Anda Bertanggungjawab Atas Apa Yang Anda Masukkan Ke dalam Pikiran Anda 18 November 2016 Bacaan Hari ini: Amsal 15:14 "Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, ~ tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan." ------------------------------------------------ Pikiran kita mengendalikan segala sesuatu tentang kita. ~ Pikiran kita memengaruhi perasaan kita. ~ Dan perasaan kita memengaruhi tingkah laku kita. Apa yang Anda pikirkan itu penting, sebab semuanya dimulai di dalam pikiran. Untuk menjadi orang yang bertanggungjawab, ~ Anda harus mengendalikan pikiran Anda. Tetapi biarkan saya kurangi sedikit rasa bersalah Anda: Anda tak bertanggungjawab atas setiap pikiran yang lewat di pikiran Anda. Pikiran sembarang ini masuk ke dalam benak kita karena berbagai alasan ~ percakapan yang tak sengaja Anda dengar, ~ sesuatu yang Anda lihat, ~ hal-hal yang setan hembuskan ke dalam pikiran Anda, dll. Tanggung jawab Anda ialah ~ bagaimana Anda mengatasi pikiran-pikiran tersebut. Martin Luther mengatakan ini, ~ "Anda tidak bisa mencegah burung-burung hinggap di atas kepala Anda, ~ tapi Anda bisa mencegah mereka membangun sarang di rambut Anda." Allah akan meminta pertanggungjawaban Anda atas apa yang Anda biarkan masuk ke dalam pikiran Anda. Saya kaget dengan tontonan orang-orang apalagi apa yang mereka biarkan anak-anak mereka tonton. Banyak pengikut sejati Yesus menghabiskan waktu mereka dengan ~ menonton acara TV yang merusak ~ dan mendengarkan siaran radio yang tak mendidik. Mereka bersedia membayar uang yang tak sedikit untuk ~melihat perilaku-perilaku menyimpang tersebut sebagai hiburan mereka. Orang-orang yang senang menonton acara-acara tersebut mengatakan pada saya, ~ "Tapi walau saya menonton acara-acara itu, ~ itu tidak memengaruhi saya. ~ Itu tidak mengganggu saya. ~ Itu tidak merusak saya." Itu semua salah besar! Para ilmuwan telah melakukan penelitian demi penelitian yang mengatakan bahwa ~ Anda tidak akan pernah benar-benar lupa adegan yang pernah Anda lihat. ~ Bahkan jika Anda tidak mengingatnya secara sadar, ~ ide itu akan muncul kembali di pikiran Anda - dalam warna sesungguhnya - ketika ada hal-hal yang merangsang pikiran Anda. Dengan kata lain, ~ "Masuk sampah, ~ keluar sampah." Apa yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda pasti akan ~ berbuah dalam perilaku dan iman Anda. Bahkan, ~ ketika acara hiburan sampah tidak mengganggu Anda lagi karena Anda telah terbiasa dengannya, ~ maka itu sebuah peringatan bahwa Anda sudah melewati ambang batas. Salah satu trik terlicik Setan untuk menggoda Anda ke dalam gaya hidup dosa adalah ~ melalui komedi. Itulah mengapa di televisi atau di film, perilaku menyimpang selalu dimulai lewat program ~ situasi komedi. Jika Setan bisa menangkap basah Anda menertawakan sesuatu yang berdosa, artinya ~ Anda sudah kalah perang. Dosa itu tidak lucu. ~ Dosalah yang membuat Yesus ada di kayu salib. Saat ini, apa yang Anda isi ke dalam otak Anda? Renungkan hal ini : Bentuk media apa yang paling menggoda Anda? Siapa yang bisa membantu Anda agar Anda bisa bertanggungjawab atas apa yang Anda tonton dan dengarkan? Apa cara-cara praktis yang bisa Anda ajarkan pada anak-anak Anda mengenai prinsip-prinsip ini? _____________________________________ Allah akan meminta pertanggungjawaban Anda atas apa yang Anda biarkan masuk ke dalam pikiran Anda. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Kamis, 17 November 2016
Anda Bertanggungjawab Atas Apa Yang Anda Masukkan Ke dalam Pikiran Anda
Rabu, 16 November 2016
Anda Tidak Boleh Hidup Dengan Rasa Bersalah
Anda Tidak Boleh Hidup Dengan Rasa Bersalah 17 November 2016 Bacaan Hari ini: Amsal 28:13 "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, ~ tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." -------------------------------------------------------------Allah selalu siap memberi kita kesempatan ke dua. ~ Itulah fondasi Kekristenan. Kita semua pasti pernah lalai melaksanakan tanggung jawab. ~ Kita semua pasti pernah berbuat dosa. Alkitab mengatakan, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang ~ yang saleh: ~yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!" (Pengkhotbah 7:20). Allah tak ingin Anda hidup dengan menanggung beban rasa bersalah atas semua kelalaian yang telah Anda buat dalam hidup Anda. Rasa bersalah ~ menghancurkan kepercayaan diri Anda, ~ merusak hubungan Anda, ~ membuat Anda terjebak di masa lalu, ~ dan bahkan mengganggu kesehatan Anda. Saya pernah membaca sebuah laporan beberapa tahun lalu yang mengatakan bahwa 70 persen pasien yang dirawat di rumah sakit bisa pulang seandainya mereka tahu ~ bagaimana cara menyelesaikan rasa bersalah mereka. Allah ingin Anda memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari itu. ~ Tentunya Anda tidak mau hidup dengan rasa bersalah, bukan? Inilah kebenaran penting yang harus selalu Anda pegang: ~ Anda tak boleh hidup dengan rasa bersalah. ~ Allah ingin Anda hidup dengan janji dan harapan. ~ Ia bahkan bisa mendatangkan kebaikan dari keputusan-keputusan bodoh yang telah Anda buat dalam hidup Anda bila Anda bersedia menyerahkan kesalahan-kesalahan tersebut ke dalam tangan kuasa-Nya. Bagaimana cara melakukannya? ~ Akui kepada Allah bahwa Anda telah melakukan kesalahan. Percayalah, ~ pengakuan Anda tidak akan mengejutkan Dia. ~ Dan itu tidak akan mengubah persepsi Dia tentang Anda. Saya harap Anda mau mengambil langkah ini ~ hari ini. Apabila Anda melakukannya, ~ ini yang bisa Anda harapkan untuk Anda terima dari Tuhan: 1. Allah langsung mengampuni. ~ Seketika Anda mengakui dosa Anda kepada-Nya, Ia akan langsung mengampuni Anda. 2. Allah mengampuni dengan cuma-cuma. ~ Kita tak bisa mengusahakan pengampunan untuk diri kita sendiri. ~ Kita semua tak akan pernah pantas menerimanya sebab pengampunan hanyalah dari anugerah-Nya. 3. Allah mengampuni sepenuhnya. ~ Dia membersihkan dosa Anda dengan benar-benar bersih. Jika Anda sudah terperosok ke dalam rasa bersalah dan malu, ~ kemungkinan besar Anda akan mempertahankan masalah apa pun yang Anda punya. ~ Kemungkinan besar Anda akan berkata pada diri Anda sendiri bahwa Anda telah gagal, Anda payah. Bila Anda telah mencap diri Anda payah, Anda akan punya pikiran bahwa Anda pasti akan ~ gagal lagi, ~ terjatuh lagi. Ini adalah siklus jahat yang seringkali sulit buat kita untuk keluar darinya apabila dengan kekuatan kita sendiri. Anda butuh satu kuasa di luar kuasa Anda. ~ Anda butuh Juruselamat. ~ Anda butuh Yesus. Renungkan hal ini: Bagaimana selama ini Anda melihat bahwa rasa bersalah telah mempengaruhi orang lain secara ~ fisik, ~ perasaan, ~ mental, ~ dan spiritual? Apa yang menahan Anda untuk meminta pengampunan kepada Tuhan? Apa yang Anda perlukan untuk meminta pengampunan dari Tuhan hari ini? _______________________________________ Allah tak ingin ~ Anda hidup dengan menanggung beban rasa bersalah atas semua kelalaian yang telah Anda buat dalam hidup Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Mandela dipenjara bisa jadi presiden
Rabu 16 Nov 2016, 10:32 WIB
Ahok: Mandela Dipenjara Lalu Jadi Presiden, Siapa Tahu Gue Juga Niken Purnamasari - detikNews  Foto: Rachman Haryanto Jakarta - Calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi soal status hukum jika ia menjadi tersangka. Bukan merasa malu, Ahok malah mengungkapkan dirinya bangga menjadi tersangka sebab kasus yang ia hadapi bukan kasus korupsi. Ahok mengatakan, kasus dugaan penistaan agama yang ia hadapi bukanlah hal yang direncanakan dan diniatkan oleh dirinya. Ia siap diproses secara hukum dan membiarkan publik melihat secara transparan. "Tersangka, jadi tersangka saja. Yang malu itu tersangka koruptor. Kalau tersangka belain orang, bangga saya. Ahok dipenjara karena difitnah dan dizalimi," ungkap Ahok di Rumah Lembang, Jl Lembang No. 27, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016). Gubernur DKI nonaktif itu mengambil pelajaran hidup dari sosok Nelson Mandela yang dipenjara sebab menyuarakan aspirasinya. Jika nantinya dipenjara, dengan candaan Ahok menyebut bukan tidak mungkin ia akan menjadi presiden seperti Nelson Mandela. "Mandela dipenjara 35 tahun jadi presiden. Siapa tahu gue jadi presiden kan enak, ngapain pusing," ungkapnya. Foto: Niken Purnamasari/detikcom Ahok di Rumah Lembang Saat Mabes Polri mengumumkan status Ahok sebagai tersangka, Ahok sedang menerima aduan warga di Rumah Lembang. Aktifitas itu pun dia lanjutkan. Warga tetap mengadu, mulai dari soal tanah hingga anak hilang. Bareskrim Mabes Polri menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Kesimpulan dari para penyelidik itu tidak bulat. "Ada perbedaan tajam dari pihak ahli tentang ada tidaknya unsur niat. Hal ini menyebabkan ada perbedan pendapat dari tim penyelidik 27 orang," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Rabu (16/11). Penyelidik Bareskrim Polri sudah mengundang 29 orang saksi dan 39 orang ahli. Pada akhirnya, kesepakatan diambil yaitu Ahok sebagai tersangka. (nkn/imk)
Selasa, 15 November 2016
Inspirasi Elang
Inspirasi Elang :
Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.
Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.
Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor : Seekor elang telah terbang tinggi & me layang² di angkasa. n a m u n yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya
Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil "menyembuhkan" & membuat elang ini terbang.
Berbagai usaha telah dilakukan, t e t a p i elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.
Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.
Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.
Petani menjawab, "Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya ... DAHAN itu yang membuatnya NYAMAN".
Kita dilahirkan untuk sukses, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, nmun, ada yang memegang erat, yaitu ketakutan; tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.., takut gagal.., takut kecewa..
Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya diri anda.
Maka anda akan "terbang tinggi".
Tanpa kita sadari, Allah sesekali "Memotong" DAHAN KENYAMANAN kita, supaya iman kita bertumbuh & naik ke level yang lebih tinggi.
Nahkoda Agung
✝✝✝✝✝✝✝✝✝
*Aku menyerahkan kendali perahu kehidupanku ke tangan Nahkoda Agung ...*
๐ Aku duduk menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.
๐ Kulihat Yesus di ruang kemudi, menatapku dan berkata:
⚓ "Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang.
Bukan rencana-Ku untuk engkau tetap tertambat di sini."
๐ฃ Dengan takut, gelisah dan khawatir aku menjawab-Nya, "Tuhan, bukankah lebih baik aku tetap di sini.
Aku tidak akan melihat badai, taufan dan angin ribut.
Dan "Aku juga dapat kembali ke darat kapanpun aku mau."
✝ Dengan lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata,
๐ฏ "Memang di sini ...
❗ Engkau tidak akan *mengalami* badai, taufan dan angin ribut".
❗ Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat Aku *mengatasi* semua itu.
❗ Engkau tidak akan melihat Aku *berkuasa* atas semuanya itu, karena *"Akulah Tuhan*."
๐ Dengan pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku.
⛓ Di tali itu kulihat ada rasa
๐ธ kekhawatiran akan keuangan,
๐ธ ketakutan akan hari esok, hari ini, masa depan,
๐ธkehidupan anak2ku, ๐ธ pekerjaanku dll.
๐ญ Dalam hati aku ber-tanya2:
"Tahukah Tuhan akan apa yg aku inginkan" ?
❓ Mengertikah Engkau akan apa yang aku rindukan dan dambakan?
✝ Yesus memelukku dan berbisik lembut. "Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, rindukan dan dambakan, bahkan mungkin *kebalikannya* yang akan kau dapat, tapi mau-kah kau percaya?
⚠ Sebab rancangan2-Ku mengenai kamu adalah *rancangan damai sejahtera*, untuk memberikan kepada-mu masa depan yang penuh harapan."
๐ข Ia memeluk dan menangis bersamaku.
⛵ Dengan berat aku melepaskan tali perahuku, kulepaskan semua *rasa khawatir* itu dari hatiku, kutaruh masa depanku di tangan-Nya.
๐ช Aku tidak tahu bagaimana masa depan-ku, sambil menangis aku menatap-Nya & berkata:
๐ฎ๐ผ "Jadilah Nakhoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar.."
➡ Aku serahkan hak atas masa depanku *dalam tangan-Nya*, tanpa aku pernah tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya itu, tapi hanya dengan satu keyakinan teguh atas firman-Nya:
➡ "Sebab Aku ini mengetahui rancangan2 apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, Demikian-lah firman TUHAN, yaitu *rancangan kasih*, *damai sejahtera* baik di bumi maupun di Surga.
๐ Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.."
(Baca Yesaya 55:8~11; Yeremia 29:11 & 31:3; Markus 4:35~41).
๐๐ป Selamat pagi,
Tuhan Yesus mengasihimu!
Apa Kemampuan Terbaik Anda?
Apa Kemampuan Terbaik Anda? 16 November 2016 Bacaan Hari ini: Efesus 5:15 "Karena itu, ~ perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, ~ janganlah seperti orang bebal, ~ tetapi seperti orang arif" -------------------------------------------------- Anda dan saya memiliki berbagai kemampuan yang hebat. Bagi sebagian dari kita, mungkin kita cakap dalam ~ matematika, ~ memperbaiki komputer, ~ atau menjahit. Kita semua memiliki kemampuan-kemampuan, meski kadang kita perlu ~ orang lain yang terlebih dahulu memperlihatkannya kepada kita. Tetapi apakah Anda tahu kemampuan terbesar Anda? Tanggung jawab. Tanggung jawab adalah kemampuan Anda dalam merespon kehidupan. ~ Itu yang menjadikan Anda manusia ~ dan itu merupakan anugerah dari Tuhan. Sebagian besar area dalam hidup Anda belum ada dalam kendali Anda. ~ Anda tidak bisa memilih di mana Anda dilahirkan. ~ Anda tidak bisa memilih siapa orangtua Anda. ~ Anda tidak bisa memilih bagaimana orangtua Anda membesarkan Anda. ~ Anda tidak bisa memilih karnia-karunia dan bakat unik apa yang Anda bawa ke dunia ini. Tanggung jawab adalah ~ bagaimana Anda menangani segala sesuuatu. Allah telah memberikan Anda kebebasan ~ untuk merespon masalah yang muncul di hadapan Anda. ~ Bagaimana Anda merespon pergumulanlah yang memberi dampak kepada hidup Anda lebih dari faktor penyebab lainnya. Bahkan, dalam banyak hal, ~ hidup adalah ujian mengenai bagaimana kita mengemban tanggung jawab. Saat ini kita hanya menghabiskan sebagian kecil dari masa kehidupan kita. ~ Allah tak peduli dengan prestasi atau pencapaian kita selama kita ada di sini, di muka Bumi ini. ~ Dia hanya peduli dengan karakter kita. Hidup kita saat ini hanyalah sekedar pemanasan ~ untuk apa yang akan datang. Allah sedang menguji tanggung jawab Anda untuk ~ apa yang akan terjadi di kemudian hari. Allah menempatkan Anda di Bumi ini, terutama karena dua alasan: ~ untuk mengenal-Nya secara pribadi ~ dan untuk mengembangkan karakter Anda. Dalam tiga sampai empat dekade terakhir ini, kita telah melihat ~ penurunan yang tajam akan hal tanggung jawab dalam budaya kita. Banyak orang di dunia ini yang hidup dengan moto: ~ "Itu bukan tanggung jawab saya. ~ Itu bukan salah saya." Pandangan ini amat sangat berbeda dengan apa yang dikatakan Alkitab. "Karena itu, ~ perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, ~ janganlah seperti orang bebal, ~ tetapi seperti orang arif" (Efesus 5:15). Bila Anda seorang pengikut Yesus, Anda mestinya tahu bahwa ~ Dia adalah Pribadi yang memberi makna pada kehidupan ini. Anda dapat menjalani hidup yang bertanggung jawab sebab Anda tahu bahwa Anda adalah ~ pelayan dari Sang Pemberi kehidupan. ~ Orang yang bertanggungjawab menjalankan hidup yang telah dianugerahkan oleh-Nya dengan sebaik-baiknya. Bagaimana Anda akan menjalankan hidup yang telah Ia karuniakan ini? Renungkan hal ini: Dalam hal apa saja Anda melihat ketiadaan rasa tanggung jawab atau kelalaian memberi dampak pada kehidupan orang-orang yang Anda sayangi? Bagaimana dengan hidup Anda? Apa salah satu bidang kehidupan Anda - seperti keuangan, pengasuhan anak, relasi, dll - di mana Anda merasa seharusnya bisa lebih bertanggungjawab? Bagaimana Anda bisa membuat perubahan untuk bisa menjadi lebih bertanggungjawab dalam hal tersebut? _________________________________ Orang yang bertanggungjawab menjalankan hidup yang telah dianugerahkan oleh-Nya dengan sebaik-baiknya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Senin, 14 November 2016
Anda Bisa Tahu Kebenaran Dengan Mengenal Allah
Anda Bisa Tahu Kebenaran Dengan Mengenal Allah 15 November 2016 Bacaan Hari ini: Amsal 2:9 "Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik." ---------------------------------------------------- Seperti yang saya sebutkan kemarin, tiga filosofi ~ individualisme, ~ sekularisme, ~ dan relativisme telah menghancurkan parameter moral masyarakat kita selama beberapa dekade terakhir ini. Konsekuensinya cukup besar bagi masyarakat kita pada umumnya, ~ dan bagi masing-masing dari kita sebagai individu. Jadi apa yang mesti kita lakukan? Anda harus mulai dengan Tuhan. ~ Dia adalah kebenaran. Apa yang benar dan yang salah bisa dilihat dari karakter Allah sendiri. ~ Kebohongan itu salah, sebab Tuhan jujur. ~ Ketidaksetiaan itu salah, sebab Tuhan setia. Anda dapat mengetahui kebenaran ini dengan melihat bagaimana ~ Tuhan berinteraksi dengan kita. Alkitab mengatakan, "Maka engkau akan mengerti tentang ~ kebenaran, ~ keadilan, ~ dan kejujuran, ~ bahkan setiap jalan yang baik" (Amsal 2:9). Kita bisa mengetahui karakter Allah melalui Firman-Nya. Alkitab memberitahu kita apa yang benar, terlepas dari apakah ~ kita suka ~ atau tidak dengan yang dikatakan disana. Setelah kita menemukan kebenaran itu, kebenaran Allah, ~ kita bisa mengenali dua fitur kunci dari Firman-Nya setiap kali kita membacanya. 1. Firman Allah itu universal. Firman-Nya berlaku untuk semua orang. ~ Jika seandainya itu tidak pas untuk semua orang, maka itu bukan kebenaran. ~ Itu hanya pendapat orang. 2. Firman Allah tak tergantikan. Ini tidak akan bisa digantikan oleh mode atau tren. ~ Perzinahan itu salah 2.000 tahun yang lalu, ~ itu juga salah hari ini, ~ dan itu juga salah pada 4.000 tahun dari sekarang. Pilihan ada di tangan Anda. Beberapa tahun lalu Newsweek menulis pertanyaan ini di cover majalah mereka, bunyinya, ~ "Keadilan siapa? ~ Moralitas siapa? ~ Masyarakat siapa? ~ Keluarga siapa? ~ Nilai-nilai moral siapa? " Itu pilihan Anda setiap hari. Dunia kita saat ini memberi kita tiga opsi cara menemukan kebenaran. ~ Kita bisa memilih untuk mendasarkan moralitas kita pada apa yang kita pikirkan, ~ pada apa yang orang lain pikirkan, ~ atau pada apa yang Tuhan lakukan. Kita benar-benar tak punya pilihan yang lain-lain. Pilihan kita akan menentukan ~ bagaimana hidup kita ke depan, ~ bagaimana kita mengasihi, dan, kelak, ~ bagaimana kita mati. Tapi pilihan ada di tangan kita. Mana yang akan Anda pilih? Renungkan hal ini: Selama ini bagaimana budaya kita mencoba meyakinkan kita bahwa kebenaran yang Ilahi telah berubah? Mengapa setiap harinya Anda harus memutuskan untuk mendasarkan nilai-nilai moral Anda hanya pada kebenaran Allah? Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih memahami karakter Allah melalui Firman-Nya, melalui Alkitab? __________________________________ Pilihan Anda akan menentukan bagaimana hidup Anda ke depan. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Langganan:
Postingan (Atom)