Senin, 05 September 2016

Mengembangkan Kebiasaan Yang Menghasilkan Kekudusan

Mengembangkan Kebiasaan Yang Menghasilkan Kekudusan

06 September 2016

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:27
~ "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja.
~ Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."
-----------------------------------------------
Terkadang
~ saya malas bermanis-manis dengan istri dan anak-anak saya.
~ Saya malas melakukan hal yang tidak egois.
~ Saya hanya ingin berbaring di sofa dan menonton TV.
~ Saya tidak mau melakukan apa pun lagi hari ini.
~ Saya tidak mau berurusan dengan masalah orang lain hari ini.

Tapi hanya karena saya enggan melakukannya,
~ bukan berarti saya tidak perlu melakukannya.

Mungkin ini akan benar-benar mengejutkan Anda:
~ Kadang saya enggan berdoa atau membaca Alkitab.
~ Tapi pada akhirnya saya melakukannya juga.

Dari pengalaman saya, saya mendapati bahwa,

jika saya berdoa hanya,
~ di saat saya ingin berdoa,
~ maka setan akan membuat saya tidak pernah ingin untuk berdoa.

Dan jika saya membaca Alkitab hanya,
~ di saat saya ingin melakukannya,
~ setan juga akan memastikan saya tidak pernah ingin membaca Alkitab.

Kedewasaan adalah ketika Anda menjalani hidup
~ dengan komitmen, bukan dengan mood atau perasaan Anda semata.

Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal ialah bahwa,
~ orang sukses bersedia melakukan apa yang enggan dilakukan oleh orang gagal.
~ Orang sukses mengembangkan kebiasaan atau etos kerja.

Mereka taat pada komitmen mereka.

Jika Anda seorang atlet, Anda tidak bisa sampai ke Olimpiade hanya,
~ karena Anda ingin ke sana.
Anda bisa sampai ke sana berkat latihan berjam- jam yang,
~ mungkin malas Anda lakukan.

Anda tidak bisa menjadi musisi handal
tanpa latihan berjam-jam yang,
~ mungkin tidak setiap saat ingin Anda lakukan.

Dalam hal yang sama,
~ Anda tidak akan bisa menjadi orang-orang kudus hanya dengan melakukan apa yang ingin Anda kerjakan.

Pria dan wanita Kristus memilih mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang,
~ menghasilkan kekudusan dalam hidup mereka.

Ini tidak lebih mudah dibanding berolah raga,
~ atau diet
~ atau latihan
~ atau apa pun yang mungkin baik untuk Anda tetapi malas Anda kerjakan.

Bagaimana caranya mengembangkan ketekunan ini?

Kuncinya adalah untuk tidak fokus kepada masalah Anda,
~ melainkan kepada Tuhan.

Mungkin teladan terbaik dalam Alkitab yang berkaitan dengan kegigihan adalah Musa.

Selama 40 tahun, ia memimpin sekelompok bayi,
~ yang cengeng,
~ yang senang bertengkar,
~ dan yang senang mengeluh di padang gurun
~ dan yang juga mempertanyakan kepemimpinannya sepanjang waktu.

Namun Musa tidak pernah menyerah.

Ibrani 11:27 mengatakan,
~ "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja.
~ Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Musa melihat "Tuhan yang tak terlihat."
~ Dia terus memusatkan dirinya kepada Allah.

Fokuslah pada-Nya.

Jika Anda fokus pada masalah Anda,
~ Anda akan stres dan depresi.
Jika Anda fokus pada Tuhan,
~ beban Anda akan terasa ringan.

Renungkan hal ini:

Apa hal yang berhenti Anda lakukan karena itu terlalu sulit atau memerlukan terlalu banyak waktu dan usaha?

Mengapa seringkali lebih sulit melakukan hal yang benar daripada yang mudah?

Cara-cara praktis apa yang dapat membuat Anda tetap fokus pada Allah?
_______________________________
Jika Anda fokus pada masalah Anda,
~ Anda akan stres dan depresi.
Fokuslah pada-Nya
~ dan beban Anda terasa ringan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 04 September 2016

Bagaimana Agar Taat Di Dalam Iman

Bagaimana Agar Taat Di Dalam Iman

05 September 2016

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:7 "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."
------------------------------------------------
Iman artinya taat ketika Anda tidak mengerti.

Dalam Perjanjian Baru saja, ada 1.050 perintah yang semuanya ditujukan demi kebaikan Anda.

Allah meminta kita,
~ "Kasihilah musuhmu"
~ dan "Ampunilah orang yang bersalah kepadamu."

Itu tidak mudah!

Ada banyak perintah dalam Alkitab yang kelihatannya
~ sulit,
~ tidak masuk akal,
~ tidak realistis,
~ tidak mungkin dilakukan,
~ dan bahkan mustahil.

Namun ketika Allah mengatakan pada kita,
~ "Jagalah kekudusanmu untuk pernikahanmu,"
~ Ia tak bermaksud untuk jadi Tuhan yang kejam.

Dia memerintahkan kita seperti itu sebab dibanding dengan diri Anda sendiri,
~ Tuhanlah yang paling tau apa yang akan membuat Anda bahagia.

Setiap kali Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu,
~ itu adalah ujian iman Anda.

Pertanyaannya adalah:
Apakah Anda percaya pada-Nya,
~ atau Anda percaya pada perasan Anda?
Apakah Anda percaya pada Firman,
~ atau Anda percaya pada dunia?

Apakah Anda akan patuh?

Waktu kecil,
~ apakah orang tua Anda pernah menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampaknya tidak masuk akal?
~ Ketika Anda bertanya kepada mereka, "Mengapa aku harus melakukan ini?"
~ Mereka akan berkata, "Karena Ibu/Ayah bilang begitu."

Melihat kembali beberapa hal yang orang tua Anda katakan kepada Anda
~ "karena mereka bilang begitu,"
~ apakah perkataan mereka benar?
~ Iya, tentu saja.

Sekarang ketika Anda melihat ke belakang, apakah Anda sadar betapa bijaknya orang tua Anda?

Allah akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut di sepanjang sisa hidup Anda,
~ bukan cuma ketika Anda masih kecil.

Saat Anda berusia 80 tahun, Allah akan memerintahkan Anda,
~ "Aku ingin kau melakukan ini."

Apakah Anda akan bertanya balik,
~ "Tapi kenapa, Tuhan?
~ Ini tak masuk akal."

Tapi Allah akan berkata,
~ "Karena Aku bilang begitu."

Ini adalah ujian.

Iman artinya
~ percaya pada apa yang tidak kelihatan,
~ tapi juga berarti taat pada-Nya meski bila Anda tak mengerti.

Jika Anda tidak belajar untuk mematuhi Dia,
~ maka Anda akan kehilangan begitu banyak berkat dalam hidup yang telah Dia siapkan untuk Anda.

Tapi, jika Anda belajar untuk melakukan apa yang Tuhan mau Anda kerjakan tanpa bertanya-tanya, meskipun itu tampaknya tak masuk akal dan kebalikan dari kehendak Anda,
~ maka Anda akan bertumbuh dalam iman,
~ dan Anda akan mendapati diri Anda diberkati.

Renungkan hal ini:

Apa sesuatu yang Tuhan telah minta untuk Anda lakukan tapi Anda tidak yakin bisa melakukannya?

Menurut Anda, mengapa Tuhan meminta kita melakukan hal-hal yang tidak mungkin dengan kekuatan kita sendiri?

Apa langkah iman yang harus Anda ambil hari ini agar bisa taat kepada-Nya?
_____________________________________
Iman artinya percaya pada apa yang tidak kelihatan, tapi juga berarti taat pada-Nya meski bila Anda tak mengerti

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sabtu, 03 September 2016

Anda Harus Percaya Sebelum Melihatnya

Anda Harus Percaya Sebelum Melihatnya

04 September 2016

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:1 "Iman adalah
~ dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
~ dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
---------------------------------------------
Iman memvisualisasi masa depan.
Iman artinya percaya sebelum Anda melihatnya.

Banyak orang mengatakan,
~ "Aku tidak akan percaya sampai aku melihatnya."

Tapi Allah mengatakan yang sebaliknya,
~ "Kau akan melihatnya jika kau lebih dahulu percaya."

Ada banyak hal dalam hidup ini yang harus dipercaya sebelum Anda bisa melihatnya.

Pada tahun 1960,
orang Rusia mengirimkan astronot pertamanya ke luar angkasa.
Dia mengitari Bumi, dan ketika ia kembali ke Bumi, dia melakukan konferensi pers, katanya,
~ "Saya mencoba mencari letak surga dan Tuhan, tapi saya tidak bisa menemukan-Nya di mana pun.
~ Jadi kesimpulan saya, Tuhan itu tidak ada."

Paham Komunis, rezim ateis yang tidak percaya adanya Tuhan mengatakan,
~ "Sekarang kami punya bukti ilmiah yang membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada."

Sekitar enam bulan kemudian, John Glenn, astronot Amerika, pergi mengorbit Bumi sebanyak 3 kali dalam misi Gemini. Setelah ia kembali, ia mengatakan dalam konferensi persnya,
~ "Saya melihat Tuhan di mana-mana!
~ Saya melihat kemuliaan-Nya di luar angkasa.
~ Saya melihat keagungan-Nya di alam semesta.
~ Saya melihat kuasa-Nya pada bintang-bintang. "

Mana yang benar?
~ Mereka berdua benar.

Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yohanes 3:3).

~ Transformasi spiritual harus terjadi dalam hidup Anda, agar Anda bisa melihat kemungkinan apa yang Allah ingin lakukan dalam hidup Anda.
~ Tanpa adanya transformasi, pandangan Anda terlalu sempit untuk mampu melihat kehendak-Nya.

Wernher von Braun, bapak gerakan nuklir, mengatakan,  "Tidak akan pernah ada pencapaian besar dalam sejarah umat manusia jika tanpa iman."
~ Adalah iman yang menginspirasi seorang arsitek untuk merancang sebuah bangunan, karena ia terlebih dahulu percaya bahwa ia mampu mewujudkannya.
~ Adalah iman yang mendorong seorang atlet Olimpiade untuk berlatih dan mengikuti uji coba Olimpiade, karena ia percaya ia bisa sampai ke Olimpiade.
~ Adalah iman yang mendorong seorang pematung atau seniman untuk percaya bahwa ia dapat menghasilkan karya.
~ Adalah iman yang menyebabkan para ilmuwan untuk percaya bahwa kita bisa mengirim manusia ke bulan.

Renungkan hal ini:
~ Apa hal yang Anda percaya Tuhan ingin Anda capai dalam hidup Anda?
~ Bagaimana iman seharusnya mempengaruhi cita-cita hidup Anda?

Menurut Anda, ketimbang memperlihatkannya begitu saja kepada kita sebelum kita percaya,
~ apa hal yang Tuhan mau kita imani sebelum kita melihatnya?
________________________________
Seseorang harus percaya sebelum ia melihatnya.
~ Ini adalah prinsip universal kehidupan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jon Jandai adalah seorang petani dari Thailand dan pendiri Pun Pun

Jon Jandai adalah seorang petani dari Thailand dan pendiri Pun Pun, sebuah pusat pertanian organik dan pusat belajar masyarakat di Thailand Utara.

Dia kini banyak bicara di berbagai forum untuk memberi perspektifnya atas 'hidup dengan cara yang berbeda'. Menyimak salah satu presentasinya, mengingatkan saya atas salah satu guru saya yang telah almarhum: Mas Tanto. Beliau juga seorang petani. Salah satu orang yang memberi saya banyak goncangan pemikiran. Juga pandangan hidup. Untuk mengenang beliau, saya transkripsikan presentasi pendek Jon Jandai yang sebetulnya bisa disimak juga lewat Youtube.

Silakan...

"Ada satu kalimat yang selalu ingin saya katakan kepada semua orang: hidup adalah mudah dan sangat menyenangkan.

"Sebelumnya, saya tak pernah berpikir demikian. Ketika saya tinggal di Bangkok, hidup saya sangat sulit. Saya lahir di sebuah desa 'miskin' di bagian Timur Laut Thailand. Saat saya kecil, semua hal tanpak mudah dan menyenangkan...

"Tapi ketika televisi mulai masuk ke desa saya, banyak orang datang ke desa dan mengatakan: Kalian miskin, kalian harus sukses dalam hidup ini, dan kamu harus ke Bangkok untuk mengejar kesuksesan hidup!"

"Semenjak itu saya merasa sedih dan merasa miskin. Dan saya pun akhirnya pergi ke Bangkok. Ketika saya tiba di sana, keadaan ternyata tidak menyenangkan. Saya harus belajar dan bekerja keras supaya 'sukses'.

"Saya bekerja sangat keras, paling tidak 8 jam dalam sehari. Tapi saya hanya bisa makan semangkuk mie atau sepiring nasi goreng. Tempat tinggal saya buruk sekali. Sebuah ruangan kecil yang ditempati banyak orang.

"Dari situlah saya mulai bertanya... Kenapa ketika saya mulai bekerja keras, hidup saya malah mulai susah? Pasti ada yang salah. Saya telah menghasilkan banyak hal, tapi kebutuhan saya tak pernah tercukupi.

"Saya kemudian mencoba belajar di sebuah universitas. Tapi ternyata belajar di sana tidak mudah sebab sangat membosankan. Lalu setiap saya cermati semua fakultas, kebanyakan dari mereka mengajarkan sesuatu yang destruktif. Bagi saya, pengetahuan yang didapat dari universitas adalah pengetahuan yang tidak produktif. Misalnya, jika Anda jadi insinyur atau jadi arsitek, itu berarti Anda akan merusak banyak hal. Makin banyak mereka bekerja, maka makin banyak pegunungan yang hancur. Dan tanah yang bagus di lembah Chao Phraya akan makin tertutup dengan beton.

"Jika Anda belajar pertanian atau semacamnya di universitas, berarti Anda belajar cara meracuni tanah, air, dan belajar untuk merusak semuanya.

"Saya merasa bahwa semua sangat rumit dan sulit. Kita membuatnya menjadi serbarumit dan serbasulit. Hidup terasa sangat sulit, dan saya sangat kecewa.

"Saya mulai berpikir, kenapa saya harus berada di Bangkok ini? Saya kemudian teringat, ketika saya kecil tak ada yang bekerja 8 jam dalam sehari. Semua orang bekerja dua bulan per tahun. Menanam padi sebulan, dan sebulan untuk panen. Sisanya adalah waktu luang. Ada 10 bulan waktu luang dalam setahun. Itulah kenapa di Thailand ada banyak festival. Karena mereka punya banyak waktu luang.

"Lalu di siang hari, semua orang tidur. Bahkan jika Anda sekarang pergi ke Laos, semua orang tidur siang usai santap makan. Setelah bangun tidur mereka 'bergosip' tentang para menantu mereka. Orang punya banyak waktu. Karena mereka punya banyak waktu, mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri. Ketika mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri, mereka punya banyak waktu untuk memahami diri mereka sendiri. Dan ketika mereka punya banyak waktu untuk memahami diri sendiri, mereka bisa tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Dan mereka menginginkan kebahagiaan. Mereka ingin cinta. Mereka ingin menikmati hidup. Di situlah mereka menikmati keindahan hidup, dan mengekspresikannya dengan banyak cara. Ada yang mengukir gagang pisau dengan indah, menganyam keranjang dengan bagus. Tapi sekarang tak ada yang membuat dan menggunakannya lagi. Semua orang sekarang memakai plastik.

"Saya merasa ada yang salah. Saya tidak bisa hidup sebagaimana yang saya alami di Bangkok. Jadi saya memutuskan berhenti kuliah. Dan saya pulang ke kampung halaman.

"Ketika saya pulang kampung, saya mulai hidup seperti masa kecil saya. Saya mulai bekerja dua bulan setiap tahunnya. Saya punya 4 ton beras. Seluruh keluarga saya yang berjumlah 6 orang, hanya butuh kurang dari 0,5 ton beras per tahun untuk makan. Jadi ada sisa beras yang bisa saya jual. Kemudian saya membuat 2 petak kolam yang saya sebari benih ikan. Setiap tahun, keluarga kami bisa makan ikan dari kolam itu. Saya lalu membuat kebun kecil, tidak sampai 2000 meter persegi. Dan saya hanya membutuhkan waktu 15 menit setiap hari untuk merawat kebun itu. Saya punya 30 lebih jenis sayuran di kebun itu. Sayuran itu tak habis kami makan sekeluarga. Sehingga sebagian saya jual.

"Saya merasa hidup saya lebih mudah. Dan saya bertanya-tanya, untuk apa saya dulu menghabiskan waktu 7 tahun di Bangkok dan sehari 8 jam bekerja kalau hanya untuk makan semangkuk mie? Saya bekerja keras tapi susah untuk makan. Di sini, di kampung saya ini, saya hanya perlu bekerja dua bulan dalam setahun di sawah, dan 15 menit perhari, dan saya bisa memberi makan 6 orang.

"Itu terasa sangat mudah. Sebelumnya say berpikir bahwa orang bodoh seperti saya yang tidak pernah mendapatkan nilai bagus di sekolah, tak bakal bisa punya rumah. Sebab anak terpandai di sekolah saya, anak yang mendapatkan rangking satu, dia mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi dia membeli rumah dengan cara mencicil selama 30 tahun. Kalau dia saja butuh 30 tahun mencicil rumah, bagaimana dengan saya?

"Tapi akhirnya saya mulai membangun rumah perlahan dari bahan apa saja yang ada di sekeliling saya. Ternyata sangat mudah. Saya hanya mengerjakannya 2 jam dalam sehari. Mulai jam 7 sd jam 9 pagi. Dalam waktu 3 bulan, rumah itu jadi. Jika teman saya yang pintar butuh waktu 30 tahun untuk melunasi hutang rumahnya, saya hanya butuh waktu 3 bulan untuk membangun rumah saya sendiri.

"Saya merasa hidup saya lebih mudah. Saya tak pernah berpikir bahwa ternyata membangun rumah bisa semudah itu. Setelah tahu bahwa membangun rumah itu mudah, setiap tahun saya membangun rumah. Sekarang, saya memang tak punya banyak uang, tapi saya punya banyak rumah.

"Jadi memiliki rumah bukan masalah. Setiap anak usia 13 tahun bisa punya rumah jika sepulang sekolah dia mau meluangkan waktu 2 jam untuk membangunnya. Mereka bisa membuat perpustakaan dan sekolah jika mau. Setiap orang sepuh pun bisa bikin rumah sendiri.

"Jalan ini begitu mudah. Jika Anda tidak percaya, coba saja. Berikutnya adalah pakaian...

"Saya merasa miskin. Saya juga merasa bukan orang yang tampan. Saya pernah mencoba berpakaian seperti para bintang film agar kelihatan tampil lebih menawan. Saya perlu menabung sebulan untuk membeli celana jins. Setelah saya kenakan, dan saya bercermin, ternyata saya tidak berubah lebih baik. Saya tetap orang yang sama. Kalau begitu, kenapa saya harus membeli jins? Toh tidak mengubah apapun. Setelah itu, saya tak pernah membeli pakain selama 20 tahun. Sebab ada banyak orang yang datang mengunjungi saya yang memberikan pakaian. Dan malah saya punya banyak pakaian untuk saya berikan kepada orang lain.

"Semenjak saya berhenti membeli pakaian, ada banyak hal yang berubah di diri saya. Saya pada akhirnya hanya membeli apa yang saya butuhkan. Bukan apa yang saya inginkan. Saya merasa lebih bebas. Lebih merdeka.

"Terakhir, ada yang mengganggu saya. Bagaimana jika saya sakit? Pada awalnya, saya khawatir karena saya tak punya uang. Tapi saya lebih sering merenung. Sakit adalah hal biasa. Bukan hal yang buruk. Sakit bisa mengingatkan kita bahwa mungkin ada yang salah dalam kehidupan kita. Saya lalu belajar menyembuhkan diri sendiri dari apa yang tersedia di alam. Setelah saya bergantung pada diri saya sendiri, saya makin merasa bebas. Saya tidak hidup dalam kekhawatiran. Saya melakukan apapun yang saya sukai di hidup ini.

"Saya merasa orang yang unik. Saya tak perlu menjadi seperti orang lain.

"Ketika kemudian saya mengingat kehidupan saya yang suram waktu di Bangkok, saya akhirnya memutuskan membuat Pun Pun di Chiang Mai. Tujuan utamanya adalah untuk menyimpan benih tanaman. Karena benih adalah makanan. Karena makanan adalah kehidupan. Tak akan ada kehidupan jika tak ada makanan.

"Tak ada benih maka tak ada kebebasan. Tak ada benih maka tak ada kebahagiaan.

"Hidup kita tak akan tergantung pada orang lain jika kita punya benih. Jadi sangat penting untuk menyimpan benih.

"Selain itu, Pun Pun adalah pusat belajar. Belajar tentang bagaimana membuat hidup ini lebih mudah. Sebab di sekolah-sekolah, kita diajari untuk membuat hidup kita lebih rumit dan sulit. Kita bisa sama-sama membuat hidup ini lebih mudah. Tidak seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah. Di sekolah, kita tidak diajarkan untuk mandiri. Kita diajari untuk tergantung pada uang. Tapi sekarang, untuk bahagia kita perlu percaya kepada diri sendiri dan orang lain.

"Dari semua hal di atas, yang ingin kembali saya tekankan adalah segala kebutuhan primer: makanan, rumah, pakaian, dan obat-obatan, haruslah mudah dan murah untuk semua orang. Itulah peradaban. Dan jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka berarti yang terjadi adalah ketidakberadaban.

"Dan sekarang yang kita saksikan adalah yang kedua. Begitu ada banyak orang pintar di dunia ini, ada banyak universitas, ada banyak sarjana, tapi hidup kita makin sulit.  Kita semua bekerja keras. Tapi hidup makin sulit. Lalu untuk apa dan untuk siapa kita bekerja keras?

"Kita hanya  butuh kembali menjadi orang 'normal'. Burung membuat sarang dalam waktu satu sampai dua hari. Tikus membuat lubang dalam semalam. Tapi makhluk cerdas seperti kita butuh hutang 30 tahun untuk membuat rumah. Sialnya, makin banyak orang pesimistis bisa punya rumah.

"Itu pemikiran yang keliru. Kenapa kita bisa menghancurkan kemampuan kita sedemikian rupa? Kita punya pilihan. Memilih yang mudah atau yang sulit.

"Banyak orang bilang bahwa saya gila. Tapi itu kata mereka. Saya tidak bisa mengatur apa yang mereka pikir. Tapi saya bisa mengatur apa yang saya pikir dan saya kerjakan. Saya punya pilihan. Demikian juga Anda."



Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jumat, 02 September 2016

Banyak Menabur, Banyak Menuai

Banyak Menabur, Banyak Menuai

03 September 2016

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:6-8 "Camkanlah ini:
~ Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga,
~ dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
~ Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
~ Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
------------------------------------------------
Berbicara tentang memberi, ada dua prinsip yang perlu Anda ingat.

Kedua prinsip ini berdasar pada
2 Korintus 9:6-8:

Ini prinsip tabur-tuai:
~ Apa yang Anda tabur, itulah yang Anda tuai - baik atau buruk.
> Apa pun yang Anda tanam, itulah yang akan Anda terima kembali.

Prinsip ini pas untuk uang, tapi juga pas untuk yang lainnya.
~ Jika Anda menabur kritik, orang-orang akan mengkritik Anda.
~ Jika Anda menabur gosip, coba tebak? Orang lain akan bergosip tentang Anda.
~ Jika Anda menanam kebencian, orang-orang akan membenci Anda.

Apa pun milik Anda yang berlebih, bagikanlah,
~ dan Anda akan mendapatkan lebih banyak lagi.

Apakah Anda perlu lebih banyak tenaga? ~ Maka Anda harus berolahraga.

Apakah Anda perlu lebih banyak penguatan dalam hidup Anda?
~ Berbagilah.
~ Mulailah menguatkan orang lain.

Jika Anda mengambil satu biji jagung dan menanamnya, apakah Anda akan mendapatkan satu biji jagung?
~ Tidak!

Saya pernah menanamnya di halaman belakang rumah saya. Jika Anda menanam satu biji jagung di tanah, Anda tidak akan mendapatkan satu biji jagung. ~ Yang Anda dapat adalah satu batang jagung dengan banyak telinga jagung dan ribuan biji jagung.

Ketika Anda menanam biji alpukat,akan tumbuh pohon alpukat. Apakah Anda mendapatkan satu buah alpukat?
~ Tidak.
Anda akan mendapatkan ratusan buah kembali.

Anda selalu mendapatkan kembali lebih dari apa yang Anda tanam.

Prinsip kedua adalah akan selalu ada penundaan antara menanam dan memanen.

Apabila Anda menanam benih di tanah, apakah Anda akan mendapatkan telinga jagung di hari berikutnya?
~ Tentu saja tidak.

Jika Anda menanam di satu musim,
~ maka Anda akan memanen di musim lain.

Hal yang sama berlaku dengan hal memberi.
~ Anda memberi kepada orang lain.
~ Anda memberi kepada Allah.

Anda memberikan hidup Anda untuk Allah, tetapi apakah Anda akan menuai hasilnya di hari berikutnya?
~ Tidak.

Ada musim menunggu sebelum Allah memberi Anda musim untuk memanen.

Mengapa?

Dia sedang menguji iman Anda untuk melihat apakah Anda percaya pada-Nya selama masa tanam dan masa panen.

Sementara Anda menunggu dan menanam, Anda dapat percaya bahwa Allah akan memberikan berkat-Nya agar Ia selalu,
~ "melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu
~ dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
________________________________
Sementara Anda setia menabur dengan sukacita,
~ percayalah bahwa Allah akan memberikan berkat-Nya dengan berlimpah-limpah

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Kamis, 01 September 2016

Dimulai Dari Keluarga Allah

Dimulai Dari Keluarga Allah

02 September 2016

Bacaan Hari ini:
Keluaran 20:12 "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."
-----------------------------------------------
Beberapa hal yang datang dalam kehidupan kita bisa memberikan kesenangan atau kepedihan yang sama banyaknya dengan yang diberikan oleh keluarga kita.

Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik dalam keluarga kita, maka itu bagus.

Tapi ketika sesuatu tidak berjalan baik, maka itu jadi sulit.
~ Orang tua bersitegang dengan anak-anak.
~ Anak-anak bersitegang dengan orang tua.
~ Suami bersitegang dengan istri.
~ Istri bersitegang dengan suami.

Kemudian ada mertua. Keluarga itu rumit, namun Tuhan mendirikan keluarga.

Dalam Sepuluh Perintah Allah,
sebelum perintah tentang bagaimana memperlakukan satu sama lain diberikan, Allah memulainya dari keluarga terlebih dahulu:
~ "Hormatilah ayahmu dan ibumu,
~ supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu" (Keluaran 20:12).

Dalam kitab Kejadian,
~ Allah mempersatukan Adam dan Hawa. ~ Allah mulai dari keluarga.
~ Dia menciptakan keluaga pertama.
~ Dan Dia - Allah sendiri-yang mendefinisikan keluarga.
~ Allah mengasihi keluarga-Nya.

Hanya ada satu gambaran yang Allah berikan kepada dunia yang hilang ini
~ untuk bisa menunjukkan kasih-Nya kepada gereja-Nya
~ dan untuk menunjukkan kasih gereja kepada-Nya.

Gambaran itu adalah pernikahan.

Dia mengatakan,
~ "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25),
~ dan "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan"
(ayat 22).

Sederhananya, Allah berkata begini:
"Lihat pasangan Kristen ini.

Lihat bagaimana si suami mengasihi istrinya?
~ Begitulah Aku mengasihi gereja-Ku, umat-Ku.

Lihat bagaimana si istri mengasihi suaminya?
~ Begitulah bagaimana gereja-Ku mengasihi Aku."

Karena itulah,
~ ketika sebuah keluarga Kristen mulai kusut
~ dan ketika orang-orang Kristen bercerai,
~ itu dapat menghancurkan kesaksian yang sudah dibangun oleh orang-orang percaya dalam komunitas setempat.
___________________________________
Telah dikatakan bahwa
~ sebuah keluarga bisa bertahan hidup tanpa satu bangsa,
~ tetapi satu bangsa tidak bisa bertahan hidup tanpa keluarga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

 == Nusron Wahid:Ke-Indonesiaan kita diuji lewat Ahok. ==


 == Nusron Wahid:Ke-Indonesiaan kita diuji lewat Ahok. ==

Kasus dugaan pengeroyokan menimpa Andrew Budikusuma (23) di bus TransJakarta yang sebelum dipukul diteriaki 'Ahok'. Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid geram dengan adanya kasus berbau rasial ini.

Nusron mengatakan, kasus yang terjadi di Bus TransJakarta tersebut menandakan masih adanya masalah Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) di Ibu Kota.

"Karena fenomena kejadian di Transjakarta itu menandakan masih ada problem masalah SARA di Indonesia, terutama di Jakarta," kata Nusron saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Nusron mengatakan, meskipun Indonesia telah memiliki UU antidiskriminasi, namun perjuangan tentang keindonesiaan masih belum selesai di negeri ini.

"Itu juga yang salah satu alasan saya mau capek-capek urusin Ahok, karena saya kepikiran dimensi keindonesiaannya itu," katanya.

Nusron juga menegaskan, orang boleh menilai tentang kinerja Ahok yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI. Namun pantang baginya untuk menyinggung masalah SARA.

"Orang boleh bilang dia enggak becus kerja dan sebagainya. Satu hal yang enggak boleh diserang, isu SARA, agama, etnis. Kenapa? Karena itu adalah sunnatullah Indonesia. Keniscayaan Indonesia.

Yang namanya Bhineka Tunggal Ika, yang namanya Indonesia itu multiagama, multietnis, itu adalah sunnatullah," tegas Nusron.

Nusron menyadari jika Ahok merupakan 'sasaran' empuk untuk dikritik, terlebih Ahok merupakan Gubernur DKI yang mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI lagi di Pilkada 2017. Ahok juga merupakan orang beretnis Tionghoa.

"Perjuangan tentang keindonesiaan kita itu diuji, dan ujiannya apa? Ujiannya di Ahok. Juga di Papua dan di tempat lain. Karena itu kita sedang diuji keindonesiaan kita lewat Ahok. Sesungguhnya kita ini utuh tidak memahami substansi Indonesia," ujar Nusron.

Terlepas dari kasus TransJakarta tersebut, lanjut Nusron, juga masih banyak dijumpai kasus kekerasan berbau rasial, terutama di dunia maya.

"Kita juga menjumpai, di YouTube mungkin bisa dilihat dan didengar statement Bintang Pamungkas. Mungkin juga tokoh-tokoh yang lain mengenai masalah China dan macam-macam. Ini yang enggak boleh," katanya.

"Ketika kita di Indonesia, kita harus siap bahwa di Indonesia itu ada China. Dan China itu tidak beda dengan kita. Membedakan justifikasi tentang ke-China-an orang berarti membedakan juga dengan ke-Jawa-an, ke-Batak-an maupun ke-Padang-an. Saya emosi kalau bahas soal ini," tambah Nusron.

"Kalau memang orang masih mempersoalkan dimensi mayoritas minoritas, berarti dia belum paham falsafah tentang ke-Pancasila-an. Ini kan orang ditarik-tarik ke falsafah mayoritas minoritas.

Indonesia tidak mengenal mayoritas minoritas. Indonesia yang dikenal adalah bangsa Indonesia dan yang disebut bangsa Indonesia itu adalah orang yang lahir di Indonesia dan menyatakan dirinya sebagai warga negara Indonesia. Mau dia suku apapun. Itu saja," tambahnya lagi.
[1/9 08:21] ‪+62 812-3039-229‬: Good morning 😄😄😄😄

Dikirim dari perangkat Samsung saya