Sabtu, 03 Oktober 2020

Tips untuk Dapatkan Tekanan Darah Normal


Bagi yang memiliki darah tinggi, Anda bisa memiliki tekanan darah normal dengan melakukan hal berikut:

*Berolahraga*
==> Aktivitas fisik bisa merangsang tubuh untuk memproduksi asam nitrat. 
~ Zat ini bisa membuat pembuluh darah terbuka sehingga mengurangi tekanan darah. 
==> Dengan berolahraga berarti Anda 
~ menguatkan otot jantung, 
~ mengurangi stres dan 
~ terhindar dari obesitas, salah satu pemicu hipertensi.

*Penggunaan garam yang seimbang*
==> Tubuh kita hanya memerlukan 500 mg garam per hari. 
==> Rekomendasi terbaru menganjurkan untuk membatasi jumlah asupan garam sehari maksimal 2400 mg, ini setara dengan kurang lebih 1 sendok teh.
==> Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang

*Konsumsilah makanan yang sehat agar terhindar dari hipertensi.* 
==> Makanan yang disarankan yaitu 
~ sayur, 
~ buah, 
~ ikan, 
~ daging unggas, 
~ kacang, 
~ susu rendah lemak dan 
~ biji-bijian utuh. 
==> Hindari mengonsumsi *minuman beralkohol* secara

*Hindari stres berlebihan*
==> Tidak sulit mengatasi stres, Anda dapat belajar teknik untuk menenangkan pikiran seperti 
~ teknik pernapasan, 
~ meditasi atau 
~ relaksasi otot.

SURAT PAULUS YANG PERTAMA KEPADA JEMAAT DI KORINTUS

by BP » Thu Jun 15, 2006 4:10 am

SURAT PAULUS YANG PERTAMA KEPADA JEMAAT DI KORINTUS

Korintus, sebuah kota kuno di Yunani, dalam banyak hal merupakan kota metropolitan Yunani yang terkemuka pada zaman Paulus. Seperti halnya banyak kota yang makmur pada masa kini, Korintus menjadi kota yang angkuh secara intelek, kaya secara materi, dan bejat secara moral. Segala macam dosa merajalela di kota ini yang terkenal karena perbuatan cabul dan hawa nafsu.

Bersama dengan Priskila dan Akwila dan rombongan rasulinya sendiri, Paulus mendirikan jemaat Korintus itu selama delapan belas bulan pelayanannya di Korintus pada masa perjalanan misinya yang kedua. Jemaat di Korintus terdiri dari beberapa orang Yahudi tetapi kebanyakan adalah orang bukan Yahudi yang dahulu menyembah berhala. Setelah Paulus meninggalkan Korintus, berbagai macam masalah timbul dalam gereja yang masih muda itu, yang memerlukan wewenang dan pengajaran rasulinya melalui surat-menyurat dan kunjungan pribadi.

Surat 1 Korintus ditulis selama tiga tahun pelayanannya di Efesus pada waktu perjalanan misinya yang ketiga. Berita mengenai masalah-masalah jemaat di Korintus terdengar oleh Paulus di Efesus; setelah itu utusan dari jemaat Korintus menyampaikan sepucuk surat kepada Paulus yang memohon petunjuknya atas berbagai persoalan. Sebagai tanggapan atas berita dan surat yang diterimanya dari Korintus, Paulus menulis surat ini.

Secara garis besar, perikop-perikop dalam surat ini adalah sebagai berikut:
• Salam: 1:1-3
• Ucapan syukur: 1:4-9
• Perpecahan dalam jemaat: 1:10-17
• Kristus, hikmat dan kuasa Allah: 1:18-2:5
• Hikmat dari Roh: 2:6-16
• Mengenai perselisihan dalam gereja: 3:1-9
• Dasar dan bangunan: 3:10-23
• Tuhan adalah satu-satunya hakim: 4:1-5
• Rendahkanlah dirimu: 4:6-21
• Keluarkan orang yang amoral: 5:1-13
• Perkara keadilan antara orang percaya: 6:1-8
• Orang jahat tidak akan mewarisi kerajaan: 6:9-11
• Nasihat terhadap percabulan: 6:12-20
• Tentang perkawinan: 7:1-16
• Hidup dalam keadaan seperti waktu dipanggil Allah: 7:17-40
• Makanan yang dipersembahkan kepada berhala: 8:1-13
• Hak dan kewajiban rasul: 9:1-27
• Peringatan dari sejarah Israel: 10:1-13
• Makanan berhala dan perjamuan Tuhan: 10:14-22
• Kebebasan orang percaya: 10:23-11:1
• Hiasan kepala wanita: 11:2-16
• Perjamuan Tuhan: 11:17-34
• Paralel: Matius 26:26-28; Markus 14:22-24; Lukas 22:17-20 dengan 1 Korintus 11:23-25
• Karunia-karunia Roh: 12:1-11
• Banyak anggota, tetapi satu tubuh: 12:12-31
• Kasih: 13:1-13
• Karunia-karunia nubuat dan bahasa roh: 14:1-25
• Ibadah yang teratur: 14:26-40
• Kebangkitan Kristus: 15:1-11
• Kebangkitan orang mati: 15:12-34
• Tubuh kebangkitan itu: 15:35-58
• Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem: 16:1-4
• Permintaan pribadi: 16:5-9
• Beberapa pemberitahuan: 16:10-18
• Salam terakhir: 16:19-24

Pembagian perikop tersebut adalah berdasarkan Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan terjemahan dari Full Life Study Bible, mungkin berbeda dengan pembagian penafsir lain. [ðððð]

Bagaimana Kanon Perjanjian Baru Ditetapkan?

MONDAY, MARCH 17, 2008

Bagaimana Kanon Perjanjian Baru Ditetapkan?
(Disusun oleh Ioanes Rakhmat, bersumber pada Roy W. Hoover, "How The Canon Was Determined", The Fourth R, January 1992, 1-7).

Bagaimana dulu gereja memutuskan kitab-kitab mana yang termasuk ke dalam Perjanjian Baru? Kapan keputusan itu dibuat? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan di seputar apa yang secara tradisional disebut sebagai kanonisasi atau pembentukan kanon. Arti kata Yunani kanōn adalah "norma" atau "kaidah", "patokan" atau "standar" yang dengannya sesuatu dapat diukur. Dalam menyebut dua puluh tujuh kitab dalam PB sebagai sebuah kanon, gereja awal dulu menyatakan bahwa kumpulan 27 kitab itu berfungsi sebagai "kaidah" atau "standar" yang dengannya gereja merumuskan iman dan melaksanakan kehidupan praktis; dus, kanon adalah kumpulan tulisan/kitab yang "normatif" bagi gereja. Faktanya, ternyata tidak ada hanya satu kanon; kanon ada dalam berbagai versi, semuanya ditetapkan berdasarkan konsensus.

Panjang Prosesnya  

Daftar (list) pertama kitab-kitab "kanonik" yang memuat 27 kitab yang sama dengan yang kita temukan dalam PB, muncul di dalam sebuah Surat Paskah dari Athanasius, Bishop dari Aleksandria, Mesir, tahun 367 M. Dia menyebut semua kitab dalam PB dengan urutan yang berbeda dari yang kita punyai sekarang. Meskipun demikian, daftar pertama yang cocok dengan yang ada pada kita sekarang akan muncul masih jauh di depan, setelah melewati proses yang panjang.

Pada masa Athanasius, atau tidak lama sebelumnya, gereja telah mencapai suatu konsensus informal atas kebanyakan tulisan yang kemudian masuk ke dalam Perjanjian "Baru". Bahkan sebetulnya, kesepakatan tentang daftar kanon telah dicapai lebih dari satu abad sebelumnya. Malah proses membentuk sebuah kanon telah dimulai lebih awal lagi.

Ada bukti yang menunjukkan surat-surat Paulus telah dikoleksikan oleh gereja-gereja di beberapa lokasi geografis pada akhir abad pertama M. Di dalam sebuah surat yang dikirim dari gereja di Roma kepada gereja di Korintus, si penulisnya menulis (1 Klemen 47:1): "Periksalah surat yang ditulis Paulus, rasul yang diberkati. Apa yang mula-mula dia telah tulis kepadamu, ketika dia baru saja mulai mengabarkan Injil?" Ini adalah sebuah rujukan kepada surat 1 Korintus yang ditulis Paulus. Ini menunjukkan bahwa gereja-gereja di Roma masih memiliki sebuah kopi surat Paulus itu, setengah abad setelah Paulus menulisnya. Pengarang surat 2 Petrus juga mengenal sebuah kumpulan surat Paulus (3:15-16) dan menganggap pembacanya juga mengenalnya. 2 Petrus ditulis pada awal abad kedua M.

Pada awal abad kedua juga, Ignatius, Bishop Antiokhia, menulis surat-surat kepada tujuh gereja sementara ia dalam perjalanan menuju Roma, di mana dia kemudian mati syahid. Di dalam surat-suratnya ini, dia menggunakan bahasa yang dengan jelas memperlihatkan pengenalannya atas surat-surat Paulus. Dia sering kali mengacu kepada Paulus dengan menyebut namanya.

Bukti-bukti di atas menunjukkan dengan jelas bahwa pada pergantian abad pertama M, sejumlah gereja telah memperoleh salinan-salinan dari surat-surat Paulus untuk mereka gunakan. Tahap formatif dari kumpulan surat-surat Paulus telah berlangsung.

Bahkan lebih awal lagi dari itu, orang-orang Kristen lainnya telah juga membuat koleksi-koleksi ucapan-ucapan Yesus dan kisah-kisah tentang dirinya. Injl Ucapan-ucapan, yang diberi nama Injil Q (= Quelle = sumber; sekarang terdapat di dalam Injil Matius dan Injil Lukas), adalah sebuah kompendium/kumpulan ucapan-ucapan Yesus; kemudian Injil Tanda-tanda ―yang menjadi salah satu sumber penulisan Injil Yohanes ― adalah sebuah kumpulan kisah-kisah perbuatan ajaib yang ditautkan kepada Yesus. Dua kumpulan tulisan ini telah dimasukkan ke dalam kitab-kitab Injil yang berisi narasi-narasi tentang Yesus. Para penulis kitab-kitab Injil PB telah menata ulang kumpulan-kumpulan ucapan-ucapan dan kisah-kisah tentang Yesus itu (Injil Q dan Injil Tanda-tanda) untuk membuat kisah-kisah yang bersambungan. Seperti surat-surat Paulus, kitab-kitab Injil ini, bersama dengan tulisan-tulisan lain, telah dikumpulkan oleh pelbagai gereja. Pada pertengahan abad kedua, ada banyak sekali ragam tulisan yang telah dikenal gereja-gereja, yakni: Injil-injil naratif (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), setidaknya satu Injil Ucapan-ucapan (Injil Thomas), dialog-dialog dan wahyu-wahyu yang diasalkan pada Yesus, bermacam-macam kisah kelahiran Yesus, beberapa kisah perbuatan para Rasul, kotbah-kotbah, dan banyak lagi. Gereja sedang dengan cepat menjadi gereja yang membaca pelbagai bahan tulisan. Dalam waktu satu abad setelah kematian Yesus, orang-orang Kristen telah menghasilkan sejumlah kecil, tetapi beraneka ragam, perpustakaan yang memuat tulisan-tulisan yang dipakai untuk kehidupan mereka. Meskipun demikian, sampai pada waktu itu belum ada saran untuk menciptakan suatu daftar resmi tulisan-tulisan suci, suatu kanon.

Marcion dan Kanon Pertama 

Gerak pertama yang penting menuju pada pembentukan sebuah kanon Kristen dimulai oleh Marcion, seorang pemilik kapal dan pedagang, anak dari seorang bishop dari gereja di Asia Kecil. Marcion (wafat th 160 M) mengusulkan untuk gereja menolak Kitab Suci Yahudi dan menerima sebuah kanon baru yang dimilikinya sendiri. Kanon itu harus terdiri dari hanya satu Injil, yaitu Injil Lukas, dan satu rasul, yakni Paulus. Berdasarkan tafsirannya atas Paulus, Marcion berpendapat bahwa Kitab Suci Yahudi hanya berkaitan dengan Allah yang membuat perjanjian dengan Israel, dan Kitab Suci ini tidak sah bagi orang-orang Kristen. Demi kepentingan menjaga kesatuan gereja dan kebenaran Injilnya, maka gereja harus menentukan tulisan-tulisan normatifnya sendiri dan harus tidak lagi menggunakan Kitab Suci Yahudi. Marcion yakin bahwa rujukan-rujukan kepada Allah yang disembah orang Yahudi yang muncul dalam Injil Lukas dan tulisan-tulisan Paulus adalah penyimpangan-penyimpangan dari apa yang semula ditulis Lukas dan Paulus. Alhasil, Marcion menghapus rujukan-rujukan yang semacam itu dari versi-versi yang ia masukkan ke dalam Perjanjian Baru yang diusulkannya.

Marcion memakai Paulus sebagai pandunya dalam ia merumuskan pandangan Kristen yang benar tentang hal-hal itu. Ditumpasnya oleh Roma pemberontakan Bar Kokhba th 132-135 M, yang merupakan suatu usaha terakhir orang-orang Yahudi memperoleh kemerdekaan mereka, bisa jadi telah memegang andil dalam Marcion menentukan pandangannya tentang Kitab Suci Yahudi. Jika Kitab Suci Yahudi hanya berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi dan Bait Allah, dan jika pranata-pranata ini telah berakhir, maka gereja tidak perlu lagi berurusan dengan Kitab Suci Yahudi. Penyingkiran atas Kitab Suci Yahudi ini telah dibenarkan oleh peristiwa-peristiwa yang telah menimpa bangsa Yahudi. Gerak radikal Marcion ini telah mendorong gereja untuk dengan sadar mengangkat untuk pertama kalinya persoalan penentuan kanon. Marcion jelas adalah orang pertama yang menyarankan perlunya ada sebuah kanon baru yang khusus bagi gerakan Kristen.

Usul Marcion memang sangat mengejutkan bagi banyak orang pada zamannya; rationale (alasan-alasan) teologisnya heterodoks ―bahkan heretik, bidaah. Ini perlu diberi tanggapan. Ini telah memaksa gereja untuk menentukan sikap atas nilai dan status Kitab Suci Yahudi yang telah diambilnya sebagai Kitab Sucinya sendiri. Dan ini juga telah mempercepat gereja untuk menentukan mana dari antara tulisan-tulisan yang dimilikinya yang harus dipandang kanonikal ―normatif―dan mengapa.

Daftar-daftar Pertama  

Gereja menghadapi tantangan Marcion dengan cara menentukan daftar-daftar dari kitab-kitab yang telah disetujui untuk dibaca dalam gereja-gereja. Yang paling awal dari daftar-daftar ini adalah Kanon Muratori, yang biasanya dipandang disusun pada akhir abad kedua. Yang paling memberi pencerahan dari sekian daftar yang ada adalah daftar yang dibuat Eusebius, Bishop Kaisarea, di dalam karya multi-jilidnya tentang sejarah gereja yang diterbitkan tahun 325 M. Daftar buatan Eusebius menunjukkan bahwa sebuah konsensus telah dicapai atas sedikitnya dua puluh kitab yang dimasukkan ke dalam koleksi baru tulisan-tulisan suci, yang dikenal sebagai Perjanjian Baru. Dia membagi tulisan-tulisan ke dalam tiga kategori: tulisan-tulisan yang "diakui", "diperdebatkan", dan "ditolak". Pembagian semacam ini juga berlaku bagi daftar-daftar yang lebih awal. Kita tahu, misalnya, Irenaeus, Bishop dari Lyon di Gaul (Perancis), dalam karyanya yang dihasilkan tahun 185 M, memandang sebagai kanonikal kedua puluh kitab yang kemudian muncul dalam kategori Eusebius sebagai kitab-kitab yang "diakui". Selain itu, Irenaeus juga mengakui Kitab Wahyu dan Gembala Hermas, sehingga totalitas tulisan yang diakui dua puluh dua buah. Pada awal abad ketiga, Origenes dari Aleksandria mendukung kedua puluh dua kitab itu sebagai kanonik. Daftar buatan Origenes hampir sama dengan yang diterima Irenaeus dan terdaftar sebagai kitab-kitab yang "diakui" oleh Eusebius.

Maka dapat dikatakan, bahwa tidak lebih dari dua puluh lima atau tiga puluh tahun setelah Marcion mengusulkan kanonnya, Irenaeus telah mengusulkan sebuah daftar "ortodoks" yang mencakup dua puluh tulisan sebagai kanonik. Daftar ini kemudian ditambahkan, tetapi tidak pernah diubah dalam perdebatan-perdebatan tentang kanon yang terjadi di kemudian hari. Gereja menerima dua kategori mendasar yang diusulkan Marcion, yakni "injil" dan "rasul", tetapi tidak sependapat dengan definisi-definisi minimalistik atas keduanya yang diusulkan Marcion. Bukan satu injil, tetapi empat; bukan satu rasul, tetapi "semua" rasul, yang harus dimasukkan ke dalam kanon. Kisah Para Rasul masuk ke dalam daftar sebagai kitab rasuli juga, bersama dengan surat-surat Paulus dan dua surat umum (surat-surat edaran).

Empat Injil, Satu Injil 

Adanya empat Injil dalam pandangan beberapa orang akan membahayakan kesatuan Injil gereja. Marcion telah mengusulkan suatu injil tunggal, yang memberikan keuntungan berupa terhindarnya kesenjangan-kesenjangan dan inkonsistensi-inkonsistensi apa pun. Sekitar tahun 165 M, Tatian di Syria telah menghasilkan Diatessaron (secara harfiah berarti "satu melalui empat"). Tatian telah menciptakan suatu Injil tunggal gabungan, lewat kombinasi dan harmonisasi teks-teks Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Teks selengkapnya dari karya inovatif ini telah hilang, tetapi ini menyingkapkan suatu dorongan lain untuk membuat kesatuan Injil sebagai kenyataan. Tetapi gereja perdana dulu menolak dorongan-dorongan semacam ini dan memilih untuk memahami keempat Injil sebagai empat kesaksian terhadap satu kisah injil, satu berita keselamatan. Bahkan Irenaeus menambahkan dengan berargumentasi bahwa sama seperti adanya empat penjuru bumi dan empat arah mata angin, maka begitu juga harus ada empat pilar Injil yang Allah telah berikan kepada dunia. Jumlah empat dipakai Irenaeus sebagai bukti langsung dari otentisitas Injil-injil: gereja sedunia dapat memiliki sebuah Injil rangkap empat, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Eusebius (Penasihat Kaisar Konstantinus) 

Pada waktu Eusebius menghasilkan "daftar"-nya dalam tiga golongan di tahun 325 M, ia menggunakan tolok-tolok ukur (kriteria) yang lebih rasional dibandingkan dengan yang dipakai Irenaeus lebih dari satu abad sebelumnya. Eusebius bertanya, apakah tulisan-tulisan telah disebut oleh generasi-generasi terdahulu para pemimpin gereja, apakah gaya penulisannya sejalan dengan tulisan-tulisan yang diketahui telah ditulis pada masa awal sejarah gereja, dan apakah isinya konsisten dengan ortodoksi yang sudah mapan. Jika ada tulisan-tulisan yang mengklaim mengetengahkan iman gereja tetapi tidak memenuhi kriteria ini, maka dia melabelkan tulisan-tulisan itu sebagai "pemalsuan yang dilakukan oleh orang-orang sesat."

Kanon disediakan hanya untuk karya-karya awal, sejauh kekunoan karya-karya itu dapat ditentukan. Para pengumpul Kanon Muratori telah menolak tulisan Gembala Hermas, meskipun tulisan ini populer, karena tulisan ini diketahui disusun "baru-baru ini". Beberapa orang berpendapat, dengan dasar yang lebih beraneka warna, bahwa empedu harus tidak dicampur dengan madu, di mana madu dianggap menggambarkan karya-karya yang lebih ortodoks. Tetapi tidak satu pun dari daftar-daftar yang ada menyebut pengilhaman (inspirasi) sebagai sebuah tolok ukur untuk menentukan tulisan-tulisan mana yang harus dimasukkan ke dalam kanon. Tampaknya, alasannya adalah bahwa karena semua orang Kristen dipenuhi Roh, sebuah klaim pengilhaman tidak akan berguna sebagai suatu cara untuk membedakan tulisan-tulisan Kristen yang kanonikal dari yang ekstra-kanonikal (di luar kanon). Sering kali dicatat bahwa satu tulisan di dalam PB yang mengklaim diilhamkan adalah kitab Wahyu Yohanes, tapi justru kitab inilah yang persisnya paling sering diperdebatkan di antara tulisan-tulisan lainnya yang diusulkan masuk ke dalam PB.

Daftar yang dibuat Eusebius tahun 325 M memuat dua puluh satu tulisan yang dinyatakan "diakui", atau diterima sebagai kanonikal, jika kita menganggap bahwa dia memasukkan Surat Ibrani di antara surat-surat Paulus, dan jika kita memperhitungkan Wahyu Yohanes di antara tulisan-tulisan yang diperdebatkan. Dia tidak mengatakan surat-surat-surat apa yang termasuk ke dalam surat-surat Paulus; dan ia mendaftarkan Wahyu Yohanes dua kali, pertama sebagai tulisan yang ada di antara tulisan-tulisan yang diakui, dan sekali lagi di antara tulisan-tulisan yang diperdebatkan. 

Athanasius 

Daftar berikutnya yang masih ada dari zaman kuno adalah daftar yang dibuat Athanasius yang diterbitkan tahun 367 M. Daftarnya memuat dua puluh tujuh kitab, yang sama dengan yang membentuk PB kita. Di antara masa Eusebius dan masa Athanasius, enam kitab yang diperdebatkan atau ditolak (Yakobus, Yudas, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes dan Wahyu Yohanes) akhirnya menjadi kitab-kitab yang termasuk kategori diakui. Dari zaman Athanasius sampai zaman kita sekarang, kedua puluh tujuh kitab ini tetap berada di dalam kanon, meski pun kitab-kitab itu telah ditantang dari waktu ke waktu oleh para pemimpin gereja dan teolog. Martin Luther (abad 16), misalnya, memandang surat Yakobus, surat Ibrani, surat Yudas dan Wahyu Yohanes tidak pas untuk dimasukkan ke dalam kitab-kitab kanonik.

Alkitab dan Tipu-daya Politik 

Apa yang terjadi di antara masa Eusebius dan masa Athanasius untuk kita dapat menerangkan langkah terakhir yang diambil yang membawa gereja pada suatu konsensus? Bagaimana akhirnya gereja sampai bisa memutuskan apa yang bisa masuk ke dalam kanon dan apa yang harus dikeluarkan dari dalamnya? Sayangnya, sumber-sumber yang bisa kita pakai tidak mengatakan apa-apa tentang hal ini. Konsili Nicea di tahun 325 M tidak membahas masalah ini, dan baik Eusebius maupun Athanasius atau pun para penulis lainnya dari periode ini tidak menceritakan kepada kita mengapa ini bisa terjadi.

Ada satu perkembangan di abad keempat yang bisa memberikan sebuah penjelasan yang menarik dan masuk akal. Pada tahun 331 M., Kaisar Roma, Konstantinus, mengirim sebuah surat (teksnya ada pada kita) kepada Bishop Eusebius di Kaisarea, memintanya untuk mengatur penerbitan lima puluh Alkitab. Kelima puluh Alkitab ini haruslah merupakan salinan-salinan dari "Kitab Suci ilahi" yang dibuat dengan mahir pada perkamen (kertas kulit) yang baik, untuk digunakan di dalam gereja-gereja dari kapitol yang baru dari kekaisarannya, Konstantinopel. Konstantinus bukan hanya menjanjikan akan membayar semua biaya yang dikeluarkan untuk proyek ini; dia juga menyediakan dua kereta kuda untuk menjamin pengapalan yang cepat untuk salinan-salinan yang sudah selesai dikerjakan, supaya ia pribadi dapat memeriksanya.

Eusebius adalah seorang penasihat dan orang kepercayaan sang Kaisar. Dia di mana-mana dipandang sebagai arsitek utama dari filsafat politik dari kekaisaran yang dibentuk Konstantinus. Dia adalah seorang sekutu terpercaya sang Kaisar dalam membela dan menerapkan kebijakan-kebijakan untuk mengatur negara yang baru dikristenkan. Eusebius tahu bahwa Konstantinus peduli terhadap kesatuan gereja dan kesatuan kekaisarannya. Eusebius juga tahu bahwa kelima puluh Alkitab yang baru itu yang telah disiapkan untuk ibu kota kekaisarannya akan memainkan suatu peran penting dalam membangun kesatuan gereja. Inklusivitas daftar buatan Athanasius tampak merupakan akomodasi atau penyesuaian politis. Daftar ini mengatasi silang-sengketa mengenai status kanonik dari surat Ibrani dan Wahyu Yohanes dengan cara memasukkan keduanya ke dalam kanon. Karena itu, tampak masuk akal jika kita menduga bahwa penambahan enam buku terakhir ini ke dalam daftar kanon bukanlah hasil dari argumen historis atau teologis, tetapi didesak oleh kebutuhan negara. Dengan kata lain, kanon PB dimantapkan demi tujuan-tujuan praktis ketika Konstantinus memberi perintah untuk memproduksi lima puluh Alkitab. Penerbitan kelima puluh Alkitab ini adalah bukti yang jelas dari kesatuan gereja dan karenanya juga kesatuan kekaisaran.

Alkitab: Kanon Yang Terbuka  

Kanon abad keempat telah dapat bertahan lama, tetapi kanon ini tidak dipandang sebagai final dan tidak pernah diterima secara universal. Di antara gereja-gereja Ortodoks Timur keanekaragaman kanon nyata terjadi, sebelum Konstantinus bergerak lebih jauh. Kanon gereja Syria, misalnya, adalah Peshitta, sebuah versi Syria dari PB yang ditetapkan pada abad kelima. Dalam Peshitta tidak ada 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu Yohanes. Luther menempatkan Ibrani, Yakobus, Yudas, dan Wahyu Yohanes terakhir di dalam terjemahan PB yang dibuatnya tahun 1522, karena dia meragukan klaim berstatus kanonik dari tulisan-tulisan ini. Alkitab Gustavus Adolphius (Stockholm, 1618) memperlakukan keempat tulisan ini sebagai tulisan-tulisan apokrif. William Tyndale, "Bapak Alkitab berbahasa Inggris", menempatkan keempat tulisan yang sama ini di tempat terakhir dalam terjemahan PB yang dibuatnya tahun 1526, tampaknya mengikuti langkah Luther.

Gereja Roma Katolik (GRK) tidak mengeluarkan sebuah pernyataan otoritatif mengenai isi Alkitab sampai 8 April 1546, ketika Konsili Trente, dengan voting 24 lawan 15, dengan 16 abstein, menyatakan tulisan-tulisan di dalam versi Latin Vulgata, yang disusun Jerome, sebagai kanon resmi gereja. Namun, kanon GRK berbeda dari Alkitab yang diterima kebanyakan gereja Protestan: kanon GRK mencakup Apokrifa PL, serangkaian kitab antar-perjanjian yang tidak diterima kanon Protestan.

Sebetulnya, tidak ada suatu kanon tunggal yang diterima sebagai final oleh seluruh gereja. Untuk gereja am/katolik/universal, status kanon pada masa kini menyerupai statusnya pada masa Eusebius: status ini menyangkut masalah konsensus dan masalah perbedaan. Di dalam mencapai konsensus, tentu saja berbagai kepentingan insani dan duniawi bermain sangat kuat.

Lampiran 1: Eusebius mengenai Kanon PB 

Tapi sekarang ketika kita sudah mencapai pokok ini, maka masuk akal jika kita meringkaskan tulisan-tulisan mana yang masuk ke dalam PB seperti telah disebutkan sebelumnya. Maka, pertama-tama kita harus menempatkan empat Injil kudus, yang diikuti oleh Kisah Para Rasul. Setelah ini, kita harus memperhitungkan surat-surat Rasul Paulus, sesudahnya kita harus menyatakan sebagai asli surat/epistle Yohanes, demikian juga surat Petrus. Setelah semua tulisan ini, kita harus menempatkan, jika ini sungguh tampak benar, Wahyu Yohanes, pandangan-pandangan yang sudah dipegang tentang mana kita akan paparkan pada waktu yang tepat. Semua tulisan ini termasuk ke dalam tulisan-tulisan yang diakui. Tetapi ada tulisan-tulisan yang diperdebatkan, meski pun sudah dikenal oleh mayoritas, yakni: Surat Yakobus, surat Yudas, dan surat 2 Petrus; dan 2 dan 3 Yohanes, entah apakah keduanya milik penulis Injil atau mungkin milik orang lain yang memiliki nama yang sama. Di antara tulisan-tulisan palsu, ada yang juga harus disebut: Kitab Akta Paulus, dan Gembala sebagaimana ini disebut; dan Wahyu Petrus; dan, tambahan lagi, surat Barnabas, dan Pengajaran Para Rasul sebagaimana ini disebut; dan, lagi, seperti saya sudah katakan, Wahyu Yohanes jika ini tampak benar. (Yang terakhir ini, sudah saya katakan, ditolak oleh sejumlah orang, tetapi ada juga kalangan yang memberinya tempat di antara tulisan-tulisan yang diakui). Dan di antara tulisan-tulisan ini, beberapa orang memperhitungkan juga Injil Orang-orang Ibrani, sebuah karya yang diterima khususnya oleh orang-orang Ibrani yang telah menerima Kristus. Adapun semua tulisan ini masuk ke dalam tulisan-tulisan yang diperdebatkan; namun kita telah dipaksa untuk membuat sebuah katalog dari tulisan-tulisan ini juga, untuk membedakan tulisan-tulisan yang oleh tradisi gereja dipandang benar dan asli dan diakui, dari tulisan-tulisan lain yang tidak termasuk ke dalam tulisan-tulisan yang benar dan asli ini; namun, meski pun tulisan-tulisan lain ini tidak kanonik bahkan diperdebatkan, tulisan-tulisan ini diakui oleh kebanyakan gerejawan. [Dan kita sudah melakukan ini] agar kita dapat mengetahui baik tulisan-tulisan yang sama maupun juga tulisan-tulisan yang oleh para bidaah diajukan di dalam nama para rasul, entah yang berisi Injil Petrus atau pun Injil Thomas dan Injil Matthias, atau bahkan beberapa tulisan lain selain yang telah disebut ini, atau yang berisi Akta Andreas dan Akta Yohanes dan akta rasul-rasul lainnya. Tidak satupun di antara tulisan-tulisan bidaah ini telah dipandang patut disebut di dalam suatu risalah yang dibuat oleh satu anggota dari serangkaian generasi para gerejawan; dan karakter dari gaya penulisan tulisan-tulisan ini tidak mencerminkan sama sekali gaya penulisan para rasul; dan pemikiran serta tujuan dari isi tulisan-tulisan ini sama sekali tidak selaras dengan ortodoksi yang sejati, sehingga ini menyatakan dengan tegas bahwa tulisan-tulisan ini pastilah tulisan-tulisan palsu yang dibuat para bidaah. Karena alasan ini, tulisan-tulisan ini bahkan haruslah tidak ditempatkan di antara tulisan-tulisan palsu, tetapi harus ditolak sama sekali sebagai tulisan-tulisan yang buruk, menakutkan dan tidak beriman.

Lampiran 2: Athanasius, Daftar-daftar kanonik 

Haruslah tidak boleh ada keraguan untuk menyatakan lagi [kitab-kitab] dari PB; kitab-kitab ini adalah: Empat Injil, yakni Injil menurut Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Selanjutnya, setelah ini, juga Kisah Para Rasul, dan tujuh surat yang disebut Surat-surat Katolik dari para Rasul, sebagai berikut: Surat Yakobus, 1 dan 2 Petrus, lalu 3 surat Yohanes; dan setelah ini, surat Yudas. Sebagai tambahan dari ini semua, ada empat belas surat dari Paulus, dengan urutan sebagai berikut: Pertama, surat Roma; lalu dua surat Korintus; dan setelah ini surat-surat Galatia, Efesus; lalu surat-surat Filipi dan Kolose dan dua surat Tesalonika; dan surat Ibrani. Selanjutnya dua surat Timotius; dan satu untuk Titus, dan yang terakhir surat Filemon. Juga, Wahyu Yohanes…. Tetapi saya perlu menulis, bahwa saya perlu menambahkan ini demi setidaknya kelengkapan, bahwa ada kitab-kitab lain selain yang telah disebut ini, yang kendatipun tidak kanonik, namun "direkomendir" olah para Bapak Gereja untuk dibaca oleh para pemula dan oleh mereka yang ingin diajar dalam pengajaran kesalehan: Hikmat Salomo, Hikmat Sirakh, Esther, dan Yudit, dan Tobit, dan apa yang disebut Pengajaran Para Rasul, dan Sang Gembala. Dan, kekasihku, tulisan-tulisan yang sebelumnya telah dikanonisasikan, dan yang kemudian perlu dibaca; akan tetapi, tidak disebutkan tulisan-tulisan apokrifa, tetapi tulisan-tulisan apokrifa adalah suatu alat dari kalangan bidaah, [yang] menulis tulisan-tulisan ini ketika mereka mau lalu menyetujui semuanya dan memberikan waktu penulisan pada periode awal supaya dengan itu mereka dapat menampilkan semuanya sebagai tulisan-tulisan kuno; dengan begitu, mereka mempunyai sebuah dalih untuk menyesatkan orang-orang sederhana melalui tulisan-tulisan ini.

Lampiran 3: Viktor Konstantinus Maximus Augustus kepada Eusebius 

Di dalam kota yang memakai namaku, dengan pertolongan Allah, providentia Penyelemat kita, sejumlah sangat besar orang telah menggabungkan diri mereka ke dalam gereja yang paling kudus. Karena itu, sementara segala hal yang dilakukan di sana telah meningkat dengan sangat besar, tampaknya sudah sangat wajib bahwa harus ada lebih banyak gereja yang dibangun di dalam kota itu. Engkau begitu ingin menerima apa yang aku telah putuskan untuk melakukannya. Sebab tampaknya pas, untuk menandakan kebijaksanaanmu, bahwa engkau harus memesan lima puluh salinan Kitab Suci ilahi (persedian dan penggunaannya, tentang mana kamu sudah tahu, akan sangat diperlukan bagi pengajaran gereja) yang harus ditulis pada kertas kulit yang telah disiapkan dengan baik, oleh para penyalin yang paling cakap di dalam seni menulis dengan benar dan tepat; salinan-salinan Kitab Suci itu harus sangat mudah dibaca; dan dapat dengan mudah diangkut sampai pada penggunaannya. Tambahan pula, surat-surat telah dikirim kepada pejabat kepala keuangan dari keuskupan, yang berisi perintah bahwa dia harus telaten menyediakan segala hal yang diperlukan untuk menyelesaikan salinan-salinan yang telah dikatakan. Ini, karena itu, akan menjadi tanggungjawabmu, untuk memperhatikan agar salinan-salinan itu dapat dengan segera disediakan. Engkau juga akan diberi kuasa dengan otoritas surat kami ini, untuk menggunakan dua angkutan umum kereta kuda, untuk membantu transportasi. Sebab, dengan sarana ini, hal-hal yang dituliskan dengan benar, dapat dengan lapang diperlihatkan kepada penglihatan kami, yakni, satu dari para diaken gerejamu dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan ini. Yang, ketika dia datang kepada kami, akan dibuat pantas untuk menerima karunia kami. Allah memeliharamu, saudaraku tersayang!

Lampiran 4: Nama-nama dan peristiwa
 
Klemen (abad 1 M): Mungkin bishop ketiga dari kota Roma, dan penulis sebuah surat (1 Klemen) yang ditujukan kepada gereja di Korintus kira-kira tahun 95.

Ignatius (sekitar 35-107 M): Bishop Antiokhia di Syria dan penulis surat-surat kepada beberapa gereja: Efesus, Magnasia, Trallia, Roma, Filadelfia, Smirna. Dia juga menulis sebuah surat kepada Polikarpus, bishop Smirna.

Marcion (wafat sekitar th 160): Seorang penduduk asli Sinope di Pontus dan seorang pemilik kapal yang kaya raya. Dia diekskomunikasikan pada th 144.

Kanon Muratori: daftar tertua yang masih ada dari tulisan-tulisan PB, ditemukan pada abad 18 oleh L.A. Muratori di dalam manuskrip abad kedelapan. Daftar ini umumnya dipandang berasal dari abad kedua M.

Tatian (abad kedua M): Seorang penduduk asli Assyria; dia adalah seorang apologis Kristen dan penulis Diatessaron, sebuah sejarah kehidupan Kristus yang dihimpun dari empat Injil dan dipakai di gereja Syria sampai abad kelima M.

Irenaeus (ca. 130-200 M): Bishop dari Lyon, Gaul (Perancis).

Origenes (ca. 185-254 M): Kritikus Alkitab dari Aleksandria, penafsir, teolog dan penulis soal-soal kerohanian.

Eusebius (ca. 260-340 M): Bishop Kaisarea. Karyanya yang multi jilid, Sejarah Gereja, berisi sejarah gereja sampai sekitar th 300 dan diterbitkan th 325 M.

Konstantinus (ca. 274-337 M): Kaisar Roma yang kebijakannya adalah menyatukan gereja Kristen dengan Negara melalui ikatan-ikatan yang sedekat mungkin. Hukum-hukum dan surat-suratnya menjadi suatu sumber utama bagi kajian-kajian tentang hubungan-hubungan kekristenan dengan Negara dari th 313 ke depan.

Athanasius (ca. 296-373 M): Bishop dari Aleksandria, Mesir.

Konsili Nicea (325 M): Konsili umum pertama dari gereja Kristen yang dihimpun oleh Kaisar Konstantinus yang takut bahwa pertikaian yang terjadi di dalam gereja akan dapat menimbulkan kekacauan di dalam kekaisaran. Kredo/Pengakuan Iman Nicea adalah hasilnya.

Konsili Trente (1545-1563): Sebagai tanggapan terhadap Reformasi Protestan, konsili ini mendefinisikan doktrin Katolik yang berbeda dari doktrin Protestan dan menerapkan pembaruan-pembaruan untuk memulai suatu revitalisasi.




Jika Anda Bernafas Berarti Anda Memiliki Tujuan

04 Oktober 2020

Bacaan Hari ini:
Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. 
👉 Ia mausupaya kita hidup di dalamnya."
-----------------
✒️ Tuhan tidak menciptakan sesuatu tanpa tujuan. 
==> Jika Anda bernapas, 
==> Anda punya tujuan. Di dalam Kristus, Anda memiliki sesuatu untuk ditawarkan kepada dunia.

Tuhan menciptakan Anda sedemikian rupa dan membentuk Anda dengan istimewa agar Anda dapat memberikan kontribusi.
Tidak ada yang pernah menjadi Anda di masa lalu, atau akan menjadi Anda di masa depan. Tuhan tidak menciptakan klon atau tiruan diri Anda. Bahkan kembar identik sekali pun berbeda dalam beribu hal.

Sidik jari, suara, jejak, detak jantung, dan mata Anda unik. Anda bukan satu-satunya dari jutaan orang; Anda satu-satunya dari triliunan orang. Tuhan menciptakan Anda spesial. Dan Dia ingin Anda menjadi Anda.

Seumur hidup Anda mungkin Anda telah mendengar orang lain berkata ini, "Kenapa sih kau tidak bisa seperti ... [saudara laki-laki atau perempuan atau temanmu]?" 
Tetapi apabila Tuhan tidak ingin Anda menjadi Anda, maka tidak akan ada Anda.

Mungkin selama ini Anda menghabiskan hidup Anda mencoba menjadi seperti orang lain. Ketika Anda melakukan itu, Anda kehilangan seluruh tujuan Anda.

Tuhan tidak menciptakan Anda dan menempatkan Anda di sini, di planet ini hanya untuk bernafas, tinggal di bumi, dan mati. Jika Anda masih bernafas, artinya ada kontribusi yang hanya dapat diberikan oleh Anda sendiri.

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" 
(Efesus 2:10).

Anda adalah mahakarya Allah. Sebelum Anda dilahirkan, Dia telah merencanakan hal-hal baik yang Dia ingin Anda lakukan dalam hidup Anda. Singkat kata, Dia memberi Anda sebuah pelayanan.

Setiap orang memiliki sebuah pelayanan. Tuhan telah memberi Anda karunia, kemampuan, dan pengalaman rohani yang unik untuk membantu orang lain.

Ketika Anda melihat bagaimana Anda telah diperlengkapi dan menggunakannya untuk memberkati orang lain, maka Anda akan menemukan pelayanan Anda. Dan Anda akan menemukan tujuan Anda.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda, apa yang akan terjadi jika Anda tidak menggenapi tujuan Anda?

- Bagaimana menggenapi tujuan atau pelayanan dapat memberi dampak pada gereja?

- Pikirkan bagaimana Allah telah membentuk Anda secara unik. Buatlah daftar karunia rohani, karunia hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda. Bagaimana Allah ingin Anda menggunakannya untuk pelayanan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11
________________
Anda dapat menemukan pelayanan Anda dengan melihat bagaimana Allah telah membentuk Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===============
If You're Breathing, You Have a Purpose
By Rick Warren

"For we are God's masterpiece. He has created us anew in Christ Jesus, so we can do the good things he planned for us long ago." Ephesians 2:10 (NLT)
----------------------
God didn't create anything without a purpose. If you're breathing, you have a purpose. In Christ, you have something to offer the world.

When God made you, he wired you in a certain way and uniquely shaped you for a contribution. Nobody has been you in the past or will be you in the future. God doesn't create clones or copies. Even identical twins are different in thousands of ways.

Your thumbprint, voice, footprint, heartbeat, and eyes are unique. You're not one in a million. You're one in trillions. God custom-made you. And he wants you to be you.

You may have heard all your life, "Why can't you be more like [your brother or sister or friend]?" But if God hadn't wanted you to be you, then you wouldn't exist.

And, yet, you may spend your life trying to be somebody you're not. When you do that, you miss your whole purpose.

God did not make you and put you here on this planet just to breathe air, take up space, and die. If you're here, there's a contribution that only you can make.

"For we are God's masterpiece. He has created us anew in Christ Jesus, so we can do the good things he planned for us long ago" (Ephesians 2:10 NLT).

You are God's masterpiece. Before you were born, God planned the good things he wanted you to do with your life. In other words, he gave you a ministry.

Everybody has a ministry. You can find your ministry by looking at how God shaped you. He gave you unique spiritual gifts, abilities, and experiences to help other people.

When you see how you are shaped and use that shape to bless others, then you will find your ministry. And you will find your purpose.



Jumat, 02 Oktober 2020

Kita Butuh Komunitas

Seorang pria, yang biasanya secara teratur rajin menghadiri pertemuan keluarga tiba-tiba tanpa pemberitahuan apapun, mendadak berhenti berpartisipasi pada kelompok tsb.
Setelah beberapa minggu berlalu, pada suatu malam yang sangat dingin, ketua dari kelompok keluarga tsb memutuskan untuk mengunjunginya.
 Dia menemukan pria itu di rumah sendirian, duduk di depan perapian api yang menyala.
 Pria tsb menyambut sang ketua.  Beberapa saat berlalu, hanya ada keheningan yang diantara mereka.
 Kedua pria itu hanya duduk diam menyaksikan nyala api menari nari  di sekitar batang kayu yang berderak di perapian.
 Setelah beberapa menit sang ketua, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, berdiri lalu memeriksa bongkah bongkah kayu yang terbakar diperdiangan dan memilih salah satu yang paling menyala dan bersinar diantara bongkahan kayu lainnya, kemudian dengan menggunakan penjepit dia memindahkannya ke samping perapian. Lalu dia duduk kembali.
Tuan rumah hanya duduk diam sambil memperhatikan semuanya dengan tertarik.
Tak lama kemudian, nyala api dari  kayu yang disisihkan itu meredup dan lambat laun padam.
Dalam waktu singkat apa yang sebelumnya begitu terang dan panas berubah menjadi sepotong kayu mati, hitam tidak menarik.

 Sejak kedatangan sang ketua, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua, hanya beberapa patah kata yang terucap.
Sebelum bersiap untuk pamit dan pergi, sang ketua dengan penjepit tadi mengambil potongan kayu yang mati itu dan meletakkannya kembali di tengah kobaran api.  Dengan segera potongan kayu tsb disambar oleh jilatan api yang panas, dan tak lama kemudian menyala lagi, terkena nyala api & panas bara api di sekitarnya.

 Ketika sang ketua mencapai pintu untuk pergi, tuan rumah berkata: "Terima kasih atas kunjungan Anda dan pelajaran yang Anda berikan. Saya akan segera kembali datang ke pertemuan keluarga kita."

Mengapa grup itu begitu penting?  Sangat sederhana:
Karena setiap anggauta yang menarik diri dari grup/kelompoknya akan mengurangi api semangat & kehangatan dari dirinya sendiri dan dari anggauta lainnya.
Perlu diingatkan kepada anggota grup bahwa mereka adalah bagian dari nyala api itu, serta baik juga untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita semua bertanggung jawab untuk menjaga api tetap menyala, serta kita harus mendukung persatuan di antara grup kita sehingga apinya benar-benar kuat, efektif dan tahan lama.

GRUP JUGA ADALAH KELUARGA 
"Tidak masalah jika terkadang kita merasa terganggu oleh begitu banyak pesan pesan,  pertengkaran dan kesalahpahaman."
Yang penting adalah kita tetap terhubung.  Kita berada dalam grup untuk bertemu, bersilaturahmi, belajar, bertukar ide, atau sekadar untuk mengetahui bahwa kita tidak sendiri.
Hidup itu terasa lebih indah bila dilalui bersama teman & keluarga.

Mari kita jaga terus nyala api ini 💪💪

Bagaimana Yesus Membuat Anda Dapat Diterima oleh Allah?

03 Oktober 2020

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 1:30 "Tetapi 
==> oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang 
==> oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. 👉 Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita."
-------------------
✒️ Kebanyakan orang menghabiskan seluruh hidup mereka 
👉  berusaha untuk diterima.

🔎 Anda mungkin 
📌 mengenakan pakaian yang Anda pakai atau 
📌 mengendarai mobil yang Anda kendarai sebab 
==> Anda ingin merasa diterima
📌 Teman-teman yang Anda pilih, 
📌 makanan yang Anda makan, dan 
📌 apa yang Anda katakan di Internet 
==> sering kali dikarenakan oleh kebutuhan yang sangat besar untuk diterima oleh orang lain.

👉 Tetapi, Saudara, Anda telah diterima oleh Tuhan yang menciptakan Anda.

"Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita"
(1 Korintus 1:30).

✒️ Anda tidak mendapatkan penerimaan dari Allah. 
==> Dia mengaruniakannya kepada Anda secara cuma-cuma. 
==> Dia sendiri memampukan Anda untuk berada dalam Kristus Yesus. Dan 
👉 Yesuslah yang membuat Anda dapat diterima oleh Allah.

🔎 Bagaimana Yesus membuat Anda diterima oleh Allah? 
👉 Ini faktanya: 
==> Allah sempurna, dan 
==> manusia tidak. Lalu, 
🔎 bagaimana mungkin Tuhan yang sempurna membiarkan orang yang tidak sempurna masuk ke tempat sempurna yang disebut surga? 
👉 Sesuatu yang besar pasti telah terjadi.
📌 Allah sendiri yang menyelesaikan masalah itu. 
📌 Dia datang ke Bumi sebagai manusia 
==> dalam rupa Yesus Kristus, dan 
==> mati buat dosa Anda.

💡 Itu disebut sebagai 
==> kasih karunia, 
==> penebusan, atau 
==> penyelamatan oleh Allah
👉 Istilah teologisnya adalah dibenarkan
di mana Allah membuat Anda bersih dan sempurna di mata-Nya
~ terlepas apa pun yang telah Anda perbuat.

✒️ Allah telah mengutus Putra-Nya untuk mati buat Anda agar Anda diterima oleh-Nya. Jadi, 
👉 jika Dia telah menerima Anda, 
👉 mengapa Anda butuh persetujuan dari orang lain?

✒️ Salah satu hal paling melegakan dalam hidup adalah 
👉 pada akhirnya Anda yakin bahwa Anda tidak memerlukan persetujuan dari orang lain untuk merasa diterima dan bahagia.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda merasa diterima oleh Allah? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Allah telah menerima Anda bisa membantu Anda untuk menggenapi tujuan Anda?

- Apa beberapa ayat Alkitab yang dapat mendorong Anda ketika Anda mulai berpikir bahwa Tuhan tidak mungkin menerima Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6
__________
==> Anda terpilih, 
==> Anda dikasihi, dan 
==> Anda diterima. 
👉 Biarkan kebenaran ini membawa Anda menuju hidup yang menyenangkan dan bertujuan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==============
How Does Jesus Make You Acceptable to God?
By Rick Warren

"For it is from God alone that you have your life through Christ Jesus. He showed us God's plan of salvation; he was the one who made us acceptable to God; he made us pure and holy and gave himself to purchase our salvation." 1 Corinthians 1:30 (TLB)
--------------------
Most people spend their entire lives trying to be accepted.

You may wear the clothes you wear or drive the car you drive because you want to be accepted. The friends you choose, the food you eat, and what you say on the Internet are often motivated by a massive need for acceptance.

But, friend, you're already accepted by the God who created you.

"For it is from God alone that you have your life through Christ Jesus. He showed us God's plan of salvation; he was the one who made us acceptable to God; he made us pure and holy and gave himself to purchase our salvation" (1 Corinthians 1:30 TLB).

You didn't earn God's acceptance. God freely gave it to you. He alone made it possible for you to be in Christ Jesus. And Jesus is the one who made you acceptable to God.

How did Jesus make you acceptable to God? Well, first, here's the age-old problem: God is perfect, and people are not. So how could a perfect God let imperfect people into a perfect place called heaven? Something had to happen.

God took care of the problem. He came to Earth as a man in the form of Jesus Christ and died for your sin. This is called grace, redemption, or being rescued by God. The theological term is justification, where God makes you clean and perfect in his eyes, no matter what you've done.

God sent his Son to die for you so that you would be acceptable to him. So, if God has accepted you, why do you need the approval of other people? One of the most liberating things in life is to finally believe that you don't need other people's approval to be accepted and to be happy.

You are chosen, you are loved, and you are accepted. Let this truth lead you into a joyful, purpose-filled life.



Kamis, 01 Oktober 2020

Bisakah Anda Membuat Tuhan Berhenti Mengasihi Anda?

02 Oktober 2020

Bacaan Hari ini:
Roma 8: 38-39 "Sebab aku yakin, bahwa 
==> baik maut, maupun hidup, 
==> baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, 
==> baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
-----------------------
Alkitab mengatakan dalam Efesus 1 bahwa sebelum dunia dijadikan, Ia telah memilih Anda. Namun, Dia tidak hanya memilih Anda. Dia telah memutuskan untuk mencurahkan kasih-Nya kepada Anda. Dia menciptakan dunia karena Dia mengasihi Anda dan menginginkan sebuah tempat untuk ditinggali oleh keluarga-Nya.

Anda bukan hanya terpilih. Anda dikasihi.

Sebelum bumi ini diciptakan, Allah telah menempatkan Anda sebagai pusat dari kasih-Nya. Anda mungkin jarang memusatkan perhatian Anda pada Allah. Tetapi Dia selalu fokus pada Anda. Bahkan Dia dapat fokus pada semua orang pada saat bersamaan. Mengapa? Sebab Dia adalah Tuhan.

Di setiap momen dalam hidup Anda, Allah fokus pada Anda. Dia melihat setiap momen di kala senang, susah, baik, buruk, di atas, di bawah, saat sukacita dan di saat air mata jatuh. Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda, dan Dia tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda.

"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" 
(Roma 8: 38-39).

Anda tidak akan bisa dipisahkan dari kasih Allah oleh karena dua alasan:

Kasih itu kekal, dan tanpa syarat.
Allah tidak pernah berkata, "Aku mengasihi-Mu jika..." Dia tidak berkata, "Aku mengasihi-Mu karena..." Allah berfirman, "Aku mengasihi-Mu... titik." Allah memberi Anda kasih yang kekal dan tanpa syarat, sebab Allah adalah kasih.

Kasih Allah untuk Anda tidak didasarkan pada apa yang Anda lakukan, tetapi oleh karena siapa Dia.
Kasih-Nya tidak didasarkan pada perbuatan Anda, tetapi oleh karena sifat-Nya. Anda bisa mencoba membuat Tuhan berhenti mengasihi Anda, tetapi ketahuilah Anda akan gagal.

Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Allah kurang mengasihi Anda.
Dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Dia lebih mengasihi Anda. 
Begitu cintanya Dia sehingga Dia menciptakan Anda dan mengarahkan fokus perhatian-Nya kepada Anda. 
Dia begitu mencintai Anda sehingga Dia ingin bersama Anda selamanya, meskipun Anda berdosa terhadap-Nya. 
Dia begitu mencintai Anda sehingga mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan Anda dari dosa Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa Allah selalu fokus pada Anda? Bagaimana Anda tahu bahwa Anda selalu menjadi fokus kasih-Nya?

- Pernahkah Anda takut karena telah melakukan sesuatu yang membuat Allah kurang mengasihi Anda? Bagaimana Anda kembali yakin dengan dengan kasih-Nya?

-Apa yang Anda ketahui tentang karakter-Nya yang membuat Anda yakin akan kasih-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5
____________
Anda tidak akan pernah menemukan cinta kasih yang lebih besar dari 
==> cinta-Nya Tuhan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Can You Make God Stop Loving You?
By Rick Warren

"For I am convinced that neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord." Romans 8:38-39 (NIV)
--------------------
The Bible says in Ephesians 1 that, before he laid down the earth's foundations, God chose you. But he didn't just choose you. He set his love on you. He made the world because he loves you and wanted a place for his family.

You're not only chosen. You're loved.

Before the earth was created, God settled on you as the focus of his love. You may rarely be focused on God. But God is focused on you all the time. In fact, God can focus on everybody at the same time. Why? Because he's God.

At every moment of your life, God is focused on you. He sees every high, every low, every good moment, every bad moment, every mountain, every valley, every joy, and every tear. God made you to love you, and he will never stop loving you.

"For I am convinced that neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord" (Romans 8:38-39 NIV).

You can't be separated from God's love for two reasons: It's eternal, and it's unconditional. God never says, "I love you if . . . " He doesn't say, "I love you because . . . " God says, "I love you . . . period." God gives you an eternal, unconditional love because God is love.

God's love for you is based not on what you do but on who he is. It's not based on your performance. It's based on his character. You can spend your whole life trying to make God stop loving you, but you will fail.

There is nothing you can do to make God love you less. And there's nothing you can do to make God love you more. He loved you enough to create you and set his focus on you. He loved you enough to want to be with you forever, despite your sin against him. He loved you enough to send his Son to save you from your sin.

You'll never find a greater love.