Rabu, 28 Juli 2021

Bagaimana Cara Tahu Vitamin D Kita Cukup atau Kurang? - Paprika Living

https://www.paprikaliving.com/bagaimana-cara-tahu-vitamin-d-kita-cukup-atau-kurang/

Covid-19 varian ay1-delta-plus

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5658809/sudah-masuk-ri-covid-19-varian-ay1-delta-plus-ada-di-2-wilayah-ini

Ternyata Ini Bisnis Akidi Tio, Pengusaha yang Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak COVID-19 | Montt

https://metroonlinentt.com/ternyata-ini-bisnis-akidi-tio-pengusaha-yang-sumbang-rp-2-triliun-untuk-warga-terdampak-covid-19/

Bantuan 2 T

Rabu 28 July 2021
Oleh : Dahlan Iskan

BUKAN main. Hanya itu yang bisa saya tulis. Kok ada orang menyumbang uang Rp 2 triliun. Orangnya tidak pernah dikenal. Sudah lama pula meninggal dunia.

Saya harus menghubungi Prof Dr dr Hardi Darmawan. Saya tidak punya nomor telepon beliau. Tapi saya kenal dengan kakak beliau. Yang sejak sebelum pandemi tinggal di Singapura.

Saya hubungi sang kakak. Saya pun mendapat nomor telepon Prof Hardi. Saya kirim WA ke beliau. Lalu Prof Hardi yang menelepon saya kemarin sore. Awalnya beliau saya ajak bicara dalam bahasa Mandarin. Tapi Prof Hardi mengatakan tidak bisa berbahasa ibunya itu. Maka kami pun menggunakan bahasa Indonesia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri dan Prof Dr dr Hardi Darmawan.

"Sumbangan itu betul ya, Prof? Kok fantastis sekali," kata saya.

"Betul. Saya kenal baik keluarga itu," jawab beliau.

Prof Hardi lantas bercerita. Tiga hari lalu beliau dihubungi putri pengusaha itu. "Saya diminta ikut menyaksikan," ujar Prof Hardi.

Prof Dr dr Hardi Darmawan adalah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Juga aktivis di gereja Katolik Palembang. Termasuk menjadi pendiri lembaga pendidikan Katolik Caritas. Bahkan pernah mendapat penghargaan dari Sri Paus.

"Resminya bantuan itu nanti untuk kapolda, gubernur, atau Pemprov Sumsel?" tanya saya.

"Ke Kapolda Sumsel Pak Eko Indra Heri," ujar Prof Hardi.

"Siapa yang menentukan bahwa bantuan itu untuk kapolda Sumsel? Apakah atas arahan Prof Hardi?" tanya saya lagi.

"Bukan arahan saya. Itu langsung keinginan keluarga. Untuk diberikan ke kapolda," jawab Prof Hardi.

"Bantuan itu nanti bentuknya uang kontan, cek, atau transfer? Atau berbentuk bantuan bahan makanan?"

"Bentuknya uang. Akan ditransfer besok," jawab Prof Hardi kemarin sore. Berarti hari ini.

"Apakah boleh ditransfer ke rekening Polda? Juga apakah boleh dikirim ke rekening pribadi kapolda?" tanya saya sambil mengingatkan aturan yang ada.

"Masih diatur. Mungkin disiapkan rekening khusus."

Ya sudah.

Saya tidak ingin bertanya lebih lanjut tentang itu. Ada orang yang ingin menyumbangkan uang besar kok ditanya prosedur. Yang penting diterima dulu. Semoga yang menyumbang itu bisa menyaksikan dengan bahagia dari surga di atas sana.

Akidi Tio, pengusaha yang menyumbang Rp 2 triliun itu, meninggal tahun 2009 lalu. Saat itu Tio berusia 89 tahun. Berarti 101 tahun hari ini. Beliau meninggal akibat serangan jantung. Makamnya juga di Palembang.

Istri Tio sudah meninggal lebih dulu: tahun 2005. Juga di Palembang. Dalam usia 82 tahun. Mereka punya 7 orang anak. Hanya seorang, putri, yang masih tinggal di Palembang. Yang lain tinggal di Jakarta. "Semua jadi pengusaha sukses," ujar Prof Hardi.

Tio adalah pasien Prof Hardi. Istri Tio pasien istri Prof Hardi, yang juga seorang dokter. "Saya dan istri akrab dengan keluarga Pak Tio," ujar Prof Hardi.

Menurut Prof Hardi, keluarga Pak Tio sudah bersahabat dengan Kapolda Irjen Eko Indra Heri jauh ke masa belakang. Yakni ketika Eko masih perwira dan masih bertugas di Direskrim Polda Sumsel. Ketika Eko pindah tugas menjadi kapolres di Langsa, hubungan itu tetap akrab. Tio adalah orang Aceh. Ia lahir di Langsa, Aceh Timur. Salah satu adiknya punya pabrik di Langsa.

Saya pun menghubungi Bupati Aceh Timur Rocky Hasbalah Thaib. Siapa tahu kenal dengan keluarga Tio. "Beliau sudah lama meninggalkan Langsa. Kami tidak kenal di sini. Yang jelas di Langsa memang banyak penduduk Tionghoa sejak dulu," katanya.

Dilihat dari marganya (Tio), berarti Akidi dari suku Tiuchu. Di Palembang memang banyak juga suku Tiuchu. Laksamana Cheng Ho –dengan armadanya yang besar– cukup lama singgah di Palembang. Nama Palembang dalam bahasa Mandarin disebut Ju Gang (巨港) –pelabuhan besar. Sebagian armada Cheng Ho pilih  menetap di Palembang –tidak meneruskan pelayaran ke Jawa dan kembali ke Tiongkok.

Prof Hardi sendiri lahir, besar, dan sekolah di Palembang. Pun gelar dokternya dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Setelah itu dr Hardi memperdalam ilmu penyakit tropik di Amerika Serikat. Yakni di New Orleans.

Prof Hardi ingat persis sosok Tio yang rendah hati. "Setiap datang ke tempat praktik saya selalu hanya mengenakan baju dan celana putih," ujarnya.

"Tapi mengapa semua teman saya yang Tionghoa di Palembang tidak mengenal Tio?" tanya saya.

Itu, katanya, karena Tio sangat rendah hati. Juga tidak mau menonjol. "Beliau banyak sekali menyumbang. Tapi selalu hanya atas nama hamba Tuhan," ujarnya.

Beliau, katanya, pernah punya pabrik kecap, pabrik mebel, kebun sawit, dan juga kontraktor bangunan.

Saya pun menghubungi teman lama. Nihil. "Saya tidak kenal nama itu sama sekali," jawab Alex Noerdin –dua kali menjadi Gubernur Sumsel yang sukses.

Lalu saya menghubungi seorang mantan menteri asal Palembang. Jawabnya sama.

Saya juga menghubungi lima orang pengusaha Tionghoa di sana. Tidak ada yang mengenal nama itu.

Saya hubungi juga seorang Tionghoa bermarga Tio. "Saya tidak tahu siapa beliau. Tapi sebagai sesama marga Tio saya ikut bangga," katanya.

Berarti pengusaha ini memang luar biasa rendah hatinya. Low profil high profit. Dan yang seperti itu banyak sekali di lingkungan masyarakat Tionghoa.

Saya punya banyak teman Tionghoa seperti itu. Sehari-hari hanya pakai sandal. Bajunya pun lusuh dan dari kain yang biasa-biasa saja. Namanya tidak pernah disebut di mana-mana. Tapi uangnya luar biasa banyaknya.

Saya malu kalau pakai baju bagus di depan mereka. (Dahlan Iskan)

Watch "Denny Siregar: SUMBANG 2 TRILIUN, ETNIS TIONGHOA YANG CINTA INDONESIA (Gaspol #67)" on YouTube

https://youtu.be/ibOheT1FvFM

Isi Menentukan Harga

Renungan:
Rabu, 28 juli 2021.

Sebuah BOTOL 🍶
~ Jika DIISI air mineral, harganya 3 ribuan...
~ Jika DIISI jus buah, harganya 10 ribuan...
~ Jika DIISI Madu, harganya ratusan ribu...
~ Jika DIISI minyak wangi harganya bisa jutaan.
~  Jika DIISI air comberan, hanya akan DIBUANG dalam tong sampah karena tidak ada harganya.

Sama-sama dikemas dalam BOTOL
Tetapi BERBEDA nilainya, sebab "ISI" yang ada di dalamnya BERBEDA.

Begitu juga dengan kita;
semua SAMA...
semua MANUSIA.

Yang membedakannya adalah;
KARAKTER yang ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yang BENAR akan membangun karakter yang BENAR.

SUKSES tidak diukur dari posisi yang kita CAPAI, tetapi dari kesulitan" yang BERHASIL kita atasi ketika berusaha meraih KESUKSESAN.

Bila kita MENGISI hati, dengan penyesalan MASA LALU &  kekhawatiran akan MASA DEPAN, hampir pasti kita tidak akan MEMILIKI hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun..

Hujan besar itu seperti tantangan hidup.
Tidak perlu BERDOA memohon agar hujan berhenti, tetapi cukup BERDOA agar Payung kita KUAT menahan hujan badai".

INGAT!…….
Umur itu seperti ES BATU
dipakai atau tidak dipakai akan tetap MENCAIR...
digunakan atau tidak digunakan UMUR kita tetap akan berkurang dari JATAH yang telah DITETAPKAN.

Selagi masih TERSISA jatah usia kita, lakukanlah selalu KEBAIKAN sebanyak yang kita MAMPU lakukan, jangan MENUNDA.

Pandemic masih berlangsung
JANGAN LUPA untuk:

1. PAKAI DOUBLE MASKER.
2. SERING CUCI TANGAN.
3. JAGA JARAK.
4. OLAH RAGA.
5. MINUM YANG BANYAK.
6. HIDUP SEHAT.
7. JEMUR.
8. MINUM VITAMIN dan JAMU.

Selamat pagi .........
Good morning .......
大家早上好 ............
Semoga harimu dipenuhi keberkahan dan kebijaksanaan. To All My Dear Friends.
Have a Wonderful Day.
Semoga bahagia 🙂


Tuhan Tidak Terburu-buru


29 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
Mazmur 40:1 "Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; ==> lalu Ia 
📍 menjenguk kepadaku dan 
📍 mendengar teriakku minta tolong."
-------------
✍️ Anda mungkin mengira Dia terburu-buru, tetapi ==> Dia tidak. 
📍 Dia justru menggunakan keadaan Anda saat ini untuk 
~ membangun karakter Anda dan 
~ menjadikan Anda lebih kuat. 
📍 Dia sabar dengan pertumbuhan Anda.

👉 Tetapi, sebaliknya, kebanyakan orang tidak sabar. 
✍️ Banyak permasalahan kita disebabkan oleh ketidaksanggupan kita untuk menunggu. 
👉 Kita terlibat utang karena kita 
==> tidak tahu caranya menahan hasrat kita yang impulsif, seperti 
📍membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan dengan cara berutang 
📍 hanya untuk membuat orang yang tidak kita sukai terkesan dengan kita.

🔖 Beberapa orang bahkan menjalin hubungan yang seharusnya tidak mereka pilih 
✍️ karena mereka tidak tahu caranya menunggu pasangan yang lebih baik. 
👉 Mereka berujar, 
📍"Saya ingin seks sekarang; 
📍Saya tidak mau menunggu" atau 
📍"Saya ingin menikah sekarang, bahkan jika itu dengan orang yang salah." 
👉 Dan ketidaksabaran mereka itu pun ==> menimbulkan masalah.

✍️ Kabar baiknya adalah, 
👉 dengan doa, Anda ==> dapat dipulihkan dari masalah yang timbul oleh ketidaksabaran Anda.
💡 Alkitab berkata, 
"Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; ==> lalu Ia menjenguk kepadaku  Mazmur 40:1).

✍️ Ingatlah: Tuhan tidak pernah terburu-buru. 
🔭 Apakah Anda tahu bahwa di dalam *Alkitab tidak ada satu pun dikatakan bahwa 
==> Yesus berlari? 
✍️ Bahkan faktanya, Dia memerlukan waktu tiga hari untuk pergi sejauh dua mil untuk tiba di rumah Lazarus, ==> teman-Nya yang sedang sakit keras. 
✍️ Dan pada saat Yesus tiba , Dia pun terlambat, ==> Lazarus sudah mati.

⭐ Namun Yesus sudah punya rancangan yang lebih besar. 
✍️ Dia tidak ingin menyembuhkan Lazarus—
✍️ Dia ingin membangkitkan dia dari kematian. 
✍️ Dia ingin melakukan mujizat. 
👉 Dan itulah yang terjadi. 
⭐ Yesus datang ke kubur Lazarus di dalam sebuah gua yang ditutup dengan batu. 
==> Ia menyuruh mereka menggulingkan batu itu, dan 
==> kemudian beseru dengan suara lantang, "Lazarus, marilah ke luar!" 
==> Dan Lazarus pun melangkah keluar!

🔖 Terkadang ada keadaan di mana itu berubah menjadi amat buruk sehingga itu membuat Anda ==> ingin mengambil tindakan sendiri. 
✍️ Jangan mengambil jalan pintas! 
✍️ Percayalah pada waktu Tuhan yang sempurna dan 
✍️ nantikanlah mujizat-Nya! 
💡 Alkitab berkata, 
💌 "Bersukacitalah dalam pengharapan, 
💌 sabarlah dalam kesesakan, dan 
💌 bertekunlah dalam doa!" 
📖 (Roma 12:12). 
⭐ Tuhan sudah tahu apa yang akan Dia lakukan dalam hidup Anda 
📍 bulan depan, 
📍 tahun depan, dan 
📍 sepuluh tahun ke depan. 
✍️ Waktu-Nya adalah sempurna, dan 
✍️ rancangan-Nya untuk hidup Anda adalah baik ==> dan layak untuk ditunggu.

Renungkan hal ini:
- Apa perubahan nomor satu yang ingin Anda alami dalam hidup Anda? Apa yang kadang Anda lakukan untuk mempercepat perubahan ini?

- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Tuhan tidak terburu-buru memengaruhi tingkat kesabaran Anda?

- Seperti apakah hidup Anda saat ini jika saja Anda lebih santai dan percaya pada waktu Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28:17-31
_______________
Tuhan tidak terburu-buru dengan ==> pertumbuhan rohani Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Isn't in a Hurry
By Rick Warren

"I waited patiently for the LORD's help; then he listened to me and heard my cry." Psalm 40:1 (GNT)
----------------
God isn't in a hurry with your spiritual growth. You may think he's in a hurry, but he's not. He's using your current circumstances to develop your character and make you stronger. He's patient.

Most people, on the other hand, are impatient. Many of our problems are caused by our inability to wait. We get into debt because we don't know how to delay gratification, buying things we don't need with money we don't have to impress people we don't even like.

Some people even get into relationships they shouldn't get into because they don't know how to delay gratification. They say, "I want sex now; I don't want to wait" or "I want companionship now, even if it's with the wrong person." And their impatience leads to problems.

The good news is that, with prayer, you can recover from problems caused by your impatience. The Bible says, "I waited patiently for the LORD's help; then he listened to me and heard my cry" (Psalm 40:1 GNT).

Remember: God is never in a hurry. Did you know there isn't an example of Jesus running anywhere in the Bible? In fact, it took him three days to go a mile and a half to get to his friend, Lazarus, who was very sick. And by the time Jesus got to him, it was too late—Lazarus had already died.

But Jesus had a bigger plan in mind. He didn't want to heal Lazarus—he wanted to raise him from the dead. He wanted to do a miracle. And that's exactly what happened. Jesus walked up to Lazarus' tomb, told them to roll the stone away, and said, "Lazarus, come forth." And Lazarus did! 

Sometimes a situation can get so bad that it makes you want to take matters into your own hands.­ But don't take shortcuts. Instead, trust in God's perfect timing and expect a miracle! The Bible says, "Be joyful in hope, patient in affliction, faithful in prayer" (Romans 12:12 NIV).

God already knows what he's going to do in your life next month, next year, and in the next decade. His timing is perfect, and his plan for your life is good and worth waiting for.