07 Juni 2026
Bacaan Hari ini:
Mazmur 84:5 "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!"
-------------------
Apakah Anda merasa lelah? Mungkin Anda menjalani hari demi hari dengan tenaga yang semakin menipis, dan pada akhir setiap hari Anda merasa kehabisan energi. Alasannya sederhana: Anda adalah manusia.
Kekuatan Anda terbatas. Namun, kekuatan Allah tidak terbatas. Kekuatan Anda bersifat terbatas dan dapat habis. Itulah sebabnya Anda bisa merasa lelah dan kehabisan tenaga. Sebaliknya, kekuatan Allah tidak pernah habis. Allah tidak pernah kehilangan energi. Allah tidak pernah menjadi lelah.
Mazmur 84:5 berkata: "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!"
Apakah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Maka belajarlah untuk bergantung kepada-Nya sebagai sumber kekuatan Anda.
Hudson Taylor, seorang misionaris berpengaruh di Tiongkok pada abad ke-19, adalah seorang pemimpin rohani yang luar biasa. Namun pada masa tuanya, kesehatannya menurun dan tubuhnya menjadi sangat lemah. Dalam sebuah surat kepada temannya, ia menulis: "Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu bekerja. Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu belajar. Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu membaca Alkitab. Aku bahkan tidak mampu berdoa. Aku hanya bisa berbaring tenang di dalam pelukan Allah seperti seorang anak kecil yang percaya sepenuhnya kepada-Nya."
Mungkin suatu hari Anda juga akan mengalami masa ketika Anda begitu lemah sehingga tidak mampu berdoa, membaca Alkitab, menghadiri persekutuan, bekerja, atau melakukan banyak hal lainnya.
Apa yang harus Anda lakukan pada saat-saat seperti itu?
Beristirahatlah dalam kekuatan Tuhan. Bersandarlah pada-Nya seperti seorang anak kecil dalam pelukan ayahnya, dan percayalah kepada-Nya.
Kelemahan sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang baik apabila kelemahan itu membuat Anda semakin bergantung kepada Allah.
Rasul Paulus menulis: "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku...Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." 2 Korintus 12:8-10
Inilah paradoks bergantung kepada Allah:
Renungkan :
- Mengapa terkadang sulit bagi Anda untuk mengakui atau menunjukkan kelemahan?
- Bagaimana budaya di sekitar Anda menanamkan gagasan bahwa Anda harus selalu kuat?
- Apa arti bergantung pada kekuatan Allah? Bagaimana hal itu dapat diwujudkan dalam kehidupan Anda sehari-hari?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 25-27; Yohanes 16
___________
Semakin Anda menyadari kelemahan Anda, semakin Anda bergantung kepada-Nya. Dan semakin Anda bergantung kepada-Nya, semakin kuat Anda menjadi melalui kuasa-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Paradox of Depending on God - Daily Hope with Rick Warren - June 7, 2026
“You bless all who depend on you for their strength.” Psalm 84:5 (CEV)
------------------
Are you tired? Maybe you’re running on steam, and at the end of each day, you’ve run out of energy. The reason why is really simple: You’re a human being.
Your strength is limited. But God’s strength is unlimited. Your strength is finite. But God’s strength is infinite. Your strength is exhaustible—that’s why you get exhausted! But God’s strength is inexhaustible. God never runs out of energy. God never gets tired.
Psalm 84:5 says, “You bless all who depend on you for their strength” (CEV). Do you want God’s blessing on your life? Then you need to depend on God for your strength.
Hudson Taylor was an influential missionary to China in the 19th century. He was a spiritual giant and a brilliant man. In his old age, he lost his health and became quite weak. He wrote a letter to a friend that said, “I am so weak I can no longer work. I am so weak I can no longer study. I am so weak I can no longer read my Bible. I cannot even pray. I can only lie still in the arms of God like a little child in trust.”
At some point in your life, you may be so weak that you can’t even pray, read the Bible, go to a Bible study, work, or really do anything. What do you do in those moments? You rest in the strength of the Lord—in his arms like a little child—and you trust.
Weakness can actually be a good thing in your life if it causes you to depend on God. In 2 Corinthians 12:8-10, Paul says, “Three different times I begged the Lord to take it away. Each time he said, ‘My grace is all you need. My power works best in weakness.’ So now I am glad to boast about my weaknesses, so that the power of Christ can work through me. That’s why I take pleasure in my weaknesses, and in the insults, hardships, persecutions, and troubles that I suffer for Christ. For when I am weak, then I am strong” (NLT).
That’s the paradox of depending on God: The weaker you are, the more you depend on him. And the more you depend on him, the stronger you get.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar