Rabu, 04 Mei 2016

๐Ÿ‘Ahok Jadi Gubernur Terbaik se-Asia๐Ÿ‘

๐Ÿ‘Ahok Jadi Gubernur Terbaik se-Asia๐Ÿ‘

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinobatkan sebagai Gubernur terbaik se-Asia versi majalah Globe Asia. Dengan berbagai penelusuran yang begitu detail ada banyak sekali keberhasilan-keberhasilan Ahok sejak menjabat sebagai Anggota DPRD Belitung dan Bupati Belitung Timur hingga saat ini.
Disampaikan di dalam ulasan majalah ini belum ada yang seberani Ahok dalam menjalankan berbagai kebijakan di pusat ibukota negara, apalagi Ahok merupakan golongan minoritas yakni ber-etnis China dan beragama Kristen. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang masih rendah sehingga begitu mudah diadudomba dengan isu-isu agama, suku, ras, antar golongan, namun semua bisa dilewati oleh Ahok.
Ahok dinilai berhasil dalam meyakinkan rakyat bahwa dengan sungguh-sungguh bekerja dengan sebaik mungkin untuk membenahi ibukota DKI Jakarta, daripada hanya menggunakan isu SARA untuk topeng dalam membodohi masyarakat dan merampok uang rakyat.
Diulas juga strategi luar biasa transparansi publik versi Ahok yakni sering mengupload video rapat di Youtube Pemprov DKI, yakni Ahok yang terkesan agresif, suka marah-marah, dan berbicara kasar, ternyata ada alasan yang jelas, yakni tidak ingin bermain-main dengan uang rakyat, menekan korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan, berhemat, dan menolak berbagai korupsi yakni manipulasi anggaran atau mark-up anggaran untuk dialirkan ke kantong-kantong pribadi para pejabat di DKI Jakarta, termasuk ketegasan dalam menolak kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok yang sejauh ini menjadi mayoritas cara berfikir pejabat di DKI Jakarta.
Hubungan harmonis antara Ahok dengan Jokowi sejak berada satu kantor di Pemprov DKI Jakarta juga dinilai begitu berhasil, bahkan hingga saat ini Jokowi menjadi Presiden dan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta berbagai kerjasama yang baik pun telah dinilai berhasil dalam memperbaiki segala sektor pembangunan DKI Jakarta sebagai pusat negara.
Ahok mengungkapkan bila ada seorang pemimpin yang lebih baik dari dia dalam berani terbuka, jujur, dan secara nyata membangun wilayah ke arah positif, melindungi uang rakyat dan uang negara dari kepentingan pribadi maupun kelompok, bila ada yang lebih baik maka Ahok bersedia mundur atau menyarankan rakyat untuk memilih seseorang tersebut demi kemajuan bangsa. Menilai seorang pemimpin lihatlah dari rekam jejaknya selama menjadi pejabat publik, karena rakyat sudah cerdas dan informasi terbuka luas maka harusnya rakyat cerdas dalam melihat rekam jejak atau sejarah kinerja atau prestasi kerja atau keberhasilan kerja selama ini.
Dari semua keberhasilan-keberhasilan Ahok apalagi dari latar belakang minoritas, juga semua prestasi dari karir politik awal, termasuk gebrakan Ahok di wilayah sekelas ibukota negara, dinilai belum ada yang seperti Ahok diantara pemimpin se-Asia sekalipun. Sehingga pada tahun 2015 Ahok dinobatkan sebagai "Man of the Year" se-Asia versi Globe Asia.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Selasa, 03 Mei 2016

"SUAMI TELADAN"

"SUAMI TELADAN"

Seorang suami yang sangat sayang istri sampai bela-belain belajar masak.
Berhubung istrinya sedang mencuci baju, sang suami dikasih instruksi buat masak opor dari kamar mandi.

Istri : "Mas tolong taruh wajan nya di atas kompor..."

Suami : "Sip , terus apa lagi?"

Istri : "Masukkan 5 sendok makan minyak goreng, tunggu sampai panas!"

Suami :"Iya Cinta, ini minyaknya sudah panas"

Istri : "Masukkan bumbu yg udah aku uleg tadi, tumis sampai harum."

Suami: "Ya sudah oke, terus apa lagi ? "

Istri : "Tuangkan santan yang dipanci itu, tunggu sampai mendidih!"

Suami : "Ya, santan sudah mendidih terus bagaimana?"

Istri : "Kalau sudah mendidih, kasih salam!"

Suami celingukan bingung tapi nurut aja : (mendekatkan mukanya ke wajan sambil berkata ) : "ASSALAAMU'ALAIKUUUM.....!!!




Dikirim dari perangkat Samsung saya

" EMPATI" ... filosofinya orang Jepang

" EMPATI" ... filosofinya orang Jepang .
( Dibaca dan dishare )

Hubungan antar manusia yg paling tinggi levelnya, yang terus diajarkan dari generasi ke generasi, diajarkan sejak balita & menjadi kiblat orang Jepang adalah ... "EMPATI" .

Empati atau mem-posisi-kan diri menjadi ORANG LAIN
(memposisikan diri kita menjadi lawan bicara).

Kalau sedang ngomong sama Orang Tua, cobalah untuk menjadi orang tua yang sering "kebingungan" itu.

Sedang ngomong dengan "Anak Anda", maka jelmakan diri Anda menjadi anak yang bandel.

Sedang ngomong ke Customer atau Downline, maka menjelmalah menjadi dia terlebih dulu.

Mau ngomong ke Upline, Sahabat, Musuh, maka jadikanlah diri Anda diri mereka terlebih dulu & bila Anda menjadi dia, "apa yang ingin Anda dengarkan?"

Kenapa dompet yang jatuh di kereta Jepang, kemungkinan besar AKAN balik ke pemiliknya?

Karena yg menemukan langsung akan berpikir, bila uang di dompet ini saya ambil... Jangan-jangan yang punya, gak punya uang lagi, gajian baru bulan berikut nya, dia pasti akan bingung bayar hutang, bingung bayar listrik, bingung beli makan, nanti dia akan dimarahin istri, anak dia akan kelaparan atau dia akan mati karena perbuatan saya ini.

Ya, mereka selalu berpikir tentang Empati.

Itulah makanya negaranya aman & cepat maju karena sejak kecil sudah diajarkan Empati.

1. Yang ketahuan korupsi, bunuh diri karena malu.

2. Pejabat yang merasa gagal akan mundur, karena dia pakai kacamata rakyatnya.

3. Wanita pulang kerja malam hari terjamin keamanannya, karena para pria berpikir, gimana kalau itu adik, anak atau istri saya.

Milikilah ilmu orang Jepang.


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tuhan Pegang Kendali Meski Saat Rencana Anda Gagal

Tuhan Pegang Kendali Meski Saat Rencana Anda Gagal

04 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Seperti ada tertulis:
'Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa'
>> di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya,
>> yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
>> dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
----------------------------------------------
Ada beberapa kata dalam hidup ini yang bagaikan jalan buntu;
~ kanker,
~ perceraian,
~ kebangkrutan,
~ kemandulan,
~ dan pengangguran.

Bagaimana Anda tahu apabila Anda tengah berada di jalan buntu?
>> Ketika banyak hal tak bisa Anda atasi
>> dan ketika Anda tak bisa berbuat apa-apa.

Ketika Anda terjebak dalam fase ke 5 dan menunggu-nunggu untuk keluar dari sana,
>> Anda perlu ingat apa yang bisa Allah buat.

Situasi itu mungkin berada di luar kendali Anda,
>> tapi itu tidak di luar kendali Tuhan.

Saat menghadapi kebuntuan,
>> janganlah terpaku pada apa yang tidak bisa Anda lakukan;
>> melainkan fokuslah pada apa yang bisa Allah lakukan.

Roma 4:17 mengatakan,
"Seperti ada tertulis:
'Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa'
>> di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya,
>> yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
>> dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Ada dua hal yang dapat Allah lakukan yang tak bisa Anda lakukan:
>> Ia bisa menghidupkan orang mati,
>> dan Ia bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan.
>> Jika Ia bisa menghidupkan orang mati,
~ maka Ia pun bisa menghidupkan karir Anda yang mati.
~ Ia bisa menghidupkan pernikahan yang mati.
~ Dia bisa menghidupkan impian yang mati.
~ Dan Ia pun bisa menghidupkan kebuntuan finansial Anda.

Abraham bukan hanya percaya pada kekuatan dari berpikir positif.
>> Saya selalu menyarankan orang untuk berpikir positif, sebab alternatif lainya apa?

Berpikir negatif tak ada gunanya.
>> Tapi masalahnya, pikiran positif bukanlah iman.

Ini dua hal yang amat berbeda.

>> Pikiran positif bekerja dengan baik dalam situasi dimana Anda bisa pegang kendali.
>> Tetapi dalam situasi-situasi yang berada di luar kendali Anda,
~ pikiran positif akan sia-sia.
~ Itu cuma angan-angan belaka.
~ Itu tidak akan mengubah keadaan.

Ketika Anda menghadapi hal-hal yang di luar jangkauan Anda,
>> Anda perlu sesuatu yang lebih dari sikap mental yang positif.
>> Anda perlu ber-iman kepada Allah,
>> sebab Ia dapat mengendalikannya ketika Anda tidak bisa.

Sebagian besar hal dalam hidup berada di luar kendali Anda,
>> sebab itu Anda jauh lebih butuh iman
>> dibanding memiliki pikiran yang positif.

Alkitab mengatakan dalam Lukas 18:27, >> "Apa yang tidak mungkin bagi manusia,
>> mungkin bagi Allah."

Allah paling ahli dalam hal yang mustahil. >> Ini dinamakan mujizat, dan Ia dapat membuatnya dalam hidup Anda!
>> Dia siap mengubah kebuntuan Anda menjadi pembebasan.

Renungkan hal ini:

>> Kebuntuan apa yang tengah Anda hadapi saat ini?
>> Apakah Anda masih percaya bahwa Allah memegang kendali atasnya?
>> Mengapa kadang sulit untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang berada di luar kendali Anda?
>> Menurut Anda, apa buah dari memiliki iman kepada Allah bahkan saat Anda sampai di kebuntuan?
>> Bagaimana iman mengubah Anda?
>> Bagaimana iman mengubah keadaan Anda?
_________________________________
Tuhan selalu pegang kendali atas hidup Anda,
>> milikilah iman percaya kepada-Nya

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 02 Mei 2016

PIDATO MENTERI PE


PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
Pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.

Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa.
Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia, Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta
kemampuan kolaborasi.

Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia, Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.

Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia, Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema "Nyalakan Pelita, Terangkan Citacita" sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benarbenar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.
Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
Anies Baswedan, Ph.D.

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Bagaimana Kesulitan Dapat Membuat Anda Lebih Baik, Bukan Menjadi Pahit


Bagaimana Kesulitan Dapat Membuat Anda Lebih Baik, Bukan Menjadi Pahit

03 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 27:31
>>  "Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya:
~ 'Jika mereka tidak tinggal di kapal,
~ kamu tidak mungkin selamat.'"
-------------------------------------
Hidup ini tak adil.
>> Anda akan berhadapan dengan masalah, kesulitan, dan rasa sakit yang akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik, atau malah membuat Anda kepahitan.

>> Anda akan menjadi dewasa atau malah menyerah.
>> Anda akan menjadi orang yang Tuhan kehendaki, atau malah akan berkeras hati.
>> Anda harus memutuskan bagaimana Anda akan menanggapi masa-masa sulit dalam hidup Anda.
>> Bagaimana Anda akan menghadapinya...?

Ketika melalui masa-masa sulit,
apa yang tengah terjadi pada Anda,
>> tidaklah sepenting apa yang terjadi di dalam diri Anda.
>> Itulah apa yang semestinya Anda bawa ke dalam kekekalan
~ bukannya membawa persoalan,
~ tapi membawa karakter Anda.

Dalam Kisah Para Rasul 27,
kita belajar tiga cara dalam merespon permasalahan:

1. Jangan menyerah.

Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan.
>> Karena itu kami menyerah saja
>> dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
(Kisah Para Rasul 27:15)

Ketika kapal yang membawa Paulus dan tahanan lainnya yang menuju Roma terombang-ambing di tengah laut Mediterania dan tak melihat matahari selama 14 hari,
>> mereka pun mulai putus harapan.
>> Ketika menghadapi kesulitan, beberapa orang mulai menyerah.
>> Mereka tidak memiliki
~ tujuan,
~ cita-cita,
~ ambisi,
~ atau mimpi atas hidup mereka.
>> Ini ibarat naik sepeda menuruni bukit, Anda tak perlu susah payah mengayuh pedal Anda.
~ Tapi masalahnya adalah Anda turun ke bawah,
~ dan sementara hidup ini bukanlah sesuatu yang mudah.
~ Hidup ini keras.
~ Jangan kehilangan ambisi atau mimpi Anda hanya karena hidup ini semakin sulit.

2. Jangan melarikan diri.

Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai,
>> maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
(Kisah Para Rasul 27:18)

>> Orang-orang yang bertugas saat itu harus meringankan berat kapal,
>> mereka pun melemparkan muatan kapal ke laut,
~ seperti peralatan
~ dan makanan.
>> Mereka membuang hal-hal yang mereka butuhkan karena badai begitu kencang.

Ketika Anda terjebak di tengah badai dan ketika tekanan tak bisa lagi ditahan,
>> Anda cenderung mulai meninggalkan nilai-nilai baik dan hubungan-hubungan yang bermasalah.
>> Anda berkata, "Aku menyerah pada pernikahanku.
>> Aku menyerah mengejar mimpiku untuk kuliah.
>> Tapi Tuhan berkata,'Tetaplah di dalam kapal!'"

Apakah Anda sudah melakukannya dalam pernikahan Anda?
>> Apakah Anda sudah berkata,
~ "Perceraian bukanlah pilihan buatku.
~ Kita berdua bisa melalui badai ini.
>> Jika Anda belum,
~ Anda pasti akan selalu tergoda untuk berjalan keluar dari jalur.
>> Jika Anda tidak membuang ketakutan Anda,
~ Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan karakter yang Tuhan ingin Anda miliki.
>> Allah dapat mengubah situasi dan kepribadian seseorang.
>> Dia bisa mengubah Anda.
~ Tapi Dia tidak akan melakukannya
~ jika Anda selalu kabur dari permasalahan Anda!
>> Saya telah belajar dari pengalaman pribadi,
~ bahwa tidak pernah menjadi kehendak Allah bagi kita untuk lari dari situasi yang sulit.
~ Allah ingin Anda belajar, tumbuh, dan berkembang.
>> Jadi hadapilah.

3. Jangan putus asa.

"Setelah beberapa hari lamanya
>> baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan,
>> dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami,
>> akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami" (Kisah Para Rasul 27:20).

Setelah 14 hari dalam kegelapan total
>> dan setelah membuang muatan,
~ peralatan,
~ dan makanan,
~ para penumpang kapal itu akhirnya putus asa.
>> Tapi mereka lupa satu hal:
~ Di dalam badai sekali pun,
~ Tuhan yang memegang kendali.
~ Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda.
>> Anda mungkin tak bisa merasakan kehadiran-Nya,
>> namun bila Anda merasa jauh dari-Nya,
>> coba tebak siapa yang datang menghampiri Anda?
>> Tuhan bersama Anda di tengah badai, ~ dan Ia akan membantu Anda melewatinya.
>> Ia sedang menguji Anda untuk melihat apakah Anda akan percaya pada-Nya.

Apakah Anda akan lulus ujian-Nya?

Renungkan hal ini:

>> Apa Anda percaya bahwa Tuhan ada bersama Anda di dalam badai persoalan Anda?

>> Bagaimana Anda menunjukkan kepercayaan Anda pada-Nya?

>> Situasi sulit apa yang sedang Anda tunggu-tunggu supaya Tuhan mengubahnya?

Tuhan menunggu Anda untuk mulai berubah.

Dia tak mau Anda hanya menunggu Dia mengubah keadaan Anda.

Bagaimana Anda merespon kebenaran ini?
______________________________
Tuhan yang memegang kendali,
>> percayalah kepada-Nya tanpa ragu dan takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 01 Mei 2016

Rancangan Tuhan Lebih Besar dari Masalah atau Kepedihan Anda

Rancangan Tuhan Lebih Besar dari Masalah atau Kepedihan Anda

02 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:17
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami."
-----------------------------------------------
Ketika kita menghadapi kesulitan dalam hidup, hal pertama yang biasanya kita lakukan ialah menyalahkan orang lain.
>> Tapi dari mana pun asalnya masalah Anda - Tuhan punya tujuan di baliknya.
~ Bahkan ketika Anda melakukan hal-hal bodoh, Dia tetap bisa menggunakannya.
~ Bahkan ketika orang lain menyakiti Anda dengan sengaja, Ia dapat menggunakannya.
~ Bahkan ketika iblis merencanakan hal buruk atas hidup Anda, Dia dapat mendatangkan kebaikan dari dalam keburukan.

>> Tujuan Tuhan atas hidup Anda lebih besar dari masalah dan kepedihan Anda.
~ Tuhan punya rencana!
~ Anda perlu melupakan rasa sakit sementara
~ dan melihat keuntungan jangka panjang untuk hidup Anda.

Roma 5:3-4 mengatakan,
"Dan bukan hanya itu saja.
>> Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita,
~ karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
~ dan ketekunan menimbulkan tahan uji
~ dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Apa maksud dan tujuan dari masalah dan kesulitan Anda...?
>> Tuhan ingin Anda belajar sesuatu.
~ Setiap badai adalah sekolah.
~ Setiap ujian adalah guru.
~ Setiap pengalaman adalah pembelajaran.
~ Setiap kesulitan adalah untuk kedewasaan Anda.

Sebagian besar dari kita adalah orang yang lambat belajar.
>> Jadi bila Anda tidak belajar sesuatu dari masalah Anda,
~ Tuhan akan memunculkannya lagi dalam hidup Anda.
~ Masalah akan tetap datang kembali
~ sebab Dia lebih tertarik dengan karakter Anda
~ daripada dengan kenyamanan Anda.

Dia lebih tertarik melihat Anda menjadi semakin seperti Kristus
>> ketimbang membuat segala hal mudah buat Anda.

>> Beberapa dari Anda mungkin tengah menghadapi kesulitan besar saat ini.
~ Mungkin itu berupa suatu penyakit
~ atau rasa bersalah
~ atau masalah keuangan
~ atau kerenggangan dalam hubungan Anda.

Apakah Tuhan punya pesan yang ingin Ia sampaikan melalui persoalan Anda itu?

Tentu saja.

>> Dia sedang berkata pada Anda,
~ "Jangan menyerah.
~ Jadilah dewasa.
~ Wujudkan maksud di balik penderitaan Anda itu."

Jadilah lebih dan lebih seperti orang yang Ia kehendaki.

>> "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini,
~ mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal
~ yang melebihi segala-galanya,
~ jauh lebih besar dari pada penderitaan kami". (2 Korintus 4:17)

Renungkan hal ini:

>> Apakah dengan menyalahkan
mempengaruhi Anda secara rohani dan emosional?

>> Bagaimana?
~ Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk tumbuh secara rohani
~ agar Anda bisa mewujudkan maksud dan tujuan dari kesulitan Anda tersebut?

Bagaimana Anda akan merespon seseorang yang bertanya,
>> "Mengapa orang baik ini harus mengalami masa sulit?"
_________________________________
Tuhan punya rencana besar atas hidup Anda,
>> jangan menyerah
>> dan jadilah dewasa

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya