Jumat, 25 September 2026

Kesetiaan yang Menembus Zaman



Lampiran foto: IMG-20260925-WA0027.jpg

Pada abad ke-3 Masehi, ketika Kekaisaran Romawi melancarkan penganiayaan hebat terhadap umat Kristen, banyak orang percaya yang terpaksa beribadah secara tersembunyi di dalam katakombe—jaringan lorong bawah tanah yang gelap dan sempit. Di tempat yang sunyi dan jauh dari kemewahan dunia tersebut, mereka tidak hanya berlindung, tetapi juga saling menguatkan iman, memecahkan roti, dan memelihara pengharapan akan janji keselamatan dari Tuhan.

​Meski menghadapi ancaman hukuman mati dan penindasan yang berat, umat beriman saat itu memilih untuk tidak menyangkal iman mereka. Keteguhan dan kesetiaan mereka dalam menjaga api iman di tengah kegelapan katakombe menjadi saksi sejarah yang menginspirasi generasi-generasi selanjutnya, membuktikan bahwa iman yang sejati tidak akan pernah padam oleh tekanan zaman.

​Peristiwa sejarah tersebut menjadi cermin nyata dari panggilan hidup beriman kita. Yesus mengingatkan bahwa siapa pun yang mau mengikut Dia harus berani memikul salibnya setiap hari dan setia hingga akhir (Lukas 9:23). Sebagaimana ditegaskan dalam Surat Ibrani 10:23, kita dipanggil untuk berpegang teguh pada pengakuan pengharapan kita tanpa beranjak, sebab Ia yang menjanjikannya adalah setia.

​Saudaraku, mungkin tantangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi berupa penganiayaan fisik seperti pada masa katakombe, melainkan godaan kompromi, kejenuhan, atau perlawanan terhadap nilai-nilai kebenaran. Mari kita belajar dari kesetiaan para pendahulu kita untuk tetap berdiri teguh dalam iman, memancarkan kasih Kristus, dan menjaga kebenaran firman Tuhan di mana pun kita berada.
​"Sebab itu jadilah kuat, hai anakku, oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus." (2 Timotius 2:1)
​Bacaan: Amsal 3:1-8
​(Gbu!)

Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar