Jangan Malu Berdiri Untuk Kebenaran 10 November 2016 Bacaan Hari ini: 1 Petrus 4:16 "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, ~ maka janganlah ia malu, ~ melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu." --------------------------------------------------- Anda jangan pernah malu berdiri untuk ~ kebenaran dan ~ melakukan yang benar. Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:16, "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, ~ maka janganlah ia malu, ~ melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu." Izinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan: ~ Apakah penghinaan akan membunuh Anda? Tidak. ~ Apakah cacian akan membunuh Anda? Tidak. ~ Apakah seseorang yang mencap atau mengata-ngatai Anda karena Anda berdiri teguh untuk Kristus akan menyakiti Anda? Tidak. ~ Apakah orang-orang di sosial media yang mencoba memancing emosi Anda akan menghancurkan Anda? Tidak. Itu semua tidak akan membunuh Anda. Anda perlu memahami satu hal yang akan memerdekakan hidup Anda: ~ Anda tak memerlukan persetujuan atau pengakuan orang lain untuk menjadi bahagia. Selama ini Anda mungkin tengah berusaha mendapatkannya dari orang-orang tertentu. ~ Saya benci mengatakan ini, ~ tapi jika Anda belum meraih pengakuan itu dari orang lain, maka Anda tidak akan meraihnya. Namun kabar baiknya adalah sesungguhnya ~ Anda tak butuh itu sama sekali! ~ Anda tidak butuh persetujuan atau pengakuan dari siapa pun untuk menjadi bahagia. Apa pun yang Anda kerjakan dalam hidup Anda, ~ pasti akan ada orang yang tak menyukainya. Anda tidak dapat menghindari penolakan. Jadi, bila Anda ingin mendapatkan persetujuan dari orang lain, ~ maka sebaliknya Anda harus siap menerima ketidaksetujuan mereka ketika Anda melakukan yang benar, kebenaran Firman Tuhan. Ini penting untuk diingat, terutama ketika Anda menghadapi pertentangan dari orang lain. ~ Jika pendapat orang lain lebih penting buat Anda ketimbang pendapat Tuhan, ~ maka Anda akan jatuh ketika orang-orang tersebut menyerang Anda atas iman Anda di dalam Yesus. Namun bila Anda fokus pada Tuhan dan apa yang Anda tahu adalah benar, ~ maka ambil sikap tegas. "Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, ~ bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1 Petrus 5:9). Renungkan hal ini: Pikirkan satu waktu ketika Anda berdiri bagi Yesus Kristus dan bagi apa yang benar. Bagaimana hasrat Anda untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain memengaruhi respon Anda? Di mana Anda dapat memperoleh dorongan untuk berdiri teguh ketika orang-orang menentang iman Anda? Apakah dengan mengetahui bahwa ada orang percaya lainnya yang juga menderita demi Injil dapat membantu menguatkan iman Anda? Mengapa? ________________________________ Bila Anda fokus pada Tuhan dan apa yang Anda tahu adalah benar, ~ maka ambil sikap tegas. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Rabu, 09 November 2016
Jangan Malu Berdiri Untuk Kebenaran
Selasa, 08 November 2016
SPEECHLESS !!
SPEECHLESS !!
Setelah seharian menyelesaikan presentasi produk yang cukup kritis bin sengit, kami berbincang2 santai dengan para expert dari Singapura di kantor saya.
Mr. Freddy bercerita bahwa adalah hal yang biasa apabila warga Singapura ketemu pemimpin2 mereka di tempat umum, tanpa pengawalan sama sekali. Dia pernah bertemu presiden Singapura sedang belanja bahan tekstil, dan ketika pemilik toko berniat memberikan diskon khusus, beliau menolak dan berkata tegas:
"Today I am not your president, only a common citizen, please treat me like one !".
Atau ketemu PM Singapura sedang mengantri di toko yang menjual chicken wings. Ketika warga lainnya mempersilahkan beliau maju duluan memotong antrian, beliau menolak dan berkata:
"Right now I am not a prime minister, only one common citizen !".
Intinya, dia bercerita bahwa pemimpin2 mereka tidak akan memanfaatkan jabatan mereka demi perlakuan khusus, walau tanpa dimintapun warga akan melakukan.
Kemudian dia bercerita bahwa pernah terjadi suatu kehebohan di Changi Airport. Intelijen Singapura mendapat info A1 bahwa seorang kepala negara tetangga sedang naik pesawat komersial mereka dan akan mendarat segera. Dalam waktu sangat singkat, tibalah seluruh pasukan penjemput dengan protokol standard penyambutan presiden, tepat sebelum pilot memarkir pesawatnya.
Pilot mengumumkan agar penumpang lain mendahulukan orang tersebut, karena akan dijemput pasukan penyambut presiden untuk diantarkan ke hotel dengan pengawalan maksimum.
Apa yang terjadi?
Semua protokol dan pasukan penyambutan tersebut ditolak mentah2 dan disuruh pulang, sambil berkata tegas:
"Today I come as your neighbor common citizen, to visit my son who is studying here !".
Lalu dia melemparkan pertanyaan penuh teka-teki:
"Do you know who was that person ?"
"He was your president, mr. Joko Widodo !"
*Admin: Only humble person can do...*
Senin, 07 November 2016
Memilih Untuk Khawatir Atau Menyembah
Memilih Untuk Khawatir Atau Menyembah 08 November 2016 Bacaan Hari ini: 1 Petrus 3:14-15 "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. ~ Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. ~ Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggung jawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggung jawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat." --------------------------------------------------- Kekristenan bukanlah untuk orang ~ lemah, ~ pengecut, ~ atau yang lemah hati. Dibutuhkan pria dan wanita yang berani untuk mengikut Yesus. Ada orang-orang di dunia ini yang lebih menderita karena ikut Yesus, ~ dibanding dengan kita. Tapi apa harga yang harus dibayar dengan Anda mengikut Kristus? Mungkin Anda tidak pernah atau tidak perlu berhadapan dengan penindasan dengan kekerasan. ~ Tapi pasti Anda pernah berurusan dengan penindasan yang tak terlihat setiap harinya, seiring dengan budaya kita yang menjadi kian duniawi dan anti-Kristen. Ketika Anda dihadapkan pada pertentangan karena iman Anda, wajar jika Anda merasa takut. ~ Lalu bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut itu? ~ Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan celaan? ~ Bagaimana Anda menyingkirkan rasa takut akan penolakan? Anda harus dipenuhi dengan kasih Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa ~ tak ada ketakutan di dalam kasih, ~ dan kasih yang sempurna melenyapkan semua rasa takut. Ketika Anda menghadapi penolakan, fokuslah pada kasih-Nya untuk Anda. ~ Orang-orang yang bersandar pada jaminan kasih Tuhan tidak takut akan penolakan. ~ Mereka tidak takut akan celaan. Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 3: 14-15, "Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. ~ Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. ~ Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! ~ Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat." Ada dua pilihan yang bisa Anda ambil ketika Anda merasa ditekan, ketika Anda dipaksa membungkam iman Anda: ~ Anda bisa memilih untuk khawatir, ~ atau memilih untuk menguduskan Tuhan. Singkat kata, ~ menjadi panik ~ atau berdoa. Anda bisa memilih untuk fokus pada ~ masalah, tekanan, dan penganiayaan, ~ atau fokus pada Tuhan. Anda harus mengalihkan fokus pikiran Anda ~ dari tekanan yang Anda rasakan ~ untuk fokus kepada Tuhan. Itulah yang dimaksud dengan menguduskan Tuhan - untuk fokus pada Tuhan. Ketika Anda menghadapi penentang Anda, ~ berdoalah ~ ketimbang khawatir. Renungkan hal ini: Di mana Anda perlu mencari jaminan kasih Tuhan? Menurut Anda bagaimana Tuhan memberi upah atas penderitaan Anda karena melakukan apa yang benar? Pertentangan seperti apa yang tengah Anda hadapi karena iman Anda? ________________________________ Anda harus mengalihkan fokus pikiran Anda ~ dari tekanan yang Anda rasakan ~ untuk fokus kepada Tuhan. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Minggu, 06 November 2016
Serbal Jokowi Berpotensi 'Fatal' Bagi SBY
status fb Derek Manangka, mantan Pemred rcti dan MediaIindomesia: CATATAN TENGAH, Minggu 6 Nopember 2016
Serbal Jokowi Berpotensi 'Fatal' Bagi SBY
*) Terbongkar, 34 Proyek PLN Mangkrak
JAKARTA - Pengumuman oleh dua Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo pada Jumat siang 4 Nopember 2016, tentang dua perkara penting, nampaknya tenggelam dalam hingar bingar peliputan Demo Damai "Sejuta Umat". Walaupun pengumuman kedua Menteri itu disiarkan secara live oleh stasiun TV, di saat massa sedang berkonsolidasi di mesjid Istiqlal, namun nampaknya tidak banyak orang yang memperhatikan esensinya.
Dokumen itu, bisa dikatakan memang sangat fundamental.
Perkara itu antara lain bisa membuka tabir sejumlah mega skandal korupsi di era pemerintahan SBY. Sekaligus dapat membalikkan semua kleim keberhasilan pemerintahan SBY selama 10 tahun, ke titik zero.
Ibarat bencana, jika dua dokumen itu terpolitisasi, goncangannya bisa seperti sebuah hantaman tsunami terhadap rezim sebelumnya.
Joko Widodo, Presiden yang sedang berkuasa membongkar aib masalah lalu dari Presiden yang digantikannya.
Apa sih dokumen itu ?
Pertama soal penegasan Menteri Sekretaris Negara Pratikno bahwa dokumen asli Tim Pencari Fakta pembunuhan Munir, tidak ditemukan di arsip Sekretariat Negara. Sehingga hal ini menyebabkan pemerintahan Joko Widodo tidak bisa menindak lanjuti kasus ini sesuai desakan Presiden SBY.
Dengan penegasan itu, Presiden Joko Widodo seolah 'menyuruh' balik SBY untuk menelusuri dimana keberadaan dokumen negara tersebut.
Hal ini bisa berujung dipanggil atau diperiksanya SBY oleh aparat Kejaksaan. Pemeriksaan ini jika terjadi, secara psikologis akan sangat memukul kewibawaan SBY sebagai bekas Presiden RI.
Sementara itu dari sisi psikologis, belum tentu SBY siap diperiksa atau memenuhi panggilan Kejaksaan seperti yang dilakukan oleh almarhum Presiden Soeharto, pasca terjungkalnya dari kekuasaan di tahun 1998.
Namun sebaliknya apabila SBY tidak bersedia diperiksa atau memenuhi panggilan jaksa, sikap itu akan menjadi semacam senjata makan tuan. Penegasan SBY agar di negara ini tidak boleh ada warga negara yang kebal hukum, dia langgar sendiri.
Selama dokumen itu tidak ditemukan, SBY seperti dipaksa harus memegang "bola panas" . Dan ironisnya "bola panas" tersebut tidak bisa dipindahkannya ke orang lain.
Tuduhan terhadap SBY sebagai pihak yang menghilangkan dokumen negara itu, akan sangat mendestruksi kredibilitasnya sebagai bekas Presiden.
Pertanyaan lanjutannya, masih bisakah SBY menemukan kembali dokumen TPF Munir tersebut ? Inilah sebuah pertanyaan sekaligus sebuah persoalan.
Kasus terbunuhnya Munir, bertema soal pelanggaran HAM dan isunya sudah mengglobal.
Oleh sebab itu kalau hilangnya dokumen itu menjadi sebuah persoalan, hal ini akan menjadi beban tersendiri bagi SBY baik sebagai politisi maupun jenderal yang demokrat.
Dokumen kedua soal mangkraknya 34 buah proyek PLN di era pemerintahan SBY. Mangkraknya proyek tersebut sejauh ini terkesan tertutupi atau ditutup-tutupi.
DPR misalnya tidak pernah menggugatnya. Sudah dua tahun SBY meninggalkan kursi kekuasaan, baru sekarang kasusnya terbongkar.
Yang mengungkapkan skandal korupsi ini BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan), lembaga anti rasuah yang dibentuk di era Presiden Soeharto.
Ini saja mengundang tanya - mengapa BKPK dan kemana atau dimana KPK yang dibentuk pasca reformasi, tahun 2002 ?
Momen pengungkapan ini terjadi di saat SBY sedang berusaha 'come back' ke panggung politik nasional, misalnya melalui keikut sertaan trahnya Agus Hari Murti di Pilkada DKI 2017.
Paradoksal memang. Karena modal yang digunakannya untuk 'come back' berupa politisi berkualitas dan Presiden yang berhasil serta bersih dari korupsi.
Tapi mangkraknya 34 proyek di era SBY, membalikkan semua teori bersih dan berbagai atribut positif lainnya.
Sebab kerugian negara akibat kegagalan protyek itu sangat besar. Jauh lebih besar dari Proyek Hambalang.
Kalau tidak salah mencatat, Menteri Pramono Anung menyebut, kerugian negara itu mencapai sekitar Rp. 76 Triliun! Sekali lagi triliunan rupiah, bukan ratusan milyar rupiah.
Pertanyaannya, kemana saja uang sebanyak itu mengalir ?
Dijadikannya tanggal 4 Nopember 2016 sebagai momen pilihan untuk mengumumkan "dosa" pemerintahan SBY, tidak bisa dianggap sebagai hal secara kebetulan.
Boleh jadi itu pilihan. Bisa jadi Presiden Joko Widodo sudah merasa "enouh is enough", karena selama 2 tahun memerintah, yang paling banyak mengeritiknya hanya SBY.
Dibalik kritikan itu, membentang sebuah sindiran, seolah-olah Joko Widodo masih harus banyak belajar. Hal mana kemudian mengundang Jokowi dan para penasehat sekaligus pembisiknya untuk bersikap.
Kebetulan ada momen penting. Yaitu hari dimana terjadi Demo Damai "Sejuta Umat". Momen itu sebetulnya hari dimana Joko Widodo sedang dimarginalisasi.
Tapi hasilnya berbeda. Jokowi pun 'menumpang' di atas peristiwa itu. Jokowi pun bisa bermanuver di sana.
Jadi bukan hanya SBY dan mereka yang ingin menjatuhkan Jokowi yang bisa mengkapitalisasi momen tersebut.
Joko Widodo yang selama ini terkesan bersikap pasif dalam menghadapi serangan atau kritikan Presiden SBY, berbalik agresif.
Maka pengungkapan kasus ini bisa berarti sebagai sebuah momen dimana bendera perlawanan Joko Widodo terhadap SBY, dikibarkan.
Pengungkapan kasus di atas, tak berarti hanya itu "kartu truf" yang dimiliki Presiden Joko Widodo.
Dari berbagai postingan oleh sejumlah staf di bawah kementerian pimpinan Luhut Panjaitan misalnya, tercatat adanya skandal Bank Century dan Proyek Hambalang.
Presiden Joko Widodo didesak untuk membongkar semuanya.
Pembongkaran kasus Bank Century makin mungkin terjadi sebab pada 10 Nopember pekan ini, Antasari Azhar, mantan Ketua KPK akan bebas dari penjara.
Antasari termasuk salah seorang yang mengetahui ceritera lengkap terjadinya skandal Bank Century.
Antasari yang dijatuhan hukuman 18 tahun, tapi kemudian memperoleh berbagai remisi, pernah berjanji akan "bernyanyi" setelah bebas dari tahanan. Dan kalau Antasari "bernyanyi", sejumlah orang penting di rezim SBY bakal terkait-kait.
Yang menjadi pertanyaan, apakah nama-nama yang bakal diungkap Antasari hanya berhenti di mereka yang melingkari SBY?
Pembongkaran Skandal Bank Century perlu. Sebab kasus ini menyebabkan negara kehilangan uang sebanyak Rp. 6,7 Triliun.
Pembongkarannya semakin menemukan momentum setelah kehadiran Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Joko Widodo.
Karena di tangannya dia, Menkeu yang sempat "dibuang" oleh SBY ini, tersimpan sejumlah fakta. Apa dan bagaimana sebenarnya peran Presiden SBY dalam mega skandal bank swasta ini.
Duet Antasari - Sri Mulyani akan menjadi pasangan menarik dalam pembongkaran skandal Bank Century.
Sejauh ini skandal itu masih menyisakan sejumlah misteri. Sebab dana sebanyak Rp. 6,7 triliun sudah dikeluarkan dari brankas Bank Indonesia, tapi nyatanya para nasabah Bank Century masih banyak yang tidak mendapatkan ganti rugi sama sekali.
Pertanyaan yang selalu diajukan para nasabah tapi tak pernah terjawab, kemana jadinya uang hasil talangan itu ?
Jika Antasari "bernyanyi", bukan mustahil mereka yang sedang dipenjara akibat perbuatan korupsi mereka di era pemerintahan SBY, juga bakal ikut-ikutan. Kemungkinan banyak "novum" baru terungkap dari berbagai skandal korupsi oleh mereka yang menjadi korban atau dikorbankan.
Menurut catatan, saat ini setidaknya terdapat 5 Menteri di era pemerintahan SBY yang tengah meringkuk dalam penjara, dengan tuduhan korupsi.
Mereka adalah Siti Fadilah Supari (eks Menkes), Dahlan Iskan (eks Meneg BUMN), Andi Mallarangeng (eks Menteri Pemuda dan Olahraga), Surya Darma Ali (eks Menteri Agama) dan Jero Wacik (eks Menteri ESDM).
Mereka semua kemudian disebut-sebut sebagai orang yang "sakit hati" terhadap SBY.
Jumlah mereka makin bertambah jika politisi lainnya yang menjadi kader Partai Demokrat, partai yang kini diketuai oleh SBY sendiri, ikut dimasukkan.
Seperti Anas Urbaningrum (mantan Ketum Partai Demokrat) dan Angelina Sondakh, bintang iklan "Katakan Tidak Pada Korupsi", iklannya Partai Demokrat.
Kemudian Sutan Batoegana si politisi yang kesohor dengan ungkapan centilnya "masuk barang itu". Dan tak ketinggalan mantan Bendara Partai Demokrat, Nazarudin.
Bersatunya para "sakit hati" ini dengan tekad Joko Widodo membongkar kasus-kasus yang sudah disebutkan di atas, mampu menimbulkan kerusakan fatal pad diri Presiden SBY.
Semua bahan di atas menjadi mesiu bagi senjata serbal Presiden Joko Widodo.
Serbal Joko Widodo ini sendiri boleh jadi tidak direncanakan. Tetapi mencuat tiba-tiba, setelah Presiden ke-7 RI merasa terus menerus disudutkan dalam berbagai hal. Misalnya yang terakhir dia dianggap konconya Gubernur DKI Ahok Basuki Tjahaja Purnama. Dalam kasus penistaan agama dan kasus-kasus lainnya, Joko Widodo dikesankan melindungi Ahok.
Pernyataan Presiden SBY yang antara lain menyebut bahwa kalau kasus Ahok tidak diselesaikan secara hukum, sampai Lebaran Kuda pun kegaduhan tak akan bisa dihentikan, bermakna sarkartis dan menyakitkan bagi bekas Walikota Solo ini.
Nah serbal-nya Joko Widodo ini, besar kemungkinan bakal menyebabkan tersobeknya baju persahabatan kedua figur.
Semoga saja, tersobeknya persahabatan kedua figur - kalau itu memang terjadi, hanya berhenti di lingkaran mereka sendiri. Kita berharap tidak ikut mengoyak "barang pecah bela" yang ada di hadapan mereka berdua.
Kalimat bagian akhir ini hanyalah sebuah kiasan atau perumpamaan.
Sebab pemberantasan korupsi tidak boleh melahirkan dendam baru dan perkelahian. Termasuk dendam dan perkelahian politik.
Tiga Manfaat Pertentangan
Tiga Manfaat Pertentangan
07 November 2016
Bacaan Hari ini:
Matius 5:10-12 "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
~ karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
~ Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
~ Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
---------------------------------------------------
Ketika Anda merasa ditekan oleh dunia karena Anda mengasihi Yesus sementara orang lain tidak, maka Anda perlu ingat tiga hal berikut:
1. Pertentangan menjadikan Anda serupa dengan Yesus.
Yesus berkata dalam Yohanes 15:18-20,
~ "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
~ Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.
~ Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.
~ Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu;
~ jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu."
Jika Anda ingin tumbuh dan menjadi seperti Yesus Kristus, maka Anda akan dan harus melalui hal-hal yang sudah Yesus lalui;
~ kesunyian,
~ keputusasaan,
~ tekanan,
~ dan pencobaan.
2. Pertentangan akan memperdalam iman Anda. Iman Anda ibarat otot. Otot tidak terbentuk jika Anda hanya duduk dan menguyah popcorn.
Otot terbentuk karena
~ diregangkan,
~ dilatih,
~ dan diuji.
Otot tidak akan terbentuk jika Anda tidak pernah menarik beban ke arah yang berlawanan.
Jika Anda tak memiliki penentang dalam hidup Anda,
~ maka iman Anda tak akan bertumbuh.
Orang percaya paling kuat di dunia ini ialah
~ mereka yang paling sering diuji imannya.
Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 1:7, "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu
~ yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana,
~ yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."
3. Pertentangan akan mendatangkan upah yang kekal.
Matius 5:10-12 mengatakan,
~ "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
~ Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
~ Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Allah akan memberkati siapa saja yang dianiaya karena mereka hidup untuk Dia.
Perhatikan, Anda tak mendapat upah karena bersikap kasar atau tinggi hati.
Dan bila Anda dianiaya karena merasa diri Anda yang paling kudus, maka
~ Anda bukan martir; Anda seorang pecundang.
Anda tak diganjar upah dari Tuhan karena hidup sombong;
~ melainkan karena hidup seperti Yesus.
Karena itu, ketika berbagi tentang iman Anda, lakukanlah dengan
~ lemah lembut dan hormat,
~ seperti yang dibuat Yesus,
dan untuk hal itu barulah Anda akan dibalas oleh-Nya di Surga kelak.
Inilah tiga hal yang perlu Anda ingat setiap kali Anda dilecehkan karena iman Anda
~ Itu dapat membuat Anda semakin seperti Yesus.
~ Itu dapat memperdalam iman Anda.
~ Dan Anda akan dibalas di Surga kekal.
Renungkan hal ini:
Bagaimana selama ini Anda menanggapi ujian atas iman Anda?
Menurut Anda, apa yang Tuhan pikirkan saat melihat respon Anda tersebut?
Seperti apa penganiayaan yang tengah terjadi di masyarakat kita?
Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda mendoakan orang-orang yang teraniaya?
___________________________________
Melalui
~ kesunyian,
~ keputusasaan,
~ tekanan,
~ dan pencobaan,
Anda akan semakin kuat berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
catatan kekerasan FPI sejak 1999
FPI (Front Pembela Islam) yang sejak tahun 1999 sudah dikenal membuat keonaran dan kekerasan (lihat di sini untuk catatan kekerasan FPI sejak 1999 https://m.tempo.co/read/news/2012/02/14/078383964/rentetan-aksi-fpi-dari-masa-ke-masa ) melakukan konferensi pers dengan berkedok GNPF MUI terkait aksi 4 November. Karena mereka tahu memakai nama FPI akan membuat mereka tidak dipercaya rakyat.
Tapi mereka lupa kalau usaha mereka untuk mendompleng aksi 4 November untuk tindakan makar pada pemerintah yang konstitusional dan dipilih rakyat, terbukti menjadi aksi kudeta FPI yang gagal. Semuanya terekam di internet.
1. FPI berbohong dengan mengatakan tidak ada kesepakatan antara istana dengan peserta aksi. Faktanya bisa dilihat di YouTube bahwa Ustad Bachtiar Natsir memberikan keterangan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa sudah ada kesepakatan yang dicapai (Lihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=2RcGgzYPXzc ).
2. FPI berbohong dengan mengatakan Polisi melakukan aksi biadab. Faktanya mobil aparat keamanan dibakar, polisi dilempar batu dan dipukuli sehingga banyak dari polisi menjadi korban aksi brutal serta dirawat di rumah sakit (Lihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=VXuH0uZXSQI ). Semua pihak memberikan apresiasi pada Polri dan TNI yg mau menahan diri, menggunakan cara cara persuasif dan tidak meladeni provokasi. Walaupun banyak tindakan melanggar hukum, seperti melewati batas waktu yang diperbolehkan UU yang dilakukan para demonstran tapi Polisi memilih tetap toleran (Lihat di sini--> http://m.beritasatu.com/aktualitas/397350-pengamanan-polritni-diapresiasi.html ).
3. FPI berbohong dengan mengatakan peserta aksi ada sekitar 2 juta orang. Faktanya Ustad Bachtiar Nasir sendiri yang mengatakan jumlah massa hanya 100 ribu orang dan paling mentok 200 ribu orang. Dan mereka sendiri yang mengaku dibayar untuk berunjuk rasa dengan dana Rp100 miliar (Lihat di sini http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/11/02/jumlah-pendemo-ahok-200-ribu-orang-dengan-dana-rp-100-miliar )
4. FPI berbohong dengan mengatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan pakar Hukum Tata Negara pak Margarito ikut dalam unjuk rasa. Faktanya Menteri Agama selesai Sholat Jumat di Istiqlal langsung masuk ke Istana Negara (Lihat di sini http://news.detik.com/berita/d-3337483/sambil-sapa-pedemo-menteri-agama-jalan-kaki-dari-istiqlal-ke-istana). Dan Pak Margarito sama sekali tidak ikut unjuk rasa, hanya menghadiri diskusi di tanggal 5 November tentang aksi 4 November (Lihat di sini http://nasional.kompas.com/read/2016/11/05/22171211/status.calon.gubernur.ahok.tak.hilang.kendati.jadi.tersangka ).
5. FPI berbohong dengan mengatakan Wakapolri membentak Ustad Bachtiar Nasir. Faktanya Ustad Natsir menghina serta berkata tidak sopan pada Wapres. Hal ini membuat Panglima TNI, Kapolri dan Wakapolri marah dan tidak terima atas perkataan yg menghina itu. Ini disaksikan oleh wakil dari Komisi 3 DPR yang hadir saat itu. Setelah itu Ustad Natsir minta maaf pada Wapres. Untung saja, Pak Wapres Jusuf Kalla berbesar hati memaafkan tindakan Ustad yg betul-betul tidak bisa menjadi panutan ummat. Akhirnya, Ustad Natsir terlihat baik-baik saja tersenyum setelah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (Lihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=2RcGgzYPXzc )
6. FPI berbohong dengan mengatakan ada korban jiwa dari gas air mata. Faktanya pemeriksaan Rumah Sakit jelas menunjukkan almarhum meninggal karena asma. Kebohongan ini dipaksakan FPI Karena mereka mencari sosok martir untuk memvalidasi kudeta mereka yang gagal (Bahkan media Islam pun sudah memberitakan yang meninggal 4 November adalah karena asma http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/11/05/og4y00366-polda-metro-seorang-pendemo-meninggal-karena-asma ).
Silakan disebar agar makin banyak orang yang tidak termakan kebohongan FPI.
Demo untuk Lengserkan Jokowi, Tuhan, Quran dan Islam Jadi Modus
Demo untuk Lengserkan Jokowi, Tuhan, Quran dan Islam Jadi Modus 0
BY ALIFURRAHMAN ON NOVEMBER 5, 2016 POLITIK
14991944_10207540245210403_4083787038561724242_n
Sebenarnya kita harus kasihan melihat banyak orang yang turun ke dalam aksi demonstrasi 4 November kemarin. Mengapa kasihan? Sebab mereka yang datang itu hanya difasilitasi transport dan akomodasi. Murah sekali harga dirinya. Sementara para pentolan demo mendapat tunjangan yang sangat fantastis. Sehingga kita tidak perlu terlalu kaget melihat begitu banyaknya pimpinan parpol itu menggunakan mobil mewah, padahal kerjanya hanya pimpinan pesantren kecil.
Sebuah demonstrasi besar-besaran seperti kemarin, mustahil tidak ada donatur yang terorganisir. Mustahil semuanya hanya sukarelawan yang spontan dan berjalan sendiri. Bahwa kemudian memang ada yang datang sendiri dan membawa makanan, itu satu hal. Namun pasti ada donatur besarnya yang kemudian dipecah-pecah ke beberapa pihak, sehingga seolah-olah dari sumbangan pribadi. Hal ini biasa dalam strategi invisible hand.
Sementara untuk menggerakkan massa sebanyak itu, selalu ada pengetahuan militer. Orang sipil tak akan mampu melakukannya. Bahkan meskipun mereka adalah orator produk lama. Jadi, untuk menggerakkan massa sebanyak itu, pasti ada donatur dan orang yang memahami strategi militer.
Melengserkan jokowi
Tujuan dari demonstrasi kemarin jelas bukan ingin menuntut keadilan atau meminta agar Ahok diproses secara hukum yang ada di Indonesia. Tujuan demonstrasi kemarin adalah melengserkan Jokowi. Lihat saja tuntutan para demonstran, mau menemui Jokowi dan ingin agar Ahok segera ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini bodoh sekali. Bagaimana bisa mereka menuntut Ahok diproses hukum, tapi menuntut Presiden segera menjadikannya tersangka? Bukankah kita semua sudah sepakat bahwa negara ini tidak menganut Presiden otoriter?
Jadi, penting untuk disadari bahwa memang tujuan demonstrasi kemarin adalah melengserkan Presiden Jokowi. Sama sekali bukan soal Islam, penistaan agama dan sebagainya. Kalaupun ada yang berangkat ke sana dengan niat seperti itu, pasti mereka adalah golongan orang bodoh yang berhasil dibodoh-bodohi oleh calo politik yang bertopeng ulama. Sebab sentimen agama, atas nama Islam dan seterusnya, memang adalah cara paling mudah untuk membodoh-bodohi masyarakat awam dan bodoh. Lihat saja Dimas Kanjeng, atas nama Islam.
Mereka orang-orang bodoh yang mau dibodoh-bodohi ini mungkin baru sadar setelah sampai ke lokasi demo. Mereka baru sadar bahwa tuntutan agar Ahok diproses secara hukum seperti tuntutan awal para orang-orang yang mengaku habib itu porsinya sangat kecil, bahkan nyaris tak terdengar. Tapi semua sudah terlanjur, massa sudah terlanjur berkumpul. Dan dalam teori psikososial, jika orang-orang berkerumun maka tidak ada orang pintar dan bodoh di sana. Karena semuanya berpotensi untuk menjadi wayang yang mudah digerakkan dalang. Sehingga puncaknya adalah tujuan-tujuan dalang, bukan karena kemauan atau kesadaran demonstran.
Duet Fadli dan Fahri
Fahri Hamzah dan Fadli Zon merupakan dua orang perusak bangsa ini. Sudah dari dulu mereka membuat gaduh dan menguras emosi masyarakat waras di Indonesia. Jauh sebelum demo kemarin, saya sudah pernah menulis tentang dua sosok provokator dan penghambat kemajuan bangsa ini: https://seword.com/politik/fadli-dan-fahri-sosok-penghambat-kemajuan-indonesia/
Satu hal yang membuat massa tidak mau membubarkan diri hingga malam hari dan menuntut masuk ke gedung DPR adalah karena dua janji dua setan politik ini. Fahri menjanjikan agar massa bisa menginap di gedung DPR. Sementara Fadli disebut telah melakukan negosiasi dengan aparat keamanan untuk membolehkan massa masuk. Mereka sengaja membuat kejadian seperti 98, menggerakkan orang-orang untuk menjarah minimarket dan mau memberi fasilitas tidur di gedung DPR seperti yang terjadi pada 98.
Selain itu, dalam orasinya, Fahri Hamzah juga memotivasi para demonstran bahwa cara melengserkan Presiden bisa lewat demonstrasi. "Jatuhkan presiden itu ada dua cara, pertama lewat parlemen ruangan dan kedua lewat parlemen jalanan," kata Fahri. Aneh kan? Katanya menuntut proses hukum, kenapa malah mau menjatuhkan Presiden? Bukan aneh sebenarnya, tujuannya memang seperti itu.
Kepentingan
Semua demonstrasi selalu memiliki kepentingan. Mahasiswa kepentingannya hanya eksistensi dan akomodasi. Kalau sekelas ormas, anggarannya sudah ratusan ribu kali lipat, seperti yang sudah saya bahas di awal artikel ini. Sementara bagi para politisi, kepentingannya adalah jabatan yang lebih tinggi. Semuanya seperti itu, bahkan meskipun itu demonstrasi 98. Semuanya karena kepentingan, karena ada seseorang yang kebelet mau jadi Presiden. Meskipun memang di saat yang sama ada unsur kekecewaan publik selama 32 tahun terhadap Soeharto, terlalu lama.
Melihat Fahri dan Fadli, mereka ini dua orang frustasi karena hampir pasti sampai 2024 nanti masih akan terus menjadi anggota DPR, tidak bisa jadi menteri, sebab posisi Presiden Jokowi semakin kuat secara politik dan semakin dicintai rakyat Indonesia karena kinerjanya sangat memuaskan. Ketika keduanya berani bermanuver, turun ikut berdemo, bahkan mau membukakan gerbang untuk massa agar masuk ke gedung DPR, ini sudah di luar batas wajar dan hampir pasti diiming-imingi jabatan strategis jika berhasil melengserkan Jokowi.
Inilah politik, inilah perebutan kekuasaan. Cerita soal penistaan agama, membela Tuhan, itu hanya dongeng dan pertanyaan Buni Yani di facebook, kemudian disempurnakan oleh ketua MUI yang merupakan orang dekat SBY, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya: https://seword.com/umum/analisa-karena-ketua-mui-antek-sby-wajar-kalau/
Kemudian orang-orang digerakkan dan difasilitasi, sebagai pancingan agar muncul orang-orang yang mau ikut serta secara sukarela agar jumlahnya jadi semakin banyak. Kalau tidak percaya, silahkan tanya pada orang-orang yang ikut demo kemarin, tanyakan apakah mereka kenal Buni Yani? dari survey asal-asalan, 8 dari 10 orang yang saya tanyai menjawab tidak tau. Ini memang tak memenuhi standar survey, tapi anda boleh coba tanyakan pada siapapun yang ikut demo kemarin. Boleh dicoba.
Terakhir, saya tidak peduli mau disebut kafir, pembela kristen, syiah, liberal dan sebagainya. Terserah. Saya sangat tau dan punya alasan bahkan meskipun saya sebut mereka setan. Jadi kalau setelah ini mereka masih akan tetap mengatakan hal yang sama, silahkan saja. Karena memang begitulah ciri-ciri orang yang tidak mampu berpikir dan tidak tau apa-apa soal politik dan apa yang sedang terjadi di negeri ini. Buat teman-teman yang sedang membaca, bantu saya dan seword.com untuk menshare tulisan-tulisan kami. Bantu saya dan tim penulis seword untuk menjaga negeri ini dari pembodohan yang terstruktur, sistematis dan massif[truncated by WhatsApp]
Langganan:
Postingan (Atom)