Rabu, 05 April 2017

Bible Emergency numbers:

👇👇👇👇👇
Bible Emergency numbers:

☎📞When in sorrow, call John 14
☎📞When men fail you, call Psalm 27
☎📞When you have sinned, call Psalm 51
☎📞When you worry, call Matthew 6:19-34
☎📞In danger, Psalm 91
☎📞When God seems far away, call Psalm 139
☎📞When your faith needs stirring, call Hebrews 11
☎📞When you are lonely and fearful, call Psalm 23
☎📞When you grow bitter and critical, call 1 Cor 13
☎📞You feel down and out, call Romans 8:31-39
☎📞You want peace and rest, Matthew 11:25-30
☎📞When the world seems bigger than God, call Psalm 90
☎📞When you want Christian assurance, call Romans 8:1-30
☎📞When you leave home for labor or travel, call Psalm 121
☎📞When your prayers grow narrow or selfish, call Psalm 67
☎📞When you want courage for a task, call Joshua 1
☎📞When you think of investments/ returns, call Mark 10
☎📞How to get along with fellowmen, Romans 12
☎📞For great invention/ opportunity, Isaiah 55
☎📞For Paul's secret to happiness, Col 3:12-17
☎📞For idea of Chrisitanity,call 2 Cor 5:15-19
☎📞Depressed. Psalm 27
☎📞To be fruitful, John 15
☎📞If your pocketbook is empty, call Psalm 37
☎📞Losing confidence in people, 1 Cor 13
☎📞If people seem unkind,call John 15
☎📞If discouraged about your work, Psalm 126
☎📞If you find the world growing small and you great, call Psalm 19. 

🔴Please send these emergency numbers to all your contacts cos u don't know who may be in need of them!!

Selasa, 04 April 2017

Tunjukkan Belas Kasih Anda

Tunjukkan Belas Kasih Anda    05 April 2017    Bacaan Hari ini:  1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."  -------------------------------  Tak ada hubungan yang akan berhasil tanpa belas kasih.     Belas kasih adalah bagian dari kasih yang kekal.   ~ Anda harus memaklumi dan mengampuni orang lain.   ~ Anda harus merelakan banyak hal.     Alkitab mengatakan,   ~ "Kasih sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13: 7b).     Inti dari ayat ini yaitu  ~ "sabar dengan segala sesuatu."     Versi terjemahan lain dari ayat ini mengatakan bahwa kasih itu  ~ "sabar menerima segala sesuatu."     Sedangkan versi terjemahan lainnya mengatakan bahwa kasih itu   ~ "selalu siap memberi pengampunan."     Kata dalam bahasa Yunani yang digunakan untuk menjelaskan bahwa kasih itu "selalu sabar," secara harfiah berbunyi   ~ "dilindungi oleh sebuah atap."     Maukah Anda membeli sebuah rumah yang tanpa atap?   ~ Tentu saja tidak.   ~ Sebab Anda tak akan mendapatkan perlindungan dari angin dan hujan.     Sebuah atap menutupi dan melindungi rumah Anda.    Sama halnya dengan belas kasih.     Kasih yang sabar  ~ melindungi sebuah hubungan dan   ~ memaafkan beberapa kesalahan.     Mengapa hal ini begitu penting?    Karena   ~ Anda tidak sempurna dan pasangan Anda juga tidak sempurna.   ~ Anda tidak sempurna dan teman Anda juga tidak sempurna.     Dua orang yang tidak sempurna tidak akan pernah bisa   ~ menciptakan sebuah relasi yang sempurna.     Tidak ada yang namanya   ~ pernikahan yang sempurna atau   ~ persahabatan yang sempurna.     Roma 3:10 mengatakan,   ~ "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak."     Alkitab juga mengatakan,   ~ "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka   ~ kita menipu diri kita sendiri dan   ~ kebenaran tidak ada di dalam kita"   (1 Yohanes 1: 8).    Kita harus saling memberikan belas kasih terhadap satu sama lain, sebab   ~ pengampunan terjalin dua arah.     Anda tak bisa menerima apa yang enggan Anda berikan untuk orang lain.     Jika Anda mau memiliki kasih yang kekal abadi, Anda harus belajar untuk   ~ memaklumi dan   ~ mengampuni kesalahan orang lain.     Itulah yang disebut belas kasih.    Renungkan hal ini:     Apa perbedaan antara membenarkan kesalahan orang lain dengan mengampuni kesalahan mereka?    Kepada siapa Anda perlu meminta pengampunan?     Apakah Anda juga pernah menawarkan pengampunan kepada orang tersebut?    Cara praktis apa yang bisa Anda lakukan untuk memberikan belas kasih Anda dalam hubungan Anda dengan orang lain hari ini?  _____________  Tunjukkan kasih Anda dengan berbelas kasih dan mengampuni orang lain, sebagaimana   ~ Anda telah diampuni dan menerima belas kasih yang sempurna dari Kristus Yesus.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

RENUNGAN KOPI

RENUNGAN KOPI

Kopi Instan Memang Praktis, Tapi Saya Ogah Mengonsumsinya Lagi!

Saya suka banget minum kopi. Selain enak, manfaatnya juga banyak, sob! Trus, karena saya anaknya pemalas dan nggak suka ribet, ya pasti seringnya minum kopi instan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol-ngobrol cantik dengan salah satu pemilik coffee shop di Bandung. Dia bercerita tentang kopinya yang berasal langsung dari perkebunan kopi yang dikelola oleh keluarga besarnya, which is, very cool.

Keluarganya lagi pengen banget mengembangkan bisnis mereka dengan cara memproduksi kopi sachet. So, pergilah dia ke Cina untuk membeli mesin pengolah kopi instan. Ketika dia bertanya kepada sang penjual mesin, berapa sachet kopi instan yang bisa dihasilkan oleh mesin tersebut dengan bahan baku satu ton kopi, sang penjual mesin malah ngetawain dia dan bilang (dalam bahasa Cina):

"Udah gila kamu, ya? Untuk produksi SATU TON kopi instan, kamu cuma butuh SATU KILO biji kopi!"

What?!

Kesalnya, pas ditanya bagaimana bisa satu kilogram biji kopi dibuat jadi satu ton kopi instan, sang penjual nggak menjawab. Yang menjawab malah pekerjanya, yang diam-diam bilang kalau bahan baku kopi instan sebenarnya campuran berbagai bahan kimia yang nggak disebutkan dengan spesifik.

Awalnya, saya masih nggak percaya-percaya amat bahwa 99,9% komposisi kopi instan adalah bahan-bahan kimia nggak jelas. Ya masa kopi beriisi bahan kimia semua gini bisa ngantongin izin dari BPOM?

Nggak lama setelah ngobrol-ngobrol cantik tadi, saya seat-in di salah satu kuliah umum Fakultas Kesehatan Masyarakat (saking rajinnya... atau saking kurang kerjaannya). Kebetulan banget, dosen tamunya membahas tentang minuman instan, khususnya kopi, yang memang digemari  para mahasiswa yang doyan begadang ketika mengerjakan tugas.

Senada dengan cerita teman saya, sang dosen menerangkan bahwa kopi instan memang nggak bisa diandalkan untuk bikin kita kuat begadang, karena bahan baku utamanya bukan kopi! Beliau kemudian menerangkan komposisi beberapa merk kopi instan ternama yang terbuat dari saripati jagung, pemanis buatan, dan perisa kopi.

Sedih banget nggak, tuh? Selama ini, kopi instan yang kamu minum itu ternyata cuma perisa kopi, bukan kopi beneran!

Kalau kamu masih belum percaya, coba, deh, perhatikan komposisi kopi instan lokal yang cukup pemes ini:

See? Meskipun nggak 99,9% bahan kimia, kopi tetap jadi bahan baku paling terakhir, yang artinya komposisinya paling sedikit.

Mungkin kalau komposisinya diterangkan dengan lebih jelas (nggak seperti 99% bahan kimia entah apa), kamu bakal mengira kalau kopi instan sebenernya nggak bahaya-bahaya amat. Tapi dengan kadar gula dan pemanis buatannya yang tinggi, penggemar kopi instan jadi punya risiko tinggi terkena diabetes, lho!

Trus, bahan-bahan pengawet dan pewarna buatan yang terkandung di dalamnya juga bisa mengancam kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Bayangin aja, deh, kalau setiap hari kamu minum satu sachet kopi. Berapa banyak bahan berbahaya yang kamu tumpuk di badan kamu dalam satu bulan... atau satu tahun?

Gimana? Setelah ini, kamu masih mau rutin mengonsumsi kopi instan, nggak?

http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/kopi-instan-memang-praktis-tapi-saya-ogah-mengkonsumsinya-lagi?fb_action_ids=10210810948343786&fb_action_types=og.comments&fb_source=other_multiline&action_object_map=%5B1204226396278681%5D&action_type_map=%5B%22og.comments%22%5D&action_ref_map=%5B%5D

Senin, 03 April 2017

AKHIR HIDUP AHMED DEEDAT

Semoga nasibnya Zakir Naik tidak seperti gurunya, Ahmed Deedat 👇🏽

Siap Murtad

AKHIR HIDUP AHMED DEEDAT

9 years ago

Klik Link di bawah ini untuk melihat melihat Rekaman saat-saatAhmed Deedat dirawat karena stroke 4 minggu setelah Combat Kit-nya pada Hari Raya Paskah di Australia
9 Tahun Masa Perawatan Ahmed Deedat

Di Indonesia, buku-buku karya Ahmed Deedat dijual bebas, tetapi buku-buku tanggapan atas argumennya tidak diizinkan untuk terbit dan beredar dengan bebas. Tokoh lawan debat Deedat yang sudah menerbitkan bukunya adalahJohn Gilchrist dan Dr. Anish Sorrosh. Hal inilah yang membuat Serangan Ahmed Deedat dalam buku Combat Kit-nya terhadap keKristenan seolah-olah tidak terbantahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Note :
6 April 1996, Di hari Paskah, di Negara Australia Deedat berbicara di depan orang banyak menyerang Injil kepercayaan Kristiani mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
3 Mei 1996, Empat minggu kemudian setelah kejadian di Australia, Ahmed Deedat terkena stroke. Kaki tangannya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara.
8 Agustus 2005 Deedat meninggal setelah menderita lumpuh dan bisu selama sembilan tahun.

Jauh sebelum injil ditulis, Yesus sudah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Injil akan ditulis seperti yang ada pada kita sekarang ini, yaitu dengan pengajaran dan segala sesuatu yang diingatkan oleh Roh Kudus kepada mereka.
'tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.' (Yoh 14 :26)

Dan bagi mereka yang menghujat Injil, itu berarti sama saja dengan menghujat pada yang mengajarkan injil tersebut, yaitu Roh Kudus. Dalam hal penghujatan ini, Yesus telah mengatakan suatu konsekwensi kekal yang akan dihadapinya kelak bagi mereka yang menghujat Injil Kebenaran-Nya!

Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.' (Mar 3 : 28, 29)

Dosa kekal ini sungguh terjadi pada Ahmed Deedat yang telah menghujat Injil dengan begitu beraninya, bukan kepada para pendeta ataupun orang-orang parcaya lainnya, tetapi Ia telah begitu berani dan takaburnya untuk menghujat Roh kudus. Bagi seorang Deedat sudah tidak ada lagi jalan untuk bertobat, walaupun ia telah diperingati maupun didoakan oleh orang-orang Kristen ketika masa perawatannya di rumah sakit selama 9 tahun terahir dari sisa hidupnya ini. Oleh karenanya, Bukanlah suatu kebetulan jika Deedat kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya, hal itu terjadi karena ia telah melakukan dosa kekal, dan keselamatan kekal dalam Kristus Tuhan sudah tidak mungkin berlaku lagi terhadap dirinya, kerena ada tertulis :
'Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.'(Rom 10 : 9, 10)

Paulus dengan tegas telah memperingatkan kita :
'Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.' (Galatia 1 : 8, 9)

HUKUMAN TUHAN – KUALAT

Berikut ini adalah kisah mengenai Sheikh Ahmad Deedat kena TULAH & KUALAT:
Pihak Islam sendiri terutama di Afrika Selatan negara asalnya, mereka menganggap Deedat sebagai "berbahaya". Mereka juga menelusuri hubungan Deedat dengan paham BAHAISME yang mengatakan bahwa "TIADA LAGI ISLAM, ISLAM HANYA UNTUK 1000 TAHUN".

Whateverlah itu, Deedat membuat banyak orang menjadi "Deedat banget" termasuk beberapa pengikut setianya yang selalu menggenakan isi kepala tua sang pendebat (kita sudah tahu siapa orang-orang itu)

Misalnya selalu didengungkan mengenai kitab Kidung Agung, Lot dan 2 anak perempuannya, Yehuda yang menggauli menantunya, dll. Mereka memandangnya dengan penuh tanya dan "kemenangan" …

Sementara Deedat menyembunyikan kenyataan bahwa nabinya Muhammad suatu waktu membuat SKANDAL. Ia jatuh cinta pada Zainab, istri anak angkatnya sendiri Zaid bin Muhammad!
Untuk MELEGITIMASI nafsu birahi terhadap menantunya sendiri kemudian dikatakan "Turun sebuah ilham bahwa hal itu OKEY …" dan yang paling kasihan adalah Zaid bin Muhammad, ia secara terpaksa rela melepaskan istri tercintanya untuk memenuhi hasrat AYAH (ANGKATNYA), sang "nabi". Zaid menceraikan istrinya sehingga memuluskan "ilham" agar Muhammad sah mengawini menantunya sendiri … ini sangat keterlaluan!
INI BENAR-BENAR BALOK DI MATA SENDIRI … Kapal yang jangkarnya jatuh di dasar laut berpasir atau lumpur memang tidak dapat mencengkeram kuat sehingga kapalnya terombang-ambing …
Jika Deedat dapat dengan SANGAT PEDAS mengkritik Alkitab, maka Deedat pastilah DENGAN SANGAT GIGIH akan mempertahankan kitabnya sendiri … tetapi bukan soal pedas menyerang dan gigih bertahan .. tetapi APA ISINYA BENAR?
Ini kan yang utama … Dan tulisan-tulisan Deedat sudah dianalisa luar dalam dan terbuktilah sangat banyak FALACY & PEMBELOKKAN- PEMBELOKAN, SELF TAFSIR dan lain sebagainya dari si pemikir tua yang "berpengaruh" …
Ketika suatu waktu Ahmad Deedat sang pendebat mendebat kristen di Australia, dengan tema : "Paskah : Dilihat dari Sudut Pandang Islam". Saat itu tahun 1996 dan usianya sudah uzur (69 tahun). Isi materinya sangat pedas dan mengancam kerukunan beragama di Australia, tetapi karena Australia negara bebas, maka ia dipersilahkan mengeluarkan uneg-unegnya, dan Deedat tua "sangat puas".
4 minggu segera setelah selesai pidato di Australia, Ahmad Deedat kolaps dan kena penyakit lumpuh yang aneh. Ia lumpuh total dari leher ke bawah dan tidak bisa berbicara, sementara kesadarannya masih PENUH SEPERTI SEDIAKALA. ia berkomunikasi menggunakan sinar dan kedipan matanya. Ilmu kedokteran mengatakan kondisi ini sebagai "lock-in" atau terkunci.
Sheikh Ahmad Deedat yang dulu, masih ADA dan pikirannya masih setajam dulu, tetapi kini TERKUNCI DALAM TUBUH YANG "MATI".
Keadaan ini BERLANSUNG SELAMA 9 TAHUN. Nah bener bener kualat bukan? Siapa yang berani berani lagi? Silahkan mencoba sendiri, nanti kan kualat lagi dan matinya saja setengah mati dulu, baru mati beneran.
Seorang pendeta yang beberapa kali DEBAT TERBUKA dengan Deedat suatu kali datang mengunjungi untuk menyatakan turut prihatin dan meminta Deedat untuk mengakui kesalahannya dan mohon pengampunan Tuhan, tetapi dengan sinar mata tajam Deedat seolah berkata "TIDAK, SAYA BENAR" … Dasar keras kepala ya gitu jadinya, jadi lebih baik di SWITCH OFF saja oleh ALLOH.

Beberapa minggu kemudian tepatnya pagi hari tanggal 8 Agustus 2005, Sheikh Ahmad Deedat menghembuskan nafas terakhir dalam usia 78 tahun, setelah sembilan tahun TERKUNCI DALAM TUBUH MAUTNYA.
Apakah akhir riwayat hidup sang pendebat adalah kehendak TUHAN?
Tentu saja kita mengamini bahwa tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh dari kepala manusia terjadi di luar kehendak dan pengetahuan Tuhan.
Ketika Elimas si tukang Sihir menghalangi Gubernur Sergius Paulus mendengar Injil dari Paulus dan Barnabas maka Paulus menghardik dia : Kisah Para Rasul 13:9-12
13:9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,
13:10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?
13:11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.
13:12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.
Sheikh Ahmad Deedat telah lumpuh selama 9 tahun sebelum akhirnya meninggal, ia telah membelokkan JALAN TUHAN YANG LURUS ITU … ITU NAMANYA KUALAT, dan siapa yang berani berani lagi? Silahkan mencoba sendiri, nanti kan bisa langsung mati.

https://www.google.com/search?hl=en-US&ie=UTF-8&source=android-browser&q=nadib+ahmed+deedat&gws_rd=ssl

Kasih itu Selalu Percaya

Kasih itu Selalu Percaya    04 April 2017    Bacaan Hari ini:  Galatia 5: 6   ~ "Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti,   ~ hanya iman yang bekerja oleh kasih."  ------------------------  Kasih yang kekal bukan hanya   ~ memberikan belas kasih, tapi juga   ~ memperlihatkan iman.     Iman dan kasih saling bergandengan tangan, sebab   ~ kasih dibangun atas dasar rasa percaya.     Ikatan iman dan kasih mengatakan   ~ "Aku percaya padamu.   ~ Aku yakin padamu.   ~ Aku yakin dan percaya padamu."    Anda tak bisa mengasihi seseorang yang tidak Anda percaya.     Jadi, jika Anda mau mengasihi seseorang,   ~ Anda bukan cuma harus memberikan belas kasih Anda;   ~ Anda juga harus menunjukkan iman Anda.     Alkitab mengatakan bahwa kasih itu, "percaya segala sesuatu"   (1 Korintus 13: 7b).     Terjemahan lain mengatakan kasih itu   ~ "selalu percaya." dan bahwa kasih itu   ~ "tidak pernah berhenti untuk percaya."    Iman adalah hadiah terbesar yang bisa Anda berikan pada seseorang.     Waktu saya berumur 25 tahun dan tinggal di Fort Worth, Texas,   ~ Tuhan memberikan sebuah ide gila ke dalam pikiran saya.     Saya memberitahu istri saya Kay,   ~ "Sayang, sepertinya Tuhan menyuruh kita pindah ke Southern California dan membangun gereja.     Tapi ini masalahnya: kita   ~ tidak punya uang,  ~ tidak punya jemaat,   ~ tidak punya bangunan gereja,   ~ tidak punya sponsor, bahkan aku  ~ tidak kenal siapa pun di kota itu, dan   ~ aku juga belum pernah memimpin sebuah gereja sebelumnya.     Bagaimana pendapatmu?"    Saya tak akan pernah lupa apa jawaban istri saya,   ~ "Kau membuatku takut setengah mati.   ~ Tapi aku percaya pada Tuhan dan  ~ aku pun percaya padamu, baiklah, mari kita lakukan."     Saya sering terheran-heran betapa ceritanya akan berbeda seandainya istri saya berkata,   ~ "Tidak, aku takut.   ~ Mari kita jangan lakukan."     Jika itu yang terjadi, maka  ~ tidak akan ada Gereja dengan 20.000 orang yang dibaptis dalam 10 tahun terakhir ini.   ~ Tidak akan ada setengah juta pendeta yang mendapatkan pelatihan di 162 negara.   ~ Hidup kami akan jadi amat berbeda.    Para istri, suami Anda sedang menantikan Anda untuk berkata,  ~ "Aku percaya padamu."     Itu jauh lebih penting daripada berkata,   ~ "Aku mencintaimu,"     karena ketika Anda mengatakan,  ~ "Aku percaya padamu," itu artinya Anda juga berkata,   ~ "Aku mencintaimu"- karena cinta selalu percaya.    Alkitab mengajarkan dalam Galatia 5: 6,   ~ "Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti,   ~ hanya iman yang bekerja oleh kasih."     Mengapa?     Sebab hidup adalah   ~ soal belajar mengasihi.     Kasih yang abadi artinya   ~ memberikan belas kasih dan menunjukkan iman kita.    Renungkan hal ini:  ~ Siapa saja yang harus Anda ekspresikan rasa percaya Anda padanya saat ini?  ~ Cara-cara apa yang bisa Anda tunjukkan kepada seseorang bahwa Anda percaya mereka, ketimbang hanya berkata Anda percaya mereka?  ~ Ketakutan-ketakutan apa yang menghalangi Anda untuk percaya sepenuhnya pada orang lain?  ______________________  Galatia 5: 6   ~ "Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti,   ~ hanya iman yang bekerja oleh kasih."    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Minggu, 02 April 2017

Kasih itu Mengharapkan yang Terbaik

Kasih itu Mengharapkan yang Terbaik    03 April 2017    Bacaan Hari ini:  1 Korintus 13: 7   "Ia   ~ menutupi segala sesuatu,   ~ percaya segala sesuatu,   ~ mengharapkan segala sesuatu,   ~ sabar menanggung segala sesuatu."  -----------------------------  Kasih yang kekal mengharapkan yang terbaik.   ~ Kasih itu melihat ke depan.   ~ Kasih itu optimis.   ~ Kasih itu tidak terperangkap di masa lalu.   ~ Kasih itu tidak selalu melihat ke belakang.     Kasih yang abadi tidak hilang harapan.     Alkitab mengatakan, "Kasih…   ~ mengharapkan segala sesuatu,   ~ sabar menanggung segala sesuatu" (lihat 1 Korintus 13: 7).     Terjemahan lain mengatakan bahwa kasih akan   ~ "selalu mencari yang terbaik."     Penyair Elizabeth Barrett Browning mengatakan,   ~ "Barangsiapa yang mengasihi percaya pada mujizat."    Pernahkah Anda memperhatikan bahwa orang cenderung hidup sesuai dengan ekspektasi Anda atas mereka?     Kita membentuk orang-orang di sekitar kita dengan apa yang kita harapkan atas mereka.   ~ Anda terus-menerus mengatur orang.   ~ Anda mengatur istri Anda dengan apa yang Anda harapkan dan apa yang tidak Anda harapkan darinya.   ~ Anda mengatur teman-teman Anda dengan apa yang Anda harapkan dan dengan apa yang tidak Anda harapkan atas diri mereka.     Apa pun harapan Anda atas orang-orang di dalam kehidupan Anda,   ~ perlakukan mereka sama seperti Anda memperlakukan diri sendiri -   ~ jangan menuntut mereka sesuai dengan yang Anda harapkan.    Para suami,   ~ apakah Anda ingin istri Anda memperlakukan Anda seperti seorang raja?     Solusinya amat mudah:   ~ Perlakukan dia seperti seorang ratu.     Tekankan hal-hal positif tentang dirinya.   ~ Lupakan omelan-omelannya.     Haruskah Anda mengeluh dan terus menggerutu pada istri Anda tentang kekurangannya yang tidak Anda suka?   ~ Jangan.   ~ Katakan padanya harapan-harapan Anda tentang dia.   ~ Mulailah mengharapkan yang terbaik dari satu sama lain.    Ada sebuah keluarga di gereja kami, suatu hari mereka makan siang di satu restoran setelah ibadah Minggu.   ~ Si pelayan begitu ramah, ia bertanya pada anak laki-laki mereka yang paling kecil,   ~ "Mau pesan apa, Kak?"     Setelah si pelayan mencatat pesanan mereka dan pergi, si anak berkata,  ~ "Ibu, dia memperlakukanku seperti seorang manusia dewasa!"    Kasih itu tidak pernah berhenti berharap. Kasih mengharapkan yang terbaik.    Renungkan hal ini:  ~ Bagaimana selama ini Anda melihat ekspektasi Anda yang tinggi atas orang lain?   ~ Bagaimana dengan ekspektasi Anda yang biasa-biasa saja?  ~ Siapa saja dalam hidup Anda yang di dalam mereka Anda memiliki ekspektasi tinggi?  ~ Apa hal-hal yang Anda harapkan dalam hubungan Anda dengan orang lain?   ___________  Mengharapkan yang terbaik dalam kasih artinya   ~ memberi dukungan penuh tanpa menghakimi.   ~ Perlakukanlah orang lain sama seperti Anda ingin diperlakukan.     (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Sabtu, 01 April 2017

Praktikkan Kasih dalam Pekerjaan Anda

Praktikkan Kasih dalam Pekerjaan Anda     02 April 2017    Bacaan Hari ini:  1 Korintus 16:14 "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"  -------------------------  Rasul Paulus berkata, "Lakukan segala pekerjaanmu dalam kasih!"    Dia tidak mengatakan sebagian pekerjaan Anda, melainkan  ~  segala pekerjaan Anda.     Dia juga mengatakan "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika  ~  aku *tidak mempunyai kasih*, sedikitpun *tidak ada faedahnya bagiku*"   (1 Korintus 13: 3).     Intinya,   ~ pekerjaan apa pun bisa menjadi ibadah ketika itu dibangun di atas kasih Allah;     kasih Allah dapat Anda tunjukkan kepada   ~ rekan kerja,   ~ klien, atau   ~ pelanggan Anda.     Bunda Teresa berkata,   ~ "Yang penting bukanlah seberapa banyak yang Anda kerjakan untuk pelayanan, tetapi   ~ seberapa banyak cinta kasih yang Anda curahkan ke dalamnya."     Coba pikirkan seperti ini:   Dua-pertiga dari kata "career (karir)" adalah C-A-R-E.     Seorang filantropis (dermawan) Inggris, John Ruskin pernah berkata,   ~ "Ketika cinta dan keahlian disatukan, terciptalah sebuah mahakarya."     Maka, saya ingin Anda mengucapkan doa setiap hari, sepanjang minggu ini -  ~ baik itu di rumah atau  ~ di sekolah,   ~ di halaman rumah atau   ~ di kantor, atau   ~ di mana pun Anda bekerja.     Saya ingin Anda berdoa seperti ini,   ~ "Bapa, hari ini aku ingin menyembah-Mu melalui pekerjaanku.   ~ Aku ingin mempersembahkan karunia yang telah Engkau berikan kepadaku.   ~ Aku mau melakukan pekerjaanku seperti aku melakukannya untuk-Mu, dan   ~ aku mau melakukannya di dalam kasih."    "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya   ~ kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah:   itu adalah   ~ ibadahmu yang sejati" (Roma 12: 1).    Renungkan hal ini:   - Menurut Anda apa perbedaan antara pelayanan dan pekerjaan?  - Bagaimana rekan kerja Anda menilai Anda setelah melihat bagaimana Anda memperlakukan orang lain?  - Apa karunia-karunia yang telah Allah berikan kepada Anda?   Selama ini, bagaimana Anda menggunakan karunia tersebut dalam pekerjaan atau karir Anda?  ________________  Pelayanan dalam pekerjaan adalah   ~ perwujudan kasih Allah dalam hidup kita sehari-hari.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)