Sabtu, 20 Januari 2024

Fokus untuk Hidup buat Satu Penonton

21 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Lukas 16:13
✍️ "Seorang hamba ==> tidak dapat mengabdi kepada dua tuan.
πŸ‘‰ Karena jika demikian ==> ia akan
πŸ‘ŒπŸΏ membenci yang seorang dan
πŸ‘ŒπŸ» mengasihi yang lain,
🫡 atau ==> ia akan
πŸ‘ŒπŸ» setia kepada yang seorang dan
πŸ‘ŒπŸΏ tidak mengindahkan yang lain.
✍️ Kamu ==> tidak dapat mengabdi
✝️ kepada Allah dan
πŸ’° kepada Mamon."
---------------
✏️ apabila Anda selalu khawatir dengan  ==> apa yang orang lain pikirkan tentang Anda,
πŸ“ maka Anda tidak akan bisa
==> menjadi apa yang Tuhan kehendaki.
πŸ‘‰ Namun, ketika Anda belajar
==> berpikir seperti Yesus,
🫡 Anda tak akan khawatir tentang
==> menyenangkan semua orang.
πŸ“ Yesus ==> punya fokus yang tepat.
✏️ Yang Dia fokuskan hanyalah
==> untuk menyenangkan hati Tuhan.

✍️ Yesus tidak pernah dimanipulasi
πŸ“oleh orang banyak" atau
πŸ“oleh
✅ persetujuan atau
❎ ketidaksetujuan orang lain.
πŸ—️ Dia hidup untuk ==> mendengarkan satu pribadi
✏️ "Sebab ==> Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,
πŸ“ melainkan ==> kehendak Dia yang mengutus Aku"
πŸ“– (Yohanes 5:30).
✍️ Ketika Anda memiliki pemikiran seperti Kristus, ==> itulah yang harus Anda akan lakukan.

πŸ€” Bukankah hidup Anda akan lebih sederhana ==> apabila menjalani hidup hanya untuk satu penonton?
✅ Jika Allah senang dengan ==> yang sedang Anda lakukan sekarang,
☑️ Anda tahu bahwa ==> Anda melakukan hal yang benar.

πŸ’‘ Allah bersabda dalam ==> Matius 3:17,
✅ "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,
==> kepada-Nyalah Aku berkenan."
☑️ Yesus telah melakukan segalanya  ==> dengan benar.

✏️ Sesungguhnya, ==> Anda tak bisa menyenangkan semua orang.
πŸ“ Bahkan Tuhan pun ==> tak bisa menyenangkan semua orang!
πŸ‘‰πŸ» Ketika seseorang berdoa
==> supaya cuaca cerah,
🫡🏻 orang lain berdoa ==> agar hujan turun.
πŸ“ Ada yang berdoa  ==> agar timnya tampil baik,
✏️ dan ada pula ==> yang ingin tim lawannya menang.
✍️ Anda ==> tak bisa menyenangkan semua orang.

πŸ“– Lukas 16:13 mengatakan,
✍️ "Kamu ==> tidak dapat mengabdi
✝️ kepada Allah dan
πŸ’° kepada Mamon."

✍️ Anda harus menentukan
==> persetujuan siapa yang akan Anda cari
✅ persetujuan Tuhan atau
☑️ persetujuan orang lain.

✏️ Jika Anda ==> selalu mencari validasi* dari orang lain,
πŸ“ itu artinya ==> Anda tidak begitu memahami tentang diri Anda.
✋ Anda tidak mengerti ==> apa yang Tuhan ingin Anda lakukan,
✋ dan Anda tidak percaya bahwa
==> Dia selalu menyertai Anda.

✍️ Yesus tidak pernah membiarkan
πŸ“persetujuan orang lain atau
πŸ“ketakutan akan penolakan
πŸ‘‰ mengendalikan diri-Nya.
✋ Dia tidak ingin ==> memenangkan kontes popularitas.
✋ Dia tidak butuh pendapat orang lain ==> untuk membuktikan siapa diri-Nya.

πŸ‘‰ Ketika Anda memiliki ==> pemikiran yang seperti Kristus,
🫡 maka Anda ==> akan merasa aman dengan
☝️ identitas Anda,
✌️ tujuan Anda,
πŸ“ dan di dalam hadirat Allah
✏️ sehingga ==> Anda tidak perlu meminta persetujuan orang lain.

Renungkan hal ini:
- Mengapa Anda tidak dapat sepenuhnya menyadari identitas dan tujuan Anda saat Anda khawatir dengan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda?

- Apa tujuan utama Anda? Dalam tujuan tersebut, persetujuan siapakah yang paling memotivasi Anda?

- Bagaimana bisa dengan mengetahui firman Tuhan dapat membantu Anda memiliki pemikiran yang seperti Kristus, dan mementingkan persetujuan-Nya dibanding mementingkan persetujuan orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 49-50; Matius 13:31-58
__________
❓ Apakah Anda akan hidup berdasarkan  ==> apa yang orang lain pikirkan,
❔ ataukah berdasarkan ==> apa yang Tuhan pikirkan?

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Focus on Living for an Audience of One
By Rick Warren

"No one can serve two masters." Luke 16:13 (NIV)
---------------
When you're always worried about what other people think of you, you can't be what God wants you to be. But when you learn to think like Jesus, you won't worry about pleasing everyone. Jesus had the right focus. He was only concerned with pleasing God.

Jesus was never manipulated by crowds or by the approval or disapproval of anybody else. He lived for an audience of one: "I try to please the One who sent me" (John 5:30 NCV). When you have the mind of Christ, that's what you do too.

Wouldn't it simplify your life to live for an audience of one? If God likes what you're doing, then you know you're doing the right thing.

God says in Matthew 3:17, "This is my Son, whom I love; with him I am well pleased" (NIV). Jesus was obviously doing it right.

The truth is, you can't please everybody. Even God can't please everybody! When someone prays for it to be sunny, somebody else is praying for it to rain. Somebody is praying for their team to do well, and someone else wants the opposing team to win. You can't please everybody.

Luke 16:13 says, "No one can serve two masters" (NIV).

You have to decide whose approval you're going to seek—God's approval or other people's approval. Are you going to live for what other people think or what God thinks?

When you're always looking for validation from other people, it means you don't really realize who you are. You don't understand what God made you to do, and you don't believe that he is always with you.

Jesus never let someone else's approval or a fear of rejection control him. He wasn't out to win a popularity contest. He didn't need other people's opinions to validate himself.

When you have the mind of Christ, you will be so secure in your identity, your purpose, and God's presence in your life that you won't need to look to other people for approval.


Jumat, 19 Januari 2024

Dengan Memiliki Pemikiran Seperti Kristus, Anda Tak akan Pernah Merasa Sendiri

20 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Yohanes 16:32
πŸ”– "Lihat, saatnya datang, ==> bahkan sudah datang,
πŸ“ bahwa kamu diceraiberaikan
==> masing-masing ke tempatnya sendiri dan
✏️ kamu ==> meninggalkan Aku seorang diri.
✍️ Namun Aku tidak seorang diri, sebab  ==> Bapa menyertai Aku."
--------------------
πŸ’‘ Kita melihat hal ini dalam ==> kehidupan Yesus.
πŸ—️ Yesus hidup di hadirat Allah dan tetap terhubung ==> dengan perkenanan Allah.
✍️ Betapapun sibuknya Dia, ==> Yesus tetap selaras dengan Allah.
πŸ’‘ Yesus berkata,
✍️ Namun Aku tidak seorang diri, sebab  ==> Bapa menyertai Aku."
πŸ“– (Yohanes 16:32).

✍️ Itulah sebabnya penangkal terampuh dari kesepian ialah ==> dengan berpikir seperti Yesus.
πŸ‘‰ Bila Anda memiliki pemikiran yang  ==> seperti Kristus,
🫡 maka Anda akan mampu seperti Dia, ==> untuk berkata:
✍️ "Aku tidak sendirian karena aku tahu  ==> Bapaku selalu bersamaku."
πŸ”– Ketika ==> kita merasa sendirian,
πŸ“ biasanya hal ini disebabkan karena ==> kita tidak hidup dengan pemikiran yang seperti Kristus
✏️ kita tidak menyadari ==> pemeliharaan Allah yang tiada henti.

πŸ™„ Bagaimana caranya agar Anda selalu menyadari ==> akan pemeliharaan Allah yang tiada henti?
πŸ’‘ Salah satu caranya yaitu ==> melalui doa.
πŸ—️ Yesus menjadikan doa sebagai
==> kebiasaan sehari-hari:
✍️ "Akan tetapi ==> Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa"
πŸ“– (Lukas 5:16).

✍️ Perhatikan, ayat ini mengatakan bahwa  ==> Yesus sering menyelinap pergi agar Dia dapat berdoa.
✏️ Anda tidak dapat melakukan hal itu sesekali saja ==> jika Anda ingin memiliki pemikiran  yang seperti Kristus.
πŸ“ Kehidupan doa Yesus ==> berkelanjutan.
πŸ“ Dia menjadikan prioritas hidup-Nya untuk  ==> bersama Bapa-Nya.
πŸ“ Dan itu ==> menjadi sebuah kebiasaan.

⁉️ Apakah Anda ==> berhenti dan berdoa sepanjang hari?
⁉️ Apakah menurut Anda hari Anda akan lebih baik seandainya ==> Anda mengembangkan kebiasaan ini?
πŸ“ Jika Yesus saja merasa perlu untuk  ==> menjauhkan diri buat berdoa sepanjang hari,
✏️ apalagi ==> kita!

✏️ Ketika Anda tidak meluangkan waktu untuk ==> berbicara dengan Allah,
πŸ“ Anda ==> akan melewatkan karunia dari Allah.
✍️ Bukan kehendak Allah ==> jika Anda terlalu sibuk untuk Dia.
πŸ‘‰ Bahkan, Anda akan menyelesaikan lebih banyak hal ==> dalam setiap bidang kehidupan Anda
🫡 apabila Anda meluangkan waktu untuk  ==> berhenti dan berdoa.

πŸ”– Tapi ==> sepertinya itu tidak akan berhasil.
❕ Jika Anda ==> selalu berhenti untuk berdoa,
❔ bagaimana ==> Anda bisa selesai mengerjakan lebih banyak hal?
πŸ”– Ketika ==> Anda berdoa,
✍️ Anda sedang meluangkan waktu untuk  ==> membiarkan Roh Kudus mengingatkan Anda akan tujuan Anda.
πŸ‘‰ Kemudian ==> barulah Anda dapat memfokuskan
☝️ pikiran dan
✌️ hati Anda
🫡 pada ==> hal-hal yang paling penting.

πŸ—️ Yesus Kristus ==> tahu
πŸ“ siapa Dia dan
πŸ“ apa tujuan-Nya di bumi.
✍️ Dia selalu sadar akan ==> kehadiran Allah.
πŸ‘‰ Ketika Anda ==> memiliki pola pikir seperti Kristus,
🫡 maka Anda ==> akan mengalami hal-hal itu juga dan
✍️ Anda akan selalu sadar bahwa
==> Allah selalu menyertai Anda.

Renungkan hal ini:
- Mungkin diperlukan sebuah perencanaan bagi Anda untuk menyediakan waktu buat berdoa sepanjang hari. Bagaimana Anda dapat menyesuaikan jadwal Anda dan mengubah pola pikir Anda agar memiliki lebih banyak waktu buat berdoa?

- Siapa yang dapat membantu mendoakan dan menguatkan Anda dalam kebiasaan doa Anda, saat Anda berusaha mengembangkan pemikiran yang seperti Kristus?

- Apakah doa harus terjadwal dan harus berlangsung lama? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30
_______________
✍️ Memiliki pemikiran yang seperti Kristus berarti ==> Anda selalu menyadari bahwa Tuhan menyertai Anda

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
With the Mind of Christ, You'll Never Feel Alone
By Rick Warren

"I am not really alone, because the Father is with me." John 16:32 (GNT)
-------------------
Having the mind of Christ means always being aware that God is with you.

We see this in the life of Jesus. Jesus lived in the presence of God and stayed connected to the favor of God. No matter how busy he was, he stayed in tune with the Father. Jesus said, "I am not really alone, because the Father is with me" (John 16:32 GNT).

This is why the greatest antidote to loneliness is thinking like Jesus. When you have the mind of Christ, you'll be able, like him, to say, "I'm not alone because I know the Father is always with me." When we feel alone, it's often the result of not living with the mind of Christ—we're not aware of God's constant care.

How can you always stay aware of God's constant care? One way is through prayer. Jesus made prayer a daily habit: "Jesus would often go to some place where he could be alone and pray" (Luke 5:16 CEV).

Notice this verse says that Jesus often slipped away so he could pray. You can't just do that every now and then if you want to have the mind of Christ. Jesus' prayer life was continual. He made it the priority of his life to be with his Father. It was a habit.

Do you stop and pray throughout the day? Do you think your day would go better if you developed this habit? If Jesus felt the need to slip away and pray throughout his day, then think about how much more we need it!

When you don't take the time to talk with God, you miss the gifts of God. It's not God's will for you to be too busy for him. In fact, you'll get more done in every area of your life if you take the time to stop and pray.

That doesn't seem like it should work. If you're always stopping to pray, how are you going to get more done? When you pray, you're taking time to let God's Spirit remind you what your purpose is. Then you're able to focus your mind and heart on what matters most.

Jesus Christ knew who he was and what his purpose was. He was always aware of God's presence. When you get the mind of Christ, you'll have those things, too, and you'll always be aware that God is with you.


Kamis, 18 Januari 2024

Apa Arti Sebenarnya dari Pertobatan

19 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Kisah Para Rasul 3:19
✍️ "Karena itu sadarlah dan bertobatlah,  ==> supaya dosamu dihapuskan."
------------------
πŸ”– Di satu titik kehidupan, kata "bertobat"  ==> menjadi kata yang negatif.

πŸ”– Ketika banyak orang ==> mendengar kata itu,
πŸ“ mereka terbayang seorang pria yang memegang sebuah papan di pinggir jalan sambil memberitahu orang-orang yang lewat untuk ==> "menjadi Kristen atau masuk neraka"
✏️ _karena akhir zaman ==> sudah dekat.

πŸ”– Namun, gagasan dunia mengenai arti pertobatan ini ==> salah total.
πŸ“ "Bertobat" sebenarnya merupakan ==> kata yang paling positif dan
✏️ membawa ==> perubahan di dunia ini.

✍️ Kata "bertobat" berarti ==> Anda mengubah cara pikir Anda.
πŸ‘‰ Itu bukan ketika ==> Anda berhenti melakukan hal-hal yang buruk
🫡 itu hasil ==> dari pertobatan.
πŸ”– Sederhananya,
✏️ pertobatan berarti dulu Anda berpikir dengan ==> cara yang satu,
πŸ“ dan sekarang Anda berpikir dengan  ==> cara yang lain.

πŸ‘‰ Dulu Anda memikirkan pikiran-pikiran  ==> yang berasal dari rasa bersalah,
🫡 dan sekarang Anda memikirkan pikiran-pikiran ==> yang telah diampuni.
πŸ‘‰πŸΌ Dulu ==> Anda memikirkan
☝🏼 kutukan dan
✌🏼 keputusasaan,
🫡 dan sekarang ==> Anda memikirkan kedamaian.
πŸ‘‰πŸΌ Dulu ==> Anda berpikir egois,
🫡 tapi sekarang ==> Anda memikirkan kepentingan orang lain terlebih dahulu.
πŸ‘‰πŸΌ Dulu ==> Anda berpikir dengan ambisius,
🫡 dan sekarang ==> Anda memikirkan cara untuk melayani.
✍️ Anda berpikir tentang Allah
==> sebagaimana adanya
πŸ’– Bapa yang baik dan
πŸ’ penuh kasih.
✍️ Anda memandang diri Anda
==> sebagaimana Allah memandang Anda
πŸ‘‰ dengan ==> nilai-nilai yang
☑️ dipegang serta
✔️ bertujuan.
🫡 Anda memikirkan ==> apa arti pertobatan  yang sebenarnya.

πŸ‘‰ Ketika Anda bertobat dan beralih ==> dari kegelapan menuju terang,
✋ ini bukan soal ==> ==> tidak melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan lagi.
🫡 Ini tentang melakukan hanya hal-hal yang penting sebab pikiran Anda dirancang ==> untuk hal-hal yang paling penting.
✍️ Inilah ==> perubahan yang paling positif di dunia.

⁉️ Apakah Anda ==> memerlukan penyegaran rohani?
❓Apakah Anda ==> perlu
πŸ“ dipulihkan dari kepedihan hidup Anda dan
πŸ“ bangkit kembali setelah mengalami kehilangan atau kegagalan?
‼️ Maka, ==> Anda hanya perlu bertobat.
πŸ‘‰ Ketika ==> Anda melakukannya,
🫡 Anda akan datang ke hadirat Tuhan dan ==> mengalami
☝️πŸ“ sukacita dan
✌️πŸ“damai sejahtera yang sejati.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa orang-orang tidak menyukai gagasan tentang bertobat? Menurut mereka apa artinya hal itu buat kehidupan mereka?

- Bagaimana berada dalam hadirat Tuhan adalah sesuatu yang menyenangkan?

- Lihatlah Kisah Para Rasul 3:19. Mengapa pertobatan itu termasuk kembali kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50
_____________
✍️ Pertobatan ialah ==> ketika Anda mulai memikirkan kembali hidup Anda agar sesuai dengan cara pikir Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What It Really Means to Repent
By Rick Warren

"Repent, then, and turn to God, so that your sins may be wiped out, that times of refreshing may come from the Lord." Acts 3:19 (NIV)
------------------
Somewhere along the way, "repent" became a negative word.

When many people hear that word, they think of a guy holding a sign on the corner telling people to "turn or burn" because the end is near.

But the world's idea of what it means to repent is totally wrong. "Repent" is actually the most positive, transforming word in the world.

The word "repent" just means you change your mind. It's not when you stop doing bad things—that's the result of repentance. Repentance simply means you used to think one way and now you think another way.

You used to think guilty thoughts, and now you think forgiven thoughts. You used to think damnation and discouragement, and now you think peace. You used to think selfishness, and now you think of others first. You used to think ambitiously, and now you think about how to serve. You think about God as he really is—a kind and loving Father. You think about yourself as God sees you—with value and purpose. You think about what really has meaning in life.

Repentance is when you start rethinking your life in order to match how Jesus thinks. When you repent and turn from darkness to light, it's not about not getting to do the things you want to do anymore. It's about doing only the things that matter because your mind is set on what's most important. It's the most positive change in the world.

Do you need some refreshment? Do you need to recover from life's hurts and be revived after loss or failure? Then you only need to repent. When you do, you'll come into God's presence and experience real joy and peace.


Rabu, 17 Januari 2024

Bagaimana Cara Menawan Pikiran Anda

18 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Roma 8:6
πŸ‘‰πŸ½ "Karena keinginan daging adalah ==> maut,
🫡 tetapi keinginan Roh ==> adalah
☝️ hidup dan
✌️ damai sejahtera."
-----------------
πŸ™„ Pernahkah Anda memperhatikan bahwa pikiran Anda ==> tidak selalu melakukan apa yang Anda perintahkan?

πŸ“ Terkadang pikiran Anda ==> punya pemikirannya tersendiri.
✏️ Terkadang pikiran Anda
==> melayang ke arah yang tidak Anda inginkan.
▶️ Ketika Anda ==> perlu berdoa,
⏩ pikiran Anda ==> berkeliaran.
▶️ Ketika Anda ==> ingin merenungkan firman Tuhan,
⏭️ pikiran Anda ==> ingin mengembara.

πŸ’‘ Alkitab mengatakan,
πŸ‘‰πŸ» ketika ==> ini terjadi,
🫡 Anda ==> harus "menawan segala pikiran Anda"
πŸ“– (2 Korintus 10:5).
πŸ€” Apa maksudnya?
πŸ”– Kata Yunani yang digunakan dalam ayat ini secara harafiah berarti
==> memenjarakan pikiran Anda.
πŸ“ Anda ==> harus menaklukkan pikiran Anda.
✏️ Anda ==> harus mengendalikan pikiran Anda.

✍️ Hal ini hanya mungkin terjadi apabila Anda menggunakan dua senjata ==> yang dimiliki setiap orang percaya:
☝️ Roh Kudus dan
✌️ firman Tuhan.

πŸ…°️ Pertama, Anda perlu mengenali
==> kuasa Roh Kudus di dalam diri Anda.
✍️ Tanpa Dia, ==> Anda tak berdaya.
πŸ“– Roma 8:6 mengatakan,
πŸ‘‰πŸ½ "Karena keinginan daging adalah ==> maut,
🫡 tetapi keinginan Roh ==> adalah
☝️ hidup dan
✌️ damai sejahtera."

✍️ Anda membutuhkan Yesus
==> dalam hidup Anda,
πŸ‘‰πŸ» sebab ==> *tanpa Roh Kudus*,
🫡🏼 sifat pendosa Anda ==> mengendalikan pikiran Anda dan
✍🏾 akan selalu mengarahkan Anda
==> menuju arah yang salah.
πŸ‘‰ Namun, ==> ketika Roh Kudus mengendalikan Anda,
🫡 Anda memiliki kekuatan yang Anda butuhkan ==> untuk mengatur setiap pikiran Anda.

πŸ…±️ Kedua, Anda membutuhkan
==> firman Tuhan.
πŸ’‘ Yesus berkata,
πŸ‘‰ "Jikalau kamu ==> tetap dalam firman-Ku,
🫡 kamu benar-benar adalah ==> murid-Ku dan
✍️ kamu ==> akan mengetahui kebenaran,
πŸ—️ dan kebenaran itu ==> akan memerdekakan kamu"
πŸ“– (Yohanes 8:31-32).
πŸ”– Orang-orang suka mengutip bagian kedua ==> dari ayat yang terakhir ini.
✏️ Bahkan, bagian ayat ini ==> banyak dipasang di gedung-gedung universitas di seluruh dunia.
πŸ“ Namun, hanya sangat sedikit orang yang mengutip bagian pertama, yang mengatakan bahwa ==> Anda harus belajar dan menaati firman Tuhan.
▶️ Manusia menginginkan ==> kemerdekaan,
⏭️ tapi ==> tanpa harus menaati kebenaran firman.

✍️ Tapi pada kenyataannya, ==> tak ada kemerdekaan yang tanpa kebenaran.
πŸ—️ Dan tidak ada kebenaran ==> yang tanpa firman Tuhan.
πŸ‘‰ Tuhan telah memberi Anda arahan  ==> yang Anda butuhkan dalam hidup,
🫡 dan Anda harus memercayai setiap kata ==> yang dikatakan dalam Alkitab.

Renungkan hal ini:
- Kapankah Anda paling sering harus mengendalikan pikiran Anda?

- Bagaimana perasaan Anda mengetahui kebenaran bahwa, jika Anda menginginkan kuasa Tuhan, maka Anda harus menyerahkan kendali Anda kepada Roh Kudus?

- Menurut Anda mengapa banyak orang ingin mengabaikan untuk menaati Firman-Nya? Mengapa mereka menginginkan kemerdekaan tanpa menaati kebenaran firman?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23
------------
πŸ‘‰ Semakin Anda mengenal firman Tuhan dan  ==> mengisi pikiran Anda dengan kebenaran-Nya,
🫡 semakin mudah Anda mengarahkan pikiran Anda ==> ke tempat yang Anda inginkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
How to Take Every Thought Captive
By Rick Warren

"Letting your sinful nature control your mind leads to death. But letting the Spirit control your mind leads to life and peace." Romans 8:6 (NLT)
----------------
Have you noticed your mind doesn't always do what you tell it to do?

Sometimes your mind has a mind of its own. Sometimes your thoughts go off in directions that you don't intend. When you need to pray, your thoughts stray. When you want to ponder God's Word, your thoughts want to wander.

The Bible says, when this happens, you need to take every thought captive (2 Corinthians 10:5). What does that mean? The Greek word used in that verse literally means you take thoughts prisoner. You conquer them. You bring them under control.

That's only possible when you use the two weapons every believer has available to them: the Holy Spirit and the Word of God.

First, you need to recognize the power of God's Spirit inside you. Without him, you are defenseless. Romans 8:6 says, "Letting your sinful nature control your mind leads to death. But letting the Spirit control your mind leads to life and peace" (NLT).

You need Jesus in your life because, without the Holy Spirit, your sinful nature controls your mind and will always lead you in the wrong direction. But when the Spirit controls you, you have the power you need to take every thought captive.

Second, you need the Word of God. Jesus says, "If you obey my teaching, you are really my disciples; you will know the truth, and the truth will set you free" (John 8:31-32 GNT).

People like to quote the second part of that passage. In fact, it's posted on university buildings all over the world. But very few people quote the first part, where it says you have to learn and obey God's Word. People want the freedom without God's truth.

In reality, there is no freedom without truth. And there is no truth without God's Word. God has given you the direction you need for life, and you can trust every word the Bible says. The more you get to know God's Word and fill your mind with his truth, the easier it will be to direct your thoughts where you want them to go.


Selasa, 16 Januari 2024

Satu Gigitan Dosa Akan Membuat Anda Ketagihan

17 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Yakobus 1:14
πŸ“ "Tetapi tiap-tiap orang ==> dicobai oleh keinginannya sendiri,
✏️ karena ia diseret dan ==> dipikat olehnya."
-----------------
πŸ”– Bagi ayah saya, sehari tanpa memancing  ==> ibarat satu hari yang terbuang percuma.
✏️ Apa pun ==> yang sedang terjadi,
πŸ“ dia akan mengatur waktu,
==> untuk pergi memancing setidaknya 30 menit setiap hari.
πŸ“ Ketika saya menyaksikan ayah saya menangkap ikan ==> demi ikan (sementara saya tidak menangkap apa pun),
✏️ saya langsung tahu bahwa
==> tidak ada ikan yang akan menggigit kail yang tanpa umpan.

πŸ”– Anda tak bisa begitu saja melempar kail ke dalam air dan ==> berharap bisa menangkap ikan.
✏️ Anda harus memasang umpan
==> pada kailnya,
πŸ“ dan seorang nelayan yang baik tahu bahwa ikan yang berbeda ==> menyukai jenis umpan yang berbeda.

πŸ”– Sama seperti seorang nelayan yang tahu cara memasang umpan ==> untuk berbagai jenis ikan,
πŸ“ Setan juga tahu cara memberi umpan  ==> untuk menangkap Anda.
✏️ Dia tahu rasa favorit Anda dan
==> apa yang menarik perhatian Anda.
✏️ Dia tahu persis ==> di mana titik kelemahan Anda, seperti
〰️ kebutuhan emosional yang belum terpenuhi,
〰️ hati yang hampa hasrat yang terdalam.

✍️ Itulah sebabnya Anda harus memikirkan  ==> apa yang Anda pikirkan.
☑️ Kail itu adalah ==> dosa,
✔️ dan umpannya adalah ==> kebohongan apa pun yang Setan ingin Anda percayai.
πŸ“ Dia tahu ==> Anda rentan terhadap ide-ide seperti:
✏️ Jika kau melakukan ini, ==> kau akan merasa lebih baik.
✏️ Jika kau melakukan ini, ==> itu akan berguna untukmu.
✏️ Jika kau melakukan ini, ==> semuanya akan baik-baik saja.

πŸ”– Meski Anda tahu ada umpan di balik kail itu, ==> Anda bisa saja terus menggigitnya.
πŸ™„ Mengapa?
πŸ”– Sebab Anda membeli kebohongan apa pun ==> yang Setan sodorkan pada Anda.
✏️ Namun, jika Anda berpikir Anda bisa terus menggigitnya ==> tanpa merasa ketagihan,
πŸ“ sesungguhnya ==> Anda hanya membodohi diri sendiri.
✍️ Pemikiran bahwa Anda tidak akan terluka adalah ==> salah satu kebohongan Setan.

✏️ Salah satu kebohongan ==> yang paling umum ialah:
πŸ“ Ketika Anda tergoda, berarti
==> ada sesuatu di luar sana yang sedang mencoba menggoda Anda.

✍️ Tetapi inilah kebenarannya:
==> Masalah sebenarnya bukanlah karena faktor eksternal.

πŸ“– Yakobus 1:14 mengatakan,
πŸ“ "Tetapi tiap-tiap orang ==> dicobai oleh keinginannya sendiri,
✏️ karena ia diseret dan ==> dipikat olehnya."

✍️ Pencobaan dimulai dari hasrat batin kita ==> titik lemah yang dimanfaatkan oleh Setan sebagai umpan.
πŸ‘‰ Hasrat-hasrat itu menuntun kita pada  ==> perbuatan-perbuatan yang berdosa,
🫡 dan perbuatan-perbuatan itu menuntun kita ==> pada kematian.
☑️ Apa yang Anda pikirkan ==> menentukan apa yang Anda rasakan,
✔️ dan apa yang Anda rasakan
==> menentukan cara Anda bertindak.

πŸ‘‰πŸ½ Ketika Anda ==> tergoda oleh dosa,
🫡🏽 Anda mungkin beranggapan
==> tidak ada yang bisa Anda lakukan.
✍️ Anda bisa melawannya! ==> Itu dimulai dengan mengubah cara berpikir Anda.

✏️ Ketika ==> Anda tergoda,
πŸ“ berhentilah sejenak dan ==> bertanyalah,
⁉️ "Kebohongan apa ==> yang sedang saya percayai?"

✍️ Kemudian, gantilah kebohongan itu  ==> dengan kebenaran firman.
πŸ—️ Firman Allah akan selalu memimpin Anda ==> pada kehidupan yang sepenuh.

Renungkan hal ini:
-Kebohongan-kebohongan apa yang menurut Anda Setan tahu Anda rentan terhadapnya?

- Kapan satu waktu di mana Anda menganggap Anda bisa mengendalikan diri ketika Anda "menggigit" godaan Setan? Bagaimana hasilnya?

- Bagaimana Anda bisa menggunakan mengingatkan diri Anda akan kebenaran firman ketika Anda dicobai?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11
____________
✍️ Jangan terbiasa untuk ==> menyalahkan keadaan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Just a Nibble of Sin Will Get You Hooked
By Rick Warren

"Temptation comes from our own desires, which entice us and drag us away." James 1:14 (NLT)
----------------------
For my dad, a day without fishing was a wasted day. He would manage, no matter what was going on, to go fishing for at least 30 minutes every day. As I watched my dad catch fish after fish (while I caught nothing), I learned really quickly that no fish will bite a bare hook.

You can't just throw a hook out in the water and expect to catch fish. You have to put bait on the hook, and a good fisherman knows that different fish like different kinds of bait.

Just like a fisherman knows how to bait different kinds of fish, Satan knows just how to bait you. He knows your favorite flavors and what gets your attention. He knows exactly where your weak spot is—that unmet emotional need, that empty tank, that deep desire

That's why you've got to think about what you're thinking about. The hook is sin, but the bait is whatever lie Satan wants you to believe. He knows you're vulnerable to ideas like: If you do this, you'll feel better. If you do this, it will be rewarding. If you do this, everything will be okay.

Even when you know there's a hook beneath the bait, you may still keep nibbling. Why? Because you buy whatever lie Satan is feeding you. But if you think you can keep nibbling without getting hooked, you're just fooling yourself. The idea that you won't get hurt is another one of Satan's lies.

One of the most common lies is this: Whenever you're tempted, something outside of yourself has tempted you.

But here's the truth: The real problem is not external.

James 1:14 says, "Temptation comes from our own desires, which entice us and drag us away" (NLT).

Temptation starts with our inner desires—those vulnerable spots Satan uses for bait. Those desires lead to sinful actions, and those actions lead to death. What you think determines how you feel, and what you feel determines how you act.

Don't get in the habit of blaming your circumstances. When you're tempted, you may think you can't help it. You can help it! It starts by changing the way you think.

When you're tempted, stop and ask the question, "What lie am I believing?"

Then replace it with God's truth. It will always lead to life.


Senin, 15 Januari 2024

Anda Perlu Memikirkan Apa yang Anda Pikirkan

16 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Amsal 14:15
✏️ "Orang yang tak berpengalaman  ==> percaya kepada setiap perkataan,
πŸ“ tetapi orang yang bijak
==> memperhatikan langkahnya."
-----------------
✏️ Jika ==> Anda takut,
πŸ“ itu karena Anda ==> memercayai pikiran-pikiran yang menakutkan.
✏️ Jika ==> Anda sakit hati,
πŸ“ itu karena Anda percaya Anda sedang diremehkan sehingga ==> Anda mencoba membela diri.
✏️ Jika Anda ==> bersikap sombong,
πŸ“ itu mungkin karena Anda yakin bahwa Anda tidak cukup baik sehingga ==> Anda mencoba mengimbanginya dengan bersikap sombong.

πŸ”– Jika ada perilaku dalam hidup Anda yang ==> tidak Anda sukai,
πŸ“ cari sumbernya dan
✏️ ubahlah ==> pemikiran di baliknya.
πŸ’‘ Tuhan berkata dalam ==> Hagai 1:5,
πŸ—️ ==> "Perhatikanlah keadaanmu!"

πŸ”– Tanyakan ==> pada diri Anda:
❔ Mengapa aku bertindak seperti itu  ==> terhadap orang ini?
❔ Mengapa aku bertindak seperti itu ==> di
πŸ“tempat kerjaku atau
πŸ“sekolahku?
❔ Mengapa aku bersikap seperti itu  ==> terhadap tetanggaku?
❓ Pemikiran apa ==> yang memicu responsku?
❓ Asumsi apa ==> yang melatarbelakangi tindakanku itu?
❓ Keyakinan apa ==> yang mendasari perilakuku itu?

⁉️ Pernahkah Anda mengalami konflik seperti ini ==> dengan pasangan atau orang terdekat Anda:
‼️ Ini dimulai dengan ==> cukup sederhana
πŸ”– tapi sebelum Anda menyadarinya, ada sesuatu dalam pertengkaran itu yang memicu emosi Anda sehingga ==> intensitas emosi Anda berubah dari nol menjadi 100 dalam dua detik.
πŸ“ Kemudian Anda
✏️ lepas kendali,
✏️ kesal,
✏️ gugup,
✏️ mungkin juga ==> takut.
πŸ“ Anda ==> mulai berkeringat dan
πŸ“ suara Anda ==> mungkin menjadi meninggi.
πŸ“ Mungkin pula ==> air mata mulai jatuh di pipi Anda.

✍🏾 Pada saat itu ada suatu keyakinan yang tak terucapkan ==> di pikiran Anda.
πŸ‘‰πŸΎ Anda mungkin percaya ==> orang lain akan meninggalkan Anda.
🫡🏾 Anda mungkin menganggap
==> Anda tidak didengarkan.
πŸ‘‰πŸΏ Anda mungkin meyakini bahwa
==> ide Anda tidak mendapat validasi dan
🫡🏿 Anda ==> merasa diperlakukan dengan tidak adil.
✍🏿 Anda memercayai sesuatu ==> yang tiba-tiba memicu sebuah respons emosional.

πŸ”– Jika Anda ==> pernah berada di situasi seperti itu,
✍️ Anda perlu ==> menanyakan pertanyaan ini:
❔ Apa yang sedang aku yakini ==> saat ini?
πŸ”– Anda perlu menelaah ==> apa yang Anda yakini di balik perilaku Anda tersebut.

πŸ’‘ Alkitab mengatakan dalam
==> Amsal 14:15,
✏️ "Orang yang tak berpengalaman ==> percaya kepada setiap perkataan,
πŸ“ tetapi orang yang bijak
==> memperhatikan langkahnya."

πŸ‘‰ Untuk dapat bertumbuh ==> dalam bidang kehidupan apa pun,
🫡 telitilah ==> apa yang ada dalam pikiran Anda.
✍️ Mulailah memikirkan apa yang Anda pikirkan agar pemikiran Anda dapat mengarahkan Anda ==> pada tindakan yang
☝️ sehat dan
✌️ terarah.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan tentang perilaku yang telah Anda coba ubah selama bertahun-tahun ini. Apa yang selama ini Anda yakini yang menyebabkan Anda bertindak seperti itu?

- Mengapa penting untuk memikirkan apa keyakinan di balik sebuah perilaku sebelum Anda bertindak?

- Ketika Anda terlibat dalam sebuah percakapan yang sulit dengan seseorang yang dekat dengan Anda, apa manfaatnya untuk Anda menelaah apa yang Anda yakini di balik respons emosional Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42
____________
✍️ Setiap perilaku ==> dilandaskan pada suatu keyakinan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
You Need to Think About What You Think About
By Rick Warren

"Fools will believe anything, but the wise think about what they do." Proverbs 14:15 (NCV)
-----------------
Every behavior is based on a belief.

If you act scared, it's because you believe scary thoughts at that moment. If you act resentful, it's because you believe you've been devalued, and so you're going to defend yourself. If you're acting prideful, it may be because you believe you're not good enough, so you're trying to compensate by being boastful.

If there is a behavior in your life you don't like, go to the source and change the thought behind it. God says in Haggai 1:5, "Carefully consider your ways!" (GW).

Ask yourself: Why do I act that way with this person? Why do I act this way at work or school? Why do I act this way with certain neighbors? What thought triggered that response? What assumption is behind that action? What belief is beneath that behavior?

Have you ever been in this kind of conflict with your spouse or significant other: It starts off simple enough—but before you know it, something in the argument triggers your emotions, and you go from zero to 100 in emotional intensity in two seconds? Then you're out of control, upset, nervous, or fearful. You may start sweating, or your voice may rise. Maybe tears start coming down your cheeks.

Something in that moment tapped into an unspoken belief. You may believe the other person is going to leave you. You may believe you haven't been heard. You may believe your idea isn't being given validation and you're not being treated with respect. You believe something that suddenly triggered an emotional response.

If you're ever in a situation like that, you need to ask this question: What am I believing right now? You need to examine the beliefs beneath your behavior.

The Bible says in Proverbs 14:15, "Fools will believe anything, but the wise think about what they do" (NCV).

To grow in any area of life, examine what's going on in your mind. Start thinking about what you're thinking about so your thoughts can lead to healthy, purposeful action.


Minggu, 14 Januari 2024

Bagaimana Kita Belajar dari Rasa Sakit

15 Januari 2024

Bacaan Hari ini:  Ayub 36:15
πŸ‘‰πŸ» "Dengan sengsara ==> Ia menyelamatkan orang sengsara,
🫡🏻 dengan penindasan ==> Ia membuka telinga mereka."
------------------
πŸ“ Ada beberapa hal yang hanya bisa kita pelajari ==> lewat rasa sakit
✏️ dan terkadang ==> lewat rasa sakit orang lain.

πŸ‘‰ Belajar dari pengalaman sendiri ialah  ==> suatu tindakan yang bijak,
🫡 namun akan lebih bijak ketika
==> Anda belajar dari pengalaman orang lain
πŸ”– dan ==> sebaliknya,
πŸ‘‰ jika Anda membolehkan ==> orang lain belajar dari rasa sakit Anda.
🫡 Itulah mengapa pentingnya
==> belajar dari kesalahan satu sama lain
✋ tidak hanya ketika kita jujur tentang bagaimana Tuhan menggunakan rasa sakit kita ==> untuk
☝️ menarik perhatian kita dan
✌️ memberikan kita pelajaran.

πŸ“–  Ayub 36:15 mengatakan,
πŸ‘‰πŸ» "Dengan sengsara ==> Ia menyelamatkan orang sengsara,
🫡🏻 dengan penindasan ==> Ia membuka telinga mereka."

πŸ€” Apa yang Tuhan ingin Anda pahami tentang  ==> penderitaan yang tengah Anda alami saat ini?
πŸ™„ Apa ==> yang sedang Anda pelajari?
✏️ Begitu Anda ==> mempelajarinya,
πŸ“ Dia ingin ==> Anda meneruskan pelajaran itu kepada orang lain.

πŸ”– Kita semua ==> telah mengalami berbagai jenis masalah.
✏️ Namun, ==> apa pun rasa sakit Anda,
πŸ“ Tuhan ingin Anda mempelajari tiga hal berikut dari ==> rasa sakit itu:

1️⃣ Pertama, Anda belajar untuk lebih bergantung pada Tuhan ==> melalui rasa sakit Anda.
πŸ‘‰ Tuhan ingin ==> mengajari Anda
☝️ tentang diri-Nya
✌️ tentang kuasa-Nya
🫡 melalui ==> kelemahan Anda,
✍️ tentang kasih-Nya ==> ketika Anda merasa terbuang,
✍️ tentang kasih karunia-Nya
==> ketika Anda merasa tidak diampuni,
✍️ dan tentang hikmat-Nya ketika
==> Anda tak tahu ke mana harus menuju.

2️⃣ Kedua, Anda belajar untuk percaya dan taat pada firman Tuhan ==> saat Anda kesakitan.
✏️ Sangat mudah untuk percaya pada Tuhan ==> ketika segala sesuatunya berjalan baik.
πŸ“ Akan tetapi, tidak mudah untuk percaya  ==> ketika keadaan buruk.

πŸ’‘ Raja Daud berkata dalam
==> Mazmur 119:67,
πŸ“ "Sebelum aku tertindas, ==> aku menyimpang,
✏️ tetapi sekarang ==> aku berpegang pada janji-Mu."
πŸ”– Pelajaran yang dipetik melalui
πŸ“ kegagalan dan
πŸ“ kesalahan yang menyakitkan
✍️ akan mendorong Anda untuk berpegang  dan percaya ==> pada janji-janji Tuhan.
πŸ“ Firman-Nya ==> memberikan pengharapan,
✏️ bahwa Dia menyertai Anda dan
✋ tidak akan pernah ==> berhenti berkarya
πŸ‘‰ untuk Anda dan
🫡 di dalam Anda.

3️⃣ Ketiga, Anda belajar melalui rasa sakit  bahwa ==> Anda membutuhkan orang lain.
πŸ‘‰πŸ» Jika Anda tak pernah merasakan sakit apa pun ==> dalam hidup Anda,
🫡🏻 Anda akan menganggap ==> tidak membutuhkan siapa pun.
✍️ Hanya dalam kesakitanlah orang-orang mengakui bahwa
==> mereka membutuhkan orang lain untuk membantu mereka.

πŸ”– Jika saat ini ==> Anda sedang mengalami penderitaan,
πŸ“ percayalah bahwa apa yang sedang Tuhan ajarkan kepada Anda akan bermanfaat bagi orang lain ==> saat Anda meneruskan pelajaran tersebut kepada
✏️ teman,
✏️ keluarga,
✏️ dan bahkan generasi mendatang.

Renungkan hal ini:
- Apa salah satu pelajaran paling mendalam yang telah Anda pelajari dari kesalahan menyakitkan orang lain?

- Mengapa bersikap terbuka akan rasa sakit Anda memerlukan kerendahan hati?

- Pikirkan seseorang yang dapat memperoleh manfaat dari pelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman menyakitkan Anda? Apa yang akan Anda lakukan untuk membagikannya kepada mereka minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 33-35; Matius 10:1-20
__________
✍️ Rasa sakit merupakan salah satu pengingat paling kuat bahwa ==> Anda tidak diciptakan  untuk menjalani hidup sendirian.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
How We Learn from Pain
By Rick Warren

"God teaches people through suffering and uses distress to open their eyes." Job 36:15 (GNT)
----------------
There are some things we only learn through pain—and sometimes it's through the pain of other people.

It's wise to learn from your own experiences, but it's wiser to learn from the experiences of others—and to let others learn from your pain. You don't have time to make all the mistakes yourself! That's why it's important to learn from each other's mistakes—but only if we are honest about how God uses pain to get our attention and teach us lessons.

Job 36:15 says, "God teaches people through suffering and uses distress to open their eyes" (GNT).

What does God want you to understand about the distress you're going through right now? What's are you learning? Once you've learned it, he wants you to pass those lessons on to others.

We all go through different kinds of trouble. But no matter what your specific pain is, God wants you to learn these three things from it:

First, you learn to depend more on God through your pain. God wants to teach you about himself—about his power through your weakness, his love when you feel unlovely, his grace when you feel unforgiven, and his wisdom when you don't know which way to turn.

Second, you learn to trust and obey God's Word when you're in pain. It's easy to trust God when things are going great. It's not so easy when things are going bad.

King David said in Psalm 119:67, "Before I was afflicted I went astray, but now I obey your word" (NIV). Lessons learned through failure and painful mistakes will drive you to claim and trust in God's promises. His Word provides hope that he is with you and has not stopped working for you and in you.

Third, you learn through pain that you need other people. If you never had any pain in your life, you wouldn't think you needed anybody. It's only in pain that some people admit that they need others to help them. Pain is one of the most powerful reminders that you're not meant to go through life alone.

If you're going through pain right now, trust that what God is teaching you will be helpful to others as you pass the lessons on to friends, family, and even future generations.