19 September 2026
Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:46-47 *"Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. ....sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."*
-----------------
Menurut Anda, apakah gereja seharusnya menyenangkan? Saya rasa begitu!
Ibadah adalah sebuah perayaan. Ibadah adalah festival, bukan pemakaman. Ibadah adalah pesta bagi Kerajaan Allah. Ibadah yang penuh sukacita menarik orang-orang yang belum percaya kepada gereja, karena orang-orang sedang mencari sukacita.
Ada begitu banyak berita buruk di dunia. Tetapi "gospel" berarti "kabar baik," bukan "kabar buruk." Injil adalah kabar baik yang membuat orang bersukacita! Jadi, ketika Anda berkumpul bersama orang-orang Kristen lainnya, Anda dapat merayakannya, bukan saling meratapi.
Itulah yang dilakukan oleh gereja mula-mula. Kisah Para Rasul 2:46-47 mengatakan, "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. ....sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."
Perhatikan dua kata di sana: "memuji" dan "menikmati." Ibadah mereka penuh sukacita! Allah telah memberikan kepada kita banyak emosi untuk diekspresikan dan salah satu tempat kita dapat mengekspresikan kebahagiaan kita adalah dalam ibadah.
Sebagai orang Kristen, dosa-dosa masa lalu kita telah diampuni, kita memiliki tujuan untuk hidup, dan kita memiliki rumah di surga. Jika hal itu tidak membuat Anda bahagia, saya tidak tahu apa yang bisa membuat Anda bahagia! Seperti yang dikatakan Petrus pada hari ketika gereja lahir, "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, " (Kisah Para Rasul 2:26).
Kita tidak perlu menciptakan sukacita itu dengan kekuatan kita sendiri. Petrus mengutip Raja Daud, dengan berkata, "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu." (Kisah Para Rasul 2:28). Ketika Anda mengetahui jalan Anda (tujuan Allah bagi hidup Anda) dan Anda merasakan kehadiran Allah, Anda secara otomatis dipenuhi dengan sukacita.
Namun, benar bahwa terkadang sukacita dapat memudar. Dalam keadaan seperti itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, Anda dapat berdoa seperti yang dilakukan Daud, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12).
Dan jawaban berikutnya mungkin mengejutkan Anda: Anda dapat mempraktikkan kemurahan hati! Itulah yang dilakukan oleh orang-orang Kristen mula-mula: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." (Kisah Para Rasul 2:44-45).
Dan bagaimana mereka melakukannya? "dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kisah Para Rasul 2:46).
Renungkan :
- Menurut Anda, mengapa ibadah yang penuh sukacita dapat menarik bagi orang-orang yang belum percaya?
- Kapan Anda pernah mengalami sukacita dalam ibadah?
- Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami sukacita dalam ibadah? Jika tidak, luangkan waktu untuk berdoa seperti Daud, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12).
Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12
___________
Kekristenan yang sejati adalah Kabar Baik bagi semua orang. Dan Kabar Baik itu membuat Anda bersukacita!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
The Good News Makes You Joyful
By Rick Warren
“They worshiped together at the Temple each day . . . praising God and enjoying the goodwill of all the people.” Acts 2:46-47 (NLT)
---------------
Do you think church ought to be fun? I do!
Worship is a celebration. It’s a festival, not a funeral. It’s a party for the kingdom of God. Joyful worship attracts non-believers to the church, because people are looking for joy!
There’s so much bad news in the world. But “gospel” means “good news,” not “bad news.” The gospel is good news that makes people joyful! So when you gather with other Christians, you can celebrate, not commiserate.
That’s what the early church did. Acts 2:46-47 says, “They worshiped together at the Temple each day . . . praising God and enjoying the goodwill of all the people” (NLT).
Notice two words there: “praising” and “enjoying.” Their worship was happy! God has given us lots of emotions to express, and one place we can express our happiness is in worship.
As Christians, we have our past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. If that doesn’t make you happy, I don’t know what will! As Peter said on the day the church was born, “Because of this, my heart will be glad, my words will be joyful, and I will live in hope” (Acts 2:26 CEV).
We don’t have to manufacture that joy on our own. Peter quoted King David, saying, “You have shown me the paths that lead to life, and your presence will fill me with joy” (Acts 2:28 GNT). When you know your path (God’s purpose for your life) and you feel God’s presence, you’re automatically filled with joy.
But it’s true that sometimes joy can fade. In that case, there are a couple of things to do. First, you can pray like David did, “Restore to me the joy of your salvation” (Psalm 51:12 NLT).
And the next answer may surprise you: You can practice generosity! That’s what the early Christians did: “ All the believers . . . shared everything they had. They sold their property and possessions and shared the money with those in need” (Acts 2:44-45 NLT).
And how did they do it? “With great joy and generosity” (Acts 2:46 NLT).
Real Christianity is Good News for everyone. And that Good News makes you joyful!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar