Kamis, 04 Mei 2017

Anda bisa Mengandalkan Tuhan

Anda bisa Mengandalkan Tuhan    05 Mei 2017    Bacaan Hari ini:  Yakobus 1:17   ~ "Setiap pemberian yang baik dan  ~  setiap anugerah yang sempurna,   ~ datangnya dari atas,   ~ diturunkan dari Bapa segala terang;   ~ pada-Nya tidak ada perubahan atau   ~ bayangan karena pertukaran."  -------------------------  Ketika segala sesuatu di sekeliling Anda berubah, penting untuk diingat bahwa   ~ Tuhan adalah Bapa yang konsisten.  ~ Dia tidak akan pernah mengecewakan Anda.   ~ Dia bisa diandalkan.   ~ Dia bisa dipercaya.   ~ Dia layak dipercaya.    Yakobus 1:17 mengatakan,   ~ "Setiap pemberian yang baik dan   ~ setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran."     Tuhan adalah Bapa yang tak pernah berubah, Bapa yang konsisten.    Ayah duniawi seringkali tidak bisa ditebak.     Saya pernah mengobrol dengan orang-orang yang berkata, "Ketika saya kecil,   ~ saya tidak tahu bagaimana ayah saya akan memperlakukan saya.   ~ Saya tidak tahu apakah dia akan menjadi ayah yang pendiam atau yang kasar.   ~ Saya tidak tahu apakah dia akan memeluk saya atau memukul saya.   ~ Saya tidak tahu apakah dia akan menyambut saya atau mengusir saya."     Ayah yang tidak konsisten menghasilkan   ~ anak-anak yang tak percaya diri.    Tetapi  ~ Tuhan tidak pernah berubah-ubah sikap.   ~ Bapa surgawi kita itu konsisten.     Salah satu hal yang bisa Anda andalkan ialah fakta bahwa   ~ Tuhan selalu memperlakukan Anda sama.    Alkitab mengatakan dalam   2 Timotius 2:13,   ~ "Jika kita tidak setia,   ~ Dia tetap setia, karena  ~ Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."    Kita tahu bahwa  zaman ini berubah lebih cepat dari sebelumnya. Maka ketika segala sesuatunya tidak pasti, Anda membutuhkan sesuatu dalam hidup Anda   ~ yang tidak akan pernah berubah,   ~ yang dapat dijadikan sebagai sebuah jangkar bagi jiwa Anda.     Anda membutuhkan sebuah pegangan yang pasti untuk menenangkan jiwa Anda.    Namun ada satu masalah:  ~ Di dunia ini, tak ada yang abadi.     Hanya ada satu hal yang bisa Anda andalkan yang tidak akan pernah berubah:   ~ Bapa kita di Surga yang konsisten, yang penuh kasih.     "Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku;" (Mazmur 59: 10a).    Anda dapat berpegang pada kebenaran itu.     Renungkan hal ini:  ~ Apa yang selama ini Anda gunakan sebagai pegangan dalam hidup Anda?  ~ Berkat-berkat apa yang baik dan sempurna dalam hidup Anda yang merupakan bukti cinta kasih Tuhan yang tak berubah untuk Anda?  ~ Bagaimana stabilitas mengurangi stres Anda?  ________________  Percayalah Tuhan tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya. Begitu juga kasih setia-Nya dalam hidup kita.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Rabu, 03 Mei 2017

KAUM SARUNGAN VS KAUM GAMIS


KAUM SARUNGAN VS KAUM GAMIS

Melihat video ceramah Habib Riziq di Madinah, ada poin menarik yang dia sampaikan..

"Islam di Indonesia ini terbagi dua, yaitu Islam fundamentalis dan Islam tradisionalis. Sekarang ini kedua Islam ini sedang di adu domba. Terbayang ketika Islam fundamentalis dan Islam tradisionalis melebur jadi satu, maka Islam di Indonesia ini akan sangat kuat.."

Perkataan Habib Riziq persis seperti apa yang sering saya sampaikan. Hanya bahasa HR kali ini bernada ketakutan.

Kenapa ? Karena HR sudah tahu, siapa yang nanti akan jadi musuh besarnya.

Layaknya virus, pasti ada anti virus.

Dan - menurut saya - virus radikal yang dibawa Islam fundamental hanya bisa dihadapi dengan Islam tradisional. Ketika akhirnya kedua Islam itu berhadap-hadapan, maka sulit bagi yang radikal memainkan "perang" yang selama ini mereka kuasai yaitu fitnah.

Senjata fitnah untuk menghancurkan karakter lawannya inilah yang selama ini menjadi andalan utama mereka. Mereka memainkan tafsir ayat untuk menyerang pemimpin non muslim. Mereka memainkan isu PKI untuk menghantam Jokowi dan jajaran pemerintahannya.

Tapi ketika para fundamentalis ini berhadapan dengan kekuatan Islam besar tradisional, fitnah apa yang bisa mereka lancarkan ? Sama-sama Islam. Paling isu recehan seperti "penjaga gereja" dan lain-lain.

Islam tradisional inilah yang akan menjadi batu penghalang berkembangnya ideologi Islam fundamental yang condong radikal. Masyarakat akan terbelah dua dalam menanggapi "pertarungan" ke dua kubu ini, karena isu yang dipakai sama yaitu agama.

Lalu siapakah Islam tradisional yang HR maksudkan ? Tentu saja Nahdlatul Ulama yang secara turun temurun menjaga adat dan budaya keIslaman di negeri ini. Islam tradisional inilah Islam pertama di Indonesia, sedangkan yang fundamental baru-baru ini saja ada.

Antivirus radikal memang ada di NU, dalam hal ini saya persempit lagi pengertiannya NU muda yang tergabung dalam organisasi GP Ansor dan Banser. 

Dan sudah terbukti, Islam tradisional berhadapan head to head dengan fundamental yang berbaju HTI. FPI dan lain-lain di beberapa daerah. Istilah gaulnya adalah kaum sarungan vs kaum gamis.

Tidak ada lagi yang pantas berhadapan dengan kaum radikal itu selain GP Ansor dan Banser. Bahkan dalam kekuatan massa, Ansor dan Banser sejatinya jauh lebih kuat jika dilihat dari jumlah anggotanya.

Hanya sayang sekali, Ansor dan Banser kekurangan satu unsur utama saja dalam peperangan yaitu logistik.

Logistik inilah yang menjadi masalah besar ketika Ansor dan Banser berhadapan dengan kaum radikal. Kubu sebelah memang secara logistik kuat karena mereka ditopang dana dari para politikus dan mafia yang mempunyai kepentingan pribadi.

Sedangkan Ansor dan Banser sementara ini hanya patungan di internal mereka sendiri untuk berjuang. Perbedaan kekuatan logistik ini jauh sekali. Makanya kita lihat si radikal ini bisa mengerahkan sampai ratusan ribu massa, sedangkan Banser dan Ansor hanya bisa maksimal ribuan saja.

Inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan kita yang perduli. Seharusnya kita memperhatikan logistik mereka yang sedang berperang, jangan sampai mereka kelaparan. Kalau lapar, ideologi mereka mudah dibeli oleh lawan dan ini menjadi bahaya baru bagi negara.

Sementara ini - dan mudah2an sampai negara ini masih berdiri - Banser dan Ansor masih militan. Kita harus jaga mereka jangan sampai mereka kelelahan karena selain berjuang, mereka juga harus berfikir tentang dapur dan kebutuhan pokok lainnya yang mendesak.

Caranya sederhana, ikuti pola bergeraknya lawan. 

Anda yang pemilik perusahaan menengah dan besar, bisa berpartisipasi untuk menyalurkan sebagian keuntungan perusahaan demi memenuhi logistiknya mereka. Kalau selama ini anda memberi "uang keamanan" untuk FPI misalnya supaya usaha jangan diganggu, mending kasih ke Banser dan Ansor untuk menjaga perusahaan anda.

Bukan Banser dan Ansor mencari uang, tapi seharusnya kitalah yang sadar diri, karena tanpa kekuatan mereka sekarang ini, mungkin kita sudah tidak punya negara lagi..

Lalu dimana peran negara jika kedua kekuatan Islam itu berhadap2an ?

Negara cukup menjadi penyeimbang karena ketika negara menghantam yang radikal, mereka malah tumbuh besar dengan isu "negara sudah dikuasai PKI dan Islam harus melawannya". Playing victim adalah keahlian lain mereka selain fitnah dan propaganda.

Kalau kata Metallica, "Figth fire with fire..".

Api yang sudah dikorbankan si fundamentalis radikalis ekstrimis dengan sedikit kumis tipis dan jenggot tebalis, sudah tidak bisa lagi dipadamkan dengan air.

Mereka tidak bisa diajak sopan santun, karena malah menginjak2 kewibawaan dan keutuhan bangsa kita. Mereka maen propaganda, kita balas propaganda. Mau main intimidasi, balas lagi dengan intimidasi. 

Hayo, mana yang lebih kuat..

"Jangan-jangan malah pecah bentrokan yang lebih luas.."

Tidak. Karena Banser dan Ansor sudah terbukti penjaga NKRI dan mereka mampu memainkan perannya dengan baik supaya tidak rusuh.

Lagian - asal tahu saja - si fundamentalis itu cuman gertak sambal aja. Mereka kambing yang mengaku singa. Buktinya, ada yang digelari singa Rasulullah, tapi kabur ketakutan dengan alasan umroh waktu dipanggil polisi..

Coba saja nanti Banser ma Ansor keluar taringnya sedikit, mereka lari sampe celananya menguning karena cepirit..

Setuju dengan pandangan saya ?

Kalau setuju, kita toast secangkir kopi dulu dan sebarkan...

www.dennysiregar.com

Tuhan Mengetahui dan Peduli

Tuhan Mengetahui dan Peduli    04 Mei 2017    Bacaan Hari ini:  Mazmur 103:13 "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia."  ------------------------  Tuhan adalah   ~ Bapa yang peduli,   ~ penuh kasih, dan   ~ pemaaf.     Dia mengasihi Anda lebih dari yang dapat Anda pahami.   ~ Tuhan itu kasih dan   ~ Dia menciptakan Anda untuk mengasihi diri Anda juga.     Dia mengasihi Anda dalam segala hal yang Ia lakukan dan belas kasih-Nya adalah   ~ sifat-Nya yang paling luar biasa.     Tuhan adalah Bapa yang peduli.    Alkitab mengatakan dalam Mazmur 103:13,   ~ "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian   ~ TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia."     Dia peduli dengan segala sesuatu dalam hidup Anda - dengan penuh kasih sayang.     Sebagian besar murid Yesus adalah   ~ para nelayan profesional.     Suatu hari ketika mereka sedang menjala ikan,  ~ Yesus merasa lelah dan meringkuk di pojok perahu, lalu   ~ tertidur.     Badai sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para nelayan ini (para murid) dan itu seharusnya   ~ tidak menjadi masalah buat mereka.     Tetapi ketika angin ribut dan badai datang,   ~ mereka jadi begitu takut.     Pastinya   ~ itu badai yang amat besar hingga bisa membuat mereka ketakutan.  ~ Kapal mereka terombang-ambing dan terhempas,   ~ air pun mulai masuk ke kapal.   ~ Mereka panik dan membangunkan Yesus dan bertanya kepada Dia satu dari banyak pertanyaan penting dalam hidup, "Tuhan, apa Engkau tidak peduli?"    Anda dan saya bertanya pertanyaan yang sama kepada Tuhan sepanjang waktu, dengan seribu cara,    "Tuhan, apakah Engkau lihat laporan dokterku ini?   ~ Tidakkah Kau peduli?    Apakah Engkau lihat betapa berantakannya pernikahanku saat ini?   ~ Tidakkah Kau peduli?    Apakah Engkau lihat betapa sedikitnya jumlah uang di saldo tabungan kami, ditambah lagi semua tagihan kami?   ~ Tidakkah Kau peduli?     Apakah Engkau lihat bagaimana anak-anakku kesulitan di sekolahnya?   ~ Tidakkah Engkau peduli?     Engkau juga pasti tahu ketakutan yang sedang mencengkeram pikiranku yang tak bisa kulepaskan.   ~ Tidakkah Engkau peduli?"    Jawabannya adalah:   ~ Ya, Tuhan peduli.     Bahkan,   ~ Dia lebih peduli dari diri Anda sendiri.   ~ Dia ingin membantu lebih dari yang Anda harapkan.   ~ Dia tahu apa saja yang bisa membantu Anda lebih dari apa yang Anda tahu bisa membantu Anda.   ~ Dia tahu itu dan   ~ Dia peduli.    "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5: 7).    Jika Anda tahu dan merasakan betapa Bapa Surgawi tak henti-hentinya memelihara Anda dengan penuh kasih, maka   ~ Anda harus mengasihi Dia kembali.     Bila Anda merasa seolah-olah Tuhan itu sejuta mil jauhnya, itu karena   ~ Anda tidak mengerti Dia sebagai Bapa yang begitu peduli terhadap anak-anak-Nya.     Pemahaman itu adalah   ~ langkah awal menuju kedamaian jiwa.     Renungkan hal ini:   ~ Apa hal-hal dalam hidup Anda saat ini yang mengganggu pikiran Anda?  ~ Apakah Anda percaya bahwa Tuhan peduli dengan kekhawatiran Anda?  ~ Apa artinya "menyerahkan" segala kekhawatiran Anda kepada Tuhan?  ____________________  Tuhan selalu ada dan peduli. Jangan ragukan hati Tuhan yang selalu ada untuk mengasihi Anda.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Selasa, 02 Mei 2017

Sebuah tulisan kepada kaum 43%.

📜
Setelah menurunkan suhu emosi kita, tulisan berikut ini rasanya baik utk dicerna :

Sebuah tulisan kepada kaum 43%.

Dari kemarin saya meyaksikan berbagai ekspresi karena kekalahan Koh Ahok, pahlawan Jakarta, bintang kaum 43% (angka kira2).

Sy melihat seusai quick count, Ahok sendiri langsung menghubungi dan siap mendukung Anies utk membangun Jakarta jadi lebih baik.

Kalau kita yg 43% memang mendukung Ahok, tentu kita akan melakukan hal yg sama dengan beliau, yaitu ingin Jakarta lebih baik, siapapun gubernurnya.

Anies pun akan segera mengemban amanah seperti Ahok. Bahkan mungkin akan lebih berat karena perseteruan 43% vs 57% ini.

Satu hal yg pasti, update status, komentar, copas message dr grup ke grup, menyindir program Anies (rumah 0% dsb) dipastikan TIDAK membangun Jakarta, apalagi mengurangi banjir ataupun kemacetan, dan jangan harap komentar kita di FB bisa menyelesaikan pembangunan MRT.

Sy rasa Anies-Sandi hanya menjalankan tugasnya sebagai kandidat, dan mereka berjuang sebaik mungkin utk menang, and they got it.

Kita juga tak perlu wasting time berdebat panas dengan kaum 57%.
Mereka adalah 'korban' pembelokkan fakta dan pola pikir. Mereka adalah orang tersesat yang harusnya diberi arahan dengan kasih, bukan dgn urat (sy menulis ini dlm konteks positif, bukan menyindir).
Meski mungkin mereka malah akan menginjak kita, tapi pada akhirnya kasih akan lebih baik daripada kebencian.

Karena 43% suara tidak akan pernah membawa Ahok kembali menjadi gubernur, apalagi jadi presiden, dlm mimpi pun sulit.
Dan kebencian tidak akan pernah menambah 1% pun suara utk Ahok.
Buktinya hasil vote putaran 1 hampir tidak berbeda dengan putaran 2.

So we better spend our energy on something wiser.

Lalu ijinkan sy bertanya:
Berapa orang dari kaum 43% ini (termasuk saya) yg sudah berkontribusi bagi Jakarta?
Atau negative words yg kita keluarkan jangan2 lebih banyak daripada positive actions kita? (Selain nyoblos).

Apa jangan2 kita merasa puas kalau nantinya program Anies gagal, supaya bisa kita sindir? Supaya ada topik debat dgn kaum 57%?

Hati2 dengan ego dan kekesalan kita yg out of control, it will definitely destroy us, slowly but surely will.

Untuk kita yg katanya ber-Tuhan, mengapa harus khawatir berlebih?
Mengapa banyak yg menghibur diri dgn mengatur jalan hidup Ahok? (Jadi Mendagri/ketua KPK, jadi PRESIDEN???).
Siapa yg jadi Tuhan sebenarnya?

Saya yakin sikap seperti di atas bukan teladan dari Ahok sendiri.
Dan tentunya takkan membawa Jakarta menjadi sesuai yg Ahok harapkan.
Sebaliknya pilkada DKI ini bisa2 menjadi kehancuran bagi Jakarta bahkan sebelum Anies dilantik.
Bukan Anies yg menghancurkan, tapi kita, lewat socmed dan copas antar grup, atau mungkin lewat keputusasaan.

IF WE DO LOVE AHOK, DO WHAT AHOK LOVE.

Sekian dari saya, seorang pendukung Ahok yang juga kecewa utk kekalahan beliau.
Namun hormat & dukungan & doa akan tetap sy haturkan bagi Ahok,
bagi Jakarta (including Anies-Sandi),
bagi Indonesia.

Doakan Anis agar dia dapat menjadi Gubernur yang baik dan Doakan Ahok supaya dia bisa membantu bangsa Indonesia. 

Be wise and have faith.
Rm SUHADI.                               Sebuah pemikiran yg jitu....kita doakan Anies-Sandi berhasil nantinya...krn keberhasilan mereka adalah rahmat bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.....

Kebijaksanaan Hidup

*WA ROHANI*
PERCIKAN HATI❤ 

🌟 Kebijaksanaan Hidup 

Pribadi Dewasa dan Bertanggung jawab

🙂 Ketika melaksanakan berbagai aktivitas dlm kehidupan kita,  begitu banyak hal yg terkadang membuat kita kebingungan bahkan stress berkepanjangan. Disela-sela aktivitas, kita dituntut utk menjadi pribadi yang benar-benar dewasa; dewasa dalam berbagai hal, mampu untuk belajar dari berbagai pengalaman, entah sebagai pelajar atau pekerja kita dituntut agar menjadi pribadi yg bertanggung jawab dlm berbagai hal.

Sudahkah kita menjadi pribadi dewasa dan bertanggung jawab dalam setiap masalah yg kita hadapi?

🙂 Sahabat, Yesus Kristus adlh teladan tepat untuk menjadi pribadi dewasa dan bertanggung jawab. Pribadi Yesus benar-benar menjadi murid Allah yang dewasa dan bertanggung jawab dapat dilihat disela-sela kesibukanNya untuk mewartakan Kerajaan Allah Ia menyempatkan diri menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus, dan orang-orang sakit yang berada disekitar situ. Sungguh luar biasa semangat dan teladan yang Yesus berikan kepada kita. 

Akankah kita sanggup untuk melaksanakan hal seperti yg Yesus ajarkan kepada kita?

🙂 Sahabat, walaupun banyak aktivitas yg kita lakukan dan banyak masalah yg datang mengahampiri, kita harus mampu berkomitmen bahwa kita bisa mengatasi semuanya, tak peduli sebesar apapun masalah itu, yg pasti kita telah menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab dalam segala masalah dan setiap hal yg kita embani, pribadi yang bukan biasa tetapi pribadi yg luar biasa karena cinta kasih Tuhan yg tidak pernah memudar dan selalu menopang kita dalam pelbagai masalah.

PERCIKAN HATI❤ 
Rabu, 03 Mei 2017

*Good morning*
*Have a Lovely day*

Jadikan Tuhan sebagai seorang Bapa

Jadikan Tuhan sebagai seorang Bapa    03 Mei 2017    Bacaan Hari ini:  Matius 6: 9 "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu,"  ------------------------  Dalam ribuan tahun yang dicatat dalam Perjanjian Lama, Tuhan disebut "Bapa" hanya sebanyak tujuh kali.  ~ Pada saat itu, umat-Nya tidak menganggap Dia sebagai Bapa.     Mereka menganggap Dia sebagai   ~ Sang Pencipta,   ~ Yang Mahakuasa.     Tapi   ~ mereka tidak menganggap Tuhan sebagai Bapa.     Kemudian Yesus datang dan mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus berdoa: dengan memanggil Tuhan sebagai   ~ "Bapa kami yang di surga".     Yesus menggunakan ungkapan ini   ~ lebih dari 150 kali untuk merujuk kepada Tuhan.    Apa yang Yesus lakukan mengubah semua stereotip yang kita punya tentang Tuhan.   ~ Tuhan bukanlah penguasa kejam yang setiap kali murka.   ~ Tuhan bukan polisi yang siap sedia menangkap kita.   ~ Tuhan bukan perusak kesenangan.   ~ Tuhan bukan penguasa yang tak punya hati.  ~ Tuhan punya kemampuan untuk menjalin hubungan dengan kita dan   ~ Tuhan menciptakan Anda dengan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan Dia.     Tetapi ada satu masalah. Bagi banyak orang,   ~ kata "bapa atau ayah" adalah istilah negatif.   ~ Kata "bapa" bisa memunculkan semua jenis kenangan buruk.    Banyak orang berkata,   ~ "Bapa kami di surga?     Jika Tuhan itu seperti ayah saya,   ~ maaf tidak, terima kasih, Tuhan. "    Memang benar,   ~ ayah kita di dunia bisa jadi membuat rumah kita bagaikan neraka di Bumi.   ~ Ayah duniawi bisa berubah-ubah sikapnya, menjadi murung, kasar, terlalu mengatur, dan bahkan melakukan kekerasan.     Kata-kata "Bapa kami di surga" boleh jadi membawa banyak beban bagi sebagian orang.    Alasan mengapa banyak orang tidak pernah berhubungan dengan Tuhan ialah   ~ karena mereka secara tidak sadar menganggap Tuhan itu seperti ayah duniawi mereka yang mungkin saja sudah keterlaluan kepada mereka.     Jadi, mereka juga mungkin   ~ menganggap Tuhan itu sama seperti itu.     Kita mencampuradukkan semua luka dan emosi kita itu kepada Tuhan, sehingga tidak mengherankan apabila  ~ kita mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan Dia.     Saat ini banyak   ~ anak yang tidak memiliki hubungan yang mendalam dengan ayah mereka.     Jadi   ~ mengapa mereka diharapkan untuk memiliki hubungan dengan Bapa surgawi mereka?     Tidak heran banyak dari mereka yang   ~ tidak mengerti Tuhan!    Oleh sebab itu,   ~ kita perlu melepaskan pandangan negatif kita tentang Tuhan, agar   ~ kita dapat memahami kebenaran tentang seperti apa Allah Bapa itu.     Karena   ~ kebenaran itu akan membebaskan Anda!     Kesalahpahaman hanya   ~ membuat Anda terputus dari Tuhan.     Namun   ~ ketika Anda benar-benar mengenal-Nya, Anda akan mengasihi-Nya.     Renungkan hal ini:  ~ Apa faktor-faktor lain atau orang-orang yang berkontribusi terhadap kesalahpahaman Anda tentang Tuhan?  ~ Dalam hal apa Anda bisa berhubungan baik dengan ayah Anda?   ~ Apakah Anda memperlakukan hubungan Anda dengan Tuhan dengan cara yang sama?  _______________  Merupakan suatu  ~ hak istimewa,   ~kemurahan dan   ~ kebanggaan besar dapat menyebut Tuhan sebagai Bapa kita.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Senin, 01 Mei 2017

Anda bisa Yakin dengan Masa Depan Anda

Anda bisa Yakin dengan Masa Depan Anda    02 May 2017    Bacaan Hari ini:  Mazmur 23:6b "Dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."  -----------------------  Suatu hari tubuh Anda akan mati, tapi diri Anda tidak! Meski tubuh Anda ada masa berakhirnya, tapi itu tidak akan menjadi akhir buat Anda. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat ini: Surga atau Neraka. Kedua-duanya adalah tempat yang nyata. Tubuh Anda akan mati, tapi diri Anda tidak akan mati, sebab Anda dirancang untuk hidup selamanya.    Berapa lama yang dinamakan selamanya? Selama-lamanya!    Mengapa orang Kristen harus begitu yakin akan masa depan?    "Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5: 6, 8).    Anda belum dikatakan siap untuk hidup sampai Anda siap untuk mati. Anda tidak tahu bagaimana harus menjalankan hidup sampai Anda siap untuk mati. Hanya orang bodoh yang menjalani hidup tanpa adanya persiapan sama sekali untuk menghadapi sesuatu yang tak bisa terelakkan, kematian.     Suatu hari nanti Anda akan mati. Jika Anda telah menerima Kristus, maka Anda akan pergi ke Surga. Anda akan dibebaskan dari rasa sakit, dari kesedihan, dari penderitaan, dari depresi, dari rasa takut. "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21: 4).    Bagi orang Kristen, kematian adalah suatu keubahan dan perpindahan hidup ke tempat yang lebih baik bersama Tuhan selamanya.     Renungkan hal ini:  Bagaimana keyakinan Anda tentang masa depan tercermin dalam kehidupan Anda?  Menurut Anda apa cara yang benar bagi orang beriman dalam berduka?  Diskusikanlah dengan seseorang atau persekutuan Anda mengenai pemikiran mereka tentang Surga. Seperti apakah yang dikatakan Alkitab tentang Surga?  _________________  Bukti Iman pada Tuhan diwujudkan dengan kesiapan kita dalam menghadapi realita akhir hidup kita, yaitu kematian.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)