Rabu, 07 Desember 2022

Mustahil? Percaya Allah akan Menjawabnya


08 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Ibrani 11:11
πŸ‘‰ "Karena iman ==> ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu,
🫡 walaupun usianya sudah lewat,
✍️ karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu ==> setia."
--------------------
πŸ”– Ketika Allah mengembangkan ==> karakter Anda,
πŸ‘‰ terkadang Dia akan menguji Anda dengan masalah yang kelihatannya ==> tidak dapat diselesaikan.
πŸ”– Saya menyebutnya ==> "Tes Bagaimana."
🫡 Itulah saat-saat ketika ==> Anda bertanya-tanya,
⁉️ "Bagaimana saya akan menyelesaikan yang ini, ==> Tuhan?"

πŸ”– Allah memberi Abraham masalah yang tampaknya ==> tak bisa dipecahkan
πŸ“ Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa  ==> Dia akan
✏️ memimpinnya ke suatu negeri baru,
✏️ memberikannya tanah di negara itu, dan
✏️ menjadikannya Bapa Segala Bangsa.
πŸ“ Dia juga berjanji bahwa Abraham akan memiliki begitu banyak
✏️ anak,
✏️ cucu, dan
✏️ cicit,
πŸ“ sehingga mereka akan memenuhi seluruh Bumi ini.
πŸ”– Singkatnya, Allah akan memberi Abraham, sebagai warisan,
==> "Sebuah bangsa yang besar."

πŸ”– Akan tetapi, ada satu masalah:
πŸ‘‰ Ketika Allah memberikan dia ==> janji itu,
🫡 pada saat itu Abraham
☝️ telah berusia 75 tahun dan
✌️ tidak memiliki seorang anak pun.
πŸ”– Kemudian, Abraham masuk ke tanah Kanaan, yang pada akhirnya ==> disebut Israel.
πŸ“ Selama di sana, dia terus menunggu  ==> kapan istrinya akan mengandung.
✏️ Di usianya yang ke 99,
==> istrinya belum juga mengandung.

✍️ Itulah yang kita sebut sebagai
==> masalah yang tak dapat terselesaikan.

πŸ“ Bahkan Alkitab mengatakan bahwa ketika Allah memberi tahu Abraham dan Sara bahwa
==> mereka akan mempunyai seorang bayi,
✏️ mereka pun ==> tertawa.
⁉️ Bagaimana mungkin mereka akan mempunyai bayi ==>  di usia senja?

✍️ Inilah yang disebut ==> Ujian Bagaimana.
πŸ“– Ibrani 11:11 mengatakan,
πŸ‘‰ "Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk ==> menurunkan anak cucu,
🫡 walaupun usianya ==> sudah lewat,
✍️ karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu ==> setia."
πŸ’Œ Mereka kemudian menamakan bayi itu,  ==> Ishak, yang berarti "tertawa."

πŸ”– "Itulah sebabnya, maka dari satu orang,
πŸ“ malahan orang yang telah mati pucuk,  ==> terpancar keturunan besar,
✏️ seperti bintang di langit dan
✏️ seperti pasir di tepi laut,
πŸ“  yang *tidak terhitung banyaknya"
πŸ“– (Ibrani 11:12).

✍️ Akan muncul banyak kesempatan dalam hidup Anda
πŸ”– di mana Allah menyuruh Anda untuk melaksanakan sesuatu ==> yang tampaknya mustahil.
πŸ‘‰ Namun, Dia tidak ingin Anda
memahami segalanya atau
tahu bagaimana cara melakukan segalanya.
🫡 Dia bahkan tidak mengharapkan Anda untuk ==> selalu tahu langkah selanjutnya yang harus Anda ambil.

✍️ Sebaliknya, Allah ingin ==> Anda percaya
☝️ bahwa Dia mengetahui segalanya, dan
✌️ bahwa Dia akan menyelesaikan masalah  dengan
πŸ‘Œ cara dan
πŸ‘Œ waktu-Nya.
πŸ‘‰ Ketika Anda menunjukkan iman yang  ==> seperti itu,
🫡 karakter Anda akan
πŸ‘ semakin bertumbuh dan
πŸ‘ semakin serupa dengan Yesus.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Allah tidak selalu memperlihatkan kepada Anda cara kerja Dia dalam hidup Anda?

- Apakah Anda percaya Allah akan melakukan mujizat hari ini? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada Allah bahwa Anda percaya Dia akan menyelesaikan masalah Anda yang tak terpecahkan, meskipun Anda tak mengerti caranya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 3; I Yohanes 1-3
___________
✍️ Iman adalah mengharapkan mujizat  ==> tanpa mengetahui caranya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Impossible? Trust God For the Answer
By Rick Warren

"It was by faith that even Sarah was able to have a child, though she was barren and was too old. She believed that God would keep his promise." Hebrews 11:11 (NLT)
-------------------------
When God is growing your character, he sometimes will test you with what seems like an unsolvable problem. I call it the "How Test." It's when you ask, "How in the world am I going to solve this one?"

God gave Abraham what seemed like an unsolvable problem. God promised Abraham that he was going to move him to a new country, give him the land in that country, and make him the father of a great nation. He also promised that Abraham would have so many children, grandchildren, and great-grandchildren, that they would populate the whole land.

In other words, he was going to give Abraham, as his heritage, a great nation.

But here's the thing: Abraham was 75 years old and childless when God gave him this promise. He moved to the land of Canaan, which would eventually be called Israel. While he was there, he kept waiting for his wife to get pregnant. By age 99, he still didn't have a son.

It was what you might call an unsolvable problem.

In fact, the Bible says that when God told Abraham and Sarah that they were going to have a baby, they laughed. How in the world were they going to have a baby?

This was their How Test. Hebrews 11:11 says, "It was by faith that even Sarah was able to have a child, though she was barren and was too old. She believed that God would keep his promise" (NLT). They named the baby Isaac, which means "laughter."

"And so a whole nation came from this one man who was as good as dead—a nation with so many people that, like the stars in the sky and the sand on the seashore, there is no way to count them" (Hebrews 11:12 NLT).

God had the last laugh!

There are going to be plenty of times in your life when God tells you to do something that seems impossible. But he doesn't want you to understand everything or know how to do everything. He doesn't even expect you to always know the next step to take.

Instead, God wants you to believe that he knows everything, and he will work things out in his own way and time. Faith is expecting a miracle without knowing how. When you show this kind of faith, you grow in character and become more like Jesus.


Selasa, 06 Desember 2022

Anda Butuh Janji Allah, Bukan Penjelasan-Nya


07 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Ibrani 11:9
✍️ "Karena iman ia diam di tanah yang  ==> dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing
πŸ‘‰ dan di situ ia tinggal di kemah dengan
πŸ‘€ Ishak dan
πŸ‘€ Yakub,
🫡 yang turut menjadi ahli waris
==> janji yang satu itu.
--------------------------------
πŸ’‘ Dalam Alkitab, ==> Allah memberikan lebih dari 7.000 janji kepada Anda—
✍️ tetapi Dia tidak menjamin bahwa ==> Dia akan memenuhi semuanya seketika.

✍️ Sebagai pengikut Kristus, bersiaplah, karena ==> Allah akan menguji iman Anda.
πŸ“ Salah satu ujian tersebut datang ketika  ==> janji-Nya belum terwujud.
✏️ Saya menyebutnya ==> "Ujian Kapan".

πŸ”– Anda dapat mengetahui sedang menghadapi ==> Ujian Kapan ketika Anda bertanya,
⁉️ "Kapan, ==> Tuhan?
Kapan Engkau akan ==> mengabulkan doaku?
Kapan pernikahanku akan ==> membaik?
Kapan aku akan ==> sembuh?
Kapan aku akan ==> lulus?
Kapan aku akan ==> mengandung?
Kapan aku akan ==> mendapatkan promosi?"

πŸ”– Kemarin kita melihat bagaimana Abraham  menghadapi ==> Ujian di Mana.
πŸ”– Akan tetapi, ia juga diuji dengan ==> Ujian Kapan:
✍️ "Karena iman ia diam di tanah yang  ==> dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing
πŸ‘‰ dan di situ ia tinggal di kemah dengan
πŸ‘€ Ishak dan
πŸ‘€ Yakub,
🫡 yang turut menjadi ahli waris
==> janji yang satu itu.
πŸ“– (Ibrani 11: 9).

✍️ Dengan iman, ==> Abraham mengikuti Allah ke tempat yang asing.
πŸ”– Namun, di sana ia malah tak bisa ==> hidup dengan tenang.
πŸ”– Selama tiga generasi, pada dasarnya,  ==> Abraham beserta keluarganya adalah pengembara.
πŸ“ Meski Allah telah berjanji kepada Abraham  untuk ==> memberikan
✏️ dirinya dan
✏️ keturunannya
πŸ“ suatu negeri untuk ==> didiami,
✍️ Dia akan melakukannya sesuai dengan  ==> jadwal-Nya sendiri.
πŸ”– Walau demikian, Abraham terus taat sebab ==> ia yakin dan percayaa akan janji Allah kepadanya.

✍️ Dibutuhkan  kekekalan untuk
==> memenuhi semua janji-Nya.
πŸ“ Itu berarti ada beberapa janji-Nya yang  ==> tidak akan terlaksana dalam hidup Anda.
✏️ Itu akan digenapi setelah
==>  kehidupan duniawi Anda berakhir.

✍️ Itulah sebabnya Allah ingin Anda membangun hidup Anda ==> di atas janji-Nya,
bukan di atas penjelasan dari-Nya.
πŸ”– Malah sesungguhnya, Dia tidak berutang  ==> penjelasan apa pun dalam hidup Anda.
πŸ—️ Allah adalah ==> Allah, dan
πŸ”‘ Anda adalah ==> manusia.
✍️ Dia ingin Anda berpegang pada ==> janji-Nya,
bukan menunggu ==> penjelasan-Nya.

πŸ‘‰ Abraham menerima satu janji yang luar biasa ==> dari Allah:
🫡 Dia akan menjadikan Abraham ==> bangsa yang besar!
πŸ‘Œ Setelah Abraham tiba di Israel, dan hidup sebagai pengembara,
πŸ”– saya membayangkan mungkin ==> dia terus menerus bertanya kepada Allah,
⁉️ "Kapan, Tuhan? ==> Engkau telah berjanji kepadaku.
Kapan ==> Engkau akan menepatinya?
Apakah waktunya sudah dekat?"
✏️ Selama tiga generasi,
πŸ“ keluarga Abraham tinggal ==> di kemah,  dan
πŸ“ ia adalah orang asing ==> di negerinya sendiri.

πŸ”– Mungkin saat ini Anda sedang menjalani  ==> Ujian Kapan.
✏️ Anda sedang menunggu ==> jawaban,
πŸ“ tapi sepertinya garis akhirnya
==> tidak nampak terlihat.
πŸ”– Anda bertanya,
⁉️ "Kapan, ==> Tuhan?
⁉️   Kapan ==> Engkau akan memperbaiki
❓ masalahku?
❓ Hubunganku?
❓ Keuanganku?
❓ Kesehatanku?
❓ Masa depanku?"

πŸ™„ Apakah Anda sedang dalam
==> masa tunggu?
Jangan sia-siakan itu.
πŸ‘‰ Tunjukkan kepada Allah bahwa Anda tetap beriman ==> kepada-Nya sambil
πŸ‘Œ tetap Anda belajar, dan
πŸ‘Œ tetap berpegang teguh pada janji-Nya.
✍️ Ketika Anda melakukan hal itu,
πŸ‘‰ Allah akan menjadikan
☝️ karakter dan
✌️ iman
==> Anda kian bertumbuh.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda bisa mengetahui semua janji Allah?

- Apakah Anda tetap percaya kepada Allah, bahkan apabila Dia tidak mewujudkan beberapa janji-Nya dalam hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Allah mengajari Anda tentang kesabaran saat masa tunggu Anda?
------------------
Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 2; II Petrus 1-3
___________
✍️ Iman berarti ==> Anda menunggu waktu Allah, tanpa tahu kapan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Need God's Promises, Not Explanations
By Rick Warren

"Even when [Abraham] reached the land God promised him, he lived there by faith—for he was like a foreigner, living in tents." Hebrews 11:9 (NLT)
--------------------
In the Bible, God made more than 7,000 promises to you—but he has not guaranteed that he'll fulfill every one of them instantly.

As a follower of Christ, you can expect that God sometimes will test your faith. And one of those tests comes when God's promises are delayed. I call it the "When Test."

You know you're facing the When Test when you're asking, "When, Lord? When are you going to answer my prayer? When are things going to change in my marriage? When am I going to get well? When am I going to graduate? When am I going to have a baby? When am I going to get that promotion?"

We looked yesterday at how Abraham faced the Where Test. But he also got hit with the When Test: "Even when he reached the land God promised him, he lived there by faith—for he was like a foreigner, living in tents" (Hebrews 11:9 NLT).

Abraham followed God in faith to a place he didn't know. But once he got there, he couldn't even settle down.

For three generations, Abraham and his family were basically nomads. Even though God had promised to give Israel to Abraham, he was going to do it on his own timetable. But Abraham continued to obey because he was confident in God's promise to him.

God has all of eternity to fulfill his promises. That means that some of his promises are not even going to be fulfilled in your lifetime. They're going to be fulfilled after your earthly life is over.

That's why God wants you to build your life on his promises, not his explanations. In fact, God doesn't owe you an explanation for anything in your life. God is God, and you are not. He wants you to trust his promises, not wait for his explanations.

Abraham received a big promise from God: God was going to make him into a whole nation! But after Abraham arrived in Israel and was still living like a nomad, I imagine he was constantly asking God, "When, Lord? You gave me this promise. When are you going to fulfill it? Is it time yet?" Abraham's family lived in tents for three generations, and he was a stranger in his own country.

You may be in a When Test right now. You've been waiting for an answer, and it seems like there's no end in sight. You're asking, "When, Lord? When are you going to take care of this problem? My relationship? My finances? My health? My future?"

Faith means that you wait for God's timing, without knowing when.

Are you in a time of waiting? Don't waste the waiting. Show God that you trust him as you learn and cling to his promises. As you do this, God will grow your character and faith.


Senin, 05 Desember 2022

Iman Berarti Mengikuti, Tanpa Tahu Ke Mana


06 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Ibrani 11:8
πŸ“ "Karena iman ==> Abraham taat,
✏️ ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya ==> menjadi milik pusakanya,
πŸ”– lalu ia berangkat dengan
==> tidak mengetahui tempat yang ia tujui."
-----------------
πŸ”– Terkadang, ketika Tuhan ingin
==> menumbuhkan iman Anda,
πŸ“ Dia memberi Anda ==> "Ujian di Mana."   Jika Anda bertanya, ==> "Di mana, Tuhan?"
✏️ dan merasa seakan ==> Tuhan tidak menjawab,
πŸ”– Anda mungkin sedang berada di tengah  ==> ujian ini.

✍️ Tuhan ingin melihat apakah Anda akan mengikuti Dia ==> ke mana Dia membawa
πŸ‘‰ bahkan ketika Anda
πŸ‘Œ tidak mengerti,
πŸ‘Œ tidak ingin pergi,
🫡 atau tidak tahu ke mana akan pergi.

πŸ’‘ Tuhan menggunakan tes ini pada  ==> Abraham.
πŸ“– Ibrani 11: 8 menyebutkan,
πŸ“ "Karena iman ==> Abraham taat,
✏️ ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya ==> menjadi milik pusakanya,

πŸ”– lalu ia berangkat dengan ==> tidak mengetahui tempat yang ia tujui."

πŸ“ Abraham tinggal di sebuah kota besar  bernama ==> Ur,
πŸ‘‰ yang sekarang berada di daerah ==> Irak.
πŸ“ Allah memberi tahu Abraham bahwa dia akan menjadikannya ==> bapa dari segala bangsa.
πŸ“ Tetapi ia tidak akan ==> melakukannya di Ur.
πŸ‘‰ Allah ingin Abraham pergi ==> ke Palestina.
✍️ Dan Abraham ==> menaatinya.

πŸ™„ Apakah Abraham ingin pergi?
πŸ”– Mungkin saja ==> tidak.
πŸ‘‰ Dia telah tinggal di rumahnya bersama
πŸ‘Œ keluarganya
πŸ‘Œ dan seisi rumahnya,
πŸ‘Œ dan hewan-hewannya —
🫡 dan itu jumlahnya banyak,
πŸ“ sebab Abraham adalah ==> orang yang kaya.
✏️ Jika di zaman ini, meninggalkan itu semua mungkin ==> sudah dianggap gila.

✏️ Pada saat itu Abraham berusia ==> 75 tahun —
πŸ“ bukan usia yang sebenarnya cocok untuk memulai ==> suatu petualangan terbesar dalam hidup.

πŸ”– Apakah Anda akan pindah jika Tuhan berkata,
‼️ "Aku tidak akan memberi tahu
ke mana engkau akan pergi,
untuk berapa lama,
di mana engkau akan menetap,
❗ atau apa yang akan terjadi.
⁉️ Percayalah saja ==> kepada-Ku"?

✍️ Abraham, dengan imannya, ==> patuh kepada Allah.
Dia meninggalkan rumahnya dan
pergi ke negeri lain.
✳️ Dia telah lulus ==> Ujian di Mana.
⁉️ Apakah Anda akan lulus ujian yang sama?

πŸ”– Mungkin saat ini Anda sedang berada pada fase ==> "Ujian di Mana."
πŸ“ Anda tahu bahwa Anda harus berhenti dari  ==> pekerjaan Anda,
✏️ tapi tak tahu ==> ke mana harus pergi.
πŸ“ Tuhan ingin Anda ==> menjual rumah Anda,
✏️ tetapi di situlah ada banyak kenangan  ==> bersama keluarga.
πŸ”– Dia bahkan mungkin belum memberi tahu Anda ke mana ==> Anda seharusnya pindah.

πŸ’Œ Tuhan sedang menguji ==> sifat Anda.
πŸ‘‰ Dia ingin Anda
πŸ‘Œ menunjukkan dan
πŸ‘Œ menumbuhkan
==> iman Anda saat Anda menaati-Nya,
🫡 entah Anda sudah tahu ke mana Anda pergi atau ==> tidak.

πŸ’‘ Ibrani 11 melanjutkan kesaksian tentang  ==> Abraham,
✍️ "Karena iman ia diam di tanah yang  ==> dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing
πŸ‘‰ dan di situ ia tinggal di kemah dengan
πŸ‘€ Ishak dan
πŸ‘€ Yakub,
🫡 yang turut menjadi ahli waris
==> janji yang satu itu.
✍️ Sebab ia menanti-nantikan ==> kota
πŸ‘‰ yang mempunyai dasar,
πŸ‘‰ yang direncanakan dan
🫡 dibangun oleh Allah"
πŸ“– (Ibrani 11: 9-10)

✍️ Jalanilah kehidupan Anda dengan  ==> iman;
πŸ‘‰ kemana pun Tuhan menuntun Anda,
✍️ tidak ada tempat di Bumi ini yang  ==> menjadi rumah Anda selamanya.

Renungkan hal ini:
- Kapan Tuhan pernah mengatakan kepada Anda untuk membuat suatu perubahan tanpa memberi tahu Anda ke mana Anda akan pergi? Bagaimana Anda menanggapinya?

- Karena Bumi ini bukanlah rumah Anda, maka Anda benar-benar harus menjalani seluruh hidup Anda dengan iman. Bagaimana selama ini Anda melihat hal ini nyata dalam kehidupan Anda sendiri?

- Bagaimana Tuhan menguji iman Anda saat ini? Apa janji dalam Alkitab yang Anda pegang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 1; I Petrus 4-5
__________
πŸ“ Percayalah pada janji-janji Allah  ==> atas Anda.
✏️ Dan nantikanlah ==> rumah kekal Anda bersama-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Faith Means Following, Without Knowing Where
By Rick Warren

"It was by faith that Abraham obeyed when God called him to leave home and go to another land that God would give him as his inheritance. He went without knowing where he was going." Hebrews 11:8 (NLT)
-----------_
Sometimes, when God wants to grow your faith, he gives you the "Where Test." If you're asking, "Where, Lord?" and feel like God isn't answering, you're probably in the middle of a Where Test.

God wants to see if you'll follow him where he leads—even when you don't understand, don't want to go, or don't know where you're going.

God used the Where Test with Abraham from the Bible. Hebrews 11:8 says, "It was by faith that Abraham obeyed when God called him to leave home and go to another land that God would give him as his inheritance. He went without knowing where he was going" (NLT).

Abraham was living in a big city called Ur, which is in modern-day Iraq. God told Abraham that he was going to make him into a great nation. But he wasn't going to do it in Ur. He wanted Abraham to go to Palestine. And Abraham obeyed.

Did Abraham want to go? Probably not. He was settled in his home with his family and household and animals—and there were a lot of them, because Abraham was a wealthy man. That kind of move would have been a massive undertaking in that day.

Abraham was also 75 years old—not really the age when you're looking to start your greatest adventure in life.

Would you move if God said, "I'm not going to tell you where you're going, how long it's going to take, where you're going to end up, or what it's going to be like. Just trust me"?

Abraham, by faith, obeyed God. He left home and went to another land. He passed the Where Test. Would you pass the same test?

Maybe you're in the Where Test right now. You know that you should quit your job, but you don't know where you should go. God wants you to sell your house, but it's where you've made your family memories. He may not even have told you yet where you're supposed to move.

God is testing your character. He wants you to show and grow your faith as you obey him, whether or not you know where you're going.

Hebrews 11 goes on to say about Abraham, "Even when he reached the land God promised him, he lived there by faith—for he was like a foreigner, living in tents. And so did Isaac and Jacob, who inherited the same promise. Abraham was confidently looking forward to a city with eternal foundations, a city designed and built by God" (Hebrews 11:9-10 NLT).

You will live your whole life by faith; no matter where God leads you, nowhere on Earth is your forever home. But you can trust God's promises for you. And you can look forward to your eternal home with him.


Minggu, 04 Desember 2022

Janji Tuhan kepada Orang yang Murah Hati dan Rendah Hati


05 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Mazmur 112:1, 9
πŸ“― "Haleluya!
πŸ—️ Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN,
==> yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
πŸ‘‰ Ia membagi-bagikan,
🫡 ia memberikan kepada orang miskin;
✍️ kebajikannya tetap untuk selama-lamanya,
==> Tanduknya meninggi dalam kemuliaan."
------------------
πŸ€” Apa yang Tuhan janjikan kepada mereka yang melakukan segalanya dalam hidup  dengan
πŸ“ kerendahan hati dan
πŸ“ kemurahan hati?
✍️ Mereka akan dimuliakan.

πŸ’‘ Alkitab berkata,
πŸ“― "Haleluya!
πŸ—️ Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada ==> segala perintah-Nya.
πŸ‘‰ Ia membagi-bagikan,
🫡 ia memberikan kepada orang miskin;
✍️ kebajikannya tetap untuk selama-lamanya,
==> tanduknya meninggi dalam kemuliaan."
πŸ“– (Mazmur 112:1, 9).
πŸ‘‰ Nehemia hidup dalam
☝️ kemurahan hati dan
✌️ kerendahan hati—dan
✍️ oleh karena itulah, ==> dia dimuliakan.

πŸ’‘ Nehemia 5 mencatat kesaksian Nehemia mengenai ==> kerendahan hati:
πŸ“ "Pula sejak aku diangkat sebagai bupati  ==> di tanah Yehuda, yakni
✏️ dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua ==> pemerintahan Artahsasta
✏️ jadi dua belas tahun lamanya,
πŸ”– aku dan saudara-saudaraku
==> tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati.
πŸ“ Tetapi para bupati yang sebelumnya,  ==> yang mendahului aku,
✏️ sangat memberatkan ==> beban rakyat.
πŸ”– Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk
πŸ“ bahan makanan dan
πŸ“ anggur.
πŸ”– Bahkan anak buah mereka merajalela  ==> atas rakyat.
✍️ Tetapi aku tidak berbuat demikian! karena ==> takut akan Allah"
πŸ“– (Nehemia 5:14-15).

✍️ Perhatikan, Nehemia menolak bagian yang merupakan haknya sebagai ==> seorang gubernur.
✏️ Meskipun dia memiliki ==> hak istimewa,
πŸ“ dia memilih untuk ==> tidak mengambilnya.
πŸ”– Dia menolak semua tunjangan jabatannya  ==> yang diterima oleh gubernur sebelumnya.
πŸ‘€ Nehemia
memimpin dengan ==> rendah hati dan
mendahulukan kepentingan rakyatnya di atas ==> kepentingan sendiri.

πŸ’‘ Nehemia 5 juga mencatat kesaksian pribadi Nehemia ini tentang ==> kemurahan hati:
πŸ’¬ "Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun ==> aku tidak memperoleh ladang.
πŸ’¬ Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana ==> khusus untuk pekerjaan itu.
πŸ’¬ Duduk pada mejaku
πŸ“orang-orang Yahudi dan
πŸ“ para penguasa,
πŸ“ seratus lima puluh orang,
πŸ’¬ selain mereka yang datang kepada kami dari ==> bangsa-bangsa sekeliling kami.
πŸ’¬ Yang disediakan sehari atas tanggunganku  ialah:
seekor lembu,
enam ekor kambing domba ==> yang terpilih dan
▫️ beberapa ekor unggas, dan
▫️ bermacam-macam anggur
==> dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari.
πŸ’¬ Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati,
==> karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat"
πŸ“– (Nehemia 5:16-18).

πŸ‘‰ Nehemia bukan hanya ==> rendah hati;
🫡 dia
πŸ“ ramah dan
πŸ“ punya jiwa memberi.
πŸ”– Dalam kepemimpinannya,
πŸ“ secara pribadi dia mengeluarkan banyak biaya ==> buat rakyatnya.
✏️ Dia bahkan memberi makan seluruh anak buahnya secara teratur, ==> dengan uangnya sendiri.

✏️ Tentu saja, bermurah hati bukan berarti  ==> Anda harus memberi makan 150 orang setiap hari.
πŸ“ Nehemia melakukan yang bisa ia lakukan  dengan berkat yang telah Allah beri kepadanya  untuk ==> meringankan beban orang lain.

Janganlah semena-mena dengan  ==> kekuasaan dan
janganlah ==> menuntut.
✝️ Di dalam Kristus,
✍️ Anda dapat memilih untuk
==> melepaskan hak Anda
πŸ‘‰ agar Anda dapat melayani Dia
🫡 sambil membela hak orang lain.

Renungkan hal ini:
- Apa persamaan dari kerendahan hati dengan kemurahan hati?

- Di zaman ini, pemimpin seperti apakah yang menuntut rakyatnya? Pemimpin seperti apakah yang baik dan murah hati? Apakah Anda melihat hasil yang beda dari gaya kepemimpinan mereka?

- Dalam bidang apa Anda kesulitan untuk melepaskan hak-hak Anda untuk mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan Anda sendiri? Menurut Anda, apa yang Allah perintahkan untuk Anda lakukan akan hal ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 3; I Petrus 1-3
______________
✍️ Bila Anda ingin dimuliakan, ==> mulailah  dengan
πŸ‘‰ kerendahan hati dan
🫡 kemurahan hati

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God's Promise to the Generous and Humble
By Rick Warren

"Happy is the person who honors the Lord . . . He gives generously to the needy, and his kindness never fails; he will be . . . respected." Psalm 112:1, 9 (GNT)
-------------------
What does God promise to those who do everything in life with humility and generosity? They will be respected.

The Bible says, "Happy is the person who honors the Lord . . . He gives generously to the needy, and his kindness never fails; he will be . . . respected" (Psalm 112:1, 9 GNT).

Nehemiah lived a life of generosity and humility—and he was respected because of it.

Nehemiah 5 records Nehemiah's personal testimony of humility: "During all the twelve years that I was governor of the land of Judah . . . neither my relatives nor I ate the food I was entitled to have as governor. Every governor who had been in office before me had been a burden to the people and had demanded forty silver coins a day for food and wine. Even their servants had oppressed the people. But I acted differently, because I honored God" (Nehemiah 5:14-15 GNT).

Notice that Nehemiah rejected a sense of entitlement as governor. Though he was entitled to certain privileges, he chose not to demand them. He refused all the perks of his office that the previous governors had expected. Nehemiah acted humbly and put the needs of the people ahead of his own.

Nehemiah 5 also offers Nehemiah's personal testimony of generosity: "I put all my energy into rebuilding the wall and did not acquire any property . . . I regularly fed at my table a hundred and fifty of the Jewish people and their leaders, besides all the people who came to me from the surrounding nations . . .  I knew what heavy burdens the people had to bear, and so I did not claim the allowance that the governor is entitled to" (Nehemiah 5:16-18 GNT).

Nehemiah wasn't just humble; he was hospitable and had a generous spirit. He personally paid for the many costs of his leadership position. He even fed his whole team regularly, paying for it all himself.

Of course, being generous doesn't necessarily mean you have to regularly feed 150 people. But Nehemiah did what he could with what God had given him to relieve the burdens of others.

If you want to be respected, start with humility and generosity. Refuse to have a sense of entitlement and don't be demanding. In Christ, you can choose to give up your own rights so that you can serve him while defending the rights of others.


Sabtu, 03 Desember 2022

Apakah Anda Menunjukkan Empati?


04 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Matius 7:12
πŸ‘‰ "Segala sesuatu yang kamu kehendaki  supaya ==> orang perbuat kepadamu,
🫡 perbuatlah demikian juga
==> kepada mereka.
✍️ Itulah isi seluruh
☝️ hukum Taurat dan
✌️ kitab para nabi."
---------------
πŸ”– Ada banyak cara untuk meraih rasa hormat dari orang lain ==> selama konflik.
πŸ”– Kemarin kita melihat ==> tiga cara:
1️⃣ Berhenti sejenak ==> sebelum berbicara,
2️⃣ selesaikan konflik secara pribadi, dan
3️⃣ bantu orang lain untuk  
==> melakukan yang terbaik.

πŸ”– Namun hal pertama yang harus Anda lakukan ialah berikut:
==> Berempati terhadap perasaan orang lain.
πŸ‘‰ Jika Anda ingin orang lain
==> menghormati Anda,
🫡 maka Anda harus menghormati  ==> perasaan mereka.
πŸ‘‰ Apa yang Anda tabur, ==> itu yang akan Anda tuai.
πŸ’‘ Alkitab berkata,
πŸ‘‰ "Segala sesuatu yang kamu kehendaki  supaya ==> orang perbuat kepadamu,
🫡 perbuatlah demikian juga ==> kepada mereka.
✍️ Itulah isi seluruh
☝️ hukum Taurat dan
✌️ kitab para nabi"
πŸ“– (Matius 7:12).

πŸ“ Hal ini sangat tepat, ==> terutama bagi seseorang yang
✏️ berduka,
✏️ takut, atau
✏️ merasakan ketidakadilan.
πŸ”– Orang-orang ingin tahu apakah Anda paham dengan ==> apa yang sedang mereka alami.
✏️ Mereka tidak peduli ==> apa yang Anda ketahui tentang mereka,
πŸ“ hingga mereka tahu bahwa ==> Anda peduli.

πŸ”– Akan tetapi, Anda tidak harus sepakat  dengan seseorang untuk ==> dapat berempati dengan perasaan mereka.
πŸ”– Saat Anda melihat orang lain ==> protes, misalnya,
✏️ Anda mungkin tidak setuju dengan ==> kesimpulan mereka, tetapi
πŸ“ Anda bisa mencoba memahami mengapa mereka melakukan ==> apa yang mereka lakukan.

πŸ”– Ketika berhadapan dengan konflik, ==> hal pertama yang Nehemia lakuka adalah:
πŸ“ "Maka sangat marahlah aku, ketika  ==> kudengar
✏️ keluhan mereka dan
✏️ berita-berita itu"
πŸ“– (Nehemia 5:6).
πŸ”– Nehemia tidak mengatakan hanya marah,  melainkan ==> dia sangat sangat marah.

⁉️ Apa yang Nehemia lakukan?
‼️ Dia ikut merasakan suasana hati orang-orang  ==> yang sedang kesal.
✍️ Dia memvalidasi perasaan mereka dengan  ==> berempati terhadap yang mereka rasakan.
πŸ‘‰ _Alih-alih meredam emosi mereka dengan==> berkata,
πŸ’¬ "Sudah ==> jangan marah-marah,"
🫡 dia menunjukkan pengertian dengan berkata,
πŸ’¬  Aku juga kesal."

✏️ Anda mungkin berpikir,
==> "Bukankah marah itu dosa?"
πŸ“ Tidak, ==> tidak selalu.
πŸ”– Kadang kemarahan adalah ==> ekspresi kasih.
πŸ”– Jika Anda menyakiti seseorang di keluarga saya dan
✏️ saya apatis, ==> bukannya marah,
πŸ“ maka itu menunjukkan bahwa
==> saya tidak mencintai keluarga saya.
πŸ’‘ Dalam Kitab Suci, ==> Allah membedakan antara
kemarahan ==>  yang benar dengan
kemarahan ==> yang tidak benar,
kemarahan ==> yang benar dan
kemarahan ==> yang buruk.
πŸ“– Efesus 4:26 berkata,
πŸ‘‰ "Apabila kamu ==> menjadi marah:
janganlah kamu ==>berbuat dosa:
✍️ janganlah matahari terbenam,
==> sebelum padam amarahmu.

✍️ Bahkan Yesus marah ketika para pemimpin ==> tidak membantu orang-orang yang membutuhkan.
πŸ“– Markus 3:5 mengatakan bahwa
πŸ‘‰ Yesus memandang mereka dengan amarah dan
🫡 "Ia berdukacita karena ==> kedegilan mereka."

πŸ€” Apakah Anda merasa sangat terganggu  ==> saat melihat orang-orang diperlakukan tidak baik?
πŸ‘‰ Jika Anda ==> ingin dihormati,
🫡 jadilah
πŸ‘€ seperti Nehemia dan
πŸ‘€ seperti Yesus.
✍️ Berempatilah dengan ==> perasaan orang lain.
Anda tak harus setuju ==> dengan mereka,
πŸ‘‰ tetapi jika Anda hendak mendengarkan perasaan mereka dengan ==> empati,
🫡 maka Anda akan mendapatkan ==> rasa hormat mereka.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan satu waktu ketika seseorang berempati dengan Anda. Bagaimana mereka meyakinkan Anda bahwa mereka benar-benar peduli?

- Apa reaksi pertama Anda terhadap konflik? Apakah Anda berusaha memahami semua yang dikatakan lawan Anda? Jika tidak, apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat suatu perbedaan?

- Jenis ketidakadilan apa yang paling membangun rasa empati dalam diri Anda? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi ketidakadilan tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 2; Yakobus 3-5
___________
✍️ Empati*adalah bukti nyata*dari ==> kasih.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Do You Show Empathy?
By Rick Warren

"In everything, do to others what you would have them do to you." Matthew 7:12 (NIV)
---------------
There are many ways to earn the respect of others during times of conflict. Yesterday we looked at three of those ways: Pause before you speak, resolve conflict privately, and appeal to the best in people.

But the very first thing you should do is this: Empathize with the feelings of others. If you want people to respect you, you must respect their feelings. What you sow, you will reap. The Bible says, "In everything, do to others what you would have them do to you" (Matthew 7:12 NIV).

This is especially true when people are hurting, grieving, fearful, or feel there's been an injustice against them. People want to know that you understand what they're going through. They don't care what you know until they first know that you care. 

By the way, you don't have to agree with someone to empathize with their emotions. When you see people protesting, for example, you may not agree with their conclusions, but you can still try to understand why they're doing what they're doing.

When Nehemiah was faced with conflict, the first thing he did was this: He empathized with the feelings of the people who were complaining and criticizing. He said, "When I heard their outcry and these charges, I was very angry" (Nehemiah 5:6 NIV). He didn't say he was just angry. He said he was very angry.

What was he doing? He was mirroring the mood of the people who were upset. He was validating their feelings by feeling their feelings too. Instead of minimizing their emotions by saying, "Well, don't be angry," he showed understanding by saying, "I'm upset too."

You might be thinking, "Isn't anger a sin?" No, not always. Sometimes anger is an expression of love. If you hurt someone in my family and I'm apathetic instead of angry, then it suggests I don't love my family. In Scripture, God distinguishes between righteous anger and unrighteous anger, good anger and bad anger. Ephesians 4:26 says, "Be angry, yet do not sin" (BSB).

Even Jesus got angry when the leaders around him weren't helping someone in need. Mark 3:5 says that Jesus looked at them angrily and "was deeply disturbed by their indifference to human need" (TLB).

Do you get "deeply disturbed" when you see people being mistreated? If you want to be respected, be like Nehemiah and like Jesus. Empathize with people's feelings. You don't have to agree with them, but if you listen empathetically to their feelings, you'll earn their respect.


Jumat, 02 Desember 2022

Cara Meraih Rasa Hormat di Tengah Konflik


03 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Amsal 22:1
πŸŸ₯ "Nama baik ==> lebih berharga dari pada kekayaan besar,
❤️ dikasihi orang ==> lebih baik dari pada perak dan emas."
----------------
πŸ”– Salah satu kebutuhan terdalam dalam kehidupan ialah ==> untuk merasa dihargai.
πŸ’‘ Bahkan Amsal 22:1 mengatakan,
πŸŸ₯ "Nama baik ==> lebih berharga dari pada kekayaan besar,
❤️ dikasihi orang ==> lebih baik dari pada perak dan emas."
πŸ”– Akan tetapi, rasa hormat
==> tidak muncul secara otomatis
✍️ Anda harus berusaha untuk
==> mendapatkannya.
πŸ”– Salah satu cara mendapatkannya tergantung dari ==> cara Anda menangani konflik.
⁉️ Mengapa?
❗ Karena setiap kali Anda terlibat suatu  ==> perselisihan,
‼️ orang lain akan melihat ==> bagaimana Anda meresponsnya.

πŸ”– Nehemia adalah suatu contoh yang tepat  dari seseorang yang meraih rasa hormat dari orang lain lewat ==> cara dia menangani konflik.
πŸ‘‰ Berikut ini cara Nehemia merespons konflik  yang ==> dapat Anda teladani:

1️⃣ Nehemia berhenti sejenak untuk berpikir masak-masak ==> sebelum berbicara.
✍️ Dia mendengarkan
☑️ keluhan dan
☑️ tuntutan
πŸ‘‰ rakyat Israel kepada para penguasa yang mengeruk keuntungan ==> dari mereka
🫡 di tengah musim kelaparan.
πŸ”– Sebelum Nehemia merespons,
✍️ dia "memikirkannya masak-masak"
πŸ“– (lihat Nehemia 5:7).
πŸ”– Artinya, dia memikirkan keadaan rakyat.
✏️ Dia memikirkannya dahulu sebelum memberikan ==> respons.
πŸ“ Ia mempersiapkan pikirannya
==> sebelum membuka mulutnya.

πŸ”– Di zaman ini, banyak orang langsung melontarkan pemikiran mereka tentang ketidakadilan ==> tanpa pikir panjang.
πŸ”– Tetapi justru sebaliknya, kita perlu,
πŸ“ "cepat untuk ==> mendengar, tetapi
✏️ lambat untuk ==> berkata-kata, dan juga
✏️ lambat untuk ==> marah;
✍️ sebab amarah manusia ==> tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah"
πŸ“– (Yakobus 1:19-20).

2️⃣ Nehemia menyelesaikan konflik ==> secara tertutup.
✏️ Ketika melihat ketidakadilan yang sedang terjadi,
πŸ“ Nehemia tidak memulainya dengan mengutarakan protesnya ==> di ruang publik.
πŸ”– Dia terlebih dahulu mencoba membangun jembatan dengan para penentang yang memanfaatkan orang miskin untuk  ==> meningkatkan kekayaan mereka sendiri.
πŸ’‘ Alkitab mengatakan bahwa
==> dia "menggugat
☝️ para pemuka dan
✌️ para penguasa
✍️ dengan mengadakan suatu sidang jemaah yang besar ==> untuk mereka"
πŸ“– (lihat Nehemia 5:7).

πŸ”– Ini juga cara Yesus dalam memerintahkan para pengikut-Nya untuk ==> menangani konflik di gereja.
πŸ’‘ Dia berkata dalam ==> Matius 18:15,
πŸ‘‰ "Apabila saudaramu berbuat dosa,  ==> tegorlah dia di bawah empat mata.
🫡 Jika ia mendengarkan nasihatmu  ==> engkau telah mendapatnya kembali."
☑️ Menyelesaikannya secara terbuka adalah  ==> pilihan terakhir.
✅ Jika ingin dihormati, gunakanlah dengan ==> cara Tuhan.

3️⃣ Nehemiah membela rakyatnya.
πŸ”– Dia berkata kepada ==> para penguasa yang lalim,
πŸ’¬ "Tidaklah patut ==> apa yang kamu lakukan itu!
πŸ’¬ Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari  ==> cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita?
πŸ’¬ Juga aku dan saudara-saudaraku dan anak buahku telah membungakan uang dan gandum ==> pada mereka.
☑️ Biarlah kita hapuskan ==> hutang mereka itu!
☑️ Biarlah kamu kembalikan kepada mereka  ==> hari ini juga
✔️ ladang mereka,
✔️ kebun anggur,
✔️ kebun zaitun dan
✔️ rumah mereka,
☑️ pula hapuskanlah hutang mereka, yakni
✔️ uang serta gandum,
✔️ anggur dan minyak
==> yang kamu tagih dari pada mereka!"
πŸ“– (Nehemia 5:9-11).
✏️ Dan mereka melakukan ==> apa yang dikatakan Nehemia,
πŸ“ karena mereka ==> menghormatinya

πŸ‘‰ Jika Anda ingin dihormati,
🫡 bantulah orang lain dengan ==> tulus.
✋ Jangan malah menebarkan
πŸ‘ŒπŸ½ rasa takut atau
πŸ‘ŒπŸ½ prasangka terburuk atas mereka.
πŸ“– Amsal 11:27 mengatakan,
πŸ‘‰ "Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk ==> dikenan orang,
🫡 tetapi siapa mengejar kejahatan ==> akan ditimpa kejahatan."

Renungkan hal ini:
- Pikirkan ini untuk seminggu ke depan. Kesempatan apa yang akan Anda miliki untuk berlatih menjadi "cepat mendengar dan lambat untuk berkata-kata"?

- Pikirkan satu waktu di mana Anda bersyukur saat seseorang mendekati Anda secara pribadi untuk menyelesaikan suatu konflik. Apakah tingkat rasa hormat Anda terhadap orang itu meningkat? Mengapa atau mengapa tidak?

- Kapan seseorang pernah membantu Anda untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda? Saat ini, apa kesempatan yang Anda punya untuk mendorong orang lain untuk melakukan yang terbaik?

Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2
________
✍️ Rasa hormat dan pengaruh
==> berjalan beriringan.
πŸ”– Di tengah konflik, ==> ikutilah teladan Nehemia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========

How to Earn Respect in Times of Conflict
By Rick Warren

"A good reputation and respect are worth much more than silver and gold." Proverbs 22:1 (CEV)
----------------
One of the deepest needs in life is the need to feel respected by others. In fact, Proverbs 22:1 says, "A good reputation and respect are worth much more than silver and gold" (CEV).

But being respected doesn't come automatically—you have to earn it. One way you earn it is by how you handle conflict. Why? Because any time you're involved in a disagreement, people will watch to see how you're going to react.

Nehemiah is a great example of someone who earned the respect of others by the way he handled conflict. Here's how Nehemiah did it and how you can do it too:

Nehemiah paused to think before he spoke. He listened to the complaints and charges the Israelites had against those who exploited them during a famine. And before he responded, he "pondered them in [his] mind" (Nehemiah 5:7 NIV). This means he carefully considered the situation. He thought it through before he spoke, putting his mind in gear before opening his mouth.

In today's world, people quickly spout their ideas about injustices without ever thinking. Instead, we need to be "quick to listen, slow to speak and slow to become angry, because human anger does not produce the righteousness that God desires" (James 1:19-20 NIV).

Nehemiah resolved conflict privately. When he saw the injustice that was happening, Nehemiah didn't start with a public protest. He first tried to build a bridge with the offenders who were taking advantage of the poor to increase their own net worth. The Bible says that he "called together a large meeting to deal with them" (Nehemiah 5:7 NIV).

This is also the way Jesus commanded his followers to handle conflict in churches. He says in Matthew 18:15, "If your brother or sister sins, go and point out their fault, just between the two of you" (NIV). Going public is the last resort. If you want to be respected, do it God's way.

Nehemiah appealed to the best in people. He told the insensitive leaders, "What you are doing is not right! Should you not walk in the fear of our God . . . ? . . . but now let us stop this business of charging interest. You must restore their fields, vineyards, olive groves, and homes" (Nehemiah 5:9-11 NLT). And they did what Nehemiah said, because they respected him.

If you want to be respected, bring out the best in others. Don't appeal to their worst instincts, fears, or prejudices. Proverbs 11:27 says, "If your goals are good, you will be respected" (GNT).

Respect and influence go hand in hand. In times of conflict, follow Nehemiah's example.


Kamis, 01 Desember 2022

Apa Penyebab Konflik?


02 Desember 2022

Bacaan Hari ini:  Kolose 3:13
πŸ“ "Sabarlah kamu ==> seorang terhadap yang lain, dan
πŸ“ ampunilah seorang ==> akan yang lain
✏️ apabila yang seorang menaruh dendam  ==> terhadap yang lain,
πŸ‘‰ sama seperti Tuhan telah
==> mengampuni kamu,
🫡 kamu perbuat jugalah demikian."
----------------
πŸ“ Anda dan saya ==> tidak suka konflik.
✏️ Kebanyakan orang berusaha menghindarinya ==> sebisa mungkin!
πŸ”– Akan tetapi, konflik adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan, sebab ==> tak ada seorang pun yang sempurna.

πŸ”– Namun, jika Anda ==> ingin
πŸ“Œ membangun masa depan yang lebih baik dan
πŸ“Œ menggapai cita-cita Anda,
πŸ”– Tuhan memanggil Anda untuk,
πŸ“ "Sabarlah kamu ==> seorang terhadap yang lain, dan
πŸ“ ampunilah seorang ==> akan yang lain
✏️ apabila yang seorang menaruh dendam  ==> terhadap yang lain,
πŸ‘‰ sama seperti Tuhan telah
==> mengampuni kamu,
🫡 kamu perbuat jugalah demikian."
πŸ“– (lihat Kolose 3:13).

πŸ‘‰ Untuk dapat melaksanakan cara-cara sehat dalam ==> menanggapi konflik, maka
✍️ Anda perlu mengetahui penyebab umum dari ==> sebuah konflik.
πŸ’‘ Dalam Nehemia 5,
πŸ”– Anda dapat menemukan,
==> empat penyebab umum:

1️⃣ Kebutuhan dasar yang ==> tak terpenuhi.
πŸ“ Kebutuhan ini bisa ==> dalam hal
✏️ jasmani,
✏️ rohani,
✏️ relasi dengan orang lain,
✏️ seksual, atau
✏️ finansial.

πŸ”– Pada zaman Nehemia, itu adalah  ==> kebutuhan jasmani:
πŸ‘‰ Orang-orang Israel kelaparan.
πŸ”– Mereka sedang bekerja keras membangun kembali tembok di Yerusalem,  tetapi kemudian
==> mengalami kelaparan.
πŸ”– "Ada yang berteriak:
πŸ’¬ "Anak laki-laki dan anak perempuan kami  ==> banyak dan
πŸ’¬ kami harus mendapat gandum, supaya  ==> kami dapat makan dan hidup"
πŸ“– (Nehemia 5:2).

2️⃣ Tertinggal.
πŸ‘‰ Ketika kita merasa tak membuat kemajuan  sedikit pun,
🫡 biasanya kita menjadi ==> gampang rewel.
✍️ Itulah yang selalu jadi cikal bakal  ==> konflik.

πŸ”– Orang-orang di Yerusalem terlilit hutang  yang kian dalam ==> selama musim kelaparan itu karena
πŸ“Œ persediaan barang semakin sedikit dan
πŸ“Œ harga-harga melambung tinggi.
πŸ”– "Dan ada yang berteriak:
πŸ’¬ "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan ==> untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan"
πŸ“– (Nehemia 5: 3).
✍️ Pekerjaan mereka ==> tertinggal di belakang.

3️⃣ Pemimpin yang tidak peka.
✍️ Konflik tidak dapat dielakkan ketika orang-orang yang memiliki kekuatan ==> tidak berbuat sesuatu untuk mengatasinya.

πŸ”– Selain kelaparan, orang Israel nyaris tidak selamat oleh karena ==> para pemimpin mereka yang tidak peka:
πŸ”– "Juga ada yang berteriak:
πŸ’¬ "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas  ==> ladang dan kebun anggur kami"
πŸ“– (Nehemia 5: 4).
✏️ Walaupun mereka sedang berada dalam masa kelaparan yang ==> tak dapat mereka kendalikan,
πŸ“ para pemimpin tidak memberikan keringanan pajak ==> sekali pun kepada siapa pun.

4️⃣ Merasa tak berdaya untuk mengubah sesuatu.
πŸ‘‰ Melihat orang-orang di sekitar Anda  ==> sukses,
🫡 sementara Anda sendiri tak dapat memenuhi ==> kebutuhan Anda sendiri
✏️ bisa membuat Anda ==> frustasi.
πŸ“ Orang-orang di seluruh dunia
==> tengah merasakan hal ini.

πŸ”– Pada zaman Nehemia, pemilik tanah yang kaya raya
==> mengeksploitasi orang miskin.
πŸ”– Mereka bahkan membeli anak-anak mereka untuk dipekerjakan sebagai ==> budak!
πŸ”– Orang-orang Israel berkata,
πŸ’¬ "Sekarang, walaupun
πŸ“ kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan
πŸ“ anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka
πŸ’¬ namun kami terpaksa membiarkan
πŸ“anak-anak lelaki dan
πŸ“anak-anak perempuan kami
πŸ‘‰ menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri  ==> dimiliki orang.
πŸ’¬ Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena
πŸ“ladang dan
πŸ“ kebun anggur kami ==> sudah di tangan orang lain"
πŸ“– (Nehemia 5:5).

πŸ‘‰ Setelah mengetahui ==> apa penyebab konflik, maka
🫡 sekarang Anda perlu mengetahui ==> cara Alkitabiah untuk meresponsnya.
πŸ”– Besok kita akan melihat ==> tiga cara.

*Renungkan hal ini*:
- Apa kebutuhan yang belum terpenuhi yang Anda lihat di sekeliling Anda? Cara apa yang dapat Anda pakai untuk mewujudkan salah satu dari kebutuhan tersebut minggu ini?

- Kapan Anda merasa ketinggalan dalam sebuah proyek atau tugas harian? Bagaimana memiliki perasaan tidak membuat progress dapat menyulut konflik dengan orang lain?

- Pikirkan tentang seseorang yang merupakan pemimpin yang peka. Hal-hal positif apa mengenai orang itu yang menonjol buat Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13
_____________
✍️ Selalu selesaikan konflik dalam ==> kasih Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What Causes Conflict?
By Rick Warren

"Bear with each other and forgive one another if any of you has a grievance against someone." Colossians 3:13 (NIV)
------------
You probably don't like conflict. Most people try to avoid it as much as possible! But conflict is inevitable in life—because no one is perfect.

But if you want to build a better future and pursue your purpose, God calls you to "bear with each other and forgive one another if any of you has a grievance against someone" (Colossians 3:13 NIV).

Before you can learn healthy ways to respond to conflict, you need to know the common causes of conflict. In Nehemiah 5, you find four common causes:

1. Unmet basic needs. Unmet needs can be physical, emotional, relational, sexual, or financial.

In Nehemiah's time, it was a physical need: People were hungry. They were working to rebuild the wall in Jerusalem but encountered a famine. The people said, "We have such large families. We need more food to survive" (Nehemiah 5:2 NLT).

2. Falling behind. When you feel like you're not making any progress, it's easy to become cranky. And that's always a good setup for conflict.

The people in Jerusalem were going deeper and deeper in debt during the famine because goods were in short supply and prices were inflated. They said, "We have mortgaged our fields, vineyards, and homes to get food during the famine" (Nehemiah 5:3 NLT). They couldn't keep up!

3. Insensitive leaders. Conflict is inevitable when the people who have the power don't do something about the problem. 

In addition to famine, the people of Israel were barely surviving because of insensitive leaders: "We have had to borrow money on our fields and vineyards to pay our taxes" (Nehemiah 5:4 NLT). Even though they were in a famine they couldn't control, the leadership wasn't giving anyone a tax break.

4. Feeling powerless to change things. It can be frustrating when you see other people thriving around you while you're unable to make ends meet. People all around the world feel this way.

In Nehemiah's time, the wealthy landowners exploited the poor. They even bought the people's children as slaves! The people said, "We must sell our children into slavery just to get enough money to live . . . and we are helpless to do anything about it, for our fields and vineyards are already mortgaged to others" (Nehemiah 5:5 NLT).

Now that you know the causes of conflict, you need to know the biblical way to respond. Tomorrow we'll look at three ways to earn the respect of others during times of conflict.