Perintah Ke Delapan 07 Oktober 2016 Bacaan Hari ini: Keluaran 20:15 "Jangan mencuri." ------------------------------------------------- Di zaman ini, karena begitu banyaknya pencurian terjadi di masyarakat kita, itu membuat kita hampir terbiasa akan hal tersebut. Bahkan saya pernah membaca sebuah studi tentang pencurian, yang menanyakan kepada orang-orang alasan mereka tidak mencuri. ~ Alasan nomor satu adalah takut tertangkap! ~ Alasan umum berikutnya adalah takut orang lain mencoba balas dendam terhadap mereka. ~ Alasan ke tiga adalah mereka tak membutuhkan barang itu. Tapi rupanya tak satu pun dari orang-orang yang di survey ini yang menjawab karena ~ mencuri itu dosa. Inilah yang Allah katakan soal mencuri: ~ "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan" (Efesus 4:28). Dalam ayat emas kita hari ini, kita menemukan tiga prinsip sederhana tentang bagaimana menjalani hidup kita sebagai orang Kristen. Pertama, ~ jika Anda pernah mencuri, jangan mencuri lagi. ~ Jangan mengambil sesuatu yang bukan milik Anda. ~ Jangan mengunduh sesuatu secara illegal. ~ Jangan mengambil barang atau hal yang bukan milik Anda. ~ Jika Anda pernah mencuri atau mengambil sesuatu, kembalikanlah atau berikan ganti rugi. Kedua, ~ bertanggung jawablah. ~ Pergilah dan bekerja. ~ Carilah pekerjaan. Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Tesalonika 3:10, "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: ~ jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." Pemerintah saja tidak berutang apa-apa pada Anda, ~ jadi janganlah menjadi lintah darat. ~ Pergilah dan tunaikan kewajiban Anda dan carilah pekerjaan. Ketiga, ~ jadilah bermanfaat. ~ Carilah pekerjaan di mana pun Anda bisa. ~ Lakukan sesuatu. ~ Berusahalah. Kadang orang-orang yang sedang menganggur akan berseru, ~ "Saya berdoa agar Allah akan tetap menyediakan kebutuhanku." Bagus jika mereka mendoakannya. ~ Tetapi apakah mereka mengirimkan surat lamaran mereka ke mana pun? ~ Apakah mereka sudah melamar pekerjaan apa pun? Tetaplah berdoa. ~ Tapi mulailah mencari pekerjaan, juga. _____________________________________ Tetaplah berdoa dan sambil berusaha, ~ jangan pernah hanya berdoa namun tidak melakukan apa-apa. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Kamis, 06 Oktober 2016
Perintah Ke Delapan
Rabu, 05 Oktober 2016
Dosa Yang Membalaskan Malapetaka
Dosa Yang Membalaskan Malapetaka 06 Oktober 2016 Bacaan Hari ini: Keluaran 20:14 "Jangan berzinah." -------------------------------------------------- Kesukaran apa yang didatangkan dosa kepada umat manusa? Coba bayangkan betapa berbedanya dunia kita ~ seandainya kita menuruti perintah Allah ini. Bayangkan betapa berbedanya kehidupan banyak orang, ~ seandainya mereka tidak melakukan dosa ini. ~ Berapa banyak perceraian yang bisa dihindari? ~ Berapa banyak keluarga yang masih bisa bersatu? ~ Berapa banyak ayah yang mau menghabiskan waktu di rumah untuk mendidik anak-anaknya? Perzinahan artinya tidak setia kepada pasangan Anda. Bila Anda lajang, berhubungan seks sebelum nikah disebut sebagai percabulan. Apa kata Tuhan tentang perzinahan dan percabulan? Ibrani 13:4 menjelaskan, ~ "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan ~ dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, ~ sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." Ketika seorang pria dan wanita telah berhubungan seksual, ~ artinya mereka memasuki fase penyatuan. Bahkan, 1 Korintus 6:15-16 mengatakan, ~ "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? ~ Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? ~ Sekali-kali tidak! ~ Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? ~ Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging." Pahamilah, ~ Allah menganugerahkan kita dorongan seksual sepasti Ia membuat sebuah keluarga dengan cara menyatukan sepasang pria dan wanita. ~ Kadang kita lupa bahwa Allahlah yang menciptakan hasrat kedagingan. ~ Dia yang menciptakannya. Namun kadang pandangan orang Kristen akan seks sering salah arti. ~ Beberapa pandangan itu percaya bahwa seks hanyalah untuk reproduksi, untuk memiliki anak. Kita percaya memang itu salah satu tujuannya, ~ namun Allah menganugerahkannya pada kita untuk kepuasan juga. ~ Ia menganugerahkannya pada kita untuk pemenuhan kebutuhan. ~ Ini sesuatu yang benar-benar Ia berkati. Namun hanya ada satu tempat dimana Allah akan memberkati hubungan tersebut, ~ yaitu di dalam pernikahan. ____________________________________ Berkat Tuhan pasti dicurahkan kepada umat-Nya ~ yang berjalan dalam ketetapan dan hukum-hukum-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Selasa, 04 Oktober 2016
Seorang Pembunuh Di dalam Hati
Seorang Pembunuh Di dalam Hati
05 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:31
~ "Segala kepahitan,
~ kegeraman,
~ kemarahan,
~ pertikaian
~ dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."
--------------------------------------------------
Sebagian besar dari kita tidak pernah membunuh seseorang,
~ tapi kita mungkin pernah menginginkan seseorang mati.
Pernahkah Anda benci seseorang?
Biarkan saya perjelas pertanyaan ini:
~ pernahkah Anda berkendara di jalan tol di Californa bagian Selatan yang macet?
Dalam khotbah-Nya di atas bukit,
Yesus berkata, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita:
~ Jangan membunuh;
~ siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu:
~ Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
~ siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama
~ dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala" (Matius 5:21-22).
Kita juga membaca dalam
1 Yohanes 3:15,
~ "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.
~ Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."
Kata yang dipakai untuk meggambarkan benci disini ialah
~ "yang sering membenci."
Ini bukan hanya kebencian atau emosi sesaat,
~ ini kebencian yang sudah berakar.
Kita pasti pernah marah.
Di Alkitab juga tidak disebutkan bahwa jika Anda marah dan mengklakson seseorang di jalan raya,
~ artinya Anda seorang pembunuh.
Tidak,
Anda hanya orang yang senang mengklakson kendaraan lain,
di mana artinya
~ Anda harus lebih sabar,
~ tidak hilang kendali.
Kata benci yang dipakai dalam ayat ini adalah kebencian yang sudah berakar.
Sebuah sikap yang menunjukkan,
~ "Aku tidak suka tingkahmu.
~ Waktu kau berjalan masuk, aku muak.
~ Emosiku mendidih.
~ Aku mau lihat engkau hancur.
~ Aku duduk di sini memikirkan bagaimana aku bisa menjatuhkanmu."
Coba tebak?
Sikap ini seperti seorang pembunuh,
~ dan itu adalah dosa bagi Allah.
Jadi, meski kita tidak pernah melakukan tindak pembunuhan secara fisik,
~ kenyataannya adalah kita bisa saja menjadi seorang pembunuh di dalam hati kita.
_________________________________
Jangan mengingini orang lain mengalami celaka
~ meskipun itu di dalam hati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
05 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:31
~ "Segala kepahitan,
~ kegeraman,
~ kemarahan,
~ pertikaian
~ dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."
--------------------------------------------------
Sebagian besar dari kita tidak pernah membunuh seseorang,
~ tapi kita mungkin pernah menginginkan seseorang mati.
Pernahkah Anda benci seseorang?
Biarkan saya perjelas pertanyaan ini:
~ pernahkah Anda berkendara di jalan tol di Californa bagian Selatan yang macet?
Dalam khotbah-Nya di atas bukit,
Yesus berkata, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita:
~ Jangan membunuh;
~ siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu:
~ Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
~ siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama
~ dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala" (Matius 5:21-22).
Kita juga membaca dalam
1 Yohanes 3:15,
~ "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.
~ Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."
Kata yang dipakai untuk meggambarkan benci disini ialah
~ "yang sering membenci."
Ini bukan hanya kebencian atau emosi sesaat,
~ ini kebencian yang sudah berakar.
Kita pasti pernah marah.
Di Alkitab juga tidak disebutkan bahwa jika Anda marah dan mengklakson seseorang di jalan raya,
~ artinya Anda seorang pembunuh.
Tidak,
Anda hanya orang yang senang mengklakson kendaraan lain,
di mana artinya
~ Anda harus lebih sabar,
~ tidak hilang kendali.
Kata benci yang dipakai dalam ayat ini adalah kebencian yang sudah berakar.
Sebuah sikap yang menunjukkan,
~ "Aku tidak suka tingkahmu.
~ Waktu kau berjalan masuk, aku muak.
~ Emosiku mendidih.
~ Aku mau lihat engkau hancur.
~ Aku duduk di sini memikirkan bagaimana aku bisa menjatuhkanmu."
Coba tebak?
Sikap ini seperti seorang pembunuh,
~ dan itu adalah dosa bagi Allah.
Jadi, meski kita tidak pernah melakukan tindak pembunuhan secara fisik,
~ kenyataannya adalah kita bisa saja menjadi seorang pembunuh di dalam hati kita.
_________________________________
Jangan mengingini orang lain mengalami celaka
~ meskipun itu di dalam hati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Dikirim dari perangkat Samsung saya
Senin, 03 Oktober 2016
Apakah Segala Macam Pembunuhan Itu Salah?
Apakah Segala Macam Pembunuhan Itu Salah?
04 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Keluaran 20:13 "Jangan membunuh."
--------------------------------------------------
Saat ini kita hidup di budaya yang penuh kekerasan dan pembunuhan,
~ sebuah budaya yang akrab dengan perkelahian dan pembunuhan,
~ sebuah budaya di mana hampir 2 juta penduduknya menjadi korban kejahatan disertai kekerasan setiap tahunnya.
Ini jelas-jelas bertentangan dengan Hukum Allah yang ke enam,
~ "Jangan membunuh" (Keluaran 20:13).
Segala bentuk pembunuhan itu salah,
~ tapi penghilangan nyawa belum tentu salah.
Itu perbedaan yang penting.
~ Semua pembunuhan artinya membunuh,
~ tetapi semua penghilangan nyawa belum tentu pembunuhan.
Kita tidak boleh mengambil nyawa orang lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan.
Namun Alkitab tidak mengutuk semua penghilangan nyawa.
Jika Anda mempelajari Bilangan 35, Anda akan paham bahwa Allah menetapkan perbedaan antara
~ pembunuhan (murder)
~ dan penghilangan nyawa (killing).
Jadi, kapan kematian yang disebabkan oleh pembunuhan itu dikatakan benar?
Salah satu contohnya adalah
~ untuk pertahanan diri.
~ Anda punya hak untuk membela diri.
~ Setiap negara juga memiliki hak, juga tanggung jawab, untuk mempertahankan kedaulatannya.
Bahkan Tuhan menetapkan otoritas, seperti militer dan polisi.
Roma 13 mengatakan,
~ "Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat.
~ Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah?
~ Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
~ Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu.
~ Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang.
~ Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat" (ayat 3-4).
Ketika Paulus membuat pernyataan tersebut,
~ otoritas atau kekuasaan ada di tangan pemerintah Romawi.
Apakah pemerintah Romawi punya kekuatan yang murni, bermoral, dan yang kudus?
Hampir tidak.
Tetapi terlepas dari permasalahan yang menimpa pemerintahan Romawi dan Kaisar-Kaisarnya,
Paulus menyatakan bahwa
~ Allahlah yang tetap memegang kendali atas bangsa itu.
Ada tempat untuk para penguasa,
~ seperti militer dan polisi, meskipun mereka tidak selalu melakukan hal yang benar.
Namun ketahuilah bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas segala bangsa.
___________________________
Tuhan yang berdaulat dan memegang kendali atas segala bangsa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
04 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Keluaran 20:13 "Jangan membunuh."
--------------------------------------------------
Saat ini kita hidup di budaya yang penuh kekerasan dan pembunuhan,
~ sebuah budaya yang akrab dengan perkelahian dan pembunuhan,
~ sebuah budaya di mana hampir 2 juta penduduknya menjadi korban kejahatan disertai kekerasan setiap tahunnya.
Ini jelas-jelas bertentangan dengan Hukum Allah yang ke enam,
~ "Jangan membunuh" (Keluaran 20:13).
Segala bentuk pembunuhan itu salah,
~ tapi penghilangan nyawa belum tentu salah.
Itu perbedaan yang penting.
~ Semua pembunuhan artinya membunuh,
~ tetapi semua penghilangan nyawa belum tentu pembunuhan.
Kita tidak boleh mengambil nyawa orang lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan.
Namun Alkitab tidak mengutuk semua penghilangan nyawa.
Jika Anda mempelajari Bilangan 35, Anda akan paham bahwa Allah menetapkan perbedaan antara
~ pembunuhan (murder)
~ dan penghilangan nyawa (killing).
Jadi, kapan kematian yang disebabkan oleh pembunuhan itu dikatakan benar?
Salah satu contohnya adalah
~ untuk pertahanan diri.
~ Anda punya hak untuk membela diri.
~ Setiap negara juga memiliki hak, juga tanggung jawab, untuk mempertahankan kedaulatannya.
Bahkan Tuhan menetapkan otoritas, seperti militer dan polisi.
Roma 13 mengatakan,
~ "Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat.
~ Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah?
~ Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
~ Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu.
~ Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang.
~ Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat" (ayat 3-4).
Ketika Paulus membuat pernyataan tersebut,
~ otoritas atau kekuasaan ada di tangan pemerintah Romawi.
Apakah pemerintah Romawi punya kekuatan yang murni, bermoral, dan yang kudus?
Hampir tidak.
Tetapi terlepas dari permasalahan yang menimpa pemerintahan Romawi dan Kaisar-Kaisarnya,
Paulus menyatakan bahwa
~ Allahlah yang tetap memegang kendali atas bangsa itu.
Ada tempat untuk para penguasa,
~ seperti militer dan polisi, meskipun mereka tidak selalu melakukan hal yang benar.
Namun ketahuilah bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas segala bangsa.
___________________________
Tuhan yang berdaulat dan memegang kendali atas segala bangsa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Dikirim dari perangkat Samsung saya
Minggu, 02 Oktober 2016
Bangsa Yang Diberkati
Bangsa Yang Diberkati
03 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Amsal 14:34 "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa."
-------------------------------------------------------
Alexis de Tocqueville,
seorang filsuf politik dan sejarawan Perancis menulis sebuah buku berjudul Demokrasi di Amerika.
Buku ini diterbitkan setelah perjalanannya yang panjang ke negara kita ketika negara kita baru terbentuk.
Ada sebuah kutipan mengenai kejayaan Amerika yang seringkali dikaitkan dengan Tocqueville.
Kutipan ini cukup layak untuk diingat:
"Sebelumnya saya mencari tahu rahasia kejayaan dan kejeniusan Amerika
☆ di pelabuhan-pelabuhannya yang besar dan sungai-sungainya yang luas
~ tapi tak ada di sana.
☆ Di ladang-ladangnya yang subur dan hutan-hutannya yang tak terbatas
~ juga tak ada di sana
☆ Di tambang-tambangnya yang kaya
~ juga tak ada di sana...
☆ Di perdagangannya yang mendunia
~ bukan juga di sana
☆ Di Kongresnya yang demokratik dan Konstitusinya yang tak tertandingi
~ tapi juga tidak ada di sana.
Pencarian saya berakhir ketika
~ saya datang ke gereja-gereja Amerika
~ dan mendengar khotbah-khotbahnya yang berapi-api, dibakar oleh Firman.
Di situ saya baru mengerti
~ apa rahasia dari kejeniusan dan kekuatan bangsa ini.
Amerika besar karena
~ ia bangsa yang baik,
~ dan jika Amerika berhenti menjadi bangsa yang baik,
~ maka ia akan berhenti juga menjadi bangsa yang besar."
Kebesaran kita datangnya
~ dari kebaikan kita,
~ dari keyakinan kita di dalam Firman Allah,
~ yang memberi kita kompas moral yang amat kita butuhkan
~ sehingga kita bisa mengenali mana yang benar dan yang salah, mana yang kudus dan yang jahat.
Tuhan telah begitu bermurah hati pada negara kita,
~ dan saya berdoa agar kita bisa kembali kepada-Nya lagi.
~ Saya berdoa agar kita semua meletakkan iman percaya kita kepada-Nya sebelum Ia datang untuk yang ke dua kali.
Betapa kita amat membutuhkan Allah saat ini.
Dan marilah kita jangan lupa pada Firman Tuhan yang mengatakan,
~ "Kebenaran meninggikan derajat bangsa,
~ tetapi dosa adalah noda bangsa"
(Amsal 14:34).
Maka hari ini, selagi Anda masih bisa menikmati kembang api dan barbeque,
~ ingatlah pada Allah yang telah memberkati bangsa ini secara luar biasa.
~ Dan ingatlah untuk bersyukur pada-Nya!
____________________________________
Berdoalah kepada Tuhan
~ dan selalu bersyukur atas semua anugerah-Nya dalam hidup kita
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
03 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Amsal 14:34 "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa."
-------------------------------------------------------
Alexis de Tocqueville,
seorang filsuf politik dan sejarawan Perancis menulis sebuah buku berjudul Demokrasi di Amerika.
Buku ini diterbitkan setelah perjalanannya yang panjang ke negara kita ketika negara kita baru terbentuk.
Ada sebuah kutipan mengenai kejayaan Amerika yang seringkali dikaitkan dengan Tocqueville.
Kutipan ini cukup layak untuk diingat:
"Sebelumnya saya mencari tahu rahasia kejayaan dan kejeniusan Amerika
☆ di pelabuhan-pelabuhannya yang besar dan sungai-sungainya yang luas
~ tapi tak ada di sana.
☆ Di ladang-ladangnya yang subur dan hutan-hutannya yang tak terbatas
~ juga tak ada di sana
☆ Di tambang-tambangnya yang kaya
~ juga tak ada di sana...
☆ Di perdagangannya yang mendunia
~ bukan juga di sana
☆ Di Kongresnya yang demokratik dan Konstitusinya yang tak tertandingi
~ tapi juga tidak ada di sana.
Pencarian saya berakhir ketika
~ saya datang ke gereja-gereja Amerika
~ dan mendengar khotbah-khotbahnya yang berapi-api, dibakar oleh Firman.
Di situ saya baru mengerti
~ apa rahasia dari kejeniusan dan kekuatan bangsa ini.
Amerika besar karena
~ ia bangsa yang baik,
~ dan jika Amerika berhenti menjadi bangsa yang baik,
~ maka ia akan berhenti juga menjadi bangsa yang besar."
Kebesaran kita datangnya
~ dari kebaikan kita,
~ dari keyakinan kita di dalam Firman Allah,
~ yang memberi kita kompas moral yang amat kita butuhkan
~ sehingga kita bisa mengenali mana yang benar dan yang salah, mana yang kudus dan yang jahat.
Tuhan telah begitu bermurah hati pada negara kita,
~ dan saya berdoa agar kita bisa kembali kepada-Nya lagi.
~ Saya berdoa agar kita semua meletakkan iman percaya kita kepada-Nya sebelum Ia datang untuk yang ke dua kali.
Betapa kita amat membutuhkan Allah saat ini.
Dan marilah kita jangan lupa pada Firman Tuhan yang mengatakan,
~ "Kebenaran meninggikan derajat bangsa,
~ tetapi dosa adalah noda bangsa"
(Amsal 14:34).
Maka hari ini, selagi Anda masih bisa menikmati kembang api dan barbeque,
~ ingatlah pada Allah yang telah memberkati bangsa ini secara luar biasa.
~ Dan ingatlah untuk bersyukur pada-Nya!
____________________________________
Berdoalah kepada Tuhan
~ dan selalu bersyukur atas semua anugerah-Nya dalam hidup kita
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Dikirim dari perangkat Samsung saya
O Lord my God
O Lord my God, When I in awesome wonder,
Consider all the worlds Thy Hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
When through the woods, and forest glades I wander,
And hear the birds sing sweetly in the trees.
When I look down, from lofty mountain grandeur
And see the brook, and feel the gentle breeze.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
And when I think of God, His Son not sparing;
Sent Him to die, I scarce can take it in;
That on the Cross, my burden gladly bearing,
He bled and died to take away my sin.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
When Christ shall come, with shout of acclamation,
And take me home, what joy shall fill my heart.
Then I shall bow, in humble adoration,
And then proclaim: "My God, how great Thou art!"
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
Consider all the worlds Thy Hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
When through the woods, and forest glades I wander,
And hear the birds sing sweetly in the trees.
When I look down, from lofty mountain grandeur
And see the brook, and feel the gentle breeze.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
And when I think of God, His Son not sparing;
Sent Him to die, I scarce can take it in;
That on the Cross, my burden gladly bearing,
He bled and died to take away my sin.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
When Christ shall come, with shout of acclamation,
And take me home, what joy shall fill my heart.
Then I shall bow, in humble adoration,
And then proclaim: "My God, how great Thou art!"
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
Dikirim dari perangkat Samsung saya
Sabtu, 01 Oktober 2016
Karena Ia Bilang Begitu
Karena Ia Bilang Begitu
02 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:11
~ "Aku, Akulah TUHAN
~ dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."
-----------------------------------------------
Ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan mendengar orang tua mereka mengatakan hal-hal yang amat tak mereka suka, misalnya saat Ayah atau Ibu kita berkata,
~ "Memangnya kau pikir Ibu punya pohon uang?"
~ atau "Kamu tidak tahu bagaimana susahnya Ibu waktu Ibu seusiamu!"
Kemudian akan terucap pepatah lama favorit orang tua:
~ "Karena Ibu bilang begitu!"
Anak-anak zaman sekarang mungkin bersumpah tak akan pernah mengatakan hal-hal semacam itu kepada anak-anak mereka kelak,
~ namun ketika mereka menjadi orang tua
~ dan ketika anak-anak mereka terus menjengkelkan mereka,
~ tanpa sadar mereka akan mendapati diri mereka berkata, "Karena Ibu/ Ayah bilang begitu!"
(Lalu mereka akan berpikir, aku tak percaya baru saja mengatakannya!).
Kadang waktu kita melihat hukum Allah, standar Allah, dan kebenaran Allah, kita berucap,
~ "Kelihatannya sulit ya dilakukan.
~ Saya jadi ragu.
~ Apakah ini benar?"
Tapi ketika Allah berkata pada kita,
~ "Karena Aku bilang begitu.
~ Sungguh itu adalah benar,
~ karena Aku berkata begitu."
Allah adalah sumber kebenaran.
~ Allah adalah kebenaran.
~ Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar.
~ Anda mungkin bisa jadi percaya atau malah tidak.
~ Anda mungkin juga tak percaya sama sekali dengan-Nya.
~ Tapi ketahuilah, ketidakpercayaan Anda tak akan mengubah kebenaran-Nya.
Saya sudah sering melihat begitu banyak drama di dunia nyata ini.
Saya melihat banyak permasalahan terjadi pada pasangan suami istri tapi mereka berusaha
~ tetap menguatkan pernikahan mereka,
~ tetap dalam pernikahan,
~ dan membesarkan anak-anak mereka di jalan Tuhan.
Tentu saja
~ setiap keluarga punya tantangannya sendiri.
~ Dan setiap keluarga punya tragedinya sendiri.
Tapi saya sudah melihat bagaimana pada akhirnya
~ kebenaran-kebenaran Alkitab yang kita turunkan dari generasi ke generasi akan berakar dan berbuah.
Saya juga banyak melihat apa yang terjadi pada pasangan yang bercerai,
~ menikah lagi,
~ dan yang kemudian bercerai lagi.
Apa yang saya pelajari adalah
~ masalah-masalah yang sama
~ ini akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Karena itu, marilah kita lakukan kebenaran Firman-Nya.
___________________________________
~ Allah adalah sumber kebenaran.
~ Allah adalah kebenaran.
~ Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
02 Oktober 2016
Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:11
~ "Aku, Akulah TUHAN
~ dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."
-----------------------------------------------
Ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan mendengar orang tua mereka mengatakan hal-hal yang amat tak mereka suka, misalnya saat Ayah atau Ibu kita berkata,
~ "Memangnya kau pikir Ibu punya pohon uang?"
~ atau "Kamu tidak tahu bagaimana susahnya Ibu waktu Ibu seusiamu!"
Kemudian akan terucap pepatah lama favorit orang tua:
~ "Karena Ibu bilang begitu!"
Anak-anak zaman sekarang mungkin bersumpah tak akan pernah mengatakan hal-hal semacam itu kepada anak-anak mereka kelak,
~ namun ketika mereka menjadi orang tua
~ dan ketika anak-anak mereka terus menjengkelkan mereka,
~ tanpa sadar mereka akan mendapati diri mereka berkata, "Karena Ibu/ Ayah bilang begitu!"
(Lalu mereka akan berpikir, aku tak percaya baru saja mengatakannya!).
Kadang waktu kita melihat hukum Allah, standar Allah, dan kebenaran Allah, kita berucap,
~ "Kelihatannya sulit ya dilakukan.
~ Saya jadi ragu.
~ Apakah ini benar?"
Tapi ketika Allah berkata pada kita,
~ "Karena Aku bilang begitu.
~ Sungguh itu adalah benar,
~ karena Aku berkata begitu."
Allah adalah sumber kebenaran.
~ Allah adalah kebenaran.
~ Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar.
~ Anda mungkin bisa jadi percaya atau malah tidak.
~ Anda mungkin juga tak percaya sama sekali dengan-Nya.
~ Tapi ketahuilah, ketidakpercayaan Anda tak akan mengubah kebenaran-Nya.
Saya sudah sering melihat begitu banyak drama di dunia nyata ini.
Saya melihat banyak permasalahan terjadi pada pasangan suami istri tapi mereka berusaha
~ tetap menguatkan pernikahan mereka,
~ tetap dalam pernikahan,
~ dan membesarkan anak-anak mereka di jalan Tuhan.
Tentu saja
~ setiap keluarga punya tantangannya sendiri.
~ Dan setiap keluarga punya tragedinya sendiri.
Tapi saya sudah melihat bagaimana pada akhirnya
~ kebenaran-kebenaran Alkitab yang kita turunkan dari generasi ke generasi akan berakar dan berbuah.
Saya juga banyak melihat apa yang terjadi pada pasangan yang bercerai,
~ menikah lagi,
~ dan yang kemudian bercerai lagi.
Apa yang saya pelajari adalah
~ masalah-masalah yang sama
~ ini akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Karena itu, marilah kita lakukan kebenaran Firman-Nya.
___________________________________
~ Allah adalah sumber kebenaran.
~ Allah adalah kebenaran.
~ Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Dikirim dari perangkat Samsung saya
Langganan:
Postingan (Atom)