23 September 2026
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 1:10 "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir."
---------------
Ketika Anda menikah, inilah waktunya untuk mulai berpikir tentang "kita" dan bukan "saya". Alkitab mengatakannya seperti ini: "supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (1 Korintus 1:10). Ketika Anda mempertimbangkan orang lain, Anda memperhatikan mereka, sopan kepada mereka dan memperlakukan mereka dengan hormat dan perhatian.
Perhatikan bahwa 1 Korintus mengatakan Anda perlu "seia sekata .. erat bersatu dan sehati sepikir". Hal itu tidak muncul secara alami! Secara alami, kita egois. Kita memikirkan kebutuhan, luka hati dan keinginan kita sendiri sebelum memikirkan orang lain. Tetapi salah satu tujuan Allah bagi pernikahan adalah mengajar kita untuk menjadi lebih perhatian terhadap orang lain, karena begitulah Yesus memperlakukan semua orang.
Apakah Anda siap untuk belajar menjadi lebih perhatian dalam pernikahan Anda dan bahkan dalam hubungan Anda yang lain? Berikut tiga cara praktis untuk menunjukkan perhatian kepada orang-orang di sekitar Anda:
Tawarkan bantuan praktis.
Perhatian berarti menyadari apa yang dibutuhkan orang lain dan mengambil inisiatif untuk bertanya, "Bisakah saya membantu Anda?" Alkitab mengajarkan, "Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih" (Galatia 5:13).
Terkadang kita saling membantu dalam hal-hal besar, tetapi biasanya dalam hal-hal kecil. Perhatian terlihat seperti menghentikan apa yang sedang Anda lakukan untuk membantu istri Anda membawa belanjaan ke dalam rumah. Perhatian terlihat seperti menidurkan anak-anak ketika suami Anda sedang lelah. Perhatian terlihat seperti bekerja sama mengerjakan pekerjaan rumah di akhir pekan sehingga Anda berdua dapat memiliki waktu luang nantinya.
Berempatilah terhadap keraguan dan ketakutan mereka.
Alkitab berkata, "Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri." (Roma 15:1). Kita sering berpikir bahwa ketakutan orang lain tidak masuk akal, sementara kita menganggap ketakutan kita sendiri sangat serius. Tetapi dalam pernikahan yang kuat, Anda juga menganggap serius ketakutan pasangan Anda.
Saya dibesarkan di daerah pedesaan, tempat kami tidak pernah mengunci pintu. Sebaliknya, keluarga istri saya sangat memperhatikan keamanan. Selama bertahun-tahun, saya berusaha untuk memperhatikan istri saya dalam hal ini, meskipun saya tidak memiliki kekhawatiran yang sama.
Ampuni kesalahan mereka.
Anda tidak sempurna dan Anda menikah dengan orang yang tidak sempurna, dan itu membuat dua orang yang tidak sempurna tidak mungkin memiliki pernikahan yang sempurna. Orang berdosa menikah dengan orang berdosa, jadi semua pernikahan membutuhkan banyak sekali pengampunan. Alkitab berkata, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13). Pengampunan adalah salah satu dasar utama dalam membangun pernikahan. Dan itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan perhatian.
Yakobus 3 mengajarkan, "Hikmat yang datang dari surga adalah...murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17). Jika Anda ingin menjadi bijaksana dalam pernikahan Anda, Anda perlu belajar untuk memperhatikan pasangan Anda!
Renungkan :
- Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu pasangan Anda (atau orang lain dalam hidup Anda) hari ini?
- Apa satu ketakutan pasangan Anda yang belum Anda anggap serius? Bagaimana Anda dapat lebih memperhatikan ketakutan tersebut?
- Luka hati apa yang selama ini Anda simpan dan perlu Anda ampuni?
Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 8-10; Galatia 3
____________
Ketika Anda mempertimbangkan orang lain, Anda memperhatikan mereka, sopan kepada mereka dan memperlakukan mereka dengan hormat dan perhatian.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
In a Marriage, Think ‘We,’ Not ‘Me’
By Rick Warren
“You must learn to be considerate of one another, cultivating a life in common.” 1 Corinthians 1:10 (MSG)
-------------------
When you get married, it’s time to start thinking of “we” instead of “me.” The Message paraphrase says it like this: “You must learn to be considerate of one another, cultivating a life in common” (1 Corinthians 1:10). When you’re considerate of someone else, you pay attention to them, show them courtesy, and treat them with respect and care.
Notice that 1 Corinthians says you need to “learn to be considerate.” It doesn’t come naturally! By nature, we’re selfish. We think about our own needs, hurts, and wants before we think about anyone else. But one of God’s purposes for marriage is to teach us to become more considerate, because that’s how Jesus treats people.
Are you ready to learn to be more considerate in your marriage and even in your other relationships? Here are three practical ways to show consideration to the people around you:
Offer practical help. Consideration means noticing what the other person needs and taking the initiative to ask, “Can I help you?” The Bible teaches, “Serve one another humbly in love” (Galatians 5:13 NIV).
Sometimes we’re helpful to each other in big ways, but usually it’s in small ways. Consideration looks like stopping what you’re doing to help your wife bring the groceries in. It looks like putting the kids to bed when your husband is tired. It looks like working together to do weekend chores so you both can have free time later.
Sympathize with their doubts and fears. The Living Bible paraphrase says, “We must bear the ‘burden’ of being considerate of the doubts and fears of others” (Romans 15:1). We often think other people’s fears are irrational, while we take our own fears very seriously. But in a strong marriage, you take your spouse’s fears seriously too.
I grew up out in the country, where we never locked any door. My wife’s family, on the other hand, was diligent about security. Over the years, I’ve worked to be considerate of my wife in this area, even though I don’t have the same concerns.
Forgive their mistakes. You’re imperfect and you married an imperfect person, and that makes it impossible for two imperfect people to have a perfect marriage. Sinners marry sinners, so all marriages need massive doses of forgiveness. The Bible says, “Make allowance for each other’s faults, and forgive anyone who offends you. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others” (Colossians 3:13 NLT). Forgiveness is one of the primary building blocks of marriage. And it’s a way of showing consideration.
James 3 teaches, “The wisdom that comes from heaven is . . . considerate” (James 3:17 NIV). If you want to be wise in your marriage, you need to learn to be considerate of your spouse!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar