16 Januari 2026
Bacaan Hari ini:
Lukas 1:46–47 "Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku"
-------------------
Dalam merencanakan hidup mereka, banyak orang Kristen justru bertindak seolah-olah mereka tidak percaya kepada Allah. Mereka tahu Yesus telah menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mempercayakan masa depan mereka kepada-Nya. Mereka berpikir dapat membuat rencana hidup sesuka hati. Padahal kenyataannya, Allah menciptakan setiap orang dengan tujuan yang unik, dengan rencana dan tujuan hidup yang khusus.
Sekitar dua ribu tahun yang lalu, Allah memiliki rencana bagi seorang perempuan muda bernama Maria. Ia diciptakan dan dipilih Allah untuk menjadi ibu dari Anak-Nya.
Bagaimana respons Maria ketika seorang malaikat memberitahukan rencana Allah baginya? Ia tidak berkata,"Saya punya rencana sendiri untuk hidup saya. Saya terlalu sibuk. Saya harus melakukan yang terbaik menurut saya." Tidak. Maria menyadari bahwa Allah memiliki tujuan bagi hidupnya, dan ia bersedia melakukan apa pun yang Allah kehendaki.
Respons Maria adalah sebuah nyanyian pujian:
"Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku" (Lukas 1:46–47)
Maria mengakui bahwa Allah adalah Tuhan dan Juruselamatnya dan ia rindu melakukan kehendak-Nya. Ia mempercayakan hidupnya kepada Allah, meskipun ia tahu bahwa tidak seorang pun akan mempercayainya ketika ia menceritakan apa yang telah dikatakan malaikat itu.
Apakah Anda percaya bahwa Allah menciptakan Anda untuk suatu tujuan dan masa depan yang khusus? Alkitab berkata: "Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya." (Mazmur 100:3)
Banyak orang melewatkan rencana Allah bagi hidup mereka sejauh kira-kira 18 sentimeter—jarak antara kepala dan hati. Mereka secara intelektual percaya Injil, tetapi tidak membiarkannya mengubah hati mereka.
Anda mungkin memahami fisika kuantum. Anda mungkin mengerti teori kekacauan. Anda bahkan mungkin tahu cara membuat roket. Namun jika Anda tidak mengenal Allah, Anda telah melewatkan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Pada akhir hidup Anda, Allah tidak akan menilai seberapa sukses karier Anda atau meminta melihat saldo rekening bank Anda. Sebaliknya, Ia akan menanyakan hal ini:
"Apakah Anda mengenal Aku? Apakah Anda membangun hubungan dengan Anak-Ku, yang Kuutus ke dunia untuk mati di kayu salib bagi Anda?"
Hal terpenting dalam hidup adalah mengenal Allah—bukan sekadar mengetahui tentang Dia, tetapi mengenal Dia secara pribadi. Apakah Anda sedang semakin mengenal Allah dan membiarkan Dia mengubah hati Anda hari ini?
Renungkan :
- Rencana apa yang sedang Anda buat untuk diri Anda sendiri? Bagaimana rencana-rencana itu mencerminkan kepercayaan Anda kepada Allah dan kehendak-Nya?
- Jika Anda sungguh-sungguh mempercayakan masa depan Anda kepada Allah, apa yang akan berubah dalam kehidupan doa Anda? Dalam hubungan-hubungan Anda? Dalam cara Anda memandang peristiwa-peristiwa dunia?
- Luangkan waktu sejenak untuk menuliskan "nyanyian pujian" Anda sendiri kepada Allah—ungkapan hati bahwa Anda rindu melakukan kehendak-Nya dan menggenapi tujuan-Nya dalam hidup Anda.
Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42
________________
Kebenarannya adalah: Anda tidak diciptakan untuk diri Anda sendiri. Anda diciptakan oleh Allah, dan Anda diciptakan untuk Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Were Made by God and for God - Daily Hope with Rick Warren - January 16, 2026
"And Mary said: 'My soul glorifies the Lord and my spirit rejoices in God my Savior.'" Luke 1:46-47 (NIV)
--------------------
When it comes to planning their lives, many Christians act like atheists. They know Jesus saved them, but they don't really trust him with their future. They think they can make plans any way they want to. But the reality is, God created every person for a unique purpose, with a specific plan and destiny in mind.
About two thousand years ago, God had a plan for a young woman named Mary. He created and chose her to be the mother of his Son.
What was Mary's response when an angel told her about God's plan? She didn't say, "I've got my own plans for my life. I'm too busy. I have to do what's best for me." No, she realized God had a purpose for her life, and she was willing to do whatever he wanted.
Her response was a song of praise: "My soul glorifies the Lord and my spirit rejoices in God my Savior" (Luke 1:46-47 NIV). Mary recognized that God was her Lord and Savior, and she was eager to do his will. She trusted him with her life, even though she knew no one would believe her when she told them what the angel had said.
Do you trust that God has made you for a specific destiny? The Bible says, "Know that the Lord is God. He made us, and we belong to him; we are his people, the sheep he tends" (Psalm 100:3 NCV).
Many people will miss God's plan for their lives by about 18 inches—the distance between their head and their heart. They intellectually believe the gospel, but they don't let it change their hearts.
The truth is that you were not made for your own sake. You were made by God, and you were made for God.
You might know quantum physics. You might understand chaos theory. You may even know how to build a rocket ship. But if you don't know God, you've missed the purpose of life.
At the end of your life, God won't care how well you did in your career or ask to see your bank account balance. Instead, he'll ask you this: "Did you get to know me? Did you build a relationship with my Son, whom I sent to earth to die on the cross for you?"
The most important thing in life is to know God—not to know about him, but to know
him personally. Are you getting to know God better—and letting him change your heart—today?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar