Rabu, 03 Maret 2021

POPULASI BUMI

Populasi Bumi saat ini sekitar 7,8 miliar jiwa (Desember / 2020).
Bagi kebanyakan orang, ini jumlah yang besar.  
Namun, dalam persentase, kita dapat menghargainya dalam dimensi yang lebih manusiawi.  
Analisis yang dihasilkan relatif lebih mudah dipahami.
   
 Dari total 100% ini :
   
11% berada di Eropa
5% berada di Amerika Utara
9% berada di Amerika Selatan
15% berada di Afrika
60% berada di Asia
   
49% tinggal di pedesaan
51% tinggal di kota
   
12% berbicara bahasa Mandarin
5% berbicara bahasa Spanyol
5% berbicara bahasa Inggris
3% berbicara bahasa Arab
3% berbicara bahasa Hindi
3% berbicara bahasa Bengali India
3% berbicara bahasa Portugis
2% berbicara bahasa Rusia
2% berbicara bahasa Jepang
62% berbicara dalam bahasa ibu mereka sendiri.
   
77% memiliki rumah sendiri.
23% tidak punya tempat tinggal.
   
Biaya hidup harian 48% kurang dari $ 2.
   
75% memiliki ponsel
25%.tidak
   
30% memiliki akses internet.
70% tidak
   
7% pendidikan perguruan tinggi.
93% tidak masuk perguruan tinggi.
   
83% bisa membaca.
17% buta huruf.
   
33% adalah orang Nasrani.
22% adalah Muslim.
14% beragama Hindu.
7% beragama Buddha
12% berasal dari agama lain.
12% tidak memiliki keyakinan agama.
   
26% hidup kurang dari 14 tahun
66% meninggal antara usia 15 dan 64 tahun
8% berusia di atas 65 tahun.
   
Jika Anda memiliki rumah sendiri, makan lengkap dan minum air bersih, memiliki ponsel, dapat belajar di Internet dan kuliah, Anda termasuk dalam kelompok kecil yang diistimewakan (dalam kategori di bawah 7%).
   
Dalam kondisi saat ini, dari setiap 100 orang di planet ini, hanya 8 yang dapat hidup atau melebihi 65 tahun.
   
Jika Anda berusia di atas 65 tahun, berbahagialah dan bersyukur.  Nikmati hidup, nikmati momennya.

Jika Anda tidak meninggalkan dunia ini sebelum usia 64, seperti 92 orang yang meninggalkan sebelum Anda, Anda sudah diberkati di antara umat manusia.
   
Jaga kesehatan Anda dengan baik karena tidak ada yang lebih peduli daripada Anda!
   
Nikmati setiap saat yang tersisa!! 

Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

Tiga Alasan untuk Mengampuni


04 Maret 2021

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:13 
==> "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan 
==> ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."
-------------
πŸ’‘ Alkitab mengatakan ada tiga alasan mengapa Anda harus_ 
==> melepaskan masa lalu dan 
==> mengampuni orang yang telah menyakiti Anda. Dan 
πŸ‘‰ ketiga alasan tersebut tak ada kaitannya dengan apakah orang-orang tersebut layak mendapatkanya atau tidak.

1️⃣ Anda harus mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda sebab Tuhan telah mengampuni Anda.
Kolose 3:13 mengatakan, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

πŸ”‘ Jika Anda ingin menjadi orang yang pemaaf, pertama-tama Anda harus menerima pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus. 
✒️ Alkitab mengatakan Allah datang ke Bumi dengan mengambil rupa manusia sebagai Yesus untuk mengampuni segala kesalahan yang pernah dilakukan. 
✒️ Dia telah membayar kesalahan itu agar kita tidak perlu menanggungnya. 
πŸ‘‰ Itulah Kabar Baik.

2️⃣ Anda harus mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda karena, jika tidak, kebencian akan mengendalikan Anda. 
✒️ Alkitab berkata dalam Pengkhotbah 7: 9, "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh."
==> Kebencian membuat Anda sengsara. Itu membuat Anda terjebak di masa lalu. Dan 
==> ketika Anda terjebak di masa lalu, Anda dikendalikan oleh masa lalu. 
πŸ’£ Setiap kali Anda membenci sesuatu, Anda membiarkan hal itu mengendalikan Anda. 

πŸ”– Beberapa dari Anda mungkin membiarkan orang-orang yang menyakiti Anda 
==> lima, 
==> sepuluh, atau bahkan 
==> dua puluh tahun yang lalu masih menyakiti Anda hingga hari ini oleh karena sakit hati. 
πŸ‘‰ Jangan biarkan hal itu terus terjadi. 
==> Masa lalu Anda telah berlalu. Anda harus melepaskannya.

3️⃣ Anda harus mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda karena Anda akan membutuhkan lebih banyak pengampunan di masa depan. 
πŸ’¬ Yesus berkata, "Karna kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi 
==> jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu" 
(Matius 6: 14-15). 
πŸ“Œ Pengampunan ialah hubungan timbal balik. 
πŸ“Œ Anda tidak dapat menerima apa yang tidak ingin Anda beri.

πŸ”– Seseorang pernah memberi tahu John Wesley, seorang teolog Inggris di abad ke-18, 
πŸ’¬ "Saya tidak akan pernah bisa memaafkan orang itu." 
πŸ’¬ Wesley menjawab, "Kalau begitu saya harap Anda tidak akan pernah berbuat dosa."

πŸ”– Tentunya Anda tidak mau membakar jembatan yang harus Anda lintasi untuk sampai ke surga, 
bukan?

Renungkan hal ini:
- Yesus telah membayar lunas setiap kesalahan yang pernah Anda buat. Bagaimana hal itu membuat Anda lebih mudah untuk mengampuni?

- Dosa apa yang Anda percaya tidak akan pernah bisa Anda maafkan? Menurut Anda bagaimana perasaan Tuhan tentang dosa itu?

- Dalam situasi apa Anda perlu menawarkan pengampunan agar Anda dapat melupakan masa lalu Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 28-30; Markus 8:22-38
__________
Alasan untuk mengampuni seseorang bukan berpusat pada orang itu, tapi pada diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=================
*Three Reasons to Forgive*
By Rick Warren

*"Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others."* Colossians 3:13 (NLT)
---------------------
The Bible says there are three reasons you have to let go of your past and forgive the people who've hurt you. And those reasons have nothing to do with whether those people deserve it or not.

1. You have to forgive those who've hurt you because God has forgiven you. Colossians 3:13 says, "Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others" (NLT). If you want to be a forgiving person, you first need to accept the forgiveness of God through Jesus Christ. The Bible says God came to Earth in human form in Jesus in order to forgive everything that's ever been done wrong. He paid for those wrongs so we don't have to. That's Good News.

2. You have to forgive those who've hurt you because, otherwise, resentment will control you. The Bible says in Ecclesiastes 7:9, "Only fools get angry quickly and hold a grudge" (CEV). Resentment makes you miserable. It keeps you stuck in the past. And when you're stuck in the past, you are controlled by the past. Every time you resent something, you let that thing control you. Some of you are allowing people who hurt you five, 10, or even 20 years ago to still hurt you today because of resentment. Don't let that continue to happen. Your past is past. You've got to let it go.

3. You have to forgive those who've hurt you because you're going to need more forgiveness in the future. Jesus said, "For if you forgive other people when they sin against you, your heavenly Father will also forgive you. But if you do not forgive others their sins, your Father will not forgive your sins" (Matthew 6:14-15 NIV). Forgiveness is a two-way street. You can't receive what you are unwilling to give.

Someone once told John Wesley, the 18th-century British theologian, "I could never forgive that person." Wesley replied, "Then I hope you never sin."

You don't want to burn the bridge you need to walk across to get into heaven.


Selasa, 02 Maret 2021

KISAH MISIONARIS YANG MENGALAMI KEPAHITAN TERHADAP TUHAN

Sharing Kisah

Pada tahun 1921, dua pasang suami istri dari Stockholm (Swedia), menjawab panggilan Tuhan untuk melayani misi penginjilan di Afrika.

Kedua pasang suami istri ini menyerahkan hidupnya untuk mengabarkan Injil dalam suatu kebaktian pengutusan Injil. Mereka terbeban untuk melayani negara Belgian Kongo, yang sekarang bernama Zaire.

Mereka adalah David Flood & isterinya Svea, serta Joel Erickson & isterinya Bertha.

Setelah tiba di Zaire, mereka melapor ke kantor Misi setempat. Lalu dengan menggunakan parang, mereka membuka jalan melalui hutan pedalaman yang dipenuhi nyamuk malaria. David dan Svea membawa anaknya David Jr. yang masih berumur 2 tahun. Dalam perjalanan, David Jr. terkena penyakit malaria.

Namun mereka pantang menyerah dan rela mati untuk Pekerjaan Injil. Tiba di tengah hutan, mereka menemukan sebuah desa di pedalaman. Namun penduduk desa ini tidak mengijinkan mereka memasuki desanya. "Tak boleh ada orang kulit putih yang boleh masuk ke desa. Dewa-dewa kami akan marah," demikian kata penduduk desa itu.

Di desa N'dolera itu mereka ditentang habis oleh kepala suku yang khawatir kehadiran orang-orang putih ini membuat dewa-dewa setempat murka. Jadi didirikan sebuah pondok dari lumpur, kira-kira 750 meter di luar desa.

Karena tidak menemukan desa lain, mereka akhirnya terpaksa tinggal di hutan dekat desa tersebut. Setelah beberapa bulan tinggal di tempat itu, mereka menderita kesepian dan kekurangan gizi. Selain itu, mereka juga jarang mendapat kesempatan untuk berhubungan dengan penduduk desa. Setelah enam bulan berlalu, keluarga Erickson memutuskan untuk kembali ke kantor misi.

Namun keluarga Flood memilih untuk tetap tinggal, apalagi karena saat itu Svea baru hamil dan sedang menderita malaria yang cukup buruk. Di samping itu David juga menginginkan agar anaknya lahir di Afrika dan ia sudah bertekad untuk memberikan hidupnya untuk melayani di tempat tersebut.

Selama beberapa bulan Svea mencoba bertahan melawan demamnya yang semakin memburuk. Namun di tengah keadaan seperti itu ia masih menyediakan waktunya untuk melakukan bimbingan rohani kepada seorang anak kecil penduduk asli dari desa tersebut.

Anak kecil itulah satu-satuya kontak dengan penduduk lokal yang diijinkan menjual telur dan daging ayam seminggu dua kali, dan kemudian disambut dengan senang hati, dibimbing kepada Kristus.

Dapat dikatakan anak kecil itu adalah satu-satunya hasil pelayanan Injil melalui keluarga Flood ini. Saat Svea melayaninya, anak kecil ini hanya tersenyum kepadanya. Penyakit malaria yang diderita Svea semakin memburuk sampai ia hanya bisa berbaring saja. Tapi bersyukur bayi perempuannya berhasil lahir dengan selamat tidak kurang suatu apa.

Namun Svea tidak mampu bertahan. Seminggu kemudian keadaannya sangat buruk dan menjelang kepergiannya, ia berbisik kepada David, "Berikan nama Aina pada anak kita," lalu ia meninggal.

David amat sangat terpukul dengan kematian istrinya. Ia membuat peti mati buat Svea, lalu menguburkannya. Saat dia berdiri di samping kuburan, ia memandang pada anak laki-lakinya sambil mendengar tangis bayi perempuannya dari dalam gubuk yang terbuat dari lumpur. Timbul kekecewaan yang sangat dalam di hatinya.

Dengan emosi yang tidak terkontrol David berseru:
"Tuhan, mengapa Kau ijinkan hal ini terjadi? Bukankah kami datang kemari untuk memberikan hidup kami dan melayani Engkau?! Istriku yang cantik dan pandai, sekarang telah tiada. Anak sulungku kini baru berumur 3 tahun dan nyaris tidak terurus, apalagi si kecil yang baru lahir. Setahun lebih kami ada di hutan ini dan kami hanya memenangkan seorang anak kecil yang bahkan mungkin belum cukup memahami berita Injil yang kami ceritakan. Kau telah mengecewakan aku, Tuhan. Betapa sia-sianya hidupku!"

Kemudian David kembali ke kantor misi Afrika. Saat itu David bertemu lagi dengan keluarga Erickson. David berteriak dengan penuh kejengkelan:
"Saya akan kembali ke Swedia! Saya tidak mampu lagi mengurus anak ini. Saya ingin titipkan bayi perempuanku kepadamu."

Kemudian David memberikan Aina kepada keluarga Erickson untuk dibesarkan. Sepanjang perjalanan ke Stockholm, David Flood berdiri di atas dek kapal. Ia merasa sangat kesal kepada Tuhan. Ia menceritakan kepada semua orang tentang pengalaman pahitnya, bahwa ia telah mengorbankan segalanya tetapi berakhir dengan kekecewaan. Ia yakin bahwa ia sudah berlaku setia tetapi Tuhan membalas hal itu dengan cara tidak mempedulikannya.

Setelah tiba di Stockholm, David Flood memutuskan untuk memulai usaha di bidang import. Ia mengingatkan semua orang untuk tidak menyebut nama Tuhan didepannya. Jika mereka melakukan itu, segera ia naik pitam dan marah. David akhirnya terjatuh pada kebiasaan minum-minuman keras.

Tidak lama setelah David Flood meninggalkan Afrika, pasangan suami-istri Erickson yang merawat Aina meninggal karena diracun oleh kepala suku dari daerah dimana mereka layani.

Selanjutnya si kecil Aina diasuh oleh Arthur & Anna Berg. Keluarga ini membawa Aina ke sebuah desa yang bernama Masisi, Utara Kongo. Di sana Aina dipanggil "Aggie". Si kecil Aggie segera belajar bahasa Swahili dan bermain dengan anak-anak Kongo.

Pada saat-saat sendirian si Aggie sering bermain dengan khayalan. Ia sering membayangkan bahwa ia memiliki empat saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, dan ia memberi nama kepada masing-masing saudara khayalannya.

Kadang-kadang ia menyediakan meja untuk bercakap-cakap dengan saudara khayalannya. Dalam khayalannya ia melihat bahwa saudara perempuannya selalu memandang dirinya. Keluarga Berg akhirnya kembali ke Amerika dan menetap di Minneapolis.

Saat Aggie beranjak dewasa ia mendapat kiriman majalah Kristen dengan berbahasa Swedia di kotak suratnya. Saat ia melihat sebuah halaman di majalah tersebut ia  terhenti  kaget karena foto-foto yang ada di majalah tersebut. Ada sebuah kuburan primitif dengan salib putih dan di salib tertulis nama Svea Flood. Aggie pun spontan beranjak ke mobilnya dan pergi menemui seseorang yang bisa menerjemahkan artikel berbahasa Swedia tersebut.

Kemudian penerjemah itu membacakan dengan ringkas bahwa dulu ada pasangan suami isteri misionaris yang datang ke Afrika yang memperkenalkan Yesus kepada seorang bocah laki-laki. Suami isteri ini dikaruniai seorang anak perempuan tapi ibunya meninggal dunia setelah beberapa hari. Namun melalui anak kecil yang pernah dibimbing Svea Flood, Tuhan telah menyelamatkan 600 orang Zaire. Ketika si bocah tersebut beranjak dewasa ia mendirikan sekolah di desanya tersebut dan oleh semangat belas kasihan Kristus yang ia peroleh dari Svea kini ia telah menjadi Pemimpin dari Gereja Pentakosta di Zaire dan memimpin 110.000 orang-orang Kristen di Zaire.

Sejak itu Aggie pun berusaha mencari tahu keberadaan ayahnya tapi sia-sia.

Aggie menikah dengan Dewey Hurst, yang kemudian menjadi presiden dari sekolah Alkitab Northwest Bible College. Sampai saat itu Aggie tidak mengetahui bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan adik Svea, yang tidak mengasihi Allah dan telah mempunyai anak lima, empat putra dan satu putri (tepat seperti khayalan Aggie).

Suatu ketika Sekolah Alkitab memberikan tiket pada Aggie dan suaminya untuk pergi ke Swedia. Ini merupakan kesempatan bagi Aggie untuk mencari ayahnya. Saat tiba di London, Aggie dan suaminya berjalan kaki di dekat Royal Albert Hall. Ditengah jalan mereka melihat ada suatu pertemuan penginjilan. Lalu mereka masuk dan mendengarkan seorang pengkotbah kulit hitam yang sedang bersaksi bahwa Tuhan sedang melakukan perkara besar di Zaire. Hati Aggie terperanjat.

Setelah selesai acara ia mendekati pengkotbah itu dan bertanya, "Pernahkah anda mengetahui pasangan penginjil yang bernama David dan Svea Flood?"

Pengkotbah kulit hitam ini menjawab, "Ya, Svea adalah orang yang membimbing saya kepada Tuhan waktu saya masih anak-anak. Mereka memiliki bayi perempuan tetapi saya tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang."
Aggie segera berseru: "Sayalah bayi perempuan itu! Saya adalah Aggie - Aina!"

Mendengar seruan itu Ruhigita Ndagora si Pengkotbah kulit hitam itu segera menggenggam tangan Aggie dan memeluk sambil menangis dengan sukacita. Aggie tidak percaya bahwa orang ini adalah bocah yang dilayani ibunya. Ia bertumbuh menjadi seorang penginjil yang melayani bangsanya dan pekerjaan Tuhan berkembang pesat dengan 110.000 orang Kristen, 32 Pos penginjilan, beberapa sekolah Alkitab dan sebuah rumah sakit dengan 120 tempat tidur.

Esok harinya Aggie meneruskan perjalanan ke Stockholm dan berita telah tersebar luas bahwa mereka akan datang. Setibanya di hotel ketiga saudaranya telah menunggu mereka di sana dan akhirnya Aggie mengetahui bahwa ia benar-benar memiliki saudara lima orang.

Ia bertanya kepada mereka: "Dimana David kakakku ?" Mereka menunjuk seorang laki-laki yang duduk sendirian di lobi. David Jr. adalah pria yang nampak kering lesu dan berambut putih. Seperti ayahnya, iapun dipenuhi oleh kekecewaan, kepahitan dan hidup yang berantakan karena alkohol.

Ketika Aggie bertanya tentang kabar ayahnya, David Jr. menjadi marah. Ternyata semua saudaranya membenci ayahnya dan sudah bertahun-tahun tidak membicarakan ayahnya. Lalu Aggie bertanya: "Bagaimana dengan saudaraku perempuan?"

Tak lama kemudian  saudara perempuannya datang ke hotel itu dan memeluk Aggie dan berkata:
"Sepanjang hidupku aku telah merindukanmu. Biasanya aku membuka peta dunia dan menaruh sebuah mobil mainan yang berjalan di atasnya, seolah-olah aku sedang mengendarai mobil itu untuk mencarimu kemana-mana."

Saudara perempuannya itu juga telah menjauhi ayahnya, tetapi ia berjanji untuk membantu Aggie mencari ayahnya. Lalu mereka memasuki sebuah bangunan tidak terawat. Setelah mengetuk pintu datanglah seorang wanita dan mempersilahkan mereka masuk. Di dalam ruangan itu penuh dengan botol minuman, tapi di sudut ruangan nampak seorang terbaring di ranjang kecil, yaitu ayahnya yang dulunya seorang penginjil.

Ia berumur 73 tahun dan menderita diabetes, stroke dan katarak yang menutupi kedua matanya. Aggie jatuh di sisinya dan menangis, "Ayah, aku adalah si kecil yang kau tinggalkan di Afrika." Sesaat orang tua itu menoleh dan memandangnya. Air mata membasahi matanya, lalu ia menjawab, "Aku tak pernah bermaksud membuangmu, aku hanya tidak mampu untuk mengasuhnya lagi." Aggie menjawab, "Tidak apa-apa, Ayah. Tuhan telah memelihara aku".

Tiba-tiba, wajah ayahnya menjadi gelap, "Tuhan tidak memeliharamu!" Ia mengamuk. "Ia telah menghancurkan seluruh keluarga kita! Ia membawa kita ke Afrika lalu meninggalkan kita. Tidak ada satupun hasil di sana. Semuanya sia-sia belaka!"

Aggie kemudian menceritakan pertemuannya dengan seorang pengkotbah kulit hitam dan bagaimana perkembangan penginjilan di Zaire. Penginjil itulah si anak kecil yang dahulu pernah dilayani oleh ayah dan ibunya. "Sekarang semua orang mengenal anak kecil, si pengkotbah itu. Dan kisahnya telah dimuat di semua surat kabar."

Saat itu Roh Kudus turun ke atas David Flood. Ia sadar dan tidak sanggup menahan air mata lalu bertobat. Tak lama setelah pertemuan itu David Flood meninggal, tetapi Tuhan telah memulihkan semuanya, kepahitan hatinya dan kekecewaannya.

Pesan ini ditujukan kepada semua orang yang merasa bahwa ia berhak untuk marah kepada Tuhan!

Mungkin awalnya di mata David Flood, ia dan istrinya telah gagal sebagai seorang misionaris. Namun jerih payah di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia. Terbukti bahwa belas kasihan dan kepedulian yang disertai pemberitaan Injil terhadap satu orang melahirkan 600 orang yang bertobat dan dimuridkan.

Beberapa tahun kemudian Aggie dan suami mengunjungi desa N'dolera tersebut. Disambut riuh rendah penuh sukacita, mereka berziarah juga ke kubur Svea Flood.

Aggie berlutut mengucap syukur di sana, dan pendeta setempat membacakan 2 ayat berikut:

*Yohanes 12:24* _*Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.*_

*Mazmur 126:5* _*Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorai-sorai.*_

[Dikutip dari buku Aggie Hurst: The Inspiring Story of A Girl Without A Country]


Memaafkan dan Melupakan?


03 Maret 2021

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu 
==> bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
----------------
Anda mungkin sudah mendengar frasa ini berulang kali: 
==> "Memaafkan dan 
==> melupakan." 
πŸ”Ž Hanya saja, ada satu masalah: 
πŸ‘‰ Anda tidak akan bisa melakukannya. 
πŸ‘‰ Itu mustahil!

πŸ”Ž Mengapa? 
πŸ‘‰ Sebab Anda tak bisa sepenuhnya melupakan rasa sakit dalam hidup Anda. Bahkan, 
πŸ‘‰ Anda tidak bisa mencoba melupakannya. 
πŸ‘‰Setiap kali Anda mencoba untuk melupakan, sesungguhnya Anda sedang fokus pada hal yang sangat ingin Anda lupakan.

Dan sebenarnya, 
==> Tuhan tidak ingin Anda melupakan. Sebaliknya, 
==> Dia ingin Anda percaya kepada-Nya dan melihat bagaimana Dia dapat mendatangkan kebaikan dari dalam keburukan. 
πŸ‘‰ Itu lebih penting daripada melupakan. 
πŸ‘‰ Anda tidak akan pernah bisa bersyukur kepada Tuhan atas hal-hal yang Anda sudah lupakan.

Roma 8:28 berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

πŸ‘‰ Ayat ini tidak mengatakan bahwa segala perkara adalah baik— sebab 
πŸ“Œ tidak semua perkara baik adanya. 
~ Penyakit itu tidak baik. 
~ Hubungan yang rusak itu tidak baik. 
~ Perang itu tidak baik. 
~ Perlakuan kejam itu tidak baik.

πŸ“Œ Ada banyak hal dalam hidup ini yang jahat. 
πŸ“Œ Tidak semua perkara yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan.

πŸ’‘Akan tetapi, Tuhan berfirman bahwa Dia akan turut bekerja dalam segala sesuatu dalam hidup Anda untuk mendatangkan kebaikan apabila Anda percaya kepada-Nya.

πŸ‘‰ Datanglah ke hadirat-Nya dan berserulah, "Tuhan, aku memberikan setiap bagian hidupku."

πŸ“Œ Dia akan mengambil alih kepingan tersebut dan memberikan Anda damai sejahtera di hati. 
πŸ‘‰ Damai sejahtera ini akan datang ketika Anda menyadari bahwa Anda dapat mengampuni sekalipun Anda tidak memahami maksud dari rasa sakit di dalam hidup Anda itu, sebab 
==> Anda tahu Tuhan akan menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan.

πŸ“Œ Anda tak perlu melupakan kesalahan yang pernah dilakukan seseorang terhadap Anda. 
πŸ‘‰ Anda tidak akan pernah bisa melakukannya bahkan jika Anda mencobanya! Namun sebaliknya, Tuhan berkata 
==> Anda tidak perlu melupakannya. 
==> Anda hanya perlu memaafkan dan kemudian melihat bagaimana Dia akan mendatangkan kebaikan dari luka tersebut.

Renungkan hal ini:
- Siapa yang belum Anda maafkan karena Anda tidak ingin melupakan atau melepaskan apa yang telah mereka lakukan kepada Anda?

- Apa yang perlu Anda lakukan hari ini untuk mengampuni orang-orang tersebut dan melanjutkan hidup Anda? Bagaimana dengan mengetahui kebenaran Firman bahwa Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk melupakan rasa sakit Anda dapat membantu Anda?

- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan bekerja dengan baik dalam hidup Anda di tengah situasi yang sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 24-27; Markus 8:1-21
_____________
Ketika Anda melihat Tuhan mendatangkan kebaikan dari situasi yang buruk, maka 
==> Anda dapat mengucap syukur kepada Tuhan atas pekerjaan baik itu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Forgive and Forget? 
By Rick Warren

"And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose." Romans 8:28 (NIV)
----------------
You've heard this phrase over and over: "Forgive and forget." There's only one problem with it: You can't do it. It's impossible!

You really can't forget a hurt in your life. In fact, you can't even try to forget it. Because when you try to forget, you actually focus on the very thing you want to forget.

And the truth is that God doesn't want you to forget. Instead, he wants you to trust him and see how he can bring good out of the hurt. That's more important than forgetting. When you see God bring good out of a bad situation, you can thank him for that good work. You can't thank God for things you forget.

Romans 8:28 says, "And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose" (NIV).

It doesn't say that all things are good—because all things are not good. Disease is not good. Broken relationship is not good. War is not good. Abuse is not good.

There are a lot of things in life that are evil. Not everything that happens in this world is God's will.

But God says he will work good out of the bad things in life if you will trust him. You can go to him and say, "God, I give you all the pieces of my life."

He will take your pieces and instead give you peace in your heart. This peace will come when you realize you can forgive, even if you don't understand the hurt in your life, because you know God will use that pain for good.

You don't have to forget the wrong thing someone did to you. You couldn't do it even if you tried! But God says you don't have to forget it. You just have to forgive and then see how he will bring good out of the hurt.


Senin, 01 Maret 2021

PERTUKARAN YANG TIDAK ADIL

Baca deh..lucu..
by - Supriyanto Martosuwito

 - Lama lama saya iri dan kesal juga sama orang Kristen. Mereka mendapatkan yang cakep cakep dari kami : Nafa Urbach,  Lukman Sardi,  Ari Wibowo,  Asmirandah, Manohara,   sedangkan kami dapat Yahya Waloni yang brangasan,  Felix Siow  yang  tak enak dipandang dan Irene Handono yang nyinyir tak berkesudahan. Bahkan ada badut ngaku anak Kardinal - ngaku lulusan Vatikan,  nyebrang ke kami. 

Ini sungguh pertukaran yang tidak adil. Wahai saudaraku, orang Kristen, ketahuilah:  Kalian sungguh beruntung dan menang banyak. 

Kami minta pertimbangkan agar kiriman mualaf yang nggak mutu itu bisa diambil lagi. Domba yang nyasar ke wilayah kami sudah berubah jadi serigala.  Hari hari nantang gelut dan menggonggongi orang.  

Kami sudah surplus untuk mualaf kwalitas abal abal dan menyusahkan ini. Malah merusak agama kami.    Hari hari menyebar kebencian. Tipu tipu.  Mualaf yang seharusnya banyak belajar malah naik panggung,   banyak bicara dan sok ngajari orang. Mereka yang ceramah kami yang malu. 

Sudah cukup bisinglah dengan bermacam tausiah  yang memekakkan itu. Sudah ada tukang obat yang dibui itu,  ada ustad pencaci maki yang baru "lewat" itu. Ada big imam yang sekarang bertapa di tahanan itu. Ada mantan penyanyi organ tunggal dan tukang adu ayam itu. Dan si dukun politik gagal sok ganteng yang lagi sibuk cari jodoh itu.  

Tolong jangan ditambah lagi.   

Belum lagi emak emak yang njerit njerit di teve saban pagi seperti nenek gombreng.  Nggak jelas juntrungannya.  Hidup cuma untuk agama, bahas surga neraka  saja. Dan cari cari kejelekan agama sesamanya.  Sementara bangsa lain sudah mengkapling planet Mars. Sudah bikin kereta secepat pesawat, menciptakan dunia maya serealis dunia nyata.  

Bolehkah kami minta ganti, atau tambahan dengan Sandra Dewi atau Judika? Supaya ada nada merdu dan pemandangan indah di hari raya kami.  

APA yang salah dan kurang dari kami?  Kurang kenceng apa dakwah yang kami siarkan kepada kalian?  Sejak matahari belum terbit hingga terbenam lagi  -  lima kali dalam sehari kami "teror" telinga kalian lewat pengajian dan adzan dengan Toa yang superkuat dan supersember di perumahan yang padat penduduknya.   

Apa karena itu -  muallaf yang datang kepada kami kualitas sember dan sekelas Toa juga?  

Sedangkan kalian yang memuji Tuhan dengan lembut dan syahdu dengan lagu lagu rohani yang indah telah mendatangkan muslim muslimah kami yang terpanggil untuk hidup sejuk damai. Dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus. 

Ya - kami memang mendapatkan mualaf yang cantik jelita.  Berprestasi pula.  Juara Wu Shu klas dunia. Eh, tapi langsung jadi kadrun.  

Apes deh. ***

Keagungan Tuhan.

HAPPY METTA☮️✡️☯️πŸ•‰️
Oleh. Pendeta Sri Romo Ajung Natssoma K.

Keagungan Tuhan.

Tahukah anda bahwa energi raksasa itu ada pada tubuh anda.

Bagaimana tidak? Kalau dibentangkan pembuluh darah itu panjangnya 2,5 kali keliling bumi atau 60.000 mil.

Pembuluh darah itu adalah jalan toll tercanggih. Mengantar darah mengangkut logistik berupa oksigen dan nutrisi bagi setiap sel tubuh.

Mau tahu berapa banyak sel dalam tubuh kita ? berkisar 30-40 triliun sel. Bayangin aja dech panjang pembuluh 2,5 kali bumi dan dengan jumlah 30-40 triliun sel, kecepatan sistem logistik itu hanya satu detik saja.

Itu berkat daya dorong mesin pompa super canggih, yang bernama Jantung.

Jantung itu beratnya hanya 10% dari berat tumbuh normal manusia saja. Kecil ya. Tapi powernya dahsyat.

Engga ada mesin trasfortasi yang bisa tandingi jantung. Dalam setiap 36 kali detak kapasitas mesin pompa itu 3/4 galon darah.

Bukan hanya mengangkut darah tetapi juga membawa kembali darah. Kecepatan angkut mengantar setara dengan kecepatan kembalinya.

Jadilah jantung sistem pompa circle yang super canggih. Circle itu terjadi sepanjang kita hidup. Itu berkat sistem pembuluh darah yang apik yang terdiri dari arteri, vena, dan kapiler.

Perhatikan cara kerjanya, ketika jantung berkontraksi, darah dipompa ke arteri yang membawanya pergi dari jantung.

Arteri terhubung ke pembuluh yang lebih kecil dan berdinding tipis yang disebut kapiler.

Di kapiler, oksigen berpindah dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian vena membawa kembali darah yang sudah terdeoksigenasi ke jantung. Keren ya.

Mereka kerja sangat on time dan engga pernah delay satu detikpun. Kalau telat, akan terjadi stroke.

Sistem terganggu. Hanya masalah waktu anda dipanggil Tuhan.

Kalau energi pada sistem diluar tubuh kita berasal dari listrik. Nah tubuh kita darimana ?

Ya dari makanan. Makanan yang kita konsumsi itu kita bakar di dalam tubuh dengan reaksi respirasi.

Hebatnya pada sel yang berjumah 30-40 triliun itu masing masing terjadi respirasi atau lebih tepatnya di mitokondria untuk menghasilkan energi.

Energi itu bukan hanya untuk memompa darah tetapi untuk memecah rantai ikatan kimia, membentuk molekul, menggerakan otot rangka. Mau tahu berapa satuan besar energi itu ?

Setara 100 watt listrik. Untuk menghasilkan daya listrik 100 watt itu diperlukan makanan sebanyak 2000 kalori sehari atau takaran makan orang diet.

Makanan itu tidak akan tercipta tanpa energi matahari yang melahirkan proses photosintesa.

Sehebat apapun manusia bisa membuat roket pendorong pesawat ruang angkasa, tidak ada artinya dibandingkan kekuatan dorong jantung memompa darah.

Sehebat apapun manusia membuat sistem logistik berbasis IT pada seluruh penduduk planet, belum secuil kehebatan logistik tubuh manusia yang melayani 30-40 triliun sel.

Sehebat apapun manusia bisa menciptakan energi listrik namun daya efektifnya hanya secuil dari energi yang dihasilkan tubuh manusia.

Keren ya Tuhan mendesain tubuh kita begitu sempurna.
Jadi sayang..janganlah silau dengan dunia.

Orang bijak berkata " Jangan melihat keluar tetapi melihatlah ke dalam. Melihat keluar anda jadi orang buta, dan pasti tersesat. Melihat kedalam anda tercerahkan."  Pandai pandailah bersukur.

Tuhan engga minta banyak. Tuhan  hanya ingin kita be good and kindness kepada sesama. ya sayang.???Paham ya sayang...???

Salam Metta..Semoga seluruh  hidup didunia berbahagia..☯️πŸ•‰️☸️πŸ™πŸ»πŸ§˜πŸ»‍♀️🌱🧚🏻‍♀️


Janganlah Menyerah pada Impian Tuhan


02 Maret 2021

Bacaan Hari ini:
Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
-------------------
✒️ Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. 
πŸ‘‰ Anda tidak akan pernah gagal sampai Anda berhenti, dan selalu terlalu dini untuk menyerah!

πŸ”Ž Anda tak dapat mengetahui kehebatan seseorang dari 
~ bakat, 
~ kekayaan, atau 
~ pendidikannya. 
πŸ‘‰ Sebaliknya, Anda dapat mengetahui kehebatan seseorang dari sesuatu yang mematahkan semangat mereka.

πŸ”Ž Lalu, apa saja hal yang bisa menghambat Anda dalam mengejar impian Anda? 
Itu bisa karena sesimpel 
==> seorang teman atau 
==> seorang anggota keluarga yang berkata pada Anda, "Menurutku itu bukan ide yang bagus."

πŸ’‘ Alkitab berkata dalam Galatia 6: 9, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

πŸ’­ Anda tahu berapa kali saya ingin mengundurkan diri dari Gereja Saddleback? 
πŸ‘‰ Hanya di setiap Senin pagi ketika terbersit, "Tuhan, 
==> pasti ada seseorang yang bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada yang kulakukan kemarin. 
==> Ini terlalu besar untuk kutanggung seorang diri."

πŸ’¬ Tetapi Tuhan menjawab, "Teruslah maju." 
πŸ‘‰ Saya mungkin bukan orang yang paling pandai, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya berhenti 
πŸ‘‰ saya tidak tahu bagaimana cara menyerah.

✒️ Tuhan berkarya dalam hidup Anda sesuai dengan iman Anda.
πŸ“– Alkitab berkata, "Tetapi tanpa iman* _tidak mungkin orang *berkenan kepada Allah"
(lihat Ibrani 11: 6) dan 
πŸ‘‰ "Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman," adalah dosa"
(lihat Roma 14:23) dan 
πŸ‘‰ "Jadilah kepadamu menurut imanmu"
(lihat Matius 9:29).

πŸ”Ž Lalu, apa kabarnya iman Anda? 
πŸ‘‰ Anda perlu menanyakan ini pada diri sendiri setiap hari ketika Anda bangun pagi, 
==> "Tuhan, apa yang bisa saya lakukan hari ini yang akan memerlukan iman?" 
πŸ‘‰ Habiskan hari Anda dengan 
==> mendengarkan dan 
==> menaati jawaban Tuhan atas pertanyaan Anda tersebut, dan hidup Anda pun akan berkenan dihadapan -Nya.

✒️ Ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat Anda kendalikan. 
~ Anda tidak dapat mengontrol siapa orang tua Anda, 
~ kapan Anda dilahirkan, atau pun 
~ ras dan kebangsaan Anda. 
✒️ Anda pun tidak dapat mengontrol karunia dan bakat apa yang dianugerahkan Tuhan kepada Anda.

🌹 Tuhan menggunakan orang-orang yang mengharapkan Dia untuk bekerja dalam hidup mereka, 
==> yang tidak pernah menyerah, 
==> yang mau mengambil risiko di dalam iman 
==> yang tahu mimpinya dan mengejarnya.
✒️ Anda diberikan pilihan apakah Anda bersedia atau tidak untuk menjadi tipe orang yang Tuhan pakai untuk menggenapi tujuan-Nya.

Renungkan hal ini:
- Hal apa saja yang menghalangi Anda untuk mengejar impian yang diberikan Tuhan? Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda merespons rintangan tersebut?

- Siapa orang-orang yang Anda kenal yang tidak menyerah dalam mengejar impian dari Tuhan, bahkan ketika sebenarnya mereka punya alasan untuk menyerah? Bagaimana kehidupan mereka mendorong iman Anda?

- Apa sesuatu yang Tuhan mau Anda lakukan hari ini yang membutuhkan iman?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 23; Markus 7:14-37
____________
Anda punya kendali penuh atas seberapa besar Anda memilih untuk percaya kepada Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
"Don't Give Up on God's Dream 
By Rick Warren

"Let us not become weary in doing good, for at the proper time we will reap a harvest if we do not give up." Galatians 6:9 (NIV)
----------------
Failure is never final. You're never a failure until you quit, and it's always too soon to quit!

You don't determine a person's greatness by their talent, wealth, or education. You determine a person's greatness by what it takes to discourage them.

So what does it take to discourage you from going after your dream? It may be as simple as a friend or family member telling you, "I don't think that's a good idea."

The Bible says in Galatians 6:9, "Let us not become weary in doing good, for at the proper time we will reap a harvest if we do not give up" (NIV).

You want to know how many times I've wanted to resign from Saddleback Church? Just every Monday morning when I think, "God, surely somebody could have done a better job than I did yesterday. This thing is too big for any one person."

God says, "Just keep on keeping on." I may not be very bright sometimes, but I don't know how to quit—I don't know how to give up.

God works in your life according to your faith. The Bible says, "Without faith it is impossible to please God" (Hebrews 11:6 NIV) and "Whatsoever is not of faith, is sin" (Romans 14:23 GNV) and "According to your faith . . . it will be done to you" (Matthew 9:29 AMP).

So what are you doing in faith? You need to ask every day when you get up, "God, what can I do today that will require faith?" Spending your day listening for and obeying God's answer to that question, and your life will be pleasing to him.

There are a lot of things in your life you don't have control over. You can't control who your parents are, when you were born, or what your race or nationality is. You can't control what gifts and talents you were given.

But you do have complete control over how much you choose to believe God.

God uses people who expect him to act, who never give up, who take risks in faith—who get his dream and go after it. It's your choice whether you want to be the kind of person God uses to accomplish his purpose.