Jumat, 16 Mei 2025

Langkah Pertama Menuju Hati Nurani yang Murni

17 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Mazmur 139:23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"
----------------------
Langkah pertama untuk memiliki hati nurani yang murni ialah dengan melakukan penilaian rohani secara pribadi.

Pertama, duduklah dengan Tuhan di tempat yang tenang dan katakan, "Berbicaralah kepadaku, ya Tuhan. Aku hendak mencatat kesalahan–kesalahan yang telah kuperbuat dalam hidupku yang menjadi sumber konflik antara aku dan Engkau. Tuhan, bantu aku untuk melihat hal-hal yang aku tahu salah, dan hal-hal yang aku tidak tahu jika itu salah." Mintalah Tuhan untuk membersihkan pikiran Anda dan menyingkapkan dosa-dosa Anda.

Anda dapat berdoa seperti dalam Mazmur 139:23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Katakanlah, "Tuhan, arahkanlah perhatian-Mu pada diriku yang terdalam. Jangan terburu-buru! Jangan berkata, "Tuhan, aku hanya punya lima menit untuk menunggu Engkau menyingkapkan segala dosa yang pernah kulakukan." Jangan terburu-buru—dengarkan dan pastikan Anda mencatatnya.

Mengapa penting untuk mencatat dosa-dosa Anda? Menuliskannya menjadikannya spesifik. Pikiran-pikiran Anda melepaskan dirinya lewat bibir dan ujung jari Anda. Ucapkanlah, kemudian catatlah. Jika Anda belum mencatatnya, artinya Anda belum benar-benar memikirkannya.

Biarkan saya bertanya satu pertanyaan yang sangat penting. Seberapa serius Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Cukup serius sehingga Anda bersedia jujur? Apakah Anda bersedia jujur - dengan Tuhan? Apakah Anda bersedia jujur -dengan diri sendiri? Apakah Anda bersedia jujur - dengan orang lain? Atau apakah Anda hanya akan hidup dalam penyangkalan? Penyangkalan dan berkat Tuhan tidak berjalan beriringan.

Jika Anda punya kerinduan untuk memiliki hati nurani yang bersih, maka Anda hanya selangkah lagi dari kemerdekaan—dari perasaan sukacita yang belum pernah Anda alami. Dalam prosesnya, Anda akan menemukan kemerdekaan dari kebiasaan buruk, rasa sakit, dan kekhawatiran yang tengah mengacaukan hidup Anda.

Renungkan hal ini:

- Apa yang menyebabkan Anda terlalu sibuk untuk melakukan penilaian spiritual pribadi?

- Menurut Anda mengapa Anda terkadang tidak jujur - kepada Tuhan padahal Dia tahu segalanya?

- Bagaimana rasa takut menghalangi Anda untuk jujur - pada diri Anda sendiri tentang kebiasaan-kebiasaan, rasa sakit, dan kekhawatiran Anda? Bagaimana kesombongan Anda juga menahan Anda untuk jujur?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24
___________
Jangan menunda! Sediakan waktu minggu ini untuk menyelesaikan penilaian rohani pribadi Anda. Ini merupakan langkah pertama untuk menikmati hati nurani yang murni, dan itu akan mengubah hidup Anda!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The First Step to a Clear Conscience
By Rick Warren

"Search me, O God, and know my heart; test me and know my anxious thoughts. Point out anything in me that offends you, and lead me along the path of everlasting life." Psalm 139:23-24 (NLT)
----------------------
The first step on the path to a clear conscience is to take a personal spiritual assessment.

You need to sit down with God in a quiet space and say, "God, I'm going to do business with you. I'm going to make a list of anything wrong in my life that's getting between you and me. Help me to see the things I know are wrong and the things I don't know are wrong." Ask God to clear your mind and reveal your sins.

You can pray Psalm 139:23-24: "Search me, O God, and know my heart; test me and know my anxious thoughts. Point out anything in me that offends you, and lead me along the path of everlasting life" (NLT). You're saying, "God, turn your spotlight on my inner self. Find the stuff in me that's entangled me and that's holding me back."

It's important to take your time. Don't rush it! Don't say, "God, I've got five minutes for you to reveal every sin I've ever done." Take your time. Write it all down.

Why is it important to write it down? Writing makes it specific. Thoughts disentangle themselves through the lips and the fingertips. You speak it, and you write it. If you haven't written it down, you haven't really thought about it.

Let me ask you a very important question. How serious are you about wanting God's blessing on your life? Enough that you're willing to be gut-level honest? Are you willing to be honest with God? Are you willing to be honest with yourself? Are you willing to be honest with other people? Or are you just going to live in denial? Denial and God's blessing do not go hand-in-hand.

If you're serious, then you're just a step away from liberation! You are one step away from a feeling of joy and purity that you've never experienced. You are so close to freedom from the habits and hurts and hang-ups that are messing up your life.

Don't procrastinate. Take time today, get alone by yourself, and do a personal spiritual assessment. It will change your life!


Kamis, 15 Mei 2025

Berikan Apa yang Anda Dapatkan

16 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:10-12 "Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah."
--------------------
Apa yang Tuhan berikan untuk Anda, Dia ingin berikan melalui Anda.

Tuhan sedang mencari orang-orang yang dapat Dia gunakan untuk memberkati dunia. Dia sedang melihat-lihat dan bertanya, "Apakah engkau akan menjadi sebuah cangkir, atau apakah engkau akan menjadi sebuah sedotan?" Jika Anda adalah cangkir, Anda dapat terisi penuh. Hanya itu saja fungsinya. Tetapi jika Anda berkata, "Tuhan, saya akan menjadi sedotan. Engkau dapat menyalurkan berkat-berkat-Mu kepada orang lain melalui saya." Orang seperti inilah yang Tuhan ingin berkati.

Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 9:10-11, "Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami."

Janji ini dibangun di atas kesediaan Anda untuk berbagi apa yang telah Dia berikan kepada Anda. Apakah Anda bersedia berbagi berkat Tuhan dengan orang lain?

Anda mungkin berkata, "Tunggu dulu! Tapi saya tidak cukup kaya untuk bisa berbagi." Anda bisa! Berapapun banyaknya atau sedikitnya yang Anda hasilkan, Anda bisa bermurah hati dengan itu. Ada sebuah kisah dalam Alkitab tentang seorang wanita yang hanya memiliki dua sen, tetapi dia bersedia mempersembahkannya.

Gagasan bahwa "Saya tidak punya cukup uang untuk bisa memberi" hanyalah sebuah mitos. Anda selalu bisa memberi sesuatu. Anda dapat bermurah hati dengan menyumbangkan sebagian waktu Anda dengan menjadi relawan. Anda juga dapat bermurah hati dengan iman Anda dengan mewartakannya kepada orang lain.

Ketika Anda mengalami masa sulit dan berkata, "Tuhan, aku tidak punya banyak, tetapi apa pun yang kumiliki, aku bersedia untuk berbagi. Aku hanya punya sedikit makanan di sini, tetapi aku bersedia mengundang seseorang untuk makan malam. Aku bersedia untuk berbagi apa pun yang kumiliki. "Tuhan berjanji akan melakukan tiga hal bagi Anda. Pertama, Anda akan bertumbuh secara rohani. Kedua, Dia akan menggunakan Anda untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dan ketiga, Tuhan akan dipermuliakan.

Renungkan hal ini:

- Dengan siapa Anda dapat berbagi berkat Tuhan minggu ini?

- Jika Anda merasa tidak punya banyak hal untuk dapat berbagi saat ini, menurut Anda apa yang Tuhan harapkan dari Anda?

- Bagaimana Anda telah melihat Tuhan memberkati Anda melalui pemberian Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54
_____________
Ketika Anda memberikan yang Anda miliki, Tuhan akan membuka pintu berkat dalam hidup Anda lewat cara-cara yang tidak dapat Anda bayangkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Wants You to Give What You Get
By Rick Warren

"God, who supplies seed for the sower and bread to eat, will also supply you with all the seed you need and will make it grow and produce a rich harvest from your generosity. He will always make you rich enough to be generous at all times, so that many will thank God for your gifts which they receive from us. For this service you perform not only meets the needs of God's people, but also produces an outpouring of gratitude to God." 2 Corinthians 9:10-12 (GNT)
------------------
What God gives to you, he wants to give through you.

God is looking for people he can use to bless the world. It's as if he looks around and asks, "Will you be a cup, or will you be a straw?" If you're a cup, you just get filled up, and that's it. But if you'll say, "God, I'll be a straw, and you can channel your blessing through me to other people," then that's the kind of person God wants to bless.

The Bible says in 2 Corinthians 9:10-11, "God, who supplies seed for the sower and bread to eat, will also supply you with all the seed you need and will make it grow and produce a rich harvest from your generosity. He will always make you rich enough to be generous at all times" (GNT).

This promise is built on your willingness to share what he supplies to you. Are you willing to pass on God's blessing to others?

You may say, "Wait a minute! I'm not rich enough to be generous." Oh, yes you are! No matter how much you've got, you can be generous. There's even a story in the Bible about a woman who only had two pennies, yet she gave them away.

It's a myth that you "don't have enough to give." You can always give something. You can be generous with your time by giving some of it away volunteering at a local food pantry. And you can be generous with your faith by sharing it with others.

When you're going through a tough time and say, "God, I don't have much, but whatever I've got, I'm willing to share. I've only got a little food here, but I'm willing to invite somebody over for dinner. I'm willing to share whatever I have," God promises to do three things for you. First, you will grow spiritually. Second, he will use you to meet other people's needs. And third, God is praised.

When you give whatever you have, God will open the door of blessing in your life like you cannot imagine.


Rabu, 14 Mei 2025

Percayalah Pada Tuhan Hari Demi Hari

15 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Filipi 4: 6, 8 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
-----------------
Tuhan ingin Anda percaya pada-Nya hari demi hari. Dia mengajarkan kita untuk berdoa, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" — bukan untuk minggu depan atau tahun depan, tapi hari demi hari.

Alkitab menunjukkan kepada kita empat hal yang perlu kita lakukan untuk dapat percaya kepada Tuhan setiap hari: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Filipi 4: 6 dan 8).

Jangan khawatir. Mengapa kekhawatiran jadi masalah serius? Sebab itu bukan sekadar kebiasaan buruk— itu dosa! Tuhan selalu menepati janji-Nya. Peganglah itu dengan percaya bahwa Dia akan menjaga Anda baik dalam perkara yang besar maupun yang kecil. "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34).

Doakan segala hal. Doa dapat mengubah segalanya. Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Allah begitu mengasihi Anda hingga Ia telah rela mengutus Yesus untuk mati bagi Anda dan menyelesaikan masalah terbesar Anda, tidakkah Anda berpikir Dia juga begitu mengasihi Anda hingga Ia juga akan mengatasi semua masalah Anda?
Bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal. Apa pun yang terjadi, mengucap syukurlah. Alkitab tidak mengatakan, "Untuk semua hal bersyukurlah." Alkitab mengatakan, "Dalam segala hal bersyukurlah." Anda tidak harus bersyukur atas hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda. Namun, Anda dapat mengucap syukur dalam segala hal karena Dia telah berjanji "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Ulangan 31:6).

Renungkan hal-hal yang benar. Di mana Anda menemukan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji? Anda hanya dapat menemukan pemikiran-pemikiran itu di dalam Firman Tuhan. Anda harus membacanya, mempelajarinya, menghafalnya, dan mengisi pikiran Anda dengan itu. Yesaya 26: 3 mengatakan, "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."

Renungkan hal ini:

- Apakah Anda percaya bahwa doa dapat mengubah banyak hal? Mengapa atau mengapa tidak?

- Di manakah pikiran-pikiran Anda paling sering tertuju? Apakah pikiran Anda tertuju pada semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji?

- Dalam situasi apa Anda perlu bersyukur kepada Tuhan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30
___________
Bacalah Alkitab—pelajarilah, hafalkanlah, dan penuhi pikiran Anda dengan kebenarannya sehingga Anda dapat bertumbuh dalam kepercayaan Anda pada kasih dan rasa peduli Tuhan atas Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Trust God One Day at a Time
By Rick Warren

"Don't worry about anything; instead pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done . . . Fix your thoughts on what is true, and honorable, and right, and pure, and lovely, and admirable. Think about things that are excellent and worthy of praise." Philippians 4:6, 8 (NLT)
--------------------
God wants you to trust him one day at a time. He said to pray, "Give us this day our daily bread"—not for next week or next year but just one day at a time.

The Bible says there are four things we need to do to trust God on a daily basis: "Don't worry about anything; instead pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done . . . Fix your thoughts on what is true, and honorable, and right, and pure, and lovely, and admirable. Think about things that are excellent and worthy of praise" (Philippians 4:6, 8 NLT).

Don't worry.

Why is worry such a big deal? Because it's not just a bad habit—it's a sin! God keeps his promises, and you can trust that he will take care of you for the big and the small things. "Don't worry about tomorrow, for tomorrow will bring its own worries. Today's trouble is enough for today" (Matthew 6:34 NLT).

Pray about everything.

Prayer can change things. Romans 8:32 says, "He who did not spare his own Son, but gave him up for us all—how will he not also, along with him, graciously give us all things?" (NIV). If God loved you enough to send Jesus to die for you and solve your biggest problem, don't you think he loves you enough to take care of all your other problems?

Thank God in all things.

No matter what happens, give thanks. The Bible doesn't say, "For all things give thanks." It says, "In all things give thanks." You don't have to be thankful for the bad things in your life. But you can give thanks in everything because he's promised to "never leave you nor forsake you" (Deuteronomy 31:6 NIV).

Think about the right things.

Where do you find things to think about that are pure and lovely and true and honorable and right and admirable? You find those things when you focus on God and his goodness. Isaiah 26:3 says, "You will keep in perfect peace all who trust in you, all whose thoughts are fixed on you!" (NLT).

Read the Bible—study it, memorize it, and fill your mind with its truth—so you can grow in your trust of God's love and care for you.


Selasa, 13 Mei 2025

Tuhan sedang Menunggu Anda untuk Meminta

14 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Matius 7:11 "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
-----------------
Tuhan adalah sumber segalanya. Dia menciptakan segala sesuatu yang Anda lihat dan yang tidak dapat Anda lihat di dunia dan di alam semesta ini. Dia adalah sumber dari setiap hal baik yang pernah ada dan akan ada.

Ketika Anda bergantung pada Tuhan sebagai sumber dari segalanya, ada empat kebenaran yang perlu Anda ingat.

Pertama, semua adalah anugerah dari Tuhan. Tak ada satu pun yang Anda miliki yang benar-benar Anda peroleh berkat usaha Anda sendiri. Itu semua merupakan anugerah dan karunia Tuhan. Apabila Tuhan tidak berkenan memberikannya, maka Anda tidak akan memilikinya.

Yakobus 1:17 mengatakan, "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang…" Itulah mengapa pada Doa Bapa Kami dikatakan, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Mengapa? Sebab semua yang Tuhan berikan kepada Anda ialah anugerah. Itu merupakan pemberian cuma-cuma dari-Nya, bukan berkat hasil kerja keras Anda.

Kedua, tidak ada kebutuhan Anda yang tidak dapat Tuhan penuhi. Anda tidak tahu apa yang akan Anda butuhkan sepanjang tahun ini. Tapi, Tuhan tahu, dan Dia memiliki kuasa untuk memberikannya kepada Anda, apa pun itu.

Alkitab mengatakan dalam Filipi 4:19, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." "Kekayaan dan kemuliaan-Nya" berarti berkat yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan. Tuhan mempunyai sumber daya yang tidak terbatas.

Ketiga, Tuhan ingin memberikan semua yang Anda butuhkan. Matius 7:11 mengatakan. "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Allah adalah Bapa yang baik, dan Dia ingin memenuhi semua kebutuhan Anda. Bahkan sebelum Anda tahu apa yang Anda butuhkan, Allah sudah mengetahuinya. Dan Dia siap menyediakannya dan memberi lebih dari yang Anda minta.

Keempat, Tuhan sedang menunggu Anda. Jika Anda punya kebutuhan dalam hidup yang belum terpenuhi, masalahnya bukanlah karena Tuhan tidak ingin memenuhi kebutuhan tersebut; masalahnya mungkin karena Anda belum memintanya kepada-Nya. Dia sedang menanti Anda! Yakobus 4:2 mengatakan, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."

Renungkan hal ini:

- Kepada siapa Anda bergantung untuk memenuhi kebutuhan Anda?

- Apa yang selama ini Anda tunggu untuk Anda minta kepada Tuhan?

- Bagaimana Anda dapat lebih memperhatikan bagaimana Tuhan memenuhi kebutuhan Anda dan menjawab doa-doa Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36
____________
Mintalah kepada Bapa surgawi Anda, Sang Pencipta alam semesta, apa pun yang Anda butuhkan dan lihatlah apa yang akan Dia lakukan untuk Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Is Waiting for You to Ask
By Rick Warren

"If you . . . know how to give good gifts to your children, how much more will your Father in heaven give good gifts to those who ask him!" Matthew 7:11 (NIV)
-------------------
God is the source of everything. Everything you see in the world and everything you can't see in the world and in the universe, God made. He's the source of every good thing that has ever existed or will ever exist.

When you depend on God as your source for everything, there are four truths you need to remember.

First, everything is a gift from God. You didn't earn anything you have. It's all a gift of God's grace. If God didn't want to give it, you wouldn't have it.

The Bible tells us in James 1:17, "Every good and perfect gift is from above" (NIV). That's why this part of the Lord's Prayer starts with the word "give": "Give us this day our daily bread." Why? Because it is a gift. You can't earn it.

Second, there's nothing you need that God can't provide. You don't know what you're going to need the rest of the year—or even for the rest of the day! But whatever it is, God has the power to supply it.

The Bible says in Philippians 4:19, "My God will meet all your needs according to the riches of his glory in Christ Jesus" (NIV). "Riches of his glory" means as lavish as only God can lavish. God has unlimited resources.

Third, God wants to give you everything you need. Matthew 7:11 says, "If you . . . know how to give good gifts to your children, how much more will your Father in heaven give good gifts to those who ask him!" (Matthew 7:11 NIV). God is a good Father, and he wants to meet your needs. Before you even know what you need, God knows. And he is ready to provide it and give abundantly more than you could ask.

And here's the fourth thing: God is waiting on you.

If you have needs in your life that aren't being met, the problem is not that God doesn't want to meet those needs; the problem could be you haven't asked him yet. He's waiting on you! James 4:2 says, "You do not have because you do not ask God" (NIV).

Go ahead and ask your heavenly Father, the Creator of the universe, for whatever you need, and see what he does for you.


Senin, 12 Mei 2025

Apa Artinya Menyerahkan Hidup Anda?

13 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Roma 6:13 "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."
----------------
Berserah diri kepada Yesus berarti menyerahkan seluruh aspek kehidupan Anda. Tuhan ingin Anda belajar menjadi pemberi, bukan penerima.

Yesus berkata, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya" (Markus 8:35).

Perhatikan frasa "barangsiapa kehilangan nyawanya." Apa artinya? Artinya Anda menyerahkan diri Anda kepada Allah seturut dengan rancangan-Nya. Roma 6:13 mengatakan, "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Apa yang terjadi jika Anda melakukan ini? Apa yang terjadi ketika Anda berkata, "Baiklah, Tuhan, aku tidak akan hidup untuk diriku sendiri. Aku akan hidup untuk-Mu dan orang lain. Aku akan belajar menyerahkan hidupku dan rencana-rencanaku"?

Inilah janji-Nya di dalam Alkitab, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33).

Bagaimana Anda "mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya"? Dengan peduli dengan hal-hal yang Tuhan pedulikan. Apa yang Dia pedulikan? Manusia. Tuhan tidak peduli dengan uang dan ketenaran. Dia tidak peduli dengan banyak hal yang yang kita pedulikan.

Jalanilah hidup yang penuh tujuan. Kehidupan yang digerakkan oleh prioritas-prioritas Tuhan—kerajaan-Nya!

Renungkan hal ini:

- Pikirkan seseorang yang Anda kenal yang hidupnya untuk melaksanakan rancangan-rancangan Tuhan. Apa bukti yang bisa Anda lihat bahwa mereka telah "menyerahkan" hidup mereka kepada-Nya?

- Mengapa berserah kepada Tuhan menuntun kita pada kemeredekaan yang sejati?

- Bagaimana Anda dapat membuat orang lain menjadi perhatian utama Anda? Apa satu hal yang dapat Anda lakukan untuk lebih peduli dengan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18
___________
Ketika Anda menyerahkan hidup Anda kepada Tuhan dan memprioritaskan hal-hal yang Dia prioritaskan, maka Dia akan memastikan semua kebutuhan Anda terpenuhi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Does It Mean to Throw Away Your Life?
By Rick Warren

"Give yourselves to God . . . and surrender your whole being to him to be used for righteous purposes." Romans 6:13 (GNT)
---------------------
Surrendering to Jesus means laying down every area of your life. God wants you to learn to be a giver in life, not a taker.

Jesus said, "If you insist on saving your life, you will lose it. Only those who throw away their lives for my sake and for the sake of the Good News will ever know what it means to really live" (Mark 8:35 TLB).

What does it mean to "throw away" your life? It means you submit yourself to God for his purposes. Romans 6:13 says, "Give yourselves to God . . . and surrender your whole being to him to be used for righteous purposes" (GNT).

What happens when you do this? What happens when you say, "Okay, God, I'm not going to live for me. I'm going to live for you and for other people. I'm going to learn to lay down my life. I'm going to learn to lay down my plans"?

Here's what the Bible promises: "Seek the Kingdom of God above all else, and live righteously, and he will give you everything you need" (Matthew 6:33 NLT).

How do you "seek the Kingdom of God above all else"? You care about the things God cares about. What does he care about most? People. God doesn't care about money. God doesn't care about fame. God doesn't care about a lot of things we care about.

When you surrender your life to God and prioritize the things he prioritizes, he will take care of all your needs.

So live a life of purpose. Be driven by God's priorities—his kingdom! You'll get the adventure of a lifetime!


Minggu, 11 Mei 2025

Tunduk dan Berserah kepada Tuhan

12 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Amsal 3: 5-6 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
----------------
Berserah berarti menyerahkan masa depan Anda kepada Tuhan. Amsal 3: 5-6 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Apa bidang dalam hidup Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan? Mungkin Anda telah menyerahkan "dapur" dan "ruang tamu" kehidupan Anda. Tapi bagaimana dengan kamar tidur kehidupan Anda? Bagaimana dengan lemari kehidupan Anda? Bagaimana dengan garasi kehidupan Anda? Apa area dalam hidup Anda yang belum Anda relakan?

Beberapa dari Anda belum menyerahkan kehidupan seks Anda kepada Tuhan. Anda berkata, "Saya tahu Tuhan berkata seks itu hanya untuk pernikahan, tapi saya akan melakukannya dengan cara saya." Itulah mengapa Anda mengalami stres.

Beberapa dari Anda belum menyerahkan kehidupan keuangan Anda kepada Tuhan. Anda berkata, "Saya tahu Tuhan tidak ingin saya pelit dengan uang saya. Dia ingin saya belajar untuk bermurah hati, tetapi saya tidak mampu melakukannya." Itulah mengapa Anda mengalami stres.

Beberapa dari Anda belum menyerahkan hubungan Anda kepada Tuhan. Anda berkata, "Saya tahu saya seharusnya memaafkan orang yang menyakiti saya, tapi saya tidak akan memaafkan mereka." Itulah mengapa Anda mengalami stres.

Beberapa dari Anda memiliki dosa rahasia yang belum Anda serahkan kepada Tuhan. Anda punya kebiasaan yang belum Anda serahkan kepada Tuhan. Anda memiliki luka atau rasa sakit yang belum Anda serahkan kepada Tuhan.

Beberapa dari Anda belum pernah menyerahkan kehidupan Anda kepada Yesus Kristus. Anda belum pernah memberikan diri Anda untuk dibaptis. Anda belum menemukan keluarga gereja.

Tunduk dan berserahlah kepada Tuhan. Berserah itu ibarat melambaikan bendera putih dan berkata, "Tuhan, perang ini sudah berlalu. Aku tidak akan melawan-Mu lagi. Aku menginginkan damai sejahtera, bukan stres."

Renungkan hal ini:

- Bidang-bidang apa dalam kehidupan Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan?

- Gunakan bidang-bidang tersebut untuk menentukan "ruangan" mana dalam hidup Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan.

- Pilih salah satu dari ruangan tersebut. Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil hari ini untuk menyerahkan ruangan itu kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2
__________
Tidakkah Anda lelah berperang dengan Tuhan? Lambaikan bendera putih Anda. Tunduk dan berserahlah–itulah ekspresi iman yang terdalam.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Wave the Flag of Surrender to God
By Rick Warren

"Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding. In all your ways acknowledge him, and he will make straight your paths." Proverbs 3:5-6 (ESV)
--------------
Surrender means leaving the future to God. Proverbs 3:5-6 says, "Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding. In all your ways acknowledge him, and he will make straight your paths" (ESV).

What area of your life is not surrendered to God? Maybe you've surrendered the "kitchen" and the "living room" of your life. But what about the bedroom? What about the closet of your life? What about the garage? What area of your life is not surrendered?

Some of you have not surrendered your sex life to God. You say, "I know God says sex is only for marriage, but I'm going to do it my way." That's why you're under stress.

Some of you have not surrendered your finances to God. You say, "I know God doesn't want me to be stingy with my money. He wants me to learn to be generous, but I can't afford to." And that's why you're under stress.

Some of you have not surrendered your relationships to God. You say, "I know I should forgive that person who hurt me, but I'm not about to forgive them." That's why you're under stress.

Some of you have a secret sin that you have not surrendered to God. You have a habit that you have not surrendered to God. You have a hurt or a hang-up that you have not surrendered to God.

Some of you have never surrendered your life to Jesus Christ. You've never surrendered yourself to be baptized. You haven't found a church family.

You need to surrender. Surrender is holding up your flag and saying, "God, the war is off. I'm not going to fight you anymore. I want serenity, not stress."

Aren't you tired of being at war with God? Wave the flag of surrender—it's the ultimate expression of faith.


Sabtu, 10 Mei 2025

Mengapa Tuhan Tidak Memberi Tahu Alasannya?

11 Mei 2025

Bacaan Hari ini:
Mazmur 37:7 "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia"
---------------
Banyak dari kita bergumul untuk merasa puas, di mana salah satu penyebabnya ialah karena kita selalu mencari penjelasan mengapa sesuatu terjadi dalam hidup kita. Namun, Tuhan tidak memberi tahu kita alasan mengapa sebagian besar perkara terjadi—dan itu bisa sangat membuat frustasi!

Jadi, mengapa Tuhan tidak memberi tahu Anda mengapa segala sesuatu terjadi dalam hidup Anda? Karena Dia sedang menguji Anda. Dia sedang menguji untuk melihat apakah Anda akan menyerahkan kendali Anda kepada-Nya dan belajar untuk merasa puas, terlepas dari apakah Dia memberikan penjelasan atau tidak.
Sebenarnya, Tuhan tidak berutang penjelasan apa pun kepada Anda, dan lagi pula Anda tidak akan memahaminya meski Dia memberikannya.
Meskipun Anda mendapatkan penjelasan dari-Nya, hal itu tetap tidak akan menghilangkan rasa sakit Anda. Untuk sebagian besar hal yang terjadi dalam kehidupan, Anda tidak akan tahu mengapa hal itu terjadi sampai Anda tiada.

Meskipun Tuhan tidak akan memberi Anda penjelasan untuk sebagian besar hal, sering kali Dia akan menggunakan situasi sulit tersebut untuk menguji Anda.

Waktu saya kecil, satu-satunya waktu di mana kelas kami sepi ialah ketika ujian. Guru kami akan berkata, "Dilarang berbicara! Ambil pensilmu dan kerjakan ujianmu." Kami semua diam, bahkan guru kami pun diam.

Ketika Tuhan tengah diam dalam hidup Anda dan terasa berjuta-juta km jauhnya, iman Anda sedang diuji. Tuhan hendak melihat: Apakah Anda akan menyerahkan kendali kuasa Anda kepada-Nya, atau sebaliknya Anda akan semakin menggenggam itu lebih erat? Apakah Anda mau belajar untuk menjadi puas?

Bila Anda mengalami luka atau kepedihan minggu ini atau bulan depan atau tahun ini, ketahuilah bahwa sesungguhnya Anda tidak benar-benar membutuhkan penjelasan dari Tuhan. Yang Anda butuhkan ialah kehadiran Tuhan. Untuk itu, serahkanlah kendali Anda dan serahkan diri Anda pada pemeliharaan Tuhan.

"Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia" (Mazmur 37:7).

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda pernah mengalami bahwa kehadiran Tuhan—bukan penjelasan-Nya—adalah apa yang Anda butuhkan?

- Bagaimana Tuhan menguji Anda saat ini?

- Daripada bertanya kepada Tuhan "mengapa," apa yang sebaiknya Anda tanyakan kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51
___________
Tuhan tidak berutang satu penjelasan apa pun kepada Anda. Anda tak akan mengerti mengapa banyak hal terjadi sampai Anda tiba di kehidupan kekal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Why Doesn't God Tell You Why Something Happens?
By Rick Warren

"Surrender yourself to the LORD, and wait patiently for him." Psalm 37:7 (GW)

People struggle with contentment, and one of the reasons is because we're always looking for explanations for why things happen in our lives. But God doesn't tell us why most things happen—and that can be really frustrating!

So why doesn't God tell you why everything happens in your life? Because he's testing you. He's testing you to see if you will let go of control and learn to be content, whether he explains something or not.

The truth is, God doesn't owe you an explanation for anything, and you wouldn't understand it even if he gave it.

But even if you did get an explanation, it still wouldn't take away the pain. For most things in life, you're not going to know why they happen until you get on the other side of death.

Even though God won't give you explanations for most things, he often will use those difficult situations to test you.

When I was a little kid in school, the only time our classroom was quiet was during a test. The teacher would say, "No talking! Take your pencils, and fill out your tests." Even the teacher would be silent.

When God is silent in your life and feels a million miles away, your faith is being tested. God may be looking to see: Will you let go of control, or will you grab on more tightly? Will you learn to be content?

When you're going through pain this week or next month or this year, you don't really need God's explanation. You need God's presence.

"Surrender yourself to the LORD, and wait patiently for him" (Psalm 37:7 GW).