Senin, 28 Desember 2020

Kristus adalah Gambar yang Terlihat dari Tuhan Yang Tidak Terlihat

29 Desember 2020

Bacaan Hari ini:
Kolose 1:15 "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
-------------------
🔎 Siapakah Bayi kecil di palungan yang kita rayakan di hari Natal?

📖 Kolose 1:15 mengatakan, "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,"

💡 Anda tentu pernah mendengar ungkapan bahwa, jika Anda ingin mengerjakan sesuatu dengan benar, maka kerjakanlah sendiri  
👉 Allah hendak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan And, sebab itulah 
🪔 Dia sendiri yang datang ke bumi. 
🪔 Dia tidak datang sebagai avatar, malaikat, atau nabi. 
🪔 Allah datang sebagai seorang manusia. 
🪔 Dia menjadi seorang Bayi, 
==> Yesus Kristu, 
~ tinggal bersama dengan kita sampai mati dan bangkit lagi. 
~ Naik ke surga, kembali kepada Bapa.

💡 Orang-orang percaya di seluruh dunia merayakan kelahiran Bayi kecil di palungan ini sebab adalah DiaTuhan, Ia datang untuk tinggal bersama dengan umat-Nya

👉 Jika Anda ingin tahu seperti apa Allah, lihatlah ==> Yesus

🪔 Yesus tidak datang hanya untuk tinggal di bumi. 
🪔 Dia datang untuk mati karena dosa-dosa Anda, sehingga Anda akan dapat bersama Allah Bapa di surga kekal

🔎 Mengapa hal itu sangat penting?
Sebab 
==> meskipun Allah adalah Tuhan yang pengasih, tapi 
==> Dia juga Tuhan yang adil. 
🪔 Keadilan-Nya menginginkan agar yang salah menjadi benar. 
🪔 Keadilan-Nya menginginkan agar utang dosa kita dibayar lunas.

✒️ Surga itu sempurna, sedangkan kita tidak. 
👉 Karena itulah, kita membutuhkan Juruselamat. 
🪔 Lewat kasih karunia-Nya, Allah memimpin kita yang tidak sempurna ini untuk menuju surga.

✒Kabar Baik tentang Natal yaitu
🪔 Allah memberikan anugerah-Nya kepada kita dengan mengutus Putra-Nya untuk membayar segala kesalahan yang pernah kita lakukan, dan 
🪔 menawarkan kepada kita kasih karunia-Nya untuk masuk surga.

📖 Alkitab mengatakan, "Dan Ia (Yesus) adalah _pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia" 
(1 Yohanes 2: 2).

💥 Anugerah-Nya itu akan mengalahkan hadiah apa pun *yang ada di bawah pohon Natal kita tahun ini. 
👉 Kita hanya perlu mau menerimanya. Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya.

Renungkan hal ini:
- Lewat Yesus, apa saja sifat yang dapat kita pelajari tentang Allah?

- Bagaimana Anda dapat menjadikan anugerah dari Allah, yaitu Yesus Kristus, sebagai bagian yang lebih menonjol dari perayaan Natal Anda?

- Minggu ini, bagaimana Anda dapat berbagi pesan anugerah Natal dari Allah kepada orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 1; Wahyu 18_
_______________
Terimalah Yesus dalam hati Anda, itulah pemberian terindah bagi Anda dan saya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============
Christ Is the Visible Image of the Invisible God
By Rick Warren

"Christ is the visible image of the invisible God." (Colossians 1:15 NLT)
-------------------
Who was the little baby in the manger we celebrate at Christmas?

Colossians 1:15 says, "Christ is the visible image of the invisible God" (NLT).

You've heard the phrase that, if you want something done right, do it yourself. God wanted to do the job of saving you right, so he came to earth himself. He didn't come as an avatar, an angel, or a prophet. God came as a person. He became the baby and then the man Jesus Christ.

People all around the world celebrate the little baby in the manger because that child is God, come to live with his people.

If you want to know what God is like, take a look at Jesus.

But Jesus didn't come simply to live. He came to die for your sins so that you can spend eternity with God.

Why was this necessary?

Because even though God is a God of love, he is also a God of justice. Justice demands wrongs be righted. It demands that the debt of sin be paid for.

And, heaven is perfect, but we're not. Because of that, we need a Savior. God gets imperfect people into heaven through grace.

The Good News of Christmas is that God gave the gift of his Son to pay for everything you have ever done wrong and offer you the grace to enter heaven.

The Bible says, "When [Jesus] served as a sacrifice for our sins, he solved the sin problem for good—not only ours, but the whole world's" (1 John 2:1 The Message).

That gift will beat anything under your tree this year. You just need to accept it.



FPI TUNGGU KEAJAIBAN DARI KOMNAS HAM_

https://m.youtube.com/watch?v=uIrjqKb6uS8&feature=youtu.be

_*Denny Siregar:* FPI TUNGGU KEAJAIBAN DARI KOMNAS HAM_

_Dipublikasikan tanggal 28 Des 2020_

Komnas HAM baru saja melakukan konferensi pers terkait penyelidikan mereka tentang matinya 6 Laskar FPI di tangan polisi. 
_Hanya, dari penjelasan Komnas HAM kita bisa melihat kalau peristiwa penembakan 6 Laskar FPI ini penuh dengan *narasi hoax* dari pihak simpatisan FPI sendiri._ 
Apa itu, dan bagaimana kelanjutan penyidikan kasus ini? 
*Markibong!!* 
_Mari kita bongkar semua di Timeline bersama Denny Siregar hanya di Cokro TV._

Kategori
Berita Politik

indonesia-tutup-pintu-untuk-semua-wna-per-1-januari-2021

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20201228163122-20-587072/indonesia-tutup-pintu-untuk-semua-wna-per-1-januari-2021

https://youtu.be/BOKkf_Vyn30

Gara-gara Covid-19, ekonomi China akan lebih besar dari AS di 2028

https://internasional.kontan.co.id/news/gara-gara-covid-19-ekonomi-china-akan-lebih-besar-dari-as-di-2028

Netanyahu: Normalisasi Negara Arab-Israel Wujudkan Nubuat Alkitab

https://international.sindonews.com/read/282258/43/netanyahu-normalisasi-negara-arab-israel-wujudkan-nubuat-alkitab-1609117937

Rizieq Diperiksa Kasus Kerumunan Megamendung di Jakarta

Dalam perkara ini, Rizieq ditetapkan sebagai
tersangka tunggal lantaran kegiatan di Megamendung tak memiliki susunan kepanitiaan.

Rizieq bakal dijerat Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP.

Terkait dengan dua kasus di Petamburan dan Megamendung, Bareskrim menyebut penyidik bakal berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk menindaklanjuti penanganan perkara.

Selain kerumunan Megamendung dan Petamburan, ia juga disangkakan pasal hasutan atau ujaran kebencian saat berpidato di acara Maulid Nabi di Markas FPI. Rizieq dijerat dengan pasal 160 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 216 KUHP.

Pasal 160 KUHP sendiri dikenal dengan pasal tindak pidana penghasutan dengan ancaman penjara maksimal enam tahun.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201228122316-12-586943/rizieq-diperiksa-kasus-kerumunan-megamendung-di-jakarta

Minggu, 27 Desember 2020

Pembunuh Fa-Lao

Minggu 27 December 2020
Oleh : Dahlan Iskan

TANPA artificial intelligent (AI) tidak mungkin wanita pembunuh ini tertangkap. Biar pun korban yang dibunuh sampai 7 orang.

Apalagi serangkaian pembunuhan itu terjadi di tahun 1996 –lebih dari 20 tahun yang lalu. Maka wanita ini pun sudah merasa aman dalam pelariannyi.

Sebenarnya pembunuh yang satu sudah tertangkap. Waktu itu juga.

Tapi pembunuh satunya, sang istri, berhasil melarikan diri. Dia menyamar. Dia menggunakan nama baru. Dia melakukan operasi kecantikan.

 
Setelah 20 tahun merasa aman, dia justru tertangkap. Beberapa waktu lalu. Senin kemarin, dia diajukan ke pengadilan.

Pasti, dia akan dijatuhi hukuman mati. Seperti suaminyi dulu. Yang sudah dieksekusi lewat hukum tembak 20 tahun lalu.

Fa Ziying suami Lao Rongzhi.

Nama cewek ini: Lao Rongzhi. Waktu pembunuhan dilakukan umurnyi baru 21 tahun. Ketika ditangkap, Lao sudah berumur 46 tahun.

Lao ditangkap di Xiamen. Itulah kota yang pernah dikenal sebagai ''Hawaii''-nya Tiongkok. Kota Xiamen juga pernah bernama Amoy. Letaknya di provinsi Fujian. Di utara kota Shenzhen –4 jam naik mobil.

Sehari sebelum ditangkap Lao terlihat berjalan di trotoar kota Xiamen. Tidak jauh dari sebuah mal di sana.

Yang berhasil melihatnyi adalah kamera. Yang banyak dipasang di berbagai sudut kota Xiamen. Kamera jalanan itu secara langsung melaporkan hasil jepretannya ke pusat pengolahan data di kantor polisi.

Semua wajah orang yang lalu lalang di jalan raya memang terekam oleh kamera. Salah satunya ternyata cocok dengan file foto lama. Yang dicari-cari polisi selama 20 tahun terakhir. Itulah foto wajah Lao yang kini sudah jauh lebih tua.

Keesokan harinya Lao terlihat lagi lewat di sekitar mal itu. Polisi mulai membuntutinyi. Dia masuk mal. Polisi ikut masuk mal. Jarak mereka kian dekat.

Lao ternyata menuju sebuah kios. Dia jualan jam tangan. Polisi langsung meringkusnyi. Ketika dia mempertanyakan penangkapan itu polisi langsung menegaskan bahwa dia pasti wanita yang bernama Lao Rongzhi.

"Saya bukan Lao. Nama saya Hong," kata wanita itu.

Polisi tidak percaya. Dia langsung ditahan. Lalu dilakukan tes DNA.

Benarlah bahwa Hong itu nama palsu. Lao tidak bisa berkutik.

Selama 20 tahun dalam pelarian Lao memang berganti-ganti nama. Juga berganti alamat. Pindah-pindah –dari satu kota ke kota lainnya. Dia juga pindah-pindah pekerjaan. Terutama di tempat-tempat hiburan malam.

Lao berasal dari kota kecil di provinsi Jiangxi. Dari daerah selatan. Sudah dekat dengan provinsi Guangdong.

Suaminyi, juga dari kota yang berdekatan. Nama sang suami: Fa Ziying. Mereka bertemu di tahun 1993. Lalu menikah. Saat menikah itu Lao sudah punya pekerjaan: sebagai guru SD. Waktu itu Tiongkok masih sangat miskin. Mereka pun merantau ke kota besar.

Di kota itulah mereka mulai kesulitan hidup. Lalu terpikir untuk melakukan usaha ini: memeras orang kaya.

Sang istri bertugas mencari mangsa. Di klub-klub malam. Dia harus bisa merayu laki-laki berduit. Setelah terpikat si laki-laki diajak ke apartemennyi.

Itu adalah apartemen sewaan. Di kamar itu suami Lao sudah menunggu. Korban diperas. Kalau melawan diancam dibunuh.

Setelah berhasil mendapat uang Fa dan Lao pindah ke kota lain. Melakukan hal yang sama.

Suatu hari mereka pindah ke kota Zhengzhou, Henan. Pasangan ini mulai membunuh korbannya di sini. Rupanya ia tidak berhasil memeras. Maka Fa-Lao membunuhnya. Mereka lalu menggunakan identitas korban untuk mendatangi rumah korban. Istri korban percaya saja. Mereka dipersiapkan masuk rumah.

Di dalam rumah itulah mereka membunuh istri korban. Lalu merampok. Ternyata masih ada anak kecil di rumah itu. Seorang gadis kecil. Sekalian saja dibunuh.

Fa dan Lao pindah kota lagi.

Mereka mencari mangsa lagi. Dengan cara yang sama. Total sampai 7 orang yang mereka bunuh.

Belum lagi yang diperas tanpa perlu dibunuh.

Di hari lain mereka kena batunya. Yakni saat di kota Hefei, kota terbesar di provinsi Anhui.

Mereka berhasil mendapat mangsa. Korban disekap di kamar apartemen sewaan. Fa lantas menghubungi istri korban. Minta tebusan untuk sang suami.

Si istri menyanggupi menyerahkan uang 10.000 yuan. Sekitar Rp 20 juta. Maka Fa datang ke rumah korban.

Si istri rupanya sudah mengontak polisi.

Fa pun disergap saat mengambil uang tebusan itu. Terjadilah drama tembak-menembak di lokasi itu.

Fa berhasil diringkus. Tahun itu juga pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk Fa. Hanya dalam hitungan hari Fa sudah dieksekusi.

Tapi Fa berhasil melindungi Lao. Fa tidak mau menyebut di mana tinggal. Termasuk di mana lokasi penyekapan.

Ia tahu bahwa ia toh akan dihukum mati. Mengakui siapa temannya membunuh pun tidak akan membuat hukumannya lebih ringan.

Saat itulah Lao lari. Meninggalkan korban yang disekap di apartemen itu. Beberapa hari kemudian barulah polisi menemukan lokasi itu: dari laporan penduduk. Yakni karena ada bau busuk keluar dari kamar itu.

Mungkin korban mati karena dibunuh. Mungkin juga karena diikat. Tidak ada yang tahu ada sandera di situ.

Di pengadilan Senin lalu Lao mengaku berada di bawah tekanan suami. Kalau menolak perintah suami dia akan dibunuh. Bahkan juga  keluarganyi. "Saya sering dipukul, dicekik dan dimaki-maki. Juga diancam," ujar Lao kepada hakim.

Lao pun minta maaf kepada semua keluarga korban. Dia mengaku tidak berniat membunuh. Dia merasa ditipu oleh suami.

Lao diadili di kota Nanchang, ibu kota provinsi Jiangxi –kota tempat saya dulu belajar bahasa Mandarin.

Itu karena Lao berasal dari provinsi itu.

Salah satu keluarga korban memberikan kesaksian. "Keluarga kami hancur setelah pembunuhan itu," ujar janda korban. Sebagaimana disiarkan di media di Nanchang. "Ibu mertua kami menangis sampai buta. Tiga anak kami putus sekolah," katanyi.

Bagaimana dengan anak Fa bersama Lao? "Kami tidak punya anak. Fa tidak boleh saya punya anak. Saya empat kali aborsi," katanyi pada polisi.

Lao sendiri mungkin tidak menyangka otak buatan yang ditaruh di kamera-kamera di jalanan berhasil mengungkapkan pembunuhan 20 tahun lalu.

Tentu Lao tidak tahu kalau kamera itu bisa mendeteksi 80 titik unik di wajah seseorang. Yakni titik-titik di sekitar mata, hidung, pipi, dan mulut. Yang tidak semuanya bisa berubah saat operasi kecantikan.

Dari 80 titik unik itu tentu masih ada yang sama dan tidak berubah. Tapi tetap saja AI ini mengagumkan. Kok tetap bisa mendeteksi biarpun foto gadis 21 tahun itu sudah menjadi wanita berumur 46 tahun.

Kemajuan teknologi di sana memang mencengangkan. Dalam Repelita ke-13, tahun ini, Tiongkok punya program Sky Net Project. Atau juga disebut Sharp Eye Project.

Di akhir Repelita 13 itu, tahun depan, sudah akan terpasang 626 juta kamera di tempat umum di seluruh Tiongkok.

Semua kamera itu dilengkapi AI yang terhubung dengan big data. Jumlah kamera itu begitu banyaknya sehingga praktis tiap dua penduduk diawasi dengan satu kamera.

Dengan teknologi itu akan bisa dikenali 1,3 miliar wajah orang Tiongkok hanya dalam waktu tiga detik.

Dengan teknologi ini era sidik jari sudah praktis berakhir. Tidak ada gunanya lagi cap jempol. Kamera, dengan kecerdasan buatan, menggantikannya.

Lao masih terlalu muda untuk mengalami zaman AI. Yang ternyata AI-lah yang bisa mengakhiri hidupnyi.(Dahlan Iskan)

https://www.disway.id/r/1171/pembunuh-fa-lao#.X-e9rRIDFuA