27 September 2026
Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
---------------
Allah ingin Anda menikmati pernikahan Anda, tetapi Dia juga ingin menggunakannya untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani. Kemarin kita melihat dua hal yang dapat membuat pernikahan goyah dan hari ini kita akan melihat dua hal lagi.
Hal ketiga yang dapat membuat pernikahan goyah adalah masalah yang tidak terselesaikan.
Beberapa masalah muncul dalam pernikahan berulang kali, tetapi Anda tidak pernah menyelesaikannya. Mungkin Anda tidak ingin membicarakannya atau masalah itu terlalu pribadi. Masalahnya bisa berupa keuangan, hubungan seksual, keluarga dari pihak pasangan, anak-anak atau komunikasi. Masalah yang tidak terselesaikan dapat membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian.
Beberapa masalah yang tidak terselesaikan berasal dari apa yang Anda pelajari saat bertumbuh. Ketika Anda menikah, Anda tidak memulai dengan pikiran yang kosong. Anda bertumbuh dalam sebuah keluarga yang memiliki cara-cara tertentu dalam melakukan berbagai hal—kebiasaan dan pola yang Anda anggap normal—sebagian sehat, sebagian tidak sehat. Pasangan Anda bertumbuh dalam keluarga lain dengan cara-cara melakukan berbagai hal yang mereka anggap normal. Jadi, Anda berdua memasuki pernikahan dengan definisi "normal" yang berbeda, dan hal itu dapat menciptakan masalah yang tidak terselesaikan.
Pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya. Pernikahan menunjukkan area-area yang perlu Anda kerjakan. Misalnya, mungkin Anda menyimpan dendam terhadap orang tua Anda. Setelah menikah, setiap kali pasangan Anda mengingatkan Anda pada sesuatu yang tidak Anda sukai dari orang tua Anda, Anda mungkin membawa kemarahan yang belum terselesaikan dari masa lalu dan melampiaskannya kepada orang yang paling Anda cintai.
Jika Anda melakukan hal itu, izinkan saya mengatakan dua hal: pertama, itu tidak adil bagi pasangan Anda. Dan kedua, Anda sedang menghancurkan pernikahan Anda. Cara terbaik untuk memulihkan pernikahan adalah menyelesaikan masalah dari masa lalu.
Hal keempat yang dapat membuat pernikahan goyah adalah luka yang tidak diampuni.
Kesalahan yang tidak diampuni membangun tembok dan membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian. Kenyataannya adalah kita tidak sempurna dan kita saling menyakiti—terkadang dengan sengaja, terkadang tanpa sengaja. Kita berdosa. Kita gagal. Kita egois. Anda akan mengalami luka dalam hidup dan orang yang memiliki potensi terbesar untuk menyakiti Anda adalah orang yang paling Anda cintai.
Itulah sebabnya pengampunan harus menjadi kebiasaan setiap hari dalam pernikahan. Jika Anda menyimpan luka dan tidak melepaskan kesalahan, luka-luka tersebut akan terus membusuk dan menjadi semakin buruk.
Apa dosa terburuk dalam pernikahan? Bukan seperti yang Anda pikirkan. Sebenarnya, itu adalah tidak mau mengampuni. Ketidakmauan untuk mengampuni membuat setiap dosa lainnya tetap terbelenggu. Jika Anda menyimpan setiap luka dan menggunakannya sebagai senjata, hal itu akan membuat pernikahan Anda goyah. Ampunilah. Lepaskanlah. Tidak ada yang menghancurkan pernikahan lebih cepat daripada ketidakmauan untuk mengampuni.
Setelah mempelajari empat hal yang dapat menghancurkan pernikahan, mungkin Anda berpikir, "Rick, Anda baru saja menggambarkan pernikahan saya. Apakah masih ada harapan?" Ya, masih ada. Roma 4:17 berkata, "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." Dan jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.
Baca kembali besok ketika kita akan melihat bagaimana Allah dapat memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.
Renungkan :
- Di mana Anda pernah melihat atau mengalami kebenaran bahwa pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya? Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut?
- Apakah Anda cenderung menyimpan luka atau apakah pengampunan setiap hari sudah menjadi kebiasaan dalam pernikahan Anda? Bagaimana Anda dapat berusaha lebih keras untuk memastikan bahwa ketidakmauan untuk mengampuni tidak berkembang menjadi kepahitan?
- Apakah Anda pernah melihat Allah menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati? Apa yang terjadi dan apa yang dapat Anda pelajari dari pasangan yang berusaha keras menyelamatkan pernikahan mereka?
Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1
____________
Jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Keeping Your Marriage Afloat
By Rick Warren
“God . . . gives life to the dead and . . . creates something out of nothing.” Romans 4:17 (NCV)
-------------------
God wants you to enjoy your marriage, but he also wants to use it to help you grow spiritually. Yesterday we looked at two things that can sink a marriage, and today we’re going to look at two more.
The third thing that can sink a marriage is unresolved issues.
Some issues come up in marriage over and over, and yet you never resolve them. Maybe you don’t want to talk about them or they’re too personal. It could be finances or sex or in-laws or kids or communication. Unresolved issues can move a marriage from harmony to hostility to apathy.
Some unresolved issues come from what you learned growing up. When you got married, you weren’t a blank slate. You grew up in a family that had certain ways of doing things—habits and patterns that you thought were normal—some healthy, some unhealthy. Your spouse grew up in another family with ways of doing things that they thought were normal. So you both came into the marriage with different definitions of “normal,” and that can create unresolved issues.
Marriage doesn’t create problems, it reveals them. It shows the areas you need to work on. For example, maybe you have a grudge against your parent. After you get married, any time your spouse reminds you of something you disliked about your parents, you may take that unresolved anger from the past and turn it on the person you love most.
If you’re doing that, let me just say two things: one, it’s not fair to your spouse. And two, you are killing your marriage. The best way to heal a marriage is to get some closure on the past.
The fourth thing that can sink a marriage is unforgiven hurts.
Mistakes that aren’t forgiven put up walls and move marriages from harmony to hostility to apathy. The truth is we’re imperfect and we hurt each other—sometimes intentionally, sometimes unintentionally. We sin. We fail. We’re selfish. You’re going to be hurt in life, and the person who has the greatest potential to hurt you is the person you love most.
That’s why forgiveness must become a daily habit in marriage. If you hold on to hurts and don’t let go of mistakes, those wounds fester and get worse.
What is the worst sin in marriage? It’s not what you’re thinking. It’s actually unforgiveness. Unforgiveness holds every other sin captive. If you hold on to every hurt and use it as ammunition, that will sink your marriage. Forgive. Let it go. Nothing destroys a marriage faster than unforgiveness.
After learning about the four things that can destroy a marriage, you might be thinking, “Rick, you just described my marriage. Is there any hope?” Yes, there is. Romans 4:17 says, “God who gives life to the dead and who creates something out of nothing” (NCV). And if God can raise a dead person, he can raise a dead marriage.
Read again tomorrow when we’ll take a look at how God can give you a marriage makeover.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar