Kamis, 18 Agustus 2016

Utusan-Utusan Kristus

Utusan-Utusan Kristus

19 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
---------------------------------------------------
Waktu kecil, ketika saya berburu ular,
~ saya tidak akan pernah berani memegang ekornya.
~ Saya akan menggunakan kaki saya untuk menginjak leher mereka sambil berhati-hati agar tidak meremukkannya.
~ Barulah setelah itu saya menahan kepala mereka.
~ Saya tidak akan pernah mengangkat ular dengan memegang ekor mereka karena ular bisa berbalik menyerang dan menggigit saya.

Ketika Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya ke tanah yang kemudian berubah menjadi seekor ular- ia pun kemudian memegang ekornya.
~ Itu yang namanya langkah iman.

Kemungkinan besar ular itu ialah ular kobra, simbol Mesir.

Saya menginterpretasikannya sebagai ular kobra sebab
~ ular jenis ini mudah ditemui di Mesir.
~ Ular ini juga memiliki gigitan yang berbisa.
~ Bila Anda digigit ular kobra, Anda akan punya masalah serius dengan tangan Anda.

Maka Allah memerintahkan Musa untuk menangkap simbol Mesir itu dan
~ memegang ekornya.

Allah memerintahkan Musa,
Jangan takut.
~ Aku akan mengalahkan ular ini.
~ Aku akan mengalahkan Firaun.
~ Aku akan melakukannya melaluimu,
~ ayo, kalahkan ketakutanmu, melangkahlah maju, dan jangan menyerah.

☆Musa dipanggil untuk
~ mewakili Allah untuk memerangi budaya penyembahan berhala.

☆Dan kita telah dipanggil oleh Allah untuk
~ melakukan hal yang sama.

Tanpa bermaksud menghina, Amerika Serikat kian hari kian menjadi negara penyembah berhala.
~ Ada kepercayaan akan ilah-ilah palsu dan banyak dewa,
~ seakan-akan mereka percaya pada tuhan lain, selain kepada Allah.

Allah telah memanggil orang-orang Kristen untuk
~ mewakili-Nya dan memberi kita otoritas: kita adalah utusan-utusan-Nya (lihat 2 Korintus 5:20).

Dan sebagai utusan Kristus, kita dituntut untuk
~ mewartakan pesan-Nya kepada dunia.
___________________________________
~ Kita adalah utusan-utusan Kristus
~ dan kita harus mewartakan pesan-Nya kepada dunia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Rabu, 17 Agustus 2016

Tuhan Dari Manusia Biasa

Tuhan Dari Manusia Biasa

18 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Keluaran 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya, "Musa, Musa!" dan ia menjawab, "Ya, Allah."
----------------------------------------------
Sejauh yang kita tahu, Allah berbicara kepada Musa setelah 40 tahun. Allah berbicara kepadanya dan memanggilnya.

Dengan cara apa Ia melakukannya?
Melalui semak duri yang terbakar. Semak duri terbakar itu hal yang biasa. Sambaran petir bisa jadi penyebabnya. Tetapi Musa tidak pernah melihat semak duri yang terus-menerus terbakar. Allah tengah melakukan sesuatu yang luar biasa yang menarik perhatian Musa. Dan kemudian Dia berbicara kepadanya.

Perhatikan apa yang dikatakan Allah kepada Musa, "Akulah...
~ Allah ayahmu,
~ Allah Abraham,
~ Allah Ishak
~ dan Allah Yakub."
Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah (Keluaran 3:6).

Ketika kita mendengar nama-nama ini, kita menganggap mereka sebagai leluhur besar Kekristenan dan itu memang benar.

Tapi mari sejenak kita lihat mereka masing-masing.
~ Abraham tentunya adalah utusan Allah, tetapi ia melakukan penyimpangan yang serius atas imannya, penyembah berhala.
~ Ishak diberkati, tapi dia sering tidak mendengarkan Allah.
~ Dan Yakub melakukan penipuan yang legendaris.

Namun orang-orang kuat ini dipakai oleh Allah.

Ini seperti seakan-akan Allah berkata, "Musa,
~ Akulah Tuhan dari orang-orang yang telah gagal.
~ Akulah Tuhan dari orang-orang biasa yang telah melakukan hal-hal yang luar biasa.

Musa, jika Aku bisa menggunakan Abraham, Ishak, dan Yakub, maka Aku pasti dapat menggunakanmu, juga.
~ Apakah engkau siap untuk itu?
~ Apakah engkau siap untuk pergi?

Sebab Aku tahu apa yang sedang terjadi kepada umat-Ku di Mesir."

Musa berumur 80 tahun. Usia yang sudah melewati masa pensiun. Namun Allah berkata,
~ "Kau (Musa) tepat berada di mana Aku inginkan kau berada.
~ Kaulah orang yang Aku pilih."

Allah punya cara-Nya tersendiri untuk memilih kandidat yang paling tepat, biasanya orang yang tidak diduga-duga. Allah melihat potensi Anda, bahkan ketika Anda tidak bisa melihatnya.
________________________________

Allah melihat Anda sebagai Anda kelak di masa depan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Selasa, 16 Agustus 2016

Pulang

Pulang!

17 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:20 "Karena kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat."
------------------------------------------------
Cucu saya Allie adalah anak rumahan.

Biasanya ketika ia datang mengunjungi Cathe dan saya, ia begitu gembira (kami punya banyak mainan, dan kegiatan menyenangkan dengan cucu-cucu kami), tetapi tanpa diduga-duga, Allie bisa dengan tiba-tiba berkata "pulang" lalu berjalan keluar!

Pernahkah Anda merasa seperti itu? Seolah segala sesuatu yang ditawarkan dunia ini tak lagi membuat Anda bersemangat?

Masing-masing kita memiliki satu kerinduan mendalam untuk "pulang." Dunia ini bukan rumah kita, hanya sebagai tempat kita tinggal saat ini. Suatu hari nanti, kita akan benar-benar pulang.

Alkitab menggambarkan tentang hidup kita di bumi ini, "Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan" (1 Tawarikh 29:15).

Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda menjadi warga negara Surga, rumah Anda yang sesungguhnya.

Filipi 3:20 mengatakan, "Karena kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"

Kita merindukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa dipenuhi oleh dunia ini.
Itulah sebabnya kita akan selalu menjadi sedikit "tidak cocok" dengan dunia ini dan dengan semua yang diagung-agungkannya - sebab kita, sebagai pengikut Yesus, tahu, bahwa ada sesuatu yang lebih dari itu semua. Jauh lebih banyak.

Kita haruslah terpusat pada Surga, terlibat dengan Surga, dan menuju ke arah Surga. Kita harus merindukan Surga. Seperti yang ditulis oleh St. Agustinus, uskup dan pujangga gereja, "Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau."

Sebab itu, marilah kita memandang dunia ini dengan sejujur-jujurnya: hampa, fana, dan cepat berlalu.

E.M. Bounds, pendeta sekaligus penulis, mengatakan, "Surga haruslah menarik dan mengikat diri kita. Surga haruslah memenuhi hati dan tangan kita, tutur kata kita, karakter kita, dan ciri-ciri kita, sehingga semua orang akan melihat bahwa kita adalah orang asing, orang yang beda dengan dunia ini. Kita haruslah bisa memandang atmosfir dunia ini sebagai suasana yang mengerikan dan berbahaya, di mana mataharinya telah hilang sinarnya dan persahabatan yang ditawarkannya begitu membosankan dan hambar.  Sebaliknya, kita harus bisa memandang Surga sebagai tanah kelahiran kita dan rumah kita.
Dan kematian bagi kita bukanlah masa kritis, melainkan kelahiran!"
____________________________

Karena kewargaan kita adalah di dalam surga, maka nantikanlah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 15 Agustus 2016

Cara-Nya, Waktu-Nya

Cara-Nya, Waktu-Nya

16 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
---------------------------------------------------
Beberapa tahun lalu di gereja kami di Riverside, kami mengadakan hari bersih-bersih, seperti berkebun, melukis, dan lain-lain. Masalahnya, saya tak punya keterampilan bertukang sama sekali, tapi saya ingin membantu. Jadilah saya memutuskan untuk memangkas tanaman. Saya menyalakan alat pemangkas listrik dan mulai memangkas. Karena terlalu bersemangat, saya salah memotong, bukannya tanaman tapi kabel alat pemangkas listrik itu. Saya melongok ke sana kemari, setelah aman saya meletakkan alat pemangkas itu dan kabur. Bertahun-tahun kemudian, salah seorang teman mengatakan pada saya bahwa dia melihat semuanya itu. Tak pernah terpikir bahwa ada orang yang melihat perbuatan saya itu.

Itulah yang Musa pikirkan ketika ia mencoba untuk menutupi dosanya: "Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir" (Keluaran 2: 11-12).

Allah tidak menyuruh Musa untuk melakukan hal tersebut. Musa menoleh ke segala arah, tapi sayangnya ia tidak melihat ke atas. Seandainya iya, Allah akan mengatakan padanya untuk tidak sekali-kali berpikir akan hal itu.

Terkadang kita mencoba melakukan pekerjaan Tuhan dengan cara yang salah. Tetapi Ia ingin melakukan pekerjaan-Nya dengan cara-Nya, dengan waktu-Nya. Yang sama pentingnya dengan kehendak Allah ialah waktu Allah. Kadang Ia akan memberi Anda sebuah perasaan tentang apa yang hendak Ia kerjakan dalam hidup Anda, namun kapan waktu yang tepat untuk kita melaksanakannya sering tidak pas. Maka, mari perlambat sedikit kegiatan Anda dan tunggu waktu Tuhan, sebab Alkitab mengatakan "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya," (Pengkhotbah 3:11).
____________________________

Ia ingin melakukan pekerjaan-Nya dengan cara-Nya, dengan waktu-Nya untuk Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 14 Agustus 2016

Sebuah Pilihan Bijaksana

Sebuah Pilihan Bijaksana

15 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Keluaran 2:11-12 "Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir."
------------------------------------------------
Di balik jubah kerajaan Mesir yang dikenakan Musa, berdenyut hati seorang Israel. Dia percaya pada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Musa menyaksikan bagaimana orang-orang Israel dianiaya sebagai budak. Dia bisa saja berkata, "Pencobaan ini amat sulit bagi mereka, tapi saat ini aku sudah sukses. Aku tak mau membahayakan posisiku di kerajaan ini."

Namun hati Musa tertuju pada orang-orang Ibrani. Dia ingin berbuat sesuatu untuk mereka - ia membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Ibrani. Apa yang ia lakukan salah, tapi saya pikir kita bisa dengan tepat berkata bahwa hatinya berada di tempat yang benar. Ibrani 11 mengatakan, "Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" (ayat 24-25).

Musa pikir lebih baik menderita daripada menikmati kesenangan sesaat dari dosa. Ini mengingatkan kita bahwa apa yang terburuk dari Allah adalah jauh lebih baik dari yang terbaik yang ditawarkan dunia ini. Apa yang paling sulit tentang menjadi seorang Kristen? Ditindas dan dilecehkan atas iman Anda. saya rasa hal-hal tersebut adalah yang terburuk dari menjadi seorang Kristen.

Apa yang terbaik yang ditawarkan dunia ini? Buat saya: kesuksesan, ketenaran, keberuntungan, atau mungkin segala kesenangan yang bisa kita rasakan. Tetapi yang terburuk yang bisa ditawarkan oleh kehidupan Kristen masih lebih baik ketimbang apa yang bisa ditawarkan dunia.

Ya, ada kegembiraan di dalam dosa. Saya akan menasihati Anda untuk menjauhi dosa, tapi saya tidak akan bohong dengan mengatakan bahwa dosa itu tidak menyenangkan. Di sana ada kenikmatan. Di sana ada kegembiraan. Tapi juga ada akibat dan konsekuensinya.

Musa memutuskan untuk menerima hal yang paling sulit daripada menerima yang terbaik yang dapat ditawarkan Mesir untuk dirinya.
_________________________________
Apa yang terburuk dari Allah adalah jauh lebih baik dari yang terbaik yang ditawarkan dunia ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sabtu, 13 Agustus 2016

14 Agustus 2016

Berencana Dan Berdoa

14 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Amsal 16:9 "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya."
-----------------------------------------------
Terkadang kita menjalani hidup ini dengan seenak hati, lalu berharap Allah memperbaiki segalanya.
~ Namun, ada yang menjadi bagian Allah,
~ dan ada pula yang menjadi bagian kita.
~ Dan seringkali Allah bekerja melalui rencana-rencana yang kita buat.

Dalam hidup Musa, kita melihat sisi spiritual dan praktiknya saling berjalan beriringan.

Ibrani 11:23 mengatakan,
"Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja."

Ibu Musa, Yokhebed,
~ rupanya tahu bahwa putri Firaun akan turun mendatangi daerah-daerah di sekitar sungai Nil,
~ dan ia juga percaya bahwa begitu putri Firaun melihat Musa kecil yang elok parasnya itu, ia akan mengasihani Musa dan mungkin akan membawanya ke rumah untuk dirawat.

Maka ketika mereka tidak bisa menyembunyikan Musa lagi,
~ Yokhebed membaringkannya di dalam keranjang yang telah ia siapkan sebelumnya,
~ lalu mengapungkannya di Sungai Nil.

Persis seperti yang Yokhebed harapkan,
~ Musa pun menangis.
~ Kemudian putri Firaun mendapati bayi yang elok ini dan memutuskan untuk mengadopsinya.

Yokhebed punya rencana,
~ tapi ia juga berdoa.

Kadang ketika kita melihat sesuatu yang diberkati Tuhan,
~ kita lupa dengan rencana kita.

Ketika Allah mengarahkan Nehemia untuk membangun kembali tembok Yerusalem,
~ pertama-tama Nehemia pergi mengelilingi kota itu berkali-kali,
~ kemudian ia pun muncul dengan sebuah rencana.

Dia pada dasarnya mengatakan,
~ "Ini yang kita semua harus lakukan.
~ Ayo, kita kerjakan ini bersama-sama, sambil mendoakannya."

Terkadang kita bisa menjadi orang yang terlalu mistis. Misalnya ketika seorang Kristen kehilangan pekerjaan, mungkin ia akan berkata,
~ "Aku hanya perlu berdoa meminta pekerjaan.
~ Aku hanya perlu percaya kepada Tuhan."

Itu sah-sah saja.
~ Tapi ia juga harus mengirimkan dokumen riwayat hidupnya,
~ atau mengisi aplikasi pekerjaan
~ dan berdoa meminta Tuhan membimbingnya.
_________________________________
Yang perlu kita lakukan ialah bekerja dan berdoa,
~ sebab iman harus disertai dengan perbuatan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jumat, 12 Agustus 2016

Dipanggil untuk Melakukan Sesuatu

Dipanggil untuk Melakukan Sesuatu

13 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Roma 12:4-5 "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain."
----------------------------------------------
Ketika berpikir tentang Musa, banyak hal muncul di benak kita. Mungkin yang terbersit adalah Charlton Heston, aktor pemeran Musa dalam film The Ten Commandments. Kita mungkin menganggap Musa sebagai orang hebat yang diberi mandat oleh Allah atau sebagai orang yang karena integritas dan kekudusannya berhasil mencegah tiga juta lebih orang dari penyembahan berhala. Tapi mungkin yang paling tepat yang bisa kita katakan tentang Musa adalah bahwa dia adalah Musa, abdi Allah.

Namun kehidupan Musa adalah satu paradoks (asumsi) besar. Dia hanyalah seorang manusia, yang artinya punya kekurangan, sama seperti kita. Dia berasal dari keturunan yang tidak terkemuka dan pernah berbuat kesalahan-kesalahan kotor. Seperti yang ditulis oleh I.M. Haldeman, penganalisis Alkitab, tentang Musa, "Dia adalah anak seorang budak, dan kemudian menjadi anak angkat ratu Mesir. Ia lahir di sebuah gubuk, dan tinggal di istana.... Ia dididik di istana, dan tinggal di padang pasir." Satu hal yang kita pelajari dari kehidupan Musa adalah bahwa Allah dapat memakai siapa saja.

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Allah bisa memakai seseorang seperti Anda?

Sebagai orang percaya,
~ kita adalah bagian dari apa yang disebut Alkitab sebagai tubuh Kristus.
~ Sama seperti setiap bagian tubuh manusia yang memainkan peranan penting,
~ setiap orang dalam tubuh Kristus memainkan peranan yang penting juga.

Allah telah memanggil masing-masing kita dan telah memberi kita karunia untuk melayani Dia.

Dikatakan dalam Roma 12, "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita" (ayat 4,6).
________________________________
Allah ingin memakai Anda.
~ Kita tidak dipanggil untuk melakukan tugas yang sama. Namun, kita semua dipanggil untuk melakukan sesuatu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya