Minggu, 06 Oktober 2024

Jalan Tuhan Selalu Lebih Baik

07 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Mazmur 25:9 "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."
------------------
Tuhan siap dan bersedia membimbing Anda menjalani hidup, tetapi pertama-tama Anda harus mengakui bahwa Anda membutuhkan bimbingan-Nya.

Jika Anda seperti kebanyakan orang, tidak sungguh-sungguh ingin ikut Tuhan atau siapa pun, Anda ingin menempuh jalan Anda sendiri. Alih-alih melakukan apa yang Tuhan inginkan, Anda bertindak sesuai keinginan Anda sendiri.

Yesaya 53:6 mengatakan, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." Domba, secara alami, cenderung menyimpang dari jalan. Itulah sebabnya mereka memerlukan bimbingan dari seorang gembala. Fakta lain mengenai domba yaitu mereka memiliki indra penglihatan yang buruk. Mereka tidak dapat melihat jauh ke depan.

Tidak mengherankan jika Alkitab membandingkan kita dengan domba! Tuhan menciptakan kita supaya kita tidak dapat melihat masa depan, seberapapun kerasnya kita berusaha. Dia merancang kita demikian agar kita bergantung kepada-Nya.

Kita membutuhkan Tuhan untuk menjadi gembala kita dan menuntun kita di jalan yang benar.

Amsal 14:12 mengatakan, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." Kita semua pernah membuat keputusan yang pada awalnya terlihat benar, tetapi kemudian ternyata salah. Beberapa jalan menuntun pada jalan buntu, dan pada akhirnya Anda keluar jalur. Itulah sebabnya Anda perlu mengakui, "Tuhan, aku butuh bantuan-Mu!"

Ketika Anda lebih percaya pada kehendak Tuhan daripada kehendak Anda sendiri, itu melambangkan tingkat keimanan dan Anda membuat suatu perbedaan buat dunia.

Jika Anda melihat keadaan Anda dari sudut pandang Anda, itu tidak akan selalu masuk akal. Namun, ketika Anda percaya bahwa sudut pandang Tuhan lebih besar, lebih luas, dan lebih dalam daripada yang pernah Anda bayangkan, masalah itu akan tiba-tiba mengecil. Dan langkah berikutnya akan menjadi lebih terang.

Ketika para pasukan Israel melihat Goliat, mereka berkata, "Orang ini mustahil untuk dikalahkan. Kita tidak akan pernah bisa mengalahkannya." Seandainya saat itu mereka mengikuti perspektif mereka, maka mereka pasti akan kalah.

Tetapi Daud memandang Goliat dari sudut pandang Tuhan dan berkata, "Dia hanyalah manusia biasa yang mendustakan dan mencemarkan nama baik Tuhan." Dia percaya Tuhan dapat melihat lebih banyak dan melakukan lebih dari yang bisa mereka bayangkan, dan itulah yang menuntun Israel pada kemenangan.

Anda dapat memilih untuk percaya kepada Tuhan untuk melihat jalan yang lebih baik yang menuntun Anda pada kehidupan yang benar.

Renungkan hal ini:

- Kapan suatu pilihan kelihatannya benar buat Anda, tetapi ternyata salah? Dengan cara apa agar Anda dapat melihat bagaimana Anda lebih memercayai hikmat Anda sendiri daripada hikmat Tuhan?

- Dalam bidang kehidupan apa Anda merasa sulit untuk sepenuhnya ikut Tuhan?

- Apa yang perlu Anda akui kepada Tuhan hari ini agar Anda dapat menerima bimbingan-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30
_____________
Tuhan ingin menuntun Anda di jalan yang benar, dan itulah yang akan Dia lakukan ketika Anda berserah kepada-Nya dan membiarkan Dia menjadi pembimbing Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God's Way Is Always Better
By Rick Warren

"He guides the humble in what is right and teaches them his way." Psalm 25:9 (NIV)
--------------
God is ready and willing to guide you through life, but first you need to admit you need a guide.

If you're like most people, you don't really want to follow God or anybody else. You want to go your own way. Instead of doing what God wants you to do, you take matters into your own hands.

Isaiah 53:6 says, "All of us, like sheep, have strayed away. We have left God's paths to follow our own" (NLT). Sheep, by nature, tend to wander off the path. That's why they need guidance from a shepherd. Another thing about sheep is that they have poor vision. They can't see very far ahead.

It's not surprising that the Bible compares us to sheep! God made us so that we would not be able to see into the future, no matter how hard we try. He did it so we would depend on him.

We need God to be our shepherd and lead us on the right path.

Proverbs 14:12 says, "There is a way that appears to be right, but in the end it leads to death" (NIV). We've all made decisions that at the time seemed right but later turned out to be wrong. Some paths lead to dead ends, and you end up off track. That's why you need to admit, "God, I need help."

When you trust God's will more than your own, it represents a deep level of faith and makes all the difference in the world. 

If you look at your circumstances from your point of view, it won't always make sense. But when you believe that God's point of view is greater and longer and deeper than you could ever dream, the problem suddenly shrinks in size. The next step becomes clearer.

When Israel's army looked at Goliath, they said, "This guy is impossible to handle. We're never going to be able to take him down." If they had trusted their point of view, they would have been defeated.

But David looked at Goliath from God's point of view and said, "He's just a mere mortal man who is defiling and defaming God." He believed God could see more and do more than they could ever think of, and it led to Israel's victory.

You can trust God to see the better way that leads to life. He wants to lead you on the right path, and that's exactly what he'll do when you surrender to him and let him be your guide.


Sabtu, 05 Oktober 2024

Mimpi yang Besar Membutuhkan Doa yang Sungguh-Sungguh

06 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Efesus 3:20 "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"
-------------------
Tuhan ingin Anda menjalani hidup sepenuhnya dengan impian dan tujuan yang berakar pada pengetahuan tentang kuasa dan kasih-Nya untuk Anda. Tuhan ingin Anda memiliki ambisi yang besar dan iman yang semakin bertumbuh.

Dia juga ingin Anda memiliki kehidupan doa yang sejati.

Yabes menjalani kehidupan doa yang sejati. Dan itulah rahasianya yang sejati dalam menggapai mimpinya. Dia berdoa, "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" (1 Tawarikh 4:10). Kemudian, ayat itu dilanjutkan, "Dan Allah mengabulkan permintaannya itu."

Tahukah Anda bahwa Anda tidak dapat melampaui kuasa Tuhan? Alkitab mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita," (Efesus 3:20). Teruslah maju dan kembangkan imajinasi Anda pada hal-hal terbesar yang mungkin terjadi—dan kemudian lihatlah bagaimana Tuhan dapat melampauinya.

Yabes tahu itu, karena itu dia mendoakan tiga hal berikut:

Yabes berdoa meminta berkat Tuhan dalam hidupnya. Dia berseru, "Kiranya Engkau memberkati aku." Mungkin Anda berkata, "Saya seharusnya tidak minta Tuhan memberkati saya. Itu egois." Tetapi buat Tuhan, meminta itu sangat teramat wajar. Dia bukan penguasa di angkasa yang sedang menunggu Anda melakukan satu gerakan salah supaya Dia bisa menghukum Anda. Sebaliknya, Dia ingin memberkati hidup Anda ketika Anda berjalan di dengan setia di dalam Dia.

Yabes berdoa meminta kuasa Tuhan dalam hidupnya. Dia berdoa, "Kiranya tangan-Mu menyertai aku." Dia meminta kuasa Allah. Yabes tahu betul bahwa jika dia memiliki lebih banyak tanah dan wilayah yang lebih besar, dia akan punya tanggung jawab lebih dan permintaan yang lebih besar. Yabes tahu dia membutuhkan bantuan-Nya untuk mengurus itu semua.

Yabes berdoa meminta perlindungan Tuhan atas hidupnya. Dia berdoa, "Kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Mengapa Yabes meminta perlindungan Tuhan? Sebab dia tahu ini: Semakin sukses Anda, semakin banyak musuh yang Anda miliki. Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan Kristen: Semakin bertumbuh Anda dengan Tuhan, semakin kuat Anda menjadi seorang Kristen, dan semakin Iblis akan mengganggu Anda. Sebab itulah Anda membutuhkan perlindungan Tuhan.

Namun terlebih dahulu, jadikanlah motif di balik tujuan dan impian Anda seturut dengan kehendak Tuhan. Kemudian, doakan tiga hal yang didoakan Yabes ini: berdoa meminta kuasa Allah, berdoa meminta kehadiran Allah, dan berdoa untuk perlindungan Allah. Dan kemudian, lihatlah bagaimana Allah menjawab doa-doa Anda!

Renungkan hal ini:

- Apa yang menghalangi Anda untuk meminta berkat Tuhan? Dari jawaban Anda itu, apa yang bisa Anda pelajari tentang keyakinan Anda kepada Tuhan dan diri Anda sendiri?

- Mengapa Anda membutuhkan kuasa Tuhan dalam hidup Anda?

- Bagaimana selama ini Anda menyadari bahwa semakin dekat Anda dengan Tuhan, semakin banyak Setan mencoba mengganggu Anda? Apa yang akan Anda katakan kepada Tuhan pada saat-saat seperti itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18
__________
Apapun yang ingin Tuhan lakukan dalam hidup Anda, mintalah kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Big Dreams Require Genuine Prayer
By Rick Warren

"[God] is able to do immeasurably more than all we ask or imagine, according to his power that is at work within us." Ephesians 3:20 (NIV)
----------------
God wants you to live your life to the fullest, with dreams and goals rooted in the knowledge of his power and love for you. He wants you to have great ambition and a growing faith.

God also wants you to have a genuine prayer life.

Jabez's prayer life was the secret to accomplishing his dreams. He prayed, "Oh, that you would bless me and enlarge my territory! Let your hand be with me, and keep me from harm so that I will be free from pain" (1 Chronicles 4:10 NIV). And then the verse continues, "God granted his request."

Did you know that you can't out-ask or out-dream God? The Bible says, "[God] is able to do immeasurably more than all we ask or imagine, according to his power that is at work within us" (Ephesians 3:20 NIV). Go ahead and stretch your imagination to the greatest thing that could possibly happen—and then realize God can go beyond that.

Jabez knew this about God, so he prayed three things:

Jabez prayed for God's blessing in his life. He prayed, "Oh, that you would bless me!" You might say, "I shouldn't ask God to bless me. That's selfish." But according to God, asking for blessing is absolutely fine. He wants to bless your life when you are walking faithfully with him.

Jabez prayed for God's power in his life. He prayed, "Let your hand be with me." He asked for God's power. Jabez knew that if he got more land and a larger territory, he would have greater demands and more responsibilities. He knew he'd need God's help to manage it all.

Jabez prayed for God's protection over his life. He prayed, "Keep me from harm so that I will be free from pain." Why does Jabez ask for God's protection? Because he knew that the more successful you are, the more critics you have. The same thing is true in the Christian life: The closer you grow to the Lord, the stronger you become as a Christian, and the more the devil will hassle you. You're going to need God's protection.

Whatever you want God to do in your life, ask him.

But first, get the motive behind your goals and dreams in alignment with God's will. Next, pray the three things Jabez prayed: for God's blessing, power, and protection. Then watch how God answers your prayers!


Jumat, 04 Oktober 2024

Carilah Tuhan, Jangan Hanya Berkat-Nya

05 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Mazmur 14:2 "Tuhan memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah."
---------------
Jutaan orang Kristen menghabiskan waktu mereka sibuk mencari berkat Tuhan, tapi bukan mencari Dia.

Ketika Anda berdoa meminta kesembuhan dan pemulihan, sah-sah saja meminta mujizat. Tetapi, pada akhirnya, seharusnya Tuhanlah yang Anda cari—bukan mujizat, pertanda, berkat, atau karunia-karunia Tuhan lainnya. Doa Anda seharusnya: "Tuhan, aku membutuhkan Engkau. Aku ingin mengenal-Mu." Sebab ketika Anda mencari Tuhan, maka Anda akan mendapatkan yang lainnya.

Tuhan memberi banyak janji dalam Alkitab tentang mereka yang mencari Dia: "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7:14).

"Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku" (Amsal 8:17).

"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6).

"Dan baru di sana engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. Sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu" (Ulangan 4:29-31).

Carilah Tuhan, bukan hanya berkat atau mujizat-Nya. Itu artinya, apakah Anda akan mendapatkan jawaban yang Anda inginkan atau tidak, Anda akan menemukan sukacita dari mengenal Tuhan dengan lebih baik. Apakah Anda akan mendapatkan apa yang menurut Anda terbaik buat Anda atau tidak, Anda akan puas dengan apa yang menurut Tuhan terbaik untuk Anda. Apakah Anda sedang mengalami perceraian atau keguguran atau PHK atau tidak, carilah Tuhan. Dia akan memberikan Anda kelegaan yang jauh melebihi rasa sakit Anda.

Namun, jangan jadikan ini sekadar hobi. Jangan mencari Tuhan di waktu senggang Anda, setelah Anda selesai bekerja, atau saat Anda menggulir halaman media sosial Anda. Jadikan kegiatan mengenal Tuhan sebagai fokus utama hidup Anda.

"Tuhan memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah" (Mazmur 14:2).

Jarang sekali menemukan orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan. Sebagian besar dari kita hanya ingin cukup mengenal Tuhan supaya Dia memberkati kita, tetapi tidak mau Dia mengubah kita.

Anda tidak bisa menjadi atlet Olimpiade di waktu luang Anda. Sama halnya dengan mengenal Allah, Anda tidak bisa menjadi murid Kristus yang setia dengan memberikan sisa-sisa Anda kepada-Nya.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana selama ini Anda memberi Tuhan sisa-sisa Anda dalam mengambil langkah menuju pertumbuhan rohani?

- Apa artinya mencari Tuhan secara realistis? Apa hal-hal yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk menunjukkan kepada Tuhan bahwa, lebih dari apa pun, Anda ingin mengenal Dia dengan lebih baik?

- Bagaimana Anda dapat memulai doa Anda agar dapat terlebih dahulu bersyukur kepada Tuhan karena siapa Dia, bukan hanya karena apa yang telah Dia berikan kepada Anda? Mengapa hal ini begitu penting?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30
_________
Berikan pada Tuhan yang pertama dan yang terbaik dan Dia akan menggenapi setiap janji-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Seek God, Not Just His Gifts
By Rick Warren

"The LORD looks down from heaven on all mankind to see if there are any who understand, any who seek God." Psalm 14:2 (NIV)
---------------
Millions of Christians spend their time seeking something from God and not God himself.

When you're praying for healing and restoration, it's okay to want a miracle. But ultimately, it should be God you seek—not a sign, prosperity, or a thousand other gifts of God. Your prayer should be, "God, I want you. I want to know you." When you seek God, you get everything else.

God gives many promises in the Bible about those who seek him:

"If my people, who are called by my name, will humble themselves and pray and seek my face . . .  then I will hear from heaven" (2 Chronicles 7:14 NIV).

"I love those who love me, and those who seek me find me" (Proverbs 8:17 NIV).

"Anyone who comes to him must believe that he exists and that he rewards those who earnestly seek him" (Hebrews 11:6 NIV).

"If from there you seek the LORD your God, you will find him if you seek him with all your heart and with all your soul . . . For the LORD your God is a merciful God; he will not abandon or destroy you" (Deuteronomy 4:29, 31 NIV).

Seek God, not just his blessing. That means, whether or not you get the answer you want, you'll find joy in knowing God better. Even if you don't get what you think is best for you, you'll be satisfied with what God thinks is best for you.

When you're going through a divorce or a miscarriage or a layoff, seek God—even more than you seek deliverance from your pain.

This is not a casual pastime. Don't seek God in your spare moments, after you're done with work or after scrolling social media. Make getting to know God the primary focus of your life.

"The LORD looks down from heaven on all mankind to see if there are any who understand, any who seek God" (Psalm 14:2 NIV).

It's rare to find someone who's earnest about seeking God. Most of us want just enough of God to bless us, but not to change us.

You don't become an Olympic athlete in your spare time. In the same way, you don't become a faithful disciple of Jesus Christ by giving him your leftovers. Give him your first and best, and he will keep every promise.


Kamis, 03 Oktober 2024

Jangan Berhenti Meminta Kesembuhan

04 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Yohanes 16:23-24 "Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."
-------------------
Jika ada sesuatu dalam hidup Anda yang perlu disembuhkan atau dipulihkan, pertama-tama Anda harus merendahkan hati dan kemudian mengakui bahwa Anda tidak punya kuasa untuk mengendalikan segalanya. Katakanlah kepada Tuhan bahwa Anda tidak dapat melakukan segalanya seorang diri!

Setelah itu, mintalah bantuan Tuhan. Bagaimana caranya? "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7:14).

Jangan menunggu Tuhan. Dialah yang sedang menunggu Anda! Apa pun yang Anda harap pulih dalam hidup Anda, doakanlah itu. Sudahkah Anda meminta bantuan-Nya? Dia sedang menunggu Anda untuk memintanya. Dia jauh lebih tahu apa yang Anda perlukan ketimbang diri Anda sendiri.

Banyak orang menyadari bahwa mereka harus mendoakan kesembuhan pikiran, tubuh, atau hubungan mereka. Hanya sajai mereka tidak tahu bagaimana caranya berdoa. "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu" (Lihat Yohanes 16:23-24).

Ayat ini memberitahu Anda bagaimana caranya:

Pertama, ingatlah bahwa Yesus ingin Anda meminta kepada-Nya. Tuhan ingin Anda meminta apa pun di dalam doa sebab itulah satu-satunya cara Anda belajar untuk percaya pada-Nya.

Kemudian, mintalah di dalam nama Yesus. Dengan kata lain, mintalah karena apa yang telah Yesus lakukan buat Anda di atas kayu salib. Dia telah membayar lunas kebutuhan terdalam Anda, keselamatan. Ada kuasa di dalam nama Yesus karena itu membawa kasih karunia dan kasih penebusan Allah yang sepenuh.

Terakhir, teruslah berdoa sampai Tuhan menyuruh Anda berhenti. Janganlah hanya berdoa satu kali, lalu menyerah karena tidak langsung mendapatkan jawaban dari Tuhan. Tetaplah berdoa, percayalah bahwa waktu Tuhan itu sempurna. Tuhan bertanggung jawab penuh atas kapan dan bagaimana Dia menjawab doa Anda. Dan Anda bertanggung jawab untuk meminta kepada-Nya..

Sukacita tidak datang dari mendapatkan apa yang Anda minta kepada Tuhan. Sukacita datang dari meminta, mengimani, dan bersyukur kepada Tuhan, meskipun jawaban yang Dia beri kelihatannya berbeda dengan yang Anda harapkan.

Berdoalah dan ingat tiga hal ini. Bahkan di dalam kesukaran Anda, Tuhan akan memberi Anda jauh lebih banyak sukacita dalam perjalanan Anda mengikuti Dia jauh dari yang bisa Anda bayangkan!

Renungkan hal ini:

- Mengapa Tuhan ingin agar Anda merendahkan hati Anda sebelum meminta kesembuhan kepada-Nya?

- Ketika Anda berkata "di dalam nama Yesus," apakah Anda percaya bahwa ada kuasa di baliknya? Apa yang juga bisa Anda katakan pada diri Anda sendiri untuk mengingatkan Anda atas apa yang Anda percaya?

- Bagaimana doa yang tekun mengubah dan membantu Anda untuk bertumbuh secara spiritual?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11
___________
Sukacita berasal dari percaya kepada Tuhan bahwa Ia akan menggunakan rasa sakit Anda untuk menjadikan Anda semakin seperti Dia dan memahami bahwa suatu hari Anda akan sepenuhnya dipulihkan bersama Dia di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don't Stop Asking for Healing
By Rick Warren

"Very truly I tell you, my Father will give you whatever you ask in my name. Until now you have not asked for anything in my name. Ask and you will receive, and your joy will be complete." John 16:23-24 (NIV)
------------------
If something in your life needs to be healed or restored, you should first humble yourself and then admit you're not in control. You tell God you can't do it on your own.

Then ask him for help. How do you do that? "If my people, who are called by my name, will humble themselves and pray and seek my face . . . then I will hear from heaven" (2 Chronicles 7:14 NIV).

You're not waiting on God. He's been waiting on you! Whatever you want restored in your life, you need to pray about it. Have you asked God for that kind of help? He is waiting for you to ask. And he knows even better than you do what you need.

A lot of people know they should pray for healing in their mind or their body or their relationships. But they don't know how to pray.

"Very truly I tell you, my Father will give you whatever you ask in my name. Until now you have not asked for anything in my name. Ask and you will receive, and your joy will be complete" (John 16:23-24 NIV).

That verse tells you how to pray for healing:

First, remember Jesus wants you to ask. God wants you to ask for anything in prayer because that's how you're going to learn to trust him.

Then, ask in Jesus' name. In other words, ask on the basis of what Jesus did on the cross, where he paid for everything you will ever need. There is power in Jesus' name because it carries the full weight of God's grace and redemptive love.

Finally, keep on praying until God tells you to stop. Don't pray one time and then give up when you don't get your answer right away. Keep praying, believing God's timing is perfect. God is responsible for when and how he answers. You are responsible for asking.

Joy does not come from getting what you ask God for. Joy comes in asking, believing God will answer, and then thanking him, even if his answer looks different than you expected. Joy comes from trusting God to use your circumstances to make you more like him, knowing you will one day be fully restored with him in heaven.

Pray, remembering these three steps. Even in your pain, God will give you more joy in the journey of following him than you could ever imagine!


Rabu, 02 Oktober 2024

Jangan Berhenti Meminta Kesembuhan

04 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Yohanes 16:23-24 "Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."
-------------------
Jika ada sesuatu dalam hidup Anda yang perlu disembuhkan atau dipulihkan, pertama-tama Anda harus merendahkan hati dan kemudian mengakui bahwa Anda tidak punya kuasa untuk mengendalikan segalanya. Katakanlah kepada Tuhan bahwa Anda tidak dapat melakukan segalanya seorang diri!

Setelah itu, mintalah bantuan Tuhan. Bagaimana caranya? "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7:14).

Jangan menunggu Tuhan. Dialah yang sedang menunggu Anda! Apa pun yang Anda harap pulih dalam hidup Anda, doakanlah itu. Sudahkah Anda meminta bantuan-Nya? Dia sedang menunggu Anda untuk memintanya. Dia jauh lebih tahu apa yang Anda perlukan ketimbang diri Anda sendiri.

Banyak orang menyadari bahwa mereka harus mendoakan kesembuhan pikiran, tubuh, atau hubungan mereka. Hanya sajai mereka tidak tahu bagaimana caranya berdoa. "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu" (Lihat Yohanes 16:23-24).

Ayat ini memberitahu Anda bagaimana caranya:

Pertama, ingatlah bahwa Yesus ingin Anda meminta kepada-Nya. Tuhan ingin Anda meminta apa pun di dalam doa sebab itulah satu-satunya cara Anda belajar untuk percaya pada-Nya.

Kemudian, mintalah di dalam nama Yesus. Dengan kata lain, mintalah karena apa yang telah Yesus lakukan buat Anda di atas kayu salib. Dia telah membayar lunas kebutuhan terdalam Anda, keselamatan. Ada kuasa di dalam nama Yesus karena itu membawa kasih karunia dan kasih penebusan Allah yang sepenuh.

Terakhir, teruslah berdoa sampai Tuhan menyuruh Anda berhenti. Janganlah hanya berdoa satu kali, lalu menyerah karena tidak langsung mendapatkan jawaban dari Tuhan. Tetaplah berdoa, percayalah bahwa waktu Tuhan itu sempurna. Tuhan bertanggung jawab penuh atas kapan dan bagaimana Dia menjawab doa Anda. Dan Anda bertanggung jawab untuk meminta kepada-Nya..

Sukacita tidak datang dari mendapatkan apa yang Anda minta kepada Tuhan. Sukacita datang dari meminta, mengimani, dan bersyukur kepada Tuhan, meskipun jawaban yang Dia beri kelihatannya berbeda dengan yang Anda harapkan.

Berdoalah dan ingat tiga hal ini. Bahkan di dalam kesukaran Anda, Tuhan akan memberi Anda jauh lebih banyak sukacita dalam perjalanan Anda mengikuti Dia jauh dari yang bisa Anda bayangkan!

Renungkan hal ini:

- Mengapa Tuhan ingin agar Anda merendahkan hati Anda sebelum meminta kesembuhan kepada-Nya?

- Ketika Anda berkata "di dalam nama Yesus," apakah Anda percaya bahwa ada kuasa di baliknya? Apa yang juga bisa Anda katakan pada diri Anda sendiri untuk mengingatkan Anda atas apa yang Anda percaya?

- Bagaimana doa yang tekun mengubah dan membantu Anda untuk bertumbuh secara spiritual?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11
___________
Sukacita berasal dari percaya kepada Tuhan bahwa Ia akan menggunakan rasa sakit Anda untuk menjadikan Anda semakin seperti Dia dan memahami bahwa suatu hari Anda akan sepenuhnya dipulihkan bersama Dia di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don't Stop Asking for Healing
By Rick Warren

"Very truly I tell you, my Father will give you whatever you ask in my name. Until now you have not asked for anything in my name. Ask and you will receive, and your joy will be complete." John 16:23-24 (NIV)
------------------
If something in your life needs to be healed or restored, you should first humble yourself and then admit you're not in control. You tell God you can't do it on your own.

Then ask him for help. How do you do that? "If my people, who are called by my name, will humble themselves and pray and seek my face . . . then I will hear from heaven" (2 Chronicles 7:14 NIV).

You're not waiting on God. He's been waiting on you! Whatever you want restored in your life, you need to pray about it. Have you asked God for that kind of help? He is waiting for you to ask. And he knows even better than you do what you need.

A lot of people know they should pray for healing in their mind or their body or their relationships. But they don't know how to pray.

"Very truly I tell you, my Father will give you whatever you ask in my name. Until now you have not asked for anything in my name. Ask and you will receive, and your joy will be complete" (John 16:23-24 NIV).

That verse tells you how to pray for healing:

First, remember Jesus wants you to ask. God wants you to ask for anything in prayer because that's how you're going to learn to trust him.

Then, ask in Jesus' name. In other words, ask on the basis of what Jesus did on the cross, where he paid for everything you will ever need. There is power in Jesus' name because it carries the full weight of God's grace and redemptive love.

Finally, keep on praying until God tells you to stop. Don't pray one time and then give up when you don't get your answer right away. Keep praying, believing God's timing is perfect. God is responsible for when and how he answers. You are responsible for asking.

Joy does not come from getting what you ask God for. Joy comes in asking, believing God will answer, and then thanking him, even if his answer looks different than you expected. Joy comes from trusting God to use your circumstances to make you more like him, knowing you will one day be fully restored with him in heaven.

Pray, remembering these three steps. Even in your pain, God will give you more joy in the journey of following him than you could ever imagine!


Empat Janji Tuhan untuk Mereka yang Rendah Hati

03 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
Mazmur 25:9 "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."
-------------------
Ketika Anda tetap fokus pada Tuhan dan membantu orang lain, maka secara alami Anda akan lebih sedikit memikirkan tentang diri Anda sendiri.

Mengapa kita harus repot-repot memilih untuk memikirkan orang lain lebih dari diri kita sendiri? Sebab itulah perintah Tuhan, dan Dia memberikan banyak janji di dalam Alkitab yang ditujukan bagi mereka yang bersedia merendahkan hati mereka.

Berikut ini empat hal yang akan Tuhan lakukan dalam hidup Anda ketika Anda mulai berfokus pada orang lain, lebih dari diri Anda sendiri.

Jika Anda rendah hati, Tuhan akan membimbing Anda.

Jika Anda tidak tahu mana yang harus dipilih—apakah masuk atau keluar, bertahan atau merelakan—maka jadilah rendah hati. Ketika Anda merendahkan hati Anda, maka Tuhan akan menjernihkan langkah Anda selanjutnya. Anda akan membuat lebih sedikit kesalahan dalam hidup dan semakin dekat dengan kehendak Tuhan atas hidup Anda. "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati" (Mazmur 25:9).

Jika Anda rendah hati, Tuhan akan memberkati Anda.

Janji-janji ini terdapat di seluruh Alkitab, contohnya dalam Yesaya 66:2: "Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman Tuhan. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku."

Tuhan tidak memberkati orang-orang yang egois atau yang tinggi hati atau yang diam-diam menganggap diri mereka lebih baik dibanding siapa pun. Dia memberkati mereka yang rendah hati.

Jika Anda rendah hati, Tuhan akan memberi Anda kekuatan untuk berubah.

Kekuatan untuk berubah disebut sebagai kasih karunia. Mungkin ada hal-hal dalam hidup Anda yang sudah berusaha Anda ubah tapi tidak bisa dan tidak akan pernah bisa. Ketahuilah, Anda membutuhkan kasih karunia-Nya!

Bagaimana Anda mendapatkan kasih karunia Tuhan dan kekuatan untuk berubah? "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati" (Lihat Yakobus 4:6). Setiap kali Anda tinggi hati, Anda berada di sisi berlawanan dengan Tuhan—tentunya Anda tak ingin berada di posisi tersebut, bukan? Semakin rendah hati Anda, semakin banyak kasih karunia yang Tuhan beri.

Jika Anda rendah hati, Tuhan akan mengurangi stres Anda.

Jika Anda sombong, semakin stres Anda. Sebaliknya, dengarkanlah Yesus: "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Matius 11:29).

Ketika Anda merasa tak punya apa-apa lagi yang bisa dipersembahkan kepada Tuhan, berserahlah kepada Yesus. Luangkan waktu untuk membaca Alkitab, belajar bagaimana caranya memilih kelembutan dan kerendahan hati lewat teladan-Nya. Berdoalah, dan mintalah rahmat-Nya untuk dapat berubah.

Setelah itu, Anda akan menemukan ketenangan yang selama ini dirindukan oleh jiwa Anda.

Renungkan hal ini:

- Pikirkanlah seseorang yang Anda kenal yang rendah hati dan percaya diri. Apa hal yang Anda yakini membantu dia untuk menjaga keseimbangan antara kedua sifat tersebut?

- Ketika Anda merendahkan hati Anda, apa sesuatu yang Anda lihat benar tentang diri Anda dan Tuhan?

- Apa saja contoh spesifik ketika Yesus memilih kerendahan hati ketika Dia berada di bumi? Bagaimanakah dengan mengikuti teladan Yesus membantu memberikan Anda perspektif yang tepat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6
___________
Kerendahan hati bukanlah tidak memikirkan diri sendiri, melainkan lebih sedikit memikirkan diri sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Four Promises for the Humble
By Rick Warren

"He guides the humble in what is right and teaches them his way." Psalm 25:9 (NIV)
-------------------
Humility is not thinking less of yourself. It's thinking of yourself less. When you stay focused on God and helping other people, you naturally think about yourself less.

Why would anybody choose to think of others more than they think of themselves? Because God has told us to, and he makes many promises in the Bible for those who humble themselves.

Here are four things God will do in your life when you start focusing on others more than yourself.

If you're humble, God will guide you.

If you don't know which way to turn—whether to get in or get out, to hold on or let go—then get humble. When you humble yourself, God will make your next step clear. You'll make fewer mistakes and be closer to God's will for your life. Psalm 25:9 says, "He guides the humble in what is right and teaches them his way" (NIV).

If you're humble, God will bless you.

These promises are all through Scripture, like Isaiah 66:2: "I will bless those who have humble and contrite hearts" (NLT). God doesn't bless egotistic or prideful people or those who secretly think they're better than everybody else. He blesses those who seek him first.

If you're humble, God will give you the power to change.

The power to change is called grace. Maybe there are things in your life you've tried to change, but you can't or you won't. You need grace!

How do you get God's grace and the power to change? "God opposes the proud but gives grace to the humble" (James 4:6 NLT). Every time you're prideful, you're on the opposite side of God—and you don't want to be there. The humbler you are, the more grace God gives you.

If you're humble, God will reduce your stress.

If you're prideful, your stress is going to go up. Instead, listen to Jesus: "Take my yoke upon you. Let me teach you, because I am humble and gentle at heart, and you will find rest for your souls" (Matthew 11:29 NLT).

When you feel like you have nothing left to give, surrender to Jesus. Spend time studying the Bible, learning how to choose gentleness and humility by Jesus' example. Pray, and ask him for the grace to change.

Then you'll find the rest your soul has been craving. Change your focus, and it will change your life.


Selasa, 01 Oktober 2024

Ketika Tuhan Tidak Menyingkirkan Rasa Sakit Anda

02 Oktober 2024

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 12:8-10 "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."
----------------
Saya terlahir dengan kelainan otak, yang salah satunya, membuat saya kesulitan untuk berbicara di depan umum. Itu terasa sangat menyiksa. Intinya, otak saya bekerja sangat cepat dan panas sehingga itu jadi sumber dari segala macam masalah dalam tubuh saya. Selama 50 tahun ini, setiap hari saya meminta Tuhan untuk menyembuhkan saya. Dan Dia selalu menjawab, "Hanya kasih karunia-Kulah yang engkau butuhkan." Tuhan menggunakan hal yang paling menyiksa saya secara fisik untuk membentuk saya dan membuat saya mengandalkan Dia.

Hal-hal yang paling banyak saya doakan selama ini, Tuhan telah tetapkan untuk tidak menyingkirkannya. Tetapi, seperti Ayub, saya berseru kepada Tuhan, "Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya" (Ayub 13:15).

Bahkan Rasul Paulus sekalipun tidak mendapatkan jawaban atas semua doanya. Begitu pula Ayub yang menderita karena sesuatu yang ia sebut "duri dalam daging"— suatu masalah yang menimbulkan rasa sakit yang hebat seumur hidupnya.

Paulus menulis dalam 2 Korintus 12:8-10, "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."

Kalaupun Tuhan tidak pernah menjawab "ya" atas doa-doa saya yang lain, saya masih tetap berutang kepada-Nya seumur hidup saya, demikian juga Anda. Dia punya rancangan yang lebih baik, perspektif yang lebih besar, dan tujuan yang lebih besar.

Apa sesuatu yang selama ini Anda doakan namun belum terjadi? Mungkin Anda ingin menikah, memiliki bayi, atau naik jabatan di tempat kerja Anda. Mungkin selama ini Anda meminta Tuhan untuk memberikan Anda sesuatu, atau mungkin Anda memintanya untuk menyingkirkan sesuatu, seperti penyakit kronis misalnya. Mungkin selama ini Anda mengalami penderitaan yang membuat Anda ingin sekali menyerah.

Babak ini akan berlalu, tetapi perjalanan Anda belumlah berakhir. Bahkan apabila Dia tidak mengangkat rasa sakit Anda sekali pun, Dia akan memberikan Anda kasih karunia dan kekuatan-Nya untuk melewatinya.

Renungkan hal ini:

- Rasa sakit apa yang masih Anda nantikan untuk Tuhan singkirkan? Apa yang telah Anda pelajari tentang Dia dan diri Anda selama Anda menantikannya?

- Seandainya sebelumnya Anda tahu bahwa Tuhan tidak akan menjawab semua doa seperti yang Anda inginkan, apakah sekarang Anda akan tetap mendoakannya? Mengapa atau mengapa tidak?

- Mengapa Tuhan berjanji memberikan kasih karunia-Nya, alih-alih berjanji akan menghilangkan rasa sakit Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5
___________
Apa pun yang sedang Anda nantikan, percayalah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
When God Doesn't Take the Pain Away
By Rick Warren

"Three different times I begged the Lord to take it away. Each time he said, 'My grace is all you need. My power works best in weakness.' So now I am glad to boast about my weaknesses, so that the power of Christ can work through me . . . For when I am weak, then I am strong." 2 Corinthians 12:8-10 (NLT)
----------------------
I was born with a brain disorder that, among other things, makes public speaking painful. Essentially, my brain runs extremely hot and fast, and it causes all kinds of problems in my body. For 50 years, I've asked God every day to heal it. And every day he has said to me, "My grace is all you need." God has used the most physically painful thing in my life to shape me and make me depend on him.

The things that I've prayed about the most, God has chosen not to remove. But, like Job, I say, "Though he slay me, yet will I hope in him" (Job 13:15 NIV).

Even the apostle Paul did not get answers to all of his prayers. In fact, he had what he called a "thorn in the flesh"—a lifelong problem that caused great pain in his life.

Paul wrote, "Three different times I begged the Lord to take it away. Each time he said, 'My grace is all you need. My power works best in weakness.' So now I am glad to boast about my weaknesses, so that the power of Christ can work through me . . . For when I am weak, then I am strong" (2 Corinthians 12:8-10 NLT).

If God never says "yes" to another prayer in my life, I still owe him the rest of my life, and you do too. He has a better plan, a bigger perspective, and a greater purpose.

What have you been praying about that hasn't happened? Maybe you want to be married, have a baby, or get that promotion at work. Maybe you've asked God to give you something, or maybe you've asked him to take away something, like a chronic illness. Maybe you've gone through something that makes you feel like it's the end of the story.

This chapter will pass, but your story is not over. Whatever you've been waiting on, you can trust that God is working for your good. Even when he doesn't take away your pain, God will give you his grace and power to walk through it.