Senin, 30 Maret 2026

Kedermawanan Mencerminkan Kasih Karunia Tuhan

31 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
--------------------
Salah satu cara untuk melihat seberapa dalam Anda memahami kasih karunia Tuhan adalah melalui cara Anda memberi.

Alkitab mengajarkan "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." (2 Korintus 9:7-8)

Perhatikan kata "segala" dalam ayat ini: Tuhan mencukupi Anda dalam segala hal, setiap waktu, dan dalam setiap kebutuhan.
Ini adalah janji bagi orang yang hidup semakin serupa dengan Kristus.

Menjadi Serupa dengan Kristus Seperti apa Kristus itu? Dia adalah Pribadi yang memberi.
Alkitab berkata bahwa Tuhan begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberi. Ketika Anda belajar memberi—baik waktu, tenaga, perhatian, uang, maupun kesempatan—Anda sedang bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Yesus.
Kedermawanan adalah bukti nyata bahwa Anda memahami kasih karunia Tuhan.

Jika Anda merasa berat atau tertekan saat mendengar tentang memberi, mungkin itu tanda bahwa Anda belum sepenuhnya memahami kasih karunia.
Tuhan bukan ingin mengambil dari Anda. Dia ingin Anda belajar percaya kepada-Nya.
Jika Anda bisa mempercayakan keselamatan Anda kepada Tuhan, bukankah Anda juga bisa mempercayakan hal-hal lain—termasuk keuangan Anda?
Ingatlah: Apa yang Anda miliki sebenarnya bukan milik Anda sepenuhnya. Tuhan hanya meminjamkan pada Anda selama 70 sampai 80 tahun di masa hidup Anda. Semuanya adalah titipan dari Tuhan.

Tuhan memberi dengan murah hati kepada Anda. Kemudian Ia mengundang Anda untuk hidup dalam ucapan syukur dan menjadi pribadi yang juga memberi. Bukan karena Tuhan membutuhkan pemberian Anda, tetapi karena Dia ingin membentuk hati Anda menjadi seperti hati-Nya. Alkitab berkata: "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Renungkan :

- Apakah Anda sudah menjadi pribadi yang memberi dengan sukacita? Mengapa?

- Bagaimana Anda melihat Tuhan mencukupi kebutuhan Anda selama ini?

- Dalam hal apa hidup Anda sudah mencerminkan rasa syukur atas kasih karunia Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
-----------------
Anda bisa berkata bahwa Anda mengasihi Tuhan. Anda bisa menyanyikan bahwa Anda percaya kepada-Nya.
Namun cara paling nyata untuk menunjukkannya adalah: Bagaimana Anda menggunakan dan membagikan apa yang Tuhan percayakan kepada Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Generosity Reflects God's Grace - Daily Hope with Rick Warren - March 31, 2026

"Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work." 2 Corinthians 9:7-8 (NIV)
-----------------
One way to measure how much you understand grace and how much you're living by grace, look at your giving.

The Bible says, "Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work" (2 Corinthians 9:7-8 NIV).

Notice the "alls" in that Scripture: "all things," "at all times," "having all that you need." Those are the promises related to the person who's becoming like Christ. What is Christ like? He is a giver. God loved the world so much that he gave. And as you learn to be generous—with your time, hospitality, money, resources, and opportunities—you start to look like Jesus. Nothing is greater proof that you understand grace than being lovingly gracious and generous to other people and to God.

If you feel tense or defensive when your pastor starts talking about giving, it may mean you don't fully understand grace. Look at the Scripture again. It says that God loves a cheerful giver and is able to take care of all your needs—all the time, in every way, however you need them.

Here's the question: Are you going to trust the God who gave his life for you? If you can trust him enough for salvation, can't you trust him everything he's given to you, including your finances?

The truth is, you really don't own anything. God just loans it to you for 70 or 80 years. It's all his in the first place!

God gives to us generously. Then he says, "Lead a life of gratitude. Be generous in giving." Does God need your gifts? No. He wants you to become like him. He wants you to have a heart that says, "I can't wait to give in every area."

Romans 8:32 says, "Since [God] did not spare even his own Son but gave him up for us all, won't he also give us everything else?" (NLT).

You can say you love God and sing that you trust God and put him first, but how generous you are with everything he's given you is where you can show just how much his grace means to you.


Minggu, 29 Maret 2026

Satu Langkah untuk Kembali Dekat dengan Tuhan

30 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yeremia 15:19 "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku"
------------
Ketika Anda percaya kepada Kristus, Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Hubungan itu tidak bisa dibatalkan. Namun, dosa bisa membuat Anda merasa jauh dari Tuhan.
Kabar baiknya: Anda hanya perlu satu langkah untuk kembali dekat dengan-Nya.

Apa yang harus dilakukan saat Anda jatuh dalam dosa?
Satu kata: kembali.
Kembalilah kepada Kristus. Sesederhana itu.

Alkitab berkata: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju." (Yesaya 1:18)
Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Tuhan.

Belajar dari Petrus
Mungkin salah satu kegagalan terbesar dalam Alkitab adalah ketika Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Namun Yesus sudah mengetahui hal itu sebelumnya—bahkan Ia tahu bahwa Petrus akan kembali.
Yesus berkata: "Aku telah berdoa untukmu, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32)
Menariknya, setelah kegagalannya, pelayanan Petrus justru menjadi lebih kuat. Ia bahkan dipakai Tuhan untuk menulis bagian dari Alkitab.
Artinya: kegagalan bukan akhir—Tuhan masih bisa memulihkan dan memakai hidup Anda.

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Anda
Mungkin Anda merasa jauh dari Tuhan. Mungkin itu terjadi karena satu kesalahan besar, atau karena banyak langkah kecil yang menjauhkan Anda sedikit demi sedikit.
Namun Tuhan tidak pernah melupakan Anda.
Yesus digambarkan sebagai Gembala yang baik, yang meninggalkan 99 domba untuk mencari satu yang tersesat (Matius 18:12-14).
Itu berarti: Tuhan sedang mencari Anda, bukan menjauh dari Anda.

Pulihkan Sukacita Anda
Ketika Daud jatuh dalam dosa, ia tidak berkata, "Tuhan, kembalikan keselamatanku,"
tetapi ia berdoa: "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12)
Daud tidak kehilangan keselamatan—ia kehilangan sukacita.

Mungkin itu juga yang Anda rasakan hari ini. Jika Anda kehilangan sukacita, ingatlah: Anda hanya satu langkah iman untuk kembali dipulihkan sepenuhnya.

Ajak Diri Anda Kembali
Hari ini, Tuhan mengundang Anda: "Pulanglah."
Tidak perlu menunggu sempurna.
Tidak perlu menunggu siap.

Renungkan :

- Apa yang membuat Anda menunda untuk datang kembali kepada Tuhan setelah jatuh dalam dosa?

- Hal apa dalam hidup Anda yang perlu dipulihkan oleh Tuhan hari ini?

- Bagaimana hidup Anda bisa dipakai lebih efektif oleh Tuhan setelah Anda kembali kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
____________
Cukup ambil satu langkah: kembali kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
One Step to a Closer Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - March 30, 2026

"If you return to me, I will restore you so you can continue to serve me." Jeremiah 15:19 (NLT)
-------------------
When you become a believer in Christ, you're born into God's family, and you can't be unborn. Although sin can disrupt how close you feel to God, you still have a relationship with him. You're always just one step away from coming back and growing close again.

So, what should you do when you sin? One word: Return! Come back to Christ. It's that simple.

God says in Isaiah 1:18, "No matter how deep the stain of your sins, I can take it out and make you as clean as freshly fallen snow" (TLB).

If ever there were a sin you'd think was unforgivable, it would be denying Jesus three times on the night he was betrayed. But Jesus knew Peter would deny him, and he even knew Peter would come back to him. In fact, before it even happened, Jesus said to Peter in the Upper Room, "I have pleaded in prayer for you that your faith should not completely fail. So when you have repented and turned to me again, strengthen and build up the faith of your brothers" (Luke 22:32 TLB).

Jesus knew Peter's ministry would be more effective after his denial than it was before. And, sure enough, it was! Peter wrote two books of the Bible: 1 Peter and 2 Peter. Later he shared his memoirs with a relative, and that became the Gospel of Mark.

You may think God has forgotten you. He hasn't. The Good Shepherd leaves the 99 sheep to go after the one that is wandering (Matthew 18:12-14). He knows how you've fallen away. Whether it's happened through one giant step or a series of small steps, you may not feel as close to Jesus as you used to be. If that's you, pray what David prayed when he came back to God after committing adultery. He said, "Restore to me the joy of your salvation" (Psalm 51:12 NLT). David did not have to pray, "God, restore to me my salvation," because he hadn't lost his salvation. He had lost the joy.

If you've lost your joy, you're only one step in faith away from returning to God and being restored in every way.

Why not come home to Christ today?


Sabtu, 28 Maret 2026

RAMAI RAMAI RAKYAT IRAN BUANG HIJAB!!!

https://youtube.com/watch?v=qRE4QNppo2g&si=EKRsnZSZ3kPhg1su

3 tahap pengetahuan :

Photo attachment: IMG-20260329-WA0001.jpg

1. Asumsi
2. Kebenaran
3. Hikmat
Asumsi merupakan tingkat pengetahuan yg paling rendah
Kebenaran manusia juga belum tentu benar Dimata Allah
Tingkat pengetahuan yg paling tinggi adalah Hikmat Allah

Ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego di masukkan ke dalam dapur perapian, apa yang anda pikirkan dan bgmn kesusahannya

Ketika Daniel harus masuk ke kandang singa, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Ketika Abraham membawa Ishak dan mengayunkan pisaunya ke arah leher Ishak, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Ketika Esther harus menghadap Raja, dimana Raja tidak memanggilnya, apa yg anda pikirkan dan bagaimana ending nya

Jadi, bro & sis, jangan terburu - buru menyimpulkan bahwa keadaan anda telah :

* Kiamat

* Tamat

* Selesai

* Gagal total

Percayalah, yang gagal itu adalah rencana mu.

Rencana Allah belum gagal....
Allah masih butuh anda...
Allah masih ingin bermitra dgn anda...
Untuk itu, minta lah HIKMAT ALLAH, agar anda tidak berjalan dalam asumsi dan kebenaran diri anda sendiri 🙏

Catat! Ada 13 Kondisi yang Bikin SPT Dianggap Tidak Disampaikan

https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1818284/catat-ada-13-kondisi-yang-bikin-spt-dianggap-tidak-disampaikan

“Integritas yang Membawa Masa Depan”


Maz 25 : 21 
KETULUSAN dan KEJUJURAN kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Maz 37 : 37
Perhatikanlah orang yg TULUS dan lihatlah kepada orang yg JUJUR, sebab pada yg suka damai akan ADA MASA DEPAN.

Amsal 11 : 3
Orang yg JUJUR dipimpin oleh KETULUSANNYA, tetapi pengkhianat dirusak oleh KECURANGANNYA.

Amsal 11 : 6
Orang yg JUJUR dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

Amsal 28 : 20
ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA mendapat banyak BERKAT, tetapi orang yg ingin cepat menjadi kaya,  TIDAK AKAN LUPUT DARI HUKUMAN.