Selasa, 01 September 2026

Jika Anda Memiliki Kebutuhan, Tanamlah Benih

02 September 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 12:24 "jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."
-----------------
Apa yang dilakukan seorang petani ketika memiliki ladang yang tandus dan tidak menghasilkan pendapatan? Ia tidak mengeluh tentang ladang itu. Ia bahkan tidak perlu berdoa tentang hal itu! Ia cukup pergi dan mulai menanam benih, karena tidak akan terjadi apa-apa sampai ia menanam benih. Ia boleh berdoa sebanyak yang ia mau, tetapi doa tidak menggantikan tindakan untuk menanam.

Mungkin Anda merasa sedang menunggu Allah. Anda merasa sedang menunggu Allah memberikan pekerjaan. Anda merasa sedang menunggu Allah memberikan pasangan hidup. Anda merasa sedang menunggu datangnya rezeki besar.

Namun, mungkin Allah sedang berkata kepada Anda, "Anda pikir Anda sedang menunggu Aku? Aku justru sedang menunggu Anda! Aku sedang menunggu Anda menanam sebuah benih."

Segala sesuatu dalam hidup dimulai dari sebuah benih: sebuah hubungan, pernikahan, bisnis, bahkan gereja. Dan tidak ada sesuatu yang akan terjadi sampai benih itu ditanam.

Mengapa Allah meminta Anda menanam sebuah benih? Karena menanam adalah tindakan iman. Anda mengambil apa yang Anda miliki, lalu memberikannya. Hal itu membutuhkan iman dan membawa kemuliaan bagi Allah.
Yesus menjelaskan prinsip menabur dan menuai ketika Dia sedang menjelaskan alasan Dia datang ke dunia untuk mati di kayu salib. Dalam Yohanes 12:24, Yesus berkata: "jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."

Yesus sedang berkata, "Orang-orang akan diselamatkan dan pergi ke surga karena kematian dan kebangkitan-Ku. Aku akan menanam sebuah benih, dan benih itu adalah hidup-Ku."

Inilah prinsip menabur dan menuai: Setiap kali Anda memiliki kebutuhan, tanamlah sebuah benih.

Apa pun yang Anda butuhkan—lebih banyak waktu, lebih banyak tenaga, lebih banyak uang, lebih banyak dukungan, lebih banyak hubungan atau lebih banyak hikmat—tanamlah sebuah benih.
Jika Anda membutuhkan lebih banyak waktu, berikan lebih banyak waktu kepada anak-anak Anda.
Jika Anda membutuhkan lebih banyak uang, berikan sebagian kepada seseorang yang membutuhkannya.
Jika Anda membutuhkan lebih banyak hikmat, bagikan hikmat yang Anda miliki kepada orang lain.
Berikan diri Anda untuk orang lain!

Renungkan :

- Kebutuhan apa yang selama ini Anda nantikan agar Allah sediakan?


- Menurut Anda, apa yang mungkin sedang Allah tunggu untuk Anda lakukan terkait kebutuhan tersebut? Benih apa yang dapat Anda tanam hari ini?


- Hasil seperti apa yang Anda lihat dalam diri Anda dan orang lain ketika Anda menanam sebuah benih dan memberikan diri Anda untuk orang lain? Bagaimana Allah sedang membentuk karakter Anda melalui hal tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 135-136; I Korintus 12
___________
*Mungkin bagi Anda tidak masuk akal untuk memberikan sesuatu yang justru sedang Anda butuhkan lebih banyak. Namun, justru sikap seperti inilah yang ingin Allah berkati dan yang akan menghasilkan buah dalam hidup Anda.*

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*If You Have a Need, Plant a Seed*
By Rick Warren

*“Unless a kernel of wheat falls to the ground and dies, it remains only a single seed. But if it dies, it produces many seeds.”* John 12:24 (NIV)
-----------
What does a farmer do when he has a barren field that’s producing no income? He doesn’t complain about it. He doesn’t even have to pray about it! He just goes out and starts planting some seed, because nothing is going to happen until he plants the seed. He can pray all he wants, but prayer doesn’t replace planting.

Maybe you think you’re waiting on God. You think you’re waiting on God for that job. You think you’re waiting on God for a spouse. You think you’re waiting on God for the windfall. But God might be saying to you, “You think you’re waiting on me? I’m waiting on you! I’m waiting for you to plant a seed.”

Everything in life starts as a seed: a relationship, a marriage, a business, a church. And nothing happens until the seed is planted.

Why does God require you to plant a seed? Because planting is an act of faith. You take what you’ve got, and you give it away. That takes faith, and it brings glory to God.

Jesus described this principle of sowing and reaping when he was trying to explain why he came to earth to die on the cross. In John 12:24 Jesus said, “Unless a kernel of wheat falls to the ground and dies, it remains only a single seed. But if it dies, it produces many seeds” (NIV). Jesus was saying, “People will be saved and go to heaven because of my death and resurrection. I’m going to plant a seed, and the seed is going to be my life.”

Here’s the principle of sowing and reaping: Whenever you have a need, plant a seed. Whatever you need—more time, more energy, more money, more support, more relationships, more wisdom—just plant a seed. If you need more time, give more time to your kids. If you need more money, give it away to someone who needs it. If you need more wisdom, share what wisdom you have with others. Give yourself away!

It may not make sense to you to give away something that you need more of, but that is exactly the kind of attitude that God wants to bless and that will produce fruit in your life.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar