Selasa, 15 Maret 2016

Car Menghadapi Ketakutan Dan Keraguan

Cara Menghadapi Ketakutan Dan Keraguan

16 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
---------------------------------------------
Akar dari semua keraguan ialah ketakutan.

Kita semua punya berbagai jenis ketakutan yang berbeda.
* Kita takut untuk membuat kesalahan dan mempermalukan diri kita sendiri.
* Kita takut tidak mampu menyelesaikan apa yang telah kita mulai.
* Kita takut tidak cukup cakap.

Salah satu rasa takut yang menahan kita untuk mengambil keputusan adalah rasa takut akan penolakan.

(Amsal 29:25) mengatakan,
"Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

* Di saat Anda mulai khawatir dengan apa yang orang lain pikirkan, maka segalanya selesai,
* sebab rasa takut akan penolakan selalu lebih buruk daripada penolakan itu sendiri.

Jadi bagaimana Anda menyingkirkan ketakutan?

Hanya ada satu cara:
* Hadapi dan lawanlah.

Lakukan hal yang paling Anda takuti!
* Di satu titik,
* Anda harus berhenti membidik,
* dan mulai menarik pelatuk.

Satu-satunya penawar rasa takut adalah iman.
* Anda harus melangkah dalam iman.
* Anda harus percaya pada Tuhan dan mulai bergerak.

Dalam setiap keputusan besar yang telah kami buat di Saddleback Church,
ada rasa takut saya di sana.
*Tapi pada akhirnya,
* bagaimana pun juga,
* saya tetap melangkah.

Keberanian bukanlah ketiadaan dari rasa takut;

keberanian akan maju melesat,
terlepas dari rasa takut Anda.

Bila Anda tidak takut, Anda tidak perlu keberanian.

Keberanian datang ketika Anda takut setengah mati namun juga percaya bahwa itulah yang Allah ingin Anda lakukan sehingga Anda pun tetap melakukannya.

(Amsal 3:5-6) mengatakan,
* "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
* dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
* Akuilah Dia dalam segala lakumu,
* maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Allah menopang mereka yang bergerak dalam iman.

Inilah pertanyaan yang perlu Anda tanyakan:

Sampai sejauh mana Anda harus percaya pada Tuhan?
* Anda belum benar-benar percaya pada-Nya sampai Anda berusaha melakukan sesuatu yang tak bisa Anda lakukan dengan kekuatan Anda sendiri.
* Saya tak tahu keputusan apa yang harus Anda buat,
* namun Anda perlu bersiap-siap dan kemudian melangkah di dalam iman.

Mengapa?

Karena pilihan Anda menentukan karakter dan masa depan Anda.

Serahkan diri Anda kepada Allah,
dan Ia akan memberikan hikmat dan keberanian untuk membuat keputusan yang akan membawa Anda lebih dekat kepada-Nya yang telah merancang hidup Anda.

Renungkan hal ini :
* Bagaimana rasa takut menahan Anda untuk bergerak maju dalam hidup?
* Adakah keputusan yang perlu Anda buat yang mengharuskan Anda untuk percaya pada Tuhan?
* Langkah iman apa yang Anda percaya Ia mau agar Anda ambil?
* Buat Anda, apa artinya menyerahkan keputusan-keputusan Anda kepada Allah?
______________________________
* Satu-satunya penawar rasa takut adalah iman.
* Anda harus melangkah dalam iman,
* percaya pada Tuhan dan mulai bergerak

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 14 Maret 2016

Seminat Ahok di GRII


Copas Dari group PMKS Senior:

Tadi sy hadir di seminar Ahok di GRII

Berikut sy buat beberapa catatan dari sharing Ahok :

Kita dipanggil utk sbg showcase for God's transformational power.

Ahok sharing tentang Abraham Kuyper, Perdana Menteri Belanda yg Calvinist yg mengatakan kalau tidak memperhatikan orang miskin sama dengan menghina Tuhan.

Ahok mengikuti apa yang ditulis Salomo : No Bribery and No Partiality (makanya saya/Ahok jadi pilih jalur Independent)

Akar masalah Negara ini adalah Korupsi. Spt Alkitab bilang Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang.

Bagaimana melawan korupsi: Transparansi. Semua transaksi dibuat online.

4 hal yg menjadi prinsip Ahok dalam mengerjakan semua hal :
1. God's providential control
2. We are elected (Israel chosen by God and we are Christians are the new Israel)
3. Nothing to fear (fight for the truth)
4. God will provide, trust that our need will be provided by our God

Kebenaran --> keadilan --> kebaikan

Kalau ada Kebenaran maka akan ada Keadilan. Kalau ada Kebenaran & Keadilan baru akan ada/terjadi Kebaikan.

Sebagai orang Kristen kita harus membaca Alkitab setiap hari.
Ahok setiap pagi jam 4.30 baca Alkitab lalu akan sharing ke anak2 & berdoa ber-sama2 sebelum mereka ke sekolah.
Kalau orang Kristen tidak mau baca Alkitab bagaimana bisa melakukan kehendak Tuhan.

Kata Ahok semua hal (ide2 pembaruan dll) asalnya dari isi Alkitab yg dia baca setiap hari.

Kalau mau belajar public speaking, kata Ahok bisa belajar dari Paulus.

Cinta negara & cinta rakyat merupakan hal yg dimiliki oleh negarawan.

Kalau menghadapi orang2 yg melawan dia maka Ahok akan mengingat tentang Tuhan Yesus yg mengasihi semua orang termasuk orang2 yg menentang Dia.

Harus benci dosa & perbuatan yg jahat tetapi tidak membenci orangnya.

Kalau menghadapi rakyat terutama yg sudah dibantu namun tidak tahu terima kasih bahkan ada yg me-maki2 karena issue SARA maka Ahok dikuatkan oleh kisah Musa yg memimpin bangsa Israel yg tegar tengkuk.

Kata Ahok, definisi sukses buat dia adalah kalau apa yg dia lakukan itu menyenangkan Tuhan...🙏 Amiin

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sebelum Anda Berkomitmen, Bagaimana Anda Menghitung Biayanya?

Sebelum Anda Berkomitmen, Bagaimana Anda Menghitung Biayanya?

15 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Amsal 20:25
Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
--------------------------------------------
Ketika Anda harus membuat satu keputusan besar,

Alkitab mengatakan bahwa Anda perlu menimbang biayanya:

Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus",
dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar (Amsal 20:25).

Setiap keputusan ada label harganya.

Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri apa yang harus Anda korbankan di ke empat bidang ini:
* waktu,
* uang,
* tenaga,
* dan hubungan Anda.

Pada dasarnya tidak apa-apa untuk berkata pada orang lain,

"Nanti saya akan kembali lagi."

Tidak masalah buat Anda untuk terlebih dulu mempertimbangkan dan menghitung biayanya.

Jangan merasa tertekan, sebab ada hukum kehidupan yang diajarkan dalam kitab Amsal dan Pengkhotbah:
* Selalu lebih mudah untuk masuk daripada keluar.
* Lebih mudah untuk berhutang daripada melunasinya.
* Lebih mudah untuk masuk ke dalam satu hubungan daripada mengakhirinya.
* Lebih mudah untuk menambahkan kegiatan ke dalam jadwal Anda daripada menguranginya.

Selalu lebih mudah untuk masuk daripada keluar.

Lukas 14:28-29 mengatakan,
"Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya,

jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,

Sebelum saya mendirikan Saddleback Church, saya harus menghitung biaya dalam hal
* waktu,
* uang,
* tenaga,
* dan keluarga.

Anggaran tahun pertama saya di Saddleback Church, termasuk seluruh gaji staf, adalah $ 60.000.

Saya tahu bahwa akan ada banyak pengorbanan yang harus saya buat untuk memulainya, dan saya harus bertanya pada diri sendiri,

"Apakah itu layak?"

Ya, tentu saja!

Dengan tahu bahwa akan ada ribuan orang yang berada di Surga untuk selama-lamanya melalui pelayanan di Saddleback Church, itu membuat segalanya layak.

Jadi, inilah pertanyaan yang perlu Anda tanyakan saat membuat satu keputusan besar:

Apakah ini layak?

Hitung biayanya sebelum Anda berkomitmen.

Renungkan hal ini:

* Anda pikir mengapa penting untuk menghitung biaya dari sebuah keputusan, berkaitan dengan tenaga Anda?

* Dalam keputusan apa Anda perlu memberitahu orang lain,
"Saya mau mempertimbangkannya dahulu"?

* Menurut Anda, bagaimana respon mereka?

* Apa yang membuat sebuah keputusan yang akan memakan banyak uang, waktu, dan tenaga menjadi layak?
_____________________________
Ketika Anda harus membuat satu keputusan besar, Alkitab mengatakan bahwa Anda perlu menimbang biayanya

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 13 Maret 2016

Tiga Langkah Sebelum Mengambil Keputusan Besar Dalam Pekerjaan

Tiga Langkah Sebelum Mengambil Keputusan Besar Dalam Pekerjaan

14 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Amsal 2:6-7
Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.
----------------------------------------------
* Apakah Anda tengah menghadapi satu keputusan sulit dalam karir Anda?
* atau apakah Anda sedang bimbang apakah harus mengganti pekerjaan atau tidak?

Untungnya seorang pengusaha terkaya dalam sejarah juga menulis dua buku dalam Alkitab,

Amsal dan Pengkhotbah dan menyebarkan hikmatnya mengenai kekayaan dan pekerjaan.

Ada tiga langkah pertama yang bisa kita pelajari dari hikmat Salomo dalam kitab Amsal, yang bisa diaplikasikan untuk segala jenis keputusan besar yang harus Anda ambil.

Bagaimana caranya?

1. Pertama, pelajari Alkitab.

Sebelum Anda mendengarkan pendapat orang lain tentang apa yang perlu Anda lakukan, terlebih dahulu Anda perlu melihat dari perspektif Tuhan.

Alkitab mengatakan dalam
(Amsal 2:6-7)
* Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat,
* dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
* Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur,
* menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.

Berhenti mendengarkan suara orang lain, dan mulai mencari sebuah ayat.

2. Selanjutnya, gali fakta-fakta.

(Amsal 18:13) mengatakan,
* "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar,
* itulah kebodohan dan kecelaannya.

Sebelum saya memulai Saddleback Church, saya menghabiskan enam bulan untuk mencari fakta-fakta dan informasi.

Saya membaca semua artikel di koran tentang pertumbuhan gereja bahkan sebelum saya pindah ke Orange County.

Kemudian saya mempelajari demografi dan statistik penduduk, dan di situ saya menemukan bahwa antara tahun 1970 dan 1980,
* Orange County merupakan daerah yang paling cepat berkembang di Amerika,
* dan Saddleback Valley ialah daerah dengan pertumbuhan penduduk tercepat di Orange County.

Saya berpikir,
Mereka mungkin membutuhkan beberapa gereja baru!"

Jadi saya memilih satu tempat untuk melayani yang saya tahu di sana akan ada satu kebutuhan akan gereja.

Setelah saya mendapatkan kebutuhan tersebut,
saya pun melakukan riset.

3. Kemudian, saya meminta saran.

Anda perlu berdiskusi dengan orang-orang yang telah membuat keputusan yang sama dan juga kepada orang-orang yang tahu bentuk Anda.

Tanyakan pada mereka,
"Apakah saya benar-benar dibentuk untuk melakukan ini atau tidak?

Apakah ini saya atau bukan saya?
( "Amsal 15:22) mengatakan,
* Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan,
* tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Salah satu alasan mengapa kita tidak mau meminta saran ialah karena,
* kita tak mau mengakui bahwa kita tidak punya jawaban atas segala pertanyaan.

Namun kerendahan hati dan hikmat berjalan berdampingan.
* Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya,
* kemungkinan besar Anda akan gagal.

Jadi,
untuk mengambil satu keputusan yang bijaksana dan efektif,
* terlebih dahulu carilah di Alkitab,
* kemudian teliti fakta-fakta yang ada,
* dan pada akhirnya, mintalah saran dari orang-orang yang punya pengalaman dan tahu tentang bentuk Anda.

Renungkan hal ini:
* Mengapa Anda pikir begitu penting untuk mengenal bentuk Anda ketika membuat keputusan besar tentang pekerjaan Anda?
* Siapa saja orang dalam hidup Anda yang bisa Anda mintai saran tentang pekerjaan Anda?
* Mengapa Anda percaya pada orang itu?
* Bagaimana Anda bisa menerapkan langkah-langkah ini ke dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan Anda?
______________________________
Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya, kemungkinan besar Anda akan gagal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sabtu, 12 Maret 2016

Ambil Langkah Iman Di Tempat Kerka

Ambil Langkah Iman Di Tempat Kerja

13 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Pengkhotbah 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
---------------------------------------------
Pada tahun 2012, sebuah rekor dunia ditorehkan ketika Felix Baumgartner melakukan lompatan tertinggi yang pernah dicetak dengan terjun bebas dari ketinggian 39 km dari ruang angkasa menuju Bumi dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara.
Itu baru namanya lompatan yang dahsyat!

Dalam beberapa hal,
Allah akan meminta Anda untuk mengambil sebuah langkah iman yang besar dengan melakukan hal-hal yang telah Ia rancang untuk Anda lakukan.

Anda mungkin tidak akan pernah diminta untuk mengambil langkah iman yang sebesar Baumgartner, tapi ini mungkin rasanya sama seperti ketika Anda memutuskan untuk mengganti pekerjaan Anda.

Alkitab mengatakan dalam
(Pengkhotbah 11:4)

Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur;

dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Teman saya Mark Burnett adalah seorang produser televisi paling sukses di Hollywood saat ini.
Dia punya acara top di beberapa jaringan televisi, menciptakan program hits seperti "Survivor", "Celebrity Apprentice," dan "TheVoice."
Dia juga seorang Kristen yang taat.

Saat saya bertanya pada Mark bagaimana ia melangkah keluar dalam iman dengan ide atau sesuatu yang baru,

ia berkata seperti ini:

"Jika Anda tidak tahu persis apa yang harus dilakukan itu tidak jadi masalah.

Saya punya sebuah filosofi yang saya sebut

'melompat,'

yang mengatakan bahwa
* mereka yang ingin tahu lebih dulu dengan 100% kepastian sebelum melangkah ke depan,
* pada akhirnya tidak berbuat apa-apa;

Anda memutuskan
* untuk tidak akan menikah,
* untuk tidak akan mengganti pekerjaan
* atau membuka bisnis baru.

Saya pikir tak masalah jika Anda hanya yakin 30, 40, atau 50 persen,

lalu selebihnya mencari tahu sendiri sambil Anda melakukannya.

Filosofi 'melompat' intinya seperti ini;
* jika Anda tidak yakin apakah bisa berenang atau tidak,
* berenang saja sekalian.

Jika Anda hanya menunggu untuk memecahkan semua masalah sebelum Anda mulai melangkah,

maka Anda tidak akan pernah mulai.

Ini bagaikan pola asuh - tidak ada yang tahu bagaimana caranya menjadi orangtua!
* Anda memiliki bayi,
* lalu selebihnya Anda mencari tahu sendiri sambil menjalaninya.

Anda harus mengambil langkah iman di beberapa fase kehidupan Anda untuk bergerak menuju apa yang telah Allah rancangkan buat Anda.

Tidak ada jaminan di bumi ini yang menjamin Anda akan berhasil dalam semua sisi.

Tapi ketika Anda melangkah keluar dalam iman,
dengan percaya pada Allah dan berlomba-lomba melaksanakan pekerjaan-Nya melalui bentuk Anda,

ini yang Ia janjikan buat Anda dalam (Amsal 16:3)

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Renungkan hal ini:

Apa langkah iman dalam pekerjaan Anda yang selalu Anda bicarakan atau impikan?

Keadaan-keadaan apa yang menahan Anda untuk mengambil langkah iman tersebut?

Apakah Anda pikir hambatan-hambatan tersebut akan berubah?

Dalam bidang apa Anda perlu percaya pada Allah lebih lagi?
______________________________
Anda harus mengambil langkah iman di beberapa fase kehidupan Anda untuk bergerak menuju apa yang telah Allah rancangkan buat Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Cabut Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri

Cabut Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 ttg Pendirian Rumah Ibadah

Pendirian Rumah Ibadah di atur oleh Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006, dimana dalam peraturan tersebut mensyaratkan harus ada KTP dari 90 orang pengguna Rumah Ibadah dan 60 orang persetujuan masyarakat setempat.

Klausul peraturan yang menyebutkan "dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang" untuk mendirikan rumah ibadah diskriminatif bagi penganut agama minoritas di suatu wilayah.

Adalah tidak mudah mengumpulkan tanda tangan 60 orang untuk mendapatkan izin pendirian rumah ibadah, apalagi jika yang diminta tanda tangan adalah warga yang agamanya berbeda dengan pihak yang akan mendirikan rumah ibadah.

Dan lagi sekarang, banyak sekali kekerasan, penutupan, dan pembakaran rumah ibadah oleh kelompok anarkis karena alasan tidak memenuhi persetujuan 60 orang tersebut.

Contoh terakhir adalah penyerangan dan pembakaran gereja di Aceh Singkil yang dilakukan ratusan orang. Insiden itu bahkan mengambil korban 1 tewas dan 4 orang luka. Selain Singkil, masih banyak lagi rumah ibadah lain yang akan ditutup dengan alasan yang sama. Bayangkan berapa banyak korban jiwa lagi yang berjatuhan karena masalah ini.

Kekerasan semacam ini, akan membuat terjadi balas membalas, dan mengikis rasa kebangsaan kita. Bayangkan negeri ini akan terkotak-kotak dan menghilangkan rasa toleransi kita sebagai sesama anak bangsa. 

Indonesia tidak boleh dikelompok-kelompokan berdasarkan mayoritas dan minoritas, dimana hal tersebut malah akan membuat tercerai berai nya bangsa kita, dan menjadi rapuh.

Negara harus menjamin bahwa setiap warga negara bisa beribadah dimanapun mereka berada di seluruh indonesia. 

Mari jadi bagian yang mendukung Indonesia yang tidak terkotak-kotak.

 


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Menjadi Manusia Yang Bahagia

MENJADi MANUSIA YANG BAHAGIA

Alihbahasa oleh Rm. Ignatius Ismartono, SJ

"Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini. Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot.
Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu.

Aku ingin mengingatkanmu bahwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan.
Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih di saat perselisihan.

Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan.

Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.

Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis.

Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri.

Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri.

Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada diluar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita.

Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan.

Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak.

Untuk memiliki rasa mantab ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil.

Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua, menciptakan saat-saat indah bersama sahabat-sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita.

Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yang bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku "Saya Salah", & memiliki keberanian untuk berkata "Maafkan Saya"....

Memiliki kepekaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu" ; memiliki kemampuan untuk berkata "Aku....

Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia.

Di musim semi-mu, jadilah pecinta keriangan. Di musim dingin-mu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan.

Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan.

Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan airmata untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantabkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasaan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan.

Jangan menyerah... Jangan berhenti menghasihi orang orang yang engkau cintai..... Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan.

Dan engkau adalah seorang manusia yang luarbiasa!"

- Paus Fransiskus -

Dikirim dari perangkat Samsung saya