Senin, 01 Juni 2026

Prabowo masuk radar bidikan! Mungkinkah bernasib sama seperti Soeharto d...

https://youtube.com/shorts/zgpJEiA1cm8?si=1gf1e8GRwDVuOjHk

EKONOMI INDONESIA DI TENGAH GEJOLAK DUNIA #shorts

https://youtube.com/shorts/k-R3qlARSuY?si=gONhQaSr1iyqqvXZ

Allah Ingin Menghabiskan Kekekalan Bersama Keluarga-Nya - Bersama Anda

02 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:11 "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."
--------------------
Allah tidak pernah berjanji bahwa hidup akan selalu adil. Surga adalah tempat di mana segala sesuatu berjalan menurut cara Allah; kehidupan di bumi tidak seperti itu. Kita hidup di dunia yang telah rusak.

Tetapi apa yang terjadi di bumi bukanlah seluruh kehidupan yang ada.

Anda mungkin akan hidup 60, 80 atau bahkan 100 tahun di bumi. Tetapi Anda akan menghabiskan triliunan tahun dalam kekekalan. Jika Anda menaruh iman Anda kepada Yesus, Alkitab mengatakan bahwa Anda akan menghabiskan kekekalan bersama Allah di surga.

Itulah salah satu alasan terpenting mengapa orang Kristen seharusnya bersukacita—Allah telah memberikan hidup kekal kepada kita!

Dan kekekalan akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Alkitab menjanjikan: "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."(Roma 8:11).

Seperti apa surga itu? Anda akan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang Anda kasihi. Anda akan menerima upah. Anda akan beristirahat. Anda akan menerima tanggung jawab yang Anda sukai.

Dan, seperti yang dikatakan Roma 8:11, Anda akan menerima tubuh yang baru. Itulah salah satu hal yang paling saya nantikan tentang surga—tidak ada lagi tubuh yang menua dan rusak.

Anda diciptakan karena Allah menginginkan sebuah keluarga. Ia ingin menghabiskan kekekalan bersama keluarga-Nya.

Renungkan:

- Bagaimana mengetahui bahwa hidup ini singkat dibandingkan dengan kekekalan mengubah cara Anda menjalani hidup?

- Jika Allah ingin Anda berada di surga bersama-Nya, mengapa menurut Anda Anda masih ada di bumi sekarang? Apa tujuan Anda selama berada di sini?

- Bagaimana Anda sedang berusaha memenuhi tujuan hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50
___________
Allah ingin menghabiskan kekekalan bersama Anda dan saya! Dan kebenaran itu dapat membawa sukacita besar bagi Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Wants to Spend Eternity with His Family—with You - Daily Hope with Rick Warren - June 02, 2026

“If the Spirit of God, who raised Jesus from death, lives in you, then he who raised Christ from death will also give life to your mortal bodies by the presence of his Spirit in you.” Romans 8:11 (GNT)
---------------------
God never promised that life would be fair. Heaven is where everything is done God’s way; life on earth just doesn’t work like that. We live on a broken planet.

But what happens on earth isn’t all there is to life.

You’ll spend 60, 80, or maybe 100 years on earth. You’ll spend trillions of years in eternity. If you’ve placed your faith in Jesus, the Bible says you’ll spend eternity with God in heaven.

That’s one of the most important reasons Christians should be joyful—God has given us eternal life!

And eternity will be amazing.

The Bible promises: “If the Spirit of God, who raised Jesus from death, lives in you, then he who raised Christ from death will also give life to your mortal bodies by the presence of his Spirit in you” (Romans 8:11 GNT).

What will heaven be like? You’ll be reunited with people you love. You’ll get rewards. You’ll rest. You’ll get responsibilities you love.

And, as Romans 8:11 says, you’ll get a new body. That’s one of the things I’m most excited about in heaven—no more decaying old body.

You were created because God wants a family. He wants to spend eternity with his family. He wants to spend eternity with you and me! And that truth can bring you great joy.


Televisi dan Radio Daerah Berguguran

 
Lampiran foto: IMG-20260602-WA0000.jpg

Duh Sedih, Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran Satu per satu televisi daerah tumbang. Tumbangnya bukan pelan-pelan macam pohon pisang kena angin. Ini tumbang seperti dinosaurus dihantam meteor algoritma. Yang terbaru, Jawapos TV resmi berhenti mengudara. Duh sedih kali, wak. Saya jadi teringat Rakyat Kalbar, koran tempat saya pernah bernaung di bawah bendera Jawa Pos Group. Gedungnya paling megah di Jalan Ayani 2, dulu. Sudah lama almarhum. Bedanya, dulu yang dimakamkan koran. Kini yang masuk liang lahat digital televisi. Siapkan Koptagul. Sambil seruput cairan hitam itu, kita berkabung. Tanggal 30 Mei 2026 akan dikenang sebagai hari paling ironis dalam sejarah Jawapos TV. Tepat saat usianya genap 19 tahun, televisi itu mengucapkan salam perpisahan terakhir. Orang normal ulang tahun dapat kue tart. Dapat balon. Dapat ucapan panjang umur. Jawapos TV malah dapat karangan bunga duka cita dari zaman. Televisi yang lahir tahun 2007 dengan nama SBO TV itu sempat berganti nama menjadi Jawapos TV pada 2018. Sudah ganti nama, sudah berhias, sudah berdandan, ternyata takdir berkata lain. Rupanya kontrak hidupnya dengan semesta hanya sampai usia 19 tahun. Video dari akun Instagram @surabayaraya_info membuat dada para mantan karyawan terasa seperti diremas debt collector kenangan. Studio kosong. Ruang kontrol gelap. Monitor mati. Kamera berdiri kaku seperti prajurit yang ditinggal panglima. Meja-meja redaksi sepi. Tak ada produser berteriak. Tak ada presenter salah sebut nama narasumber. Tak ada wartawan berlari mengejar pejabat yang mendadak hilang setelah ditanya soal anggaran. Yang tersisa hanya tulisan sederhana: "Rest in Power Jawapos TV 2007–2026." Astaga. Kalimat itu lebih tajam dari mantan yang bilang, "Kita cukup sampai di sini." Namun sebenarnya kiamat media ini sudah mengirim surat pemberitahuan jauh-jauh hari. Jawa Pos TV Bali lebih dulu tutup pada 1 Mei 2026. KPID Bali bahkan turun tangan memastikan kabar tersebut. Saat itu manajemen masih bilang beberapa stasiun di Jawa tetap hidup. Sebulan kemudian, pusatnya ikut mengibarkan bendera putih. Penyebabnya terdengar sangat keren dan intelektual, transformasi digital. Kalimat ini sekarang sakti mandraguna. Televisi tutup? Transformasi digital. Radio mati? Transformasi digital. Iklan kabur? Transformasi digital. Karyawan menangis sambil membawa kardus isi barang pribadi? Tetap transformasi digital. Padahal terjemahan sederhananya adalah penonton pindah ke platform streaming, pengiklan pindah ke media digital, dan biaya operasional televisi digital naik seperti roket yang kehilangan rem. Tidak hanya televisi yang masuk ruang ICU. Radio pun mulai antre menuju alam baka frekuensi. Data KPI mencatat sembilan radio grup Sonora berhenti beroperasi serentak per 31 Desember 2025. Sonora Bali tutup. Di Bandung, TRL FM atau bekas Hard Rock FM Bandung mengakhiri perjalanan setelah 25 tahun mengudara. Sonora FM Bandung ikut lenyap. Menyusul Raka FM, Mom & Kids FM, Cosmo FM, dan Garuda Radio. Di Cirebon, Radio Maritim 102,6 FM off air total. Shelter FM masih ada, tetapi seperti hantu digital yang hanya muncul di internet. Kalau radio-radio itu manusia, mungkin sekarang sedang reuni bersama pager, VCD bajakan, ringtone polifonik, dan cinta yang tidak direstui orang tua. Sementara itu, koran masih bertahan. Tapi napasnya sudah seperti pelari maraton yang disuruh naik Gunung Everest. Jawa Pos yang berdiri sejak 1949 dan kini berusia 77 tahun masih terbit. Radar Surabaya, Radar Jogja, Radar Solo, Radar Madiun, hingga Radar Tuban masih hidup. Bahkan Januari 2026 Jawa Pos Group meluncurkan SulawesiPos.com, BataviaPos.id, dan SulawesiTenggaraPos.com. Namun data oplah berbicara jujur. Dari 17 koran Radar, hanya tiga yang naik oplahnya: Radar Bali, Radar Kudus, dan Radar Surabaya. Empat belas lainnya turun. Dulu Jawa Pos pernah mencetak 433 ribu hingga 842 ribu eksemplar per hari. Kini angka oplah menjadi rahasia perusahaan. Mungkin karena tidak ada orang yang suka ditimbang di depan umum saat sedang diet ekstrem. Inilah zaman paling lucu sekaligus paling kejam. Wartawan memverifikasi berita berjam-jam. Influencer cukup mengangkat alis tujuh detik. Jurnalis mengejar fakta sampai keringatan. Konten receh mengejar jutaan penonton hanya bermodal joget dan ekspresi seperti baru melihat UFO. Televisi daerah tumbang. Radio berguguran. Oplah koran menyusut. Sementara algoritma duduk di singgasana digital seperti raja baru dunia, tertawa sambil menghitung uang iklan. Kita semua menyaksikan pemakamannya. Lewat ponsel. Foto Ai hanya ilustrasi Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar #camanewak #jurnalismeyangmenyapa #JYM

Uploaded Image