Senin, 30 Maret 2026

Kedermawanan Mencerminkan Kasih Karunia Tuhan

31 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
--------------------
Salah satu cara untuk melihat seberapa dalam Anda memahami kasih karunia Tuhan adalah melalui cara Anda memberi.

Alkitab mengajarkan "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." (2 Korintus 9:7-8)

Perhatikan kata "segala" dalam ayat ini: Tuhan mencukupi Anda dalam segala hal, setiap waktu, dan dalam setiap kebutuhan.
Ini adalah janji bagi orang yang hidup semakin serupa dengan Kristus.

Menjadi Serupa dengan Kristus Seperti apa Kristus itu? Dia adalah Pribadi yang memberi.
Alkitab berkata bahwa Tuhan begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberi. Ketika Anda belajar memberi—baik waktu, tenaga, perhatian, uang, maupun kesempatan—Anda sedang bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Yesus.
Kedermawanan adalah bukti nyata bahwa Anda memahami kasih karunia Tuhan.

Jika Anda merasa berat atau tertekan saat mendengar tentang memberi, mungkin itu tanda bahwa Anda belum sepenuhnya memahami kasih karunia.
Tuhan bukan ingin mengambil dari Anda. Dia ingin Anda belajar percaya kepada-Nya.
Jika Anda bisa mempercayakan keselamatan Anda kepada Tuhan, bukankah Anda juga bisa mempercayakan hal-hal lain—termasuk keuangan Anda?
Ingatlah: Apa yang Anda miliki sebenarnya bukan milik Anda sepenuhnya. Tuhan hanya meminjamkan pada Anda selama 70 sampai 80 tahun di masa hidup Anda. Semuanya adalah titipan dari Tuhan.

Tuhan memberi dengan murah hati kepada Anda. Kemudian Ia mengundang Anda untuk hidup dalam ucapan syukur dan menjadi pribadi yang juga memberi. Bukan karena Tuhan membutuhkan pemberian Anda, tetapi karena Dia ingin membentuk hati Anda menjadi seperti hati-Nya. Alkitab berkata: "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Renungkan :

- Apakah Anda sudah menjadi pribadi yang memberi dengan sukacita? Mengapa?

- Bagaimana Anda melihat Tuhan mencukupi kebutuhan Anda selama ini?

- Dalam hal apa hidup Anda sudah mencerminkan rasa syukur atas kasih karunia Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
-----------------
Anda bisa berkata bahwa Anda mengasihi Tuhan. Anda bisa menyanyikan bahwa Anda percaya kepada-Nya.
Namun cara paling nyata untuk menunjukkannya adalah: Bagaimana Anda menggunakan dan membagikan apa yang Tuhan percayakan kepada Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Generosity Reflects God's Grace - Daily Hope with Rick Warren - March 31, 2026

"Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work." 2 Corinthians 9:7-8 (NIV)
-----------------
One way to measure how much you understand grace and how much you're living by grace, look at your giving.

The Bible says, "Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work" (2 Corinthians 9:7-8 NIV).

Notice the "alls" in that Scripture: "all things," "at all times," "having all that you need." Those are the promises related to the person who's becoming like Christ. What is Christ like? He is a giver. God loved the world so much that he gave. And as you learn to be generous—with your time, hospitality, money, resources, and opportunities—you start to look like Jesus. Nothing is greater proof that you understand grace than being lovingly gracious and generous to other people and to God.

If you feel tense or defensive when your pastor starts talking about giving, it may mean you don't fully understand grace. Look at the Scripture again. It says that God loves a cheerful giver and is able to take care of all your needs—all the time, in every way, however you need them.

Here's the question: Are you going to trust the God who gave his life for you? If you can trust him enough for salvation, can't you trust him everything he's given to you, including your finances?

The truth is, you really don't own anything. God just loans it to you for 70 or 80 years. It's all his in the first place!

God gives to us generously. Then he says, "Lead a life of gratitude. Be generous in giving." Does God need your gifts? No. He wants you to become like him. He wants you to have a heart that says, "I can't wait to give in every area."

Romans 8:32 says, "Since [God] did not spare even his own Son but gave him up for us all, won't he also give us everything else?" (NLT).

You can say you love God and sing that you trust God and put him first, but how generous you are with everything he's given you is where you can show just how much his grace means to you.


Minggu, 29 Maret 2026

Satu Langkah untuk Kembali Dekat dengan Tuhan

30 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yeremia 15:19 "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku"
------------
Ketika Anda percaya kepada Kristus, Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Hubungan itu tidak bisa dibatalkan. Namun, dosa bisa membuat Anda merasa jauh dari Tuhan.
Kabar baiknya: Anda hanya perlu satu langkah untuk kembali dekat dengan-Nya.

Apa yang harus dilakukan saat Anda jatuh dalam dosa?
Satu kata: kembali.
Kembalilah kepada Kristus. Sesederhana itu.

Alkitab berkata: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju." (Yesaya 1:18)
Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Tuhan.

Belajar dari Petrus
Mungkin salah satu kegagalan terbesar dalam Alkitab adalah ketika Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Namun Yesus sudah mengetahui hal itu sebelumnya—bahkan Ia tahu bahwa Petrus akan kembali.
Yesus berkata: "Aku telah berdoa untukmu, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32)
Menariknya, setelah kegagalannya, pelayanan Petrus justru menjadi lebih kuat. Ia bahkan dipakai Tuhan untuk menulis bagian dari Alkitab.
Artinya: kegagalan bukan akhir—Tuhan masih bisa memulihkan dan memakai hidup Anda.

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Anda
Mungkin Anda merasa jauh dari Tuhan. Mungkin itu terjadi karena satu kesalahan besar, atau karena banyak langkah kecil yang menjauhkan Anda sedikit demi sedikit.
Namun Tuhan tidak pernah melupakan Anda.
Yesus digambarkan sebagai Gembala yang baik, yang meninggalkan 99 domba untuk mencari satu yang tersesat (Matius 18:12-14).
Itu berarti: Tuhan sedang mencari Anda, bukan menjauh dari Anda.

Pulihkan Sukacita Anda
Ketika Daud jatuh dalam dosa, ia tidak berkata, "Tuhan, kembalikan keselamatanku,"
tetapi ia berdoa: "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12)
Daud tidak kehilangan keselamatan—ia kehilangan sukacita.

Mungkin itu juga yang Anda rasakan hari ini. Jika Anda kehilangan sukacita, ingatlah: Anda hanya satu langkah iman untuk kembali dipulihkan sepenuhnya.

Ajak Diri Anda Kembali
Hari ini, Tuhan mengundang Anda: "Pulanglah."
Tidak perlu menunggu sempurna.
Tidak perlu menunggu siap.

Renungkan :

- Apa yang membuat Anda menunda untuk datang kembali kepada Tuhan setelah jatuh dalam dosa?

- Hal apa dalam hidup Anda yang perlu dipulihkan oleh Tuhan hari ini?

- Bagaimana hidup Anda bisa dipakai lebih efektif oleh Tuhan setelah Anda kembali kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
____________
Cukup ambil satu langkah: kembali kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
One Step to a Closer Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - March 30, 2026

"If you return to me, I will restore you so you can continue to serve me." Jeremiah 15:19 (NLT)
-------------------
When you become a believer in Christ, you're born into God's family, and you can't be unborn. Although sin can disrupt how close you feel to God, you still have a relationship with him. You're always just one step away from coming back and growing close again.

So, what should you do when you sin? One word: Return! Come back to Christ. It's that simple.

God says in Isaiah 1:18, "No matter how deep the stain of your sins, I can take it out and make you as clean as freshly fallen snow" (TLB).

If ever there were a sin you'd think was unforgivable, it would be denying Jesus three times on the night he was betrayed. But Jesus knew Peter would deny him, and he even knew Peter would come back to him. In fact, before it even happened, Jesus said to Peter in the Upper Room, "I have pleaded in prayer for you that your faith should not completely fail. So when you have repented and turned to me again, strengthen and build up the faith of your brothers" (Luke 22:32 TLB).

Jesus knew Peter's ministry would be more effective after his denial than it was before. And, sure enough, it was! Peter wrote two books of the Bible: 1 Peter and 2 Peter. Later he shared his memoirs with a relative, and that became the Gospel of Mark.

You may think God has forgotten you. He hasn't. The Good Shepherd leaves the 99 sheep to go after the one that is wandering (Matthew 18:12-14). He knows how you've fallen away. Whether it's happened through one giant step or a series of small steps, you may not feel as close to Jesus as you used to be. If that's you, pray what David prayed when he came back to God after committing adultery. He said, "Restore to me the joy of your salvation" (Psalm 51:12 NLT). David did not have to pray, "God, restore to me my salvation," because he hadn't lost his salvation. He had lost the joy.

If you've lost your joy, you're only one step in faith away from returning to God and being restored in every way.

Why not come home to Christ today?


Sabtu, 28 Maret 2026

RAMAI RAMAI RAKYAT IRAN BUANG HIJAB!!!

https://youtube.com/watch?v=qRE4QNppo2g&si=EKRsnZSZ3kPhg1su

3 tahap pengetahuan :

Photo attachment: IMG-20260329-WA0001.jpg

1. Asumsi
2. Kebenaran
3. Hikmat
Asumsi merupakan tingkat pengetahuan yg paling rendah
Kebenaran manusia juga belum tentu benar Dimata Allah
Tingkat pengetahuan yg paling tinggi adalah Hikmat Allah

Ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego di masukkan ke dalam dapur perapian, apa yang anda pikirkan dan bgmn kesusahannya

Ketika Daniel harus masuk ke kandang singa, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Ketika Abraham membawa Ishak dan mengayunkan pisaunya ke arah leher Ishak, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Ketika Esther harus menghadap Raja, dimana Raja tidak memanggilnya, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Jadi, bro & sis, jangan terburu - buru menyimpulkan bahwa keadaan anda telah :

* Kiamat

* Tamat

* Selesai

* Gagal total

Percayalah, yang gagal itu adalah rencana mu.

Rencana Allah belum gagal....
Allah masih butuh anda...
Allah masih ingin bermitra dgn anda...
Untuk itu, minta lah HIKMAT ALLAH, agar anda tidak berjalan dalam asumsi dan kebenaran diri anda sendiri 🙏

Catat! Ada 13 Kondisi yang Bikin SPT Dianggap Tidak Disampaikan

https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1818284/catat-ada-13-kondisi-yang-bikin-spt-dianggap-tidak-disampaikan

“Integritas yang Membawa Masa Depan”


Maz 25 : 21 
KETULUSAN dan KEJUJURAN kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Maz 37 : 37
Perhatikanlah orang yg TULUS dan lihatlah kepada orang yg JUJUR, sebab pada yg suka damai akan ADA MASA DEPAN.

Amsal 11 : 3
Orang yg JUJUR dipimpin oleh KETULUSANNYA, tetapi pengkhianat dirusak oleh KECURANGANNYA.

Amsal 11 : 6
Orang yg JUJUR dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

Amsal 28 : 20
ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA mendapat banyak BERKAT, tetapi orang yg ingin cepat menjadi kaya,  TIDAK AKAN LUPUT DARI HUKUMAN.

ANDA PEMIMPIN ATAU BOS

Photo attachment: IMG-20250829-WA0006.jpg

Betapa banyak orang sering GAGAL untuk menjadi seorang pemimpin, dikarenakan mereka tidak bertindak sebagai PEMIMPIN melainkan bertindak sebagai BOS.

Apakah perbedaan antara PEMIMPIN dengan BOS ?

Seorang BOS mempekerjakan bawahannya;
tetapi seorang PEMIMPIN menginspirasi mereka.

Seorang BOS mengandalkan KEKUASAANNYA;
tetapi seorang PEMIMPIN mengandalkan perbuatan baiknya.

Seorang BOS bisa menimbulkan KETAKUTAN
tetapi seorang PEMIMPIN memancarkan KASIH dan rasa SEGAN.

Seorang BOS mengatakan diri sendiri  AKU ;
tetapi seorang PEMIMPIN mengatakan diri sendiri KITA.

Seorang BOS menunjuk siapa yang BERSALAH;
tetapi seorang PEMIMPIN menunjuk apa yang SALAH.

Seorang BOS tahu bagaimana sesuatu DIKERJAKAN;
tetapi seorang PEMIMPIN tahu bagaimana mengerjakannya

Seorang BOS menuntut rasa hormat;
tetapi seorang PEMIMPIN membangkitkan rasa hormat.

Coba perhatikan keadaan diri kita sendiri, ada pada posisi menjadi seorang BOS atau seorang PEMIMPIN

Pepatah mengatakan,
bertindaklah selalu untuk MEMANUSIAKAN orang" sekeliling kita, agar orang" sekeliling kita lebih RESPECT terhadap kita n keluarga kita

. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🏼🙏🏼🙏🏼


Anda Diliputi oleh Kasih Tuhan

29 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:25 "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."
--------------
Karena kasih karunia Tuhan, Anda dapat diampuni. Ya, Anda memang pernah berbuat dosa dan melakukan kesalahan—bahkan mungkin kesalahan yang besar. Namun Tuhan selalu siap untuk mengampuni.
Alkitab berkata: "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)

Perhatikan dua hal penting dari ayat ini:
Pertama, Tuhan mengampuni bukan karena Anda layak menerimanya, tetapi karena siapa Dia.
Kedua, Tuhan tidak menyimpan kesalahan Anda. Ia tidak menyimpan dendam atau mengingat-ingat dosa Anda.

Kebenaran ini mungkin sulit untuk dipercaya. Banyak orang memandang Tuhan seperti sosok yang selalu menuntut dan tidak pernah puas—seolah-olah Tuhan terus berkata, "Itu belum cukup" atau "Kamu gagal lagi."
Namun Tuhan tidak seperti itu. Ia tidak datang untuk menghukum Anda, tetapi untuk mengampuni dan meliputi Anda dengan kasih-Nya.
Alkitab berkata: "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Efesus 1:4)

Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia membayar semua dosa Anda—baik dosa di masa lalu, masa kini, maupun yang belum Anda lakukan. Semuanya telah dibayar lunas.
Karena itu, Anda tidak perlu lagi menanggung hukuman atas dosa Anda. Anda telah diampuni dan diliputi oleh kasih Tuhan.

Jika Anda rindu merespons kasih Tuhan, Anda dapat berdoa seperti ini:
"Tuhan, saya mengakui bahwa saya telah berdosa dan saya membutuhkan pengampunan-Mu. Terima kasih karena Engkau mengasihi saya dan mengampuni saya melalui Yesus Kristus. Saya percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.
Saya menyerahkan hidup saya kepada-Mu dan ingin mengikuti-Mu setiap hari. Terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan saya dan menjadikan saya baru.
Di dalam nama Yesus, Amin."

Baik Anda baru saja menerima pengampunan Tuhan hari ini, atau sudah lama mengikut Dia, ingatlah satu kebenaran ini:
Anda telah diampuni dan diliputi oleh kasih Tuhan.

Renungkan :

- Pernahkah seseorang menyimpan kesalahan Anda dan tidak mau mengampuni? Bagaimana perasaan Anda saat itu?

- Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa Tuhan mengampuni Anda dan tidak menyimpan kesalahan Anda?

- Adakah seseorang yang masih Anda simpan dalam hati dengan rasa sakit atau dendam? Maukah Anda berdoa hari ini dan meminta Tuhan menolong Anda mengampuni mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44
____________
Yang perlu Anda lakukan adalah percaya kepada Yesus dan menerima pengampunan yang Ia tawarkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
You're Covered with God's Love - Daily Hope with Rick Warren - March 29, 2026

"I am the God who forgives your sins, and I do this because of who I am. I will not hold your sins against you." Isaiah 43:25 (GNT)
-------------------
Because of God's grace, you are forgivable. Yes, you sin and make mistakes—sometimes really big ones. But God is always ready to forgive you.

The Bible says, "I am the God who forgives your sins, and I do this because of who I am. I will not hold your sins against you" (Isaiah 43:25 GNT).

I want you to see two things in that verse. One, God doesn't forgive your sins because you deserve it; he forgives because of who he is. Two, God "will not hold your sins against you." In other words, he doesn't carry grudges.

Those truths may be hard for you to believe! Many people think of God like an unpleasable parent—someone who's always saying things like, "That's not good enough" or "You blew it again." But that's not who God is. Instead of condemning you, God forgives you and covers you with his love.

The Living Bible paraphrase says it like this: "Long ago, even before he made the world, God chose us to be his very own through what Christ would do for us; he decided then to make us holy in his eyes, without a single fault—we who stand before him covered with his love" (Ephesians 1:4).

When Jesus died on the cross, he paid for all of your sins—the ones you've already committed and the ones you haven't even thought of yet. He's paid for every single one of them. And because of that, you don't have to pay for them. Your sins are covered with his love.

All you have to do is believe in what Jesus has done for you and receive his forgiveness and salvation. If you're ready to do that now, you can pray this prayer:

"Dear Father, I confess that I have sinned against you, and I ask for your forgiveness. Thank you for your promise that there is no condemnation for those who are in Christ Jesus and that my guilt is taken away through him.

"I believe in Jesus and accept him as my Lord and Savior. I give my life to you completely, trusting in your grace and love. Thank you for saving me and making me new. Help me to follow Jesus every day. In Jesus' name, Amen."

If you just prayed to accept Jesus, please email me at Rick@PastorRick.com and let me know. I'd like to send you some free materials to help you start your journey with Jesus.

And remember—whether you've just accepted God's forgiveness today or whether you've been following him for many years—you are forgiven and covered in his love.


Israel Hantam Libanon: Komandan Hizbullah Gugur, Kemampuan Tempur Terancam!

https://youtube.com/watch?v=Zteqrhe49cY&si=NQEDS01hGoI7GuCq

Jumat, 27 Maret 2026

Sanksi Telat Lapor SPT Tahunan OP Dihapus, DJP Sampaikan Poin-Poinnya

https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1818252/sanksi-telat-lapor-spt-tahunan-op-dihapus-djp-sampaikan-poin-poinnya

EMPAT LANGKAH MENUJU PERANG DUNIA III. IRAN TAKKAN MAMPU BERTAHAN

https://youtube.com/watch?v=nnNP6UnwyJU&si=iYhXloYbBp3i9a67

Kasih Tuhan Berbeda dari Kasih Manusia

28 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 54:10 "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang"
-----------------
Pernahkah hati Anda terluka? Pernahkah Anda merasa ditolak atau merasa tidak ada yang mengasihi Anda? Mungkin Anda sedang merasakannya saat ini.
Dengarkanlah kebenaran ini: Tuhan mengasihi Anda, dan kasih-Nya tidak akan pernah berakhir.

Alkitab berkata: "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang" (Yesaya 54:10)
Kasih Tuhan berbeda dari kasih manusia, setidaknya dalam dua hal:

1. Kasih Tuhan bersifat tetap (konsisten)

Dalam hidup ini, kita sering mengalami kasih yang berubah-ubah. Manusia bisa berubah. Perasaan bisa berubah. Sikap juga bisa berubah.
Namun Tuhan tidak seperti itu. Ia tidak berubah. Ia tidak berubah pikiran dari waktu ke waktu. Kasih Tuhan tetap dan tidak pernah berakhir.

2. Kasih Tuhan tidak bersyarat

Kasih Tuhan tidak bergantung pada apa yang Anda lakukan atau seberapa baik Anda hidup.
Sebagai manusia, kita sering memberi kasih dengan syarat, misalnya:

- "Aku mengasihimu jika kamu memenuhi harapanku"

- "Aku mengasihimu karena kamu membuatku bahagia"

Namun kasih Tuhan berbeda.

Kasih Tuhan berkata:
"Aku mengasihimu—tanpa syarat."

Anda tidak perlu bertanya:

- "Apakah Tuhan masih mengasihi saya hari ini?"

- "Apakah saya sudah cukup baik untuk dikasihi Tuhan?"

Kasih Tuhan tidak bergantung pada perasaan-Nya atau usaha Anda. Di dalam Kristus, Anda adalah:

- diterima,

- berharga,

- dan layak dikasihi.

Bahkan ketika Anda merasa tidak layak atau tidak berharga, Tuhan tetap mengasihi Anda.
Selalu.
Tanpa syarat.
Tanpa berubah.

Renungkan

- Kapan Anda pernah mengalami kasih yang berubah-ubah atau bersyarat?

- Kapan Anda merasakan kasih yang tetap dan tanpa syarat?

- Apa perbedaan yang Anda rasakan ketika Anda menyadari bahwa kasih Tuhan tidak berubah dan tidak bersyarat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 1-3; Lukas 4:1-30
__________
Kasih-Nya adalah pemberian dari kasih karunia-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God's Love Is Different - Daily Hope with Rick Warren - March 28, 2026

"The mountains and hills may crumble, but my love for you will never end. . . .' So says the LORD who loves you." Isaiah 54:10 (GNT)
----------
Has your heart ever been broken? Have you been  promises, "'The mountains and hills may crumble, but my love for you will never end. . . .' So says the LORD who loves you" (Isaiah 54:10 GNT).

God's love is different from human love for two reasons.

God's love is consistent. Somewhere along the way, you've experienced inconsistent love. That's because we're all humans, who love other humans. And humans are inconsistent.

But God isn't like that. He isn't fickle. He doesn't change his mind from moment to moment. God's love for you will never end.

God's love is unconditional. God's love isn't based on your performance, or on whether you measure up.

As human beings, we try to give unconditional love to other people—to our children, our spouses, our parents. But we can't do it all the time because we're imperfect. And our love is conditional. We say things like, "I'll love you if you meet my needs," or "I love you because you make me feel good."

But God's love is different. God's love says to you, "I love you, period. No conditions. No qualifiers. Just my grace."

You don't ever have to wonder, "Will God love me today? Will God love me next week? Did I pray enough? Did I do enough right things?"

God's love is consistent and unconditional. It's not based on his mood or on your performance. God's love for you is a gift of his grace. God says that, in Christ, you are acceptable, valuable, and lovable.

Even when you don't feel very lovely, he still loves you—always, no matter what.


PEDAS! Stok BBM Cuma 20 Hari, Islah Sindir Bahlil: RI Baru Gerak, Sudah ...

https://youtube.com/watch?v=tdXR8m1pfNs&si=tl-GZR1I4NcT2f1-

Peringatan Nuklir Iran Berbalik Menyerang Pemimpinnya Sendiri

https://youtube.com/watch?v=zgHNgrE6dnw&si=QIDcHQgwVppTZ4R4

Kamis, 26 Maret 2026

Seberapa Berharga Anda di Mata Tuhan?

27 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:4 "Engkau berharga di mata-Ku."
-----------------
Seberapa berharga Anda menurut Anda sendiri?
Yang dimaksud di sini bukanlah nilai harta atau kekayaan Anda, melainkan nilai diri Anda sebagai pribadi. Nilai kekayaan dan nilai diri tidaklah sama. Alkitab berkata: "walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu" (Lukas 12:15)

Lalu, apa yang menentukan nilai seseorang? Ada dua hal utama yang menentukan nilai:

1. Siapa pemiliknya

Nilai suatu benda sering kali ditentukan oleh siapa pemiliknya. Sebuah barang bisa menjadi sangat berharga hanya karena pernah dimiliki oleh seseorang yang terkenal.
Sekarang pertanyaannya: Anda milik siapa?
Jika Anda adalah pengikut Kristus, maka jawabannya jelas: "Kamu berasal dari Allah, anak-anakku" (1 Yohanes 4:4)
Ketika Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Anda bukan lagi milik diri sendiri—Anda adalah milik Allah. Dan karena Anda milik-Nya, nilai Anda tidak ternilai.

2. Harga yang dibayarkan untuk mendapatkannya

Nilai juga ditentukan oleh berapa harga yang bersedia dibayar seseorang untuk sesuatu.
Lalu, berapa harga yang telah dibayar untuk Anda?
Alkitab berkata: "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar." (1 Korintus 7:23)
Yesus membayar Anda dengan nyawa-Nya sendiri. Jika Anda ingin mengetahui betapa berharganya Anda, lihatlah pada salib. Seolah-olah Yesus berkata, "Inilah nilai dirimu bagi-Ku."

Ketika Anda mulai merasa tidak berharga atau meragukan diri sendiri, ingatlah kebenaran ini:
Anda sangat berharga di mata Tuhan.
Bukan karena apa yang Anda miliki.
Bukan karena apa yang Anda lakukan.
Tetapi karena Anda milik Tuhan, dan karena Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi Anda.

Alkitab berkata: "Engkau berharga di mata-Ku." (Yesaya 43:4)

Renungkan :

- Sebelum membaca renungan ini, bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri?

- Setelah memahami kebenaran ini, bagaimana Anda melihat nilai diri Anda sekarang?

- Apa dampaknya dalam kehidupan sehari-hari ketika Anda menyadari bahwa Anda berharga di mata Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 22-24; Lukas 3
____________
Nilai Anda berasal dari kasih karunia Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How Much Are You Worth? - Daily Hope with Rick Warren - March 27, 2026

"You are precious to me." Isaiah 43:4 (GNT)
-----------------
How much do you think you're worth?

I'm not talking about your net worth. I'm talking about your self-worth. Net worth and self-worth have no relationship whatsoever. In other words, your value has no relationship to your valuables. The Bible says, "Life is not measured by how much you own" (Luke 12:15 NLT).

So I'm asking: How valuable are you as a person?

There are two things that determine value: who owns something, and what someone else is willing to pay for it.

First, ownership determines value. For instance, would a car once owned by Elvis sell for more than your car? How about a pair of tennis shoes owned by Michael Jordan? The fact is, something becomes more or less valuable simply because of who it belongs to.

Who do you belong to? If you're a follower of Jesus, the answer is clear: "You belong to God" (1 John 4:4 NLT). When you say, "Jesus, I repent of my sins and accept your gift of salvation," God puts you in his family; you belong to him. And because of that, your value is priceless.

The other thing that determines value is what somebody's willing to pay for something. A baseball card may be worth $5 or $5,000, depending on what someone will pay. A piece of art is worth only what a collector will pay for it.

How much was paid for you? The Living Bible paraphrase says, "You have been bought and paid for by Christ, so you belong to him" (1 Corinthians 7:23). Jesus paid for you with his own life. If you want to know your value, look at the cross. It's as if Jesus, with outstretched hands, said to you, "This is how valuable you are."

When you're tempted to think you're worth very little, remember that's just not true. You belong to Jesus. In fact, Jesus died for you because you're so valuable to him.

God says, "You are precious to me" (Isaiah 43:4 GNT). You are valuable because of God's grace.


Sesuatu yang BESAR Akan Terjadi di Iran… Rumor Kudeta Makin Kencang

https://youtube.com/watch?v=NO6YGBGRYq4&si=_cyn57jgcMYBdqu0

Teheran Membara! Iran Terdesak Menyerah, AS Gempur Ibu Kota dengan Seran...

https://youtube.com/watch?v=xYaBscSyAF8&si=O_-eeNaw9Tozr5Lz

Rabu, 25 Maret 2026

Elite Iran Tewas dalam Serangan Israel?! Dugaan Mossad Terbongkar!

https://youtube.com/watch?v=PKhrQuBGzsY&si=grvMMFNPPkRCJ-Pa

Seperti Apa Pengampunan yang Sejati ?

26 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
-----------------
Pengampunan bukanlah sekadar kata yang diucapkan dengan mudah untuk membuat keadaan terasa lebih baik. Pengampunan sejati memiliki makna yang dalam dan membutuhkan proses.

Alkitab menunjukkan empat ciri dari pengampunan yang sejati:

1. Pengampunan dimulai dengan menyadari bahwa Anda telah diampuni

Alkitab berkata: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)
Inilah dasar dari pengampunan yang sejati. Jika Anda tidak merasakan bahwa Anda telah diampuni, Anda akan sulit mengampuni orang lain. Jika Anda keras terhadap diri sendiri, Anda cenderung keras terhadap orang lain.
Namun semakin Anda menerima kasih karunia dan pengampunan dari Tuhan, semakin Anda mampu menunjukkan pengampunan kepada orang lain.

2. Pengampunan berarti melepaskan hak untuk membalas

Alkitab berkata: "Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan" (Roma 12:19)
Hidup memang tidak selalu adil. Namun Tuhan adalah hakim yang adil. Ia akan memperbaiki segala yang salah pada waktu-Nya. Karena itu, Anda tidak perlu membalas. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan.

3. Pengampunan berarti membalas kejahatan dengan kebaikan

Alkitab berkata: "berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." (Lukas 6:27–28)

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda benar-benar telah mengampuni? Ketika Anda dapat melihat luka orang lain, bukan hanya luka Anda sendiri, dan mulai mendoakan agar Tuhan memberkati mereka.
Mungkin Anda berpikir, "Bagaimana mungkin saya mengampuni mereka? Mereka benar-benar menyakiti saya."
Hanya kasih Tuhan yang memampukan Anda melakukan hal itu. Karena itu, penting untuk memenuhi hidup Anda dengan kasih Tuhan.

4. Pengampunan adalah proses yang perlu diulang

Alkitab berkata: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Matius 18:21–22)

Pengampunan bukanlah tindakan satu kali saja. Anda mungkin perlu melakukannya berulang kali. Berapa lama Anda harus terus mengampuni?
Sampai luka itu tidak lagi menguasai hati Anda, dan keinginan untuk membalas hilang. Dengan kata lain, selama masih diperlukan.

Renungkan :

- Apa perbedaan yang Anda rasakan dalam hidup ketika Anda menyadari bahwa Tuhan telah mengampuni Anda? Bagaimana Anda dapat meneruskan kasih karunia itu kepada orang lain?

- Siapa yang dapat Anda doakan hari ini agar Tuhan memberkati mereka? Bagaimana doa itu menolong Anda melepaskan luka hati?

- Kebaikan apa yang dapat Anda lakukan kepada seseorang yang pernah menyakiti Anda atau tidak menyukai Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 19-21; Lukas 2:25-52
___________
Pengampunan bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan. Pengampunan berarti Anda memilih untuk melepaskan beban itu kepada Tuhan dan tidak lagi hidup dalam kepahitan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What Real Forgiveness Looks Like - Daily Hope with Rick Warren - March 26, 2026

"Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you." Ephesians 4:32 (NIV)
------------------
Forgiveness is not a term you can casually throw around, making everyone instantly feel better. That's not real forgiveness.

The Bible says there are four characteristics of real forgiveness:

1. Forgiveness is remembering how much you've been forgiven. Ephesians 4:32 says, "Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you" (NIV). This is the starting point for genuine forgiveness. If you don't feel forgiven, you probably won't want to forgive anyone else. If you're hard on yourself, you're going to be hard on others. But the more grace you receive from God, the more gracious you're going to be with others. The more you receive God's forgiveness, the more forgiving you'll be toward others.

2. Forgiveness is relinquishing your right to get even. The Bible says in the Living Bible paraphrase, "Never avenge yourselves. Leave that to God, for he has said that he will repay those who deserve it" (Romans 12:19). Life is not fair, but one day God's going to settle the score. He's going to right the wrongs. So who's better at getting justice—you or God?

3. Forgiveness is responding to evil with good. The Bible says in Luke 6:27-28, "Do good to those who hate you, bless those who curse you, pray for those who mistreat you" (NIV). How can you tell when you've really forgiven someone? When you can look at that person's hurt, not just your own, and pray for God to bless them.

You ask, "How could I possibly forgive them? They really hurt me." Only the love of God can help you do something like that. It's why you must fill your life with God's love.

4. Forgiveness is repeating the process as long as necessary. "Peter came to him and asked, 'Lord, how often should I forgive someone who sins against me? Seven times?' 'No, not seven times,' Jesus replied, 'but seventy times seven!'" (Matthew 18:21-22 NLT). Jewish law said you had to forgive a person three times, so Peter doubled it and threw one in for good measure. But Jesus said to go even further with your forgiveness!

How long do you have to keep forgiving someone? Until the pain stops and the desire to get revenge goes away. In other words, as long as it takes.


Amerika Serikat Temukan Rahasia Bawah Tanah Terbesar Iran, Lalu B-2 Bomb...

https://youtube.com/watch?v=MUh_YDe0J4U&si=XhF7l9ESc_uQWxes

Selasa, 24 Maret 2026

YANG DISALIB ITU YESUS? ATAUKAH ORANG LAIN (Oei Podcast)

https://youtube.com/watch?v=Uoh_AbMwgR4&si=3WDVpmDWwjt0mt91

Iran Melanggar Batas Tak Termaafkan... Balasan AS Langsung dan Tanpa Ampun

https://youtube.com/watch?v=9-pI_v6_v-s&si=T1rCGCaniG0xlMLe

Ketika Harus Memilih


"Berikan aku tiga permintaan" merupakan salah satu bagian kalimat populer yang diucapkan oleh pemilik lampu ajaib dalam kisah Aladin. Permintaan yang dapat mengubah hidup seseorang, miskin menjadi kaya, lemah menjadi kuat dan berbagai permintaan menggiurkan lainnya. Namun apa jadinya jika yang diberikan bukanlah permintaan, melainkan pilihan akan malapetaka?

Melakukan penghitungan bangsa Israel tanpa diperintahkan dan tanpa seizin Tuhan, Daud harus menerima konsekuensi dari perbuatannya. Bukan tiga permintaan yang harus diajukannya, sebaliknya ia harus memilih satu dari tiga malapetaka yang nyaris sama berat. Tiga tahun kelaparan, tiga bulan masa pelarian, atau wabah penyakit sampar di negerinya (1 Taw. 21:12). Menyadari kesalahannya, menghadapi pilihan yang berat dan membingungkan itu, Daud memilih untuk menyerahkan keputusannya kepada Sang Pemberi hukuman. Bagi Daud, menghadapi malapetaka itu bersama Tuhan menjadi pilihannya ketimbang jatuh ke tangan manusia (1 Taw. 21:13).

Saudaraku, keputusan Daud yang tak mudah ini tentu tidak diperolehnya dari hasil pemikiran sesaat, namun merupakan buah pengalamannya berjalan bersama Allah dalam tahun-tahun kehidupannya. Setelah semua hal baik dan buruk yang dialaminya, Daud pun memiliki keberanian untuk tetap memilih dan mengandalkan Allah dalam situasi yang sulit. Ia tak khawatir akan malapetaka karena tahu bahwa Yang Mahakuasa tetap menggenggam tangannya bahkan saat ia jatuh. Perjalanannya bersama Allah tak hanya membuatnya mampu menentukan pilihan yang tepat, namun juga membawanya kepada Pribadi yang tepat.
"'... biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya....'" (1 Tawarikh 21:13)
Bac: 1 Tawarikh 21:1-13
(Gbu!)

Terimalah Kasih Karunia Tuhan dan Hiduplah dengan Tenang

25 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 12:15 "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah"
---------------------
Bagaimana Anda dapat hidup dengan tenang dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan? Firman Tuhan memberi kita beberapa langkah sederhana untuk melakukannya:

R — Realize : Sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna
Alkitab berkata : "Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali." (Mazmur 119:96)
Hanya Tuhan yang sempurna. Tidak ada sistem, pendapat manusia, atau pengalaman hidup yang benar-benar sempurna. Tetapi firman Tuhan adalah sempurna. Ketika Anda membangun hidup di atas firman-Nya, Anda memiliki dasar yang kokoh.

E — Enjoy : Nikmati kasih Tuhan yang tanpa syarat
Alkitab berkata: "Lihatlah, betapa besarnya kasih m yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah" (1 Yohanes 3:1)
Sebagai orang percaya, Anda bukan hanya hamba Tuhan, tetapi anak Tuhan. Seorang anak diterima bukan karena prestasinya, tetapi karena siapa dirinya. Anda dapat hidup dengan tenang karena Anda dikasihi dan diterima oleh Tuhan.

L — Let God : Serahkan segala sesuatu kepada Tuhan
Apa yang harus Anda lakukan terhadap hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan?
Alkitab berkata: "Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7)
Seperti seseorang yang melempar umpan saat memancing, ada saatnya Anda harus melepaskan dan membiarkan Tuhan bekerja. Anda tidak perlu mengendalikan semuanya.

A — Act : Bertindak dengan iman, bukan ketakutan
Alkitab berkata: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman." (Efesus 2:8)
Keselamatan adalah pemberian Tuhan. Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk menerimanya. Hidup dengan iman berarti mempercayai Tuhan, bukan dikendalikan oleh rasa takut.

X — Exchange : Tukarkan perfeksionisme dengan damai sejahtera dari Tuhan
Perfeksionisme merampas damai sejahtera. Tetapi Yesus berkata: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu…Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Matius 11:28–29)
Dalam Tuhan, Anda dapat menemukan ketenangan yang sejati.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah ini: jangan sampai Anda menolak kasih karunia Tuhan.

"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah" (Ibrani 12:15)

Terimalah kasih karunia itu hari ini—dan hiduplah dengan tenang.

Renungkan :

- Kesalahan atau rasa bersalah apa yang dapat Anda lepaskan ketika Anda menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna?

- Bagian mana dari kasih Tuhan yang paling menolong Anda untuk hidup dengan tenang?

- Apa langkah yang perlu Anda ambil hari ini untuk merespons kasih karunia Tuhan dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 16-18; Lukas 2:1-24
____________
Anda mungkin akan mengalami kegagalan dalam hidup. Tetapi jika Anda telah menerima kasih karunia Tuhan, Anda tidak perlu hidup dalam ketakutan atau tekanan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Receive God's Grace So You Can Relax - Daily Hope with Rick Warren - March 15, 2026

"Be careful that no one fails to receive God's grace." Hebrews 12:15 (NCV)
-------------------
How do you learn to "RELAX" in the liberating grace of God?

R—Realize nobody's perfect.

The Bible says in the Living Bible paraphrase, "Nothing is perfect except your words" (Psalm 119:96). Those words are directed toward God, because only he is perfect! There isn't anything perfect about society or popular opinion. There isn't anything perfect about what you learned while growing up. But God's Word is perfect. When you get in the Bible and build your life on it, you will have a perfect foundation.

E—Enjoy God's unconditional love.

The Bible says, "See how very much our heavenly Father loves us, for he allows us to be called his children—think of it—and we really are!" (1 John 3:1 TLB). When you become a follower of Christ, you're not just a servant of God. You are a child of the King! A child is accepted on the basis of who they are. They can rest secure in the acceptance and love of their family.

L—Let God handle things.

What do you do about the uncontrollable things in life? "Cast all your anxiety on [God] because he cares for you" (1 Peter 5:7 NIV).

When you're fishing and you cast a line, there comes a point when you have to take your finger off the button and let it go. So just like casting requires letting go, to overcome perfectionism, you have to let go and let God do his work.

A—Act in faith, not fear.

Remember how you got into God's family in the first place. Ephesians 2:8 says, "For it is by grace you have been saved, through faith" (NIV). There's no other way to get into heaven except by grace. You'll never be good enough, and you can't buy your way in. It's a free gift from God.

X—Exchange your perfectionism for God's peace.

Perfectionism destroys peace. Jesus says in The Message paraphrase, "Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you'll recover your life. I'll show you how to take a real rest . . . Learn the unforced rhythms of grace" (Matthew 11:28-29). What a deal!

You're going to fail a lot in life. But you don't have to worry about it if you've received God's grace. In fact, there's only one failure you ever need to worry about: "Be careful that no one fails to receive God's grace" (Hebrews 12:15 NCV).

Receive it right now, and then relax!


Iran Serang Qatar, Jet Tempur Qatar Bikin Kejutan Lewati Batas

https://youtube.com/watch?v=0gOVQ6cSMrE&si=sjMM0WyNjIow7O7f

Senin, 23 Maret 2026

Bagaimana Melepaskan Diri dari Perfeksionisme

24 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 11:4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."
-------------------
Ketika Anda belajar untuk beristirahat dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan dan keluar dari "penjara" perfeksionisme, Anda akan menemukan tingkat sukacita dan kebebasan yang baru dalam hidup.
Mengapa? Karena perfeksionisme dapat merusak hidup Anda dalam beberapa cara:

1. Perfeksionisme menghambat Anda untuk memulai

Pernahkah Anda memiliki rencana atau pekerjaan yang terus tertunda? Anda berpikir, "Nanti saja saya kerjakan," tetapi tidak pernah benar-benar memulai.
Salah satu penyebabnya bisa jadi adalah perfeksionisme. Anda menunggu waktu yang tepat, kondisi yang sempurna atau situasi yang ideal. Akibatnya, Anda tidak pernah melangkah.
Alkitab berkata: "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." (Pengkhotbah 11:4)
Ketika standar Anda terlalu tinggi, perfeksionisme membuat Anda terjebak dalam keraguan dan akhirnya tidak melakukan apa pun.

2. Perfeksionisme merusak hubungan

Tidak ada orang yang senang terus-menerus dikritik atau disalahkan. Sikap seperti itu dapat membuat hubungan menjadi tegang dan tidak nyaman.
Alkitab berkata: "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib." (Amsal 17:9)
Perfeksionisme sering muncul dari rasa tidak aman. Orang yang terlalu menuntut kesempurnaan dari orang lain biasanya juga sangat keras terhadap dirinya sendiri. Akibatnya, hubungan menjadi rusak karena kurangnya kasih dan pengertian.

3. Perfeksionisme menghancurkan kebahagiaan

Alkitab berkata: "Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat 1 ; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?" (Pengkhotbah 7:16)
Ayat ini tidak berbicara tentang hidup benar atau bijaksana secara sejati, tetapi tentang sikap berlebihan—yaitu perfeksionisme.
Sering kali, kritik paling keras justru datang dari dalam diri sendiri. Kita menjadi hakim yang paling keras bagi diri kita sendiri. Ketika Anda terus-menerus menyalahkan diri sendiri, hal itu menunjukkan bahwa Anda sulit menerima diri Anda apa adanya.
Perfeksionisme membuat Anda merasa tidak pernah cukup baik dan tanpa disadari, Anda terus merendahkan diri sendiri dengan harapan bisa berubah. Namun cara itu justru melemahkan Anda, bukan memperbaiki Anda.

Hanya ada satu cara untuk mengatasi perfeksionisme dan itu bukan berasal dari usaha manusia semata.

Ketika Anda menerima bahwa kasih Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan Anda, Anda akan menemukan ketenangan, kebebasan, dan sukacita yang sejati.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 13-15; Lukas 1:57-80
_____________
Anda perlu belajar untuk beristirahat dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan dan menyadari bahwa hanya Tuhan yang sempurna—bukan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
How to Break Free from Perfectionism - Daily Hope with Rick Warren - March 24, 2026

"If you wait for perfect conditions, you will never get anything done." Ecclesiastes 11:4 (TLB)
-------------------
When you learn how to relax in God's liberating grace and break out of the prison of perfectionism, you will find a new level of joy and freedom in your life. Why? Because perfectionism is destructive to your life in several ways.

1. It defeats your initiative. Have you ever had a project that's been a struggle to get started? You think, "One of these days I'm going to get around to it," but you just can't take that first step. One possible reason is perfectionism. You're waiting for the perfect circumstance or timing, or you're waiting until the kids get out of school or a certain amount of money comes in. When you set your standards so high, perfectionism causes paralysis, and you can't get anything done.

The Bible says in the Living Bible paraphrase, "If you wait for perfect conditions, you will never get anything done"(Ecclesiastes 11:4).

2. It damages your relationships. Nobody likes being nagged or corrected all the time. It's frustrating and irritating! The Bible says, "Love forgets mistakes; nagging about them parts the best of friends" (Proverbs 17:9 TLB).

Perfectionism—the desire to always be correct or correct others—damages relationships because it's rooted in insecurity. Perfectionists who are harsh and demanding toward other people are harsh and demanding toward themselves.

3. It destroys your happiness. Ecclesiastes 7:16 says, "Don't be too virtuous, and don't be too wise. Why make yourself miserable?" (GW). This Scripture isn't talking about genuine righteousness or real wisdom. It's talking about perfectionism. You can transform any virtue into a vice by taking it to the extreme.

Your worst nag lives under your skin, because you are your own worst critic. (That's true for all of us!) Since we tend to resent and even dislike people who nag us, if you're always nagging yourself, what does that say about you? It says that you don't like yourself. You think you're not good enough. And you think reminding yourself what's wrong with you is going to motivate you into doing the right thing. It's not! That's called perfectionism, and it causes you to constantly put yourself down.

There's just one antidote to perfectionism—and it's not in a self-help book or a doctor's office. You can only learn to relax when you fully experience the liberating grace of God and rest in the sufficiency of the only one who is perfect.


Minggu, 22 Maret 2026

Puasa Kristen

https://www.facebook.com/share/v/17eZwbeS1T/

Kasih Karunia Tuhan Cukup untuk Setiap Pergumulan Anda

23 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 12:8–9 "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."
-----------------
Apa yang harus Anda lakukan ketika menghadapi masalah yang tidak dapat Anda perbaiki atau situasi yang tidak dapat Anda ubah? Apa yang harus Anda lakukan ketika ada sesuatu dalam hidup Anda yang menyakitkan, tetapi berada di luar kendali Anda?

Jawabannya adalah: bersandar sepenuhnya pada kasih karunia Tuhan yang menopang hidup Anda.

Untuk menerima kasih karunia yang Anda butuhkan agar tetap bertahan di tengah pencobaan, tekanan, kelelahan dan berbagai kesulitan hidup, ada empat langkah yang dapat Anda lakukan:

1. Berseru kepada Tuhan meminta pertolongan

Ketika Anda berpura-pura mampu menghadapi segala sesuatu sendiri, Anda justru menghalangi kuasa Tuhan bekerja dalam hidup Anda. Akuilah keterbatasan Anda dan katakan dengan jujur, "Tuhan, saya tidak sanggup menghadapi ini."
Alkitab berkata: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati..... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu." (Yakobus 4:6–8)

2. Memenuhi pikiran Anda dengan Firman Tuhan

Bacalah firman Tuhan setiap hari. Biarkan firman-Nya menguatkan, menghibur dan memberi Anda semangat untuk terus melangkah.
Pemazmur berkata: " Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu. " (Mazmur 119:25)
Perubahan sejati tidak datang dari dalam diri Anda sendiri, tetapi dari Tuhan. Dialah sumber kasih karunia yang Anda butuhkan.

3. Menerima dukungan dari sesama

Tuhan tidak pernah merancang Anda untuk menjalani hidup sendirian. Ia memberi Anda komunitas untuk saling menolong dan menguatkan.
Alkitab mengajarkan bahwa dengan saling menolong dalam kesulitan, kita menjalankan hukum Kristus, yaitu mengasihi sesama.
Kelemahan Anda bukanlah hal yang memalukan. Justru melalui kelemahan itu, Anda belajar betapa Anda membutuhkan Tuhan dan orang lain.

4. Berpegang pada janji-janji Tuhan

Di dalam Alkitab terdapat ribuan janji Tuhan bagi Anda. Salah satunya adalah: "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."(Yesaya 40:29–31)

Arahkan pandangan Anda kepada pengharapan yang Tuhan berikan, bukan hanya pada keadaan saat ini.

Renungkan :

- Dalam situasi apa saat ini Anda membutuhkan kasih karunia Tuhan yang menopang?

- Janji Tuhan mana yang dapat Anda pegang dalam situasi tersebut?

- Siapa saja dalam hidup Anda yang dapat Tuhan pakai untuk memberi dukungan dan menguatkan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 10-12; Lukas 1:39-56
___________
Kasih karunia Tuhan selalu tersedia bagi Anda. Ketika Anda menghadapi masalah yang tidak dapat Anda selesaikan, jangan menyerah—arahkan pandangan Anda kepada Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
There Is Grace Sufficient for Your Troubles - Daily Hope with Rick Warren - March 23, 2026

"Three times I pleaded with the Lord to take it away from me. But he said to me, 'My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.'" 2 Corinthians 12:8-9 (NIV)
-------------------
What do you do when you can't fix an unfixable problem or change an unchangeable circumstance? What do you do when you can't control something that hurts deeply in your life?

You throw yourself on the sustaining grace of God.

To get the kind of grace you need to keep going in spite of temptations, trials, tension, tiredness, and troubles, you need to do four things:

1. Cry out for God's help. When you pretend to be self-sufficient, you short-circuit God's power in your life. You need to admit your inadequacy and say, "God, I can't handle this!" The Bible says, "'God is against the proud, but he gives grace to the humble.' So give yourselves completely to God . . . Come near to God, and God will come near to you"(James 4:6-8 NCV).

2. Fill your mind with God's Word. Study the Bible every day of your life, and let it comfort you, strengthen you, and energize you to keep going. The psalmist prayed, "I lie in the dust; revive me by your word" (Psalm 119:25 NLT). If the solution were to look within yourself, you'd already be changed. You need to look to God! He's the only one with sustaining grace.

3. Accept support from God's people. The Bible says by helping each other with our troubles, we obey the law of Christ, which is, "Love your neighbor as yourself." God never meant for you to go through life on your own. He says, "My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness" (2 Corinthians 12:8-9 NIV). Our weaknesses help us realize how much we need God's grace and each other.

4. Hold on to God's promises. There are more than 5,000 promises for you in the Bible. Here's one of them: "He gives strength to the weary and increases the power of the weak. Even youths grow tired . . . but those who hope in the LORDwill renew their strength. They will soar on wings like eagles; they will run and not grow weary, they will walk and not be faint" (Isaiah 40:29-31 NIV). Keep your eyes focused on the hope of heaven, not just on the here and now.

God's sustaining grace is always available to you. When you're going through a problem you can't fix, don't give up. Just look up!


BAMBANG NOORSENA SIKAT, BONGKAR ISRAEL YG SELALU GEMPAR, SATU GEDUNG TER...

https://youtube.com/watch?v=QxO2zNG5Ihc&si=4A2tvw8acBCRHdEc

Sabtu, 21 Maret 2026

" KALIMAT BIJAK YG MENGUATKAN "


Ada anggapan yang bilang ...kalau mencari keberanian, bergaulah dengan anak muda.

......Tetapi .......
kalau kita mencari kebijaksanaan dan ketenangan, berbicaralah pada yang tua...

Anggapan tersebut sepertinya cukup relevan utk kita Pahami

Berikut 10 kalimat bijak dari para pendahulu kita

1. Orang yang tidak pernah terjatuh bukanlah orang yang kuat.......

Orang yang kuat malah orang yang selalu bangkit setiap kali kita terjatuh........

2. Setiap sesuatu di dunia tidak ada yang diciptakan sia-sia......

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa........
Hanya saja kita butuh kesadaran lebih untuk dapat melihatnya...

3. Seseorang pasti pernah melakukan kesalahan...

Hanya saja bila kita membiarkannya, .....
kita melakukan kesalahan kedua.......
Membiarkan kesalahan adalah sebuah kesalahan.......

4. Tidak ada gunanya menyesali hal buruk yang terjadi.......

Lebih baik kita melakukan sesuatu untuk mengatasinya, sekecil apapun itu........
Daripada mengumpat kegelapan, lebih baik kita menghidupkan sebuah lilin kecil yang bisa menerangi........

5. Hidup sangatlah sederhana, begitu pula sebuah masalah...

Bila masalah tidak kunjung selesai, .....jangan-jangan yang membuat rumit adalah kita sendiri...

6. Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan banyak orang.......

Orang terkuat adalah yang bisa mengalahkan dan menguasai dirinya sendiri......

7. Disalahkan atau dituduh sesuatu bukanlah sebuah masalah.......

Yang menjadi masalah adalah ....ketika kita terus mengingatnya, ...dan... menjadi sebuah dendam yang menggerogoti hati dan membuang waktu kita......

8. Kejujuran dan Kebenaran adalah pondasi datangnya berkah atau keberuntungan......

Bila hatimu tidak tenang, mungkin... kamu melupakan 2 Hal tersebut...

9. Sebelum tergesa-gesa memperbaiki kesalahan,

.... lebih baik.....
kita berpikir secara cermat penyelesaiannya...
Jangan sampai muncul masalah baru karena pertimbangan yang tidak matang.......

10. Permata memerlukan gesekan untuk dapat memolesnya hingga jadi berkilau......

Begitu juga manusia,
tak ada manusia yang luar biasa tanpa melewati cobaan......
_Cobaan berat adalah sarana agar kita bisa mengembangkan diri lebih baik lagi........

       🔙🔛🔙🔛🔙

Saat kita menghadapi masalah, masalah tersebut dapat membuat kita lemah dan terjatuh...
Namun kalau kita menetapkan Hati dan berpikir cara menyelesaikannya, kita pasti bisa mengatasinya...

Saat kita sudah mengatasi masalah tersebut, kita akan terlahir lagi sebagai pribadi yang tangguh...Jadi jangan mudah menyerah ya Sahabat...

         🔙🔛🔙🔛🔙

Nilai Manusia,

bukan Bagaimana Ia Mati
...Melainkan...
Bagaimana Ia Hidup.

Bukan apa yang telah Ia Peroleh,
....Melainkan....
Apa yang telah Ia Berikan.

Bukan apa Pangkatnya,
.....Melainkan .....
Apa yang telah diperbuat dengan Tugas yang telah Diberikan TUHAN  kepada nya.

        🔙🔛🔙🔛🔙

Jadilah Manusia yang Bisa Mengatur Hidup..jangan...mau diatur oleh Hidup.
......tetapi......
Jangan lupa Aturan dari yang Mencipta Hidup.

Hari ini tidak akan pernah kembali lagi......_
JADILAH BERKAT
JADILAH TELADAN
JADILAH SEMANGAT BAGI YG LETIH dan LESU
Selamat Pagi. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🏼🙏🏼🙏🏼


Tiga Cara Kasih Karunia Tuhan Menolong Anda Bertahan

22 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 5:12 "aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!"
-------------------
Hidup sering digambarkan seperti sebuah perlombaan panjang. Dalam perjalanan itu, kita menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Namun apa pun yang Anda alami, Anda dapat mengandalkan kasih karunia Tuhan yang menopang hidup Anda.

Alkitab berkata: "aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!" (1 Petrus 5:12)

Ada tiga hal yang sering membuat seseorang tersandung dalam perjalanan hidupnya sehingga tidak menyelesaikan perlombaannya dengan baik. Namun dalam setiap keadaan itu, kasih karunia Tuhan yang menopang akan menolong Anda.

1. Kasih karunia Tuhan menolong Anda menghindari dosa ketika Anda dicobai

Pencobaan adalah salah satu hal yang dapat membuat seseorang jatuh. Tetapi Alkitab memberikan janji ini: "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13)

Tuhan selalu menyediakan jalan keluar. Mungkin itu berarti menjauh dari situasi tertentu, mengubah apa yang Anda pikirkan, atau meninggalkan sesuatu yang membawa Anda pada pencobaan. Apa pun bentuknya, Tuhan akan memberikan kasih karunia yang menolong Anda untuk mengatasinya.

2. Kasih karunia Tuhan menolong Anda tetap berdiri ketika Anda lelah

Kadang masalahnya bukan pencobaan. Kadang Anda hanya lelah.
Menjalani hidup dengan benar membutuhkan banyak tenaga, terutama ketika Anda memilih melakukan yang benar daripada yang mudah. Lalu dari mana kekuatan itu datang?
Alkitab berkata: "Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita." (2 Korintus 1:21–22)

Kunci kekuatan itu adalah Roh Kudus yang tinggal di dalam Anda. Dialah yang memberi Anda kemampuan untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan dengan kekuatan sendiri.

3. Kasih karunia Tuhan menolong Anda terus melangkah ketika Anda mengalami kesulitan

Ada luka dalam hidup yang terasa sangat berat, bahkan kadang tampak tidak adil. Dalam situasi seperti itu, mudah bagi kita untuk terjebak dalam pikiran "seandainya saja…"

Namun daripada terus memikirkan hal-hal yang tidak dapat diubah, Alkitab mengajak kita untuk memandang kepada Tuhan dan kekuatan yang Ia berikan.
Firman Tuhan berkata: "janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (Yesaya 41:10)

Renungkan

- Bagaimana kasih karunia Tuhan telah menolong Anda melewati masa-masa sulit dalam hidup?

- Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan pola pikir "seandainya saja…"? Pernahkah Anda terjebak dalam cara berpikir seperti itu?

- Bagaimana Anda dapat menyalurkan kasih karunia Tuhan yang menopang kepada orang lain di sekitar Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 7-9; Lukas 1:21-38
____________
Kasih karunia Tuhan bukan hanya menyelamatkan Anda. Kasih karunia itu juga menopang Anda setiap hari, menolong Anda melewati pencobaan, kelelahan dan kesulitan hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Three Ways God's Grace Gets You Through - Daily Hope with Rick Warren - March 22, 2026

"My purpose in writing is to encourage you and assure you that what you are experiencing is truly part of God's grace for you. Stand firm in this grace." 1 Peter 5:12 (NLT)
--------------------
We face many pitfalls in the marathon of life. But regardless of what you go through, you can count on God's sustaining grace.

The Bible says in 1 Peter 5:12, "My purpose in writing is to encourage you and assure you that what you are experiencing is truly part of God's grace for you. Stand firm in this grace" (NLT).

There are three things that can cause you to stumble in your race and not finish well in life. But in each of these situations, God's sustaining grace will get you through.

1. God's sustaining grace helps you avoid sinning when you're tempted.

Temptation is the first thing that can cause you to stumble. The Bible says, "God is faithful. He will not allow the temptation to be more than you can stand. When you are tempted, he will show you a way out so that you can endure" (1 Corinthians 10:13 NLT).

God will provide the sustaining grace you need to escape. It may mean turning the channel, running out the door, or changing the way you're thinking. But God will provide a way to escape temptation.

2. God's sustaining grace helps you keep standing when you're tired.

Sometimes you're not tempted. Sometimes you're just tired! Life requires a lot of energy, especially when you're trying to do the right thing rather than the easy thing. But where do you get the power to do the right thing when you're tired?

"It is God who enables us, along with you, to stand firm for Christ. He has . . . identified us as his own by placing the Holy Spirit in our hearts" (2 Corinthians 1:21-22 NLT). The key is the Holy Spirit in you, who gives you the energy to do the things you can't do in your own power.

3. God's sustaining grace helps you keep going when you're troubled.

There are some hurts in life that are unrelenting and undeserved—and they hurt the most.

What do you do in those situations? You first stop playing the "if only" game and instead focus on Christ and his sustaining power. Isaiah 41:10 says, "Don't worry, because I am with you. Don't be afraid, because I am your God. I will make you strong and will help you; I will support you with my right hand that saves you" (NCV).


Perang AS–Israel vs Iran Meluas! Iran Hujani Israel dengan Bom Klaster |...

https://youtube.com/watch?v=Ya9af9ZSQNA&si=hMQZLcztfpLHOWm1

Jumat, 20 Maret 2026

ISRAEL

Abraham tidak bisa menyaksikan dgn mata kepalanya sendiri, bahwa janji Allah kepadanya telah terealisasi, telah tergenapi semuanya yaitu :
1. AKU akan membuat engkau menjadi Bangsa yg besar
2. AKU akan memberkati engkau
3. AKU akan membuat namamu mashyur
4. Engkau akan menjadi berkat
5. AKU akan memberkati orang - orang yg memberkati engkau
6. Mengutuk, orang - orang yang mengutuki engkau
7. Oleh mu, semua kaum di muka bumi ini akan mendapat berkat

Hari ini, nubuat - nubuat ribuan tahun yg ada  dalam Alkitab mulai  tergenapi. Misteri2 dan pertanyaan2 dari dunia yg selama ini di tunggu2 oleh dunia ,semakin tersingkap. Dan hal ini seharusnya semakin membuat iman kita semakin kokoh dan kuat dalam Yesus. Kita sebagai umat perjanjian sangatlah beruntung dan bersyukur sekali 🙏. Anda yg sudah dipilih dan dipanggil, tapi masih saja mengeraskan hati dan tidak mau merespon panggilan NYA, Alkitab berkata bahwa hari Tuhan ( universal / personal ), datangnya seperti pencuri, anda tidak akan bisa menikmati Janji2 Tuhan 🙏. Anda nunggu siapa ?❓, kok belum Merespon panggilanNYA ?