Minggu, 04 Desember 2016

Yusuf, Pahlawan Yang Tak Dikenal

Yusuf, Pahlawan Yang Tak Dikenal 

05 Desember 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 1:19 *"Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan*
*~ tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,*
*~ ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam."*
------------------------------

_Yusuf ialah pahlawan tanpa tanda jasa dalam kisah Natal._ 

😇Di sebagian besar kisah tentang kelahiran Yesus, tak ada lagu-lagu Natal mengenai 
Yusuf. Tapi ia sesungguhnya 
💐 *pahlawan.* 

*Alkitab* mengatakan bahwa Yusuf 
🐝 adalah "orang yang tulus hati" 
(Matius 1:19). 
🐛 Begitu mencintai Maria, 
😳 sudah pasti ia terkejut dengan kabar mengatakan bahwa tunangannya itu sedang mengandung. 

Yusuf dan Maria bertunangan, 
🍂 yang dalam budaya Yahudi, itu sama saja seperti menikah. 

Begitu sepasang pria dan wanita terikat dalam pertunangan, maka 
🐞 mereka dikatakan telah menikah meskipun 
🐢 tinggal di rumah yang terpisah. 
🦀 Dan di selang waktu itulah Maria mengandung.

Namun *Yusuf mencintai Maria*

dan Alkitab mengatakan bahwa
🔋 ia "tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, 
⏲ ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam" (Matius 1:19). 

Dengan kata lain, Yusuf berpikir, 
😐 "Aku akan mengatakan padanya jika aku tak bisa menikahinya sekarang, tapi 
😑 tentu saja aku tak akan mempermalukan dia di mata umum."

Selama Yusuf mempertimbangkan hal itu, malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata, 
♐ "Yusuf, anak Daud, 
📳 janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab
✌ anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus"(ayat 20-21).

*Hanya itu yang perlu Yusuf dengar.*

_Dia bisa saja meninggalkan Maria,_ bahkan setelah mengetahui yang sebenarnya. 
💡 _Namun ia membela Maria._ 

Dan sepasti Allah memilih Maria sebagai ibu dari Mesias, 
sepasti itu pun Ia memilih Yusuf untuk menjadi sosok ayah di Bumi untuk Yesus._

Ketika Allah memakai seseorang, 
🎾 tentunya ada pengorbanan yang harus diambil. 
🎱 Itu tak akan jadi jalan yang mudah, tapi 
🏀 itu akan berbuah  dan 
⚾ Anda akan melihat kembali ke belakang di kemudian hari, dan 
🏓 bersukacita bahwa Anda telah memilih jalan itu. 
____________________

Ketika Allah memakai Anda tentunya ada
🌻  pengorbanan yang harus diambil dan 
🌹 tetaplah bersukacita

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie o/ CPG)

Jumat, 02 Desember 2016

KENAPA KAMU MEMBELA AHOK ?

KENAPA KAMU MEMBELA AHOK ?

"Kenapa kamu selalu membela Ahok ???"

Tanya seseorang di kotak pesanku dengan nada sewot. Aku terdiam. Kumatikan rokokku yang tinggal seperempatnya. Kuhirup kopiku dan mulai mengungkapkan apa yang kupikirkan...

Sebenarnya kata "membela Ahok" itu kurang tepat. Terlalu sempit ketika aku hanya terpaku pada sosok, karena sosok itu tidak merepresentasikan kebenaran. 

Lebih tepat jika dikatakan, saya sedang membela sebuah nilai. Nilai kebhinekaan dan keadilan.

Ahok adalah representasi dari minoritas, baik minoritas etnis dan agama. Tapi ia mempunyai hak yang sama dalam demokrasi kita... Sama seperti kamu, aku, kalian, mereka dan semua yang mengaku sebagai umat mayoritas dengan kebanggaan yang semu dan tak berguna.

Jadi, kenapa ia tidak boleh menjadi "pemimpin" di negara yang menganut kesamaan hak dan kewajiban sebagai anak bangsa ?  Bukankah itu mengkhianati perjanjian bersama yang dibangun oleh para pendiri negara dengan darah mereka ?

Dalam kinerja, Ahok sudah memberikan bukti bahwa ia mampu. Hasil kerjanya bisa dilihat dengan jelas mulai penataan sungai sampai pengangkatan derajat para pekerja yang dulu tak kelihatan.

Jika ia mampu dan mempunyai hak yang sama, maka berikanlah ia kesempatan yang sama..

Masalah tidak suka, cukup dengan tidak memilihnya. Bukannya memaksa ia harus keluar dari kesamaan haknya karena ia minoritas. Itu zolim namanya, menyayat kebhinekaan kita menjadi luka dalam yang akan terus menganga.

Jadi, membela Ahok sebenarnya - buat saya - sama dengan membela kebhinekaan kita, keadilan kita, nilai2 yang selama ini menjadi pondasi dasar kehidupan kita dalam bernegara. Ahok hanya pelakunya saja..

Sama seperti ketika saya membela Jokowi, bukan karena sosoknya. Tetapi karena ia adalah simbol negara yang sah. Begitu juga ketika saya membela ulama yang benar, saya sebenarnya membela nilai2 pewaris Nabi yang sesungguhnya...

"Tapi kan mereka yang berdemo sedang membela nilai agama mereka yang dinista ??"

Kubakar lagi sebatang dan kuhirup kopiku yang sudah tinggal ampasnya.

Pertama, agama itu tidak lemah sehingga perlu dibela. Agama itu suci sehingga tidak mungkin nista. Lagian yang dimaksud nilai agama itu bukan agamanya sendiri, tetapi mutiara didalamnya sebagai pembentukan ahlak. Apakah korupsi itu membela nilai agama atau malah menista agama ? Jelas menista...

Jadi belalah nilai2 di dalamnya dengan terus mengkajinya supaya kita menjadi manusia yang benar, bukan dengan teriak2 membanggakannya...

Jika Ahok dianggap menista, tunggu saja keputusan hukum yang ada. Tidak perlu memaksa hukum keluar dari rel-nya. Terima semua keputusan.

Masalah puas dan tidak puas, itu masalah perasaan, tidak ada ukurannya...

Ia terdiam, entah mengerti atau tidak.

Lalu, "Halahhh.. kamu syiah, JIL, sok mengajari saya. Tahu apa kamu tentang Islam ?"

Aku tersenyum. Teringat nasihat Imam Ali as, "membuktikan kebenaran kepada orang bodoh itu mudah. Yang susah adalah membuat mereka menerimanya.."

Kuhirup kopiku sekali lagi. Cuihhh.. ternyata cangkirnya sudah kujadikan asbak...

www.dennysiregar.com

Silsilah Keluarga Yang Kacau

Silsilah Keluarga Yang Kacau

03 Desember 2016

Bacaan Hari ini:
Wahyu 22:16 
"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. 
~ Aku adalah tunas, yaitu 
~ keturunan Daud, 
~ bintang timur yang gilang-gemilang."
----------------------------------------------
Pada abad pertama, Yesus bukanlah nama yang spesial. 

Banyak anak laki-laki dinamakan Yesus, yang artinya adalah 
~ "Allah adalah keselamatan." 

Tapi hanya ada satu Pribadi yang menjadi penjelmaan dari nama dan seluruh sifat-sifat Allah, dan itu adalah 
~ Tuhan Yesus.

Malaikat Gabriel berkata kepada Maria, 
~ "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. 
~ Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya" (Lukas 1:32). 

Kata "besar" di sini berasal dari bahasa Yahudi 
~ "megas", 

dari situlah kita mendapatkan kata 
~ "mega". 

Kata mega (mahabesar) menjelaskan 
~ kebesaran dan kekuatan. 

Yesus ialah definisi sejati dari kata besar- 
~ Mahabesar.

Malaikat Gabriel juga mengatakan bahwa Dia akan datang dari 
~ "takhta Daud" (ayat 32). 

Daud merupakan sosok yang unik dalam Alkitab, digambarkan sebagai 
~ pemazmur kesayangan Israel dan 
~ seorang laki-laki yang memiliki hati takut akan Tuhan. 

Namun dari Alkitab kita juga tahu 
~ kelemahan dan kekurangannya. 

Dua nama yang berkaitan dengan Daud meringkas seluruh hidupnya: 
~ Goliat dan Batsyeba.

Goliat melambangkan 
~ kemenangan terbesar Daud, 

sementara 

Batsyeba melambangkan
~ kekalahan terbesarnya. 

Daud adalah orang yang bercacat cela, namun 
~ Yesus disebut sebagai "Tunas, keturunan Daud", (lihat Wahyu 22:16). 

Dan selama Yesus bekerja dalam pelayanan-Nya, Ia disebut sebagai 
~ Anak Daud. 

Ini jelas menandakan bahwa 
~ Yesus memiliki keterkaitan dengan Daud.

Jadi jika Anda berpikir bahwa Anda memiliki keluarga yang disfungsional 
(tak berfungsi semestinya), lihatlah 
~ silsilah keluarga Yesus. 

Beberapa orang dengan karakter yang buruk sekali pun masuk ke dalam silsilah keluarga yang paling eksklusif dalam sejarah manusia ini; seperti 
~ pelacur, 
~ pembohong, 
~ penipu, 
~ penzinah, dan bahkan 
~ pembunuh.

Apa yang mau disampaikan pada kita dari asal usul Yesus ini? 

Bahwa, bahkan sebelum Yesus dilahirkan ke dalam silsilah keluarga ini, nenek moyang-Nya menunjuk pada satu hal: 

Kristus datang ke dunia ini untuk 
~ menyelamatkan orang-orang berdosa.
______________________________
Kristus datang ke dunia ini untuk 
~ menyelamatkan orang-orang berdosa, 
~ jadi ucapkanlah syukur kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Kita Berada Dalam Ancaman Proxy War.*

_*JENDERAL GATOT :*_ *Kita Berada Dalam Ancaman Proxy War.*

Proxy, mudahnya, artinya adalah 'perwakilan'. *Proxy war* artinya *peperangan yang diwakilkan,* atau mudahnya: *peperangan yang memanfaatkan pihak lain.*

*Pihak yang berkepentingan* terhadap perang itu sendiri *tak terjun langsung* dalam medan *peperangan*; hanya *mengendalikan dari jauh.* Begitu garis besarnya. 

*Pihak pengendali tak mau publik mengetahui identitasnya* sebagai *pelaku perang* sebenarnya. Sebaliknya, *pihak yang dimanfaatkan* juga umumnya *tak tahu* bahwa mereka hanya *dummy, puppet, wayang, boneka, bidak catur.* 
---

Perang seperti ini sedang trend saat ini dan tengah menjadi metode baru yang terus dipelajari untuk meningkatkan efektivitasnya. Salah satu *contoh* metode yang sudah terlihat membuahkan hasil gemilang adalah *Perang Suriah.* 

*Perang Suriah* adalah perang antara *dua kubu* yang berebut kepentingan dengan memanfaatkan negara Suriah, Pemerintah dan rakyatnya untuk terlibat perang. Katalisnya adalah *ISIS.* Dalangnya sendiri hanya kadang-kadang saja muncul ke permukaan; sebagai pahlawan.
---
*Proxy War* menjadi metode mutakhir karena memiliki *kelebihan* dalam hal *efisiensi* dan *efektifitas.* Misal: negara *pelaku perang* namanya tetap *bersih.* *Pasukan tidak banyak korban*, karena menggunakan *tenaga lain.*

Pelaku ingin namanya tetap bersih karena penting bagi reputasi di dunia ekonomi dan politik. Negara yang terlihat jahat tentunya akan menimbulkan resistensi dalam pergaulan Ekonopolitik.

Mereka juga tak harus *mengorbankan nyawa pasukannya.* Nyawa pihak lain lebih mudah dan kadang lebih murah. Politik yang digunakan adalah *propaganda:* 

_*Jenis perang: membela agama. Sifat perang: jihad. Mati sebagai martir: syahid. Hadiah: masuk surga.*_

Ada juga konon dengan terang-terangan diminta untuk *mati "Syahid"*, misal dengan bom *bunuh diri*, dengan kompensasi bahwa *keluarga* calon yang bunuh diri akan diberikan sejumlah *uang* dan *insentif lainnya* (selain hadiah otomatis bahwa sang calon akan masuk surga plus bonus lainnya).

Tidakkah hal ini sungguh menguntungkan bagi "pembeli perang" ? Selain *nyawa lebih murah,* karena *memanfaatkan pihak lain untuk bertempur dengan saudaranya sendiri,* elemen biaya lain juga lebih murah, misal: *tak usah menggunakan senjata canggih dan mahal.* Cukup *molotov* yang dilempar ke *Gereja* atau *Mesjid.* 
---
*Penghematan* lainnya adalah dari biaya *transportasi* dan *akomodasi.* Mereka *tak harus mengekspor tentaranya,* mengangkutnya dengan *pesawat canggih,* dan membuat *markas* dan seluruh *fasilitasnya bagi pekerja Bule* yang biayanya lebih tinggi daripada *biaya akomodasi orang lokal.* 

Singkat kata, *metode ini* menawarkan *banyak kemanfaatan* dibanding perang yang *dilakoni sendiri.* Pelaku perang juga tak harus mengotori tanah sendiri dengan darah dan asap mesiu seperti perang zaman dulu yang saling balas berbalas memerangi dengan datang langsung ke negara yang ditarget.
---                                    
*Perang inilah yang tengah direncanakan untuk terjadi di Indonesia.* Pelakunya sendiri *tak terlihat, invisible hands.* Yang jadi *korban* demi kepentingan mereka adalah *rakyat kita.* Paling tidak, ini prinsip pesan yang disampaikan oleh *Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo*.

Mereka perang menggunakan *darah kita, keringat kita, amarah kita, nyawa kita, tanah kita, ruang kita, waktu kita, senjata kita, dan kenaifan kita.*

***

PANGGUNG JOKOWI

PANGGUNG JOKOWI

Salah satu rencana penyelenggara demo2 besar ini sebenarnya adalah 2019..

Dengan tekanan kepada pemerintahan Jokowi, mereka sangat berharap Jokowi melakukan kesalahan. Kesalahan yang utama adalah melakukan pukulan kepada para pendemo sehingga terjadi kerusuhan yang akan mereka perluas skalanya.

Ketika demo berubah rusuh, dampak yang terjadi adalah pelemahan ekonomi dan ketidak-percayaan pada pemerintah. Jika mereka tidak bisa menjatuhkan Jokowi sekarang, di 2019 diharapkan akan berpengaruh pada elektabilitasnya. Dan saat Pemilu nanti, mereka akan membawa kerusuhan2 itu sebagai senjata untuk menghantam Jokowi.

Sayangnya, mereka gagal....

Hal yang mereka tidak perkirakan adalah Jokowi tidak melakukan pukulan keras kepada pendemo, malah mempersilahkan mereka dan memperlakukannya dengan baik.

Karena rencana yang tidak berhasil itu, mereka kemudian mencoba membunuh karakter Jokowi dengan mengatakannya pengecut karena tidak menemui peserta demo.

Terbukti gagal maning, gagal maning...

212 ini salah satu cara mereka untuk kembali menjatuhkan nama Jokowi. Dan lagi2 mereka salah langkah, Jokowi adalah pemain catur yang brilian...

Pemerintah menyamarkan langkahnya dengan statemen Panglima TNI bahwa ia tidak akan hadir pada shalat Jumat di Monas. Tidak hadirnya Panglima berarti ketidak-hadiran Presiden. 

Lawan tersenyum, "Nah, matek kon..."

Injury time, Presiden tampak melangkah keluar istana beserta pejabat2 lain dan Panglima TNI menuju tempat shalat Jumat. Mereka berjalan dengan gagah ditengah hujan sambil memegang payung...

Jokowi menjadikan acara shalat Jumat itu sebagai panggung dirinya. Ia menunjukkan bahwa dirinya tidak takut akan tekanan2 yang terus datang. Ia menghajar lawannya dengan langkah kuda yang jitu.. Mereka yang kemarin meremehkannya, sekarang berbalik memujanya.

Tidak terduga, lawan politik Jokowi malah tanpa sadar menyediakan panggung yang indah dengan karpet merah, dimana Jokowi melangkah dengan anggun dan berwibawa...

Congrats Mr. Presiden.. Langkahmu telak menampar mereka yang merasa sudah berada di ujung kemenangan. Saya ingin mengangkat secangkir kopi untuk anda setinggi-tingginya..

Tinggal para donatur demo yang harus membereskan bidak2nya dan menyusun ulang kembali strategi mereka. Apalagi penangkapan pion2 mereka meruntuhkan mental bertarung ditambah kehilangan dana besar yang ternyata tidak sesuai harapan.

Lebaran kuda ternyata masih jauh, Kumendan... Habis ini jangan kaget kalau ada gebrakan cepat KPK memperkarakan proyek mangkrak yang besinya sudah karatan.

Seruput dulu... baru bikin album baru. 

Saya pesan yang judulnya, "Kegagalan adalah sukses yang tidak pernah datang.."

www.dennysiregar.com

Kamis, 01 Desember 2016

Terkejut Karena Terpilih


Terkejut Karena Terpilih

02 Desember 2016

Bacaan Hari ini:
Lukas 1:29 "Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, 
~ apakah arti salam itu."
---------------------------------------------
Ketika malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria dan mengabarkan bahwa ia akan menjadi ibu dari Mesias, jujur, Maria terkejut mengetahui bahwa 
~ Allah memilih seseorang seperti dia.

Walau Maria adalah wanita yang berbudi luhur, ia bukan wanita yang tanpa dosa. Maria adalah orang berdosa, 
~ sama seperti kita.

Hak istimewa? 
~ Iya. 
Dipilih oleh Allah? 
~ Iya. 
Penuh dosa? Sekali lagi, 
~ iya. 

Dalam the Magnificant (Yang Agung), atau yang dikenal dengan Nyanyian Pujian Maria, ia berkata, 
~ "Dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku," (Lukas 1:47). 

Bahkan Maria pun butuh 
~ Juruselamat.

Seseorang yang benar-benar kudus tak akan pernah 
~ menyombongkan ketaatan mereka sendiri. 
~ Mereka tak akan membicarakan apa yang telah mereka lakukan buat Allah. 

Sebaliknya, 
~ mereka akan selalu membicarakan apa yang telah Allah lakukan bagi mereka. 

Itulah sebabnya Yohanes menggambarkan dirinya dalam Injil Yohanes yang ditulisnya sendiri sebagai 
~ "murid yang dikasihi Yesus." 

Yohanes membanggakan kasih Allah yang ia terima, 
~ ketimbang menyombongkan kasihnya untuk Dia.

Apabila Maria sama seperti kebanyakan perempuan muda lainnya di zamannya, dia tentu akan 
~ menikah dengan lelaki miskin, 
~ melahirkan banyak anak, dan 
~ tidak akan bepergian lebih dari beberapa km jauhnya dari rumahnya, dan 

kemudian mati seperti 
~ ribuan orang lainnya, 
~ mereka yang terlebih dahulu datang dan pergi meninggalkan tahap kehidupan manusia. 

Namun Allah memilih dia, 
~ kendati Maria bukanlah siapa-siapa dan 
~ hanya tinggal di sebuah kota kecil di antah berantah.

Maria dipilih sendiri oleh Allah untuk menggenapi nubuat:  "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: 

Sesungguhnya, 
~ seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan 
~ ia akan menamakan Dia Imanuel" 
(Yesaya 7:14). 

Saya amat sangat ragu apakah Maria, bahkan mungkin tak terlintas di pikirannya, pernah membaca atau mendengar tentang nubuat itu dan berkata pada dirinya sendiri:
~ Itu aku. 
~ Aku akan menjadi perempuan muda yang dibicarakan oleh Nabi Yesaya itu. 
~ Aku akan menjadi ibu dari Mesias. 
______________________________
Ketahuilah, 
~ Allah dapat memakai Anda di mana pun Anda berada.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Kunci Dari Hidup Yang Seimbang: Yesus

Kunci Dari Hidup Yang Seimbang: Yesus

01 Desember 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 6:33 
~ "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka 
~ semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
----------------------------------------------
Jika Anda mendambakan hidup yang benar-benar seimbang, lihatlah satu-satunya teladan dalam sejarah: Yesus. 

Jika Anda menempatkan Dia sebagai Pusat kehidupan Anda, 
~ maka hidup akan lebih seimbang.

Ibaratkan hidup Anda seperti sebuah roda. 
~ Titik pusat dari roda tersebut ialah sumbu roda. 

Semua jari-jari (seperti jari-jari roda) hidup Anda (yang melambangkan hubungan Anda, keluarga Anda, karir Anda, gol Anda, dll) 
~ semuanya berasal dari titik pusat tersebut. 

Kita semua membangun kehidupan di sekelilingnya. 

Pertanyaannya adalah, apa yang akan menjadi sumbu roda kita? 
~ Apakah itu keluarga Anda? 
~ Karir Anda? 
~ Uang Anda?

Atau akankah itu Yesus?

Bagaimana Anda tahu dibangun di sekeliling apakah kehidupan Anda? 

Coba lihat hal-hal apa yang paling banyak mengisi pikiran Anda; 
~ itulah yang menggerakkan Anda saat ini.

Pusat kehidupan Anda amatlah penting untuk 
~ menghasilkan kehidupan yang seimbang. 

Pusat yang solid menuntun Anda kepada 
~ kehidupan yang solid. 

Pusat yang lemah dan rapuh menuntun Anda kepada 
~ kehidupan yang lemah. 

Ketika saya mendengar orang-orang berkata kepada saya bahwa hidup mereka akan kandas, biasanya itu menandakan satu hal: 
~ Mereka punya pusat kehidupan yang salah. Artinya, sesuatu yang bukan Allah, telah mengambil alih prioritas hidup mereka. 

Sumbu kehidupan bukan hanya menciptakan stabilitas, 
~ tapi juga mengontrol dan memengaruhi segala sesuatunya tentang hidup Anda. 

Apa pun yang Anda tempatkan di pusat kehidupan Anda 
~ juga akan menjadi sumber kekuatan Anda. 

Kekuatan roda selalu berasal dari pusat menuju ke luar
~ tak pernah sebaliknya.

Jadikanlah Yesus sebagai Pusat hidup Anda, dan Ia akan memberikan 
~ stabilitas, 
~ kendali, serta 
~ kekuatan yang 
~ Anda perlukan bagi hidup Anda. 

Alkitab mengatakan, 
~ "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka 
~ semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33).

Jangan khawatir menjadikan Yesus yang pertama dalam hidup Anda. 
~ Tempatkan Dia sebagai pusat kehidupan Anda. 
~ Biarkan Dia membimbing hidup Anda, memengaruhinya, menguatkannya, dan memberikan stabilitas.

Lakukan itu, dan semua bidang kehidupan Anda - mulai dari 
~ keluarga, 
~ karir, hingga 
~ cita-cita Anda - 
~ akan seimbang di dalam Yesus.

Renungkan hal ini:

Jika Anda melihat kehidupan Anda ibarat sebuah roda, apa yang menjadi sumbunya?

Bagi Anda, apa gangguan-gangguan terbesar untuk mencapai kehidupan yang seimbang?

Apa kendala terbesar Anda dalam menjadikan Yesus sebagai Pusat kehidupan Anda?
_______________________
Jika Anda menempatkan Dia sebagai Pusat kehidupan Anda, maka hidup akan lebih seimbang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)