Rabu, 24 Agustus 2016

Diam & Berkata-kata

"Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu."
(Ayub 13:5)

ALANGKAH indahnya DIAM,
b i l a BERKATA-KATA dapat menyakiti orang lain.

ALANGKAH terhormatnya DIAM,
b i l a BERKATA-KATA hanya untuk merendahkan orang lain.

ALANGKAH bagusnya DIAM,
b i l a BERKATA-KATA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain.

ALANGKAH cerdiknya DIAM,
b i l a BERKATA-KATA dapat menjerumuskan orang lain.

ALANGKAH kaya rayanya DIAM,
b i l a BERKATA-KATA hanya untuk merugikan usaha orang lain.

T E T A P I...

BETAPA dahsyatnya BERKATA-KATA,
b i l a DIAM itu mengakibatkan celakanya orang lain.

BETAPA saktinya BERKATA-KATA,
b i l a DIAM itu menjadikan ruginya waktu untuk orang lain.

BETAPA hebatnya BERKATA-KATA,
b i l a DIAM membuat tidak sadarnya kesalahan yg terus di lakukan orang lain.

BETAPA pentingnya BERKATA-KATA,
b i l a DIAM mengakibatkan semakin bodohnya orang lain.

PILIH & PILIH KAPAN DIAM & KAPAN BERKATA-KATA,
s e b a b kedua nya sama² dapat menimbulkan KONFLIK.

Betapa TAJAMnya kata² kita saat kita TIDAK BERKENAN,
& Betapa TEDUHnya kata² kita saat kita sedang SENANG HATI.

Karena DIAM itu adalah Emas,
BERKATA-KATA itu adalah Mutiara,
Ibarat Emas bertahtakan Mutiara.

Semoga kita mau memahaminya...

"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak."
(Amsal 25:11)

GOD bless.🙏



Dikirim dari perangkat Samsung saya

Imitasi Murahan

Imitasi Murahan

25 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 13:24-25 "Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi."
-------------------------------------------------
Orang Kristen harus sadar bahwa Iblis adalah peniru. Ketika tak bisa menghentikan pekerjaan Allah, Iblis akan menawarkan imitasi murahannya. Dengan begitu, Iblis bisa meminimalkan kuasa dan kemuliaan Allah.

~ Allah itu asli; Iblis itu imitasi.
~ Allah memiliki kasih; Iblis memiliki nafsu.

Di dalam Kristus ada iman yang sejati;
~ Iblis menawarkan agama palsu.
~ Dia menawarkan sesuatu yang menjauhkan orang-orang dari kebenaran yang sejati.

Mereka yang termakan rayuannya akan berkata,
~ "Saya sebenarnya tak butuh mendengar tentang Yesus.
~ Saya orang yang religius"
~ atau "Saya orang yang spiritual."

Mereka puas dengan imitasi murahan, bukannya pergi mengejar kebenaran yang kekal.

Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang petani yang menabur gandum di ladangnya, tetapi di malam hari, musuhnya datang dan
~ menaburkan benih lalang di antara gandum itu.

Lalang, juga dikenal sebagai benih darnel,
~ pada awal pertumbuhan tampak amat menyerupai gandum.
~ Tapi ketika lalang ini tumbuh besar, mereka akan mencabut gandum hingga ke akarnya.

Itulah bagaimana Iblis bekerja.
~ Iblis akan menaruh "tanaman-tanamannya" di gereja.
~ Mereka akan berbicara seperti orang Kristen.
~ Mereka akan menggunakan ungkapan-ungkapan yang diucapkan oleh orang Kristen.
~ Dan ketika mereka berbuat jahat, orang akan berkata, "Saya tak percaya orang Kristen bisa melakukan hal seperti itu!"

Mereka adalah lalang di antara gandum.

Saya tidak mengatakan bahwa
~ orang Kristen tahan dari dosa.

Tetapi saya berpikir beberapa orang yang datang ke gereja
~ merupakan lalang di antara gandum.
~ Mereka adalah imitasi.

Contoh kasus: Yudas merupakan lalang di antara gandum, sebab ia adalah salah satu murid-Nya. Bahkan ketika Yesus berkata bahwa salah satu dari dua belas murid akan mengkhianati-Nya, tak ada yang tahu bahwa Yesus sedang membicarakan Yudas. Tetapi Yudas adalah murid gadungan.

Iblis tengah menempatkan imitasi-imitasi palsunya di luar sana, datang membanjiri pasar dengan tiruan murahannya.
___________________________________
~ Allah itu asli; Iblis itu imitasi.
~ Allah memiliki kasih; Iblis memiliki nafsu

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Selasa, 23 Agustus 2016

Bersiap-Siap Menghadapi Pertentangan

Bersiap-Siap Menghadapi Pertentangan

24 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Keluaran 5:22-23 "Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya:
~ "Tuhan, mengapakah Kau perlakukan umat ini begitu bengis?
~ Mengapa pula aku yang Kauutus?
~ Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini,
~ dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali."
-------------------------------------------------
Kadang kita berpikir bahwa ketika kita mengikuti kehendak Tuhan, segalanya akan berjalan mulus.

Tapi sekarang saya mengerti bahwa yang terjadi biasanya malah yang sebaliknya.

Maka, ketika saya ada dalam kehendak Allah, itu artinya
~ saya harus bersiap-siap menghadapi pertentangan.

Saya melihat
~ pertentangan sebagai satu konfirmasi bahwa saya tengah melaksanakan kehendak Allah.
~ Malah, jika tidak ada penolakan, saya jadi bertanya-tanya apakah yang saya buat ini benar atau salah.

Ketika Allah mengutus Musa untuk kembali ke tanah Mesir setelah 40 tahun bersembunyi di Midian, Musa mungkin berharap bahwa ia bisa masuk istana, menyampaikan apa yang harus ia katakan kepada Firaun, dan mendengar sang raja menjawab, "Tidak masalah. Ayo, mari kita lakukan itu. Segalanya akan baik-baik saja."

Tapi bukan itu yang terjadi. Sebaliknya, Firaun menjawab, "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi"(Keluaran 5:2).

Kemudian Firaun ikut memperparah keadaan. Dia mengatakan kepada mandor-mandor Israel (yang mengawasi kerja paksa bangsa Israel) bahwa pantas saja mereka bermalas-malasan, sebab mereka punya Musa yang kembali ke istana dan meminta mereka semua dibebaskan. Firaun kemudian memerintahkan agar bangsa Israel tidak lagi diberikan jerami untuk membuat batu bata. Itu artinya, mereka harus mencari jerami mereka sendiri tetapi tetap harus menyetor jumlah batu bata yang sama tanpa pengecualian.

Ketika para pemimpin Israel mengetahui perkara ini, mereka berkata kepada Musa, "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami" (Ayat 21). Itu sungguh bencana besar buat Musa.

Jangan berkecil hati apabila Anda sudah berusaha melayani Allah atau melakukan sesuatu untuk kemuliaan-Nya tapi
~ masih mendapati bahwa orang-orang tidak mendukung Anda, atau bahkan melecehkan Anda. Sebab itu juga yang terjadi pada Musa.
___________________________________
Tetap setia dalam melayani Tuhan, segala jerih lelah Anda tidak akan pernah sia-sia

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 22 Agustus 2016

"Perbedaan ULAR dan ULAT"


"Perbedaan ULAR dan ULAT"

ULAR :
Ular tanpa makan dalam kurun waktu tertentu, agar bisa mengganti kulit lamanya menjadi kulit yg baru.

ULAT:
Ulat dgn membungkus dirinya sendiri dlm waktu tertentu, sehingga cukup waktunya berubah menjadi kupu kupu.

PERBEDAAN DARI KEDUANYA:

ULAR hanya mendapatkan kulitnya saja yang baru, ular tetaplah menjadi seekor ular.
Kebiasaan ular sebelum dan setelah ganti baju tetaplah sama, masih melata, masih memangsa makhluk hidup lain, masih melakukan kebiasaan-kebiasaan yg dilakukan seperti saat sebelumnya.

Tetapi bagaimana dengan ULAT?
Ia membungkus dirinya rapat2 dengan menutup dirinya dari dunia luarnya sampai kemudian ia keluar menjadi seekor kupu-kupu.

ULAT kemudian berubah menjadi sesuatu yang baru, yang lebih indah penampakannya dari seekor ulat, yaitu menjadi seekor kupu- kupu.

Dari hewan perusak pemakan daun2 menjadi seekor binatang yg membantu penyerbukan tumbuh- tumbuhan.

ULAT tidak lagi berjalan melata di bawah, tetapi ia terbang di atas dengan ringan dan bebas,
tidak lagi tetap sebagai seekor hewan yg menjijikkan, tetapi seekor hewan yg indah dipandang mata.

Semoga kita bisa menjadi seperti ULAT yg bisa mengubah diri menjadi lebih baik dengan meninggalkan kebiasaan2 buruk yg lama, dan memberi manfaat kepada orang banyak.

Salam sejahtera


Dikirim dari perangkat Samsung saya

MENEPUK ARCHANDRA, MENDULANG PRABOWO

MENEPUK ARCHANDRA, MENDULANG PRABOWO

Selesai sudah drama dwi kewarga-negaraan dengan diberhentikannya secara hormat Menteri ESDM Archandra Tahar oleh Jokowi.

Keputusan yang berat karena ini berarti harus membongkar kesalahan adminsitrasi di internal istana dan jelas mempermalukan muka Jokowi. Tetapi keputusan itu tepat, karena jika tidak segala keputusan Menteri ESDM akan menjadi sandera politik terbesar sepanjang sejarah pemerintahan Jokowi. Produk cacat akan menghasilkan hukum yang cacat pula.

Dan - lagi2 - langkah Jokowi yang cepat ini menyelamatkan dirinya dari tsunami serangan yang akan melandanya kelak. Lihat saja, belum apa2 PKS sudah bergerak untuk mengajukan hak interpelasi atau meminta keterangan kepada Presiden atas kasus Archandra.

Terbayang ketika keputusan yang dihasilkan Archandra nanti akan digugat keras karena masalah dwi negaranya dan hasilnya akan membuahkan impeachment atau penurunan Jokowi dari jabatannya. Betapa riuhnya politik di Indonesia yang mengakibatkan terhentinya arus investasi luar negeri akibat ketidak-percayaan terhadap situasi dan kondisi dalam negeri.

Oke, masalah itu sudah selesai meskipun kaum sperma tak bertuan masih sibuk ngomel sana sini melampiaskan ejakulasinya ke segala arah...

Yang menarik buat saya adalah kemampuan tim Jokowi memanfaatkan situasi buruk yang sedang terjadi dan menjadikannya senjata yang akan ditembakkan pada saatnya nanti.

Senjata itu adalah isu dwi warga negaranya Prabowo yang pernah menjadi warga negara kehormatan Jordania.

Asosiasi Pengacara Pengawal Konstitusi atau APPK pernah mendatangi KPU untuk melakukan klarifikasi apakah Prabowo pernah mendapat kewarga-negaraan Yordania saat pencalonan pilpres 2014. Isu itu tidak meledak pada waktu itu, tetapi akan menjadi bom saat Pilpres 2019 nanti dimana Prabowo masih menjadi calon kuat untuk menahan langkah Jokowi.

Lihat saja, tiba2 berita lama di munculkan lagi saat situasi sedang tidak berpihak pada Jokowi. Dan akhirnya isu dwi negara Prabowo yang dulu tidak seksi, sekarang menjadi hot melotot kembali. Selain sebagai benteng untuk mengalihkan isu, juga sebagai kartu truf yang akan dikeluarkan pada saat yang tepat nanti.

Jadi ketika dwi warga negara Prabowo terbukti, berarti bukan hanya Archandra yang stateless atau tidak punya negara karena ia sudah melepas kewarga-negaraan AS dan gugur juga kewarga-negaraannya, tetapi juga Prabowo.

Kalau terbukti gugur, maka Prabowo seperti Archandra harus memulai kembali proses menjadi warga negara Indonesia dan itu membutuhkan waktu 5 tahun. Kartu itu bisa saja tidak dibuka sekarang, meskipun kalau dibuka sekarang tidak cukup waktu bagi Prabowo untuk melakukan naturalisasi.

Perang itu memang tidak seperti minum secangkir kopi. Ia berupa strategi2 mengorbankan bidak supaya raja selamat, sekaligus mengancam posisi lawan supaya langkahnya terkunci.

So, mari kita nikmati perang pintar ini bersama2. Jokowi memang pecatur handal, tetapi lawannya juga tidak bisa diremehkan. Dalam perang ini tidak berarti yang kuat adalah pemenang, tetapi yang pintarlah yang mampu menguasai keadaan.

Seruput ? Mareeee........

dennysiregar.com



Dikirim dari perangkat Samsung saya

*BELUM PULANG*


*BELUM PULANG*

Seorang misionaris memutuskan untuk pulang ke Amerika, setelah isteri dan anaknya meninggal dalam pelayanan di pedalaman Afrika. Sewaktu pulang, pesawat yang ditumpanginya transit/singgah di suatu negara.

Bertepatan dengan itu naiklah serombongan olahragawan yang baru menyelesaikan suatu pertandingan. Para olahragawan itu sangat bersukacita karena mereka memperoleh banyak medali, mereka merayakan kemenangannya dalam pesawat itu.

Misionaris itu memperhatikan mereka, sambil berkata dalam hatinya, "Hebat sekali, mereka ini adalah pahlawan-pahlawan bagi Amerika." Sewaktu mendarat di Los Angeles, dia memandang keluar jendela dan melihat karpet merah yang terbentang panjang, ada marching band dan tari-tarian.

Saat rombongan olah-ragawan itu turun, mereka disambut dengan sorak-sorai dan masing-masing mereka dikalungi bunga. "Luar biasa!" bisik hatinya. Setelah upacara penyambutan selesai, barulah misionaris itu tersadar bahwa ia berdiri sendirian di tengah-tengah lapangan itu. Suasana sudah sepi, dan tidak seorang pun yang datang menyambut kepulangannya.

Menyadari akan keberadaannya, misionaris itu menengadah ke atas dan berkata, "Tuhan, mengapa saya diperlakukan berbeda dengan mereka? Saya rasa ini tidak adil. Mereka pulang sebagai pahlawan, pulang membawa medali dan kepulangan mereka disambut dengan meriah, tetapi saya ini hambaMu, istri dan anak saya mati di ladang misi, tetapi mengapa tidak ada yang menyambut saya? Saya rasa ini tidak adil Tuhan, saya pun salah satu warga Amerika!". Tuhan lalu menjawabnya, "AnakKu, mereka disambut karena mereka sudah pulang, tetapi engkau belum pulang, engkau hanya transit di Amerika. Engkau tidak mendapat sambutan, karena Amerika bukan rumahmu yang sesungguhnya. Jika engkau pulang ke sorga nanti, Aku akan mengadakan acara penyambutan yang lebih meriah dari yang telah kau saksikan tadi. Istri dan anakmu tidak mati untuk orang Amerika, mereka mati untuk KerajaanKu, AnakKu, waktu engkau pulang nanti, malaikat-malaikat akan menyambutmu, bahkan isteri dan anakmu akan berdiri dan mengalungkan bunga untuk kamu, Jangan kuatir, sekarang mereka sudah ada bersamaKu."

Ingatlah, kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara waktu saja, kita hanya transit di dunia! Selama hidup di dunia, kita masih mengalami berbagai-bagai penderitaan. Mungkin kita sering dihina, dicaci, bahkan dianiaya karena pekerjaan kerajaan Tuhan, atau karena persekutuan kita dengan Tuhan, tetapi semuanya itu tidak sia-sia dan hanya sementara, Tuhan pasti memperhitungkannya.

Ingatlah bahwa Tuhan tahu segala penderitaan yang kita alami dan itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan Tuhan berikan bagi kita kelak.

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58)

Peace be with you 😇🙏👌👏👍😇




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Apakah Hidup Anda seperti Kopi Tanpa Kafein Yang Rendah Lemak?

Apakah Hidup Anda seperti Kopi Tanpa Kafein Yang Rendah Lemak?

23 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:10 "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."
-----------------------------------------------
Apakah Anda tahu bahwa satu hari nanti orang-orang Kristen akan diadili?

Jangan panik, ini bukan penghakiman tentang apakah kita akan masuk Surga atau tidak. Ini tentang apa yang akan pantas kita peroleh pada akhirnya.

Lukas 14:14 mengatakan, "Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Dan dalam Wahyu 22:12, Yesus berkata, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan takhta pengadilan Kristus?

Alkitab mengatakan di 2 Korintus 5:10, "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

" Kata "jahat" yang dibicarakan di sini bukanlah sesuatu yang buruk secara moral dan etika.

Kata "jahat" yang dimaksud artinya adalah "keburukan dalam bentuk yang berbeda." Ini bisa juga diterjemahkan sebagai
~ "kesia-siaan."
~ Tak berharga.
~ Pemborosan waktu,
~ tenaga, dan kehidupan.

Apakah saat ini Anda menyia-nyiakan hidup Anda untuk hal-hal yang tak berguna?

Ini ibarat minuman soda yang sudah hilang gasnya. Atau kopi tanpa kafein yang rendah lemak. Apa esensinya?

Kualitas pekerjaan setiap manusia akan diuji: "Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api" (1 Korintus 3:12-15).

Di kursi pengadilan Kristus, masing-masing kita harus memberi penjelasan atas apa yang telah kita lakukan dengan hidup kita, dengan karunia kita, dan dengan panggilan Tuhan atas kita. Lalu apa yang tidak Anda kerjakan tapi seharusnya Anda kerjakan?

Mari kita gunakan karunia, talenta, dan berkat penghasilan yang telah Allah berikan pada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya selagi kita masih punya kesempatan.
__________________________________
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya