Selasa, 27 Juli 2021

Tidak Ada Kesembuhan yang Tanpa Doa


28 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
Bilangan 21:7 "Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: 
πŸ‘‰ "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan  TUHAN dan ==> engkau; 
πŸ‘‰ berdoalah kepada TUHANsupaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." 
==> Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu."
----------------
πŸ”­ Apa yang terjadi ketika Anda menambahkan doa ke dalam proses kesembuhan Anda? 
✍️ Anda akan mulai sembuh dari 
πŸ“ rasa sakit, 
πŸ“ kebiasaan buruk, dan 
πŸ“ masalah pribadi Anda.

πŸ”– Tetapi banyak orang mencoba untuk pulih dari masalah mereka 
==> dengan kekuatan mereka sendiri
==> tanpa datang kepada Tuhan di dalam doa. 
πŸ‘‰ Itu tidak akan pernah berhasil 
==> sebab tidak ada kesembuhan yang langgeng jika tanpa doa.

πŸ’‘ Dalam Alkitab, ada banyak contoh bagaimana doa menuntun kita pada ==> kesembuhan
πŸ”– Salah satu contohnya bisa ditemukan dalam Perjanjian Lama
πŸ”– Setelah Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir
πŸ‘‰ mereka harus mengalami penundaan selama ==> 40 tahun sebelum memasuki Tanah Perjanjian
πŸ‘‰ Penundaan ini adalah karena kesalahan mereka sendiri
πŸ“Œ Mereka tidak suka di mana mereka berada, dan 
πŸ“Œ mereka tidak suka makanannya 
==> manna yang Allah sediakan buat mereka setiap hari.

πŸ’‘ Alkitab mengatakan, "Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu ==> tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. 
πŸ‘‰ Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: 
πŸ’¬ "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? 
πŸ’¬ Supaya kami mati di padang gurun ini? 
==> Sebab di sini 
tidak ada roti dan 
tidak ada air, dan 
==> akan makanan hambar ini kami telah muak"
πŸ“– (Bilangan 21:4-5). 
✍️ Mereka bisa saja membawa masalah mereka kepada Allah dalam ==> doa. 
πŸ‘‰ Tapi sebaliknya, mereka malah berbalik melawan Dia.

πŸ”– Kemudian Allah mendatangkan ular-ular berbisa, dan banyak orang Israel yang 
==> digigit dan 
==> jatuh sakit
✍️ Mereka tahu bahwa satu-satunya solusi ialah dengan meminta Musa ==> berdoa untuk mereka—dan 
πŸ‘‰ ia pun melakukannya. 
πŸ”– Maka Allah berfirman dengan memberi Musa sebuah rencana buat bangsa Israel. 
πŸ”– Dia berkata kepada Musa, "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; 
==> maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup" 
πŸ“– (Bilangan 21:8).

✍️ Dan mereka pun sembuh!

⭐ Tuhan adalah ==> Tuhan yang menyembuhkan. 
✍️ Bahkan, seluruh misi Yesus ialah (dulu dan masih) tentang misi 
πŸ’Œ pencarian dan 
πŸ’Œ pemulihan
πŸ’‘ "Sebab Anak Manusia datang untuk 
πŸ“mencari dan 
πŸ“menyelamatkan yang hilang" 
πŸ“– (Lukas 19:10).

πŸ”– Mungkin saat ini Anda sedang merasa 
==> tersesat dan 
==> putus asa
πŸ’­ Anda berpikir, 
πŸ“"Ini terlalu lama. 
πŸ“Seharusnya saya sudah jauh di depan sana. 
πŸ“Saya sudah terlalu tua, 
πŸ“seharusnya saya tidak lagi di fase sekarang ini dalam perjalanan hidup saya." 
✍️ Penundaan itu hal yang wajar! 
πŸ‘‰ Ketika Anda tidak suka di mana Anda berada di dalam kehidupan
==> memang sering kali itu membuat Anda ingin berada di tempat yang Anda dambakan

πŸ”– namun jangan biarkan 
πŸ‘‰ keputusasaan Anda itu menjauhkan Anda dari ==> Tuhan
πŸ”– Tapi justru sebaliknya, 
✍️ biarkan itu menuntun Anda untuk
==> berdoa.

Renungkan hal ini:
- Jelaskan satu saat di mana Anda merasa putus asa akan suatu masalah. Apakah Anda mencoba untuk pulih sendiri? Atau apakah Anda berpaling kepada Tuhan di dalam doa? Bagaimana hasilnya?

- Menurut Anda mengapa orang mencoba untuk sembuh dari rasa sakit, kebiasaan buruk, dan permasalahan mereka seorang diri—tanpa datang ke hadirat Tuhan di dalam doa?

- Apakah Anda merasa nyaman membawa semua keluhan Anda kepada Tuhan? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 43-45; Kisah Para Rasul 28:1-16
____________
Apa pun jenis 
πŸ“ penundaan dan 
πŸ“ kesulitan 
==> yang menyapa hidup Anda saat ini, 
πŸ‘‰ pemulihan terjadi apabila Anda berpaling kepada Tuhan ==> di dalam doa.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
================
There's No Recovery Without Prayer
By Rick Warren

"The people came to Moses and said, 'We sinned . . . Now pray to the LORD to take these snakes away.' So Moses prayed." Numbers 21:7 (GNT)
-----------------------
What happens when you add prayer to your recovery process? You begin to heal from your hurts, habits, and hang-ups.

But many people try to recover from problems on their own—without turning to God in prayer. This never works because there is no lasting recovery without prayer.

There are many examples of prayer leading to recovery in the Bible. One example is found in the Old Testament. After God had rescued the Israelites from Egypt, there was a 40-year delay in getting to the Promised Land. This delay was their own fault. They didn't like where they were, and they didn't like the food—the manna—that God had provided for them.

The Bible says, "The people were very discouraged; they began to murmur against God and to complain against Moses" (Numbers 21:4-5 TLB). They could have taken their problems to God in prayer. Instead, they turned against God.

Then God sent poisonous snakes, and many people got bitten and became sick. The Israelites knew the only solution was to ask Moses to pray for them—and he did. Then God gave Moses a plan. He told Moses: "Make a snake image and mount it on a pole. When anyone who is bitten looks at it, he will recover" (Numbers 21:8 CSB). And they did recover!

God is a God of recovery. In fact, the entire mission of Jesus was (and is) a search and recovery mission—"to seek and to save people who are lost" (Luke 19:10 GW).

Maybe you're feeling lost and discouraged today. You're thinking, "This is just taking too long. I should be further down the road. I'm too old to not be where I thought I'd be at this stage in my journey."

That's okay! When you don't like where you are in life, it often makes you want to be where you need to be. Don't let your discouragement keep you from God. Instead, let it lead you to pray.

No matter what kind of delays and difficulties come into your life, recovery is on the way when you turn to God in prayer.


Senin, 26 Juli 2021

delapan kebiasaan umur panjang yang diakui di dunia,

Ternyata olahraga teratur & jangka panjang hanya menempati peringkat kedelapan...*
*dari delapan kebiasaan manusia yang umur panjang, olahraga  ternyata peringkat paling bawah...!!

Apa yang nomor 1..??

Di antara delapan kebiasaan umur panjang yang diakui di dunia, konsep umum kita tentang pengobatan kesehatan yang baik
~ olahraga, berada di peringkat paling bawah...! 
Ini betul² tidak terduga,
jadi apa kebiasaan umur panjang yang menempati urutan pertama...?

Peringkat Kebiasaan Umur Panjang

Juara 8 : Rutin Olahraga

Juara 7 : Makan ikan dua kali seminggu

Juara 6 : Makan biji-bijian 3 kali seminggu

Juara 5 : Minum cukup air setiap hari

Juara 4 : 1 telur per hari

Juara 3 : 80% makanan penuh gizi

Juara 2 : Pastikan tidur/istirahat yang cukup

Juara 1 : Jaga Mood Anda tetap selalu Bahagia

Emosi berdampak besar pada kesehatan.
Orang yang depresi dan sangat stres dalam waktu yang lama dapat dengan mudah menyebabkan gangguan endokrin dan membawa serangkaian risiko kesehatan. 

Orang yang berumur lebih dari seratus tahun pada dasarnya optimis, meskipun telah melalui perubahan-perubahan dalam hidup, mereka tetap tersenyum pada kehidupan. 
Suasana hati yang bahagia dan ketenangan pikiran adalah "obat yang baik"... terbaik untuk pencegahan penyakit...!

*"Hati yang gembira*  *adalah obat yang paling bagus"*

SALAM SEHAT

*No.1 adalah jangan lupa bahagia selalu πŸ™πŸ™πŸ™πŸΌ


Ganti Ketakutan dengan Kasih Tuhan


27 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 
✍️ "Di dalam kasih ==> tidak ada ketakutan
πŸ“ kasih yang sempurna 
==> melenyapkan ketakutan; sebab 
πŸ“ ketakutan mengandung hukuman dan 
πŸ“ barangsiapa takutia tidak sempurna ==> di dalam kasih."
-----------------
✍️ Ketakutan ==> merusak hubungan
πŸ‘‰ Tetapi ketika Anda membuka hidup Anda kepada orang lain, 
πŸ“ meski ada kemungkinan mereka akan ==> menyakiti Anda, 
πŸ“ Anda akan menjadi orang yang lebih hidup lewat cara yang belum pernah Anda alami sebelumnya.

πŸ”­ Mengapa ketakutan merusak hubungan? Sebab itu 
==> menghalangi keakraban. 
πŸ“ Anda ingin menjadi dekat, tetapi Anda juga 
==> takut menjadi dekat
πŸ“ Anda ingin menjalin keakraban dengan orang lain, tetapi itu juga membuat Anda 
==> takut setengah mati.

✍️ Anda tidak bisa dekat dengan seseorang apabila ada ketakutan dalam hubungan tersebut.
πŸ‘‰ Itulah sebabnya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan tidak akan berhasil untuk jangka panjang
==> Sebab tidak ada komitmen seumur hidup di sana, dan 
==> Anda tak akan pernah tahu  kapan salah satunya akan keluar.

πŸ”– Rasa takut lenyap, dan keintiman yang sejati muncul saat dua orang berkata, 
πŸ’¬ "Kami berkomitmenapa pun yang terjadi
πŸ’¬  Kami akan terus berusaha mempertahankan pernikahan ini."

πŸ”Ž Apa yang Anda takuti dalam hubungan Anda
πŸ‘‰  Mungkin Anda tidak ingin orang mengetahui seperti apa Anda sebenarnya
==> maka Anda menyembunyikan diri Anda. 
πŸ”– Inilah *ketakutan* yang paling klasik, 
πŸ‘‰ di mulai oleh Adam, manusia pertama
==> Jawab-Nya kepada Allah, 
πŸ’¬ "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini
==> aku menjadi takut
πŸ“karena aku telanjang
πŸ“sebab itu aku bersembunyi" (Kejadian 3:10).

πŸ”– Ketika Anda takutAnda menjadi tidak aman dan 
==> menyembunyikan diri Anda
πŸ‘‰ Anda menutupi
==> tidak hanya secara fisik tetapi 
==> juga secara emosional. 
πŸ‘‰ Anda membangun tembok di sekitar diri Anda dan 
==> berpura-pura menjadi orang lain.

πŸ”– Ketika ketakutan ==> merusak hubungan, maka kebalikannya, 
πŸ”– kasih ==> membangunnya
πŸ’‘ Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 4:18, 
✍️ "Di dalam kasih 
==> tidak ada ketakutan
πŸ“ kasih yang sempurna 
==> melenyapkan ketakutan; sebab 
πŸ“ ketakutan mengandung hukuman dan 
πŸ“ barangsiapa takutia tidak sempurna ==> di dalam kasih." 
⭐ Kasih mengambil fokus 
==> dari diri Anda 
==> kepada orang lain.

πŸ”– Orang-orang sering bertanya kepada para pendeta: 
πŸ”Ž "Apakah Anda pernah merasa gugup berbicara di depan banyak orang?" 
πŸ‘‰ Tentu saja! 
πŸ”– Tetapi begitu kami memikirkan betapa kami mengasihi jemaat kami, 
==> alih-alih khawatir dengan apa yang mereka pikirkan tentang 
~ pakaian atau 
~ mobil atau 
~ gaya berbicara kami, 
πŸ‘‰ ketakutan ==> keluar lewat pintu belakang.

✍️ Anda tak perlu lagi membuktikan diri kepada siapa pun, sebab 
πŸ“identitas serta 
πŸ“nilai diri Anda 
==> tidak bergantung pada pendapat orang lain, tetapi 
==> bergantung pada pendapat Yesus.

πŸ”– Anda mungkin pernah mengalami pergumulan relasional dalam hidup Anda
πŸ‘‰ Itu wajar
✍️ Untuk dapat 
πŸ“ membuka diri kepada orang lain dan 
πŸ“ melawan rasa takut Anda, 
πŸ’‘ Tuhan ingin Anda terlebih dahulu 
πŸ’Œ membuka diri kepada Yesus dan 
πŸ’Œ membiarkan Dia meliputi Anda dengan kasih-Nya, 
πŸ‘‰ sehingga Anda dapat berbagi kasih-Nya dengan ==> orang lain.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda melihat bahwa ketakutan dapat merusak suatu hubungan?

- Bagaimana Anda melihat cinta kasih membangun suatu hubungan?

- Bagaimana selama ini Anda membuka diri terhadap kasih Tuhan? Minta Dia untuk memenuhi Anda dengan kasih-Nya hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27
___________________
πŸ‘‰ Satu-satunya cara untuk mengasihi orang lain ialah dengan menyadari bahwa ==> Tuhan mengasihi Anda melebihi diri Anda sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Replace Insecurity with God's Love
By Rick Warren

"Love has no fear, because perfect love expels all fear.  If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love." 1 John 4:18 (NLT)
---------
Insecurity ruins relationships. But when you open your life to others, even though they could potentially hurt you, you'll come alive in ways you've never experienced before. 

Why does insecurity ruin relationships? Because it prevents intimacy. You long to be close, but you also fear being close. You long to have intimacy with others, but it also scares you to death. 

You can't get close to someone if there's fear in the relationship. This is why living together doesn't work in the long run. There's no lifetime commitment. You never know when somebody is going to walk out.

But fear vanishes, and intimacy—real intimacy—rises when two people say, "We're committed no matter what. We're going to make this thing work."

What do you fear in your relationships? Maybe you don't want people to find out what you're really like—so you hide yourself. This is the oldest fear, all the way back to Adam, the first man. He said, "I was afraid because I was naked; so I hid" (Genesis 3:10 NIV).

When you're afraid, you get insecure and hide who you are. You cover up, not just physically but emotionally. You build walls around yourself and pretend to be someone you're not. 

But while insecurity ruins relationships, love builds them up. The Bible says in 1 John 4:18, "Love has no fear, because perfect love expels all fear.   If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love" (NLT). Love takes the focus off you and puts the focus on the other person.

People often ask pastors: "Do you ever get nervous talking in front of a lot of people?" Of course we do! But the minute we think about how much we love our people, instead of being worried about what they think of our clothes or car or speaking style, fear goes out the back door.  

But the only way to love others is to realize that God loves you more than you can ever imagine. Suddenly, you don't have to prove yourself to anyone anymore, and your identity and self-worth aren't caught up in what others think. Instead, they're caught up in your relationship with Jesus.

You may have had some relational disasters in your life. Welcome to the human race. But in order to open up to others and fight insecurity, God wants you to first open up to Jesus, letting him fill you with his love so you can share it with others.


Minggu, 25 Juli 2021

Watch "Dibalik Demo Jokowi End Game, Pengamat: Ada Tujuan Narsistik Kekuasaan, Barisan Sakit Hati" on YouTube

https://youtu.be/XVLOA4IezSQ

Yang Tahu Dirimu adalah Dirimu



"Tidak ada yang mengerti dan mengenal kita dengan baik kecuali diri kita sendiri. Mereka tak mengerti bagaimana hidupmu. Bagaimana kesulitanmu. Bagaimana perjuanganmu. Bagaimana pengorbananmu. Apa saja yang sudah kamu lewati dan hadapi. Yang mereka mengerti hanya menilaimu saja. Jangan pernah hiraukan jalani nikmati dengan menghargai hidupmu karena hidup tak kan berulang dua kali. Selamat Pagi

MilagroFonte: SAYA MENGGORENG TELUR SETIAP HARI

http://www.milagrofonte.com/2021/07/saya-menggoreng-telur-setiap-hari.html?m=1

Kerendahan Hati Membangun Hubungan


26 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:3, 5-6 
πŸ‘‰ "Dengan tidak mencari 
πŸ“Œ kepentingan sendiri atau 
πŸ“Œ puji-pujian yang sia-sia. 
πŸ‘‰ Sebaliknya 
πŸ“ hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 
πŸ“ Hendaklah kamu dalam hidupmu bersamamenaruh pikiran dan perasaan 
==> yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 
==> yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan."
--------------
✍️ Kemampuan untuk menjadi pribadi yang rendah hati merupakan alat untuk 
==> membangun suatu hubungan
πŸ”Ž Apakah itu kerendahan hati? 
πŸ‘‰ Itu ketika Anda 
πŸ“Œ menghargai orang lain lebih dari diri Anda sendiri, dan
πŸ“Œ tidak terus 
==> menuntut atau 
==> hanya mementingkan hak-hak Anda.

✍️ Sebaliknya, kesombongan 
πŸ“ menghancurkan hubungan—dan 
πŸ“ itu terjadi dalam berbagai cara. 
==> Itu bisa membuat Anda menjadi orang yang senang 
~ mengkritik, 
~ menghakimi, 
~ kompetitif, 
~ keras kepala, dan 
~ sulit memaafkan. 
πŸ“– Amsal 16:18 mengatakan, 
✍️ "Kecongkakan 
==> mendahului kehancuran, dan 
✍️ tinggi hati 
==> mendahului kejatuhan."

✍️ Kesombongan juga menipu diri sendiri. 
πŸ‘‰ Ketika Anda sombong
==> Anda sulit melihatnya di dalam hidup Anda. Tapi sebenarnya 
==> semua orang bisa melihatnya di dalam diri Anda!

πŸ”Ž Seperti apa 
==> kesombongan dalam suatu hubungan? 
1️⃣ Satu, Anda selalu memberikan nasihat tetapi ==> tidak pernah mau memintanya
2️⃣ Dua, Anda tak bisa mengakui kenyataan bahwa Anda mengalami hari-hari yang sulit. 
πŸ‘‰ Semua orang berkata, "Ya, minggu lalu memang *minggu yang berat." 
==> Namun Anda tidak mau mengakui jika Anda pun merasakan hal yang sama.

πŸ”Ž Lalu, bagaimana 
==> kerendahan hati berperan dalam suatu hubungan? 
⭐ Perhatikan ==> lima alat pembangun hubungan dalam 1 Petrus 3:8: "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua 
πŸ• seia sekata, 
πŸ•‘ seperasaan, 
πŸ•’ mengasihi saudara-saudara, 
πŸ•“ penyayang dan 
πŸ•” rendah hati." 
⭐ Empat nasihat pertama benar-benar dibangun di atas yang 
==> kelima: 
✍️ Rendah hati
πŸ‘‰ Inilah contoh yang paling tepat dalam menjalin ==> hubungan.

πŸ”Ž Bagaimana kerendahan hati bisa tercipta dalam hidup Anda? 
✍️ Itu terjadi dengan membiarkan Yesus mengendalikan 
πŸ“ pikiran, 
πŸ“ hati, 
πŸ“ sikap, dan 
πŸ“ respons Anda. 
✍️ Bertumbuh dalam kerendahan hati haruslah melibatkan ==> Yesus.

πŸ”– Berikut ini adalah hukum dasar dalam suatu hubungan
✍️ Anda cenderung menjadi seperti orang-orang yang bergaul dengan Anda
πŸ‘‰ Bila Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang pemarah, 
==> Anda akan menjadi pemarah
πŸ‘‰ Bila Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang bahagia, 
==> Anda akan menjadi lebih bahagia
✍️ Jika Anda ingin jadi semakin rendah hati
==> luangkan waktu bersama Yesus Kristus 
~ di dalam doa dan 
~ membaca Firman-Nya
πŸ’¬ Berbicaralah dengan-Nya
⭐ Dia adalah Tuhan yang rendah hati dan 
⭐ Dia ingin memiliki hubungan dengan Anda.

πŸ”– Hari ini
✍️ ambillah langkah pertama menuju kerendahan hati dan 
==> jadilah pembangun hubungan.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kesombongan bisa muncul dalam diri Anda?

- Bagaimana Anda melihat korelasi antara menjadi rendah hati dengan menghabiskan waktu bersama Yesus? Renungkan seperti apa tingkah laku Anda selama ini semenjak terhubung dengan Yesus.
- Siapakah seseorang dalam hidup Anda yang rendah hatinya?

- Bagaimana ia terlihat jelas sebagai seseorang yang rendah hati?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
__________
Bertumbuh dalam kerendahan hati 
==> mungkin tampak seperti misi yang sulit, tetapi itu 
==> mungkin jika bersama Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Humility Builds Relationships
By Rick Warren

"Be humble, thinking of others as better than yourselves . . . You must have the same attitude that Christ Jesus had. Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to."  Philippians 2:3, 5-6 (NLT)  
--------------------
The ability to be humble is a relationship builder. What is humility? It's when you honor others above yourself, not always demanding or clinging to your rights. 

Pride, on the other hand, destroys relationships—and it shows up in a lot of different ways. It can make you critical, judgmental, competitive, stubborn, and unforgiving. Proverbs 16:18 says, "Pride leads to destruction; a proud attitude brings ruin" (NCV).

Pride is also self-deceiving. When you have a problem with pride, you struggle to see it in your life. But everyone else can see it in you!

What does pride look like in a relationship? One, you always offer advice but never ask for it. Two, you can't admit when you've had a tough week. Everybody else is saying, "Yeah, this last week was tough." But you can't seem to admit you have any problems.

But how does humility play out in a relationship? Notice the five relationship builders in 1 Peter 3:8: "Live in harmony, be sympathetic, love each other, have compassion, and be humble" (GW). The first four are really built on the fifth one: Be humble. And it's an excellent model for relationships.

How does humility happen in your life? It happens by letting Jesus control your thoughts, heart, attitudes, and reactions. Growing in humility has to include Jesus.

The basic law of relationships is this: You tend to become like the people you spend time with.  If you spend time with grumpy people, you get grumpier. If you spend time with happy people, you get happier. If you want to have more humility, spend time with Jesus Christ in prayer and reading his Word. Just talk to him. He is humble and wants a relationship with you.

Growing in humility may seem like a tall order, but it's possible with Jesus. Take the first step toward humility and become a relationship builder today.