Sabtu, 14 September 2024

Pahami Firman Tuhan

15 September 2024

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 20:32 "Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya."
------------------
Alkitab adalah makanan bagi jiwa Anda. Ketika Anda mengisi pikiran Anda dengan Firman Tuhan, Anda akan bertumbuh. Anda tak bisa menjadi sehat secara fisik jika Anda makan junk food setiap hari. Demikian pula, Anda tak bisa menjadi sehat secara rohani, kecuali Anda mengisi pikiran Anda dengan kebenaran Firman Tuhan.

Apakah Anda ingin memperoleh semua berkat yang Tuhan sediakan untuk Anda? Tentu saja! Saya juga berharap Anda mendapatkannya, juga.

Bagaimana caranya mendapatkan berkat itu? Berkat-berkat itu merupakan dampak langsung dari kedewasaan rohani Anda. Alkitab mengatakan, "Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya" (Kisah Para Rasul 20:32).

Firman kasih karunia Tuhan akan membangun Anda. Ketika Anda tumbuh di dalam kedewasaan rohani, Dia dapat menganugerahkan semua berkat yang Dia punya untuk Anda. Ada beberapa hadiah yang tidak dapat Anda berikan kepada bayi atau anak kecil karena mereka belum cukup dewasa untuk menerimanya. Sama halnya dengan Anda.

Sesungguhnya, Anda dapat menggunakan tangan Anda untuk membantu mengingat bagaimana caranya menggunakan Alkitab untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani. Isilah hidup Anda dengan Firman Tuhan dengan melakukan enam hal: Mendengarkan Firman Tuhan—itu adalah jari kelingking Anda. Anda membacanya—itu jari manis Anda. Anda mempelajarinya—itu adalah jari tengah Anda. Anda menghafalnya—itu jari telunjuk Anda. Kemudian, Anda merenungkannya—itu ibu jari Anda. Telapak tangan Anda melambangkan penerapan Firman Tuhan.

Penting bagi Anda untuk melakukan keenam hal tersebut ketika Anda memasukkan Firman Tuhan ke dalam pikiran Anda. Jika satu-satunya masukan rohani yang Anda terima ialah mendengarkan Firman Tuhan di gereja, Anda tidak akan memiliki pegangan yang kuat hanya dengan jari kelingking Anda. Mengapa? Kita lupa 95 persen dari semua yang kita dengar dalam 72 jam! Setan dapat mencuri sukacita Anda dengan sangat mudah.

Jika Anda mendengarkan Firman Tuhan dan kemudian Anda membacanya setiap hari, Anda memiliki pegangan yang lebih baik. Setan tidak dapat menarik pegangan Anda secepat itu. Jika Anda mendengarkan dan membacanya dan mempelajarinya, maka Anda akan memiliki pegangan yang jauh lebih kuat.

Ketika Anda melakukan keenam hal tersebut, Anda akan memiliki pegangan yang semakin kuat pada Firman Tuhan. Tidak akan ada yang bisa merampasnya dari Anda. Dan di saat itulah, Anda akan menemukan diri Anda tumbuh menuju kedewasaan rohani dan menerima berkat-berkat yang menyertainya.

Renungkan hal ini:

- Untuk bertumbuh, Anda perlu berkomitmen untuk menghabiskan waktu di dalam Firman Tuhan setiap hari. Mulailah dengan hanya lima menit sehari. Buat satu gol untuk mempelajari Alkitab dalam jumlah waktu tertentu, pada waktu yang sama setiap hari, selama enam minggu ke depan. Tulislah dan beri tahu teman Kristen lainnya yang dapat membantu memantau kemajuan Anda.

- Apa gangguan terbesar yang menahan Anda untuk belajar Alkitab setiap hari? Apakah hal-hal itu lebih penting bagi Anda ketimbang tumbuh secara rohani?

- Apa artinya merenungkan Firman Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8
__________
Ada beberapa karunia yang Allah ingin berikan kepada Anda, tetapi Dia sedang menunggu Anda untuk tumbuh dewasa terlebih dahulu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Get a Grip on God's Word
By Rick Warren

"The message of his grace . . . is able to build you up and give you the blessings God has for all his people." Acts 20:32 (GNT)
----------------
The Bible is your soul food. When you feed on the Word of God, you grow. You can't be physically healthy if you eat junk food all the time. In the same way, you can't be spiritually healthy unless you feed on the truth of God's Word.

Would you like to have all the blessings that God has for you? Of course, you would! I want that for you, too.

How do you get those blessings? They're a direct result of spiritual maturity. The Bible says, "The message of his grace . . . is able to build you up and give you the blessings God has for all his people" (Acts 20:32 GNT).

What does it mean for the message of God's grace to build you up and give you blessings? It means that, when you grow in spiritual maturity, God can give you all the blessings he has for you. There are some gifts you can't give young children because they aren't mature enough for them yet. In the same way, there are some gifts God wants to give you, but he's waiting for you to grow up.

You can actually use your hand to help you remember how to use the Bible to grow in spiritual maturity. You feed on the Word of God by doing six things: You hear God's Word—that's your pinky finger. You read it—that's your ring finger. You study it—that's your middle finger. You memorize it—that's your pointer finger. Then, you meditate on it—that's your thumb. Your palm represents applying God's Word.

It's important to do all six of those things as you feed on God's Word.

Think of it this way: If the only spiritual input you get is hearing the Word of God at church, then you won't have a very strong understanding of it—just like you can't have a very strong grip with just your pinky finger. In fact, some studies suggest we forget as much as 95 percent of everything we hear within 72 hours! If the only exposure you have to God's Word is hearing it at church, then Satan will be able to steal your joy pretty easily.

But if you hear the Word of God and then you read it every day, you've got a better grip. Satan can't pull it away from you as quickly. Then if you hear it and read it and study it, then you've got an even stronger grip.

When you do all six things—hear, read, study, memorize, meditate on, and apply it—you'll have a firm, strong grip on God's Word. No one will be able to take it away from you. And you'll find yourself growing toward spiritual maturity and receiving the blessings that come with it.


Jumat, 13 September 2024

Upayakan Rekonsiliasi, Bukan Resolusi

14 September 2024

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."
--------------------
Jika Anda ingin memperbaiki suatu hubungan yang berkonflik, Anda harus fokus pada rekonsiliasi, bukan pada resolusi.

Ada satu perbedaan besar antara keduanya.

Rekonsiliasi berarti membangun kembali hubungan. Tapi itu tidak berarti Anda harus kembali lagi dengan mantan pacar Anda atau menjadi sahabat dengan seseorang yang menyakiti Anda. Rekonsiliasi berarti berdamai dengan satu sama lain.

Sedangkan resolusi berarti menyelesaikan perselisihan—dan itu tidak bisa terwujud begitu saja. Ada beberapa hal dalam pernikahan Anda, persahabatan Anda, atau hubungan kerja Anda yang tidak akan pernah bisa Anda sepakati—sebab kita semua berbeda. Tetapi, Anda bisa sepakat tanpa harus sepakat. Itulah yang disebut kedewasaan. Itulah yang disebut berhikmat. Itulah yang disebut menjadi seperti Kristus.

Kita dapat berjalan bergandengan tanpa harus sepakat. Istri saya dan saya telah menikah selama lebih dari 40 tahun, dan kami punya banyak perbedaan pandangan dan pemahaman. Akan tetapi, kami saling dapat saling bergandengan tangan dan menyokong satu sama lain. Kami hidup dalam damai.

Ini yang saya pelajari dari konseling pasangan menikah: Jika Anda berfokus untuk memulihkan hubungan Anda, sering kali permasalahannya menjadi semakin mengecil. Berapa banyak dari pertengkaran besar Anda disebabkan oleh hal-hal yang paling kecil? Kita bertengkar oleh karena begitu banyak hal sepele, tetapi, pada kenyataannya, sebenarnya pertengkaran kita bukan karena hal-hal sepele itu, melainkan ada permasalahan yang lebih besar. Untuk itu, kembalilah berfokus pada hubungan Anda.

Ada banyak konflik di dunia ini. Bumi ini diisi dengan perang, perpecahan, pertikaian, prasangka, rasisme, terorisme, dan partisanisme (membela kepentingan suatu kelompok). Akibatnya, kita mengalami keretakan hubungan, rusaknya perekonomian, rusaknya pemerintahan, dan hancurnya pernikahan. Dan pada akhirnya, ada banyak hati yang terluka.

Saya menantang Anda sebagai orang percaya untuk berkomitmen menjadi juru damai bagi dunia yang penuh konflik ini. Carilah cara untuk mempersatukan orang-orang yang berkonflik, bukan malah mencerai-beraikan mereka.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5:18-19, "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Jika Anda seorang pengikut Kristus, rekonsiliasi ialah bentuk pelayanan Anda. Adalah tugas Anda untuk terjun ke masyarakat dan berkata, "Tuhan telah melakukan segalanya untuk membuat Anda kembali bersekutu dengan-Nya. Dia sudah menebus semua dosa Anda. Anda tidak perlu menjadi musuh-Nya. Dia tidak marah pada Anda. Dia sangat sayang pada Anda. Berdamailah dengan Allah. Pulihkanlah hubungan Anda dengan Allah. Kemudian, sebarkanlah damai sejahtera itu kepada semua orang."

Renungkan hal ini:

- Apa titik pertikaian dalam pernikahan atau persahabatan Anda yang belum bisa Anda selesaikan?

- Langkah-langkah apa yang bisa Anda ambil untuk lebih fokus pada rekonsiliasi hubungan, alih-alih hanya mencoba untuk menyelesaikan perselisihan?

- Bagaimana Anda bisa berupaya untuk menjadi seorang juru damai di mana pun Anda berada, seperti di dalam keluarga, pekerjaan, dan komsel Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7
_____________
Kita dapat menjalin persatuan tanpa harus seragam.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Your Ministry of Reconciliation
By Rick Warren

"[God] has restored our relationship with him through Christ, and has given us this ministry of restoring relationships. In other words, God was using Christ to restore his relationship with humanity. He didn't hold people's faults against them, and he has given us this message of restored relationships to tell others." 2 Corinthians 5:18-19 (GW)
--------------------
When you want to repair a relationship where there is conflict, you want to focus on reconciliation, not resolution.

There's a big difference! Reconciliation means reestablishing the relationship. It doesn't mean you'll remarry your ex or become best friends with someone who hurt you; it just means you're at peace with each other.

Resolution means you resolve every disagreement, and that just isn't going to happen most of the time. Because the truth is, there are some things in your marriage, your friendships, and your work relationships that you're just never going to agree on, because we're all different.

But you can disagree without being disagreeable. That's called maturity. That's called wisdom. That's called being like Jesus Christ.

We can have unity without uniformity. We can walk hand in hand without seeing eye to eye. My wife Kay and I have been married for more than 50 years, and we don't see eye to eye on a lot of things. But we walk hand in hand and support each other. We are at peace.

Here's what I've learned from counseling marriages: If you focus on restoring your relationship, oftentimes the issue becomes insignificant. How many of your biggest arguments were over the smallest things? They weren't really about that. You need to get back to focusing on the relationship.

I challenge you as a believer to commit to becoming an agent of reconciliation in a world filled with conflict. Become a bridge builder, not a wall builder. Look for ways to bring people together rather than tear them up.

The Bible says in 2 Corinthians 5:18-19, "[God] has restored our relationship with him through Christ, and has given us this ministry of restoring relationships. In other words, God was using Christ to restore his relationship with humanity. He didn't hold people's faults against them, and he has given us this message of restored relationships to tell others" (GW).

If you are a follower of Jesus Christ, you have a ministry of reconciliation. It's your job to go out in society and say, "God's done everything to put you back in fellowship with him. You don't have to be his enemy. He's not mad at you; he's mad about you. Be reconciled to God. Be at peace with God. Then spread that peace with everybody else."

Your ministry of reconciliation starts in your own relationships, as you look to God for his grace and courage to extend it to others.


Kamis, 12 September 2024

Anda bisa Memilih untuk Menjadi Khawatir atau Menyembah Tuhan

13 September 2024

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 3:14-15 "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."
-------------------
Kekristenan bukanlah untuk orang yang lemah, pengecut, atau yang lemah hati. Dibutuhkan pria dan wanita yang berani ikut Yesus.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak akan pernah tahu penderitaan mengerikan yang sedang dialami para orang percaya di seluruh dunia. Tahukah Anda berapa harga yang harus Anda bayar untuk ikut Kristus? Mungkin Anda tidak pernah menghadapi penindasan fisik yang kejam. Tetapi bisa jadi Anda menghadapi penindasan diam-diam setiap harinya karena budaya kita menjadi semakin sekuler dan anti-Kristen.

Ketika Anda menghadapi pertentangan oleh karena iman Anda, adalah wajar untuk merasa takut. Jadi, bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan pertentangan? Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan ketidaksetujuan? Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan penolakan?

Penuhilah hati Anda dengan kasih Allah. Alkitab mengatakan tidak ada ketakutan di dalam kasih, dan kasih yang sempurna mengusir semua ketakutan. Ketika Anda menghadapi pertentangan, Anda perlu berfokus pada kasih Allah atas Anda. Orang-orang yang bersandar pada kepastian kasih Allah tidak takut ditolak. Mereka tidak takut akan ketidaksetujuan orang lain.

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 3:14-15, "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."

Anda punya dua pilihan saat merasa tertekan untuk bungkam tentang iman Anda kepada Kristus. Anda bisa khawatir, atau Anda bisa menyembah Tuhan. Anda bisa jadi panik, atau berdoa. Anda bisa fokus pada masalah, tekanan, dan penganiayaan atau, sebaliknya, Anda bisa fokus pada Tuhan.

Alihkan perhatian Anda dari tekanan yang Anda rasakan, dan arahkanlah itu kepada Tuhan. Anda harus mengubah fokus Anda! Itulah penyembahanan yang berfokus pada Tuhan.

Renungkan hal ini:

- Di mana Anda perlu mencari kepastian akan kasih Tuhan?

- Menurut Anda, bagaimana Tuhan memberi Anda upah atas penderitaan Anda karena melakukan apa yang benar?

- Pertentangan seperti apa yang telah Anda hadapi oleh karena iman Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6
__________
Ketika Anda menghadapi pertentangan, alihkan perhatian Anda kepada Bapa surgawi Anda yang penuh kasih. Pilih penyembahan daripada kekhawatiran.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Can Worry or You Can Worship
By Rick Warren

"If you suffer for doing what is right, God will reward you for it. So don't worry or be afraid of their threats. Instead, you must worship Christ as Lord of your life. And if someone asks about your hope as a believer, always be ready to explain it." 1 Peter 3:14-15 (NLT)
-------------------
Christianity is not for weaklings, wimps, or the faint of heart. It takes courageous men and women to follow Jesus.

Believers around the world are suffering in terrible ways that most of us will never know. But what is it costing you to follow Christ? It's unlikely you'll ever have to deal with violent oppression. But you deal with silent repression every single day as culture becomes more and more secularized and anti-Christian.

When you are faced with opposition because of your faith, it's natural to feel afraid. So how do you get rid of the fear of opposition? How do you get rid of the fear of disapproval? How do you get rid of the fear of being rejected?

You need to be filled with God's love. The Bible says there's no fear in love and perfect love casts out all fear. When you face opposition, you need to focus on God's love for you. People who rest in the assurance of God's love aren't afraid of rejection. They aren't afraid of disapproval.

The Bible says in 1 Peter 3:14-15, "If you suffer for doing what is right, God will reward you for it. So don't worry or be afraid of their threats. Instead, you must worship Christ as Lord of your life. And if someone asks about your hope as a believer, always be ready to explain it" (NLT).

You have two choices when you feel pressured to be quiet about your faith in Christ: You can worry, or you can worship. That means you either panic or you pray. You either focus on the problem and the pressure and the persecution or you focus on God.

You want to turn your attention away from the pressure you feel and turn it toward God. You have to change your focus! That's what worship is—focusing on God. When you face opposition, turn your attention to your loving heavenly Father. Choose worship instead of worry.


Rabu, 11 September 2024

Ingatlah Ini Ketika Anda Ditentang

12 September 2024

Bacaan Hari ini:
Matius 5: 10-12 "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
--------------------
Ketika Anda merasa tertekan oleh dunia ini karena mengasihi Yesus, sementara orang lain tidak, ingatlah tiga hal berikut:

Pertentangan menjadikan Anda serupa dengan Yesus.

Yesus berkata dalam Yohanes 15: 18-20, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu."

Jika Anda ingin bertumbuh dan menjadi seperti Yesus Kristus, maka Anda akan dan harus melalui hal-hal yang telah Yesus lalui; kesunyian, keputusasaan, tekanan, dan pencobaan.

Pertentangan akan memperdalam iman Anda.

Iman Anda ibarat otot. Otot tidak akan berkembang bila Anda hanya duduk dan menguyah popcorn. Otot terbentuk karena direntangkan, dilatih, dan diuji. Otot tidak akan terbentuk jika Anda tidak pernah menarik beban ke arah yang berlawanan. Jika Anda tidak memiliki penentang dalam hidup Anda, maka iman Anda tidak akan bertumbuh. Orang percaya yang paling kuat di dunia ini ialah mereka yang paling sering diuji imannya.

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 1: 7, "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Pertentangan akan mendatangkan upah yang kekal.

Matius 5: 10-12 mengatakan, "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Tuhan akan memberkati siapa saja yang teraniaya karena hidup untuk Dia. Anda tidak akan mendapatkan upah karena bersikap kasar atau tinggi hati. Jika Anda menjalani kehidupan yang membenarkan diri sendiri ketika Anda teraniaya, maka Anda bukanlah seorang martir; Anda adalah seorang pecundang.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana selama ini Anda menanggapi ujian atas iman Anda? Menurut Anda, apa yang Tuhan pikirkan saat melihat respons Anda tersebut?

- Seperti apakah penganiayaan yang tengah terjadi di masyarakat kita?

- Mengapa penting buat kita untuk mendoakan orang-orang yang teraniaya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5
_____________
Anda diganjar upah oleh Tuhan karena hidup meneladani Yesus. Oleh Karena itu, ketika Anda berbagi tentang iman Anda, lakukanlah itu dengan lemah lembut dan hormat, seperti Yesus melakukannya, dan Anda akan mendapatkan upah Anda di Surga kelak.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Remember This When You're Opposed
By Rick Warren

"God blesses those who are persecuted for doing right, for the Kingdom of Heaven is theirs. God blesses you when people mock you and persecute you and lie about you and say all sorts of evil things against you because you are my followers." Matthew 5:10-11 (NLT)
--------------------
When you feel pressured by the world because you love Jesus and other people don't, you want to remember three things:

Opposition can make you more like Jesus.

Jesus said in John 15:18-19, "If the world hates you, remember that it hated me first. The world would love you as one of its own if you belonged to it, but you are no longer part of the world" (NLT).

If you're going to grow up and be like Jesus, then you're going to have to go through the things he went through, including loneliness, discouragement, stress, and temptation. What makes you think God would spare you when he didn't spare his own Son from those things?

Opposition will deepen your faith.

Your faith is like a muscle. A muscle doesn't grow by sitting in a chair and eating popcorn. A muscle grows by being stretched, strained, and tested. You're never going to grow a muscle if no weight is ever pulling in the opposite direction.

If you don't have opposition in your life, then your faith is not growing. The strongest believers in the world right now are those who are having their faith tested the most. The Bible says in 1 Peter 1:7, "These trials will show that your faith is genuine. It is being tested as fire tests and purifies gold—though your faith is far more precious than mere gold" (NLT).        

Opposition will give you eternal rewards.

Matthew 5:10-11 says, "God blesses those who are persecuted for doing right, for the Kingdom of Heaven is theirs. God blesses you when people mock you and persecute you and lie about you and say all sorts of evil things against you because you are my followers" (NLT).

God's going to bless anybody who's persecuted because they live for him. Notice that you don't get rewarded for being rude or obnoxious. If you live a self-righteous life when you get persecuted, you're not a martyr; you're just a jerk.

You get rewarded for being like Jesus. When you share what you believe, do it with gentleness and respect, just like Jesus, and you will be rewarded for it one day in heaven.

Selasa, 10 September 2024

Untuk Menyelesaikan Konflik, Alihkan Fokus Anda

Untuk Menyelesaikan Konflik, Alihkan Fokus Anda

11 September 2024

Bacaan Hari ini:
Filipi 2: 4-5 "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."
---------------------
Jika Anda hendak menemui seseorang untuk menyelesaikan suatu konflik, pertama Anda harus mengakui kesalahan Anda di dalamnya. Kemudian, dengarkan luka dan sudut pandang orang tersebut.

Kita menganggap kita sedang memperdebatkan pendapat kita. Tapi sesungguhnya kita sedang mencoba memenangkan emosi kita. Setiap kali terjadi konflik, ada perasaan yang terluka. Ada seseorang yang terluka. Ada seseorang yang tersakiti. Ada seseorang yang merasa diremehkan. Bukan opini yang menimbulkan konflik, melainkan emosi di balik opini tersebutlah pencetusnya. Orang yang tersakiti menyakiti orang lain. Semakin sering orang tersakiti, semakin gencar mereka menyerang orang lain. Orang yang tidak tersakiti tidak akan menyakiti orang lain. Orang yang penuh dengan kasih mengasihi orang lain. Orang yang penuh dengan sukacita menyenangkan orang lain. Orang yang penuh dengan damai sejahtera hidup rukun dengan orang lain. Namun, sebaliknya, orang yang tersakiti akan menyakiti orang lain. Mereka melampiaskan sakit hati mereka pada orang lain. Mereka menyerang orang lain.

Jika Anda ingin menjadi seorang salesman yang andal, jangan langsung mulai menjajakan dagangan Anda. Mulailah dengan menanyakan kebutuhan, keluh kesah, dan kepentingan calon pembeli Anda. Jika Anda ingin menjadi seorang profesor atau seorang pendeta, atau apa pun itu, mulailah dengan memperhatikan kebutuhan, keluh kesah, dan kepentingan orang lain.

Filipi 2: 4-5 mengatakan, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Apakah Anda sering mencoba membuat orang yang tengah berkonflik dengan Anda mengerti perasaan Anda, tapi Anda sendiri tidak mau mendengar mereka? Anda terlalu sibuk berargumen dan tidak mendengarkan, akibatnya, Anda kian jauh dari mereka. Untuk itu, Anda harus dengan niat mengalihkan fokus Anda dari memperhatikan kepentingan Anda sendiri menjadi memperhatikan kepentingan orang lain. Penyelesaian konflik dimulai dengan cara Anda memperhatikan keadaan sekitar. Kata "memperhatikan" dalam Filipi 2: 4 menggunakan bahasa Yunani "scopos." Dari situlah kata "mikroskop" dan "teleskop" berasal.

"Scopos" artinya adalah memusatkan perhatian. Ayat berikutnya mengatakan bahwa sikap Anda haruslah sama seperti Yesus Kristus. Anda akan menjadi kian serupa dengan sifat Yesus ketika Anda lebih memperhatikan luka hati orang lain, ketimbang melihat luka hati Anda sendiri.

Ada satu pepatah Cina kuno yang berbunyi, "Berusahalah untuk memahami sebelum berusaha untuk dipahami." Ketika Anda fokus pada kepentingan orang lain–bukan kepentingan Anda sendiri–maka Anda akan memperoleh pemahaman yang lebih baik akan situasi yang sedang terjadi, dan lebih tergerak untuk menyelesaikan konflik Anda.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana Yesus memberikan teladan pada kita tentang memperhatikan kepentingan orang lain?

- Apa saja cara yang dapat Anda gunakan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain?

- Bagaimana Anda harus mempersiapkan diri sebelum memulai penyelesaian konflik sehingga Anda siap untuk mendengarkan dan berfokus pada orang yang tengah berkonflik dengan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4
_______________
Jika Anda ingin terhubung dengan orang lain, Anda harus mulai memperhatikan kebutuhan mereka, keluh kesah mereka, dan kepentingan mereka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
For Conflict Resolution, Switch Your Focus
By Rick Warren

"Don't look out only for your own interests, but take an interest in others, too. You must have the same attitude that Christ Jesus had." Philippians 2:4-5 (NLT)
---------------------
When you approach someone to resolve a conflict, you first have to confess your part of the problem. Then, you need to listen for the other person's hurt and perspective.

We think we argue over ideas. But we actually argue over emotions. Anytime there is conflict, somebody got their feelings hurt. Somebody felt abused. Somebody felt slighted. It's not the ideas that cause the conflict. It's the emotions behind the idea.

Hurt people hurt people. The more people are hurting, the more they lash out at everybody else. People who aren't hurting don't hurt others. People who are filled with love are loving toward others. People who are filled with peace are at peace with everybody else. But people who are hurting inside are going to hurt others. They're going to lash out.

If you want to be a good salesman, you don't start with your product. If you want to be a good professor or pastor—if you want to connect with others in any way—then you must start with people's needs, hurts, and interests.

Philippians 2:4-5 says, "Don't look out only for your own interests, but take an interest in others, too. You must have the same attitude that Christ Jesus had" (NLT).

Are you often so busy trying to get the people you're in conflict with to see your position that you're not listening to their position? You're too busy speaking and not listening and, as a result, you move further and further away.

You need to shift your focus from your needs to their needs. Conflict resolution starts with the way you look at the situation. The word "look" in Philippians 2:4 is the Greek word scopos. It's where we get the words "microscope" and "telescope."

Scopos means to focus. Your attitude should be the same as that of Jesus Christ. And you are most like Jesus when you're focusing more on the hurts of somebody else than your own hurt.

There's an old saying that goes like this: "Seek to understand before you seek to be understood." When you're focused on the needs of the other person and not your own, you'll grow in compassion and grace and have a better understanding of the situation. Then you can move forward with resolving your conflict.


MILYARDER PERTAMA DI DUNIA

John D. Rockfeller (8 Juli 1839 – 23 Mei 1937), pendiri Standard Oil, pernah menjadi orang terkaya di dunia.  Dia adalah miliarder pertama di dunia. 

 "Dia mengumpulkan kekayaan bersih setidaknya $1 miliar pada tahun 1916. Ketika Rockefeller meninggal pada tahun 1937, kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar $340 miliar dalam dolar saat ini."

 Pada usia 25 tahun, dia memiliki salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat.  Dia berusia 31 tahun ketika menjadi penyuling minyak terbesar di dunia.  Pada usia 38, ia menguasai 90% penyulingan minyak di Amerika Serikat.  Pada usia lima puluh, John adalah orang terkaya di Amerika.  Sebagai seorang pemuda, setiap tindakan, sikap, dan koneksi dirancang untuk membangun kekayaannya.

 Namun pada usia 53 tahun, ia jatuh sakit.  Seluruh tubuhnya didera rasa sakit, dan dia kehilangan seluruh rambutnya.  Dalam penderitaan yang luar biasa, jutawan tunggal di dunia ini bisa membeli apa pun yang diinginkannya, namun hanya bisa makan sup dan biskuit.

 Menurut seorang rekan, "Dia tidak bisa tidur, tidak bisa tersenyum, dan tidak ada apa pun dalam hidup yang berarti baginya".  Dokter pribadinya yang sangat terlatih mengindikasikan bahwa dia akan meninggal dalam waktu satu tahun.  Tahun itu berlalu dengan sangat lambat.  Saat dia mendekati kematian, suatu pagi dia terbangun dengan pemahaman samar bahwa dia tidak akan mampu membawa kekayaannya ke dunia berikutnya.

 Pria yang sempat mendominasi dunia komersial ini tiba-tiba menyadari bahwa dirinya tidak punya kendali atas kehidupan pribadinya.  Dia memberi tahu pengacara, akuntan, dan manajemennya bahwa dia bermaksud untuk mengabdikan asetnya untuk rumah sakit, penelitian, dan kegiatan amal.  John D. Rockefeller memulai yayasannya.

 Yayasan Rockefeller mendanai penelitian penisilin Howard Florey dan rekannya Norman Heatley pada tahun 1941. Namun aspek yang paling mencengangkan dari narasi Rockefeller adalah ketika dia mulai memberikan kembali sebagian kecil dari semua yang telah diperolehnya, kimiawi tubuhnya berubah secara dramatis, dan dia pulih.  .

 Ia diperkirakan meninggal pada usia 53 tahun, namun ia bertahan hingga mencapai usia 98 tahun.  Rockefeller belajar bersyukur dan mengembalikan sebagian besar uangnya.  Ini membuatnya utuh.  Itu adalah satu hal yang harus disembuhkan.  Menjadi bugar adalah hal lain.  Dia adalah seorang Baptis taat yang menghadiri Gereja Baptis Euclid Avenue di Cleveland, Ohio.

 Sebelum meninggal, ia menulis dalam buku hariannya: "Tuhan mengajariku bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya, dan aku hanyalah saluran untuk melaksanakan kehendak-Nya. Sejak saat itu, hidupku menjadi liburan yang panjang dan membahagiakan; penuh dengan pekerjaan dan permainan,  Aku melepaskan kekhawatiranku sepanjang perjalanan, dan Tuhan begitu baik kepadaku setiap hari.
#sejarahdunia #faktasejarah #motivasi

Senin, 09 September 2024

Perhatikan Titik Buta Anda

10 September 2024

Bacaan Hari ini:
Matius 7: 3,5 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata ."
---------------
Salah satu keterampilan hidup terpenting yang harus Anda pelajari adalah penyelesaian konflik. Jika tidak memilikinya, maka Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda dalam kesengsaraan, karena kita semua adalah manusia yang tak sempurna, dan kita mengalami konflik hampir setiap hari dalam hidup kita.

Jika Anda ingin menyelesaikan konflik, maka Anda harus mengambil langkah pertama. Anda harus meminta bantuan Tuhan karena dibutuhkan keberanian untuk mendekati seseorang yang berkonflik dengan Anda dan memberi tahu orang tersebut bahwa Anda ingin duduk bersama dan menyelesaikannya.

Kemudian, jangan memulainya dari kesalahan orang lain. Janganlah memulainya dari serangkaian tuduhan atau cara-cara orang tersebut menyakiti Anda. Mulailah dengan kesalahan Anda sendiri.

Konflik itu mungkin 99,99 persen kesalahan mereka. Tetapi Anda selalu bisa menemukan kesalahan Anda untuk diakui! Mungkin itu adalah respons Anda yang buruk, meskipun itu cara Anda membela diri. Mungkin itu adalah kesilapan Anda. Mungkin itu adalah cara Anda menjauh dari mereka.

Anda memiliki kelemahan dalam hidup Anda yang dilihat orang lain dengan jelas tetapi tidak pernah Anda lihat. Itu adalah titik buta Anda. Itulah kelemahan yang tidak Anda ketahui. Itulah sebabnya Anda perlu menyelesaikan konflik dengan rendah hati dan memulainya dari kesalahan Anda sendiri.

Yesus berkata, "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata" (Matius 7:3, 5).

Ia berkata bahwa Anda perlu mengakui peran Anda dalam konflik itu terlebih dahulu. Sebalok kayu apakah di mata Anda yang menghalangi Anda melihat permasalahan dengan jelas? Janganlah mulai dengan orang lain dan bagaimana mereka menyakiti Anda sebelum Anda mengakui peran Anda dalam konflik itu terlebih dahulu.

Apakah Anda menyebabkan konflik karena Anda tidak peka? Atau apakah Anda terlalu sensitif? Apakah selama ini Anda tidak menunjukkan belas kasih Anda kepada mereka yang terluka? Apakah Anda terlalu menuntut?

Renungkan hal ini:

- Apa yang tengah menghalangi Anda untuk melihat dosa Anda sendiri dengan jelas?

- Menurut Anda, apa pengaruhnya terhadap orang lain ketika Anda memulai penyelesaian konflik dengan mengakui kesalahan Anda, alih-alih memulai dengan tuduhan?

- Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk maju dalam menyelesaikan konflik dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2
____________
Apa titik buta Anda? Setelah Anda menemukan dan mengakuinya, Anda akan siap untuk langkah berikutnya dalam penyelesaian konflik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Take a Good Look at Your Blind Spots
By Rick Warren

"Why do you notice the little piece of dust in your friend's eye, but you don't notice the big piece of wood in your own eye? . . . First, take the wood out of your own eye. Then you will see clearly to take the dust out of your friend's eye." Matthew 7:3, 5 (NCV)
--------------------
One of the most important life skills that you have to learn is conflict resolution. If you don't, you're going to spend a lot of your life miserable, because we're imperfect people, and we have conflict almost every day of our lives.

If you want to resolve conflict, then you're going to have to make the first move. That means you have to ask for God's help because it takes courage to approach someone you are in conflict with and tell that person you want to sit down and work it out.

Then, you don't start with what the other person has done wrong. You don't start with a bunch of accusations or ways that you've been hurt. You start with what's your fault.

The conflict may be 99.99 percent their fault. But you can always find something to confess! Maybe it was your poor response, even if it came out of defensiveness. Maybe it was your attitude. Maybe it was the way you walked away.

You have weaknesses in your life that others see clearly but you've never seen. Those are your blind spots. Those are the weaknesses that you're clueless about. That's why you need to come to conflict resolution with a humble heart and begin with your own faults.

Jesus said, "Why do you notice the little piece of dust in your friend's eye, but you don't notice the big piece of wood in your own eye? . . . First, take the wood out of your own eye. Then you will see clearly to take the dust out of your friend's eye" (Matthew 7:3, 5 NCV).

He's saying you need to confess your part of the conflict first. What's the piece of wood in your eye that is keeping you from seeing the situation clearly? Don't start with the other person and all the ways they've hurt you until you've confessed your part of the conflict first.

Did you cause conflict by being insensitive? Or were you overly sensitive? Did you not show compassion for the person who was hurting? Were you being over-demanding?

What are your blind spots? Once you figure them out and confess them, you'll be ready for the next step in conflict resolution.