalam hidup Anda Anda sedang membutuhkan pertolongan Allah? Bagaimana Anda bisa menolong orang lain yang memiliki kebutuhan serupa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 6-10; Ibrani 3:1-6
______________
Hubungan sejati dimulai dengan mendengarkan, belajar, dan mengasihi seperti Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
The Secret to Stronger Relationships

November 15, 2025

Today's Reading:
Philippians 2:4 "And let each person not only look out for his own interests, but also for the interests of others."
--------------------
If you want to build strong relationships with others, start with their needs, not yours. Start with their wounds, not yours. Start with what they want, not what you want.

There is an old Chinese proverb that says:
"Seek to understand before seeking to be understood."

The Bible also teaches the same thing. You need to pay attention to others first—focusing not on how to get others to understand you, but how you can understand them.

That's the first step in building a true relationship.

Philippians 2:4 says:
"And let each person not only look out for his own interests, but also for the interests of others."

This verse is very contrary to the mindset of our world today. Since birth, the culture around us continues to train us to think about ourselves first.

There are two basic truths about life:

1. The world doesn't revolve around you.

Maybe this sounds surprising. Yes, you are precious in God's eyes. Yes, you were created with a divine purpose. But the world doesn't revolve around you.

2. God promises to meet your needs when you begin to pay attention to the needs of others.

If you want your needs met, start by meeting other people's needs. Why? Because God wants you to learn to be unselfish. He wants you to learn to be as loving and generous as He is.

Jesus said in Matthew 6:33:
"But seek first the kingdom of God and his righteousness, and all these things will be added to you."

When you live for the Kingdom of God,you put what is most important to God first in your life—and what is most important to God is people.
It means you pay attention to others, think of them before you think of yourself, and consider their needs as important as your own.

This is how Jesus treated others. Jesus always prioritized relationships, listening and loving sincerely.

Think about it:

- What do you think makes someone a good listener?

- Does selflessness mean ignoring one's own needs? Why or why not?

- In what areas of your life do you need God's help? How can you help others who have similar needs?

Bible Reading a Year:
Hosea 6-10; Hebrews 3:1-6
______________
True relationships begin with listening, learning, and loving like Jesus.

(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)


Kamis, 13 November 2025

Allah Memberkati Kita Supaya Kita Dapat Menjadi Berkat bagi Orang Lain

14 November 2025

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:44–45 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."
------------------
Tidak ada yang berkorban seperti jemaat mula-mula. Dalam Kisah Para Rasul 2:44–45, Alkitab mencatat:
"Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."

Orang-orang Kristen mula-mula ini tidak hanya memberikan uang mereka. Mereka murah hati dengan segala sesuatu yang mereka miliki. Ketika mereka melihat ada kebutuhan, mereka melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenuhinya—bahkan jika itu berarti harus berkorban secara pribadi.

Ada semangat kepedulian dan kesadaran di antara mereka yang menghasilkan kemurahan hati yang tanpa pamrih dan penuh pengorbanan. Dapat dikatakan bahwa mereka hidup dengan kemurahan hati yang radikal dan mereka tidak memberi dengan rasa terpaksa.

Alkitab juga berkata: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. " (Kisah Para Rasul 2:46–47)

Orang-orang di sekitar mereka memperhatikan cara hidup yang luar biasa ini—cara hidup yang penuh sukacita, kemurahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Sukacita jemaat mula-mula dalam memberi dengan bebas dan tulus menarik banyak orang untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga Allah.

Bayangkan apa yang bisa terjadi pada gereja-gereja kita hari ini jika kita hidup dengan kemurahan hati yang sama! Alkitab mengingatkan kita bahwa kita adalah penatalayan—pengelola dari semua yang telah Allah percayakan kepada kita.

Kita bertanggung jawab untuk menggunakan setiap sumber daya dengan cara yang berdampak bagi Kerajaan-Nya. Allah tidak memberikan kita berkat hanya untuk dinikmati sendiri. Ia ingin agar kita menggunakan berkat itu untuk membawa perbedaan di dunia ini.

Allah tidak pernah memberkati kita hanya untuk kita sendiri, tetapi agar kita dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Kebenaran ini adalah pengingat penuh pengharapan sepanjang tahun, sebab kemurahan hati bukanlah sesuatu yang hanya kita tunjukkan saat Thanksgiving atau Natal.

Carilah cara untuk hidup dengan kemurahan hati yang radikal, agar Anda dapat membawa dampak kekal bagi orang-orang di gereja, di komunitas, dan di lingkaran kehidupan di mana Allah telah menempatkan Anda.

Renungkan

- Bagaimana hidup Anda akan berubah jika Anda belajar memberi dengan kemurahan hati yang lebih radikal? Seperti apa wujudnya?

- Ketika Anda merasa kesulitan untuk memberi, hal-hal apa yang membuat Anda ragu untuk menjadi lebih murah hati?

- Berdasarkan kebenaran bahwa Allah memberkati kita agar kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, langkah praktis apa yang dapat Anda ambil minggu ini untuk taat kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 1-5; Ibrani 2:5-18
____________
Kemurahan hati adalah gaya hidup—dan dampaknya jauh lebih besar ketika gereja mempraktikkannya bersama-sama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God Blesses Us So We Can Be a Blessing to Others

November 14, 2025

Today's Reading:
Acts 2:44–45 "And all those who had believed remained united, and all their possessions belonged together, and there were always those who sold their possessions, then distributed them to everyone according to each one's needs."
------------------
No one sacrificed like the early church. In Acts 2:44–45, the Bible records:
"And all those who have believed remain united, and all their possessions belong together, and there are always those who sell their possessions, then distribute them to everyone according to their respective needs."

These early Christians didn't just give away their money. They are generous with everything they have. When they see a need, they do whatever it takes to meet it—even if that means making personal sacrifices.

There is a spirit of care and awareness among them that results in selfless and sacrificial generosity. It could be said that they live with radical generosity and they do not give under compulsion.

The Bible also says: "With perseverance and with one accord they gathered together every day in the temple of God. They broke bread in their homes in turn and ate together with joy and sincerity of heart, praising God. And they had favor with everyone. And every day the Lord added to their number those who were being saved." (Acts 2:46–47)

People around them noticed this extraordinary way of life—one full of joy, generosity and concern for others. The early church's joy in giving freely and sincerely attracted many people to become part of God's familyimagine what could happen to our churches today if we lived with the same generosity! The Bible reminds us that we are stewards—stewards of all that God has entrusted to us.

We are responsible for using every resource in a way that impacts His Kingdom. God does not give us blessings just to enjoy ourselves. He wants us to use those blessings to make a difference in this world.

God never blesses us just for ourselves, but so that we can be channels of blessing for others. This truth is a hopeful reminder throughout the year, because generosity is not something we only show at Thanksgiving or Christmas.

Look for ways to live with radical generosity, so that you can have an eternal impact on people in the church, in the community, and in the circle of life where God has placed you.

Ponder

- How would your life change if you learned to give with more radical generosity? What does it look like?

- When you find it difficult to give, what things make you hesitate to be more generous?

- Based on the truth that God blesses us so that we can be a blessing to others, what practical steps can you take this week to obey Him?

Bible Reading a Year:
Hosea 1-5; Hebrews 2:5-18
____________
Generosity is a lifestyle—and its impact is much greater when the church practices it togethera.

(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)

BERUBAH


RENUNGAN PAGI :

Seorang wanita yg berpakaian cukup rapih tampak menangis di sebuah pinggiran tebing yang cukup tinggi,Dia siap-siap mau terjun dan membunuh dirinya. Tiba-tiba dibelakangnya ada yang menariknya ke belakang. Seorang laki-laki tua berpakaian putih berkata padanya. "Maafkan kelancangan saya, saya kebetulan melihat dari tadi kesedihan ibu dan sepertinya juga keputusasaan ibu. 
Tapi bu, Lari dari masalah dgn cara membunuh diri itu adalah dosa besar. Daripada Lari dari Masalah mengapa tidak Selesaikan saja masalahnya?"

Wanita itu berkata: "Siapa bapak? Apa urusan bapak mencampuri urusan saya?"

Pak Tua itu berkata: "Yah… Saya ini hanyalah seorang petapa tua, jangankan manusia, hewan dan tumbuhan disini juga tidak akan saya biarkan mati apalagi wanita seperti ibu? Sebenarnya ada apa sampai membuat ibu frustasi seperti itu?"

Wanita itu menangis dengan sangat pilu,setelah ada kurang lebih 5 menit lamanya si Pak Tua itu menunggu akhirnya Wanita itu pun angkat bicara: "Saya heran, sungguh-sungguh heran… padahal saya tidak pernah mendidik anak perempuan saya menjadi seorang pecandu Narkoba. Saya maafkan dia, saya mencoba membimbingnya keluar dari masalahnya. Tapi entah bagaimana cara pikirnya,
Ia bolak balik jatuh dan jatuh lg  ke lubang yang sama.
Bodoh sekali,Dinasehati lebih keras,ia malahan kabur dari rumah. Saya frustasi pak,Saya merasa gagal dlm hidup saya."

Pak Tua itu berkata sambil tersenyum: "Hmmm… Coba lihat semut yang ada di batu ini, dengarin yah apa yang saya katakan sama semut ini:Wahai semut, itu adalah batu tempat dimana saya biasanya bersemedi, sana pergi jauhan. Jangan disini… Eh bandel ya… kenapa masih gak mau pergi juga? Nah bu, bagaimana pendapat ibu?"

Wanita itu berkata: "Yah gimana dia bisa mengerti. Wong dia itu semut, dia gak mengerti bahasa manusia."

Pak Tua itu spontan berdiri: "Nahhh benar sekali itu ibu,Kita hanya bisa membuat semut itu mengerti, jika kita mampu mengubah diri kita menjadi semut dan bicara dengan bahasa semut."

Friends… membuat seorang BERUBAH itu tidak mudah,Jika kita selalu menggunakan perspektif kita, menasehati dengan perspektif kita dan mengajaknya BERUBAH berdasarkan saran-saran kita. Barangkali pada awalnya akan efektif, tapi beberapa waktu kemudian dia akan kembali BERULAH dan BERUBAH lagi dengan kebiasaan buruknya.

Prinsip mengajak berubah seseorang No. 1 adalah mengerti atau paham situasinya dan kondisi orang tersebut untuk BERUBAH. 
Orang yang mau BERUBAH harus berani dengan jujur untuk menceritakan seluruh isi hatinya yang mendasari sikap-sikap dan keputusan-keputusannya… Mengapa dia suka dengan hobinya yang begitu merusak dirinya. 
Jika kita tidak mempunyai kemampuan untuk menggali hal-hal seperti ini, sebaiknya dibantu oleh tenaga professional.   

Hal kedua yang perlu dimengerti oleh orang yang ingin mengajak seseorang untuk BERUBAH adalah Orang yang mampu mengubah seseorang adalah sesungguhnya dirinya sendiri. Tidak ada yang lain. 
Jadi intinya adalah kita tidak akan punya kemampuan untuk mengubah seseorang. Kita hanya bisa MEMBANTU mengarahkan agar keputusannya untuk berubah dieksekusi dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. 
Dengan komitmen yang kuat untuk memutus mata rantai yang membelitnya secara tuntas tanpa ragu-ragu.

Jadi ketika berhasil, itu adalah karena usaha dari orang yang bermasalah itu untuk keluar dari masalahnya. Jika gagal itu juga karena usaha dia. 
Ingatlah selalu bahwa Kita tidak akan pernah bisa mengubah seseorang. Hanya dirinyalah yang dapat mengubah dirinya.  Arahkan diri org yg bermasalah itu untuk meninggalkan hal-hal yang ada dibelakangnya, 
juga tidak perlu khawatir dgn masa depannya yang masih jauh. Pikirkan saja, hari ini apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki hidup saya? 

"I avoid looking forward or backward, and try to keep looking upward."
(Charlotte Brontรซ)

SELAMAT PAGI....... Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ

Rabu, 12 November 2025

Latih Pikiran Anda untuk Selalu Mengingat Allah

13 November 2025

Bacaan Hari ini:
Galatia 2:20 "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku"
--------------------
Alkitab dengan jelas mengajarkan bagaimana kita seharusnya berdoa. Dikatakan, "Tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17).

Bagi banyak orang, hal itu tampak mustahil. Bahkan, ada yang sudah merasa kesulitan untuk mengingat berdoa pada waktu-waktu tertentu, seperti saat makan, menjelang tidur, atau ketika melakukan saat teduh rutin.

Lalu bagaimana mungkin seseorang bisa berdoa setiap waktu?

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan "doa nafas" (breath prayer) sepanjang hari—sebuah kebiasaan yang telah dilakukan oleh banyak orang percaya selama berabad-abad.

Anda memilih satu kalimat singkat atau frasa sederhana yang bisa Anda ucapkan kepada Yesus dalam satu tarikan nafas, seperti:

- "Engkau besertaku."

- "Aku menerima kasih karunia-Mu."

- "Aku bergantung kepada-Mu"

- "Aku ingin mengenal-Mu."

- "Aku milik-Mu."

- "Tolong aku untuk percaya kepada-Mu."

Anda juga dapat memakai frasa dari Alkitab, misalnya:

- "Hidupku adalah Kristus."

- "Engkau tidak akan meninggalkan aku"

- "Engkaulah Allahku."

Ucapkan doa-doa itu sesering mungkin hingga tertanam dalam hati Anda. Pastikan motivasi Anda adalah untuk menghormati Allah, bukan untuk memanipulasi-Nya agar melakukan kehendak Anda sendiri. Breath prayer dapat menuntun Anda untuk merasakan kehadiran dan kasih Allah secara lebih dalam—jika Anda membiarkannya.

Sama seperti seorang musisi yang berlatih tangga nada setiap hari agar dapat memainkan musik yang indah dengan mudah, demikian pula Anda dapat belajar untuk memusatkan pikiran kepada Allah di berbagai waktu sepanjang hari.

Anda dapat melatih pikiran Anda untuk mengingat Allah. Pada awalnya, Anda mungkin perlu menciptakan pengingat agar pikiran Anda kembali menyadari kehadiran Allah. Mulailah dengan menaruh pengingat visual di sekitar Anda—mungkin berupa catatan kecil bertuliskan: "Allah besertaku dan berpihak kepadaku"

Namun, jika tujuan Anda hanyalah untuk mencari pengalaman emosional dari hadirat-Nya, Anda telah melewatkan maknanya.Kita tidak memuji Allah supaya merasa baik, melainkan agar melakukan kebaikan.

Tujuan Anda bukanlah sekadar perasaan, melainkan kesadaran yang terus-menerus bahwa Allah selalu hadir bersama Anda.
Itulah gaya hidup penyembahan melalui doa. Itulah yang dimaksud dengan berdoa tanpa henti.

Renungkan :

- Cobalah menggunakan breath prayer untuk menyembah Allah sepanjang hari ini. Perbedaan apa yang Anda rasakan dalam sikap dan interaksi Anda dengan orang lain?

- Pengingat visual seperti apa yang paling efektif membantu Anda menyadari kehadiran Allah?

- Pikirkan cara Anda belajar memainkan alat musik atau berolahraga. Bagaimana Anda bisa menerapkan disiplin dan semangat yang sama untuk membangun gaya hidup penyembahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 10-12; Ibrani 2:1-4
____________
Mendekat kepada Allah adalah sebuah keterampilan—sebuah kebiasaan yang bisa dikembangkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Train Your Mind to Always Remember Allah

November 13, 2025

Today's Reading:
Galatians 2:20 "But I live, but it is no longer I who live, but Christ who lives in me. And the life that I now live in the flesh, I live by faith in the Son of God who loved me and gave Himself for me"
--------------------
The Bible clearly teaches how we should pray. It says, "Pray continually" (1 Thessalonians 5:17).

For many people, it seems impossible. In fact, some already find it difficult to remember to pray at certain times, such as when eating, before bed, or when doing regular quiet time.

So how is it possible for someone to pray all the time?

One way is to use "breath prayer" throughout the day—a habit that many believers have practiced for centuries.

You choose a short sentence or simple phrase that you can say to Jesus in one breath, such as:

- "You are with me."

- "I accept Your grace."

- "I depend on You"

- "I want to know You."

- "I am yours."

- "Help me to trust You."

You can also use phrases from the Bible, for example:

- "My life is Christ."

- "You will not leave me"

- "You are my God."

Say these prayers as often as possible until they are embedded in your heart. Make sure your motivation is to honor God, not to manipulate Him into doing your own will. Breath prayer can lead you to feel God's presence and love more deeply—if you let it.

Just as a musician practices scales every day to be able to play beautiful music with ease, so you can learn to focus your thoughts on God at various times throughout the day.

You can train your mind to remember Allah. At first,You may need to create a reminder so that your mind becomes aware of God's presence again. Start by putting visual reminders around you—perhaps small notes that say: "Allah is with me and on my side."

However, if your goal is simply to seek the emotional experience of His presence, you have missed the point. We do not praise God to feel good, but rather to do good.

Your goal is not just a feeling, but a constant awareness that God is always present with you.
That is a lifestyle of worship through prayer. That is what it means to pray without ceasing.

Think about it:

- Try using breath prayer to worship Allah throughout the day. What differences do you notice in your attitudes and interactions with others?

- What kind of visual reminder would be most effective in helping you become aware of God's presence?

- Think about how you learned to play a musical instrument or play sports. How can you apply that same discipline and passion to building a worship lifestyle?

Bible Reading a Year:
Daniel 10-12; Hebrews 2:1-4
____________
Drawing close to God is a skill—a habit that can be developed.

(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)


Selasa, 11 November 2025

Tubuh Kristus Membutuhkan Anda

12 November 2025

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 12:27 "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya."
-------------------------
Allah membentuk gereja—keluarga-Nya—supaya kita saling membutuhkan untuk memenuhi tujuan-Nya di bumi. Kita semua diciptakan untuk sebuah misi dan Dia menghendaki kita melakukan misi itu bersama.

Salah satu alasan paling penting mengapa Anda harus terhubung dengan keluarga gereja adalah untuk memenuhi panggilan Anda yaitu melayani sesama orang percaya secara praktis. Alkitab berkata, "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." (1 Korintus 12:27)

Pelayanan Anda sangat penting bagi tubuh Kristus. Masing-masing dari kita memiliki peran, dan setiap peran itu penting. Tidak ada pelayanan kecil di hadapan Allah. Semua berarti!

Tidak ada hubungan langsung antara ukuran pelayanan dan signifikansinya. Beberapa pelayanan terlihat jelas; beberapa lainnya tersembunyi dan bekerja di balik layar—tetapi semuanya bernilai sangat tinggi—sering kali pelayanan kecil atau tersembunyi membuat perbedaan terbesar.

Jika satu bagian tubuh Anda berhenti berfungsi, seluruh tubuh akan terdampak. Bayangkan jika hati Anda mengatakan, "Saya lelah! Saya tidak mau melayani tubuh ini lagi! Biarkan bagian lain yang mengambil alih." Apa yang terjadi? Tubuh itu akan sakit atau mati.

Hari ini ribuan gereja lokal mengalami kejatuhan karena banyak orang percaya yang enggan melayani. Mereka memilih menjadi penonton dan tubuh Kristus menderita.

Allah menuntut Anda kepada pelayanan lebih besar daripada yang mungkin Anda bayangkan. Dia menciptakan Anda untuk hidup melayani: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10)

Jangan berhenti hanya ketika pelayanan "besar" atau "terlihat." Waktunya sudah tiba untuk Anda melakukan bagian Anda!

Renungkan:

- Mengapa sulit bagi Anda untuk memenuhi panggilan Anda tanpa dukungan dari sesama orang percaya?

- Dalam hal apa Allah membentuk Anda untuk pelayanan? Pertimbangkan kemampuan, sifat kepribadian, pengalaman, dan karunia rohani Anda—bagaimana semuanya bisa digunakan dalam pelayanan tertentu?

- Bagaimana Anda pernah melihat pelayanan yang kecil atau tersembunyi membuat perubahan besar dalam hidup Anda atau orang yang Anda kenal?

Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 7-9; Ibrani 1:1-14
___________
Kapan saja Anda melayani sesama, sesungguhnya Anda melayani Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
The Body of Christ Needs You

November 12, 2025

Today's Reading:
1 Corinthians 12:27 "You are all the body of Christ and each of you is a member."
-------------------------
God formed the church—His family—so that we need each other to fulfill His purpose on earth. We were all created for a mission and He wants us to do that mission together.

One of the most important reasons why you should be connected to a church family is to fulfill your calling to serve fellow believers in a practical way. The Bible says, "You are all the body of Christ and each of you is a member." (1 Corinthians 12:27)

Your ministry is vital to the body of Christ. Each of us has a role, and each role is important. There is no small service before God. Everything counts!

There is no direct relationship between service size and its significance. Some services are obvious; others are hidden and work behind the scenes—but all are of great value—often small or hidden services make the biggest difference.

If one part of your body stops functioning, the whole body is affected. Imagine if your heart said, "I'm tired! I don't want to serve this body anymore! Let the other parts take over." What happened? The body will get sick or die.

Today thousands of local churches are experiencing decline because many believers are reluctant to serve. They choose to be spectators and the body of Christ suffers.

God requires greater service from you than you might imagine. He created you to live a life of service: "For we are God's workmanship, created in Christ Jesus to do good works, which God prepared beforehand. He wanted us to live in them." (Ephesians 2:10)

Don't stop just when the service is "great" or "visible." The time has come for you to do your part!

Reflect:
-why is it difficult for you to fulfill your calling without the support of fellow believers?

- In what ways has God formed you for ministry? Consider your abilities, personality traits, experiences, and spiritual gifts—how can they be used in a particular ministry?

- How have you seen a small or hidden ministry make a big difference in the life of you or someone you know?

Bible Reading a Year:
Daniel 7-9; Hebrews 1:1-14
___________
Whenever you serve others, you are truly serving Allah.

(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)

Senin, 10 November 2025

Percayalah kepada Dia yang Menciptakan dan Menyelamatkan Anda

11 November 2025

Bacaan Hari ini:
Lukas 1:46–47 "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku"
--------------------
Anda adalah gagasan Allah. Anda adalah ciptaan-Nya. Anda adalah produk-Nya.

Anda tidak menciptakan diri sendiri. Anda diciptakan oleh Allah. Tidak ada yang lebih mengenal Anda daripada Allah. Ia membentuk Anda, merancang Anda, membuat Anda untuk maksud-Nya. Allah tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan. Tujuannya pula adalah takdir Anda.

Tidak hanya Allah menciptakan Anda, namun Ia juga menyelamatkan Anda.

Dan Anda membutuhkan keselamatan karena, meskipun Allah memiliki takdir bagi hidup Anda, Ia tidak memaksakan Anda untuk mengikutinya. Dan Anda memilih jalan Anda sendiri. Anda membuat pilihan, Anda mengikuti rencana Anda sendiri, dan Anda berdosa. Karena itu, Allah mengutus Yesus Kristus untuk mati bagi dosa Anda—untuk menyelamatkan Anda.

Maria, ibu Yesus, pun mengandalkan Allah sebagai Juruselamatnya. Ketika malaikat diberitakan bahwa Allah memilihnya menjadi ibu Sang Anak, Maria berkata:
"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku" (Lukas 1:46–47)

Saat itu, Maria tahu apa tujuan Allah baginya; ia tahu mengapa Allah menempatkannya di dunia. Dan ia memilih untuk mengikut rencana Allah dengan penuh keyakinan, mengetahui bahwa ia bisa mempercayai ke mana Juruselamatnya menuntunnya.

Ketika datang ke perencanaan hidup, banyak orang Kristen bertindak seperti atheis. Mereka menerima Allah untuk keselamatan mereka, tetapi kemudian berpikir, "Aku bisa menjalani hidupku sesuai keinginanku."

Renungkan

- Apa artinya bagi Anda bahwa Dia yang menciptakan Anda sekaligus yang menyelamatkan Anda?

- Dalam aspek apa Anda telah bertindak seperti tidak mempercayai Tuhan ketika merencanakan hidup Anda sendiri?

- Apakah terasa lebih mudah mengikuti pencipta Anda atau mengikuti Juruselamat Anda? Mengapa demikian?

Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 4-6; Filemon 1
_____________
Anda diciptakan oleh Allah untuk tujuan-Nya. Dan siapakah yang lebih layak dipercayai untuk menuntun takdir Anda daripada Dia yang menciptakan dan menyelamatkan Anda?

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Trust the One Who Made You and Saved You - Daily Hope with Rick Warren - November 11, 2025

"My soul glorifies the Lord and my spirit rejoices in God my Savior." Luke 1:46-47 (NIV)
---------------------
You are God's idea. You are God's invention. You are God's product.

You didn't create yourself. You were created by God. No one knows more about you than God does. He formed you, designed you, crafted you, constructed you, and built you for his purpose. God never makes anything without a purpose. His purpose is your destiny.

Not only did God create you, but he also saved you.

And you needed to be saved because, even though God has a destiny for your life, he doesn't force you to follow it. And you didn't. You went off and started doing your own thing. You followed your own plan for your life, and you messed up. You sinned. And because of that, God sent Jesus to come and die for your sins, to save you.

In fact, God sent Jesus to pay for the sins of everyone who has ever lived. Even Mary, the mother of Jesus, relied on God as her Savior. When God sent an angel to tell Mary that he'd chosen her to mother his Son, Mary accepted God's plan—and then she told us why.

In Luke 1, Mary says, "My soul glorifies the Lord and my spirit rejoices in God my Savior" (Luke 1:46-47 NIV). Mary is saying, "God didn't just make me; he saved me. I'm not following God's plan haphazardly or reluctantly or because I have to. I'm following it eagerly, expectantly, and enthusiastically. I'm rejoicing!"

In that moment, Mary knew what her purpose was; she knew why God had put her on the earth. And she chose to follow God's plan, knowing that she could trust where her Savior was leading her.

When it comes to life planning, a lot of Christians act like atheists. They accept God for their salvation, but then they think, "I can just go out and plan my life any way I want to."

Really? You think God put you on earth to live for yourself? I don't think so.

God made you for his purpose. And who better to trust with your destiny than the one who made you and saved you?