BI independen! Ok! Tapi jangan berkhianat! Di depan DPR pertama kali Raker , Purbaya bukan hanya mengatakan BI atau Bank Central kita tidak mendukung kebijakan Fiskal, malah mempergunakan ke Independen nya untuk menghancurkan ekonomi bangsa ini. Dan itu dilakukan berkali kali. Dijaman SBY Jokowi Dan saat Prabowo baru menjabat, ternyata BI berlaku serupa sehingga di masyarakat likuiditas kering. Artinya rakyat tak punya uang di dompetnya akibat kebijakan BI yang terus menerus menyedot uang dari Sistem ( bisa dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Bahkan dari pemilik uang . Orang kaya) dengan cara menaikkan suku bunga acuan. Begitu roda ekonomi membaik. Kencang. Istilah ekonomi nya berputar kencang. Mesin jadi panas. Artinya peredaran uang ngebut. BI mengerem dg kebijakan Moneternya yang diberikan undang undang dan dalih independen. Remnya terlalu pakem. Hingga uang tersedot habis di sistem. Bagi fiskal atau negara ini sama sekali tidak baik. Rakyat yang kantongnya kosong. Tak bisa beli makan. Lapar. Emosi. Marah. Orang kaya uangnya ada. Tapi sibuk dibungakan. Karena bunga tinggi. Untung tanpa usaha apapun. Orang kaya tidak mau buka usaha. Pengangguran tak terserap. Pekerjaan banyak. Tapi masyarakat tak mau kerja karena gajipun dihutang oleh pengusaha. Karena pengusaha tak simpan cash. Mereka juga sibuk spekulasi permainan bunga bank yang tinggi. Akibatnya. Rakyat yang lapar otaknya memanas. Anggota DPR jadi korban. Pelajar dan pemuda yang tak dapat jajan beli kuota mengamuk. Rusuh Itulah penyebab rusuh kemaren . Kata Purbaya Dia gelontorkan 200 T agar menjalar ke kredit ke masyarakat. Dan larang BI serap uang dari perbankan Himbara Sukses? Tidak! Ternyata instrumen lain dipergunakan BI menyerap lebih dari 1.000 T dari sistem. PURBAYA tambah 76 T. TAPI Tak berarti. Akhir tahun situasi tak terlalu membaik seperti yang diharapkan Purbaya. Beberapa pegawai pajak sudah di tangkap Bea cukai diancam UU perampasan aset lagi dibahas Tujuannya satu. Agar fiskal jadi lapang. Agar masyarakat punya uang di dompetnya dengan membelanjakan anggaran pemerintah untuk apapun program dan proyek yang memicu pertumbuhan ekonomi. Namun apapun ceritanya kalau segi moneter tidak mendukung. Demi kestabilan nilai rupiah Demi independen Demi keyakinan bahwa bank central inilah yang menentukan naik turunnya ekonomi. Demi Mazhab ekonomi bahwa peran moneter adalah untuk mencegah politik berkuasa dari profesionalitas. Dan sejuta dalih lainnya yang tak masuk akal Yang pada kenyataannya. Data dan sejarahnya, justru peran independen BI inilah penyebab hancurnya ekonomi. Berdasarkan pemaparan Purbaya. Namun Purbaya tak bisa berbuat apa apa. Bahkan Prabowo sendiri pun tak bisa mengatur kebijakan BI walaupun sudah dibuktikan oleh Purbaya. Berkhianat. Bahkan di waktu beberapa bulan Purbaya menjabat, ini juga dilakukan BI. Kenapa? Karena begitu UU kita. Siapa yg buat UU? DPR dan pemerintah. Khusus independen BI. Disamping UU, adalagi yang menyendera negara kita. Misalkan BI dibuat dibawah Menkeu. Ini akan membuat heboh dunia ekonomi kita. Berkaitan dg investor yang mulai ragu. Kok seenaknya merubah fondasi ekonomi. Karena investor dan mitra dagang negara kita, mau bertransaksi atau invest bahkan meminjamkan modal pada negara kita, itu berdasarkan trust atau kepercayaan. Begitu kita rubah UU BI, yang sangat mudah dilakukan Prabowo saat ini. Tapi resikonya besar bagi ekonomi bangsa ini. Maka terakhir yang dilakukan Prabowo dan Purbaya adalah. Jadikan Thomas Jiwandono. Ponakan Prabowo yang sekarang wakil menteri keuangan menyusup ke BI. JADI DEPUTY BANK INDONESIA. UNTUK MENGENDALIKAN BI AGAR TIDAK BERKHIANAT LAGI. AGAR BI BISA MENDUKUNG EKONOMI SESUAI DENGAN YANG DIINGINKAN PURBAYA BUKAN SEPERTI YANG DIINGINKAN GUBERNUR BI SELAMA INI. APAKAH INI AKAN BERHASIL? MUDAH MUDAHAN. ITULAH HARAPAN KITA
Kamis, 22 Januari 2026
Duet Prabowo & Purbaya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar