"Aku akan memberkati engkau. … dan engkau akan menjadi berkat."
Kejadian 12:2
Sebagian besar orang Kristen ingin menjadi berkat bagi orang lain melalui waktu, talenta, karunia dan sumber daya yang mereka miliki.
Namun hal ini bukan sekadar keinginan.
Allah memerintahkan kita untuk menjadi berkat bagi orang lain karena kita sendiri telah diberkati.
Ketika kita mencari cara untuk memberkati orang lain, ingatlah empat hukum berkat dari Allah berikut ini:
1. Berkat yang kita terima harus mengalir kepada orang lain.
Alkitab mengajarkan bahwa kita diberkati bukan hanya supaya kita merasa senang, bahagia, atau hidup dengan nyaman.
Kita diberkati supaya kita dapat memberkati orang lain.
Allah berkata kepada Abraham dalam Kejadian 12:2, "Aku akan memberkati engkau… dan engkau akan menjadi berkat" . Inilah hukum pertama dari berkat: berkat itu harus mengalir keluar.
2. Ketika kita memberkati orang lain, Allah akan mencukupi kebutuhan kita.
Hampir tidak ada hal yang tidak akan Allah lakukan bagi orang yang sungguh-sungguh ingin menolong sesamanya.
Bahkan, Allah menjamin bahwa kalau kita memusatkan perhati- an untuk memberkati orang lain, Allah sendiri yang akan mengurus kebutuhan kita.
Dalam Lukas 18:29–30, Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggal-kan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."
Ketika kita fokus menolong orang lain, Allah mengambil alih tanggung jawab atas masalah-masalah kita.
Dan itu adalah berkat yang besar, karena Allah jauh lebih mampu menangani kesulitan kita daripada diri kita sendiri.
3. Berkat yang kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada kita.
Semakin kita memberkati dan menolong orang lain, maka semakin Allah akan memberkati hidup kita.
Alkitab mengatakan Lukas 6:38 : "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu".
Kita tidak mungkin memberi lebih banyak daripada Allah. Ketika kita berusaha mencari cara untuk memberkati orang lain, seolah-olah Allah berkata, "Aku akan mencurahkan berkat kepadamu. Mari kita lihat siapa yang bisa memberi lebih banyak. Semakin engkau memberkati orang lain, semakin Aku akan memberkati engkau kembali."
4. Semakin besar berkat yang Allah berikan kepada kita, maka semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menolong orang lain.
Yesus menyatakannya demikian dalam Lukas 12:48: "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari
padanya akan lebih banyak lagi dituntut"
Pikirkanlah beberapa berkat yang telah Allah berikan kepada kita, berkat manakah yang sudah kita bagikan kepada orang lain?
Berdasarkan seberapa besar Allah telah memberkati kita, maka sebesar itu juga Allah mengharapkan kita untuk memberkati orang lain.
Hari ini kita lakukan untuk menjadi berkat bagi seseorang.
Jangan pernah takut untuk membagikan berkat dari Allah. Semakin murah hati kita dalam membagikan apa yang telah Allah berikan, semakin kita akan melihat Allah memberkati hidup kita kembali. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar