https://youtu.be/zkVLdocdVPU
Sabtu, 29 Mei 2021
Jumat, 28 Mei 2021
Mencari Perkenanan Manusia adalah Penyembahan Berhala
29 Mei 2021
Bacaan Hari ini:
Galatia 1:10 "Jadi bagaimana sekarang:
๐ adakah kucari
๐ kesukaan manusia atau
๐ kesukaan Allah?
๐ Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
✍️ Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka
๐ aku bukanlah hamba Kristus."
-----------------
✍️ Di dalam kehidupan,
๐ Anda harus menyenangkan hanya satu pribadi:
==> Pencipta Anda.
๐ Anda hanya perlu menyenangkan Allah,
๐yang menciptakan Anda dan
๐yang telah memberi tujuan buat hidup Anda.
๐ฅ Itu sangat menyederhanakan kehidupan ini!
๐ก Yesus berkata,
๐ "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri;
๐ Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab
๐ Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku"
๐ (Yohanes 5:30).
✍️ Pada intinya Dia berkata, "Aku hidup untuk ==> satu Penonton."
๐ Tahukah Anda bahwa mencari perkenanan manusia ialah ==> salah satu wujud penyembahan berhala?
๐ Perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah berbunyi,
==> "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku"
๐ (Keluaran 20: 3).
๐ Apa pun yang Anda tempatkan di atas Allah adalah ==> allah lain.
๐ฅ Jadi,
๐ perahu bisa menjadi allah.
๐ Pekerjaan bisa menjadi allah.
๐ Pacar bisa menjadi allah.
๐ Golf bisa menjadi allah.
๐ Apa pun yang menjadi nomor satu dalam hidup Anda selain Allah menjadi ==> tuhan Anda.
๐ Perintah kedua adalah,
==> "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun
~ yang ada di langit di atas, atau
~ yang ada di bumi di bawah, atau
~ yang ada di dalam air di bawah bumi"
๐ (Keluaran 20: 4).
✍️ Apa pun yang menggantikan posisi Allah dalam hidup Anda ialah ==> berhala.
๐ Kesuksesan bisa menjadi berhala.
๐ Uang bisa menjadi berhala.
๐ Seks bisa menjadi berhala.
๐ Hubungan bisa menjadi berhala.
๐ Jika hubungan dengan
๐ pasangan,
๐ atasan, atau
๐ teman Anda
==> lebih penting daripada hubungan dengan Allah,
๐ maka itu adalah berhala Anda.
๐ Orang yang mengejar perkenanan manusia
๐ mempersilahkan pendapat orang lain menempati tempat pertama dalam hidup mereka.
๐ Pendapat itu menjadi tuhan apabila
๐ Anda menjadikannya lebih utama daripada pendapat Allah.
๐ Anda tidak ingin memberi tahu bahwa Anda adalah seorang Kristen karena
==> Anda mungkin takut mereka akan
~ merendahkan atau
~ mengucilkan Anda.
๐ Anda tidak ingin mereka tahu bahwa Anda pergi ke gereja karena
==> Anda takut mereka tidak akan menyukai Anda.
✍️ Pada titik itulah, Anda memiliki allah lain dalam hidup Anda.
๐ฅ Anda telah membuat berhala untuk mengejar kesukaan orang lain.
๐ Paulus berkata dalam Galatia 1:10, "Jadi bagaimana sekarang:
๐ adakah kucari
๐ kesukaan manusia atau
๐ kesukaan Allah?
๐ Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
✍️ Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka
๐ aku bukanlah hamba Kristus."
๐ Hampir semua orang ingin disukai. Dan memang,
==> melakukan sesuatu untuk mengejar perkenanan manusia itu sangat menggoda.
๐ Namun, jangan lakukan itu apabila harus mengorbankan kehendak Allah.
✍️ Sebagai hamba Kristus, Anda memiliki satu Pendengar.
Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah membuat berhala mencari perkenanan orang lain? Bagaimana hasilnya?
- Kapan Anda pernah hidup hanya untuk menyenangkan Allah? Apa hasilnya yang terlihat nyata dalam hidup Anda?
- Saat ini, bagaimana Anda mengejar kesukaan orang lain? Bagaimana cara Anda menjalani hidup yang menyenangkan Allah? Penyesuaian apa saja yang perlu Anda buat untuk menjalani hidup hanya untuk satu Penonton saja?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42
__________
Anda hanya perlu menyenangkan hati Allah!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
People-Pleasing Is Idolatry
By Rick Warren
"I'm not trying to win the approval of people, but of God. If pleasing people were my goal, I would not be Christ's servant." Galatians 1:10 (NLT)
-------------
In life, you have to please only one person: your Creator. You only have to please the Lord, the one who made you and has a purpose for your life.
That simplifies life enormously!
Jesus said, "I don't try to please myself, but I try to please the One who sent me" (John 5:30 NCV). He's saying, in effect, "I'm living for an audience of one."
Did you know that people-pleasing is a form of idolatry? The first commandment in the Ten Commandments says, "You shall have no other gods before me" (Exodus 20:3 NIV).
Anything you put before God becomes a god. So a boat could be a god. A career could be a god. A girlfriend could be a god. Golf could be a god. Anything that becomes number one in your life that isn't God becomes your god.
The second commandment is, "You must not make for yourself an idol" (Exodus 20:4 NLT). Anything that replaces God in your life is an idol. Success can be an idol. Money can be an idol. Sex can be an idol. A relationship can become an idol. If that relationship to your spouse, boss, or friend is more important than God, it's an idol.
People pleasers allow other people's opinions to take first place in their lives. Those opinions become a god because they matter more than God's opinion. You don't want to tell people you're a Christian because they might think less of you. You don't want them to know you go to church because they may not like you. At that point, you have another god in your life. You have made an idol of people-pleasing.
Paul says in Galatians 1:10, "I'm not trying to win the approval of people, but of God. If pleasing people were my goal, I would not be Christ's servant" (NLT).
Almost everyone wants to be liked. It's tempting to want to please other people. But don't do it at the expense of pleasing God. As a servant of Christ, you have an audience of one. You need to only please God.
Kamis, 27 Mei 2021
Presiden JOKOWI HARUS PIMPIN NKRI๐ฎ๐ฉ❤beberapa Periode
Integritas vs. Popularitas
28 Mei 2021
Bacaan Hari ini:
Lukas 9:26 "Sebab
๐ barangsiapa malu
๐ karena Aku dan
๐ karena perkataan-Ku,
๐ Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak
๐ dalam kemuliaan-Nya dan
๐ dalam kemuliaan Bapa dan malaikat- malaikat kudus."
-----------------
๐ Ketika Anda memiliki pemikiran jangka panjang ini—
๐ ketika Anda ingat bahwa suatu hari Anda akan berdiri di hadapan Tuhan — maka
๐ kebenaran itu akan mengubah Anda.
๐ Itu mengubah
๐apa yang Anda ucapkan,
๐apa yang Anda lakukan, dan
๐siapa yang Anda coba buat terkesan.
๐ Itulah penangkalnya.
๐ Ketika Anda memandang dengan persepektif surgawi dan
๐ menyadari bahwa Anda akan memberikan pertanggungjawaban untuk setiap
๐ kata dan
๐ tindakan Anda setiap hari,
๐ maka Anda akan bertanya pada diri sendiri,
✍️ "Mana yang lebih penting —
๐ persetujuan Tuhan? atau
๐ persetujuan orang-orang di sekitar saya?"
๐ Saya pernah mendapati diri saya harus menanyakan pertanyaan itu berkali-kali.
๐ Selama siaran TV, si pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan sulit.
๐ Mereka
๐ mencoba menyudutkan saya,
๐ bermaksud membuat saya terlihat seperti orang yang fanatik agama atau bodoh.
๐ Mereka mencoba membuat saya terlihat
==> menjauhkan diri dari apa yang dikatakan Alkitab.
๐ Selama wawancara itu,
==> sifat alami manusiawi saya berharap disukai oleh banyak orang,
๐ sama seperti kita semua.
==> Sifat manusiawi saya ingin
~ berkompromi,
~ membelokkan,
~ menyimpang, dan
~ meniadakan kebenaran Firman.
==> Saya tergoda untuk mengatakan hal-hal seperti,
๐ฌ "Saya serahkan saja kepada Tuhan" atau
๐ฌ "Semua orang harus menentukan pilihannya sendiri."
๐ Itu semua hanyalah alasan untuk meraih persetujuan orang lain.
๐ Di saat-saat seperti itu —
✍️ ketika Anda hendak mengatakan sesuatu yang tidak menyinggung,
==> tetapi akan menjadi sebuah kebohongan —
✍️ ada tiga hal yang dapat Anda lakukan:
๐ Pertama,
✍️ ingatlah apa yang Yesus Kristus telah lakukan untuk Anda di kayu salib.
๐ Dia tidak menyangkal Anda.
๐ Dia tidak menyerah untuk menyelamatkan Anda.
๐ Dia telah mati untuk dosa-dosa Anda.
๐ Hidup Anda adalah milik-Nya.
๐ Dia menciptakan Anda.
๐ Dia telah menyelamatkan Anda.
๐ Dia telah mengampuni Anda.
๐ Dia akan membawa Anda ke surga.
๐ Mengapa Anda harus menyangkal-Nya?
๐ Kedua,
✍️ ingatlah bahwa suatu hari Anda akan memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan.
==> Tuhan akan bertanya pada Anda,
๐ฌ "Apa yang kau katakan pada saat kau mengobrol dengan rekan kerjamu di kantor?
๐ฌ Apa yang kau katakan kepada temanmu di sekolah?
๐ฌ Apa yang kau katakan saat makan malam keluarga?"
๐ Integritas lebih penting daripada popularitas.
๐ Dan tentu saja Anda tidak boleh _melepaskan integritas Anda.
๐ Dan pada akhirnya, katakanlah kebenaran, apa pun konsekuensinya.
✍️ Saat Anda berjalan di dalam iman bersama Yesus,
๐ berlatihlah melakukan tiga hal itu.
๐ Jadikan itu panduan untuk hidup dengan integritas
— bukan untuk popularitas.
Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah melihat dampak positif dari memilih integritas ketimbang popularitas?
- Kapan Anda pernah melihat konsekuensi negatif dari memilih popularitas ketimbang integritas?
- Dalam situasi apa Anda paling tergoda untuk memilih popularitas dibanding integritas? Langkah-langkah mudah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk membantu Anda memilih integritas daripada popularitas saat Anda tergoda?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23
___________
Kelak Anda akan memberi pertanggungjawaban atas hidup Anda di hadapan Allah.
๐ Saya yakin kebenaran ini adalah penangkal terbaik dari kebiasaan selalu ingin menyenangkan hati orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Integrity vs Popularity
By Rick Warren
"Whoever is ashamed of me and my words, the Son of Man will be ashamed of them when he comes in his glory and in the glory of the Father and of the holy angels." Luke 9:26 (NIV)
-----------------
One day you'll give an account of your life before God. This fact is the best antidote to people-pleasing that I know.
When you have that kind of long-term thinking—when you keep in mind that you'll one day stand before God—it changes you. It changes what you say, what you do, and who you try to impress. It's the people-pleaser antidote.
When you take that long look, and realize you're going to give an account for every word and action from each day, you'll ask yourself, "Which is more important—God's approval or the approval of people around me?"
I've found myself having to ask that question many times. During TV broadcasts, interviewers ask me tough questions. They try to put me on the spot, sometimes hoping to make me look like a bigot or fool. They try to get me to distance myself from what the Bible says.
When I'm in those interviews, my human nature wants to be liked, just like yours does. My human nature wants to compromise, divert, punt, and leave out the truth. It's tempting to say things like, "I just leave that up to God" or "Everybody has to make up their own mind." But those are people-pleasing cop-outs.
In those moments—when you could say something that wouldn't offend but would be a lie—there are three things you can do.
First, remember what Jesus Christ did for you on the cross. He didn't deny you. He didn't back away from you. He died for your sins. Your life belongs to him. He created you. He saved you. He forgave you. He's taking you to heaven. Why would you deny him?
Second, remember that one day you're going to give an account to God. God will ask you, "What did you say in that conversation at work? What did you say to your friend at school? What did you say during a family dinner?" Integrity is more important than popularity. And you don't want to give up your integrity.
Finally, tell the truth, no matter the consequences.
As you walk in faith with Jesus, practice doing these three things. They're the guides you need to live with integrity—not for popularity.
Rabu, 26 Mei 2021
Ingatlah yang Terbaik
27 Mei 2021
Bacaan Hari ini:
Filipi 4: 8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara,
๐ semua yang benar,
๐ semua yang mulia,
๐ semua yang adil,
๐ semua yang suci,
๐ semua yang manis,
๐ semua yang sedap didengar,
๐ semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
๐ pikirkanlah semuanya itu."
---------------
๐ญ Apa yang Anda pilih untuk Anda ingat tentang waktu yang Anda habiskan dengan orang lain?
๐ญ Apakah Anda memilih untuk mengingat
๐pengalaman yang menyenangkan, atau
๐pengalaman yang buruk?
✍️ Rasul Paulus memilih untuk
๐mengingat yang baik,
๐fokus pada hal yang positif, dan
๐bersyukur.
๐ Dia berkata kepada orang-orang Kristen di Filipi, "Jadi akhirnya, saudara-saudara,
๐ semua yang benar,
๐ semua yang mulia,
๐ semua yang adil,
๐ semua yang suci,
๐ semua yang manis,
๐ semua yang sedap didengar,
๐ semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
๐ pikirkanlah semuanya itu."
(Filipi 4: 8).
๐ Paulus mengalami hari-hari yang sulit di Filipi.
๐ Kisah Para Rasul 16 memberi tahu kita bahwa,
๐ ketika Paulus datang ke Filipi,
==> dia ditangkap secara paksa,
==> dia
~ dicambuk,
~ dihina, dan
~ dijebloskan ke penjara sebelum akhirnya diusir meninggalkan kota itu.
๐ Namun, dia bersyukur kepada Allah atas waktunya bersama para jemaat di Filipi.
๐ Paulus bisa saja fokus pada hal-hal negatif itu.
๐ Dia bisa saja mengingat-ingat kenangan menyakitkan.
๐ Namun, dia memilih untuk berhenti fokus pada hal-hal yang menyakitkan.
๐ Sebaliknya, dia memilih untuk mengingat hal-hal yang bisa dia syukuri.
✍️ Anda dapat membuat keputusan serupa dengan orang-orang dalam hidup Anda.
๐ Ketika kita menjalin hubungan dengan seseorang untuk waktu yang panjang,
✍️ maka kemungkinan untuk saling melukai sangatlah besar.
๐ Mungkin Anda pernah terluka
๐ oleh respons orangtua Anda yang gampang marah atau
๐ oleh kata-kata sembrono yang dilontarkan teman Anda.
๐ Apakah Anda masih menyimpan luka itu?
๐ Apakah rasa sakit itu membuat Anda enggan berhubungan dengan orang tersebut?
✍️ Jika demikian," artinya Anda tengah fokus pada hal-hal negatif dari orang tersebut.
๐ Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus
==> menyangkal sakit hati Anda atau
==> memaafkan kesilapan orang lain.
✍️ _Hal itu secara psikologis tak sehat.
๐ Dan, tentu saja, lain ceritanya jika hubungan sudah bersifat toxic atau kejam.
✍️ Namun dalam hubungan
๐ yang normal dan
๐ yang lumayan sehat,
๐ Anda bisa memilih untuk fokus pada hal-hal yang baik.
๐ Anda dapat memilih untuk mengingat kelebihan orang lain.
๐ Saya sering mendengar para istri berkata,
๐ฌ "Suami saya orang yang baik, ==> tapi…"
==> (saya juga mendengar hal yang serupa tentang istri mereka).
๐ Setiap kali Anda mendengar kata
๐ฌ "tapi,"
==> itu berarti salah satu dari Anda fokus pada hal-hal
๐ negatif,
๐ bukan positif. Tetapi,
✍️ nyatanya, suami atau istri yang sempurna itu tidak ada.
๐ Dalam hubungan,
๐ pilih untuk menikmati apa yang Anda miliki.
๐ Dan untuk menikmati relasi dengan seseorang,
๐ Anda harus fokus pada
๐kelebihan mereka,
๐ bukan pada kekurangan mereka.
๐ Bagi beberapa orang, itu butuh kreativitas tinggi!
==> Namun, Anda dapat menemukan sesuatu yang baik di setiap orang.
๐ Dan ketika Anda memikirkan tentang masa lalu Anda,
๐ญ ingatlah bahwa kenangan yang menyenangkan ialah
==> sebuah pilihan.
๐ Ikuti teladan rasul Paulus dan
๐ pilihlah untuk fokus pada apa yang bisa Anda syukuri.
✍️ Baik di masa lalu maupun saat ini,
๐ pilihlah untuk bersyukur atas kebaikan orang lain.
Renungkan hal ini:
- Kenangan menyakitkan apa yang membuat Anda tidak sepenuhnya menunjukkan kasih Anda kepada seseorang? Sediakan waktu hari ini di dalam doa. Mintalah supaya Tuhan membantu Anda melepaskan kenangan itu dan melanjutkan hidup Anda.
- Bagaimana dengan orang tersebut (yang menyebabkan kenangan menyakitkan itu)? Apa yang bisa Anda syukuri?
- Dalam hubungan yang seperti apa di mana Anda perlu fokus pada kelebihan orang lain, bukan pada kelemahan mereka?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41
_____________
Pilih untuk
==> mengingat yang terbaik dan
==> lupakan perbuatan buruknya di masa lalu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Remember the Best and Forget the Rest
By Rick Warren
*"Summing it all up, friends, I'd say you'll do best by filling your minds and meditating on things true, noble, reputable, authentic, compelling, gracious—the best, not the worst; the beautiful, not the ugly; things to praise, not things to curse."* Philippians 4:8 (The Message)
----------------
What do you choose to remember about the time you've spent with people? Do you remember the good experiences or the bad experiences?
The apostle Paul chose to remember the good, to focus on the positive, and to be thankful. He said to the Christians in Philippi, "Summing it all up, friends, I'd say you'll do best by filling your minds and meditating on things true, noble, reputable, authentic, compelling, gracious—the best, not the worst; the beautiful, not the ugly; things to praise, not things to curse" (Philippians 4:8 The Message).
Paul did not have an easy time in Philippi. Acts 16 tells us that, when Paul went to Philippi, he was illegally arrested, whipped, humiliated, and thrown into prison before finally being asked to leave town. Yet he thanked God for his time with the Philippians.
Paul could have dwelt on the negative. He could have recalled the painful memories. But he chose to stop focusing on the painful things. Instead, he remembered the things he could be grateful for.
You can make a similar decision with the people in your life.
Stay in relationship with someone long enough and you're bound to hurt each other. Maybe you've been hurt in the past by a parent's short-tempered response or a friend's thoughtless word. Are you still holding on to that hurt? Does it keep you from enjoying that person today? If so, you're focusing on the negative.
I'm not saying that you should deny your hurts or excuse the weaknesses in other people. That is psychologically unhealthy. And, of course, abusive relationships are a different story. But in normal, relatively healthy relationships, you can choose to focus on the good. You can choose to remember the other person's strengths.
I hear wives say, "He's a good man, but . . . " (and I hear husbands say the same about their wives). Anytime you hear "but," it means the emphasis is on the negative and not the positive. But the fact is, Mr. and Mrs. Perfect don't exist.
In your relationships, choose to enjoy what you have. And to enjoy someone, you have to focus on their strengths, not their weaknesses. With some people, that takes a lot of creativity! But you can find something good in everyone.
And when you think about your past, remember that pleasant memories are a choice. Follow the example of the apostle Paul and choose to emphasize what you can be thankful for.
In both your past and your present, choose to be grateful for the good in people. Choose to remember the best and forget the rest.