20 Juni 2026
Bacaan Hari ini:
Ayub 1:21 "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
--------------------
Saat seseorang baru mulai mengikuti Kristus, Tuhan sering memberikan banyak pengalaman yang menguatkan iman. Doa-doa sederhana dijawab, hati dipenuhi sukacita, dan kehadiran Tuhan terasa begitu nyata.
Namun seiring pertumbuhan rohani, Tuhan mengajarkan sesuatu yang lebih dalam: hidup berdasarkan iman, bukan perasaan.
Fakta dan Perasaan Tidak Selalu Sama
Ada perbedaan antara:
- Kehadiran Tuhan sebagai fakta, dan
- Merasakan kehadiran Tuhan sebagai pengalaman.
Tuhan selalu hadir. Itu adalah fakta.
Namun kita tidak selalu merasakan kehadiran-Nya. Itu adalah pengalaman yang bisa berubah-ubah.
Kadang kita merasa dekat dengan Tuhan. Kadang kita merasa doa seakan tidak dijawab. Kadang Tuhan terasa diam.
Tetapi ketidakhadiran perasaan bukan berarti ketidakhadiran Tuhan.
Pelajaran dari Ayub
Tokoh Alkitab Ayub mengalami salah satu penderitaan terbesar yang pernah dicatat dalam Alkitab.
Dalam waktu singkat ia kehilangan:
- Anak-anaknya
- Hartanya
- Kesehatannya
- Mata pencahariannya
Yang lebih sulit lagi, selama sebagian besar kisahnya Tuhan seolah-olah diam.
Namun respons Ayub luar biasa: "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN."
Ayub tidak memahami apa yang sedang terjadi, tetapi ia tetap memilih percaya kepada Tuhan.
Tuhan Lebih Peduli pada Iman daripada Perasaan
Perasaan sangat berharga, tetapi perasaan tidak selalu dapat dipercaya.
Hari ini Anda mungkin merasa:
- Takut
- Bingung
- Marah
- Kecewa
- Sedih
- Merasa Tuhan jauh
Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa iman berarti tetap mempercayai Tuhan bahkan ketika kita tidak memahami keadaan.
Iman berkata: "Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi aku tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali."
Curahkan Semua Isi Hati kepada Tuhan
Ayub tidak berpura-pura kuat.
Ia mengungkapkan kesedihannya.
Ia mengungkapkan kebingungannya.
Ia mengungkapkan pertanyaannya.
Tuhan tidak marah karena kejujuran Ayub.
Demikian juga hari ini.
Tuhan sanggup menerima:
- Pertanyaan Anda
- Air mata Anda
- Kekecewaan Anda
- Ketakutan Anda
- Pergumulan Anda
Datanglah kepada-Nya apa adanya.
Janji Tuhan
"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" Roma 8:31
Mungkin Anda tidak selalu merasakan kehadiran Tuhan.
Namun firman-Nya tetap benar:
- Tuhan menyertai Anda.
- Tuhan mengasihi Anda.
- Tuhan bekerja bagi kebaikan Anda.
- Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda.
Renungkan
- Pernahkah Anda mengalami masa ketika Tuhan terasa jauh atau diam? Apa yang menolong Anda tetap percaya?
- Mengapa iman sering kali bertumbuh paling besar justru dalam masa-masa sulit?
- Adakah hal yang selama ini Anda ceritakan kepada orang lain, tetapi belum Anda sampaikan dengan jujur kepada Tuhan?
Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 12-13; Kisah Para Rasul 4:23-37
____________
Jangan bergantung pada apa yang Anda rasakan hari ini. Bergantunglah pada siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia janjikan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Is Always with You, No Matter How You Feel - Daily Hope with Rick Warren - June 20, 2026
“Naked I came from my mother’s womb, and naked I will depart. The LORD gave and the LORD has taken away; may the name of the LORD be praised.” Job 1:21 (NIV)
--------------
When you’re a baby Christian, God gives you a lot of confirming emotions and often answers immature, self-centered prayers so you’ll know he exists. But as you grow in faith, he will wean you off these dependencies.
God’s omnipresence and the manifestation of his presence are two different things. One is a fact; the other is often a feeling. It’s a fact that God is omnipresent; he’s always there, even when you’re unaware of him. Even when you don’t feel his presence, you can always trust the fact that God is with you. His presence is too profound to be measured just by emotion.
Yes, God wants you to sense his presence, but he’s more concerned that you trust him than feel him. We live by faith, not by sight or by our feelings.
The situations that will stretch your faith most will be those times when life falls apart and God is nowhere to be found. That happened to a man named Job. On a single day he lost everything—his family, his business, his health, and all his possessions. And then, for 37 chapters in the Old Testament book of Job, God said nothing!
How do you praise God when you don’t understand what’s happening in your life and God is silent? How do you stay connected in a crisis without communication? How do you keep your eyes on Jesus when they’re full of tears? You do what Job did: “Then he fell to the ground in worship and said: ‘Naked I came from my mother’s womb, and naked I will depart. The LORD gave and the LORD has taken away; may the name of the LORD be praised’” (Job 1:20-21 NIV).
Tell God exactly how you feel. Pour out your heart to him. Unload every emotion that you’re feeling. Job did this when he said, “I can’t be quiet! I am angry and bitter. I have to speak” (Job 7:11 GNT).
He cried out when God seemed distant: “Oh, for the days when I was in my prime, when God’s intimate friendship blessed my house” (Job 29:4 NIV).
Whether or not you can feel God today, you can trust that he’s there with you. Are you full of doubt, anger, fear, grief, confusion, or questions? Bring it all to God. He is with you, he is for you, and he can handle all your questions and concerns.
The Bible says, “If God is for us, who can be against us?” (Romans 8:31 NIV).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar