Selasa, 17 Mei 2016

Mengalah

Mengalah

Ada dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut.
~ Di sebelah kiri adalah tebing terjal,
~ dan di sebelah kanan danau yang dalam.

Keduanya saling berpandangan.

Apa yang harus mereka lakukan?

Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.

Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya.

Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther  yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling "merendahkan diri" untuk "memberi jalan" ketika "papasan" dengan yang lain!

Hal ini sesuai dengan Firman Tuhan, bahwa kita adalah satu tubuh yang seharusnya dapat saling memperhatikan satu sama lain.

Seperti ayat di Filipi 2 : 3-4 yang berbunyi "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 16 Mei 2016

Cinta Mengusir Ketakutan Dalam Hubungan Anda

Cinta Mengusir Ketakutan Dalam Hubungan Anda

17 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
---------------------------------------------
"Aku membencimu!"

Ketika orang mengatakan hal itu dalam banyak hubungan, biasanya itu tanda bahwa seseorang mencoba untuk mengendalikan yang lain.

Apa yang ada di balik kontrol itu?
~ Ketakutan.
~ Kekuatiran menyebabkan kita mencoba untuk mengendalikan orang lain atau melawan kendali orang lain.

Ketika Anda merasa begitu kuatir, yang ada di pikiran Anda hanyalah tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda.
~ Inilah yang menghancurkan hubungan
~ dan yang melumpuhkan hidup Anda.

Sungguh dilema yang luar biasa yang kita miliki sebagai manusia:
~ Kita ingin menjadi dekat, tapi juga takut menjadi dekat.
~ Kita rindu untuk memiliki hubungan yang erat dengan orang lain, tapi kita juga amat takut menjalaninya.

Kekuatiran menghalangi keeratan dan melenyapkan hubungan Anda.
~ Anda tak bisa menjadi dekat dengan seseorang apabila ada rasa takut dalam hubungan tersebut.

Bila kekuatiran menghancurkan hubungan, lalu apa yang bisa membangunnya?
~ Kasih!
~ Kasih membangun hubungan.

Alkitab mengatakan dalam
(1 Yohanes 4:18)
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Bagaimana cara kerjanya?

Bagaimana bisa kasih mengusir semua ketakutan?"

Kasih mengganti fokus perhatian Anda, dari semula berpusat pada Anda menjadi kepada orang lain.

Orang sering bertanya pada saya, "Apakah Anda gugup ketika berbicara di hadapan orang banyak di Saddleback Chruch?"
~ Jawab saya, "Tentu saja!"

Tapi Anda tahu apa yang membuat perbedaan?
~ Saya mengalihkan fokus, dari diri saya kepada orang-orang di depan saya.

Jika saya berdiri di mimbar memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang gaya rambut saya, itu artinya saya punya sesuatu yang saya takutkan, kan?
~ Tapi begitu saya mulai berpikir akan betapa saya mencintai keluarga gereja saya dan bagaimana kami melayani Tuhan bersama-sama, tiba-tiba ketakutan itu hilang.

Ini sama dengan hubungan apapun.
~ Fokus pada orang lain memberi Anda kekuatan untuk memusnahkan rasa takut dari hidup Anda.

Jadi bagaimana caranya mendapatkan kekuatan untuk fokus kepada orang lain?
~ Dengan mengerti betapa Allah mengasihi Anda.
~ Begitu Anda mulai memahami betapa Allah mengasihi Anda, Anda tak perlu membuktikannya pada diri Anda lagi.
~ Anda tak perlu lagi menghabiskan hidup Anda berusaha untuk mengesankan orang lain sebab Anda sudah tahu bahwa Allah mengasihi Anda.

Tahukah Anda betapa membebaskan dan menyenangkannya hidup seperti itu?
~ Identitas dan harga diri Anda tidak ditentukan oleh apa yang orang lain pikirkan tentang Anda.
~ Ketika Anda aman dalam hubungan Anda dengan Kristus, Anda tidak lagi merasa tertekan oleh ekspektasi orang lain terhadap Anda.
~ Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut.


Renungkan hal ini:

Apa kekuatiran atau ketakutan yang mencegah Anda untuk membuka kehidupan dan hati Anda kepada seseorang, baik itu kepada teman, pasangan, atau anggota keluarga?

Bagaimana budaya dunia malah menguatkan kekuatiran kita dalam hubungan-hubungan kita?

Menurut Anda, apa yang Allah pikirkan tentang Anda?

Apa yang Dia lihat ketika melihat Anda?
_______________________________
Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Hidup itu seperti *UAP*, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

Gue yakin semua teman2 udah pernah baca puisi Rendra dibawah ini πŸ˜ƒ.
Dalam masa2 sulit, kita akan lebih mendalami artinya drpd dimasa senang.


*Puisi terakhir WS Rendra*

Hidup itu seperti *UAP*, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji *MILIKKU*,
aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?
*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ *MUSIBAH,*
_kusebut itu_ *UJIAN*,
_kusebut itu_ *PETAKA*,
_kusebut itu apa saja ..._
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*....

Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan
*KEBUTUHAN DUNIAWI*,
_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,
_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,
_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,
_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,
_Kutolak KEMISKINAN,_
Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra Dagang_ ku
dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

_Duh ALLAH ..._

Padahal setiap hari kuucapkan,
_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH ..._

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin
*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
*KEHENDAKMU* adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*,
aku lupa,
bahwa *HIDUP* itu sendiri
adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,
aku lupa,
bahwa *SEMUA* yang aku miliki
juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*,
aku lupa,
bahwa dalam *KELEMAHAN*,
Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*,
Aku lupa,
bahwa *HIDUPKU* adalah
sebuah *KEBERUNTUNGAN*,
kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepadaNYA

Bukan karena hari ini *INDAH*
kita *BAHAGIA*.
Tetapi karena kita *BAHAGIA*,
maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*.
Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*.
Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*.
Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi *LENTERA* yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka *BERDOALAH* untuk kebaikan.
πŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏ



Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 15 Mei 2016

Kesombongan Menghancurkan, Kerendahan Hati Membangun

Kesombongan Menghancurkan, Kerendahan Hati Membangun

16 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:3b "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;"
-----------------------------------------------
Kesombongan menghancurkan hubungan.

Kesombongan muncul dalam berbagai bentuk; seperti
~ kritikan,
~ persaingan,
~ keras kepala,
~ dan kedangkalan.

Masalah yang muncul dengan kesombongan adalah itu menipu diri kita sendiri.
~ Orang lain dapat melihatnya,
~ tetapi kita tidak.

Ketika Anda punya penyakit kesombongan, Anda tak bisa melihatnya dalam hidup Anda.

Amsal 16:18 mengatakan,
"Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."

Saya suka ayat ini dalam versi The Message: "Kesombongan mengikuti kehancuran - semakin besar ego Anda, semakin keras Anda jatuh."

~ Kesombongan menghancurkan hubungan, tetapi kerendahan hati adalah penawarnya.
~ Kerendahan hati membangun hubungan.

Alkitab mengatakan dalam (1 Petrus 3:8)
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua
~ seia sekata,
~ seperasaan,
~ mengasihi saudara-saudara,
~ penyayang
~dan rendah hati.

Bagaimana caranya agar Anda dan saya tumbuh dalam kerendahan hati?

Itu bisa terjadi dengan membiarkan Yesus Kristus mulai mengendalikan
~ pikiran,
~ hati,
~ sikap
~ dan respon kita.

Dia harus terlibat dalam hal ini.

Efesus 4:23-24 mengatakan,
Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Bagaimana caranya agar Anda menjadi pribadi yang baru?

Bagaimana caranya agar Anda mulai berpikir dengan cara yang berbeda?

Inilah hukum dasar dari hubungan dengan orang lain:

Anda cenderung menjadi sama dengan orang-orang yang bergaul dengan Anda.
~ Jika Anda sering bergaul dengan orang-orang yang pemarah, maka Anda akan menjadi pemarah.
~ Jika Anda sering bergaul dengan orang-orang yang bahagia, maka Anda akan lebih bahagia.
~ Jika Anda ingin memiliki lebih kerendahan hati, bergaullah dengan Yesus Kristus.
Dia rendah hati.
Dia ingin menjalin hubungan dengan Anda.
Dia ingin Anda menghabiskan waktu bersama-Nya di dalam doa, membaca firman-Nya dan berbicara dengan-Nya. Dia rendah hati, dan semakin Anda mengenal Dia, maka Anda akan menjadi lebih seperti Dia.

"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan," (Filipi 2:3b, 5-6).

Tidak ada seorang pun yang pernah melakukan sesuatu yang begitu rendah hati selain Yesus, dimana datang dari Surga ke Bumi untuk menjadi seorang manusia,
~ hidup demi kita,
~ memberikan nyawa-Nya demi kita,
~ dan dibangkitkan untuk kita.

Ketika Anda menghabiskan waktu bersama-Nya,
~ itu membuat Anda lebih rendah hati,
~ dan itu membangun hubungan Anda.

Renungkan hal ini:

Apa beberapa karakteristik umum dan kebiasaan orang-orang yang Anda kenal yang Anda sebut rendah hati?

Bagaimana Anda perlu mengubah cara pikir Anda tentang orang lain sehingga Anda dapat menjadi lebih seperti Yesus?

Apa artinya lebih menghargai orang lain ketimbang menghargai diri sendiri?
________________________________
Ia membuat Anda rendah hati dan Anda akan selalu mau membangun hubungan pribadi dengan Tuhan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sabtu, 14 Mei 2016

Tabur Ketidakegoisan Dan Tuai Hidup Yang Kekal

Tabur Ketidakegoisan Dan Tuai Hidup Yang Kekal

15 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:7-8 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."
----------------------------------------------
Keegoisan menghancurkan hubungan-hubungan.
Ini merupakan penyebab nomor satu konflik, argumen, perceraian, dan bahkan perang.

Yakobus 4:1 mengatakan,
"Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu?
Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?"

Setiap kekacauan dimulai karena kita saling mementingkan diri sendiri.

Sangat mudah bagi keegoisan untuk menyusup ke dalam hubungan-hubungan.

Ketika Anda memulai suatu hubungan, tentunya Anda berusaha keras untuk tidak menjadi egois.

Tetapi seiring waktu, keegoisan pun akan mulai muncul. Kita memakai lebih banyak usaha untuk membangun hubungan ketimbang mempertahankannya.

Apabila keegoisan merusak hubungan kita dengan orang lain, maka ketidakegoisanlah yang membuat hubungan itu bisa tumbuh subur.

Apa yang dimaksud dengan tidak egois?
~ Itu artinya lebih sedikit "saya" dan lebih banyak "Anda."

Intinya, memikirkan orang lain sebelum Anda memikirkan diri sendiri dan mempedulikan kepentingan orang lain sebelum kepentingan Anda sendiri
(Filipi 2:4).

Menjadi tidak egois dapat membantu orang lain mengeluarkan potensi dan nilai terbaik dari dalam diri orang lain.
Dalam hubungan terbangun kepercayaaan.

Bahkan, apabila Anda memulai sebuah hubungan dengan tulus tanpa mementingkan diri sendiri, maka hal itu akan memaksa orang lain untuk berubah, sebab Anda bukan orang yang sama lagi sehingga mereka mau tak mau akan menjalani relasi dengan Anda dengan cara yang berbeda.

Saya sudah sering melihat kasus seperti ini beberapa orang yang paling jahat yang begitu dibenci orang sekalipun mampu diubahkan ketika seseorang memperlakukan mereka dengan baik dan tanpa pamrih dan dapat memberi mereka apa yang paling mereka butuhkan, bukan apa yang layak mereka dapatkan.

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6:7-8, Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Inilah prinsip tabur tuai.
Apa yang Anda tabur, itu yang akan Anda tuai.
Allah menghadiahkan ketidakegoisan dengan kehidupan yang kekal. Dia telah menciptakan alam semesta ini supaya semakin tidak egois Anda, semakin Ia memberkati Anda.
Mengapa? Karena Ia ingin Anda menjadi semakin seperti Dia dan juga karena Allah itu tidak egois.
Segala sesuatu yang Anda miliki dalam hidup ini adalah karunia dari-Nya, karena Ia tidak mementingkan diri-Nya sendiri.

Anda menjadi paling bahagia dalam hidup ini ketika Anda menyerahkan ego Anda kepada Allah.
Yesus berkata, "Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya (Markus 8:35b).


Renungkan hal Ini:

Apa salah satu hal yang paling sulit Anda berikan kepada orang lain?

Bagaimana cara Anda berlatih mengorbankan hal tersebut minggu ini?

Bagi Anda, dalam hal apa Allah akan memberkati Anda ketika Anda tidak egois?
________________________________
Anda menjadi paling bahagia dalam hidup ini ketika Anda menyerahkan ego Anda kepada Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jumat, 13 Mei 2016

Gantungkan Pengharapan Anda Kepada Allah

Gantungkan Pengharapan Anda Kepada Allah

14 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Roma 12:16 "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!"
----------------------------------------------
Sebelum memulai setiap kebaktian di Saddleback Church, saya berdoa, "Tuhan, hanya buang-buang waktu apabila saya keluar dan berbicara pada mereka tanpa mengharapkan-Mu berbuat sesuatu.

Jadi saya mau mengucap syukur terlebih dahulu kepada-Mu.
~ Dengan iman saya berharap itu akan terjadi.
~ Bukan karena siapa saya, tapi karena siapa Engkau.
~ Itulah iman yang Tuhan pakai untuk mengubah kehidupan."

Sangat sedikit orang yang datang kepada Yesus Kristus ketika pertama kali mereka mendengar Kabar Baik.
~ Mereka harus merenungkannya terlebih dahulu dan butuh waktu untuk membuat keputusan yang tepat.
~ Jangan pernah menyerah pada siapa pun.
~ Tidak ada seorang pun yang sia-sia! Anda harus percaya Allah.

(Ibrani 11:1) mengatakan, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Beberapa dari Anda mungkin telah berdoa cukup lama untuk pacar, anak, atau sahabat Anda agar menjadi orang percaya.

Anda telah mendoakannya selama bertahun-tahun, namun Anda tidak melihat satu tanda-tanda pun bahwa mereka sudah lebih dekat dalam perjalanan spiritual mereka menuju Allah, ketimbang lima tahun lalu atau dua tahun yang lalu atau tahun lalu.

Jadi apa yang harus Anda lakukan?
~ Anda harus mulai mendoakannya dengan iman, meminta Allah untuk bertindak.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Anda perlu berkata kepada Allah, "Sampai sekarang saya belum melihat tanda-tanda mereka ingin mengenal-Mu.
~ Tapi saya akan tetap mendoakan mereka dan mengharapkan agar Engkau untuk bekerja dalam hidup mereka, meski ketika saya tak bisa melihatnya."

Ingat suatu kisah dalam Alkitab tentang empat orang yang mempunyai seorang teman yang lumpuh?
~ Karena mereka percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan teman mereka, maka mereka menggotong dia dengan tikar dan membawanya menemui Yesus.
~ Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia berkata, "Hai saudara, dosamu sudah diampuni" (Lukas 5:20b),
~ dan Ia menyembuhkan orang itu.

Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu karena iman teman-temannya, bukan karena iman orang yang lumpuh tersebut.

Terkadang Anda harus percaya di dalam iman untuk orang lain dan berharap pada Allah agar Ia turut bekerja.

Percayalah pada Tuhan kita yang besar, dan Anda akan mendapat hasil yang besar.

Renungkan hal ini:

Siapa saja yang selama ini Anda doakan agar menjadi orang percaya?

Bagaimana Anda perlu mengubah ekspektasi atau cara Anda mendoakan orang tersebut?

Apa yang Anda ingin Tuhan capai melalui hidup Anda?

Bagaimana Anda dapat menunjukkan Dia rasa syukur Anda terlebih dahulu tentang bagaimana Ia akan bekerja dalam hidup Anda?

Hal-hal apa saja yang tidak bisa Anda lihat yang Anda minta kepastiannya hari ini?
________________________________
Allah bekerja di dalam hati orang-orang jika kita meminta Dia melakukannya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Mengurus e-KTP dan Akta Kelahiran Cukup Fotokopi Kartu Keluarga

Mendagri: Mengurus e-KTP dan Akta Kelahiran Cukup Fotokopi Kartu Keluarga
Niken Widya Yunita - detikNews

Tjahjo Kumolo (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Mengurus e-KTP dan akta kelahiran kini tidak repot-repot lagi dengan harus membawa surat pengantar RT hingga kecamatan. Hanya dengan fotokopi Kartu Keluarga (KK) masyarakat sudah bisa mendapatkan dua dokumen tersebut.

Dalam situs Kemendagri, Jumat (13/5/2016), Mendagri Tjahjo Kumolo telah mengirimkan surat bernomor 471/1768/SJ tentang Percepatan Penerbitan e-KTP dan Akta Kelahiran pada Kamis (12/5/2016) kemarin. Tjahjo memerintahkan Gubernur dan Bupati/Wali kota seluruh Indonesia segera mempercepat layanan perekaman e-KTP dan penerbitan akta kelahiran.

Pertimbangan percepatan dua layanan dokumen tersebut karena cakupan perekaman e-KTP sampai saat ini hanya mencapai 86 persen dan cakupan kepemilikan Akta Kelahiran mencapai 61,6 persen.

"Seiring dengan semakin tertatanya database kependudukan di seluruh Indonesia, maka dalam pelayanan perekaman, penerbitan, dan penggantian e-KTP yang rusak dan tidak mengubah elemen data kependudukan, perlu penyederhanaan prosedur yaitu cukup dengan menunjukkan fotokopi KK tanpa surat pengantar dari RT, RW dan kelurahan atau kecamatan," kata Tjahjo.

Tjahjo meminta para gubernur, bupati atau wali kota seluruh Indonesia agar membuka loket khusus untuk pelayanan bagi penduduk yang belum mendapatkan e-KTP pada saat perekaman massal dan memberikan pelayanan rekam cetak di luar domisili sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8/2016. Selain itu para gubernur, bupati/wali kota perlu menjemput bola dengan pelayanan keliling untuk perekaman di sekolah, kampus, mall, perusahaan-perusahaan, panti jompo, lembaga pemasyarakatan, dan desa/kelurahan.

"Bagi penduduk yang pada tanggal 1 Mei 2016 sudah berusia lebih dari 17 tahun atau sudah menikah dan tidak sedang menetap di luar negeri, wajib melakukan perekaman paling lambat tanggal 30 September 2016," kata Tjahjo.

Untuk penarikan e-KTP bagi penduduk yang pindah, menurut Tjahjo, dilakukan di daerah tujuan setelah diterbitkan e-KTP yang baru. Tjahjo juga meminta para gubernur, bupati/wali kota agar secara bertahap semua unit layanan yang berada di wilayahnya menggunakan alat baca e-KTP/card reader, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Akta Kelahiran

Dalam penerbitan akta kelahiran, Mendagri meminta para gubernur, bupati/wali kota agar mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9/2016 yang ditandatangani pada 24 Februari 2016 dan tidak perlu surat pengantar RT, RW dan kelurahan/desa.

Mendagri juga meminta para gubernur, bupati/wali kota agar memerintahkan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota untuk bekerjasama dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di daerah, untuk melakukan jemput bola pengurusan akta kelahiran, antara lain melalui sekolah TK, SD, SMP, SMU/SMK dan rumah sakit/puskesmas, serta rumah persalinan.

"Pemerintah Daerah dilarang memberikan syarat tambahan dalam pelayanan perekaman e-KTP dan penerbitan akta kelahiran, misalnya dengan lunas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan lain-lain," tegas Tjahjo.

Tjahjo juga meminta para gubernur, bupati/wali kota agar memerintah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota atau Unit Kerja yang membidangi Administrasi Kependudukan di Provinsi untuk membuat SMS/Whatsapp Gateway dan menyebarluaskan nomor handphone kepada masyarakat luas untuk memudahkan sarana komunikasi dengan pemohon layanan/masyarakat.

(nwy/nrl)



Dikirim dari perangkat Samsung saya