Sabtu, 21 September 2024

Salib Kristus Membuat Doa Menjadi Mungkin

22 September 2024

Bacaan Hari ini:
Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
----------------------
Karena Tuhan selalu baik, maka Dia mementingkan Anda di atas diri-Nya sendiri.

Inilah Kabar Baiknya—sang Raja mengorbankan diri-Nya untuk umat-Nya. Dalam cerita dongeng, semua orang rela mati untuk sang raja dan melindunginya dengan segala cara. Hanya ada satu kisah di dunia ini di mana sang Raja rela mati untuk rakyat-Nya. Itu disebut Injil.

Kekristenan ditandai dengan alur cerita yang unik, berbeda dengan agama-agama lain di dunia ini. Allah berfirman bahwa kita semua berdosa dan pantas mendapatkan hukuman. Akan tetapi, itu bukan akhir cerita. Ada pengharapan dalam Roma 6:23, di mana dikatakan dalam Alkitab, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Itu artinya, karena Allah itu adil, maka harus ada seseorang yang menebus dosa Anda. Karena Dia adalah Tuhan yang baik, yang kudus dan juga mengasihi Anda, maka Dia membuat rencana penyelamatan Anda. Dia datang ke Bumi sebagai Anak Allah, Yesus Kristus, dan mati untuk menebus dosa-dosa Anda. Itulah ekspresi cinta yang paling luar biasa—sang Raja yang bersedia mati untuk rakyat-Nya, Gembala yang bersedia mati untuk domba-domba-Nya.

Tak ada seorang pun yang akan pernah menawarkan dirinya untuk menebus dosa-dosa Anda—kecuali Allah. Yesus tidak mati di kayu salib karena pemerintahan lalim Romawi. Dia mati oleh karena kasih. Dia begitu mengasihi Anda sehingga Dia rela mati untuk Anda karena Dia adalah Tuhan yang baik dan Maha Pengasih.

Apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda di kayu salib membuat doa menjadi mungkin.

"Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Ketika Yesus Kristus mati untuk Anda di kayu salib, Dia telah memecahkan masalah terbesar Anda. itu artinya masalah-masalah lainnya dalam hidup Anda adalah kecil bagi Dia! Allah begitu mengasihi Anda hingga Dia rela mati untuk Anda, hanya karena kebaikan-Nya. Tidakkah menurut Anda Dia juga akan menolong Anda dengan tagihan, utang, masalah kesehatan, dan hubungan Anda? Tidak ada perkara yang terlalu besar bagi Allah. Demikian pula, tak ada satu pun kekhawatiran Anda yang terlalu remeh untuk Anda ceritakan kepada-Nya.

Renungkan hal ini:

- Hal apa yang belum Anda bawa kepada Allah di dalam doa sebab Anda pikir itu terlalu besar atau terlalu sepele?

- Ketika Anda menganggap bahwa Yesus telah memecahkan masalah terbesar Anda di kayu salib, bagaimana hal tersebut mengubah perspektif Anda tentang doa?

- Hari ini apa yang akan Anda percayakan kepada Allah karena Anda telah memercayakan keselamatan Anda kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2
___________
Tak ada perkara yang tidak dapat Anda bawa kepada Allah di dalam doa. Dia sangat mengasihi Anda sehingga Dia bersedia mati untuk Anda, dan Dia begitu mengasihi Anda untuk menjawab doa Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Cross Makes Prayer Possible
By Rick Warren

"Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won't he also give us everything else?" Romans 8:32 (NLT)
------------------
Because God is always good, he puts your good even above his own.

This is the Good News—that the King sacrifices himself for his people. In fairy tales, everybody dies for the king and protects the king at all costs. There's only one story in the world where the King dies for his people. It's called the Gospel.

Christianity is marked by a unique storyline, different from every other religion in the world. God says you've sinned and deserve punishment. But that's not the end of the story. Hope is found in Romans 6:23, where the Bible says, "For the wages of sin is death, but the gift of God is eternal life in Christ Jesus our Lord" (NIV).

This means that, because God is just, somebody must pay for your sin. But because he is a good and holy God and he loves you, he made a plan to save you. He came to earth as the Son of God, Jesus Christ, and died for your sins. This is the ultimate expression of love—the King dying for his people, the Shepherd dying for his sheep.

Nobody has ever offered to pay for your sins—except God. Jesus didn't die on the cross because of the Roman government. He died because of love. He loved you so much that he was willing to die for you because he is good and merciful.

What God did for you at the cross makes prayer possible.

"Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won't he also give us everything else?" (Romans 8:32 NLT)

When Jesus Christ died for you on the cross, he solved your biggest problem. Any other problem you have in your life is small to him! If God loved you enough to die for you—in his goodness—don't you think he loves you enough to help you with your bills and your health and your relationships? Nothing is too big for God. But also, nothing you care about is too small to talk to him about.

There is nothing you can't bring to God in prayer. He loved you enough to die for you, and he loves you enough to answer your prayers.


Jumat, 20 September 2024

Tuhan Mengampuni sebab Dia Baik

21 September 2024

Bacaan Hari ini:
Mazmur 103:10, 12 "Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."
--------------
Tuhan selalu memberikan apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang patut Anda dapatkan.

"Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:10, 12).

Timur dan barat tidak ada ujungnya. Semurah hati itulah Allah mengambil dosa-dosa Anda dan menghapuskannya.

Ketika Raja Daud melakukan perzinahan, lalu menutupinya dengan membunuh suami Batsyeba, apakah Daud sebenarnya pantas mendapatkan pengampunan Allah? Tidak. Apakah Daud sebenarnya pantas mendapatkan belas kasih Allah? Tidak. Tetapi Daud tahu bahwa Allah adalah Bapa yang baik sehingga Dia meminta kemurahan hati-Nya: "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!" (Mazmur 51:1-2).

Ketika Anda melakukan dosa, Anda juga bisa berdoa dengan doa yang sama. Ucapkanlah doa ini dengan iman karena pengampunan tergantung dari kemurahan hati Tuhan, bukan karena siapa Anda atau apa yang telah Anda lakukan.

Tuhan mengampuni Anda, bukan karena Anda baik, tetapi karena Dia baik. Anda tidak harus berusaha untuk menjadi cukup baik. Anda tidak akan pernah bisa! Itulah yang sangat menakjubkan tentang kasih Tuhan.

Ketika Anda meminta pengampunan dari Tuhan, Dia mengampuni Anda segera dan sepenuhnya. Itulah Kabar Baik. Apa pun yang telah Anda lakukan, Tuhan tidak akan pernah menolak Anda. Dia menyambut Anda dengan tangan terbuka dan penuh kasih.

Kasih-Nya sungguh luar biasa sebab ini merupakan kebalikan dari apa yang dilakukan manusia. Ketika Anda berdosa terhadap seseorang, apakah mereka mau menerima Anda kembali? Biasanya tidak. Mereka justru ingin menjauh dan mendorong Anda sejauh mungkin. Mereka tidak mau menerima Anda kembali—karena Anda telah menyakiti hati mereka.

Namun, Allah adalah kasih dan penuh kebaikan. Dia mengasihi Anda sebab mengasihi adalah sifat-Nya. Kebaikan dan kasih-Nya ialah alasan mengapa Dia memberikan apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang sepatutnya Anda dapatkan.

Renungkan hal ini:

- Mengapa Tuhan ingin Anda datang kepada-Nya dan meminta pengampunan, meskipun Anda tahu bahwa Dia akan mengampuni Anda?

- Apa artinya Tuhan tetap menerima Anda, walaupun Anda telah berdosa? Apa pengalaman Anda akan hal ini?

- Karena Yesus telah memberikan belas kasih-Nya yang begitu besar kepada Anda, bagaimana seharusnya Anda mengampuni orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1
_________
Sebenarnya Anda tidak layak menerima belas kasih dan pengampunan-Nya—tidak ada seorang pun dari kita yang layak sebab kita semua telah berdosa. Puji Tuhan, Dia tetap memberikannya kepada kita!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Forgives Because He's Good
By Rick Warren

"He does not punish us as we deserve or repay us according to our sins and wrongs. As far as the east is from the west, so far does he remove our sins from us." Psalm 103:10, 12 (GNT)
-------------------
God always gives you what you need, not what you deserve.

"He does not punish us as we deserve or repay us according to our sins and wrongs. As far as the east is from the west, so far does he remove our sins from us" (Psalm 103:10, 12 GNT).

There is no end to the east and west. God takes your sins and completely wipes them out.

When King David in the Bible committed adultery and then covered it up by having Bathsheba's husband murdered, did David deserve to be forgiven? No. Did David deserve mercy? No. But David knew that God is a good God, and so he asked for mercy: "Be merciful to me, O God, because of your constant love. Because of your great mercy wipe away my sins! Wash away all my evil and make me clean from my sin!" (Psalm 51:1-2 GNT).

When you sin, you can pray that same prayer. And you can pray it confidently because it's based on who God is, not who you are or what you've done.

God forgives you, not because you're good but because he is good. You don't have to try to be good enough. You'll never be good enough! That's what's so amazing about God's grace.

When you ask for God's forgiveness, he forgives you immediately and completely. This is a big deal. Whatever you've done, God doesn't reject you when you sin. He receives you with open, loving arms.

This is amazing to us because it's the exact opposite of what people do. When you sin against someone, do they want to receive you back? Absolutely not. They want to be distant and push you away. They don't want to receive you—because you've hurt them.

But God is love and full of goodness. He loves you because love is his nature. His goodness and love are the reasons you get what you need, not what you deserve.

You don't deserve grace and forgiveness—none of us do. Thank God he gives it to us anyway!


Kamis, 19 September 2024

Jangan Buat Tuhan Menunggu

20 September 2024

Bacaan Hari ini:
Yesaya 30:18 "Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkithendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!"
------------------
Jika Anda jauh dari seseorang yang Anda kasihi untuk waktu yang lama, Anda akan tidak sabar untuk berbicara dengan mereka. Begitu pula dengan Tuhan, jika Anda belum dekat dengan Tuhan, Dia pun tidak sabar menunggu Anda untuk berbicara dengan-Nya—sebab Dia sangat mengasihi Anda. Dia selalu siap sedia! Dia memiliki sistem panggilan telepon 24/7. Dia tidak pernah offline. Anda dapat berbicara dengan-Nya kapan saja, sepanjang hari.

Tahukah Anda bahwa jika Anda tidak berdoa dan tidak meluangkan waktu bersama Tuhan dan Firman-Nya setiap hari, Tuhan menanti-nantikan Anda? Yesaya 30:18 mengatakannya seperti ini: "Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkithendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!" Anda diciptakan untuk mengenal Tuhan dan memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. Tuhan sedang menunggu Anda—bukan untuk menghukum Anda, melainkan supaya Dia dapat menunjukkan kasih dan belas kasih-Nya. Itulah alasan utama Anda ada!

Beberapa orang tua tahu rasa sakitnya memiliki anak yang tidak dapat berkomunikasi oleh karena alasan fisik atau emosional. Ketika Anda mencintai mereka tetapi Anda tidak dapat berkomunikasi dengan mereka, itu rasanya menyakitkan. Sementara itu, ada orang tua yang memiliki anak yang dapat berbicara, tetapi mereka menolak untuk berkomunikasi. Mereka menutup diri dari kehidupan orang tua mereka. Ketika Anda merindukan panggilan telepon yang tak kunjung datang, itu juga menyakitkan.

Begitulah perasaan Tuhan terhadap Anda ketika Anda tidak berbicara dengan-Nya. Apakah Anda tidak berbagi isi hati, perasaan, dan kebutuhan Anda selama berhari-hari atau berminggu-minggu—keraguan dan ketakutan, suka duka Anda kepada Tuhan? Ketika Anda tidak berbicara dengan-Nya selama itu, Tuhan berpikir, "Akulah yang menciptakanmu. Aku mencintaimu. Aku ingin menjalin hubungan denganmu. Mengapa engkau berpaling dari-Ku?"

Jangan lewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Tuhan, Pencipta Anda. Anda tidak diciptakan di planet ini untuk melaksanakan hal-hal yang harus Anda lakukan. Anda diciptakan di planet ini untuk dikasihi oleh Allah dan untuk belajar mengasihi Dia kembali. Anda dipilih untuk menjadi anak-Nya. Anda diciptakan untuk menjadi keluarga-Nya.

Allah berfirman, "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran" (Hosea 6:6).

Renungkan hal ini:

- Apakah doa terasa seperti beban atau berkat bagi Anda? Menurut Anda, mengapa Anda merasa demikian?

- Cobalah berbicara dengan Tuhan seolah-olah Anda sedang berbicara dengan anggota keluarga atau sahabat dekat Anda tentang hari Anda. Apa bedanya?

- Bagaimana dengan mengetahui tujuan hidup Anda, yaitu mengasihi Tuhan dan dikasihi-Nya, mengubah prioritas-prioritas Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13
__________
Tuhan sedang menunggu Anda untuk berbicara dengan-Nya. Jangan biarkan Dia menunggu lebih lama lagi!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Don't Leave God Waiting
By Rick Warren

"So the LORD must wait for you to come to him so he can show you his love and compassion." Isaiah 30:18 (NLT)
---------------
God longs to be close to you.

If you're away from somebody you love for a long time, you can't wait to talk to them. If you have not been close to God, he can't wait for you to talk to him—because he loves you so much. And he's always available! He's got a 24/7 drop-in system. He's never offline. You can talk to him any moment of the day.

Did you know that every day you go without prayer and spending time with God and his Word, God is waiting for you? Isaiah 30:18 says it like this: "So the LORD must wait for you to come to him so he can show you his love and compassion" (NLT). You were made to know God and have a relationship with him. God is waiting for you—not so he can condemn you but so he can show you his love and compassion. It's the whole reason you exist!

Some parents know the unique pain of a child who can't talk for a physical or emotional reason. When you love them but can't have a conversation with them, that's a heartache. Other parents have a child who can talk but refuses to talk with them. They've been shut out of their child's life. When you long for a phone call that may never come, that's a heartache, too.

That's the way God feels about you when you don't talk to him. Do you go days or weeks without sharing your heart, what you're feeling, and what you need—your doubts and fears, your highs and lows? When you go that long without talking to him, God is thinking, "I created you. I love you. I want a relationship with you. Why do you turn away from me?"

Don't miss out on talking to the God who created you. You weren't put on this planet to mark things off your to-do list. You were put on this planet to be loved by God and to learn to love him back. You were chosen to be his child. You were formed for his family. You were created for companionship.

God says, "I want you to show love, not offer sacrifices. I want you to know me more than I want burnt offerings" (Hosea 6:6 NLT).

God is waiting for you to talk to him. Don't make him wait any longer!


Rabu, 18 September 2024

Berdoa dengan Sederhana

19 September 2024

Bacaan Hari ini:
Matius 6:7-8 "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."
----------------
Semakin panjang doa bukan berarti semakin manjur kuasanya.

Tuhan jauh lebih tertarik pada doa yang rendah hati dan otentik daripada doa yang seperti khotbah panjang lebar. Langsung saja pada intinya!

Pada Khotbah di Bukit, Yesus mengajarkan banyak hal tentang berdoa dengan sederhana, tak perlu berusaha agar itu terdengar sangat spiritual:

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Matius 6:5-8).

Anda tidak perlu meyakinkan Tuhan tentang apa yang Anda butuhkan. Dia sudah tahu itu! Datanglah kepada-Nya dengan sesederhana, sejujur, dan dengan serendah hati mungkin, dan ceritakan apa pun yang Anda butuhkan.

Jangan gunakan doa untuk pamer. Saya yakin Anda pernah melihat orang-orang yang melakukan demikian. Tetapi ketahuilah mereka tak akan mendapat sanjungan dari Tuhan dengan doa yang semacam itu. Tuhan melihat hati.

Sebaliknya, berdoalah dengan tulus. Jangan menyemburkan kata-kata klise. Jangan menambahkan kata-kata pemanis hanya karena Anda takut doa Anda terlalu pendek.

Bicaralah dengan Tuhan sebagaimana Anda berbicara dengan orang-orang yang Anda kasihi. Katakan, "Ya, Tuhan. Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih untuk bantuan-Mu. Aku akan bicara dengan-Mu lagi nanti." Doa adalah percakapan yang berkelanjutan. Anda dapat melanjutkannya kemudian.

Renungkan hal ini:

- Apakah dengan mengetahui bahwa Tuhan ingin Anda menggunakan kata-kata yang sederhana dan tulus saat berdoa membantu Anda untuk lebih mudah berdoa di depan orang banyak? Mengapa atau mengapa tidak?

- Menurut Anda mengapa Tuhan lebih memilih doa yang rendah hati dan tulus daripada doa yang bertele-tele?

- Apa yang paling memenuhi pikiran Anda hari ini? Sudahkah Anda membicarakannya dengan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12
____________
Menambahkan kata-kata yang bertele-tele ke dalam doa tidak akan membuatnya lebih manjur. Berdoalah dengan sederhana, dengan hati yang tulus dan dengan iman.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Keep Your Prayers Simple
By Rick Warren

"And when you pray, do not keep on babbling like pagans, for they think they will be heard because of their many words . . . for your Father knows what you need before you ask him." Matthew 6:7-8 (NIV)
------------------
Longer is not stronger when it comes to prayer.

God is much more interested in humble and authentic prayers than a long-winded sermon in prayer. Just get to the point!

Jesus had a lot to say in the Sermon on the Mount about praying simply, without trying to sound super spiritual:

"And when you pray, do not be like the hypocrites, for they love to pray standing in the synagogues and on the street corners to be seen by others. Truly I tell you, they have received their reward in full. But when you pray, go into your room, close the door and pray to your Father, who is unseen. Then your Father, who sees what is done in secret, will reward you. And when you pray, do not keep on babbling like pagans, for they think they will be heard because of their many words . . . for your Father knows what you need before you ask him" (Matthew 6:5-8 NIV).

You don't have to convince God of what you need. He already knows! Just come to him as simply, honestly, and humbly as you can, and talk about what you need.

Don't use prayer to show off. I'm sure you've seen or heard people try to impress others through their prayers. But they don't get any extra credit for sounding impressive or stretching out a

prayer. That's not what God wants to hear. He wants a conversation with you, not just words directed at him.

Instead, be sincere when you pray. Don't spout off clichés. Don't add in fillers because you're afraid your prayers are too short.

Talk to God like you would to a loved one or a good friend. As you walk out your front door in the morning, you might say, "God, it's a nice day. Thanks for making it." Then as you go throughout your day, you can keep that conversation open, having short conversations with God about what you're doing, what you need help with, or what you're grateful for.

Adding words to your prayer doesn't make it any stronger. Keep it simple, with a sincere heart and sure faith.


Selasa, 17 September 2024

Ceritakan kepada Tuhan tentang Minat Anda

18 September 2024

Bacaan Hari ini:
Mazmur 103:13 "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia."
--------------------
Tuhan tertarik dengan segala hal yang menarik minat Anda. Dia ingin Anda melakukanya karena tiga hal:

Tuhan mencintai Anda. Anda ada karena Tuhan ingin mencintai Anda. Itu alasan Anda hidup! Ketika Anda mencintai seseorang, Anda tertarik pada apa pun yang mereka minati. Ada banyak hal yang membuat saya tertarik karena istri saya menyukainya juga—karena saya mencintai dia. Tuhan juga merasakan hal yang sama tentang Anda, tetapi seribu kali lebih dalam.

Tuhan memberikan Anda minat itu. Anda tahu semua hobi dan olahraga dan semua hal yang senang Anda lakukan? Anda mendapatkan ketertarikan itu dari Pencipta Anda. Dialah yang menghubungkan Anda dengan hobi atau kegemaran Anda, artinya Dia benar-benar tahu apa yang Anda minati lebih dari diri Anda sendiri. Dia mengasihi Anda, dan Dia senang melihat Anda menikmati hal-hal yang Dia ciptakan buat Anda gemari.

Tuhan senang berbicara dengan anak-anak-Nya. Dia adalah Bapa Anda. Orang tua tertarik dengan minat anak-anak mereka. Apakah Anda pernah bosan ketika berdoa? Jika ya, itu karena Anda berbicara tentang hal-hal yang menurut Anda harus Anda bicarakan, bukan apa yang sebenarnya Anda cintai. Allah adalah Bapa yang baik, dan Dia tertarik pada apa pun yang menarik hati Anda.

Alkitab mengatakan seperti ini: "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia" (Mazmur 103:13).

Jika Anda orang tua, apakah Anda menunggu sampai anak Anda bisa berbicara untuk mulai mencintai mereka? Tentu saja tidak. Anda sudah begitu mencintai mereka, bahkan sebelum mereka lahir atau mengucapkan sepatah kata pun. Baik Anda pernah berbicara dengan Tuhan di dalam doa atau pun tidak pernah, Dia amat mencintai Anda, seperti orang tua yang mencintai anaknya bahkan jauh sebelum mereka dapat berkomunikasi.

Ketika anak-anak mulai bertumbuh dewasa, orang tua ingin berbicara dengan mereka. Mereka ingin tahu apa yang anak-anak mereka pikirkan dan rasakan serta berbagi beban dan kegembiraan mereka. Mereka ingin mendukung kesukaan anak-anak mereka dan mendengarkan perspektif mereka.

Itulah tipe hubungan yang Tuhan ingin Dia jalin dengan Anda. Dia mencintai Anda, terlepas dari apakah Anda berkomunikasi dengan-Nya atau tidak. Namun, Dia merindukan masa ketika Anda tumbuh dewasa dan berbicara dengan-Nya tentang hal-hal yang penting buat Anda.

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda paling sering berdoa? Apakah Anda merasa dapat berbicara dengan Tuhan kapan saja?

- Jika Anda adalah orang tua, bagaimana Anda ingin anak-anak Anda berkomunikasi dengan Anda? Apakah Anda berbicara dengan Tuhan demikian?

- Apa saja hal-hal yang paling Anda gemari? Kapan terakhir kali Anda berbicara dengan Tuhan tentang hal itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11
___________
Tuhan senang Anda menceritakan apa pun kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Talk to God about Your Interests
By Rick Warren

"The Lord is like a father to his children, tender and compassionate to those who fear him." Psalm 103:13 (NLT).
------------------
God loves for you to talk to him about anything. Whatever you're interested in, God is interested in it too. He wants you to talk to him about your interests for three reasons.

God loves you. You exist because God wants to love you. It's the reason you're alive! When you love someone, you're interested in what they're interested in. There are many things I've become interested in because my wife is interested in them—because I love her. God feels the same way about you, but a thousand times more.

God gave you those interests. You know all those hobbies and sports and all the things you like to do? You got those desires from your Creator. He wired you with them, which means he knows what you're interested in more than you do. He loves you, and he delights to see you enjoy the things he made you to love.

God enjoys talking with his children. He is your Father. Parents are interested in what their kids are interested in. Are you ever bored while you're praying? If you are, that's because you're talking about stuff that you think you should talk about, not what you're actually interested in. God is a good Father, and he's interested in what you are interested in.

The Bible says it like this: "The Lord is like a father to his children, tender and compassionate to those who fear him" (Psalm 103:13 NLT).

If you're a parent, did you wait until your kids could talk in order to start loving them? Of course not. You loved them deeply, even before they were born or said a word. Whether you ever talk to God in prayer or not, he loves you deeply, just like a parent loves a child even before they can talk.

But as children begin to grow, parents desire to have a conversation with them. You want to know what they're thinking and feeling and share their burdens and joys. You want to delight in their interests and hear their perspective.

That's the kind of relationship God wants to have with you. He loves you, whether or not you communicate with him. But he longs for the day that you grow up and talk to him about the stuff that's important to you.


Senin, 16 September 2024

Pertumbuhan Rohani Membutuhkan Komunitas Orang Percaya

17 September 2024

Bacaan Hari ini:
Roma 1:12 "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."
-----------------
Anda tak dapat meraih kedewasaan rohani sendiri. Anda bisa mencobanya, tetapi Anda akan merasa kesepian, lemah, dan akhirnya berhenti bertumbuh. Tapi sebaliknya, semakin Anda melibatkan orang lain dalam hidup Anda yang kuat di dalam Tuhan, semakin Anda akan bertumbuh dalam kedewasaan rohani.

Alkitab berkata, "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku" (Roma 1:12).

Di dalam Alkitab, ada 56 perintah "sesamamu" yang tidak akan bisa Anda taati kecuali Anda berada di dalam sebuah komunitas orang percaya. Mengasihi sesama. Peduli terhadap sesama. Membantu sesama. Menguatkan sesama. Mendoakan sesama. Berbagi dengan sesama.

Untuk bisa bertumbuh dalam kedewasaan rohani, Tuhan menghubungkan Anda dengan anggota keluarga-Nya.

Hal utama yang Tuhan ingin Anda pelajari dalam hidup ialah bagaimana mengasihi Dia serta orang lain. Alasan utama mengapa Anda tidak mau bergabung dalam komunitas ini ialah alasan utama Anda mengapa Anda harus berada di dalam komunitas ini. Anda mungkin berpikir, "Tapi, mungkin akan ada orang-orang yang tidak sepemikiran dengan saya, atau mungkin ada orang-orang yang mudah tersinggung." Justru Anda membutuhkan orang-orang itu! Anda membutuhkan orang-orang dalam hidup Anda yang terkadang punya pemikiran yang berbeda dari Anda, yang menantang keegoisan Anda, dan yang membuat Anda belajar untuk berbelas kasih dan lebih peduli terhadap orang lain.

Beberapa orang tidak akan pernah bertumbuh dewasa. Mereka terjebak dalam konsep "saya"—jadwal aktivitas, kepentingan, masalah, dan prioritas "saya".

Sering kali mereka ini adalah orang-orang yang menolak untuk membuka diri di dalam komunitas. Tetapi jika seluruh inti kehidupan ialah untuk belajar mengasihi, maka Anda harus mendorong diri Anda sendiri untuk keluar dari zona nyaman Anda dan bergabung dengan sekelompok orang yang akan mendukung dan mendorong Anda dalam mengejar tujuan-tujuan dalam hidup Anda.

Kita hanya bisa bertumbuh dalam kedewasaan rohani jika berada dalam komunitas orang percaya. "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat" (Ibrani 10:24-25).

Renungkan hal ini:

- Apakah ada sesuatu yang selama ini menahan Anda untuk menjadi bagian dari komunitas orang percaya? Bagaimana hal itu menunjukkan kebutuhan Anda akan komunitas yang otentik dan Alkitabiah?

- Jika bergabung dengan komunitas tidak memungkinkan bagi Anda, apa cara lain yang dapat Anda lakukan secara intensional untuk menciptakan komunitas dengan orang Kristen lainnya untuk membantu Anda bertumbuh dalam iman?

- Bagaimana Yesus memberikan teladan kepada Anda akan betapa pentingnya hidup dalam komunitas keluarga Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10
___________
Pertumbuhan rohani bersifat relasional. Kita lebih baik bila bersama!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
To Grow Spiritually, You Need Community
By Rick Warren

"I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you." Romans 1:12 (NCV)
------------------
You cannot grow to spiritual maturity by yourself. You can try it, but you're going to be lonely, weak, and spiritually stunted. But the more you involve other people in your life who are strong in the Lord, the more you will grow in spiritual maturity.

Spiritual growth is relational. We're better together!

The Bible says, "I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you" (Romans 1:12 NCV).

There are 56 "one another" commands in the Bible that you cannot obey unless you're in a small group. Love one another. Care for one another. Help one another. Encourage one another. Pray for one another. Share with one another.

God wired you so that you have to be connected in his family in order to grow.

The number one thing God wants you to learn in life is how to love him and other people. The very reason you might not want to be in a small group is the very reason you need to be in a small group. You might think, "But there might be some people who disagree with me or people who are irritable." You need those people! You need people in your life who think differently from you, who challenge your self-centeredness, and who teach you to be generous and think of others.

Some people never grow up. They're stuck thinking it's all about "me"—"my" schedule, needs, problems, and priorities. Often, those are the people who refuse to open themselves up to being in community. But if the whole point of life is to learn to love, then you've got to push yourself out of your comfort zone and into a group of people who will support and encourage you to fulfill your purpose.

We only grow in community.

"Let us be concerned for one another, to help one another to show love and to do good. Let us not give up the habit of meeting together, as some are doing. Instead, let us encourage one another all the more" (Hebrews 10:24-25 GNT).


Minggu, 15 September 2024

Kebiasaan Anda Menentukan Pertumbuhan Spiritual Anda

16 September 2024

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 9:25 *"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi."*
---------------
Banyak orang menganggap Tom Brady adalah quarterback terhebat yang pernah bermain di National Football League (NFL). Pada tahun 2021, ia meraih cincin juara ketujuhnya sebagai pemain tertua yang tampil di Super Bowl (pertandingan final American Football). Bagaimana dia bisa begitu mahir di bidangnya?

Ada sederet daftar kegiatan yang harus dilakukan oleh Brady untuk tetap dalam performa puncaknya secara mental, fisik, dan emosional. Salah satunya, minum 600 ml air segera setelah dia bangun pagi setiap hari. Kebiasaan sehatnya ini pun membuahkan hasil.

Anda bertumbuh ketika Anda mengembangkan kebiasaan baik. Ini juga berlaku bagi semua bidang kehidupan Anda, termasuk dalam pertumbuhan rohani Anda. Ketika Anda membangun kebiasaan baik dalam hidup, Anda akan memiliki karakter yang baik. Bila Anda memiliki karakter yang baik, maka Anda akan memiliki masa depan yang gemilang. Karakter Anda adalah jumlah keseluruhan dari kebiasaan-kebiasaan Anda.

Alkitab mengatakan, "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya." (Yohanes 13:17).

Anda tidak mendapatkan berkat Tuhan hanya dengan tahu hal yang benar buat dilakukan. Anda mendapatkan berkat Tuhan karena melakukan hal yang benar dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam hidup Anda. Bagaimana caranya membangun kebiasaan baik? Melalui pengulangan dan latihan. Studi demi studi menunjukkan bahwa Anda harus melakukan sesuatu—baik itu olahraga, diet, atau kebiasaan rohani—setiap hari selama enam minggu sebelum itu terbentuk menjadi sebuah kebiasaan.

Belajar beberapa hari lalu absen satu hari dan kemudian mengulangi pola yang sama berulang kali itu ibaratnya menggulung seutas tali dan kemudian menjatuhkannya. Setiap kali Anda melewatkan satu hari belajar Alkitab, Anda akan terus kehilangan yang sudah Anda pelajari.

Anda harus mengembangkan kebiasaan dalam hidup Anda seumur hidup Anda untuk membantu Anda bertumbuh dewasa dan menjadi kuat. Orang-orang yang sukses hanyalah orang-orang biasa yang memutuskan untuk berkomitmen mengembangkan dan melakukan kebiasaan baik sepanjang hidup mereka. Anda menentukan kebiasaan Anda, dan kebiasaan Anda menentukan Anda.

"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi" (1 Korintus 9:25).

Renungkan hal ini:

- Tahun ini, bagaimana Anda ingin bertumbuh secara rohani? Apa yang harus Anda lakukan untuk bisa meraihnya? Tuliskan rencana langkah demi langkah untuk membuat Anda tetap pada jalurnya.

- Terlalu sering kita menetapkan tujuan dengan jangka waktu atau harapan yang tidak realistis. Anda tidak harus menyelesaikan segalanya minggu ini! Apa satu hal kecil yang dapat Anda lakukan setiap hari yang, seiring waktu, akan membuat satu perbedaan dalam pertumbuhan rohani Anda?

- Bagaimana bantuan dari sesama orang Kristen membantu Anda untuk tumbuh secara rohani dan dalam setiap bidang kehidupan Anda lainnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9
________
Kebiasaan baik yang Anda bangun dalam kehidupan rohani Anda akan terbayar di sorga kekal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Habits Determine Your Spiritual Growth
By Rick Warren

"Everyone who competes in the games goes into strict training. They do it to get a crown that will not last, but we do it to get a crown that will last forever." 1 Corinthians 9:25 (NIV)
------------------
Many people consider Tom Brady to be the greatest quarterback ever to have played in the National Football League. In 2021, he won his seventh championship ring as the oldest player to appear in a Super Bowl. How did he get to be so good?

There's a whole list of things Brady did to stay in peak performance mentally, physically, and emotionally, including drinking 20 ounces of water as soon as he woke up every morning. He developed healthy habits that paid off for him.

You grow when you develop good habits. This applies to every area of your life, including your spiritual growth. When you build good habits, you'll have good character. If you have good character, you'll have a great destiny. Your character is the sum total of your habits.

The Bible says, "Now that you know these things, you will be blessed if you do them" (John 13:17 NIV).

You don't get God's blessing for knowing the right thing to do. You get God's blessing for doing the right thing and making it a habit in your life. How do you build habits? Through repetition and practice. Study after study shows you have to do something—whether it's exercise, diet, or a spiritual habit—every day for six weeks before it becomes a habit.

Think about developing the habit of a daily Bible study. If you do a few days and then skip a day, and then do a few more days and then skip another day, it will be hard to develop a habit. But when you can discipline yourself to study your Bible every day, eventually it will become second nature; it will become a habit.

When you take the time to develop a good habit, you can then use it for the rest of your life to help you grow and be strong. Successful people are just normal people who decide to develop good habits that stay with them for the rest of their lives. You determine your habits, and your habits determine you.

The Bible says it like this: "Everyone who competes in the games goes into strict training. They do it to get a crown that will not last, but we do it to get a crown that will last forever" (1 Corinthians 9:25 NIV).

The good habits you build in your spiritual life are going to pay off forever in eternity.