Senin, 10 Oktober 2016

SERUAN DOSEN UI, Dr. Ade Armando, kpd ANIES BASWEDAN,

SERUAN DOSEN UI, Dr. Ade Armando, kpd ANIES BASWEDAN, terbit pagi hari, 10 Okt 2016. Share seluasnya demi bangsa dan NKRI. 
------------------------------
Mas Anies Baswedan, Anda dapat mencegah perpecahan bangsa ini. Kalau Anda mau.

Saya baru saja membaca tulisan Anda di laman FB resmi Anda (8 Oktober) yang isinya mengecam Ahok dalam kasus Al Maidah yang menghebohkan itu.

Saya semula adalah pengagum Anda. Saya menempatkan Anda sebagai salah satu dari 25 Tokoh Islam Damai  di majalah Madina yang saya pimpin, delapan tahun yang lalu. 

Ketika saya menjadi anggota pengurus Yayasan Paramadina, saya mendukung Anda untuk terpilih menjadi rektor Universitas Paramadina untuk kedua kali. 

Saya ikut mempromosikan program Indonesia  Mengajar yang Anda kembangkan. 

Saya membela Anda ketika saya mendengar berbagai kritik setelah Anda terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Saya semula percaya bahwa Anda adalah salah satu tokoh Muslim Muda yang diharapkan Indonesia: pintar, saleh, gagah, demokratis, dan pluralis.

Saya terkesan dengan pernyataan Anda bahwa yang harus dikembangkan adalah Islam Jalan Tengah.

Tapi kini, saya kuatir Anda sedang menghancurkan kehormatan Anda sendiri.

Komentar anda soal kontroversi Ahok dan Al Maidah sama sekali tidak menunjukkan adanya  intelektualitas dan integritas dalam diri Anda saat ini. 

Anda mengabaikan begitu saja fakta bahwa video yang beredar itu adalah hasil editan yang jahat, yang menghilangkan konteks dan sangat potensial menimbulkan kesan yang salah tentang Ahok.

Saya heran bagaimana mungkin Anda mengawali tulisan Anda dengan pernyataan: "Hari-hari ini ketenteraman terganggu, kenyamanan terusik dan kemarahan tersulut oleh pernyataan Gubernur DKI Jakarta. "

Sebagai orang pintar, bagaimana mungkin Anda menganggap bahwa persoalan sesungguhnya ada pada pernyataan Ahok dan bukan pada upaya menyesatan opini public melalui kutipan pernyataan yang diplintir dan dilepaskan dari konteks utuhnya?

Dan kemudian Anda berulang-ulang berusaha menekankan bahwa Anda sangat peduli pada kebhinekaan Indonesia seraya menggambarkan bahwa Ahok (sebagai 'pihak lain') mengabaikannya begitu saja.  Anda bahkan merestui pihak-pihak yang akan menuntut Ahok secara hukum. 

Anda menutup tulisan Anda dengan ajakan: ". . .  mari jaga komitmen menjadikan Pilkada DKI Jakarta ini sebagai pesta demokrasi dan festival gagasan yang penuh dengan kesejukan dan keceriaan."

Sebagaimana saya baca dalam komentar-komentar di FB Anda, ada banyak orang yang selama ini mengagumi Anda tak percaya dengan ketulusan sikap Anda tersebut. Saya juga.

Mas Anies, yang saat ini secara aktif mengangkat isu-isu yang memecahbelah bangsa adalah kubu pendukung Anda. 

Fanpage Anies Baswedan – Sandiaga Uno masih terus mengangkat isu agama untuk menyerang Ahok. Serangan terhadap Ahok dengan tuduhan kafir terus menggema di ruang public: di masjid, di pengajian, di media sosial. 

Pemelintiran pernyataan Ahok juga dilakukan oleh kubu Anda, termasuk oleh seorang aktivis media sosial pendukung Anda, Buni Yani.

Anda sudah berjanji tidak akan membiarkan isu SARA digunakan dalam Pilkada DKI 2017. Tapi nyatanya, itu terus terjadi dan Anda diam saja. Yang menyatakan jangan terprovokasi dengan isu SARA adalah kubu Agus Yudhoyono. Bukan Anda!

Kalau sekarang isu pengkafiran Ahok terus dilakukan, yang akan hancur adalah bangsa ini. 

Anda  akan memecah bukan saja penduduk Jakarta, tapi juga bangsa Indonesia, dengan pengotakan 'Islam' versus 'non-Islam'.  Harga yang harus dibayar akibat isu SARA ini bisa sangat mahal dan lama.

Jadi, Mas Anies Baswedan, lakukanlah sesuatu. 

Hentikanlah kubu Anda untuk terus menggunakan isu SARA. Berkonsentrasilah pada isu gagasan dan program.

Jangan jual kehormatan Anda hanya untuk mencapai kekuasaan.

oleh Ade Armando
Pimpinan Madinaonline.id 
************************

Minggu, 09 Oktober 2016

ISLAM YANG SELALU MERASA TERHINA

Tulisan: Denny Siregar

ISLAM YANG SELALU MERASA TERHINA

"Kristen itu ajaran konyol !!"

Begitu kata Ahok beberapa waktu lalu dalam sebuah rapat bersama jajarannya.

Ahok mengkritisi dengan tepat perilaku manusia dalam agamanya yang menjadikan agama sebagai mie instan, "lu boleh buat dosa sebesar apa saja karena Kristus nanti akan mengampuni semua dan lu pasti masuk surga.."

Siapakah yang ribut ? Ya, yang mengaku beragama Islam.

Mereka langsung teriak gembira dan men-share video itu kemana saja dengan poin perkataan, 'Tuh kan, Ahok yang kristen aja bilang bahwa kristen ajaran yang konyol. Bukti bahwa Islam yang paling benar !"

Dan disambutlah takbir bersahut2an persis seperti di pasar ayam.

Yang beragama Kristen tampak tenang. Sebagian karena paham maksud dari ucapan Ahok, sebagian karena tidak mengerti ada apa. Tapi yang paling penting adalah mereka tidak merasa terhina ketika Ahok mengatakan "Kristen ajaran konyol.."

Aneh memang, yang ngomong orang Kristen, tentang ajaran Kristen, tapi yang ribut yang merasa Islam.

Dan ketika Ahok mengatakan, "jangan mau dibodohi dan dibohongi pake surat Al Maidah 51', ribut lagi lah mereka yang mengaku beragama Islam. Ahok dibilang melecehkan, mengolok2 bahkan menghina Alquran.

Ketika di jelaskan bahwa yang dimaksud Ahok adalah "orang yang mempolitisasi ayat di Alquran", mereka tetap meradang. Apapun penjelasannya mereka tetap tidak terima, yang penting Ahok sudah menghina.

Kenapa si pengaku umat Islam ini selalu merasa sedikit2 terhina ?

Karena bodoh, itu saja. Bodoh karena tidak paham agamanya sendiri tapi kebanggaan mereka berlebih. Baju agama mereka terlalu ketat, sehingga nafas mereka sesak.

Mereka menjadi paranoid, mudah dipolitisasi dan di doktrin. Karena mereka tidak mau mengkaji kitab suci, meski suka datang ke pengajian. Mudah terhasut dengan "kata si anu" karena malas membuka kitabnya sendiri.

Mungkin karena merasa mayoritas, sehingga sulit membuka cakrawalanya dengan bebas. Sulit melihat kesalahan di diri sendiri dan suka bergunjing kesalahan pada orang lain.

Ahok itu ujian mayoritas muslim dalam menghadapi politik di negeri ini. Apakah kita akan dewasa dalam beragama atau seperti kerbau dicocok hidungnya. Apakah kita selalu mau dipolitisasi oleh para penjual ayat ataukah kita bisa memisahkan mana ayat dan mana penjualnya..

Maka tidak heranlah jika kita berjumpa dengan Reza2 yang lain, Marwah2 yang lain, yang secara ukuran sosial dia rasional tapi dalam pengetahuan agama mereka masuk di kelas emosional.

Secangkir kopi kuhidangkan pagi ini, sambil menatap wajah negeriku sendiri, orang2 dalam agamaku sendiri, berasa sedih.

Perjuangan mencerdaskan saudara2ku seiman ini, jalannya masih sangat panjang dan berbatu...

www.dennysiregar.com

Monster Bermata Hijau

Monster Bermata Hijau    10 Oktober 2016    Bacaan Hari ini:  Kejadian 4:4-5 "Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya,   ~ yakni lemak-lemaknya;   ~ maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,   ~ tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.   ~ Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."  ---------------------------------------------------  Jika Anda ingin menjadi orang yang menyedihkan,   ~ jadilah orang yang iri hati   ~ atau yang pencemburu.     Mengagumi sesuatu yang dimiliki orang lain belum tentu buruk.     Waktu kita berkata,   ~ "Aku iri denganmu.   ~ Kau mampu pergi berlibur," kata 'iri' yang dipakai di sini tak serta merta berkonotasi negatif.    Iri atau cemburu artinya   ~ menjadi marah ketika tahu orang lain mempunyai sesuatu yang tak Anda punyai.     Definisi harfiah dari kata iri hati yaitu   ~ "perasaan yang penuh dendam atau perseteruan."     Jadi tidak masalah bila kita berkata,   ~ "Hartamu banyak sekali.   ~ Wow, ini benar-benar keren sekali!   ~ Andai aku punya sebanyak itu!"     Bukan kata-kata,   ~ tetapi sikap yang menyiratkan iri dan kecemburuanlah yang jadi masalah,   ~ "Aku amat kesal padamu,   ~ kau punya itu semua,   ~ sementara aku tidak."    Kedengkian digambarkan seperti dosa di sebuah kota kecil;   ~ dosa ini terus berkembang biak karena dekatnya satu sama lain.     Kita cenderung tidak iri pada orang terkenal atau sukses.     Tetapi, kita malah lebih cenderung iri pada   ~ tetangga,   ~ kerabat,   ~ atau rekan kerja kita.     Kita baik-baik saja   ~ selama kita semua sama,   ~ selama kita semua ada di situasi yang sama.     Tetapi ketika seseorang mulai   ~ menjadi sukses,   ~ jika salah satu dari kita mendapat kesempatan,   ~ kita biasanya mulai berpikir   ~ kita seharusnya mempunyai itu juga,   ~ dan ketika ada hal baik terjadi dalam hidup mereka,   ~ kita pun menjadi iri.    Kita tak tahu persis apa yang menyebabkan Kain membunuh saudaranya Habel,    tapi saya pikir bisa dikatakan bahwa iri dan dengki memainkan peranan dalam tragedi ini.   ~ Korban persembahan Habel diterima,   ~ tapi Kain tidak.     Kecemburuan yang tidak dibereskan   ~ akan menjadi masalah besar,   ~ dan kecemburuan Kain menyebabkan pembunuhan.     Kain tidak dikuasai oleh Allah,   ~ karena itulah ia diperbudak oleh Iblis.    Shakespeare menyebut kecemburuan sebagai monster bermata hijau,   ~ dan itu monster yang sama yang dapat mencekik Anda.     Jadilah orang yang iri hati   ~ jika Anda mau memberi batu pijakan kepada Iblis   ~ sama seperti apa yang Kain lakukan- dan bersiap-siaplah menghadapi akibatnya.  ___________________________  Kecemburuan yang tidak dibereskan   ~ akan menjadi masalah besar,   ~ karena itu segala macam bentuk kecemburuan cepatlah diselesaikan.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Ahok, menurut intelektual Muslim Mohammad Monib, pria asal Madura ini

Hampir setiap menjelang pemilihan pemimpin (pemilu dan pilkada), kerap kali beredar isu-isu miring yang melekat pada para calon pemimpin, mulai dari isu-isu sensitif seperti neoliberal dari segi ekonomi, antek partai terlarang, rasis, atau latar belakang keyakinan agama.

Dalam konteks Pilkada DKI 2017, isu yang sangat santer berkecamuk adalah SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).

Hal ini karena salah satu calon, yakni petahana Basuki Tjahaja Purnama (ahok) dari latar belakang etnis dan agama minoritas.

Berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, Ahok banyak diserang karena latar belakang agamanya.

Namun, hal ini tak berlaku bagi intelektual Muslim Mohammad Monib.

Murid almarhum Nurcholis Madjid ini mempunyai alasan tersendiri mengenai pemimpin non-Muslim yang memerintah umat Islam.

Baginya, non-Muslim boleh menjadi pemimpin selama dia tidak memushi Islam, apalagi dia sebagai warga negara yang sah dan berhak untuk mencalonkan dirinya sebagai pemimpin.

Mendukung Ahok

Direktur Indonesian Conference on Religions and Peace (ICRP) Mohammad Monib menjelaskan jika ayat yang mengharamkan pemimpin non-Muslim itu memiliki asbabun nuzul (sebab turunnya suatu ayat) yang lekat dengan konteks sosio-politik saat itu.

"Ahok bekerja dengan baik dan terlihat hasilnya. Banyak programnya yang tidak dilakukan oleh gubernur Muslim sebelumnya," kata Monib kepada Rimanews ditemui di kediamannya, Rabu (06/10/2016) malam.

Terkait kesantunan Ahok yang dikritik banyak pihak, alumni Gontor yang tengah merintis sebuah pondok pesantren untuk kaum dhuafa ini mengatakan jika bekas bupati Belitung Timur itu tidak bicara kasar kepada orang-orang baik.

"Ada konteksnya," jelasnya.

Monib mendukung Ahok juga karena keyakinannya bahwa Ahok tak akan mengusir pribumi dari Jakarta, termasuk tidak berlaku diskriminatif.

"Biar program-program yang sudah baik bisa dilanjutkan; biar preman-preman politik dan birokrasi ada lawan tandingnya,' ujarnya.

Ahok, menurut pria asal Madura ini, sudah mengajari publik tentang transparansi dalam birokrasi.

"Bekerja untuk publik dan cukup bersih dari korupsi. Saya butuh manajer birokrasi dan pelayan publik, bukan imam shalat," katanya.

Dalam memilih pemimpin, dia mengimbau masyarakat untuk berpijak kepada konstitusi UUD 45, yang memberikan hak kepada semua warga negara yang bisa melewati prosedur birokrasi untuk berkompetisi dalam kepemimpinan.

Menurutnya, bangsa ini bukan hanya milik orang Islam, tapi milik bersama.

"Saya lelah melihat politisi dan birokrasi seiman nyolong dan garong uang rakyat. Saya otonom dalam pemikiran agama, etika dan jalan hidup. Kelak saya mandiri di hadapan Allah. Karenanya, saya wajib mandiri dalam menentukan jalan hidup," katanya.

Polemik al-Maidah ayat 51

Baru-baru ini, publik dibuat geger oleh pernyataan Ahok terkait surat al-Maidah ayat 51 yang sering dijadikan argumen untuk melarang non-Muslim menjadi pemimpin.

Menurut Monib, masyarakat harus cerdas dalam memahami makna dengan melihat historisitas ayat tersebut diturunkan.

"Bagi saya, konteks ayat yang digunakan kan clear. Saat itu habis perang Uhud (22 Maret 625 M); penduduk Madinah mengalami kegoncangan, Islam kalah, sebagian orang Islam sangat terancam, kemudian mereka menyelamatkan diri, bagaimana caranya? Ada yang berfikir mencari penyelamatan, berkoalisi dengan kaum Quraisy, ada yang berpikir dengan Yahudi, sementara yahudi itu melakukan banyak pelanggaran. Jadi, al-Quran mengkritik (pemimpin non-Muslim, red) itu adalah ga ada. Sehingga, bagi saya, kritik terhadap Ahok tidak serta-merta (dapat dipakai untuk konteks Ahok, red), karena bagi saya Ahok tidak memusuhi Islam," jelasnya.

Monib menilai tidak sepatutnya kepemimpinan dilihat dari identitas agama.

"Saya lebih butuh kepada orang yang menjalankan prinsip-prinsip kebenaran universal dibandingkan dari sekadar apa yang disebut saya 'islam minimalis' itu, sekedar baca syahadat. Jadi bagi saya gak ada masalah (dengan pemimpin non-Muslim, red)," katanya.

Monib pun mengutarakan kekecewaan kepada sejumlah politisi yang dari luar tampak saleh, tetapi tak mampu menanggalkan perilaku koruptif.

"Secara khusus, saya kecewa; temen-temen saya, Anas Urbaningrum (mantan Ketum Demokrat) saya kenal baik, Fuad Amin (Kyai dan Mantan Bupati Bangkalan). Di departemen agama itu korupsinya luar biasa. Jadi, bagi saya kalau ada orang yang bisa saya percaya sampai detik ini antikorupsi, bersih, ya Ahok ini," ujarnya.

Mengapa bukan yang lain?

Monib mempunyai penilaian khusus tentang petarung lain di Pilkada DKI 2017.

Sebagaimana diketahui, pasangan lain yang bakal menantang Ahok-Djarot adalah Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Terkait Anies, Monib mengaku mengenalnya secara pribadi sebagai civitas Universitas Paramadina, jauh sebelum namanya moncer di media.

"Anies gak ada prestasinya, di paramadina, di kementrian juga tidak ada prestasinya, orang dia batu loncat dan orang yang sangat pragmatis. Ahok saya lihat bekerja dan saya tidak peduli degan iman dia, yang penting dia bekerja dengan prinsip-prinsip sebagai profesional sebagai gubernur, masjid-masjid dia bangun dan sebagainya," terangnya.

Menurut Monib, nama Anies tiba-tiba melambung bukan karena hasil kerja keras sendiri.

"Anies itu hanya penjual kalimat yang indah, tertata bagus dan wajah yang menawan, orang terpukau; sudah itu saja," jelasnya.

Tentang Agus, Monib mengaku masih belum percaya. "Saya tahu Sandiaga Uno, dan juga Agus misalnya, belum percaya. Ya kalau mau dipercaya, buktikan kalau begitu. Kenapa saya musti membuktikan kalau saya masih melihat Ahok bekerja?" pungkasnya.(rimanews.com)

Siap Menerkam

Siap Menerkam    09 Oktober 2016    Bacaan Hari ini:  1 Petrus 5:8   ~ "Sadarlah dan berjaga-jagalah!   ~ Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan   ~ mencari orang yang dapat ditelannya."  ---------------------------------------------------  Beberapa tahun lalu, saya membaca sebuah buku menarik berjudul  ~ Kematian di Rimba Belantara.     Penulisnya, seorang pemburu hewan buas, menceritakan tentang kisah-kisah,   ~ bukan hanya tentang perburuan singa   ~ tapi juga mengenai singa yang memburu manusia.     Diceritakan,   ~ ada sekelompok singa yang tertarik dengan darah manusia.   ~ Mereka senang menyambangi tenda-tenda perkemahan di malam hari,   ~ melangkahi orang-orang yang sedang tidur untuk mencari mangsa, tanpa membangunkan orang lain selain mangsanya itu sendiri.     Tak pasti kriteria apa yang dipakai singa ini dalam menentukan mangsanya.     Namun mereka akan mengangkat korbannya,   ~ membunuh mereka secepat kilat ,   ~ dan menyeret mereka jauh dari TKP   ~ tanpa membangunkan satu orang pun.     Si penulis juga menceritakan   ~ seekor singa besar yang telah menewaskan lebih dari seratus orang.     Buku ini juga menyebutkan bahwa seekor singa yang kelaparan bisa berlari 91 meter hanya dalam tiga detik saja.    Singa adalah makhluk yang kuat dan amat menakutkan.   ~ Dan mereka punya kemampuan untuk menerkam Anda dalam sekejap mata.     Alkitab menyamakan Iblis dengan seekor singa.     1 Petrus 5:8 mengatakan,   ~ "Sadarlah dan berjaga-jagalah!   ~ Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan   ~ mencari orang yang dapat ditelannya."    Dan dalam kitab Kejadian, Allah memberi peringatan ini kepada Kain:   ~ "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?   ~ Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu;   ~ ia sangat menggoda engkau,   ~ tetapi engkau harus berkuasa atasnya" (4:7).     Intinya Ia berkata,   ~ "Dengar, kau sedang bermain-main dengan bahaya.   ~ Sebaiknya sekarang engkau menginjak rem kendali karena dosa itu seperti binatang buas yang siap menerkam."     Iblis selalu mencari masalah,   ~ sama seperti singa yang tengah berjalan mondar-mandir di dalam kandangnya.     ~ Dosa mengintip di depan pintu Kain;   ~ dosa juga sedang mengintip di depan pintu kita.     Dan bagi sebagian orang,   ~ dosa sudah melangkah masuk melalui pintu kita.     Jadi marilah kita berjaga-jaga.   _________________________________  Berjaga-jagalah,   ~ karena dosa sudah mengintip didepan kita dan   ~ jangan sampai terperdaya olehnya    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Jumat, 07 Oktober 2016

Kebenaran Tentang Kebohongan

Kebenaran Tentang Kebohongan    08 Oktober 2016    Bacaan Hari ini:  Keluaran 20:16 "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu."  ----------------------------------------------------  Ada saat-saat di mana sulit bagi kita untuk mengatakan yang sebenarnya.  ~ Saya tak berbicara tentang menceritakan kebohongan yang begitu kentara.  ~ Tapi saya berbicara tentang situasi-situasi di mana sulit untuk mengatakan yang sejujurnya karena Anda tidak mau menyakiti perasaan seseorang.    Berbohong itu banyak bentuknya.  Misalnya,   ~ pikirkan saat-saat ketika seseorang meminta pendapat Anda tentang suatu hal.  ~ Waktu mereka bertanya, "Bagaimana menurutmu?"    Jadi Anda pasti pernah juga mengatakan kebohongan kecil.    Contohnya, komentar-komentar seperti,   ~ "Hmm, aku belum pernah melihat yang seperti itu!" atau   ~ "Wah, tadi salah satu pertunjukan yang paling menarik yang pernah saya lihat!"    Lalu, ada contoh-contoh lain ketika seseorang menelepon Anda tapi Anda tak mau mengangkatnya, sehingga Anda berkata,   ~ "Bilang saja aku tidak ada di rumah."    Bagaimana dengan saat-saat ketika Anda berucap,   ~ "Saya lupa," tapi sebenarnya Anda tidak lupa, atau   ~ "Karena macet," tapi sebenarnya tidak, atau   ~ "Senang sekali kau meneleponku. Kau tahu, aku baru saja mau meneleponmu," tapi sebenarnya Anda tak terpikirkan orang tersebut.    Kemudian ada juga hal-hal yang memungkinkan kita berbohong, yaitu   ~ waktu kita bergosip.    Gosip bisa   ~ melengserkan pemerintahan,   ~ menceraiberaikan pernikahan,   ~ menghancurkan karir,   ~ merusak reputasi,   ~ dan menyebabkan mimpi buruk.    Gosip memunculkan kecurigaan dan memicu kesedihan.    Sebuah kata yang kita ucapkan bisa menyulutkan api yang besar:   ~ itulah yang namanya gossip.    Gosip berasal muasal dari Ular di Taman Eden.     Amsal 20:19 mengatakan,   ~"Siapa mengumpat, membuka rahasia,   ~ sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut."    Satu prinsip yang bisa mencegah Anda berbohong atau bergosip diringkas dalam satu kata ini:     THINK (berpikir)    Tanyakanlah pada diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini ketika Anda hendak meneruskan sebuah informasi kepada orang lain:    T (True)  ~ Apakah itu benar?   - Apakah Anda yakin jika itu benar?    H (Helpful)   ~ Apakah itu bermanfaat?    I (Inspiring)   ~ Apakah itu menginspirasi?    N (Necessary)   -~ Apakah itu penting?    K (Kind)   ~ Apakah itu hal yang baik?  _____________________________________  Untuk mencegah adanya kebohongan,   ~ berpikirlah secara dewasa dan   ~ cari tahu kebenaran atas apa yang akan Anda sampaikan.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Kebenaran Tentang Kebohongan

Kebenaran Tentang Kebohongan    08 Oktober 2016    Bacaan Hari ini:  Keluaran 20:16 "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu."  ----------------------------------------------------  Ada saat-saat di mana sulit bagi kita untuk mengatakan yang sebenarnya.  ~ Saya tak berbicara tentang menceritakan kebohongan yang begitu kentara.  ~ Tapi saya berbicara tentang situasi-situasi di mana sulit untuk mengatakan yang sejujurnya karena Anda tidak mau menyakiti perasaan seseorang.    Berbohong itu banyak bentuknya.  Misalnya,   ~ pikirkan saat-saat ketika seseorang meminta pendapat Anda tentang suatu hal.  ~ Waktu mereka bertanya, "Bagaimana menurutmu?"    Jadi Anda pasti pernah juga mengatakan kebohongan kecil.    Contohnya, komentar-komentar seperti,   ~ "Hmm, aku belum pernah melihat yang seperti itu!" atau   ~ "Wah, tadi salah satu pertunjukan yang paling menarik yang pernah saya lihat!"    Lalu, ada contoh-contoh lain ketika seseorang menelepon Anda tapi Anda tak mau mengangkatnya, sehingga Anda berkata,   ~ "Bilang saja aku tidak ada di rumah."    Bagaimana dengan saat-saat ketika Anda berucap,   ~ "Saya lupa," tapi sebenarnya Anda tidak lupa, atau   ~ "Karena macet," tapi sebenarnya tidak, atau   ~ "Senang sekali kau meneleponku. Kau tahu, aku baru saja mau meneleponmu," tapi sebenarnya Anda tak terpikirkan orang tersebut.    Kemudian ada juga hal-hal yang memungkinkan kita berbohong, yaitu   ~ waktu kita bergosip.    Gosip bisa   ~ melengserkan pemerintahan,   ~ menceraiberaikan pernikahan,   ~ menghancurkan karir,   ~ merusak reputasi,   ~ dan menyebabkan mimpi buruk.    Gosip memunculkan kecurigaan dan memicu kesedihan.    Sebuah kata yang kita ucapkan bisa menyulutkan api yang besar:   ~ itulah yang namanya gossip.    Gosip berasal muasal dari Ular di Taman Eden.     Amsal 20:19 mengatakan,   ~"Siapa mengumpat, membuka rahasia,   ~ sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut."    Satu prinsip yang bisa mencegah Anda berbohong atau bergosip diringkas dalam satu kata ini:     THINK (berpikir)    Tanyakanlah pada diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini ketika Anda hendak meneruskan sebuah informasi kepada orang lain:    T (True)  ~ Apakah itu benar?   - Apakah Anda yakin jika itu benar?    H (Helpful)   ~ Apakah itu bermanfaat?    I (Inspiring)   ~ Apakah itu menginspirasi?    N (Necessary)   -~ Apakah itu penting?    K (Kind)   ~ Apakah itu hal yang baik?  _____________________________________  Untuk mencegah adanya kebohongan,   ~ berpikirlah secara dewasa dan   ~ cari tahu kebenaran atas apa yang akan Anda sampaikan.    (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)