22 Juni 2026
Bacaan Hari ini:
Roma 10:9-10 "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati , maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."
--------------------
Kemarin kita belajar bahwa kebenaran (righteousness) berarti memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya.
Pertanyaannya adalah:
Bagaimana seseorang bisa menjadi benar di hadapan Tuhan?
Jawabannya hanya satu: melalui Yesus Kristus.
Kita Tidak Dapat Membenarkan Diri Sendiri
Surga adalah tempat yang sempurna.
Tidak ada:
- Dosa
- Kejahatan
- Kesedihan
- Ketidakadilan
Masalahnya, tidak ada manusia yang sempurna.
Alkitab berkata: "Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat" Roma 3:20
Sebagus apa pun seseorang, tetap tidak ada yang mampu memenuhi standar kesempurnaan Allah.
Karena itu manusia membutuhkan Juruselamat.
Tuhan Mengutus Yesus untuk Menanggung Hukuman Dosa
Setiap pelanggaran memiliki konsekuensi. Karena Allah adalah adil dan kudus, dosa tidak bisa diabaikan begitu saja.
Namun karena kasih-Nya yang besar, Tuhan menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus. Yesus datang ke dunia untuk menanggung hukuman yang seharusnya kita terima.
Ia mati di kayu salib sebagai pengganti kita. Alkitab berkata: "Dia menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya." — Titus 3:5
Inilah yang membuat Injil disebut Kabar Baik. Semua dosa yang telah kita lakukan telah ditanggung oleh Kristus di kayu salib.
Keselamatan Diterima Melalui Iman
Keselamatan bukan hadiah karena usaha manusia. Keselamatan diterima melalui iman kepada Yesus Kristus.
Roma 10:9-10 menjelaskan bahwa seseorang diselamatkan ketika ia:
1. Percaya dalam hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.
2. Mengaku iman tersebut dengan mulutnya.
3. Menaruh kepercayaan kepada Kristus dan karya-Nya di kayu salib.
Tidak peduli siapa kita.Tidak peduli masa lalu kita. Tidak peduli seberapa besar kesalahan kita.
Kasih karunia Tuhan tersedia bagi setiap orang yang datang kepada-Nya dengan iman.
Anugerah yang Membebaskan
Salah satu kebenaran yang paling menguatkan dalam iman Kristen adalah bahwa keselamatan tidak bergantung pada kemampuan kita mempertahankan kesempurnaan.
Keselamatan bergantung pada karya Yesus yang sempurna. Karena itu orang percaya tidak hidup dalam ketakutan terus-menerus, tetapi hidup dalam rasa syukur, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan.
Renungkan :
- Pernahkah Anda mencoba mendapatkan penerimaan Tuhan melalui usaha dan kemampuan sendiri?
- Apa arti kasih karunia Tuhan bagi Anda secara pribadi?
- Bagaimana hidup Anda berubah ketika menyadari bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan hasil usaha manusia?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 3-5; Kisah Para Rasul 5:22-42
___________
Kita tidak melakukan kebaikan untuk mendapatkan keselamatan. Kita melakukan kebaikan karena telah menerima keselamatan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Can Be Made Right with God - Daily Hope with Rick Warren - June 22, 2026
“If you openly declare that Jesus is Lord and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. For it is by believing in your heart that you are made right with God, and it is by openly declaring your faith that you are saved.” Romans 10:9-10 (NLT)
------------------
The Bible says in Romans 1:17, “The Good News shows how God makes people right with himself” (NCV).
How does God make you right with himself? Through Jesus. Here’s an explanation of what that means:
You can’t make yourself righteous.
Heaven is a perfect place. There’s no sin, sadness, evil, or injustice. But here’s the problem: All people are imperfect, and God can’t let sinful people into heaven because then it would be full of sin too.
Romans 3:20 says, “No one can ever be made right with God by doing what the law commands. The law simply shows us how sinful we are” (NLT).
The only people who think they can keep God’s laws are those who don’t know them—because God’s laws are perfect, and none of us are perfect. We cannot be made right on our own, and so God made a plan to rescue us from our sin and bring us into a relationship with him.
God sent Jesus to pay for your sins so you could be declared righteous.
When you break man’s laws, you pay man’s penalty. When you break God’s laws, you pay God’s penalty, which is eternity in hell. Somebody must pay for all the things you’ve done in life that hurt other people, yourself, God. And so God sent Jesus on a rescue mission. He essentially said, “I’ll send my Son, Jesus, to pay the penalty. He will take your place so you don’t have to go to hell. You can be with me forever.”
Do you understand why the gospel is called Good News? The gospel says that everything you’ve ever done or will ever do wrong in life has already been paid for by Jesus Christ on the cross. Through Jesus you can be made right with God. That’s Good News!
The Bible says, “[God] saved us, not because of the righteous things we had done, but because of his mercy” (Titus 3:5 NLT).
You need to accept by faith what God did for you.
To be made right with God, you need to believe and accept by faith that Jesus paid for your sins when he died on the cross. The Bible says, “If you openly declare that Jesus is Lord and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. For it is by believing in your heart that you are made right with God, and it is by openly declaring your faith that you are saved” (Romans 10:9-10 NLT).
Hallelujah! We all can be saved—no matter who we are, what we’ve done, or how long we’ve done it.
Today is the day to settle this. If you aren’t sure you’re going to heaven when you die, please pray this prayer: “Dear God, thank you that you created me, that you have a plan and purpose for my life, and that you made me to know you. Thank you for the choice that you’ve given me to accept or reject your offer of salvation. Today I repent of my sins and humbly ask you to save me—not based on what I’ve done but based on what Jesus Christ did for me. I don’t understand it all, but as much as I know how, I want to put my trust in your Son. God, I want to get to know you. I want to learn to love you. I want to hunger and thirst for righteousness the rest of my life. I put my trust in your grace and in your forgiveness. I want you to be the Lord of my life. Amen.”
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar