Sabtu, 19 September 2026

MATA AIR DAN POHON KURMA



Lampiran foto: IMG-20260919-WA0013.jpg
( catatan kecil biologi Alkitab )

Maksudnya apa...? Pohon kurma bisa jadi mata air..? Bagaimana mungkin hal itu terjadi..?

Sebelum membahas pohon kurma dan mata air, ini ada berita yang membuat kita kagum.

Bangsa Israel berhasil menumbuhkan kurma Yudea

Di Gurun Arava, Israel Selatan, sebuah keajaiban kecil sudah ditunggu selama 2000 tahun.

Sebatang pohon kurma Yudea yang telah punah selama ratusan tahun, ditumbuhkan kembali.

Tanaman pertama yang bertunas diberi nama "Metuselah" dari nama tokoh dalam Alkitab yang dikenal karena umurnya yang panjang. Pohon bernama Metusalah ditanam pada Januari 2005 dan bertunas pada 18 Maret 2005. Sebagai jantan, tidak dapat menghasilkan buah tetapi digunakan untuk menyerbuki tanaman betina bernama Hannah, yang ditanam pada musim semi 2014 dan bertunas pada akhir tahun itu.

Mereka memiliki 32 benih yang ditemukan di berbagai situs arkeologi di Israel selatan dan dekat Laut Mati. Benih berkisar antara 1.800 hingga 2.400 tahun.

Bagi umat Yahudi kurma sangat sesuatu sekali.

Umat Yahudi akan memanfaatkan daun kurma untuk perayaan Sukkot, yaitu perayaan yang dilakukan selama seminggu untuk mensyukuri hasil panen yang telah didapat. 

Perayaan ini diketahui akan diselenggarakan pada bulan purnama di musim gugur, yaitu sekitar bulan September dan Oktober.

Atau lebih tepatnya, perayaan ini dimulai pada tanggal 15 Tisyri di kalender Yahudi. Perayaan ini sendiri adalah salah satu dari 3 hari raya yang mengharuskan umat Yahudi berziarah ke Bait Allah selain Shavuot dan Peshak.

Apa gunanya hal itu di topikan group biologi Alkitab..? Apa tidak ada topik yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa kita..?

Bagaimana group biologi Alkitab mengambil beban tanggungjawab guna mensejahterakan  yang untuk tahap awal memberikan informasi dan kemudian melalui informasi dilakukan kajian bersama.

Semisal terkait masalah iklim, BMKG menginfokan bahwa kenaikan suhu setiap tahunnya akan mengakibatkan kerusakan alam yang luar biasa, tanah menjadi kering dan pecah, pohon-pohon akan sulit hidup karena sumber air tanah yang bersih semakin sulit ditemukan. 

Apa kata biologi Alkitab perihal pohon kurma...? Bagaimana pohon kurma sebagai penyedia dan pencipta mata air..?

Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. ( Keluaran 15:27 )

Dari kutipan diatas, kita mendapatkan percikan infomasi bahwa pohon kurma dan mata air. 

Penanaman pohon kurma dalam jumlah besar dalam satu wilayah tertentu malah menciptakan mata air baru seperti oase yang terdapat di daerah gurun pasir di wilayah arab.

Akar pohon kurma memiliki akar tunggang yang unik. Akar serabutnya terbagi sebagai Akar Atas/Udara, Akar Samping, Akar Tengah dan Akar Dalam. Akar Dalamnya bisa menunjam hingga 12 m ke bumi. 

Pohon kurma meiliki akar yang berbeda dengan akar pohon kelapa ataupun kelapa sawit. 

Pohon kurma juga membutuhkan banyak air, sehingga secara alamiah akar pohon kurma akan berusaha keras untuk mengikat banyak air.

Sedangkan akar sampingnya merayap tak lebih dari 1 m dari bonggolnya. Menjadikannya sangat kokoh, sekaligus ramah pada tanaman tetangganya. Kurma tidak merebut air dan unsur hara jatah tanaman tetangganya dan menahan laju perembesan air ke dalam dan membantu “memompa” air memancarkan mata air ke atas sehingga cukup air di dekat top soil. 

Kegunaan akar pohon kurma selain untuk mengikat air,  meningkatkan storage untuk menyimpan air tawar, dan meningkatkan permukaan tanah atau water table.

Berkat kemampuan untuk mengikat air, pohon kurma dapat membantu kelestarian lingkungan, terutama bagi penghijauan di lereng gunung serta bekas galian tambang dan sungai. 

Karena karakter pohon kurma ini bisa membantu untuk melestarikan lingkungan dan memelihara ketersediaan serta kualitas air di dalam tanah. 

Payungan daunnya ( canopi ) yang berwarna keperakan, memantulkan sebagian cahaya  di sekitar tanaman lainnya dan panas matahari gunaa menjaga kelembaban tanah, mengalirkan angin, menurunkan suhu dan membantu menciptakan micro climate ( ph tanah 6- 7 )yang baik di sekitarnya

Kurma berbunga jika suhu meningkat hingga lebih dari 18°C dan membentuk buah jika lebih dari 25°C.

Kurma dapat tumbuh pada suhu rata-rata 12.7 – 27.5°C, dapat bertahan hingga 50°C maupun pada suhu membeku hingga serendah-rendahnya -5°C. Suhu ideal untuk pertumbuhan semasa penyerbukan hingga pematangan buah berkisar dari 21-27°C.

Pohon kurma dapat tumbuh dan hidup hampir di seluruh daerah Indonesia.

Maka reboisasi dengan pohon kurma juga menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik.

 #MembangkitkanKembaliKurmaYudea2000Tahun
Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar