Sabtu, 17 Agustus 2024

Menabur di Musim Ini untuk Menuai Berkat Tuhan

Menabur di Musim Ini untuk Menuai Berkat Tuhan

18 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:
Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
---------------------
Setiap petani tahu apa yang mereka tabur di satu musim akan mereka panen di musim berikutnya. Jika Anda menanam di musim semi, maka Anda akan memanennya di musim gugur.

Cara Anda merespons seseorang atau suatu situasi sekarang pasti akan mempengaruhi masa depan Anda. Jika Anda merespons suatu musim kehidupan dengan benar dan melakukan apa yang benar, bahkan ketika Anda enggan melakukannya, itu akan memberikan keuntungan yang besar buat Anda di masa depan.

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9). Dengan kata lain, janganlah menyerah.

Apa pun musim yang sedang Anda lalui, ada empat pertanyaan yang dapat Anda tanyakan pada diri Anda sendiri yang akan membantu Anda menuai berkat Tuhan di musim berikutnya.

1. Apa yang dapat saya pelajari di musim kehidupan ini?

Ada beberapa hal yang hanya bisa kita pelajari melalui pengalaman. Ulangan 11: 2 mengatakan, "Kamu tahu sekarang--kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu--kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung."

2. Apa yang dapat saya nikmati di musim kehidupan ini?

Alkitab mengatakan, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5:18). Kita harus menjalani hari-hari yang baik dan hari-hari yang buruk dengan rasa syukur, sebab setiap hari adalah anugerah dari Tuhan.

3. Apa yang paling penting untuk musim ini?

Pengkhotbah 3: 1 mengatakan, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Segala sesuatunya ada waktunya, maka Anda tidak boleh memiliki semuanya sekaligus. Anda harus mengambil keputusan sulit tentang apa yang benar-benar penting buat Anda di musim yang spesifik dalam kehidupan ini.

4. Bagaimana saya dapat membantu orang lain di musim kehidupan ini?

Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Anda tidak ditempatkan di bumi ini hanya untuk hidup seorang diri: "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya" (Amsal 3:27).

Renungkan hal ini:

- Bagaimana atau dalam area apa dalam hidup Anda di mana Anda ingin menuai berkat Tuhan di musim berikutnya? Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk menabur benih yang akan memungkinkan hal itu terjadi?

- Bagaimana melayani orang lain membantu memberikan Anda perspektif yang tepat di musim kehidupan yang sulit?

- Ketika Anda merasa sulit untuk bersyukur, apa yang perlu Anda katakan kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17
______________
Tuhan mengaruniakan Anda kemampuan, bakat, dan tenaga untuk membantu orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Sow in This Season to Reap God's Blessing
By Rick Warren

"Let us not become weary in doing good, for at the proper time we will reap a harvest if we do not give up." Galatians 6:9 (NIV)
--------------------
Every farmer knows that what you sow in one season, you will reap in another season. You plant in the spring, and you harvest in the fall.

The way you respond to someone or to a situation will affect your future in ways you cannot know right now. But if you respond by doing the right thing in this season of life, even if you don't feel like it, then you can know that it will pay great dividends in the next season of life.

"Let us not become weary in doing good, for at the proper time we will reap a harvest if we do not give up" (Galatians 6:9 NIV).

No matter which season you're in, there are four questions you can ask yourself that will help you reap God's blessing in the next season.

1. What can you learn in this season of life?

There are some things we only learn through experience. Deuteronomy 11:2 says, "Remember today what you have learned about the LORD through your experiences with him" (GNT). Even if this season is a struggle, there are still lessons to learn and ways to grow.

2. What can you enjoy in this season of life?

The Bible says, "Give thanks in all circumstances; for this is God's will for you in Christ Jesus" (1 Thessalonians 5:18 NIV). We are to live with a sense of gratitude on the good days and the bad days, because each day is a gift from God.

3. What is most important for this season?

Ecclesiastes 3:1 says, "There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens" (NIV). If that's true, then you can't do it all at once. You need to make some tough decisions about what really matters at this particular time in life.

4. How can you help others in this season of life?

The Bible says clearly that you weren't put on this earth just to live for yourself: "Whenever you are able, do good to people who need help" (Proverbs 3:27 NCV). God gave you abilities, talents, and energy to help other people.

God is working in every season of your life to make you more like him and to use you to bless others. Give some thought to these four questions so you can make the most of what has been given to you today.


Jumat, 16 Agustus 2024

Lima Cara agar Pasangan dapat Tumbuh Bersama Secara Rohani

17 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:

Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
------------------
Anda dapat mengusahakan berbagai cara untuk membuat pernikahan Anda terus bertumbuh. Anda dapat menunjukkan kasih sayang, tidak egois, dan saling memaafkan. Tetapi tanpa diragukan lagi, keputusan paling penting yang bisa Anda dan pasangan Anda buat dalam pernikahan ialah dengan tetap berkomitmen untuk ikut Yesus bersama-sama.

Alkitab berkata, "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (Kolose 2:7). Baik Anda dan pasangan Anda mungkin telah menyerahkan hidup Anda kepada Yesus, tetapi Anda perlu bertanya pada diri sendiri, "Apakah selama ini kita sebagai pasangan sudah menjalani hidup kita dengan iman?"

Berikut ini beberapa cara sederhana mengikutii Yesus bersama dengan pasangan Anda (ide-ide ini juga bisa diterapkan dalam hubungan keluarga lainnya).

1. Dibaptis bersama. Jika Anda belum melakukannya, umumkanlah bahwa Anda adalah seorang Kristen. Jika Anda ingin menjadikan Yesus sebagai pusat dari pernikahan Anda, adalah logis apabila Anda berdua memberitahu publik bahwa Anda adalah murid-Nya. Saya senang ketika melihat suami istri dibaptis bersama. Itu sebuah cara luar biasa untuk menyatakan kepada dunia bahwa Anda hendak menyerahkan hidup dan pernikahan Anda kepada Yesus.

2. Bergabung dalam kelompok kecil. Kuatkan pernikahan Anda dengan menjalin relasi dengan pasangan Kristen lainnya. Ketika Anda bersama-sama belajar menerapkan firman Tuhan ke dalam pernikahan dan kehidupan Anda, maka Anda akan mengasah satu sama lain secara rohani. Selain Anda dapat berbagi tentang iman Anda secara rutin, Anda dan pasangan Anda bisa saling menguatkan untuk ambil bagian di dalam pelayanan. Tumbuh sebagai pengikut Kristus dan sebagai pasangan membutuhkan akuntabilitas yang konsisten dari orang percaya lainnya.

3. Perbarui janji pernikahan Anda. Jika Anda telah menyerahkan hidup Anda kepada Yesus atau memperbarui komitmen Anda sebagai pengikut Kristus semenjak pertama kali Anda mengucapkan janji pernikahan, maka pertimbangkanlah untuk juga memperbarui janji pernikahan Anda. Ini akan membawa perbedaan besar dalam pernikahan Anda.

4. Berdoa untuk dan bersama satu sama lain. "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Siapa yang tidak menginginkan pernikahan yang sehat dan langgeng? Alkitab mengatakan itu bisa terjadi ketika Anda mengakui saat Anda salah dan berdoa bersama dan saling mendoakan.

5. Ikuti firman Tuhan. Ketika suami istri membaca firman Tuhan bersama-sama dan mengaplikasikannya ke dalam pernikahan mereka, maka itu akan mengubah hubungan mereka dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk menjalani seumur hidup bersama. Mungkin saat ini pernikahan Anda sedang menjalani musim yang sulit, tetapi ingatlah bahwa selalu ada pengharapan. Pernikahan Anda bisa bangkit kembali. Namun, itu harus dimulai bila Anda menempatkan Yesus sebagai pusatnya. Lakukan apa yang Tuhan perintahkan di dalam firman-Nya sehingga pernikahan Anda dapat mulai bertumbuh kembali.

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda merasa paling dekat dengan pasangan Anda secara rohani? Dalam hal apa saja Anda merasa paling sulit untuk tumbuh bersama dengan pasangan Anda secara rohani?

- Apa dorongan rohani yang diberikan oleh pasangan lain kepada Anda dan pasangan Anda? Buatlah rencana untuk melewatkan waktu bersama dengan pasangan tersebut bulan ini. Jika Anda tidak kenal satu pun pasangan suami istri yang bisa membantu Anda, mintalah bantuan gereja untuk memperkenalkan Anda kepada mereka.

- Apa perubahan yang dapat Anda mulai lakukan di minggu ini yang akan membantu Anda serta pasangan Anda dalam mengembangkan hubungan rohani yang lebih dekat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16
____________
Yesus adalah perekat pernikahan. Ketika Anda terombang-ambing dan merasa ingin menyerah, ingatlah bahwa Dia akan menyatukan Anda dan pasangan Anda kembali.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
5 Ways Couples Can Grow Spiritually Together
By Rick Warren

"Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stronger in your faith." Colossians 2:7 (GNT)
------------------
You can do many different things to keep your marriage growing. You can show affection, act unselfishly, and forgive each other. But by far the most important decision you and your spouse can make in your marriage is to remain committed to following Jesus together.

The Bible says, "Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stronger in your faith" (Colossians 2:7 GNT). Both you and your spouse may have committed your lives to Jesus at some point, but you need to ask yourself, "Are we continuing to live out our faith as a couple?"

Here are some practical ways you can follow Jesus together (many of these ideas can apply to other family relationships too):

1. Get baptized together. If you haven't done so already, publicly identify yourself as a Christian. If Jesus is going to be the center of your marriage, it only makes sense that you both tell the world you're following him. I love to see husbands and wives get baptized together. It's a wonderful way to declare you're committing your lives and marriage to Jesus.

2. Get in a small group together. Challenge your marriage spiritually by connecting with other Christian couples. As you learn together to apply God's Word to your marriages and lives, you'll sharpen one another spiritually. You'll also be challenging each other to serve in ministry and share your faith regularly. Growing as a follower of Christ and as a spouse requires consistent accountability from other believers.

3. Renew your wedding vows. If you've committed your life to Jesus or renewed your commitment in a meaningful way since you first said your wedding vows, consider renewing those vows. It's likely they'll mean something different to you today.

4. Pray for and with each other. "Make this your common practice: Confess your sins to each other and pray for each other so that you can live together whole and healed" (James 5:16 MSG). Who doesn't want a marriage where you live together whole and healed? The Bible says this can happen when you confess to one another when you're wrong and pray for and with each other.

5. Follow God's Word. When couples read God's Word together and apply it to their lives, it transforms their relationship and establishes a firm foundation for a lifetime together.

Your marriage may be going through a difficult season, but there's still hope. Your marriage can find life again. But it has to start with you putting Jesus at the center of it. Do what God tells you to do in his Word, and your marriage can start growing again. 

Jesus is the glue for any marriage. When everything else is tearing you apart and you feel like giving up, he will hold you together.


Kamis, 15 Agustus 2024

Penyesuaian yang Membuat Pernikahan Langgeng

16 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:18 "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
---------------------
Setiap pernikahan–dan setiap hubungan–memberikan banyak kesempatan untuk penyesuaian. Hidup Anda dan pasangan Anda akan berubah. Anak-anak Anda akan tumbuh dewasa. Anda akan berganti pekerjaan. Anda akan pindah rumah. Anda akan mengalami sakit penyakit. Hidup ini akan memaksa Anda untuk melakukan penyesuaian.

Agar penyesuaian tersebut menjadi efektif, maka Anda tidak boleh egois. Belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri merupakan salah satu pelajaran terpenting yang Tuhan ingin ajarkan kepada Anda melalui pernikahan Anda.

Tidak mementingkan diri sendiri merupakan inti dari pengajaran Alkitab dalam 1 Yohanes 3:18: "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

Berikut ini tiga cara yang kita semua dapat lakukan dalam membuat penyesuaian yang tidak egois dan penuh kasih:

1. Pikirkan apa yang dibutuhkan oleh pasangan Anda. Alkitab berkata, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:4). Sayangnya, sering kali semakin lama Anda menikah, semakin sedikit Anda memikirkan tentang kebutuhan pasangan Anda. Alkitab mendorong Anda untuk memperhatikan kebutuhan semua orang, tapi terutama kebutuhan orang-orang yang tinggal di rumah Anda sendiri.

2. Saling tunduk terhadap satu sama lain. Alkitab memanggil pasangan Anda untuk tunduk terhadap satu sama lain, dalam artian siap melepaskan keegoisan Anda untuk dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasangan Anda. Efesus 5:21 mengatakan, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Beberapa pria berpikir bahwa istrilah yang harus melakukan penyesuaian dalam pernikahan mereka. Akan tetapi, sebagai pemimpin rumah tangga, para suami dipanggil untuk memimpin, untuk berkorban dan melakukan penyesuaian—seperti yang Yesus lakukan buat kita semua. Paulus menulis, " Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25).

3. Lakukan penyesuaian dalam hal-hal kecil.

Mungkin itu berupa menjemput lebih awal dan menemani hingga larut. Mungkin itu berupa menyesuaikan waktu tidur Anda dengan pasangan Anda. Mungkin itu berupa pergi ke restoran atau menonton film yang disukai oleh pasangan Anda. Mungkin itu berupa mendengarkan ketika pasangan Anda membutuhkan Anda untuk mendengarkan, bukan hanya ketika Anda ingin mendengarkan. Cinta sejati diekspresikan melalui keputusan-keputusan sederhana dalam menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan satu sama lain setiap hari.

Cinta yang dewasa ialah ketika Anda memperlakukan pasangan Anda seperti Yesus mengasihi Anda. 1 Yohanes 3:16 mengatakan, "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." Buatlah penyesuaian untuk lebih mengasihi pasangan Anda, sama seperti yang dilakukan Kristus terhadap kita. Keputusan itu akan mengubah segalanya.

Renungkan hal ini:

- Penyesuaian apa yang telah dilakukan oleh pasangan Anda yang sangat berarti buat Anda? Sudahkah Anda memberi tahu pasangan Anda betapa Anda menghargai penyesuaian mereka itu?

- Bagaimana pernikahan Anda (atau hubungan penting lainnya) akan berbeda seandainya Anda mengasihi pasangan Anda seperti Yesus mengasihi manusia?

- Apa satu penyesuaian yang bisa Anda lakukan minggu ini sebagai suatu tindakan mengasihi terhadap pasangan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33
_______________
Ujian cinta yang sejati bukan pada kata-kata Anda, melainkan pada tindakan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Adjustments That Make Marriage Work
By Rick Warren

"Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action." 1 John 3:18 (GNT)
---------------
Every marriage—and, really, every relationship—offers many opportunities for adjustments. Your life together will change. Your kids will grow up. You'll change jobs. You'll move. You'll get sick. Life will force you to make adjustments.

And to make these adjustments successfully, you'll need to become unselfish. In fact, learning to be unselfish may be the greatest lesson God wants to teach you through your marriage.

Unselfishness is at the core of what the Bible teaches in 1 John 3:18: "Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action" (GNT).

Here are three ways we all can make unselfish, loving adjustments:

1. Think about what your spouse needs. The Bible says, "Don't look out only for your own interests, but take an interest in others, too" (Philippians 2:4 NLT). Unfortunately, often the longer you're married, the less you think about your spouse's needs. The Bible urges you to look out for everyone's needs—but especially the needs of those in your own home.

2. Submit to each other. The Bible calls spouses to submit to each other—to give up what you really want in order to meet your spouse's needs. Ephesians 5:21 says, "Honor Christ by submitting to each other" (TLB). Some men think their wives should do all of the adjusting in marriage. But as leaders of the home, husbands are called to lead the way in sacrificing and in making adjustments—just as Jesus did. Paul writes, "For husbands, this means love your wives, just as Christ loved the church. He gave up his life for her" (Ephesians 5:25 NLT).

3. Make adjustments in the little things. Maybe it means arriving a little bit later or leaving a little bit earlier. Maybe it means going to bed at a different time. Maybe it means going to the restaurant or watching the movie your spouse prefers. Maybe it means listening when your spouse needs you to listen and not just when you feel like it. Real love is expressed through those small, daily decisions to adjust and meet each other's needs.

The test of real love isn't in what you say. It's in how you act.

When your love is mature, you treat your mate like Jesus would. 1 John 3:16 says, "This is how we know what love is: Christ gave his life for us" (GNT).

Make the adjustments to love your spouse as Christ does. That decision will change everything.


SETELAH GOKAR GILIRAN PDIP YANG MAU DIREBUT.

Oleh: Saiful Huda Ems.

Sudah banyak saksi yang membaca prediksi politik yang saya tulis melalui opini politik di tanggal 16 Februari 2024 yang lalu, bahwa sebenarnya bukan PSI melainkan Partai GOLKAR lah yang akan direbut dan dipersiapkan untuk menjadi benteng perlindungan politik terakhir Jokowi, melalui operator politiknya di GOLKAR yakni Agus Gumiwang Kartasasmita. Ketika itu saya hanya menulis inisial namanya saja, yakni AGK. Lalu semua itu menjadi kenyataan ketika Ketum GOLKAR Airlangga Hartarto, seolah-olah tiba-tiba mengundurkan diri dari Ketum GOLKAR, Sabtu (10/8/2024), padahal ity nyatanya bukan tiba-tiba, namun sekenario drama politik Sang Nepotis yang sudah lama.

Penguasa yang sekarang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar ini memang brutal dan sadis sekali dalam mengobrak-abrik tatanan hukum dan sendi-sendi demokrasi, juga sangat pendendam dengan siapapun pengkritiknya. Jika mereka tidak bersedia untuk patuh pada instruksinya, ia akan diganggu dengan berbagai teror kasus hukum yang dibuat-buat, dan jika bukan itu ya ia akan berusaha dikucilkan dari panggung politik nasional. Ini tidak hanya berlaku untuk personal sebagaimana yang ia lakukan pada Hasto Kristiyanto dan Anies Baswedan, melainkan juga berlaku untuk partai politik yang tidak mau mengikuti instruksinya.

Mungkin karena teror penguasa yang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar itu begitu sadis, maka sampai detik ini masih belum ada partai politik yang dengan tegas bersedia mendukung Anies maupun Ahok dan kader-kader yang hendak diusung oleh PDIP lainnya, selain PDIP itu sendiri. Semua ketum-ketum partai sepertinya gemetar jika tidak mau mendukung Ridwan Kamil dan Kaesang untuk Cagub/Cawagub DI Jakarta misalnya, karena hanya dua nama itu yang ditawarkan oleh Sang Penguasa Kerajaan Siluman Kelelawar bersama Koalisi Indonesia Maju yang dikomandani oleh Prabowo. 

Meski demikian, yang namanya partai politik tentu mempunyai kepentingan sendiri yang bisa dinegosiasikan, olehnya konon mereka (NASDEM, PKB dan PKS) ditawari masing-masing 3 menteri di kabinet Prabowo-Gibran mendatang. Ini juga merupakan jebakan, tipu muslihat Sang Penguasa Siluman Kelelawar untuk menjauhkan partai-partai itu dari PDIP. Ibarat pepatah menyelam sambil minum air. Memberi umpan jabatan masing-masing 3 menteri untuk melumpuhkan kekuatan NASDEM, PKB dan PKS yang berarti pula tujuan akhirnya untuk "menghabisi" PDIP tercapai. 

Bagi NASDEM, PKB dan PKS tentu itu merupakan tawaran yang menggiurkan sekaligus mengerikan, namun jika mereka tidak bersepakat dikhawatirkan mereka hanya akan bisa mendukung Cagub asal-asalan, yang diibaratkan dengan mendukung Kotak Kosong. Risiko terbesarnya lagi, mereka harus siap diperkarakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kasus hukum. Hanya PDIP dengan Ketumnya Ibu Megawati Soekarno Putri bersama Sekjennya Hasto Kristiyantolah yang tidak mungkin bisa diteror dengan hal-hal semacam itu, karena selain karena beliau berdua sudah terkenal integritasnya, juga sudah memiliki riwayat perlawanan politiknya yang dahsyat dari waktu ke waktu.

Sayangnya, untuk konteks Pilkada di DI Jakarta, PDIP tidak memiliki cukup syarat untuk mengusung Cagub/Cawagub sendirian, PDIP harus bekerjasama dengan partai politik lainnya untuk dapat mengusung Cagub/Cawagubnya. Kenyataan politik yang demikian telah "dimanfaatkan" oleh penguasa di Kerajaan Siluman Kelelawar untuk membantai habis PDIP atau minimal mengucilkannya dan yang nantinya direbutnya, sebagaimana ia telah merebut Partai GOLKAR melalui sandiwaranya yang sekenarionya sangat mudah terbaca dari awal, semenjak menjelang PILPRES dan PILEG 14 Februari 2024 yang lalu. Dan ternyata sekenario mengucilkan PDIP ini juga akan ia lakukan di PILKADA di daerah-daerah strategis lainnya. Yang saya dengar ada di 5 Provinsi besar.

Ratusan Kota dan Kabupaten akan menyelenggarakan PILKADA serentak di bulan November 2024 mendatang, hanya ia yang memiliki kuasaan besar yang sanggup membuat sekenario dahsyat dan curang untuk memperoleh kemenangan dengan cara-cara manipulatif, percis sebagaimana yang ia lakukan di PILPRES dan PILEG 2024. Ini sungguh sebuah praktik pemberangusan Demokrasi yang sangat biadab sekali, yang hanya bisa dilakukan oleh seorang Nepotis Norak dan gemar menyeret-nyeret aparat dan birokrat ke medan politik. Komprador kampungan yang menyerahkan tanah air ini pada negara asing dengan pemberian izin selama hampir dua abad mendatang. Seorang pemimpin tamak yang diam-diam memberi keleluasaan pada anak dan menantunya untuk berkomplot dengan mafia-mafia tambang !.

Maka renungkanlah hai Ketum-Ketum Partai Politik, khususnya Ketum NASDEM, PKB dan PKS, kalian harus berani menolak segala tawaran penguasa yang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar itu, dan segera perkuat konsolidasi kekuatan politik bersama PDIP sebelum PDIP berhasil ia rebut setelah ia berhasil merebut GOLKAR. Sebab jika tidak, nasib kalian tidak akan jauh berbeda dengan nasib Airlangga Hartarto !. Percayalah, setelah Sang Nepotis nantinya turun tahta, peta politik akan berubah. Arus balik itu akan terjadi ketika Presiden Prabowo nantinya siuman dari "pingsan" politiknya, dan sadar bahwa yang menjegalnya untuk jadi Presiden di 2019 dan 2024 itu Sang Nepotis, dan bahwa yang memintanya pulang dari Yordania dan memberinya karpet merah (kehormatan) itu bukan siapa-siapa, melainkan Ibu Megawati Soekarno Putri yang dikhianati orang yang sama, yang juga menghianati Prabowo. 

Jika hal yang demikian itu tidak terjadi pada pemerintahan Prabowo di masa mendatang, itu berarti karakter Prabowo yang dinilai banyak kalangan sebagai seorang mantan prajurit yang kesatria, terbuka dan gentle ternyata hanyalah bualan-bualan saja !. Dan itu berarti pula sebagai deklarasi dari Prabowo untuk mengajak duel politik lagi dengan Rakyat Indonesia, khususnya para Aktivis '98 seperti kami !. Kita perlu perubahan 100 %, bukan 50 apalagi 0 % !. Dan tidak ada cara lain untuk terlaksananya perubahan itu, kecuali berani menyetop habis seluruh sekenario drama terburuk sepanjang perjalanan bangsa ini yang dilakukan oleh Sang Bapak Nepotis !. 

Ibu Megawati Soekarno Putri itu pejuang sejati, tidak pernah tunduk pada kekuasaan. Apalagi tanggung jawabnya sebagai Putri Bung Karno, pasti akan menjaga Pancasila dan NKRI dengan pertaruhan jiwa raga. Semangat juangnya masih menyala dan kejernihan pemikiran dan jiwanya untuk terus mengobarkan perlawanan pada bandit-bandit negara itu sudah nyata teruji dari rezim ke rezim dari Orde Baru, Orde Reformasi hingga Orde Pinokio ! Hanya kepada Ibu Megawatilah kalian bisa saling taut menautkan tangan untuk bersama berjuang bagi kemajuan bangsa ini !. Sekarang beliau dan Sekjennya sedang diintai untuk direbut posisinya, lindungilah, agar Demokrasi terselamatkan dan Republik Indonesia segera terbebas dari Sang Nepotis norak dan tamak !...(SHE).

14 Agustus 2024.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan  Pemerhati Politik.

Rabu, 14 Agustus 2024

Tingkatkan Perhatian Anda

15 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:
Yakobus 1:19 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;"
------------------
Pernikahan yang baik tidak terwujud begitu saja. Anda membentuk pernikahan Anda sendiri. Jika Anda mau berusaha, maka Anda dapat mempelajari keterampilan dan hikmat untuk membangun hubungan yang hebat, bagaimanapun kondisi pernikahan Anda hingga saat ini.

Untuk beberapa hari ke depan, kita akan melihat beberapa cara praktis untuk membantu Anda dan pasangan Anda agar semakin dekat terhadap satu sama lain dan kepada Tuhan. Banyak dari prinsip-prinsip ini juga dapat diterapkan dalam hubungan-hubungan apa pun dengan orang lain pada setiap tahap kehidupan Anda.

Satu keahlian yang bisa dipelajari oleh siapa pun untuk menciptakan hubungan yang lebih baik—baik dalam pernikahan atau persahabatan—yaitu dengan cara memperhatikan.

Waktu Anda ialah hidup Anda karena Anda tak akan pernah bisa mengulangnya kembali. Itulah mengapa tindakan paling mengasihi yang bisa Anda tunjukkan kepada pasangan Anda ialah dengan memberi perhatian kepada mereka. Momen-momen penuh perhatian yang Anda bagi dengan satu sama lain dengan mesra merupakan salah satu cara penting untuk berkata, "Aku mengasihimu."

Faktanya adalah Anda jatuh cinta dengan memperhatikan. Anda mulai memperhatikan seseorang, dan orang tersebut mulai memperhatikan Anda. Mungkin Anda membeli bunga, mengirimkan pesan yang indah, dan ngobrol berjam-jam di telepon. Anda menghabiskan waktu luang Anda bersama orang tersebut.

Akan tetapi, lambat laun perhatian Anda bisa teralihkan. Saat ini mungkin Anda lebih fokus mencari nafkah, merawat anak Anda, melakoni hobi, atau membangun karier Anda. Pasangan Anda tidak lagi menjadi pusat perhatian Anda. Pergeseran fokus memang wajar terjadi, tetapi jika Anda tidak memfokuskan kembali perhatian Anda terhadap satu sama lain, pada akhirnya, pernikahan Anda akan runtuh.

Salah satu penyebab pudarnya perhatian dalam pernikahan ialah ketika Anda berhenti mendengarkan satu sama lain. Ego membuat Anda berasumsi bahwa Anda sudah tahu apa yang dikatakan pasangan Anda— sebab Anda merasa sudah mendengarkan mereka mengatakan hal yang sama berulang kali selama bertahun-tahun lamanya.

Bila Anda sudah berhenti mendengarkan pasangan Anda, mulailah mendengarkannya lagi hari ini. Mengapa? Pertama, Anda mencintai pasangan Anda. Ketika Anda memberikan perhatian dengan cara mendengarkan, itu artinya Anda sedang menunjukkan cinta kasih Anda. Selanjutnya, terkadang Tuhan berbicara lewat pasangan Anda. Pasangan Anda mungkin memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap suatu situasi dibanding dengan Anda sehingga ia mengetahui titik buta Anda dan dapat membantu Anda melihatnya.

Tuhan memberikan satu resep langgengnya pernikahan tentang perhatian yang terfokus lewat mendengarkan. Yakobus 1:19, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." Ketika Anda melakukan dua bagian pertama dari ayat tersebut, maka yang ketiga akan otomatis terjadi. Jika Anda melaksanakannya, pernikahan Anda akan bertumbuh dewasa dan maju.

Untuk dapat mengobarkan api asmara dalam pernikahan Anda, mulailah kembali memberikan perhatian pada pasangan Anda. Tunjukkanlah bahwa Anda sepenuhnya peduli. Ketika Anda peduli terhadap satu sama lain, Anda akan mendapati diri Anda semakin dekat dengan pasangan Anda, meskipun Anda sibuk mengurus keluarga, mengejar karier, dan pada akhirnya menjadi tua bersama.

Renungkan hal ini:

- Apa saja cara Anda dalam menunjukkan perhatian Anda kepada pasangan Anda di periode awal hubungan Anda?

- Yakobus 1:19 menginstruksikan: "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." Bagaimana Anda dapat menerapkan firman ini dalam pernikahan Anda dan hubungan-hubungan dekat lainnya dalam hidup Anda?

- Satu perubahan apa yang dapat Anda buat hari ini yang akan meningkatkan kemampuan Anda dalam memberikan perhatian kepada pasangan Anda? Ini bisa berupa berbagi pekerjaan rumah tangga, mematikan televisi, atau meletakkan ponsel Anda saat sedang melewatkan waktu bersama.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13
___________
Ketika Anda memberi perhatian dan fokus Anda pada seseorang, itu layaknya Anda memberikan mereka bagian dari hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Fan the Flames of Romance by Paying Attention
By Rick Warren

"Be quick to listen, slow to speak and slow to become angry." James 1:19 (NIV)
---------------------
Good marriages don't just happen. Marriages are what you make them.
If you put in the effort, you can learn the skills and wisdom to build a great relationship, regardless of what your marriage has been like up until now.

During the next few days, we're going to look at some practical ways you and your spouse can grow closer to each other and closer to God. Many of these principles can also be applied to any close relationship, at any stage of your life.

One skill that anyone can learn to help make their relationships better—whether in marriage or in friendship—is how to pay attention.

When you give someone your attention and focus, it's like you give them a piece of your life.

Your time is your life because you'll never get it back. That's why the most loving act you can show your spouse is to pay attention to them. Those focused moments of intimate sharing are one of the most important ways you say, "I love you."

The truth is, you fell in love by paying attention. You started paying attention to someone, and that person started paying attention to you. You probably bought flowers, wrote notes, and talked for hours on the phone. You spent your free time together.

But gradually your attention shifted. Today you may be more focused on paying bills, taking care of kids, pursuing hobbies, or building your career. Your spouse might not be the center of your attention anymore. A shift of focus happens naturally, but if you don't bring your attention back to each other, your marriage will eventually crumble.

One of the ways you let your attention fade in marriage is when you stop listening to each other. Pride makes you assume you know what your spouse has said—because you think you've heard them say it over and over again through the years.

If you've stopped listening to your spouse, start listening again today. Why? First, you love the person. And when you give your attention by listening, you're showing love. Next, sometimes God speaks through your spouse. Your spouse may have better insight into a situation than you do, and your spouse knows your blind spots and can help you see them.

God gives a great recipe in his Word for the kind of focused attention through listening that makes a marriage grow. James 1:19 says, "Be quick to listen, slow to speak and slow to become angry" (NIV). When you do the first two parts of that verse, the third one will be automatic. As you do this, you'll keep your marriage growing and going.

To fan the flames of romance in your marriage, start bringing back some of that focused attention. Show you care by staying aware. As you pay attention to each other, you'll find yourselves growing closer even as you raise a family, pursue careers, and eventually grow old together.


Selasa, 13 Agustus 2024

Pilihlah untuk Memberkati, Bukan Bergosip

14 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:
Amsal 17: 9 "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib."
-------------------
Kita semua pasti pernah bertemu orang-orang yang membuat kita jengkel. Mungkin mereka suka menuntut, menentang, atau bahkan merendahkan. Mungkin mereka bersikap egois dan selalu berfokus pada diri mereka sendiri dalam setiap pembicaraan. Atau mungkin mereka suka berdebat atau mengeluh.

Si pembuat onar ini membuat Anda ingin bergosip tentang kegilaan mereka. Apa pun yang mereka lakukan, itu akan membuat kesal. Itu membuat Anda ingin menelepon sahabat Anda dan berkata, "Kau tidak akan percaya apa yang mereka lakukan!" Singkat kata, mereka adalah orang-orang yang membuat Anda ingin bergosip.

Apa itu gosip? Gosip adalah ketika Anda membicarakan seseorang di belakang mereka, alih-alih mengatakannya secara langsung kepada orang tersebut. Gosip adalah membagikan informasi dengan seseorang yang bukan bagian dari masalah atau solusi. Gosip pada intinya adalah suatu bentuk balas dendam.

Untuk sejenak, gosip mungkin membuat Anda merasa lebih baik — tetapi sebenarnya itu membuat si pembuat onar menang. Gosip seakan mengizinkan orang tersebut mengendalikan obrolan dan emosi Anda. Dan tanpa disadari, Anda menghabiskan waktu Anda untuk membicarakan si pembuat onar ini, alih-alih membicarakan hal- hal positif dalam hidup Anda.

Selain itu, gosip juga sangat destruktif. Alkitab menjelaskan, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib" (Amsal 17:9). Gosip bisa menghancurkan gereja, keluarga, dan bisnis. Itu menceraiberaikan teman-teman dekat. Gosip bahkan dapat menghancurkan hidup Anda.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh membiarkan itu terjadi. Anda punya pilihan untuk tidak bergosip — sebaliknya, balaslah pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan kepada Anda dengan kasih.

Alkitab berkata, "Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat" (1 Petrus 3: 9).

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda paling mudah tergoda untuk bergosip? Bagaimana Anda dapat menghindari godaan tersebut di masa mendatang?

- Apa dampak negatif yang pernah Anda lihat dari bergosip?

- Kapan satu saat di mana Anda memilih untuk menjadi berkat, ketimbang bergosip? Apa dampaknya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 87-88; Roma 14
__________
Anda bisa memilih untuk bergosip dan melewatkan berkat Tuhan. Atau, Anda bisa memilih untuk melakukan percakapan yang positif dan menggunakan kata-kata yang membangun orang lain. Jika Anda melaksanakannya, Anda akan menerima berkat Tuhan dalam hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Choose to Bless, Not to Gossip
By Rick Warren

"Love prospers when a fault is forgiven, but dwelling on it separates close friends." (Proverbs 17:9 (NLT)
----------------
All of us have crazymakers in our lives. They're the people who make us want to call our best friends, and say, "You won't believe what they just did!"

Crazymakers make you want to spread the word about their craziness—to hear your friends say, "Wow, they are crazy!" That affirmation from your friends can make you feel good. But spreading the word is gossip—and it's unloving.

The Bible says to forgive even your enemies. Proverbs 17:9 says, "Love prospers when a fault is forgiven, but dwelling on it separates close friends" (NLT).

What is gossip? It's when you talk about someone behind their back rather than going to that person directly. It's sharing information about someone with another person who is not part of the problem or the solution. In its essence, gossip is a form of retaliation.

In the short term, gossip may make you feel better—but it actually lets the crazymaker win. It allows that person to control your conversations and emotions. Suddenly you're spending your time talking about the crazymaker instead of all the positive things in your life.

Gossip is incredibly destructive too. It destroys churches, families, and businesses. It separates close friends. It can even destroy your life.

But you don't have to let it. It's your choice not to gossip—and to instead repay the wrong done to you with a blessing.

The Bible says in 1 Peter 3:9, "Do not do wrong to repay a wrong, and do not insult to repay an insult. But repay with a blessing, because you yourselves were called to do this so that you might receive a blessing" (NCV).

You can gossip and miss out on God's blessing.

Or you can choose to have positive conversations and use words that lift others up. In doing so, you will receive God's blessing in your life.


Senin, 12 Agustus 2024

Lepaskan Rasa Sakit Anda

13 Agustus 2024

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:13 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."
---------------
Pernahkah seseorang melakukan sesuatu yang di luar akal sehat dan menyakitkan kepada Anda atau kepada orang-orang yang Anda cintai? Mungkin Anda pernah berpikir, "Saya tahu Kekristenan mengajarkan tentang pengampunan, jadi saya tetapi akan melakukannya. Tapi saya akan melakukannya jika mereka meminta maaf terlebih dahulu kepada saya."

Pola pikir tersebut salah: Artinya Anda masih memendam sakit hati itu. Orang tersebut mungkin tidak akan pernah meminta maaf kepada Anda. Dia mungkin tidak pernah merasa menyesal. Dia mungkin tidak peduli, atau bahkan dia mungkin tidak sadar dengan apa yang telah dia perbuat. Anda pun akhirnya menggerutu akan sesuatu yang mungkin sudah dilupakan oleh orang tersebut. Dan akibatnya, itu akan terus-menerus mengganggu pikiran Anda!

Jangan pernah memendam sakit hati. Itu hanya akan menuntun Anda pada kebencian, dan kebencian akan menghancurkan Anda. Kebencian itu ibarat menenggak racun, lalu berharap itu akan melukai orang lain. Itu tidak akan berhasil!

Namun, kebencian punya penawar: pengampunan.

Yesus memberikan suatu teladan tentang pengampunan—bahkan di tengah situasi yang paling ekstrim sekalipun. Ketika Dia disalibkan di atas kayu salib, Dia berkata tentang para prajurit dan orang-orang yang menghina-Nya: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya" (Lukas 23:34).

Jika saat ini Anda sedang bergumul dalam mengampuni seseorang, ingatlah kasih dan pengampunan Allah— pengampunan yang telah Yesus berikan di atas kayu salib.

Kolose 3:13 menyimpulkannya: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Anda bisa menuliskan ayat ini, menaruhnya di saku baju Anda, dan menghafalkannya. Itu karena Anda akan bertemu dengan situasi yang akan mengharuskan Anda untuk menggunakannya!

Bahasa Yunani menerjemahkannya "memberi kelonggaran" yang artinya "bersabar, bertahan, bertoleransi." Singkat kata, memaklumi kesalahan orang lain.

Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan." (Matius 5: 7). Saya berharap Anda mendapatkan berkat Tuhan dalam hidup Anda. Salah satu cara mendapatkannya yaitu dengan cara berbelas kasih dengan orang lain.

Saat dihadapkan dengan luka dan sakit hati, Anda punya pilihan: Anda bisa memendam rasa sakit itu dan hancur oleh kebencian Anda, atau Anda bisa hidup dalam kemerdekaan lewat pengampunan.

Renungkan hal ini:

- Rasa sakit apa yang masih Anda pegang hingga hari ini? Apa dampak negatif yang ditimbulkannya dalam hidup Anda?

- Apakah Anda siap untuk melepaskan rasa sakit yang selama ini Anda simpan? Luangkan waktu untuk berdoa, ampuni orang yang telah menyakiti Anda — minta Tuhan untuk membantu Anda agar dimampukan untuk mengampuni.

- Kapan Anda pernah mengalami kemerdekaan dari sebuah pengampunan— baik karena Anda memaafkan seseorang, atau karena seseorang memaafkan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13

Hari ini, pilihlah untuk mengampuni.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Let Go of Your Hurt
By Rick Warren

"Make allowance for each other's faults, and forgive anyone who offends you. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others." Colossians 3:13 (NLT)
---------------
Has someone ever done a crazy, hurtful thing to you or to someone you love? And maybe you've thought, "I know the Christian thing to do is to forgive, so I will. I will forgive him as soon as he gives me an apology."

But that mindset has a problem: You're still holding on to the hurt. Truth is, that person may never ask you for forgiveness. He may never say he's sorry. She may not care, or she may not even realize what she's done. So you end up stewing over something that the other person has long ago forgotten. And it's eating you up inside!

Never hold on to a hurt. It only leads to resentment, and resentment tears you up. Resentment is like drinking poison and then hoping it will harm someone else. It doesn't work.

But resentment does have an antidote: forgiveness.

Jesus served as a clear example of forgiveness—even in the most extreme circumstances. As he hung on the cross, he said of his executioners: "Father, forgive them, for they do not know what they are doing" (Luke 23:34 NIV).

When you struggle to forgive someone, remember the great gift of God's forgiveness—the forgiveness that Jesus offered on the cross and offers to you, too.

Colossians 3:13 sums it up well: "Make allowance for each other's faults, and forgive anyone who offends you. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others" (NLT). (You might even write this verse down and carry it with you throughout the day, or put it in your phone, and memorize it. You'll probably have plenty of chances to use it!)

The Greek word that is translated as "make allowance" carries the meaning "to bear with, to endure, to be tolerant." In other words, cut people some slack.

Jesus said, "Blessed are the merciful, for they will be shown mercy" (Matthew 5:7 NIV). I want God's blessing in your life. One way you receive that is by being merciful.

When faced with a hurt, you have a choice: You can hold on to it and be destroyed by resentment, or you can live in the freedom of forgiveness. Choose to forgive today.