Sabtu, 05 November 2016

AHOK TIDAK MENGHINA AL-QUR’AN

TOLONG SEBARKAN KE TEMAN2.

AHOK TIDAK MENGHINA AL-QUR'AN

Oleh Buya Syafii Maarif

Sekiranya saya telah membaca secara utuh pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang menghebohkan itu, substansi tulisan ini semestinya sudah disampaikan saat Karni Ilyas, Presiden Lawyers Club,  mengundang saya pada 11 Oktober 2016 melalui studio Yogyakarta.  
Karena semula audio-visual TVONE dari Yogya beberapa saat tidak berfungsi, sehingga saya tidak sempat mengikuti fatwa MUI yang juga dibacakan dengan penuh emosi malam itu. Baru belakangan saya dapat membaca isi fatwa itu melalui internet. 

Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina al-Qur'an dan menghina ulama dan harus diproses secara hukum. 
Tetapi malam itu, akal sehat saya mengatakan bahwa Ahok bukan orang jahat yang kemudian ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Yang menghujat saya cukup banyak, yang membela pun tidak kurang. 
Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti itu. 
Semestinya lembaga sebagai MUI mestilah menjaga martabatnya melalui fatwa-fatwa yang benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas, dan bertanggung jawab. 

Dari berbagai sumber yang dapat ditelusuri via internet, keterangan  lengkap Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 adalah sebagai berikut: 
"Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pakai surat al-Maidah 51 macem-macem itu. 
Itu hak bapak ibu ya…" Perhatikan dengan seksama kutipan ini, apakah memang terdapat penghinaan terhadap al-Qur'an? Hanya otak sakit sajalah yang berkesimpulan demikian. 
Apalagi jika sampai menista Langit., jauh dari itu. 
Perkara dikesankan menghina ulama, saya tidak perlu bicarakan di sini, karena memang dalam sejarah Muslim sering bermunculan ulama jahat, penjilat penguasa dengan fatwa-fatwa murahannya.

Pokok masalah di sini adalah pernyataan Ahok di depan publik di sana agar "jangan percaya sama orang…karena dibohongin pakai surat surat al-Maidah 51." 
Ahok sama sekali tidak mengatakan bahwa surat al-Maidah 51 itu bohong. 
Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya. 
Bung Zuhairi Misrawi dalam pembicaraan telepon dengan saya pada 3 Nopember 2016 mengatakan bahwa di beberapa masjid di Jakarta sudah lama dikobarkan semangat agar rakyat tidak memilih Ahok dalam pilkada 2017 karena dilarang oleh ayat di atas. 
Bagi saya, apakah Ahok terpilih atau tidak terpilih bukan urusan saya. Itu sepenuhnya urusan para pemilih DKI. 

Saya tidak akan memasuki perang penafsiran tentang ayat itu. 
Pusat perhatian tulisan ini adalah bahwa tidak benar Ahok telah menghina al-Qur'an berdasarkan kutipan lengkap keterangannya di Pulau Pramuka di atas. 
Fatwa gegabah MUI ini ternyata telah berbutut panjang. 
Demo 4 Nopember 2016 adalah bentuk kongkretnya. 
Semoga demo itu akan berlangsung tertib, aman, dan damai. 
Tetapi jika terjadi insiden yang tidak diinginkan, MUI harus bertanggung jawab, karena gara-gara fatwanya, demo itu digelar. Kelompok garis keras merasa dapat amunisi untuk tujuan duniawinya. 
Kekerasan telah jadi mata pencarian. 
Adapun beberapa politisi yang membonceng fatwa ini, itu bukan untuk mencari kebenaran, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keuntungan politik kekuasaan dalam rangka pilkada DKI Feb. 2017.  
Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu? 

Atau apakah seorang Ahok begitu ditakuti di negeri ini, sehingga harus dilawan dengan demo besar-besaran? 

Jangan jadi manusia dan bangsa kerdil!

Tulisan yang senada dengan ini dapat dicari di internet, seperti ditulis oleh 
~ Ahmed Zainul Muttaqien di bawah judul: "Soal Kalimat Ahok," 
~ dan  tiga artikel Zuhairi Misrawi dengan beberapa judul yang saling berkaitan.

Yogyakarta, 3 Nop. 2016

Untuk Menyelesaikan Konflik, Ganti Fokus Anda

Untuk Menyelesaikan Konflik, Ganti Fokus Anda

06 November 2016

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:4-5 "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."
-----------------------------------------------
Ketika Anda bertemu seseorang untuk menyelesaikan konflik, 
~ pertama Anda harus mengakui kesalahan Anda dalam permasalahan itu. 
~ Kemudian, Anda perlu mendengarkan luka dan pandangan orang tersebut.

Dalam perselisihan, kita berpikir sedang memenangkan opini kita. 
~ Namun sesungguhnya kita tengah menyoba untuk memenangkan emosi kita. 

Setiap kali terjadi konflik, perasaan seseorang terluka. 
~ Seseorang merasa diperlakukan kejam. 
~ Seseorang merasa diremehkan. 

Bukan opini yang menimbulkan konflik, 
~ melainkan emosi di balik opini tersebutlah yang menyebabkannya. 

Orang yang tersakiti menyakiti orang lain. 
~ Semakin sering orang tersakiti, semakin gencar mereka menyerang orang lain. 

Orang yang tidak menyakiti tidak akan menyakiti orang lain. 
~ Orang yang penuh dengan kasih mengasihi orang lain.
~ Orang yang penuh dengan sukacita menyenangkan orang lain. 
~ Orang yang penuh dengan damai sejahtera berdamai dengan orang lain. 

Namun orang yang tersakiti akan menyakiti orang lain. 
~ Mereka akan melampiaskan sakit hati mereka pada orang lain.

Jika Anda ingin terhubung dengan yang lain, Anda harus mulai memperhtikan 
~ kebutuhan mereka, 
~ keluh kesah mereka, 
~ dan kepentingan mereka. 

Jika Anda ingin menjadi salesman yang andal, jangan langsung mulai menjajakan dagangan Anda. Mulailah dengan menanyakan 
~ kebutuhan, 
~ keluh kesah, 
~ dan kepentingan calon pembeli Anda. 

Jika Anda ingin menjadi profesor atau pendeta, atau apa pun itu, mulailah dengan memperhatikan 
~ kebutuhan, 
~ keluh kesah, 
~ dan kepentingan rakyatnya.

Filipi 2:4-5 mengatakan, 
~ "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, 
~ tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Apakah Anda sering menyoba membuat orang yang tengah berkonflik dengan Anda mengerti perasaan Anda, tapi Anda sendiri tak mau mendengarkan mereka? 
~ Anda terlalu sibuk berargumen dan tidak mendengarkan, dan hasilnya, Anda kian menjauh dan menjauh dari mereka. ~ Anda harus dengan niat mengalihkan fokus Anda dari memperhatikan kebutuhan Anda menjadi kebutuhan mereka. 

Penyelesaian konflik dimulai dengan cara Anda memperhatikan keadaan. 

Kata "memperhatikan" dalam Filipi 2:4 menggunakan bahasa Yunani 
~ "scopos." 

Dari situlah kata 
~ "mikroskop" 
~ dan "teleskop" berasal. 

"Scopos" artinya 
~ memusatkan perhatian. 

Ayat berikutnya mengatakan bahwa sikap Anda haruslah sama seperti Yesus Kristus. 

Anda kian serupa dengan sifat Yesus ketika Anda lebih memperhatikan 
~ sakit hati orang lain, 
~ ketimbang melihat sakit hati Anda sendiri.

Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan, 
~ "Berusahalah untuk memahami sebelum berusaha untuk dipahami." 

Ketika Anda fokus pada kepentingan orang lain, bukan kepentingan Anda sendiri, 
~ maka Anda akan memperoleh pemahaman yang lebih baik akan situasi yang sedang terjadi 
~ dan lebih tergerak untuk menyelesaikan konflik Anda.

Renungkan hal ini:

Bagaimana Yesus memberikan teladan pada kita tentang bagaimana memperhatikan kepentingan orang lain?

Cara-cara apa yang bisa Anda praktikkan untuk menunjukkan kepedulian Anda terhadap kebutuhan orang lain?

Bagaimana Anda perlu mempersiapkan diri sebelum Anda menyelesaikan konflik supaya Anda siap untuk mendengarkan dan fokus pada orang lain?
___________________________________
Ketika Anda mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan Anda 
~ maka Anda akan bergerak maju untuk menyelesaikan konflik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Jumat, 04 November 2016

Nomor Telephone Penting di DKI Jakarta dan Sekitarnya :

Nomor Telephone Penting di DKI Jakarta dan Sekitarnya :
 
POLDA METRO JAYA (Emergency) 112
Pelayanan Masyarakat 523-4313
Pelayanan Masyarakat 523-4046
Pelayanan Masyarakat 523-4555
Pelayanan Masyarakat 570-7992
Penerangan POLDA 523-4000
Direktorat Reskrim Umum 570-3037
Direktorat Reskrim Khusus 523-4076
Direktorat Intelkam 570-8007
Direktorat Sabhara 523-4241
Yan Mas Narkoba 525-0110 / 0817-999-6666
Direktorat Pam Obvit 526-4073
Direktorat Lalu Lintas 5708013
Piket Lantas 523-4244
Patroli Jalan Raya (PJR) 8570-4164
Traffic Management Center (TMC) 5296-0770 / 527 5090
Yanmas SIM 544-6362
Yanmas STNK 523-4246
STNK Keliling 7088-3322
PATWAL 841-3630
Direktorat Samapta 570-8011
Biro Logistik 570-8017
Biro Personel 525-4251
Biro Operasi 570-7998
Biro Renbang 570-7995
Biro Bina Mitra 570-8010
Detasement Provost (Propam) 570-8016
Bidang Dokkes 522-0669
Bidang Humas 570-9250
Derek Polda 523-4540
Piket Polda 523-4555
 
POLRES METRO JAKARTA UTARA 4393-1017
4393-1055
Narkoba 4391-1758
Intelkam 437-4524
Lantas 4393-9034
Samapta 436-6632
 
POLSEK METRO KOJA 4393-1100
Pos Pol Tugu 4393-0286
Pos Pol Plumpang 4393-0148
Pos Pol Koja 4393-1390
 
POLSEK METRO PENJARINGAN 669-3773
Pos Pol Kamal Muara 559-0989
Pos Pol Kapuk Muara 667-0339
Pos Pol Pluit 669-2822
Pos Pol Muara Karang 6669-0839
Pos Pol Muara Baru 661-1024
Pos Pol Pantai Indah Kapuk 588-2629
Pos Pol BPL Pluit 666-1178
Pos Pol Pasar Angkasa 6669-6243
Pos Pol Pasar Ikan 6660-0171
Pos Pol Pluit Timur 669-5976
Pos Pol Jembatan Tiga 669-3155
 
POLSEK METRO PADEMANGAN 641-5152
Pos Pol Mangga Dua 692-8719
Pos Pol Bintang Mas 692-6710
Pos Pol Pademangan Barat 645-3472
Pos Pol Pademangan Timur 6471-1349
Pos Pol Ancol 6471-1514
 
POLSEK METRO PULAU SERIBU 440-9465
 
POLSEK METRO CILINCING 440-4640
Pos Pol Cilincing 440-2030
Pos Pol Semper Barat 441-0417
Pos Pol Kalibaru 440-1885
Pos Pol Sukapura 440-5018
Pos Pol KBN Cakung 4494-9212
Pos Pol Marunda 4485-0946
Pos Lantas Budi Darma 441-2758
 
POLSEK METRO TANJUNG PRIOK 4393-1680
Pos Pol Stasiun Tanjung Priok 4393-0068
Pos Pol Folker 4393-0057
Pos Pol Sunter 6530-5622
Pos Pol Podomoro 6471-2337
Pos Pol Sac nus (jl.Nusantara) 652-2271
 
POLSEK METRO KELAPA GADING 453-2439
Pos Pol Kelapa Gading Timur 4584-5465
 
POLRES METRO JAKARTA BARAT 530-0330
Pelayanan Masyarakat 548-2371
Derek Pesing 565-8560
Pos Pol Tegal Alur 555-0969
Pos Lantas Kali deres 5439-0429
 
POLSEK METRO TAMBORA 632-9732
Pos Pol Jembatan Lima 692-2952
Pos Pol Jembatan Besi 632-5481
Pos Pol Kopi 692-6717
Pos Pol Ketapang 633-6918
 
POLSEK METRO TAMAN SARI 649-0544
Pos Lantas Taman Sari 691-2487
Pos Pol Taman Sari 692-2740
Pos Pol Glodok 626-2757

Langkah Pertama Dalam Menyelesaikan Konflik

Langkah Pertama Dalam Menyelesaikan Konflik 

05 November 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 7:3,5 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
~ Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
~ maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
-----------------------------------------------
Salah satu kecakapan hidup paling penting yang harus Anda pelajari ialah 
~ menyelesaikan konflik. 

Jika Anda tak memilikinya, 
~ maka Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda menderita, 
~ karena kita adalah orang yang tak sempurna dan kita pasti bertemu dengan konflik-konflik setiap harinya.

Bila Anda ingin menyelesaikan konflik, 
~ maka Andalah yang harus mengambil langkah terlebih dahulu. 

Itu berarti Anda harus meminta bantuan Tuhan, 
~ sebab dibutuhkan keberanian besar untuk datang mendekati orang yang tengah beselisih paham dengan Anda 
~ dan memberitahu orang tersebut bahwa Anda ingin duduk dan menyelesaikan masalah antara Anda berdua.

Kemudian, 
~ jangan memulai diskusi Anda dengan kesalahan yang diperbuat orang lain. 
~ Jangan mulai membuka diskusi itu dengan tudingan-tudingan 
~ atau membeberkan betapa orang itu telah menyakiti Anda. 

Sebaliknya, 
~ mulailah dengan mengakui kesalahan yang Anda buat. 

Mengapa? 

Perselisihan itu mungkin 99,99% merupakan kesalahan mereka, namun Anda bisa selalu menemukan kesalahan atau kekhilafan dalam perilaku Anda. 
~ Mungkin karena Anda merespon orang tersebut dengan buruk, meski itu sifatnya membela diri. 
~ Mungkin itu karena sikap Anda. 
~ Mungkin juga karena Anda pergi begitu saja saat berselisih paham dengan mereka. 

Pasti ada kelemahan dalam hidup Anda yang orang lain lihat jelas 
~ tapi yang belum pernah Anda lihat. 
~ Itulah titik kelemahan Anda. 

Anda pasti punya kekurangan yang Anda sendiri tidak ketahui. 
~ Itulah mengapa Anda harus menyelesaikan konflik dengan rendah hati dan mulai dengan menilik kesalahan-kesalahan Anda sendiri. 

Yesus berkata, 
~ "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
~ Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Matius 7:3,5). 

Maksud-Nya ialah 
~ Anda harus terlebih dahulu mengakui bagian Anda dalam konflik tersebut. 

Apa selumbar kayu di mata Anda yang saat ini menghambat Anda untuk melihat situasi dengan lebih jelas? 

Jangan mulai menyelesaikan konflik dengan mengungkit-ungkit kesalahan atau perilaku orang yang telah melukai Anda, sebelum Anda mengakui dosa dan mengakui keterlibatan Anda dalam konflik tersebut terlebih dahulu. 
~ Apakah Anda menyebabkan konflik karena Anda tidak peka? 
~ Atau sebaliknya, apakah itu karena Anda terlalu sensitif? 
~ Apakah itu karena Anda tidak mengasihi orang tersebut? 
~ Apakah itu karena Anda terlalu menuntut? 
~ Apa kesalahan Anda? 

Apabila Anda mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan kemudian mengakuinya, 
~ itu tandanya Anda telah siap untuk langkah berikutnya dalam menyelesaikan konflik. 

Renungkan hal ini: 

Apa yang menghambat kita untuk bisa melihat dosa kita sendiri dengan jelas?

Menurut Anda, bagaimana dampaknya pada orang lain ketika Anda memulai penyelesaian konflik Anda dengan mengakui kesalahan Anda terlebih dahulu, ketimbang dengan melancarkan tudingan-tudingan kepada orang tersebut?

Bagaimana Anda akan terus maju dalam menyelesaikan konflik dalam hidup Anda?

Bagaimana Anda akan membuat langkah pertama?
________________________________
Selesaikan konflik dengan cepat 
~ karena kita adalah orang yang tak sempurna 
~ dan kita pasti bertemu dengan konflik-konflik setiap harinya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Kamis, 03 November 2016

*Enam Cara Untuk Menjaga Integritas*

*Enam Cara Untuk Menjaga Integritas*

04 November 2016

Bacaan Hari ini:

2 Korintus 4:2 *"Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan;*
~ kami tidak berlaku licik 
~ dan tidak memalsukan firman Allah. 
~ Sebaliknya kami menyatakan kebenaran 
~ dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah."
---------------------------------------------------
*Integritas menuntut agar setiap sisi kehidupan Anda diperlakukan dengan niat yang sama.*

Anda harus memiliki komitmen yang sama baiknya dalam
~ pernikahan Anda 
~ dan dalam karir Anda.

Anda harus memiliki komitmen yang sama baiknya dalam 
~ pelayanan Anda 
~ dan dalam pola pengasuhan anak Anda.

Berikut enam cara yang bisa Anda pakai di minggu ini untuk menjadi orang yang berintegritas.

Anda menjadi orang yang berintegritas dengan cara:

1. *Menepati janji Anda.*
Orang yang berintegritas menepati janji mereka. 
~ Jika mereka berkata akan melakukannya, maka mereka melakukannya. 
~ Jika mereka berkata akan datang, maka mereka datang. 

Alkitab mengatakan dalam Amsal 25:14, *"Awan dan angin tanpa hujan,*
~ demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya."

2. *Melunasi tagihan Anda.*
Buat Anda ini mungkin bukan masalah besar, 
~ tapi itu hal yang penting buat Tuhan. 

Apakah Anda menghabiskan lebih banyak uang ketimbang gaji yang Anda hasilkan? 
~ Itu yang dinamakan kurang integritas. 

Apakah Anda terlilit hutang karena Anda tak bisa melunasi sesuatu yang Anda beli? 
~ Itu dinamakan kurang integritas. 

Mazmur 37:21 mengatakan, 
~ "Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, 
~ tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah."

3. *Menolak untuk bergosip.* 
Tuhan tengah mencari pria dan wanita berintegritas 
~ yang tahu bagaimana menyimpan rahasia 
~ dan yang tidak terbawa arus media sosial. 

Jangan membicarakan orang lain di belakang, 
~ intinya jangan dengarkan gosip! 

"Siapa mengumpat, membuka rahasia, 
~ tetapi siapa yang setia, menutupi perkara" 
(Amsal 11:13).

4. *Setia dalam persepuluhan.*
Di mana Anda menghabiskan uang Anda terlebih dahulu,
~ di situlah apa yang paling penting buat Anda. 

Maleakhi 3:8-10 mengatakan, 
*"Bolehkah manusia menipu Allah?*
~ Namun kamu menipu Aku. 
~ Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" 

*Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!*
~ Kamu telah kena kutuk, 
~ tetapi kamu masih menipu Aku, 
~ ya kamu seluruh bangsa! 

*Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,*
~ supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku 
~ dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, 
~ apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit 
~ dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."

5. *Melakukan yang terbaik dalam pekerjaan.* 
Alkitab mengatakan dalam Kolose 3:23, 
*"Apapun juga yang kamu perbuat,*
~ _perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan_
~ _dan bukan untuk manusia."_

*Jika Anda orang percaya,*
~ _Bos Anda yang sesungguhnya adalah Allah, _
~ _dan soal dipandang atau tidaknya pekerjaan Anda oleh orang lain,_
~ _ketahuilah Allah memandangnya._

6. *Dengan menjadi diri sendiri di depan orang lain.*
Seseorang yang berintegritas bertingkah laku yang sama 
~ di gereja dan 
~ di tempat kerja, atau 
~ di lapangan golf. 

"Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; 
~ kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. 
~ Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah"  (2 Korintus 4:2).

Renungkan hal ini:

Bagaimana cara Anda menjuhkan diri dari mendengarkan gosip?

Janji-janji apa yang belum Anda tepati yang sekarang harus Anda laksanakan demi menguatkan integritas Anda?

Bagaimana Anda akan mengubah cara Anda bersikap dan bekerja di tempat kerja Anda, seandainya Tuhan menjadi Bos di kantor Anda dan memeriksa pekerjaan Anda?
__________________________________
Integritas menuntut agar setiap sisi kehidupan Anda diperlakukan dengan niat yang sama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Selasa, 01 November 2016

Menista Langit (Tanggapan atas Tulisan Amien Rais)

Menista Langit (Tanggapan atas Tulisan Amien Rais)

Oleh Abdillah Toha

Beberapa hari lalu Amien Rais (AR) menulis di Harian ini (Republika 28/10) dengan judul "Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok". Menurutnya, ada dua jenis penistaan. Menista yang berdimensi duniawi dan menista langit. Antara lain AR menulis hal-hal berikut: 

"Ketika hukum dilaksanakan secara tebang-pilih atau diskriminatif, rakyat marah, tetapi tetap tidak bergerak. Ketika korupsi berskala raksasa jelas-jelas dilindungi, sejak dari skandal BLBI, Bank Century, deforestasi (penghancuran hutan), sampai yang terbaru skandal Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta, rakyat hanya berkeluh-kesah, geram, marah, nyaris putus asa. Tetapi mereka tidak bergerak. Sabar dan tetap sabar."

"Nah, Bung Jokowi, kasus Ahok merupakan skandal dari jenis yang sangat berbeda. Berbagai skandal yang saya sebutkan di atas, cuma skandal berdimensi dunia, walaupun sangat menohok rasa keadilan rakyat." 

"Bung Jokowi, kasus Ahok mengguncangkan Indonesia karena Ahok sudah menyodok kesucian langit. Ahok sudah benar-benar kelewatan." 

Di awal tulisannya, AR mengatakan, "Saya, sebagai seorang Muslim, sangat-sangat tersinggung dan terhina dengan ucapan Ahok bahwa ayat 51 Surah al-Maidah digunakan untuk membohongi masyarakat." Kemudian AR mewanti-wanti Jokowi agar segera turun tangan, atau menghadapi situasi yang bisa "menjadi bom waktu yang daya ledak sosial-politiknya dapat mengguncangkan sendi-sendi stabilitas nasional dan persatuan bangsa." 

Tulisan ini tidak akan membahas apakah Ahok benar bermaksud menghina Islam dan kitab sucinya Alquran atau tidak, karena ada paling sedikit dua pendapat yang berbeda. Juga penulis tidak akan masuk ke dalam kontroversi tafsir ayat Al-Maidah 51 karena ada berbagai pandangan dan penafsiran yang berbeda. Ini juga bukan tulisan yang akan berargumentasi tentang benar tidaknya sinyalemen AR tentang berbagai 'kegagalan' pemerintahan Jokowi. Yang ingin disoroti di sini adalah pandangan AR tentang penistaan agama secara umum, Islam khususnya. 

Sangat disayangkan tokoh sekaliber AR dengan pendidikan tinggi dan pernah menduduki jabatan-jabatan sangat terhormat di negeri ini mempunyai kesamaan dengan banyak Muslimin awam dalam cara memandang yang, menurut saya, tidak tepat tentang esensi Islam. 

Pertama, AR lebih marah dan lebih tidak sabar ketika ada yang menghujat Tuhan daripada penyebab timbulnya ketidak-adilan di masyarakat. Hal ini memang telah menjadi ciri dari berbagai ulama dan awam pengikutnya yang menyebut diri sebagai pembela Islam. Kita nyaris tidak pernah menyaksikan gerakan-gerakan pembela Islam yang membela kaum miskin, kaum buruh, para penganggur, pendidikan yang mahal, atau menentang koruptor dan berbagai ketimpangan lain, tapi gerakan-gerakan itu rajin berontak ketika hal-hal yang diharamkan dalam Islam seperti minuman keras, pornografi, prostitusi, dan sejenisnya muncul ke permukaan. Buat para "pembela" itu, biarkan rakyat miskin dan menderita asalkan minuman keras dan sejenisnya dilarang di negeri ini. Pandangan AR tak jauh berbeda. Sabarlah dan jangan cepat marah terhadap adanya ketimpangan dan ketidakadilan, tapi segera bertindak bila ada yang menghujat agamamu. 

Kedua, AR rupanya ingin mewakili fungsi pengadilan dunia dan akhirat. Bukankah ketika yang dinista langit seharusnya kita biarkan langit yang menghukum? Apalagi bila penistaan itu bukan dalam bentuk perbuatan, tetapi dalam kata-kata atau tulisan. Apakah si penista akan selamat di dunia dan akhirat, biarkan langit yang memutuskan. Itu sudah bukan urusan kita lagi. Tugas kita sebagai khalifah di bumi adalah untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera, damai, dan tenteram di bumi. Bukan untuk menghukum mereka yang tidak beriman atau menista Allah. Benar kita punya pasal 156A KUHP tentang penodaan agama tetapi menurut banyak ahli, undang-undang itu adalah sebuah kecelakaan hukum yang berisi pasal karet yang bisa disalahgunakan oleh berbagai pihak untuk kepentingan kelompoknya. Sama seperti di Eropa dulu ketika diberlakukan hukuman berat terhadap apa yang disebut sebagai blasphemy (penistaan agama) yang kemudian dalam sejarah kita tahu telah memicu gerakan reformasi agama Kristen besar-besaran. 

Ketiga, AR, seperti banyak Muslimin lainnya, telah cenderung mempersonifikasikan (memanusiakan) Tuhan seakan Tuhan punya sifat-sifat makhluk-Nya yang mudah tersinggung, marah jika dinista, dan tidak sabaran. Seakan-akan Tuhan dirugikan dengan adanya orang yang menista kemuliaan-Nya. Tuhan yang mahakaya tidak sedikit pun butuh pujian, sembahan, atau bahkan ibadah apa pun dari manusia. Kewajiban shalat, umpamanya, dalam Islam bukan untuk kepentingan Tuhan, tapi untuk kemaslahatan manusia sendiri. Begitu pula Tuhan, sedikit pun tidak akan berkurang kemuliaan-Nya dan tidak akan merasa dirugikan bila ada makhluk-Nya yang mencerca atau menghina-Nya. Kalau sudah begitu, kenapa kita harus menempatkan diri kita sebagai pengganti Tuhan dan marah-marah serta bernafsu menghukum penista, seakan kita diberi wewenang untuk mewakili Tuhan. Begitu pula junjungan Nabi kita Muhammad SAW dengan akhlaknya yang agung. Tidak pernah beliau membalas hinaan bahkan lemparan batu hingga berdarah-darah terhadapnya, akan tetapi justru berdoa memohon Allah mengampuni pelakunya karena mereka dianggap termasuk golongan orang yang tidak tahu hakikat kebenaran. 

Keempat, salah satu masalah besar agamawan termasuk sebagian Muslimin adalah menjadikan agama sebagai bagian dari identitas diri, lebih dari sekadar sarana untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Ketika orang lain yang tidak paham kemudian mencela atau mencerca agamanya, maka dia akan merasa dirinya atau kelompoknya telah dihina. Itulah yang terjadi dalam kasus-kasus pembunuhan para penista agama Islam di Negeri Belanda, Perancis, Swedia dan lain-lain yang kemudian mencederai citra Islam dan menganggap Islam sebagai agama yang penuh kekerasan. Begitu pula fatwa mati Imam Khomeini terhadap penulis Inggris Salman Rushdi yang dibela oleh pendukungnya sebagai pelaksanaan hukum terhadap seorang Muslim yang murtad dan menista agama, telah ditolak oleh berbagai pihak karena telah merusak citra Islam. Ucapan Allahu Akbar yang sangat agung telah menjadi teriakan yang mengerikan bagi banyak pihak karena kebiasaan teroris meneriakannya sebelum menggorok leher orang tak bersalah atau melakukan bom bunuh diri, atau dalam khotbah-khotbah yang penuh kebencian. 

Kelima, andaikata benar di negeri ini atau di tempat lain banyak pembenci Islam, bagaimana mungkin dakwah kita akan berhasil bila kita membalas kebencian itu juga dengan kebencian dan kemarahan. Islam adalah agama akhlak dan damai. Penggunaan kekerasan dalam Islam hanya dibolehkan sebagai upaya defensif terakhir ketika musuh menyerang lebih dulu dan ketika semua jalan untuk berdamai telah buntu. Islam adalah agama pemaaf seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika menaklukkan kafir Quraish di Makkah dan memberi maaf kepada semua bekas musuh-musuhnya. 

Saya tidak bisa berharap banyak kepada berbagai ustad dan ulama karbitan yang banyak beredar di negeri kita. Namun, bila orang sangat terhormat setingkat pak Amien Rais, seorang Muslim yang taat dan terpelajar, gagal menyampaikan pesan-pesan Islam yang universal dan benar, maka siapa lagi yang dapat kita harapkan untuk membimbing umat Islam yang mayoritas di negeri tercinta ini. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah dan membukakan jalan terbaik bagi kita semua. Amin. 

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/11/01/ofy7ct396-menista-langit-tanggapan-atas-tulisan-amien-rais

Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Orang Yang Berintegritas

Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Orang Yang Berintegritas

02 November 2016

Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? 
~ Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."
---------------------------------------------------
Di dunia yang benar-benar terobsesi dengan penampilan dan kesan, 
~ bagaimana Anda tetap menjadi kudus ketika semua orang berpura-pura? 

Orang-orang itu tak punya integritas. 
~ Mereka menyimpang, 
~ mereka berpikiran dangkal, 
~ mereka curang, 
~ dan mereka tak menepati janji mereka.

Lalu bagaimana Anda tetap menjadi diri Anda sendiri?

Hanya ada satu cara. 
~ Anda harus lebih peduli dengan persetujuan Tuhan ketimbang persetujuan atau pengakuan orang lain.

Itulah satu-satunya cara Anda menjadi orang-orang yang jujur, menjadi diri sendiri. 

Sebab apabila Anda peduli dengan apa yang Tuhan pikirkan,
~ maka Anda akan melakukan apa yang benar. 

Tapi jika Anda lebih peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, 
~ Anda kerap melakukan yang salah.

Mazmur 119:9 mengatakan, 
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? 
~ Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Satu-satunya cara Anda bisa mengetahui apakah Tuhan mengizinkannya dan untuk mengetahui apa yang Ia pikirkan tentang Anda ialah,
~ dengan membaca Alkitab. 
~ Anda harus tinggal di dalam Firman Tuhan! 

Bila tidak, 
~ Anda tak akan memiliki kekuatan dan stamina untuk menjalankan hidup yang jujur, berintegritas.

Jika Anda tak pernah melakukan waktu tenang di dalam Firman Tuhan, jika saya melewatkannya beberapa hari saja, 
~ saya bisa rasakan perbedaannya - 
~ bahkan semua orang pun bisa tahu!- karena,saya mulai jadi mudah tersinggung. 

Jika saya tidak terhubung dengan Tuhan melalui Firman-Nya, 
~ saya tidak akan mendapatkan kekuatan spiritual untuk dengan jelas mengabarkan Firman Tuhan kepada Anda. 
~ Saya tak akan punya kekuatan untuk hidup berintegritas.

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran 
~ perlu kuasa rohani, 
~ karena apa yang benar seringkali tidak populer. 

Anda akan capek berusaha melakukan yang benar sekaligus tetap jadi diri sendiri, tetap kudus, sementara Anda harus senantiasa harus diperbaharui dan dikuatkan.

Anda dapat melakukannya dengan membaca dan memelajari Alkitab, 
Firman Tuhan.

Renungkan hal ini:

Bagaimana dengan membaca Firman Tuhan memberi Anda kekuatan?

Mengapa penting membaca Alkitab?

Apa beberapa janji Allah dalam Alkitab yang menguatkan Anda ketika Anda harus membuat keputusan yang benar, tapi tidak disukai banyak orang?
___________________________________
Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, 
~ karena apa yang benar seringkali tidak populer.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)