Jumat, 28 Mei 2021

Mencari Perkenanan Manusia adalah Penyembahan Berhala


29 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
Galatia 1:10 "Jadi bagaimana sekarang: 
๐Ÿ‘‰ adakah kucari 
๐Ÿ“ kesukaan manusia atau 
๐Ÿ“ kesukaan Allah? 
๐Ÿ‘‰ Adakah kucoba berkenan kepada manusia? 
✍️ Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka 
๐Ÿ‘‰ aku bukanlah hamba Kristus."
-----------------
✍️ Di dalam kehidupan, 
๐Ÿ‘‰ Anda harus menyenangkan hanya satu pribadi: 
==> Pencipta Anda. 
๐Ÿ‘‰ Anda hanya perlu menyenangkan Allah, 
๐Ÿ“yang menciptakan Anda dan 
๐Ÿ“yang telah memberi tujuan buat hidup Anda. 
๐Ÿ’ฅ Itu sangat menyederhanakan kehidupan ini!

๐Ÿ’ก Yesus berkata, 
๐Ÿ‘‰ "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; 
๐Ÿ‘‰ Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab 
๐Ÿ‘‰ Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" 
๐Ÿ“– (Yohanes 5:30). 
✍️ Pada intinya Dia berkata, "Aku hidup untuk ==> satu Penonton."

๐Ÿ”– Tahukah Anda bahwa mencari perkenanan manusia ialah ==> salah satu wujud penyembahan berhala? 
๐Ÿ”– Perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah berbunyi, 
==> "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku" 
๐Ÿ“– (Keluaran 20: 3).

๐Ÿ”– Apa pun yang Anda tempatkan di atas Allah adalah ==> allah lain. 
๐Ÿ’ฅ Jadi, 
๐Ÿ“Œ perahu bisa menjadi allah. 
๐Ÿ“Œ Pekerjaan bisa menjadi allah. 
๐Ÿ“Œ Pacar bisa menjadi allah. 
๐Ÿ“Œ Golf bisa menjadi allah. 
๐Ÿ‘‰ Apa pun yang menjadi nomor satu dalam hidup Anda selain Allah menjadi  ==> tuhan Anda.

๐Ÿ”– Perintah kedua adalah, 
==> "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun 
~ yang ada di langit di atas, atau 
~ yang ada di bumi di bawah, atau 
~ yang ada di dalam air di bawah bumi" 
๐Ÿ“– (Keluaran 20: 4). 
✍️ Apa pun yang menggantikan posisi Allah dalam hidup Anda ialah ==> berhala. 
๐Ÿ‘‰ Kesuksesan bisa menjadi berhala. 
๐Ÿ‘‰ Uang bisa menjadi berhala. 
๐Ÿ‘‰ Seks bisa menjadi berhala. 
๐Ÿ‘‰ Hubungan bisa menjadi berhala. 
๐Ÿ”– Jika hubungan dengan
๐Ÿ“ pasangan, 
๐Ÿ“ atasan, atau 
๐Ÿ“ teman Anda 
==> lebih penting daripada hubungan dengan Allah, 

๐Ÿ‘‰ maka itu adalah berhala Anda.

๐Ÿ”– Orang yang mengejar perkenanan manusia 
๐Ÿ‘‰ mempersilahkan pendapat orang lain menempati tempat pertama dalam hidup mereka.
๐Ÿ”– Pendapat itu menjadi tuhan apabila 
๐Ÿ‘‰ Anda menjadikannya lebih utama daripada pendapat Allah. 
๐Ÿ‘‰ Anda tidak ingin memberi tahu bahwa Anda adalah seorang Kristen karena 
==> Anda mungkin takut mereka akan 
~ merendahkan atau 
~ mengucilkan Anda. 
๐Ÿ‘‰ Anda tidak ingin mereka tahu bahwa Anda pergi ke gereja karena 
==> Anda takut mereka tidak akan menyukai Anda. 
✍️ Pada titik itulah, Anda memiliki allah lain dalam hidup Anda. 
๐Ÿ’ฅ Anda telah membuat berhala untuk mengejar kesukaan orang lain.

๐Ÿ”– Paulus berkata dalam Galatia 1:10, "Jadi bagaimana sekarang: 
๐Ÿ‘‰ adakah kucari 
๐Ÿ“ kesukaan manusia atau 
๐Ÿ“ kesukaan Allah? 
๐Ÿ‘‰ Adakah kucoba berkenan kepada manusia? 
✍️ Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka 
๐Ÿ‘‰ aku bukanlah hamba Kristus."

๐Ÿ”– Hampir semua orang ingin disukai. Dan memang, 
==> melakukan sesuatu untuk mengejar perkenanan manusia itu sangat menggoda.

๐Ÿ”– Namun, jangan lakukan itu apabila harus mengorbankan kehendak Allah. 
✍️ Sebagai hamba Kristus, Anda memiliki satu Pendengar.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah membuat berhala mencari perkenanan orang lain? Bagaimana hasilnya?

- Kapan Anda pernah hidup hanya untuk menyenangkan Allah? Apa hasilnya yang terlihat nyata dalam hidup Anda?

- Saat ini, bagaimana Anda mengejar kesukaan orang lain? Bagaimana cara Anda menjalani hidup yang menyenangkan Allah? Penyesuaian apa saja yang perlu Anda buat untuk menjalani hidup hanya untuk satu Penonton saja?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42
__________
Anda hanya perlu menyenangkan hati Allah!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
People-Pleasing Is Idolatry
By Rick Warren

"I'm not trying to win the approval of people, but of God. If pleasing people were my goal, I would not be Christ's servant." Galatians 1:10 (NLT)
-------------
In life, you have to please only one person: your Creator. You only have to please the Lord, the one who made you and has a purpose for your life.

That simplifies life enormously!

Jesus said, "I don't try to please myself, but I try to please the One who sent me" (John 5:30 NCV). He's saying, in effect, "I'm living for an audience of one."

Did you know that people-pleasing is a form of idolatry? The first commandment in the Ten Commandments says, "You shall have no other gods before me" (Exodus 20:3 NIV).

Anything you put before God becomes a god. So a boat could be a god. A career could be a god. A girlfriend could be a god. Golf could be a god. Anything that becomes number one in your life that isn't God becomes your god.

The second commandment is, "You must not make for yourself an idol" (Exodus 20:4 NLT). Anything that replaces God in your life is an idol. Success can be an idol. Money can be an idol. Sex can be an idol. A relationship can become an idol. If that relationship to your spouse, boss, or friend is more important than God, it's an idol.

People pleasers allow other people's opinions to take first place in their lives. Those opinions become a god because they matter more than God's opinion. You don't want to tell people you're a Christian because they might think less of you. You don't want them to know you go to church because they may not like you. At that point, you have another god in your life. You have made an idol of people-pleasing. 

Paul says in Galatians 1:10, "I'm not trying to win the approval of people, but of God. If pleasing people were my goal, I would not be Christ's servant" (NLT).

Almost everyone wants to be liked. It's tempting to want to please other people. But don't do it at the expense of pleasing God. As a servant of Christ, you have an audience of one. You need to only please God.



Kamis, 27 Mei 2021

Presiden JOKOWI HARUS PIMPIN NKRI๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤beberapa Periode

❤️๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

"Presiden JOKOWI HARUS PIMPIN NKRI๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤beberapa Periode, karena fakta2 ini:

Tulisan Denny Siregar :
"MENGAPA MAKIN BANYAK ORANG2 BODOH dan MUNAFIK INGIN JOKOWI DIGANTI 2019..?? 

Karena  DIBODOHIN ORANG2 yang PUNDI2NYA DI-OBOK2 JOKOWI sehingga tidak BISA KORUPSI.

MENGAPA seluruh KEKUATAN2 JAHAT KOMPAK BERSATU INGIN MELAWAN JOKOWI...?

1. JOKOWI PRIBADI yang SEDERHANA, tidak TERKAIT degan TNI-POLRI.

2. JOKOWI sudah MENGHANCURKAN KERAJAAN BISNIS SOEHARTO, GANG CENDANA dan KRONINYA.

3. KITA PAHAM ANAK SBY KAWIN dengan ANAK HATTA RAJASA untuk BISNIS MAFIA BBM, BLT, PROYEK MANGKRAK, TILEP MESIN KPU, BANK CENTURY DLL,

4. Apakah KITA LUPA ANAK AMIN RAIS KAWIN dengan ANAK ZULKIFLI HASAN untuk AMANKAN KORUPSI JUTAAN HA HUTAN yang DIGUNDULI DLL,
DAN FAKTA2 PENTING LAINNYA. 

MESKIPUN CUKUP PANJANG NAMUN WAJIB DIBACA dengan TELITI... Sekarang untuk TAHU SIAPA2 SAJA PARA PENGKHIANAT NKRI ITU GAMPANG.

CARILAH ORANG, KELOMPOK ATAU PARTAI yang telah MEMBANTU SINGAPURA MENJADI KAYA DAN JUSTRU NKRI MENJADI MISKIN...,kenapa mereka GETOL TERIAK #2019GANTI PRESIDEN? 

KARENA KERAJAAN PENCIPTA PUNDI2 UANG Mereka telah DI-OBOK2 JOKOWI...., 

Dulu nih, sebelum JOKOWI naik panggung politik nasional, negeri kaya SDA ini harus berdarah darah harus impor Minyak agar kebutuhan BBM dalam negeri terpenuhi. 

Dan impor BBM itu dibiayai dari subsidi agar rakyat merasa terbuai dengan nyaman. 

SUBSIDI itu didapat dari HUTANG dan HUTANG. 

Mengapa ? 
Negeri ini ber-puluh2 tahun mmg Sengaja dibiarkan tergantung impor BBM karena kapasitas kilang BBM tidak ditambah.  

Bayangkanlah dengan kapasitas kilang yang dimiliki hanya 800 rb barrel sementara kebutuhan BBM mencapai 1,4jt barrel, lalu yang 600rb barrel dari mana?

Solusinya IMPOR ! 

"Siapa yang diuntungkan" ? 

Perhatikan tataniaganya : 
Petral yang merupakan anak usaha Pertamina berubah menjadi lebih berkuasa dan strategis dibanding induknya Pertamina dengan mengontrol 60% impor BBM. 

Artinya Petral mengelola 60% pengeluaran Pertamina. 

Petral yang duduk manis di Singapura dan tidak punya aset, mengendalikan 60% operasional Pertamina.

Semua tahu dibalik Petral adalah para "pemain" yang dekat dengan elit poltik. 

Mari berhitung thn 2012 (saat harga minyak mentah dunia kisaran US$ 100), 
jika kebutuhan impor 400 ribu barrel/day x BBM impor rata2 US$ 140 x 365 hari x Rp 12.000 = Rp 245 triliun. 

Bagaimana tidak enak, hanya tinggal duduk di belakang meja proyek senilai Rp 245 triliun datang menghampiri. 

Itulah sosok Petral yang begitu menggerogoti Pertamina dan tidak memberikan kontribusi yang berarti. 

Jika impor 400.000 BBM/day x 365 day = 246.000.000 barrel, itu setara dengan 39,3 miliar liter. 

Setara dengan 39,3 miliar ltr x 0,76 = 29,3 miliar kg atau 29,3 jt ton. 

Jika diangkut dengan kapal berukuran 50.000DWT, membutuhkan 599 kapal.

Lalu siapa yang menikmati bisnis pelayaran, bisnis asuransi, bisnis jasa freight forwarding, LC perbankan dan lainnya. 

Jadi multiplier effect dinikmati oleh trader yang umumnya menggunakan kapal asing, asuransi asing, LC bank asing dan lainnya.

Misal tarif LC 0,125% maka dengan impor senilai Rp245 triliun maka perbankan akan menikmati jasa sebesar Rp30,75 miliar. 

Kilang minyak paling baru terakhir dibangun thn 1994 atau dibangun jaman Presiden Soeharto atau 23 thn yll.  

Presiden sudah berganti 5X dari Habibie sampai Sby, Menteri BUMN sudah berganti ber-kali2.

Dirut Pertamina sudah berganti ber-kali2 tapi kilang minyak tidak bertambah. 

Indonesia makin banyak impor BBM. 

Mengapa Indonesia tidak bangun kilang minyak? 

Karena katanya dulu tidak punya uang, jualan BBM rugi IRR hanya 8%, resiko besar dan lainnya. 

Lebih enak impor, makanya sering diberitakan ada lingkaran istana, menteri, direksi Pertamina yang terlibat impor. 

Bahkan ada eks Direktur Pertamina Suroso Atmomartoyo yang dipenjara karena korupsi impor minyak... 
Sebentar lagi nyusul Karen Agustiawan orangnya permaisuri Cikeas...

Ironisnya yang senang tiada kepalang adalah Singapura dengan Para Mafia...., 
Negeri kecil yang tidak punyak minyak, tapi punya kilang minyak dengan kapasitas sekitar 1,4 juta barel - dengan konsumsi dalam negeri Singapura hanya 150rb barrel, artinya Singapura harus mencari pasar ekspor sekitar 1,25jt barrel agar kilang minyaknya tidak "menjadi besi tua". 

Maka Indonesia dengan potensi pasar impor BBM sebesar 400rb barrel/day adalah potensial, sudah besar pasarnya dekat pula jaraknya, sehingga biaya logistik menjadi murah.

Jika tahun 2025 nanti konsumsi BBM Indonesia bertambah menjadi sekitar 2,2jt barrel dan kalau kapasitas kilang Pertamina tidak bertambah tetapi 800rb barrel (tambah tua, tambah sering rusak, waktu operasi makin berkurang, bisa produksi 700rb barrel di tahun 2025 sudah bagus). 

Maka Indonesia butuh 1,4jt barrel BBM.

Nahh...lho...
Singapura yang awalnya harus ekspor jauh2 agar kelebihan 1,25jt barrel terserap (Indonesia 400rb dan 825rb negara lain), maka 100% bisa diekspor ke Indonesia. 

Makin kaya tuch Singapura.  

Dan Indonesia makin sengsara karena impor minyak harus pakai Dollar. 

Agar punya Dollar harus ekspornya di atas impor, agar punya devisa. 

Jika devisa kecil dan impor besar maka kurs rupiah akan jauh terhadap dollar, akibat-nya impor minyak butuh uang lebih banyak lagi. 

Akibat lainnya impor produk/jasa lainnya juga akan semakin mahal. 

Harga HP mahal, harga Laptop mahal, harga obat mahal, harga pakaian mahal (bahan baku masih impor), semua serba mahal.

Itu masa lalu.... adek ku

Sekarang...., 
Langkah berani Presiden Jokowi adalah membubar-kan Petral lalu membangun kilang minyak dengan cara bangun kilang baru di Tuban 300 rb barrel, di Bontang 300 rb barrel, upgrading/RDMP di Cilacap, Balongan, Balikpapan dan lainnya. Di thn 2025 diperkirakan Pertamina akan produksi BBM 2,2 jt barrel dengan sebagian besar sudah standar Euro 5. 

Bandingkan dengan kilang Singapura yang masih Euro 3. 

Dengan kampanye energi ramah lingkungan, suatu saat negara2 yang impor BBM akan gunakan Euro 5. 
Spore Closed file. 

Itu hanya masalah waktu asalkan semangat kemandirian dan smart terus dipertahankan.  

Hasil dari dibubarkannya PETRAL dan diberangus nya MAFIA MIGAS, Presiden Jokowi bisa membayar Warisan Hutang era Soeharto dan Sby sbb :
Thn 2014 -Rp174Triliyun
Thn 2015 -Rp382.Triliyun
Thn 2016 - Rp505Triliyun
Thn 2017 - Rp264Triliyun
Thn 2018 -Rp400.Triliyun
TOTAL HUTANG WARISAN yang DIBAYAR JOKOWI = Rp.1.725.T.

Bagaimana kalau JOKOWI tidak terpilih lagi๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤....,

Jadi Pantas khan Klo "Mereka2" ini TOTAL dan GILA2AN Kucurkan Dana Guna Menyerang "ASAL BUKAN JOKOWI"๐Ÿ˜ก
Pikirkanlah Baik2 itu...., Demi๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Please segera Copy dan sebarkan jangan cuma Like, biar makin2 banyak yang WARAS dan MELEK Serta PEDULI ...! ๐Ÿ‘๐Ÿ˜๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ•Œ๐ŸŒ

Integritas vs. Popularitas


28 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
Lukas 9:26 "Sebab 
๐Ÿ‘‰ barangsiapa malu 
๐Ÿ“ karena Aku dan 
๐Ÿ“ karena perkataan-Ku, 
๐Ÿ‘‰ Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak 
๐Ÿ“ dalam kemuliaan-Nya dan 
๐Ÿ“ dalam kemuliaan Bapa dan malaikat- malaikat kudus."
-----------------
๐Ÿ”– Ketika Anda memiliki pemikiran jangka panjang ini— 
๐Ÿ”– ketika Anda ingat bahwa suatu hari Anda akan berdiri di hadapan Tuhan — maka 
๐Ÿ‘‰ kebenaran itu akan mengubah Anda. 
๐Ÿ‘‰ Itu mengubah 
๐Ÿ“apa yang Anda ucapkan, 
๐Ÿ“apa yang Anda lakukan, dan 
๐Ÿ“siapa yang Anda coba buat terkesan. 
๐Ÿ‘‰ Itulah penangkalnya.

๐Ÿ”– Ketika Anda memandang dengan persepektif surgawi dan 
๐Ÿ”– menyadari bahwa Anda akan memberikan pertanggungjawaban untuk setiap 
๐Ÿ“Œ kata dan 
๐Ÿ“Œ tindakan Anda setiap hari, 
๐Ÿ‘‰ maka Anda akan bertanya pada diri sendiri, 
✍️ "Mana yang lebih penting — 
๐Ÿ”Ž persetujuan Tuhan? atau 
๐Ÿ”Ž persetujuan orang-orang di sekitar saya?"

๐Ÿ”– Saya pernah mendapati diri saya harus menanyakan pertanyaan itu berkali-kali. 
๐Ÿ”– Selama siaran TV, si pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan sulit. 
๐Ÿ‘‰ Mereka 
๐Ÿ“ mencoba menyudutkan saya, 
๐Ÿ“ bermaksud membuat saya terlihat seperti orang yang fanatik agama atau bodoh. 
๐Ÿ‘‰ Mereka mencoba membuat saya terlihat 
==> menjauhkan diri dari apa yang dikatakan Alkitab.

๐Ÿ‘‰ Selama wawancara itu, 
==> sifat alami manusiawi saya berharap disukai oleh banyak orang, 
๐Ÿ‘‰ sama seperti kita semua. 
==> Sifat manusiawi saya ingin 
~ berkompromi, 
~ membelokkan, 
~ menyimpang, dan 
~ meniadakan kebenaran Firman. 
==> Saya tergoda untuk mengatakan hal-hal seperti, 
๐Ÿ’ฌ "Saya serahkan saja kepada Tuhan" atau 
๐Ÿ’ฌ "Semua orang harus menentukan pilihannya sendiri." 
๐Ÿ‘‰ Itu semua hanyalah alasan untuk meraih persetujuan orang lain.

๐Ÿ”– Di saat-saat seperti itu — 
✍️ ketika Anda hendak mengatakan sesuatu yang tidak menyinggung, 
==> tetapi akan menjadi sebuah kebohongan — 
✍️ ada tiga hal yang dapat Anda lakukan:

๐Ÿ• Pertama, 
✍️ ingatlah apa yang Yesus Kristus telah lakukan untuk Anda di kayu salib. 
๐Ÿ“Œ Dia tidak menyangkal Anda. 
๐Ÿ“Œ Dia tidak menyerah untuk menyelamatkan Anda. 
๐Ÿ“Œ Dia telah mati untuk dosa-dosa Anda. 
๐Ÿ‘‰ Hidup Anda adalah milik-Nya. 
๐Ÿ“ Dia menciptakan Anda. 
๐Ÿ“ Dia telah menyelamatkan Anda. 
๐Ÿ“ Dia telah mengampuni Anda. 
๐Ÿ“ Dia akan membawa Anda ke surga. 
๐Ÿ”Ž Mengapa Anda harus menyangkal-Nya?

๐Ÿ•‘ Kedua, 
✍️ ingatlah bahwa suatu hari Anda akan memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan.
==> Tuhan akan bertanya pada Anda, 
๐Ÿ’ฌ "Apa yang kau katakan pada saat kau mengobrol dengan rekan kerjamu di kantor? 
๐Ÿ’ฌ Apa yang kau katakan kepada temanmu di sekolah? 
๐Ÿ’ฌ Apa yang kau katakan saat makan malam keluarga?" 
๐Ÿ‘‰ Integritas lebih penting daripada popularitas. 
๐Ÿ”– Dan tentu saja Anda tidak boleh _melepaskan integritas Anda.

๐Ÿ•’ Dan pada akhirnya, katakanlah kebenaran, apa pun konsekuensinya.

✍️ Saat Anda berjalan di dalam iman bersama Yesus, 
๐Ÿ‘‰ berlatihlah melakukan tiga hal itu. 
๐Ÿ‘‰ Jadikan itu panduan untuk hidup dengan integritas 
— bukan untuk popularitas.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah melihat dampak positif dari memilih integritas ketimbang popularitas?

- Kapan Anda pernah melihat konsekuensi negatif dari memilih popularitas ketimbang integritas?

- Dalam situasi apa Anda paling tergoda untuk memilih popularitas dibanding integritas? Langkah-langkah mudah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk membantu Anda memilih integritas daripada popularitas saat Anda tergoda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23
___________
Kelak Anda akan memberi pertanggungjawaban atas hidup Anda di hadapan Allah. 
๐Ÿ‘‰ Saya yakin kebenaran ini adalah penangkal terbaik dari kebiasaan selalu ingin menyenangkan hati orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Integrity vs Popularity
By Rick Warren

"Whoever is ashamed of me and my words, the Son of Man will be ashamed of them when he comes in his glory and in the glory of the Father and of the holy angels." Luke 9:26 (NIV)
-----------------
One day you'll give an account of your life before God. This fact is the best antidote to people-pleasing that I know.

When you have that kind of long-term thinking—when you keep in mind that you'll one day stand before God—it changes you. It changes what you say, what you do, and who you try to impress. It's the people-pleaser antidote.

When you take that long look, and realize you're going to give an account for every word and action from each day, you'll ask yourself, "Which is more important—God's approval or the approval of people around me?"

I've found myself having to ask that question many times. During TV broadcasts, interviewers ask me tough questions. They try to put me on the spot, sometimes hoping to make me look like a bigot or fool. They try to get me to distance myself from what the Bible says.

When I'm in those interviews, my human nature wants to be liked, just like yours does. My human nature wants to compromise, divert, punt, and leave out the truth. It's tempting to say things like, "I just leave that up to God" or "Everybody has to make up their own mind." But those are people-pleasing cop-outs.

In those moments—when you could say something that wouldn't offend but would be a lie—there are three things you can do.

First, remember what Jesus Christ did for you on the cross. He didn't deny you. He didn't back away from you. He died for your sins. Your life belongs to him. He created you. He saved you. He forgave you. He's taking you to heaven. Why would you deny him?

Second, remember that one day you're going to give an account to God. God will ask you, "What did you say in that conversation at work? What did you say to your friend at school? What did you say during a family dinner?" Integrity is more important than popularity. And you don't want to give up your integrity.

Finally, tell the truth, no matter the consequences.

As you walk in faith with Jesus, practice doing these three things. They're the guides you need to live with integrity—not for popularity.


Rabu, 26 Mei 2021

Terkonfirmasi Covid-19, Wakil Duta Besar RI untuk India Meninggal Dunia

https://investor.id/national/terkonfirmasi-covid19-wakil-duta-besar-ri-untuk-india-meninggal-dunia

Ingatlah yang Terbaik


27 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
Filipi 4: 8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, 
๐Ÿ“ semua yang benar, 
๐Ÿ“ semua yang mulia, 
๐Ÿ“ semua yang adil, 
๐Ÿ“ semua yang suci, 
๐Ÿ“ semua yang manis, 
๐Ÿ“ semua yang sedap didengar, 
๐Ÿ“ semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, 
๐Ÿ‘‰ pikirkanlah semuanya itu."
---------------
๐Ÿ”ญ Apa yang Anda pilih untuk Anda ingat tentang waktu yang Anda habiskan dengan orang lain? 
๐Ÿ”ญ Apakah Anda memilih untuk mengingat 
๐Ÿ“pengalaman yang menyenangkan, atau 
๐Ÿ“pengalaman yang buruk?

✍️ Rasul Paulus memilih untuk 
๐Ÿ“mengingat yang baik, 
๐Ÿ“fokus pada hal yang positif, dan 
๐Ÿ“bersyukur. 
๐Ÿ‘‰ Dia berkata kepada orang-orang Kristen di Filipi, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, 
๐Ÿ“ semua yang benar, 
๐Ÿ“ semua yang mulia, 
๐Ÿ“ semua yang adil, 
๐Ÿ“ semua yang suci, 
๐Ÿ“ semua yang manis, 
๐Ÿ“ semua yang sedap didengar, 
๐Ÿ“ semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, 
๐Ÿ‘‰ pikirkanlah semuanya itu."
(Filipi 4: 8).

๐Ÿ”– Paulus mengalami hari-hari yang sulit di Filipi. 
๐Ÿ“– Kisah Para Rasul 16 memberi tahu kita bahwa, 
๐Ÿ‘‰ ketika Paulus datang ke Filipi, 
==> dia ditangkap secara paksa, 
==> dia 
~ dicambuk, 
~ dihina, dan 
~ dijebloskan ke penjara sebelum akhirnya diusir meninggalkan kota itu. 
๐Ÿ‘‰ Namun, dia bersyukur kepada Allah atas waktunya bersama para jemaat di Filipi.

๐Ÿ”– Paulus bisa saja fokus pada hal-hal negatif itu. 
๐Ÿ‘‰ Dia bisa saja mengingat-ingat kenangan menyakitkan. 
๐Ÿ”– Namun, dia memilih untuk berhenti fokus pada hal-hal yang menyakitkan. 
๐Ÿ‘‰ Sebaliknya, dia memilih untuk mengingat hal-hal yang bisa dia syukuri.

✍️ Anda dapat membuat keputusan serupa dengan orang-orang dalam hidup Anda.

๐Ÿ”– Ketika kita menjalin hubungan dengan seseorang untuk waktu yang panjang, 
✍️ maka kemungkinan untuk saling melukai sangatlah besar.
๐Ÿ“Œ Mungkin Anda pernah terluka 
๐Ÿ“ oleh respons orangtua Anda yang gampang marah atau 
๐Ÿ“ oleh kata-kata sembrono yang dilontarkan teman Anda. 
๐Ÿ”Ž Apakah Anda masih menyimpan luka itu? 
๐Ÿ”Ž Apakah rasa sakit itu membuat Anda enggan berhubungan dengan orang tersebut? 
✍️ Jika demikian," artinya Anda tengah fokus pada hal-hal negatif dari orang tersebut.

๐Ÿ”– Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus 
==> menyangkal sakit hati Anda atau 
==> memaafkan kesilapan orang lain. 
✍️ _Hal itu secara psikologis tak sehat. 
๐Ÿ”– Dan, tentu saja, lain ceritanya jika hubungan sudah bersifat toxic atau kejam. 
✍️ Namun dalam hubungan 
๐Ÿ“ yang normal dan 
๐Ÿ“ yang lumayan sehat, 
๐Ÿ‘‰ Anda bisa memilih untuk fokus pada hal-hal yang baik. 
๐Ÿ‘‰ Anda dapat memilih untuk mengingat kelebihan orang lain.

๐Ÿ”– Saya sering mendengar para istri berkata, 
๐Ÿ’ฌ "Suami saya orang yang baik, ==> tapi…" 
==> (saya juga mendengar hal yang serupa tentang istri mereka). 
๐Ÿ”– Setiap kali Anda mendengar kata 
๐Ÿ’ฌ "tapi," 
==> itu berarti salah satu dari Anda fokus pada hal-hal 
๐Ÿ“ negatif, 
๐Ÿ“ bukan positif. Tetapi, 
✍️ nyatanya, suami atau istri yang sempurna itu tidak ada.

๐Ÿ”– Dalam hubungan, 
๐Ÿ‘‰ pilih untuk menikmati apa yang Anda miliki. 
๐Ÿ”– Dan untuk menikmati relasi dengan seseorang, 
๐Ÿ‘‰ Anda harus fokus pada 
๐Ÿ“kelebihan mereka, 
๐Ÿ“ bukan pada kekurangan mereka. 
๐Ÿ”– Bagi beberapa orang, itu butuh kreativitas tinggi! 
==> Namun, Anda dapat menemukan sesuatu yang baik di setiap orang.

๐Ÿ”– Dan ketika Anda memikirkan tentang masa lalu Anda, 
๐Ÿ’ญ ingatlah bahwa kenangan yang menyenangkan ialah 
==> sebuah pilihan. 
๐Ÿ‘‰ Ikuti teladan rasul Paulus dan 
๐Ÿ‘‰ pilihlah untuk fokus pada apa yang bisa Anda syukuri.

✍️ Baik di masa lalu maupun saat ini, 
๐Ÿ‘‰ pilihlah untuk bersyukur atas kebaikan orang lain.

Renungkan hal ini:
- Kenangan menyakitkan apa yang membuat Anda tidak sepenuhnya menunjukkan kasih Anda kepada seseorang? Sediakan waktu hari ini di dalam doa. Mintalah supaya Tuhan membantu Anda melepaskan kenangan itu dan melanjutkan hidup Anda.

- Bagaimana dengan orang tersebut (yang menyebabkan kenangan menyakitkan itu)? Apa yang bisa Anda syukuri?

- Dalam hubungan yang seperti apa di mana Anda perlu fokus pada kelebihan orang lain, bukan pada kelemahan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41
_____________
Pilih untuk 
==> mengingat yang terbaik dan 
==> lupakan perbuatan buruknya di masa lalu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Remember the Best and Forget the Rest
By Rick Warren

*"Summing it all up, friends, I'd say you'll do best by filling your minds and meditating on things true, noble, reputable, authentic, compelling, gracious—the best, not the worst; the beautiful, not the ugly; things to praise, not things to curse."* Philippians 4:8 (The Message)
----------------
What do you choose to remember about the time you've spent with people? Do you remember the good experiences or the bad experiences?

The apostle Paul chose to remember the good, to focus on the positive, and to be thankful. He said to the Christians in Philippi, "Summing it all up, friends, I'd say you'll do best by filling your minds and meditating on things true, noble, reputable, authentic, compelling, gracious—the best, not the worst; the beautiful, not the ugly; things to praise, not things to curse" (Philippians 4:8 The Message).

Paul did not have an easy time in Philippi. Acts 16 tells us that, when Paul went to Philippi, he was illegally arrested, whipped, humiliated, and thrown into prison before finally being asked to leave town. Yet he thanked God for his time with the Philippians.

Paul could have dwelt on the negative. He could have recalled the painful memories. But he chose to stop focusing on the painful things. Instead, he remembered the things he could be grateful for.

You can make a similar decision with the people in your life.

Stay in relationship with someone long enough and you're bound to hurt each other. Maybe you've been hurt in the past by a parent's short-tempered response or a friend's thoughtless word. Are you still holding on to that hurt? Does it keep you from enjoying that person today? If so, you're focusing on the negative.

I'm not saying that you should deny your hurts or excuse the weaknesses in other people. That is psychologically unhealthy. And, of course, abusive relationships are a different story. But in normal, relatively healthy relationships, you can choose to focus on the good. You can choose to remember the other person's strengths.

I hear wives say, "He's a good man, but . . . " (and I hear husbands say the same about their wives). Anytime you hear "but," it means the emphasis is on the negative and not the positive. But the fact is, Mr. and Mrs. Perfect don't exist.

In your relationships, choose to enjoy what you have. And to enjoy someone, you have to focus on their strengths, not their weaknesses. With some people, that takes a lot of creativity! But you can find something good in everyone.

And when you think about your past, remember that pleasant memories are a choice. Follow the example of the apostle Paul and choose to emphasize what you can be thankful for.

In both your past and your present, choose to be grateful for the good in people. Choose to remember the best and forget the rest.


Watch "Profil Singkat Mayjen Dudung Abdurachman" on YouTube

https://youtu.be/ocYsAHWcIaQ