Minggu, 05 Februari 2017

Ketika Segalanya Tampak Suram

Ketika Segalanya Tampak Suram

05 Februari 2017

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 12:5 "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah."
----------------------
Kisah Para Rasul 12 dibuka dengan sebuah skenario suram. 
~ Yakobus telah dieksekusi mati. 
~ Petrus dipenjarakan oleh Raja Herodes dan sedang menanti gilirannya untuk dieksekusi. 

Tetapi kemudian kita membaca bahwa "jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah" (ayat 5). 
~ Para jemaat turut memikirkannya dan mulai berdoa. 

Maka kemudian Allah mengutus
~ seorang malaikat untuk membebaskan Petrus dari penjara, dan 
~ kisah ini berakhir bahagia.

Kemudian seperti yang dicatat di akhir Kisah Para Rasul 12, 
~ Raja Herodes, yang menjadi dalang peristiwa ini, memberi pidato besar di hadapan rakyatnya, tetapi mereka mulai bersorak membalasnya, "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" 

(Ayat 22). 
~ Allah pun menghukum Herodes dan 
~ ia mati seketika itu juga.

Cerita ini dimulai dengan 
~ Herodes yang memegang tampuk kekuasaan, lalu 
~ Petrus dijebloskan ke penjara, dan 
~ kemudian iblis menang. 

Tetapi di akhir cerita, 
~ Herodes mati, 
~ Petrus dibebaskan, dan 
~ Firman Tuhan menang. 

Hal ini menunjukkan mengapa kita harus selalu ingat untuk berdoa. 
~ Mungkin saat ini Anda tengah menghadapi skenario kehidupan yang suram. 
~ Mungkin Anda menerima kabar buruk dari dokter atau menghadapi situasi sulit di tempat kerja. 
~ Mungkin ada satu masalah dalam keluarga Anda. 
~ Mungkin situasi menjadi kian buruk dan buruk dan Anda tak tahu apa yang harus diperbuat. 

Doakan hal itu. 

Minta bantuan teman-teman Kristen Anda untuk 
~ mendoakan pergumulan ini bersama-sama dengan Anda. 

Bawa permasalahan Anda ke hadapan Allah, sebab 
~ bersama-Nya segala sesuatu mungkin. 

Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu 
~ mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.

Di awal kitab Ester, segalanya tampak suram juga. 
~ Saat itu tinggal Haman, seorang pembesar di kerajaan Persia yang diberi kuasa penuh oleh sang raja, 
~ ia membantai orang-orang Yahudi. 

Tetapi 
~ mereka berdoa sehingga 
~ Allah turut campur tangan menolong mereka. 

Bagaimana akhir ceritanya? 
~ Orang-orang Yahudi diselamatkan, dan 
~ Haman dihukum mati. 

Jadi, 
~ jangan menyerah di dalam situasi sulit sekalipun.
_____________
Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu 
~ mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Jumat, 03 Februari 2017

*Taplak Meja Tuhan*

*Taplak Meja Tuhan*

Pendeta dan istrinya baru saja ditugaskan untuk pelayanan pertama mereka, yaitu membuka kembali sebuah gereja di pinggiran kota Brooklyn. 
Mereka  tiba pada awal Oktober dan mereka sangat gembira atas kesempatan yang diberikan tersebut. 

Ketika mereka melihat gereja itu, ternyata gereja tersebut  membutuhkan banyak renovasi. 
Mereka memutuskan pada saat malam Natal, mereka akan melakukan misa pertama mereka, oleh karenanya mereka harus segera merenovasi gereja itu.

Mereka bekerja keras, memperbaiki bangku, plesteran di dinding, lukisan, dan lain-lain.  Pada tanggal 18 Desember,  renovasi gereja tersebut hampir  selesai semuanya. Lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.  

Pada tanggal 19 Desember terjadi hujan badai yang mengerikan di wilayah itu  selama dua hari.

Pada tanggal 21 Desember, pendeta tersebut pergi ke gereja. 
Hatinya sangat sedih ketika dia melihat bahwa atap gereja itu  bocor dan menyebabkan plesteran pada dinding depan roboh di bagian tempat kudus tepat di belakang mimbar.

Pendeta tersebut membersihkan semua runtuhan dan kotoran di lantai, dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya, selain menunda pelayanan pada saat malam Natal nanti.

Dalam perjalanan pulang, dia melihat ada yg sedang mengadakan pasar murah untuk  amal dan dia berhenti untuk melihat-lihat. 

Salah satu barang jualan pasar murah itu adalah *"taplak meja"* rajutan yang indah buatan tangan, berwarna gading dan sangat halus. 
Ada gambar salib tepat di tengah bordiran tsb. Ukuran taplak meja itu juga sangat pas dengan lubang akibat plesteran dinding  gereja yang ambrol. 
Jadi pendeta itu membelinya dan setelah itu ia segera kembali ke gereja.

Pada saat itu, salju mulai turun. 
Seorang wanita tua berjalan dari  arah berlawanan, berusaha untuk  mengejar bus. 
Tapi dia ketinggalan, jadi pendeta itu  mengundangnya untuk menunggu di gereja sambil menghangatkan badan, sekalian menunggu bus berikutnya yang akan datang 45 menit kemudian.

Wanita tua tersebut duduk di bangku dan tidak memperhatikan apa yang pendeta itu lakukan. 
Sementara itu pendeta itu mengambil tangga, gantungan, dan lain-lain, lalu memasang kain taplak yang baru dibelinya untuk menutup  dinding yang berlubang itu. 

Dan... dia hampir-hampir tidak mempercayai penglihatannya! 
Betapa indah taplak rajutan itu menutupi semua area yang rusak dengan ukuran yang sangat pas!

Lalu pendeta itu melihat wanita tua tadi berjalan menyusuri lorong tengah. Wajahnya tanpa  ekspresi. "Pendeta," tanyanya, "di mana Anda mendapatkan taplak meja itu?" 
Dan pendeta itu  menceritakan semuanya. 
Wanita tua itu meminta pendeta untuk  memeriksa sudut kanan bawah taplak tersebut, apakah ada inisial 'EBG' yg dijahit di sana. 
Dan ternyata di ujung taplak itu memang ada inisial yang disebutkan wanita tua tsb. 
Wanita tua itu pun kaget sekali,  karena sudah 35 tahun yang lalu, saat di Austria, taplak itu  dibuatnya.

Wanita itu hampir-hampir tidak bisa mempercayainya, saat pendeta tersebut menceritakan bagaimana dia mendapatkan
 *"taplak meja"* itu. Wanita tua itu kemudian bercerita,  bahwa  sebelum perang, dia dan suaminya termasuk keluarga berada dan bahagia di Austria.
Ketika Nazi berkuass, dia terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya. 
Suaminya akan mengikutinya minggu depannya, tapi suaminya tertangkap,  dikirim ke penjara dan wanita tua itu tidak pernah melihat suami lagi. 
Dia pun tidak pernah  kembali ke rumahnya di Austria  lagi. 

Pendeta tersebut ingin mengembalikan taplak meja itu,  tapi wanita tua itu berkata lebih baik untuk gereja saja. Pendeta tersebut memaksa untuk  mengantar wanita tua itu, karena  hanya itu yang dia bisa lakukan. Wanita itu tinggal di Staten Island dan dia di Brooklyn, dan hari itu kebetulan ada pekerjaan utk membersihkan rumah.

Acara malam Natal sangatlah indah. 
Gereja itu hampir penuh. 
Musik berkumandang dan semua orang sangat bersemangat.

Pada akhir acara, pendeta tersebut dan istrinya menyambut semua orang di depan pintu dan banyak orang mengatakan senang dengan pelayanan mereka, dan mereka akan datang kembali.
Ada seorang pria tua yang pendeta tersebut baru kenal dari lingkungan gereja itu. Pria itu masih duduk di bangku gereja dan hanya memandang dengan pandangan kosong. 
Pendeta tersebut  bertanya, mengapa dia tidak meninggalkan gereja.

Pria tua itu bertanya dari mana pendeta mendapatkan taplak meja yang menutup dinding depan gereja, karena pria tua itu merasa taplak itu sangat identik dengan salah satu taplak meja yg pernah dirajut istrinya bertahun-tahun yang lalu, saat mereka masih tinggal di Austria, sebelum perang. 
Pria tua itu berpikir bagaimana bisa ada dua taplak meja sangat mirip?

Dia mengatakan kepada pendeta tersebut, saat Nazi datang, dia memaksa istrinya untuk melarikan diri demi keselamatan dirinya, dan dia seharusnya menyusulnya, tapi dia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. 
Dan sejak itu dia tidak pernah melihat istri atau rumahnya lagi sampai 35 tahun ini.

Pendeta tersebut bertanya kepada lelaki tua itu, apakah dia bersedia diajak pergi ke Staten Island, dan pendeta itu  pergi ke rumah yang sama tempat dia menurunkan wanita tua itu tiga hari sebelumnya.

Dia membantu lelaki tua itu menaiki tiga lantai apartemen wanita tua itu, mengetuk pintu,  dan dia melihat reuni Natal yang paling indah yang tidak pernah dia bayangkan.
 
Kisah di atas disampaikan oleh Pendeta Rob Reid ketika beliau  mengatakan, bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.

Disadur dari buku : 
*"THE  TABLE CLOTH"*
_(A Beautiful story makes us understand that things happen for a reason)_

27 Januari 2017

Keberanian Untuk Mencoba

Keberanian Untuk Mencoba 

04 Februari 2017

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu 
~ dalam nama Tuhan Yesus, sambil 
~ mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
------------------------------
Kita semua memiliki bakat dan karunia yang Allah berikan kepada kita. 

Bagi Ester, seorang wanita muda Yahudi yang tinggal di ibukota kerajaan Persia, karunia itu ialah 
~ kecantikan yang luar biasa. 

Kadang orang-orang yang paling cantik atau yang paling tampan adalah 
~ mereka yang paling bodoh. 

Tapi itu tidak berlaku bagi Ester. 
~ Dia memiliki kehidupan spiritual yang luar biasa pula.
~ Dia juga memiliki sifat-sifat Allah. 
~ Dia menerima apa yang telah diberikan Allah kepadanya, dan kemudian menggunakannya dengan baik. 
~ Dia juga menunjukkan keberanian dan kecerdasan dalam menghadapi kesulitan.

Beberapa orang berbakat dalam musik (tapi ada juga yang berpikir begitu, padahal tidak berbakat sama sekali). 

Beberapa orang adalah seniman yang berbakat. 

Beberapa orang cakap dengan angka. 
~ Sementara yang lainnya cakap dalam membangun bangunan. 

Beberapa orang punya talenta sebagai visioner besar, punya pemikiran yang jauh ke depan tetapi 
~ mungkin tidak terlalu mahir dalam mempraktekkannya, 

sementara yang lain begitu rinci dan detil namun
~ tidak terlalu memiliki visi yang besar. 

Terkadang cara untuk mengetahui apa bakat dan karunia Anda ialah 
~ dengan mencoba. 

Walt Disney, seorang visioner, pernah bercerita tentang seorang anak kecil yang tinggal di suatu kota. 
~ Pada suatu hari, satu gerombolan sirkus datang untuk mengadakan sebuah parade. 
~ Sang pemimpin band butuh seseorang untuk bermain trombon. 
~ Anak kecil itu dengan sukarela mengajukan diri. 
~ Namun, belum ada satu blok berjalan, suara bising yang menjengkelkan keluar dari alat musik itu, sampai-sampai membuat dua wanita tua pingsan dan seekor kuda melarikan diri.

Si pemimpin musik yang kesal bertanya pada bocah itu,
~ "Kenapa kau tidak bilang jika kau tidak bisa bermain trombon?"

"Bagaimana aku tahu?
~ "anak itu menjawab. "Aku belum pernah mencobanya sebelumnya!"

Terkadang yang Anda harus lakukan ialah 
~ mencoba. 

Apapun talenta Anda, 
~ cari tahu itu. 
~ Temukan itu. 
~ Gali itu. 
~ Kembangkan itu. Dan kemudian 
~ gunakan itu, karena 
~ selalu ada tempat di gereja untuk Anda. 
_________________________
Kita semua harus 
~ melakukan sesuatu dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Kamis, 02 Februari 2017

*Era Ketersingkapan*

*Era Ketersingkapan*
Oleh: Rhenald Kasali
 
KALAU Anda bilang disruption akibat hadirnya teknologi digital hanya terjadi di dunia bisnis, salah besar. Disruption itu terjadi di mana mana, ya pemerintahan, ya sekolahan, kegiatan keagamaan, ya LSM. Ini beberapa contohnya.

Anda masih ingat kasus larangan beroperasinya Gojek yang dikeluarkan regulator sekitar pertengahan Desember 2015. Larangan dikeluarkan pagi hari, menjelang sore langsung dibatalkan. Mengapa?

Itu karena berisiknya suara netizen di media sosial. Jadi bukan karena penolakan dari anggota DPR yang terhormat. Maaf.

Lalu, yang paling aktual adalah aksi menyebalkan dari seorang anggota DPRD Provinsi Jambi. Merasa berkuasa, anggota DPRD itu sembarangan saja memarkir kendaraannya di area Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Ditegur petugas security bandara, bukannya memindahkan mobilnya, ia malah marah-marah dan menampar petugas tadi. Untung kejadian itu direkam oleh pemilik akun @yogiramadhanhb.

Ia lalu mengunggah kejadian tersebut di Instagramnya. Video tersebut langsung viral. Apa jadinya kalau tak ada yang merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya di media sosial?

Sama halnya dengan pemukulan seorang ajudan kepada petugas avsec di Bandara Soeta yang kemudian berbuntut sedikit agak panjang. Berkat ramainya protes netizen akhirnya muncul pernyataan Panglima TNI yang mengatakan dia saja rela membuka gespernya kalau harus dilepas.

Anda tahu, bandara dibangun dan dimodernisasi bukan hanya untuk mentransformasi perusahaan pengelola bandaranya (Bandara Sultan Thaha di Jambi dikelola PT Angkasa Pura 2 dan saya kebetulan menjadi komisaris utama di perusahaan itu), tetapi juga masyarakat dan negara.

Setelah bandara dimodernisasi, cobalah lihat, masyarakat kita bisa antre jauh lebih tertib, bukan! Bandingkan dulu ketika bandara masih kotor dan kumuh atau kalau sekarang dengan moda angkutan lain seperti darat atau laut.

Jangan lupa, diam-diam bandara kita sedang berubah menjadi smart airport. Segala yang diperbuat aparat dan tamu-tamunya terekam dalam CCTV khusus. Memang ada satu kelompok yang terus memantau dan menyebarkan hoax serta memaksa Anda percaya pada berita palsu (yang negatif), tetapi itu hanyalah berita palsu.
 
Saya maklum kalau ada yang kena perangkap gravitasinya. Zamannya memang sedang saling memaksakan berita dan menyedot kita untuk percaya pada hoax. Sampai kita tersadarkan tentang yang benar.

Baiklah, kita bahas kasus lain. Kali ini menimpa Dora, pegawai Mahkamah Agung (MA) yang mengamuk dan mencakar Aiptu Sutisna. Celakanya aksi tak terpuji itu direkam dan diunggah ke Facebook oleh Firman Perdana Putra. Segera video tersebut menjadi viral. Meski sudah mengaku bersalah dan Aiptu Sutisna sudah memaafkan, MA tetap menjatuhkan sanksi. Dora dimutasi ke luar Jawa tanpa jabatan.

Satu lagi adalah peristiwa yang menimpa Dandim Lebak Letkol Czi Ubaidillah. Ia kedapatan memberikan pelatihan kepada suatu ormas berkat foto-foto yang tayang di Instagram. Pelatihan itu tanpa izin atasan. Dandim tersebut akhirnya dicopot dari jabatannya. Saya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi cepat atau lambat itu pun akan terungkap.

Kalau Anda sabar, dalam beberapa waktu ke depan masih akan ada lagi sejumlah pejabat publik yang jadi viral di media sosial (meski saya berharap itu jangan sampai terjadi). Entah karena perilakunya yang korup, selingkuh, mabuk-mabukan, narkoba, atau permainan politik yang gegabah dan merusak persatuan.

Mereka boleh saja berjubah agama seperti Kanjeng Dimas, tapi semua akan terbuka. Publik bisa tertipu, tapi mereka lama-lama belajar dan tahu juga bahwa segala yang datang dari Tuhan pasti membawa kesejukan dan kedamaian. Adapun yang kasar, brutal, dan menyakitkan, mungkin, dari yang sebaliknya.

*Hati-hati*

Mengapa itu terjadi? Inilah era disruption. Siapa pun kini tengah bertarung melawan hal-hal yang tak terlihat. Kalau dulu sebelum masyarakat mengenal sains, kita sebut itu setan, roh halus atau jin. Sekarang manusia mengejar kebenaran, kalau tak bisa juga ya diretas. Gitu saja kok repot?

Di dunia bisnis, banyak perusahaan mapan yang mengalami kesulitan akibat hadirnya para pesaing yang bukan tidak head to head. Perusahaan-perusahaan itu tidak menghadapi pesaing baru karena telanjur keenakan dan masuk dalam perangkap zona nyaman (comfort zone).

Mereka lalai dan kewalahan mengantisipasi hadirnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi digital yang mengusung semangat kolaborasi, sharing, bukan owning, dengan konsep bisnis empowering serta kesediaan untuk win-win-win. Pengusahanya menang, pemilik aset dapat rezeki, dan konsumen pun senang karena bisa mendapatkan layanan dengan harga murah. Bisnis seharusnya begitu. Bukan zero sum game atau win-win, tetapi win-win-win.

Di kalangan pemerintahan dan instansi layanan publik lainnya, disruption terjadi bagi mereka yang masih terperangkap dalam zona nyaman. Mereka ini belum bisa meninggalkan mindset dan perilaku-perilaku lama seperti penyakit klasik birokrasi dengan jargonnya "kalau bisa diperlambat, mengapa harus dipercepat".

Juga birokrat atau pejabat yang sukanya menyembunyikan masalah di dalam laci, di lemari atau di bawah karpet. Membiarkan masalahnya berlarut-larut tidak terpecahkan dan akhirnya terakumulasi dan menjadi warisan berat untuk pejabat mendatang.
 
Atau tokoh munafik dan serba palsu. Di depan tampak alim, di belakang sebaliknya.

Lalu pejabat atau aparat yang belum bisa meninggalkan kebiasaan korup. Entah meminta suap, korupsi waktu, atau memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Masih banyak lho pejabat tinggi kita yang kelakuannya seperti ini. Kalau ketahuan, baru dia secara demonstratif mengganti uang atau fasilitas negara yang dipakainya.

Hati-hati kalau perilaku Anda, para pejabat atau aparat negara, masih seperti ini. Perilaku Anda pasti tersingkap. Hanya soal waktu. Anda tak pernah tahu bahwa perilaku Anda direkam oleh orang lain dan sesaat kemudian sudah tayang di media sosial serta menjadi viral.
 
*Dua Cara*

Bagaimana disruption di ranah publik itu terjadi? Setidak-tidaknya lewat dua cara. Pertama, dari atas, disruption terjadi dengan terungkapnya perilaku buruk, baik dari para pejabat maupun aparat layanan publik. Lihatlah kasus Dora. Di situ yang terungkap bukan hanya perilaku buruk pegawai MA, tetapi juga kesabaran Aiptu Sutisna menghadapi amarah seorang pelanggar lalu lintas.

Anda tahu, selama ini polisi sudah menyandang stigma negatif. Ungkapan yang terkenal soal ini adalah "lapor kehilangan ayam, malah kehilangan kambing".

Sikap profesional Aiptu Sutisna, saya harap, mampu menekan stigma buruk tersebut. Masyarakat jadi tahu bahwa ternyata masih banyak polisi yang baik. Dan itu semua terjadi berkat peran dari teknologi digital. Semoga saja kita tidak salah.

Masyarakat kita yang sudah letih menghadapi perilaku buruk para pemimpinnya, termasuk aparat layanan publik, seakan menemukan kanal untuk mengungkapkan kejengkelannya. Bahkan bukan sekadar itu, kanal tersebut ternyata bisa berfungsi secara efektif sebagai media korektif. Buktinya kasus Dora tadi.

Kedua, dari sisi bawah, disruption terjadi karena teknologi digital membuat masyarakat kita menjadi semakin kritis dan cerdas. Mereka juga semakin mudah bersatu kalau isu-isunya sudah menyangkut kepentingan bersama.

Maka untuk para pejabat yang tak mau memperbaiki diri, masih koruptif, tak mau meninggalkan zona nyamannya, tak mau mengubah mindset dan perilaku dari selalu minta dilayani menjadi melayani, siap-siaplah. Anda bakal terdisrupsi, bakal tersingkir.

Ini era disruption, era ketersingkapan. Semua yang busuk bakal terendus, muncul ke permukaan, dan akhirnya semua orang tahu. Anda tak punya tempat lagi untuk sembunyi.

Memang itu semua ada konsekuensinya. Sampai periode tertentu, kita bakal semakin sering mendengar dan menyaksikan terbongkarnya perilaku busuk para pejabat dan aparat publik. Bahkan mungkin termasuk perilaku kita sendiri—kalau juga busuk. Tapi, jangan risau dan jangan cepat lelah. Sebab itu artinya disruption, mekanisme koreksi, tengah bekerja.
 
Jadi berterima kasihlah pada media sosial—yang kini tengah mendapat sorotan negatif lantaran kerap disalahgunakan untuk menyebarkan hoax, berita menyesatkan, dan menebar fitnah serta kebohongan. Selalu ada dua sisi dari satu keping mata uang. Mari, kita melatih diri untuk selalu melihat dari sisi positif dan menggunakannya untuk menebar kebaikan. []
 
KORAN SINDO, 12 Januari 2017  
Rhenald Kasali | Pendiri Rumah Perubahan

Tuhan Memikirkan Kita

Tuhan Memikirkan Kita 

03 Februari 2017

Bacaan Hari ini:
Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu 
~ rancangan damai sejahtera dan
~ bukan rancangan kecelakaan, untuk 
~ memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
-----------------
Kadang orang-orang meminta saya untuk menandatangani Alkitab mereka. Juga, kadang mereka meminta saya untuk menuliskan ayat favorit saya. 

Ini lumayan sulit karena 
~ saya punya banyak ayat favorit. 

Ayat yang saya pilih biasanya
~ tergantung apa yang sedang saya alami pada saat itu.

Jika saya sedang mengalami situasi yang menekan, saya mungkin akan menuliskan Filipi 4:6-7, 
~ "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi 
~ nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan 
~ permohonan dengan ucapan syukur. 
~ Damai sejahtera Allah, yang 
~ melampaui segala akal, akan 
~ memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Atau, bisa juga ketika saya prihatin dengan peristiwa peristiwa yang tengah terjadi di dunia ini, kata-kata Yesus dalam Yohanes 14:1-2 muncul dalam pikiran saya, 
~ "Janganlah gelisah hatimu; 
~ percayalah kepada Allah, 
~ percayalah juga kepada-Ku. 
~ Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. 
~ Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. 
~ Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."

Tetapi jika saya harus memilih satu ayat favorit, itu pasti Yeremia 29:11 
~ "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu
~ rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk 
~ memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Mengapa saya suka ayat ini? Sebab 
~ ayat ini mengatakan bahwa Allah yang mengendalikan hidup saya. 
~ Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah selalu memikirkan saya. 

Apabila seandainya ayat ini berbunyi, 
~ "Sebab Aku ini mengetahui satu rancangan yang pernah Kubuat untukmu," 
~ Saya akan sangat kecewa. 

Tetapi Firman Tuhan ini berbunyi, 
~ "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu" 

Rancangan-Nya atas kita bukan hanya satu, melainkan banyak- dan pemikiran-pemikiran Allah atas hidup kita itu konstan, terus-menerus. 

Dan rancangan-rancangan-Nya itu ialah 
~ rancangan damai sejahtera, bukan 
~ rancangan kecelakaan, untuk 
~ memberi kita hari depan yang penuh harapan. 
_________________________
Allah yang mengendalikan hidup Anda dan Allah selalu memikirkan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Rabu, 01 Februari 2017

Logical Fallacy (Kesalahan Logika)

*KESALAHAN LOGIKA*
Farah Sofa

Kesalahan logika yang dalam bahasa Inggris disebut *'logical fallacy'* - _adanya bias secara kognitif_ - adalah hal yang seharusnya bisa dihindari. Namun justru umum dijumpai dalam setiap perdebatan, mulai dari yang disiarkan di tivi, debat di warung kopi, debat di SMA, sampai pada debat di sosial media. Bahkan oleh kaum intelektual sekalipun.

*Logical fallacy* yang paling sering dijumpai ada enam , sbb.:

*1. ARGUMENTUM AD HOMINEM*
Yakni menyerang pribadi lawan, bukan argumennya. 

_Contoh:_
A : "Kita harus senantiasa menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia."
B : "Lho keluarga kamu sendiri berantakan kok, jangan sok ngurusin orang lain deh kalau ngurus anak bini sendiri aja gak bisa!"

_Kesalahan:_
Alih-alih mematahkan argumen si A, si B justru langsung "menghunus keris" padanya. Jadi, si B shoots the messenger, not the message.

*2. STRAWMAN FALLACY*
Yakni menciptakan 'manusia jerami' (image palsu) untuk diserang, bukan argumen aslinya. 

_Contoh:_
A : "Hari ini ada acara sama teman, jadi gak bisa nganterin kamu ke mall."
B : "Jadi kamu udah males antar jemput aku? Udah gak sayang lagi sama aku? Kamu egois!"

_Kesalahan:_
si A hanya bilang demikian, mengapa si B melontarkan argumen (manusia jerami) yang tidak relevan? Biasanya yg nuduh egois itulah yg egois asli.

*3. APPEAL TO EMOTION*
Yakni menggunakan emosi sebagai dasar sebuah argumen. 

_Contoh:_
A : "KPK menangkap tangan hakim MK bernama Afi sebagai penerima suap."
B : "Tidak mungkin, selama ini dia sangat baik dan bijak. Lihat saja tulisan-tulisannya dan penampilan dia yang sangat agamis itu!"

_Kesalahan:_
Yang bisa dijadikan tolok ukur sebuah kebenaran adalah data dan bukti empiris, bukan penilaian berdasarkan emosi yang subyektif ataupun agama seseorg.

*4. ARGUMENTUM AD POPULUM/BANDWAGON FALLACY*
Yakni mendasari kebenaran argumen dengan suara mayoritas. 

_Contoh:_
A : "Menurut penelitian, merokok tidak baik bagi kesehatan."
B : "Orang jaman dulu kebanyakan merokok, tapi mereka sehat-sehat aja tuh!"

_Kesalahan:_
B tidak otomatis mematahkan kebenaran argumen A hanya karena dia menyimpulkan suatu penilaian dari pandangan terhadap mayoritas.

*5.APPEAL TO AUTHORITY*
Yakni mendasarkan argumen pada pendapat orang yang berpengaruh/punya otoritas. 

_Contoh:_
A : "Ada apa dengan sekolah itu?"
B : "Kata Pak Bupati, sekolah X adalah sekolah yang paling angker di daerah sini. Berarti benar kan dugaanku!"

_Kesalahan:_
Hanya karena Pak Bupati mengatakan suatu hal, bukan berarti hal itu otomatis jadi kebenaran.

*6. FALSE DILEMMA*
Yakni sering juga disebut dengan 'argumen hitam-putih', sederhananya adalah argumen yang "kalau tidak gini pasti gitu". 

_Contoh:_
A : "Dukung KPK atau tidak?"
B : "Tidak"
A : "Jika tidak dukung KPK berarti koruptor!"

_Kesalahan:_
A melontarkan kesimpulan "koruptor" pada B sebagai satu-satunya opsi, padahal A tidak seharusnya mengesampingkan faktor2  lain yang bisa mendasari keputusan B tidak mendukung KPK, dan bisa saja si B pun tidak anti KPK.

Ke-enam macam Fallacies tsb di atas hanya sebagian saja, sisanya bisa Anda cari sendiri.

Sejauh yang saya tahu, menggunakan gestur merendahkan lawan saat debat, adalah hal yang tidak etis. Usahakan untuk tetap menjaga kesantunan dan etika dalam debat yg sehat.

_*Don't raise your voice, but  improve your argument.*_
Menanglah secara elegan dengan menghindari _logical fallacy._

Berita Baik Di Dunia Yang Jahat

Berita Baik Di Dunia Yang Jahat

02 Februari 2017

Bacaan Hari ini:
2 Raja-raja 7:16 "Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu 
~ sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan
~ dua sukat jelai berharga sesyikal, 
~ sesuai dengan firman TUHAN."
---------------------------
Saat itu adalah masa-masa kelam dalam sejarah Israel. 
~ Segala sesuatunya salah. 
~ Orang Israel telah tenggelam sampai ke dasar. 

Mereka tidak hanya ditindas oleh orang Aram, tapi juga 
~ mengalami kelaparan besar. 
~ Mereka hampir mati kelaparan. 

Mengapa musibah ini menimpa Israel? 

Itu dikarenakan oleh 
~ ketidaktaatan mereka yang terus-menerus kepada Allah dan 
~ penyembahan kepada dewa-dewa palsu yang tanpa henti. 

Raja Israel, dengan segala kekuasaannya, tak bisa 
~ berbuat apa pun untuk mengubah keadaan. 

Maka akhirnya 
~ ia mendengarkan apa yang nabi Elisa katakan. 

Elisa berkata kepadanya, 
"Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: 
~ Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan 
~ dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria" 
( 2Raja-raja 7:1). 

Nabi Elisa mengatakan
~ hari pembebasan akan tiba. 

Dan benar saja, 
~ keesokan harinya ada banyak makanan di jalanan yang 
~ bisa dibeli dengan harga terjangkau. 

Allah bekerja secara supernatural. 

Ia mengosongkan perkemahan orang Aram dengan cara membuat mereka mendengar 
~ bunyi kereta, 
~ bunyi kuda, 
~ bunyi tentara yang besar 
(lihat 2 Raja-raja 7:6), 

sehingga mereka
~ melarikan diri dari kemah mereka. 

Secara supernatural, 
~ Allah memimpin tiga orang kusta ke perkemahan yang 
~ ditinggalkan orang Aram tersebut dengan 
~ naluri kelaparan mereka. 

Ketiga orang kusta ini berjalan melewati kemah itu dan melihat ada banyak sekali makanan yang ditinggalkan. 
~ Mereka bisa saja menyimpannya untuk diri mereka sendiri, tetapi 
~ mereka kembali ke kota dan mengatakan kepada para penunggu pintu gerbang kota apa yang baru saja mereka temukan. 

Pembebasan datang, 
~ persis seperti apa yang Allah katakan. 

Mungkin saat ini Anda sedang berada di tempat yang berpengaruh. 
~ Apakah Anda menggunakannya untuk kemuliaan Allah? 

Mungkin saat ini Anda berada di tempat yang penuh penderitaan dan kesulitan. 
~ Apakah Anda memanfaatkannya untuk kemuliaan Allah?

Allah telah menempatkan di mana kita berada saat ini untuk 
~ menghadapi masa sulit seperti ini. 

Kita perlu membawa kabar baik di dunia yang jahat ini.
_______________________
Allah menempatkan kita berada saat ini untuk 
~ menghadapi masa sulit dan 
~ bergantung sepenuhnya kepada Dia

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)