Rabu, 09 November 2016

Tegarnya seorang Buya Syafii Maarif


Buya Syafii Maarif
Buya Syafii Maarif
Sebenarnya mudah melihat konstelasi politik di Indonesia ini. Lihat ke Suriah dan kita akan menemukan persamaan, model apa yang terjadi di Suriah pada awal perang dengan apa yang terjadi di Indonesia sekarang.

Saya dulu pernah menganalisa bagaimana caranya "mereka" yang terlibat di Suriah masuk dan mencoba mengambil alih Indonesia. Pertama, kuasai ulamanya dan kuasai Ormas Islam terbesarnya.
Di Suriah, para "ulama" yang berada di Persatuan Ulama Suriah secara terang-terangan berseberangan dengan Bashar Assad, Presiden Suriah. Mereka membentuk opini dulu bahwa Bashar adalah seorang syiah dan syiah wajib diperangi. Para "ulama-ulama" itu menggunakan ayat-ayat dan hadis untuk melakukan justifikasi untuk memerangi Bashar.

"Ulama-ulama" lokal itu berafiliasi dengan Persatuan "Ulama" Internasional. Seruan jihad dari "ulama" lokal diperkuat dengan seruan jihad dari perkumpulan persatuan "ulama" Internasional atau International Islamic Coordination Council. Kenapa saya beri tanda kutip dipinggir kata ulama?.
Karena pada dasarnya ada pengklaiman gelar ulama hanya pada pihak yang bersama mereka. Dan ulama yang tidak bersama mereka, bukan lagi menjadi ulama, sehingga wajib diperangi.
Ini terjadi pada ulama besar dunia di Damaskus yang bermazhab sunni yaitu Syaikh Ramadhan Al Bouthi.

Syaikh Ramadhan Al Bouthi adalah ulama yang disegani dan menjadi ulama rujukan tingkat dunia. Beliau dimusuhi oleh kumpulan para "ulama" lokal Suriah itu karena posisinya yang membela pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar Assad.
Syaikh Ramadhan Al bouthi yang secara terang-terangan berkata bahwa Bashar Assad bukanlah Syiah seperti yang dipropagandakan. Bahkan untuk mendukung pernyataan itu, beliau mengajak Bashar shalat bersama-sama untuk memperlihatkan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar.

Dan karena keteguhannya itulah pada bulan Maret 2013, ketika sedang menyampaikan kajian di sebuah masjid di Damaskus Suriah, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya tepat di hadapan beliau. Beliau dibungkam selama-lamanya bersama puluhan orang muridnya yang sedang ada disana.

Dan tahu apa yang terjadi pasca terbunuhnya beliau? Persatuan "ulama" lokal itu menimpakan tudingan bahwa Bashar Assad lah pelaku utamanya. Dan karena Syaikh Ramadhan Al Bouthi sudah mereka fatwa "kafir", maka tidak layak mendapat gelar syahid.

Melihat apa yang dilakukan Buya Syafii Maarif, saya jadi mengingat almarhum Syaikh Ramadhan Al Bouthi. Seperti pernah saya paparkan, bahwa ada kemungkinan besar kasus "penistaan agama" ini sejatinya pintu gerbang untuk menjatuhkan Jokowi. Karakter Jokowi akan dijatuhkan sebagai "pembela penista agama" dan posisinya akan dikuatkan sebagai "musuh Islam".

Dan bisa kita lihat dengan jelas ada pengelompokan dan klaim terhadap gelar "ulama" pada kelompok tertentu Ulama yang berseberangan dengan "ulama" mereka, secara otomatis mendapat cacian.
Buya Syafii Maarif yang ingin menjelaskan duduk perkara kasus penistaan agama sebenarnya dengan kapasitasnya sebagai seorang ulama, disudutkan sebagai "orang yang berpenyakitan". Pembunuhan karakter terhadap Buya dibangun sehingga beliau dikategorikan sebagai seorang munafik dan juga "musuh Islam".
Melihat karakter Buya Syafii Maarif, tidak jauh berbeda dengan karakter Syaikh Ramadhan Al Bouthi. Beliau tidak akan mundur menyampaikan pesannya meski ia dicaci dan dimaki dimana-mana. Perjalanan Indonesia menuju Suriah memang terlihat masih panjang, tetapi jika melihat polanya sudah mengarah kesana.
Yang saya khawatirkan adalah perpecahan di dalam tubuh TNI dan Polri menyikapi masalah ini. Saya yakin ada sebagian anggota TNI dan Polri yang terpengaruh bahwa mereka lebih mulya "membela Islam" daripada membela negara. Dan mereka ini lebih mendengarkan "ulama" daripada komandan.
Seperti di Suriah.

Seruput dulu kopinya dan kita akan melihat caci maki yang sama dan tudingan "Syiah dan munafik" dalam komen-komen nantinya.

*TEGARNYA SEORANG BUYA*

*TEGARNYA SEORANG BUYA*
Dennysiregar.com

Rabu, November 09, 2016

Sebenarnya mudah melihat konstelasi politik di Indonesia ini. Lihat ke Suriah dan kita akan menemukan persamaan, model apa yang terjadi di Suriah pada awal perang dengan apa yang terjadi di Indonesia sekarang.

Saya dulu pernah menganalisa bagaimana caranya "mereka" yang terlibat di Suriah masuk dan mencoba mengambil alih Indonesia. Pertama, kuasai ulamanya dan kuasai Ormas Islam terbesarnya.
Di Suriah, para "ulama" yang berada di Persatuan Ulama Suriah secara terang-terangan berseberangan dengan Bashar Assad, Presiden Suriah. Mereka membentuk opini dulu bahwa Bashar adalah seorang syiah dan syiah wajib diperangi. Para "ulama-ulama" itu menggunakan ayat-ayat dan hadis untuk melakukan justifikasi untuk memerangi Bashar.

"Ulama-ulama" lokal itu berafiliasi dengan Persatuan "Ulama" Internasional. Seruan jihad dari "ulama" lokal diperkuat dengan seruan jihad dari perkumpulan persatuan "ulama" Internasional atau International Islamic Coordination Council. Kenapa saya beri tanda kutip dipinggir kata ulama?.
Karena pada dasarnya ada pengklaiman gelar ulama hanya pada pihak yang bersama mereka. Dan ulama yang tidak bersama mereka, bukan lagi menjadi ulama, sehingga wajib diperangi.
Ini terjadi pada ulama besar dunia di Damaskus yang bermazhab sunni yaitu Syaikh Ramadhan Al Bouthi.

Syaikh Ramadhan Al Bouthi adalah ulama yang disegani dan menjadi ulama rujukan tingkat dunia. Beliau dimusuhi oleh kumpulan para "ulama" lokal Suriah itu karena posisinya yang membela pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar Assad.
Syaikh Ramadhan Al bouthi yang secara terang-terangan berkata bahwa Bashar Assad bukanlah Syiah seperti yang dipropagandakan. Bahkan untuk mendukung pernyataan itu, beliau mengajak Bashar shalat bersama-sama untuk memperlihatkan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar.

Dan karena keteguhannya itulah pada bulan Maret 2013, ketika sedang menyampaikan kajian di sebuah masjid di Damaskus Suriah, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya tepat di hadapan beliau. Beliau dibungkam selama-lamanya bersama puluhan orang muridnya yang sedang ada disana.

Dan tahu apa yang terjadi pasca terbunuhnya beliau? Persatuan "ulama" lokal itu menimpakan tudingan bahwa Bashar Assad lah pelaku utamanya. Dan karena Syaikh Ramadhan Al Bouthi sudah mereka fatwa "kafir", maka tidak layak mendapat gelar syahid.

Melihat apa yang dilakukan Buya Syafii Maarif, saya jadi mengingat almarhum Syaikh Ramadhan Al Bouthi. Seperti pernah saya paparkan, bahwa ada kemungkinan besar kasus "penistaan agama" ini sejatinya pintu gerbang untuk menjatuhkan Jokowi. Karakter Jokowi akan dijatuhkan sebagai "pembela penista agama" dan posisinya akan dikuatkan sebagai "musuh Islam".

Dan bisa kita lihat dengan jelas ada pengelompokan dan klaim terhadap gelar "ulama" pada kelompok tertentu Ulama yang berseberangan dengan "ulama" mereka, secara otomatis mendapat cacian.
Buya Syafii Maarif yang ingin menjelaskan duduk perkara kasus penistaan agama sebenarnya dengan kapasitasnya sebagai seorang ulama, disudutkan sebagai "orang yang berpenyakitan". Pembunuhan karakter terhadap Buya dibangun sehingga beliau dikategorikan sebagai seorang munafik dan juga "musuh Islam".
Melihat karakter Buya Syafii Maarif, tidak jauh berbeda dengan karakter Syaikh Ramadhan Al Bouthi. Beliau tidak akan mundur menyampaikan pesannya meski ia dicaci dan dimaki dimana-mana. Perjalanan Indonesia menuju Suriah memang terlihat masih panjang, tetapi jika melihat polanya sudah mengarah kesana.
Yang saya khawatirkan adalah perpecahan di dalam tubuh TNI dan Polri menyikapi masalah ini. Saya yakin ada sebagian anggota TNI dan Polri yang terpengaruh bahwa mereka lebih mulya "membela Islam" daripada membela negara. Dan mereka ini lebih mendengarkan "ulama" daripada komandan.
Seperti di Suriah.

Seruput dulu kopinya dan kita akan melihat caci maki yang sama dan tudingan "Syiah dan munafik" dalam komen-komen nantinya.

http://www.dennysiregar.com/2016/11/tegarnya-seorang-buya.html?m=1

INDONESIA SEDANG* ​MEMENTASKAN​ ​KEBENARAN​


INDONESIA SEDANG*
​MEMENTASKAN​ ​KEBENARAN​

Melihat kebencian mereka
Yg sedang unjuk rasa
Justru sy sangat mengucap syukur
Sy semakin yakin dengan kepercayaan sy
Sy semakin mengasihi & mencintai Tuhan ...
Bahwa keyakinan saya bukan dari dunia, bukan ciptaan manusia tetapi benar2 keyakinan yg dari Allah pencipta manusia langit & bumi

◆ Ketika kitab suci kami dihina ..kami tidak pernah sakit hati
Karena Firman yg ada di dalamnya berkata "kasihanilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat"

◆ Ketika rumah ibadah kami dihancurkan..kami tidak membalas & menuntut
Karena kami tahu persis rumah ibadah tempat Roh Allah yg sesungguhnya adalah ​hati​ kami 

◆ Ketika kitab & Tuhan kami dinista, dihujat..
Kami tidak pernah sakit hati
Kami tidak pernah unjuk rasa / Demo
Karena kami yakin 100% Allah yg kami sembah Allah yg ​maha kuasa​ yg sanggup membela umatNya dgn caranya sendiri, 

◆Apapun kejahatan mereka  lakukan untuk kami..kami akan selalu taat untuk belajar mengasihinya karena Tuhan kami Tuhan yg hidup yg mengajar kami "kasihilah mereka yg memusuhimu"

Demo / unjuk rasa yg terjadi saat ini bukti mereka: 
→ sedang mengungkapkan kebencian mereka
→sedang meragukan allah yg mereka sembah karena mereka menuntut dengan cara manusia tidak berserah pd Allah yg maha kuasa
→ sedang tidak percaya dgn kuasa allah mereka, mereka bertindak dgn caranya sendiri
→ sedang tidak percaya dgn pemerintah yg merupakan wakil Allah didunia
→ sedang berambisi memutuskan penghakiman bagi orang yg belum tentu bersalah

Hai dunia lihatlah buah2 perbuatan apa yg mereka hasilkan

Ucap Syukur yg luar biasa untuk Allah yg kami sembah, karena FirmanNya menuntun hidup kami ke dalam ​terang​
"Penghakiman, kebencian, pembunuhan 
( sekalipun hny dlm bentuk ucapan​)"  sangat dilarang untuk kami lakukan
Tetapi perintahNya..agar kami ​memberkati & mengasihi​ dalam segala keadaan

Puji Syukur karena rumah ibadah buat kami adalah tempat untuk menebar Kasih dan bukan mengobarkan dendam kebencian.

"Trimakasih Tuhan 
Untuk apa yg terjadi dinegeriku saat ini..karena semakin kami kagum & mengasihiMu dan semakin beriman keyakinanku adalah kebenaran yg sejati"
❤PRAISE THE LORD❤
BASUKI TJAHAJA PURNAMA

Jangan Malu Berdiri Untuk Kebenaran

Jangan Malu Berdiri Untuk Kebenaran    10 November 2016    Bacaan Hari ini:  1 Petrus 4:16 "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen,   ~ maka janganlah ia malu,   ~ melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."  ---------------------------------------------------  Anda jangan pernah malu berdiri untuk   ~ kebenaran dan   ~ melakukan yang benar.     Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:16, "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen,   ~ maka janganlah ia malu,   ~ melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."    Izinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan:   ~ Apakah penghinaan akan membunuh Anda?  Tidak.   ~ Apakah cacian akan membunuh Anda? Tidak.   ~ Apakah seseorang yang mencap atau mengata-ngatai Anda karena Anda berdiri teguh untuk Kristus akan menyakiti Anda? Tidak.   ~ Apakah orang-orang di sosial media yang mencoba memancing emosi Anda akan menghancurkan Anda? Tidak.     Itu semua tidak akan membunuh Anda.    Anda perlu memahami satu hal yang akan memerdekakan hidup Anda:  ~ Anda tak memerlukan persetujuan atau pengakuan orang lain untuk menjadi bahagia.     Selama ini Anda mungkin tengah berusaha mendapatkannya dari orang-orang tertentu.   ~ Saya benci mengatakan ini,   ~ tapi jika Anda belum meraih pengakuan itu dari orang lain, maka Anda tidak akan meraihnya.     Namun kabar baiknya adalah sesungguhnya   ~ Anda tak butuh itu sama sekali!   ~ Anda tidak butuh persetujuan atau pengakuan dari siapa pun untuk menjadi bahagia.    Apa pun yang Anda kerjakan dalam hidup Anda,   ~ pasti akan ada orang yang tak menyukainya.     Anda tidak dapat menghindari penolakan.     Jadi, bila Anda ingin mendapatkan persetujuan dari orang lain,   ~ maka sebaliknya Anda harus siap menerima ketidaksetujuan mereka ketika Anda melakukan yang benar, kebenaran Firman Tuhan.    Ini penting untuk diingat, terutama ketika Anda menghadapi pertentangan dari orang lain.   ~ Jika pendapat orang lain lebih penting buat Anda ketimbang pendapat Tuhan,   ~ maka Anda akan jatuh ketika orang-orang tersebut menyerang Anda atas iman Anda di dalam Yesus.     Namun bila Anda fokus pada Tuhan dan apa yang Anda tahu adalah benar,   ~ maka ambil sikap tegas.    "Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu,   ~ bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1 Petrus 5:9).    Renungkan hal ini:    Pikirkan satu waktu ketika Anda berdiri bagi Yesus Kristus dan bagi apa yang benar.     Bagaimana hasrat Anda untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain memengaruhi respon Anda?    Di mana Anda dapat memperoleh dorongan untuk berdiri teguh ketika orang-orang menentang iman Anda?    Apakah dengan mengetahui bahwa ada orang percaya lainnya yang juga menderita demi Injil dapat membantu menguatkan iman Anda?     Mengapa?   ________________________________  Bila Anda fokus pada Tuhan dan apa yang Anda tahu adalah benar,  ~ maka ambil sikap tegas.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Selasa, 08 November 2016

SPEECHLESS !!

SPEECHLESS !!

Setelah seharian menyelesaikan presentasi produk yang cukup kritis bin sengit, kami berbincang2 santai dengan para expert dari Singapura di kantor saya.

Mr. Freddy bercerita bahwa adalah hal yang biasa apabila warga Singapura ketemu pemimpin2 mereka di tempat umum, tanpa pengawalan sama sekali. Dia pernah bertemu presiden Singapura sedang belanja bahan tekstil, dan ketika pemilik toko berniat memberikan diskon khusus, beliau menolak dan berkata tegas: 
"Today I am not your president, only a common citizen, please treat me like one !". 
Atau ketemu PM Singapura sedang mengantri di toko yang menjual chicken wings. Ketika warga lainnya mempersilahkan beliau maju duluan memotong antrian, beliau menolak dan berkata: 
"Right now I am not a prime minister, only one common citizen !".

Intinya, dia bercerita bahwa pemimpin2 mereka tidak akan memanfaatkan jabatan mereka demi perlakuan khusus, walau tanpa dimintapun warga akan melakukan.

Kemudian dia bercerita bahwa pernah terjadi suatu kehebohan di Changi Airport. Intelijen Singapura mendapat info A1 bahwa seorang kepala negara tetangga sedang naik pesawat komersial mereka dan akan mendarat segera. Dalam waktu sangat singkat, tibalah seluruh pasukan penjemput dengan protokol standard penyambutan presiden, tepat sebelum pilot memarkir pesawatnya.

Pilot mengumumkan agar penumpang lain mendahulukan orang tersebut, karena akan dijemput pasukan penyambut presiden untuk diantarkan ke hotel dengan pengawalan maksimum.

Apa yang terjadi?

Semua protokol dan pasukan penyambutan tersebut ditolak mentah2 dan disuruh pulang, sambil berkata tegas: 
"Today I come as your neighbor common citizen, to visit my son who is studying here !".

Lalu dia melemparkan pertanyaan penuh teka-teki: 
"Do you know who was that person ?"

"He was your president, mr. Joko Widodo !"

*Admin: Only humble person can do...*

Senin, 07 November 2016

Memilih Untuk Khawatir Atau Menyembah

Memilih Untuk Khawatir Atau Menyembah    08 November 2016    Bacaan Hari ini:  1 Petrus 3:14-15 "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia.   ~ Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.   ~ Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggung jawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggung jawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."  ---------------------------------------------------  Kekristenan bukanlah untuk orang   ~ lemah,   ~ pengecut,   ~ atau yang lemah hati.     Dibutuhkan pria dan wanita yang berani untuk mengikut Yesus.     Ada orang-orang di dunia ini yang lebih menderita karena ikut Yesus,   ~ dibanding dengan kita.     Tapi apa harga yang harus dibayar dengan Anda mengikut Kristus?     Mungkin Anda tidak pernah atau tidak perlu berhadapan dengan penindasan dengan kekerasan.   ~ Tapi pasti Anda pernah berurusan dengan penindasan yang tak terlihat setiap harinya, seiring dengan budaya kita yang menjadi kian duniawi dan anti-Kristen.    Ketika Anda dihadapkan pada pertentangan karena iman Anda, wajar jika Anda merasa takut.   ~ Lalu bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut itu?  ~ Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan celaan?   ~ Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan penolakan?    Anda harus dipenuhi dengan kasih Tuhan.     Alkitab mengatakan bahwa  ~ tak ada ketakutan di dalam kasih,   ~ dan kasih yang sempurna melenyapkan semua rasa takut.     Ketika Anda menghadapi penolakan, fokuslah pada kasih-Nya untuk Anda.   ~ Orang-orang yang bersandar pada jaminan kasih Tuhan tidak takut akan penolakan.   ~ Mereka tidak takut akan celaan.     Alkitab mengatakan dalam   1 Petrus 3: 14-15, "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia.  ~ Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.   ~ Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!  ~ Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."    Ada dua pilihan yang bisa Anda ambil ketika Anda merasa ditekan, ketika Anda dipaksa membungkam iman Anda:   ~ Anda bisa memilih untuk khawatir,  ~ atau memilih untuk menguduskan Tuhan.     Singkat kata,   ~ menjadi panik   ~ atau berdoa.     Anda bisa memilih untuk fokus pada   ~ masalah, tekanan, dan penganiayaan,   ~ atau fokus pada Tuhan.     Anda harus mengalihkan fokus pikiran Anda   ~ dari tekanan yang Anda rasakan   ~ untuk fokus kepada Tuhan.    Itulah yang dimaksud dengan menguduskan Tuhan - untuk fokus pada Tuhan.     Ketika Anda menghadapi penentang Anda,   ~ berdoalah   ~ ketimbang khawatir.    Renungkan hal ini:    Di mana Anda perlu mencari jaminan kasih Tuhan?    Menurut Anda bagaimana Tuhan memberi upah atas penderitaan Anda karena melakukan apa yang benar?    Pertentangan seperti apa yang tengah Anda hadapi karena iman Anda?  ________________________________  Anda harus mengalihkan fokus pikiran Anda   ~ dari tekanan yang Anda rasakan   ~ untuk fokus kepada Tuhan.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Minggu, 06 November 2016

Serbal Jokowi Berpotensi 'Fatal' Bagi SBY

status fb Derek Manangka, mantan Pemred rcti dan MediaIindomesia: CATATAN TENGAH, Minggu 6 Nopember 2016

Serbal Jokowi Berpotensi 'Fatal' Bagi SBY 

*) Terbongkar, 34 Proyek PLN Mangkrak 

JAKARTA -  Pengumuman oleh dua Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo pada Jumat siang 4 Nopember 2016, tentang dua perkara penting,  nampaknya tenggelam dalam hingar bingar peliputan Demo Damai "Sejuta Umat". Walaupun pengumuman kedua Menteri itu disiarkan secara live oleh stasiun TV, di saat massa sedang berkonsolidasi di mesjid Istiqlal, namun nampaknya tidak banyak orang  yang memperhatikan esensinya. 

Dokumen itu, bisa dikatakan memang sangat fundamental. 
Perkara itu antara lain bisa membuka tabir sejumlah mega skandal korupsi di era pemerintahan SBY. Sekaligus dapat membalikkan semua kleim keberhasilan pemerintahan SBY selama 10 tahun, ke titik zero.  

Ibarat bencana, jika dua dokumen itu terpolitisasi, goncangannya bisa seperti sebuah hantaman tsunami terhadap rezim sebelumnya. 

Joko Widodo, Presiden yang sedang berkuasa membongkar aib masalah lalu dari Presiden yang digantikannya. 

Apa sih dokumen itu ? 

Pertama soal penegasan Menteri Sekretaris Negara Pratikno bahwa dokumen asli Tim Pencari Fakta pembunuhan Munir, tidak ditemukan di arsip Sekretariat Negara. Sehingga hal ini menyebabkan pemerintahan Joko Widodo tidak bisa menindak lanjuti kasus ini sesuai desakan Presiden SBY. 

Dengan penegasan itu, Presiden Joko Widodo seolah 'menyuruh' balik  SBY untuk menelusuri dimana keberadaan dokumen negara tersebut. 

Hal ini bisa berujung dipanggil atau diperiksanya SBY oleh aparat Kejaksaan.  Pemeriksaan ini jika terjadi, secara psikologis akan sangat memukul kewibawaan SBY sebagai bekas Presiden RI.

Sementara itu dari sisi psikologis, belum tentu SBY siap diperiksa atau memenuhi panggilan Kejaksaan seperti yang dilakukan oleh almarhum Presiden Soeharto, pasca terjungkalnya dari kekuasaan di tahun 1998.

Namun sebaliknya apabila SBY tidak bersedia  diperiksa atau memenuhi panggilan jaksa, sikap itu akan  menjadi semacam senjata makan tuan.  Penegasan SBY agar di negara ini tidak boleh ada warga negara yang kebal hukum, dia langgar sendiri. 

Selama dokumen itu tidak ditemukan, SBY seperti dipaksa harus memegang "bola panas" . Dan ironisnya "bola panas" tersebut tidak bisa dipindahkannya ke orang lain. 

Tuduhan terhadap SBY sebagai pihak yang menghilangkan dokumen negara itu, akan sangat mendestruksi kredibilitasnya sebagai bekas Presiden. 

Pertanyaan lanjutannya, masih bisakah SBY  menemukan kembali dokumen TPF Munir tersebut ? Inilah sebuah pertanyaan sekaligus sebuah persoalan. 

Kasus terbunuhnya Munir, bertema  soal pelanggaran HAM dan isunya sudah mengglobal.

Oleh sebab itu kalau hilangnya dokumen itu menjadi sebuah persoalan, hal ini akan menjadi beban tersendiri bagi SBY baik sebagai politisi maupun jenderal yang demokrat. 

Dokumen  kedua soal mangkraknya 34 buah proyek PLN di era pemerintahan SBY. Mangkraknya proyek tersebut sejauh ini terkesan tertutupi atau ditutup-tutupi. 

DPR misalnya tidak pernah menggugatnya.  Sudah dua tahun SBY meninggalkan kursi kekuasaan, baru sekarang kasusnya terbongkar.  

Yang mengungkapkan skandal korupsi ini BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan), lembaga anti rasuah yang dibentuk di era Presiden Soeharto.  

Ini saja mengundang tanya - mengapa BKPK dan kemana atau dimana KPK yang dibentuk pasca reformasi, tahun 2002 ? 

Momen pengungkapan ini terjadi di saat SBY sedang berusaha 'come back' ke panggung politik nasional, misalnya melalui keikut sertaan trahnya Agus Hari Murti di Pilkada DKI 2017.  

Paradoksal memang. Karena modal yang digunakannya untuk 'come back' berupa politisi berkualitas dan Presiden yang berhasil serta bersih dari korupsi. 

Tapi mangkraknya 34 proyek di era SBY, membalikkan semua teori bersih dan berbagai atribut positif lainnya. 

Sebab kerugian negara akibat kegagalan protyek itu sangat besar. Jauh lebih besar dari Proyek Hambalang. 

Kalau tidak salah mencatat, Menteri Pramono Anung menyebut, kerugian negara itu mencapai sekitar Rp. 76 Triliun!  Sekali lagi triliunan rupiah, bukan ratusan milyar rupiah. 

Pertanyaannya, kemana saja uang sebanyak itu mengalir ? 

Dijadikannya tanggal 4 Nopember 2016 sebagai momen pilihan untuk mengumumkan "dosa" pemerintahan  SBY, tidak bisa dianggap sebagai hal secara kebetulan.

Boleh jadi itu pilihan. Bisa jadi Presiden Joko Widodo sudah merasa "enouh is enough", karena  selama 2 tahun memerintah, yang paling banyak mengeritiknya hanya SBY. 

Dibalik kritikan itu, membentang sebuah sindiran, seolah-olah Joko Widodo masih harus banyak belajar. Hal mana kemudian mengundang Jokowi dan para penasehat sekaligus pembisiknya untuk bersikap. 

Kebetulan ada momen penting. Yaitu hari dimana terjadi Demo Damai "Sejuta Umat".  Momen itu sebetulnya hari dimana Joko Widodo sedang dimarginalisasi.  

Tapi hasilnya berbeda. Jokowi pun 'menumpang' di atas peristiwa itu. Jokowi pun bisa bermanuver di sana. 

Jadi bukan hanya SBY dan mereka  yang ingin menjatuhkan Jokowi yang bisa mengkapitalisasi momen tersebut.

Joko Widodo yang selama ini terkesan bersikap pasif dalam menghadapi serangan atau kritikan Presiden SBY, berbalik agresif. 

Maka pengungkapan kasus ini bisa berarti sebagai sebuah momen dimana bendera perlawanan Joko Widodo terhadap SBY, dikibarkan.

Pengungkapan kasus di atas,  tak berarti hanya itu "kartu truf" yang dimiliki Presiden Joko Widodo. 

Dari berbagai postingan oleh sejumlah staf di bawah kementerian pimpinan Luhut Panjaitan misalnya, tercatat  adanya skandal Bank Century dan Proyek Hambalang.  

Presiden Joko Widodo didesak untuk membongkar  semuanya. 

Pembongkaran kasus Bank Century makin mungkin terjadi sebab pada 10 Nopember pekan ini, Antasari Azhar, mantan Ketua KPK akan bebas dari penjara. 

Antasari termasuk salah seorang yang mengetahui ceritera lengkap terjadinya skandal Bank Century. 

Antasari yang dijatuhan hukuman 18 tahun, tapi kemudian memperoleh berbagai remisi, pernah berjanji akan "bernyanyi" setelah bebas dari tahanan.  Dan kalau Antasari "bernyanyi", sejumlah orang penting di rezim  SBY bakal terkait-kait.  

Yang menjadi pertanyaan, apakah nama-nama yang bakal diungkap Antasari hanya berhenti di mereka yang melingkari SBY? 

Pembongkaran Skandal Bank Century perlu. Sebab kasus ini menyebabkan negara kehilangan uang sebanyak Rp. 6,7 Triliun. 

Pembongkarannya semakin  menemukan momentum setelah kehadiran Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Joko Widodo. 

Karena di tangannya dia, Menkeu yang sempat "dibuang" oleh SBY ini, tersimpan sejumlah fakta. Apa dan bagaimana sebenarnya peran Presiden SBY dalam mega skandal bank swasta ini.

Duet Antasari - Sri Mulyani akan menjadi pasangan menarik dalam pembongkaran skandal Bank Century. 

Sejauh ini skandal itu masih menyisakan sejumlah misteri.  Sebab dana sebanyak Rp. 6,7 triliun sudah dikeluarkan dari brankas Bank Indonesia, tapi nyatanya para nasabah Bank Century masih banyak yang tidak mendapatkan ganti rugi sama sekali. 

Pertanyaan yang selalu diajukan para nasabah tapi tak pernah terjawab, kemana jadinya uang hasil talangan itu ? 

Jika Antasari  "bernyanyi", bukan mustahil mereka yang sedang dipenjara akibat perbuatan korupsi mereka di era pemerintahan SBY, juga bakal ikut-ikutan. Kemungkinan banyak "novum" baru terungkap dari berbagai skandal korupsi oleh mereka yang menjadi korban  atau dikorbankan.

Menurut catatan, saat ini setidaknya terdapat 5 Menteri  di era pemerintahan SBY yang tengah meringkuk dalam penjara, dengan tuduhan korupsi. 

Mereka adalah Siti Fadilah Supari (eks Menkes), Dahlan Iskan (eks Meneg BUMN), Andi Mallarangeng (eks Menteri Pemuda dan Olahraga), Surya Darma Ali (eks Menteri Agama) dan Jero Wacik (eks Menteri ESDM). 

Mereka semua kemudian disebut-sebut sebagai orang yang "sakit hati" terhadap SBY. 

Jumlah mereka makin bertambah jika politisi lainnya yang menjadi kader Partai Demokrat, partai yang kini diketuai oleh SBY sendiri, ikut dimasukkan. 

Seperti Anas Urbaningrum (mantan Ketum Partai Demokrat) dan Angelina Sondakh, bintang iklan "Katakan Tidak Pada Korupsi", iklannya Partai Demokrat. 

Kemudian Sutan Batoegana si politisi yang kesohor dengan ungkapan centilnya   "masuk barang itu". Dan tak ketinggalan mantan Bendara Partai Demokrat, Nazarudin. 

Bersatunya para "sakit hati" ini dengan tekad Joko Widodo membongkar kasus-kasus yang sudah disebutkan di atas, mampu menimbulkan kerusakan fatal pad diri Presiden SBY. 

Semua bahan di atas menjadi mesiu bagi senjata serbal  Presiden Joko Widodo. 

Serbal Joko Widodo ini sendiri boleh jadi tidak direncanakan. Tetapi mencuat tiba-tiba, setelah Presiden ke-7 RI merasa terus menerus  disudutkan dalam berbagai  hal. Misalnya yang terakhir dia dianggap konconya Gubernur DKI Ahok Basuki Tjahaja Purnama. Dalam kasus penistaan agama dan kasus-kasus lainnya, Joko Widodo dikesankan melindungi Ahok. 

Pernyataan Presiden SBY yang antara lain menyebut bahwa kalau kasus Ahok tidak diselesaikan secara hukum, sampai Lebaran Kuda pun kegaduhan tak akan bisa dihentikan, bermakna sarkartis dan menyakitkan bagi bekas Walikota Solo ini. 

Nah serbal-nya Joko Widodo ini, besar kemungkinan bakal menyebabkan tersobeknya baju persahabatan kedua figur. 

Semoga saja, tersobeknya persahabatan kedua figur - kalau itu memang terjadi, hanya berhenti di lingkaran mereka sendiri. Kita berharap tidak ikut mengoyak "barang pecah bela"  yang ada di hadapan mereka berdua. 

Kalimat bagian akhir ini hanyalah sebuah kiasan atau perumpamaan. 

Sebab pemberantasan korupsi tidak boleh  melahirkan dendam baru dan perkelahian. Termasuk dendam dan perkelahian politik.