Sabtu, 12 Maret 2016

Kami MUSLIM, Kami Dukung AHOK !!!


Jualan Isu Agama saat Pemilu Sudah Gak Laku....!
INI JAKARTA, BUNG !!!

Kami MUSLIM, Kami Dukung AHOK !!!

Tidak semua masyarat muslim diwakili oleh FPI yang mengklaim diri mereka sebagai perwakilan seluruh umat islam terutama yang berada di Jakarta atas aspirasinya yeng menolak AHOK dan berusaha melengserkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi.

FPI dan sekutu - sekutu WAHABI nya mengklaim diri perwakilan umat muslim dan dengan klaim itu mereka manfaatkan untuk menyukseskan misi pribadi / golongan mereka menggulingkan AHOK sebagai Gubernur DKI Jakarta yang sah.

FPI tidak sama sekali mewakili umat Islam apalagi merepresentasikan ajaran - ajaran dan nilai nilai dalam Agama Islam. FPI hanyalah kaum oportunis yang terus terusan memanfaatkan AGAMA sebagai kendaraan untuk memuluskan misi misinya demi kepentingan pribadi / golongan mereka sendiri.

Melalui gerakan ini kami masyarakat muslim Indonesia terutama masyarakat muslim Jakarta MENUNJUKAN bahwa KAMI MASYARAKAT MUSLIM Tidak Mendukung FPI dan kawan kawan WAHABI nya yang hendak merampas suara rakyat yang telah memilih figur pemimpin mereka secara sah melalui proses pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah secara DEMOKRATIS.

FPI sama sekali tidak berhak memaksakan kehendak mereka untuk melengserkan AHOK dari jabatan Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Jokowi. FPI tidak memiliki hak mengklaim diri mereka mewakili aspirasi seluruh umat muslim menolak AHOK. TIDAK!!!

Di sini kami menunjukan KAMI MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA MENDUKUNG AHOK menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan memimpin kami ke depan!

KAMI MUSLIMIN dan MUSLIMAT Mendukung AHOK dan MENENTANG KERAS ormas ormas anarkis oportunis yang memanfaatkan AGAMA ISLAM sebagai topeng dan kendaraan POLITIS demi kepentingan
pribadi/golongan mereka saja!

Jangan MENGATAS NAMAKAN Umat Islam apalagi Agama Islam dan Nama ALLAH Subhanahu wa ta'ala untuk tujuan tujuan tidak terpuji....!!!!

Kami MUSLIMIN dan MUSLIMAT MENENTANG AROGANSI FPI dan Mendukung AHOK!

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Ketika Nabi ditekan di Mekah,

Ketika Nabi ditekan di Mekah,

beliau menyuruh kaum muslimin hijrah ke Habasyah (Ethopia).
* Rajanya seorang Nasrani, 
* menerima orang-orang yang hijrah itu, 
* melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah.

Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu. 

Orang-orang Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. 

Ke mana? 
Ke Eropa. 
* Siapa orang-orang Eropa itu? 
* Muslimkah mereka? 

Sebagian besar tidak. 

Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah 
* Nasrani, 
* atau ateis (musyrik). 

Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang muslim, 

persis seperti ketika kaum muslim hijrah ke Habasyah. 

Jadi, cobalah orang-orang yang rajin berkhotbah itu bicara kepada para pengungsi itu. 

Katakan kepada mereka bahwa,
* meminta perlindungan kepada Nasrani, 
* menjadikan mereka pelindung 
* itu haram hukumnya . 
Bisakah?

Ironisnya, 
* dari siapa mereka lari? 
* Dari kaum kafir? 

Bukan. 
* Mereka lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, 
* kaum muslim. 
* Kaum muslim yang berebut kekuasaan. 

Tahukah Anda bahwa bibit konflik Kekuasaan itu sudah terbentuk sejak Rasul wafat? 
* Ketika orang-orang mulai kasak kusuk untuk mencari siapa yang akan jadi khalifah, 
* padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. 

Permusuhan itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah ribuan tahun, kekal hingga kini.
* Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika saudara-saudara kita dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta perlindungan kepada kaum Nasrani dan kafir? 
* Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yang memusuhi orang-orang Nasrani dan Yahudi lalu memelihara permusuhan kepada mereka.

Ingatlah, 
* musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, 
* melainkan rasa permusuhan itu sendiri. 

Rasa permusuhan itulah yang telah 
* mengalirkan banyak darah kaum muslimin, 
* mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. 

Sesama saudara pun bisa saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. 

Kenapa mereka berbunuhan? 
* Politik Perebutan kekuasaan. 
* Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan permusuhan. 

Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? 
* Saya tidak. 
* Karena saya tidak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu.

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Bu Mega Berani Jual, Teman Ahok Siap Membeli



BU MEGA BERANI JUAL, TEMAN AHOK SIAP MEMBELI

Siapkan tisue basah anda, bu Mega !

Apakah anda pernah baca guyonan mengenai kisah penyanderaan anggota dewan oleh segerombolan penjahat yang meminta tebusan 100 milyar disertai ancaman bahwa jika tebusan tidak dibayar, maka anggota dewan akan dibakar semua.

Dan apa reaksi masyarakat? Maukah mereka saweran buat membebaskan para "wakil rakyat" tersebut dari penyanderaan? Ternyata tidak. Masyarakat justru memilih menyumbang bensin, entah seliter atau dua liter. Mereka lebih senang anggota dewan itu dibakar saja hingga jadi arang.

Apakah anda pernah baca guyonan satire tiap ada tragedi bom, pasti ada yang mengatakan kenapa tidak gedung DPR RI saja yang dibom, supaya para "wakil rakyat" itu mati gosong semuanya.

Memang cuma humor satire, entah siapa yang membuat cerita lucu tersebut. Tapi andai itu terjadi, saya pikir tak banyak yang keberatan.

Jujur saja, memang serendah itulah kredibilitas "wakil rakyat" di mata kami. Mereka cuma sekumpulan orang-orang yang dipaksakan bergelar "wakil rakyat" namun sejatinya adalah budak partai. Mereka takut kena PAW (pergantian antar waktu), mereka takut kena pecat dan kehilangan kursi. Mereka tunduk kepada perintah Ketum partai.

Dimana letak kepentingan rakyat ditempatkan? Sepanjang tidak melanggar garis kebijakan ketum partai, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan partai. Jadi mana yang hirarkinya lebih penting? Kepentingan RAKYAT atau PARTAI? Jelas partai dong!!

Akal sehat saya bereaksi ketika mendengar perintah bu Mega kepada DPD PDIP DKI untuk melawan calon independen di Pilgub DKI yang direpresentasikan pada diri seorang Ahok. Katanya liberal, katanya membuat peran parpol menjadi disfungsi.

Kalau bu Mega takut liberal dan terjadi disfungsi parpol, kenapa PDIP tidak menggandeng Ahok saja? Bukankah Ahok seorang pemimpin yang sudah membuktikan kapabilitasnya membenahi DKI? Bukankah Ahok dicintai warga DKI dan elektabilitasnya paling tinggi? Apa hanya karena Ahok menolak membayar mahar dan juga menolak melamar (tak mau disebut petugas partai) lantas membuat bu Mega tersinggung dan memutuskan supaya PDIP melawan Ahok?

Alamaaak, kalau kehendak rakyat diabaikan hanya demi sebuah gengsi dan rasa tersinggung seorang Ketum partai, kami sebagai rakyat juga punya hak untuk memilih melawan parpol. Anda berani jual, kami siap membeli. Anda teriak DEPARPOLISASI, kami akan mewujudkannya, bu. Jika keberhasilan mengantar Ahok maju Pilkada melalui jalur independen adalah tamparan bagi PDIP, maka sejujurnya kami benar-benar ingin memberikan tamparan.

Teriakan ibu mengenai deparpolisasi justru menjadi tantangan bagi kami semua anggota relawan TEMAN AHOK untuk kembali bekerja mengusung pasangan Ahok - Heru. Akan kami buktikan bahwa bukan cuma parpol saja yang bisa menyediakan tiket bagi pemimpin bersih dan amanah seperti Ahok. Kami para relawan juga mampu menyiapkan tiket menuju Pilkada DKI bagi pasangan Ahok - Heru.

Ratusan ribu copy KTP yang kami kumpulkan bukanlah fiktif. Kami bisa memghubungi mereka kembali melalui sms ataupun email. Posko posko kami justru makin ramai sejak keputusan PDIP untuk melawan calon independen. Kami marah, kami muak melihat perilaku parpol. Ibarat cerita humor diatas, kami justru ramai ramai ingin menyumbang bensin, bukan saweran untuk membebaskan sandera.

Percaya deh bu, PDIP akan menyesal jika tidak mengusung Ahok. Karena kami semua yakin bisa menyediakan tiket bagi Ahok lewat jalur independen. Bisa juga Ahok dilamar oleh parpol lain yang lebih realistis dan tidak terjebak dengan harga dirinya. Ahok akan berdiri sejajar dengan parpol pengusungnya tanpa harus disebut sebagai petugas partai. Saling memberi dan menerima, bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.

Jika keberhasilan Ahok maju lewat jalur independen adalah DEPARPOLISASI yang ibu maksudkan, maka kami akan segera menghadirkan mimpi buruk tersebut kehadapan PDIP. Tunggu saja bu, siapkan tisue basah anda untuk mengusap air mata ....

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207922648135371&id=1571803963
Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jumat, 11 Maret 2016

Allah Sedang Mengamati Bagaimana Anda Menggunakan Talenta Anda.

Allah Sedang Mengamati Bagaimana Anda Menggunakan Talenta Anda

12 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Mazmur 33:14-15
Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.
---------------------------------------------
Allah menciptakan Anda dengan cara yang unik dan memberi Anda talenta-talenta tertentu.

Ia sedang mengamati bagaimana Anda menggunakan bentuk Anda.

Apakah Anda akan menggunakan karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda untuk diri sendiri, ataukah Anda akan menggunakannya untuk Dia?

Apakah Anda akan hidup untuk diri Anda sendiri, ataukah Anda akan memberi kontribusi kepada dunia ini dengan menggunakan bentuk Anda?

Mazmur 33:14-15 mengatakan,
Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

Apakah Anda pernah berpikir jika Allah selalu mengamati setiap momen dalam hidup Anda?

Tidak ada satu pun momen dalam hidup Anda yang tidak Ia perhatikan.

Ibaratnya seperti menonton TV,
Allah tak pernah berkata,
* Aku bosan dengan dia.
* Ini tidak penting.
* Aku akan menonton yang lain.

Tetapi Dia berkata,
* Sebelum engkau dilahirkan,
* Aku sudah memikirkan engkau.
* Aku tidak pernah melewatkan satu pun nafas hidupmu.

Suatu hari,
ketika kehidupan Anda di muka bumi ini berakhir dan Anda pergi ke Surga,
maka Anda akan berdiri di hadapan Allah, dan Anda akan memberikan penjelasan tentang seberapa baik Anda telah menggunakan apa yang telah Ia karuniakan pada Anda -
* peluang,
* jaringan,
* hubungan,
* pikiran,
* telanta,
* bentuk Anda.

Bagaimana Anda telah menggunakan apa yang Ia berikan untuk Anda?

Apakah Anda perhatikan betapa pentingnya hal ini?

Yesaya 44:21 mengatakan,
"Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan.

Kehidupan adalah persiapan untuk kekekalan.

Sebuah ujian!

Bentuk Anda amatlah penting karena bagaimana setianya Anda dengan karunia yang telah diberikan Allah akan menentukan seberapa banyak karunia yang akan Ia berikan lagi kepada Anda di Surga.

Alkitab mengajarkan dengan sangat jelas bahwa peran dan upah Anda di Surga akan didasarkan pada seberapa baik Anda menggunakan apa yang telah Ia berikan atas Anda dalam hidup ini.

Dan apabila Anda setia dan memakai karunia yang Ia berikan dengan sebaik-baiknya, maka Ia akan memberi Anda lebih.

Namun bila Anda tidak menggunakannya, maka itu akan menjadi kerugian yang begitu besar di Surga.

Yesus berkata,
* Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil,
* ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
* Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil,
* ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?"(Lukas 16:10-12)

Renungkan hal ini:

Sudahkah Anda merenungkan tentang bagaimana Allah telah membentuk Anda?

Jika belum, luangkan waktu hari ini untuk mulai memikirkan bagaimana Allah telah membentuk Anda dengan begitu uniknya melalui karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda.

Apakah Anda telah menjadi pelayan yang baik dari bentuk Anda?

Dalam bidang-bidang apa Anda perlu memanfaatkan bentuk Anda dengan lebih baik lagi?

Menurut Anda apa artinya ini: bahwasanya tidak ada orang lain di dunia ini yang memiliki bentuk yang sama seperti Anda?
______________________________
Apabila Anda setia dan memakai karunia yang Ia berikan dengan sebaik-baiknya, maka Ia akan memberi Anda lebih.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Kamis, 10 Maret 2016

Anda Dibentuk Untuk Menjalankan Misi Hidup

Anda Dibentuk Untuk Menjalankan Misi Hidup

11 Maret 2016

Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:21
Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."
----------------------------------------------
Anda ditugaskan untuk menjalankan misi hidup!

Alkitab mengatakannya dalam
Yesaya 49:5a,
"Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,

Bentuk Anda - karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda - membekali Anda untuk menjalani misi hidup Anda dan pesan hidup Anda.

Apa misi hidup Anda?
Tugas hidup Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan di planet ini.

Inti dari tugas hidup Anda adalah misi hidup Anda.

Apa pesan hidup Anda?
Apa yang Allah ingin katakan kepada dunia melalui Anda.

Pesan ini unik, yaitu sebuah pesan dari kehidupan Anda kepada dunia.

Saya tak bisa memberitakan pesan hidup Anda, sebab saya bukan Anda.

Anda tidak bisa memberitakan pesan hidup saya, sebab Anda bukan saya.

Anda hanya bisa memberitakan pesan hidup Anda, dan saya hanya bisa memberitakan milik saya.

Jika Anda tidak memberitakan pesan hidup Anda kepada dunia, maka itu tak akan pernah terdengar.

Ketika seorang pelukis menerima komisi, dia berkomitmen untuk menyelesaikan tugasnya itu.

Begitu pun dengan Anda yang telah ditugaskan oleh Allah untuk memenuhi misi dan menyampaikan pesan Anda di dunia.

Dia telah membentuk Anda dan memberi Anda alat yang tepat serta perlengkapan yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tugas Anda,

dan ketika Anda menggunakannya untuk menyelesaikan misi Anda,
itu menyenangkan Dia.

(Yesaya 43:21) mengatakan,
"Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

* Bagaimana cara melakukannya?
* Bagaimana Anda mewartakan puji-pujian Allah dengan hidup Anda?

Yaitu dengan menjadi apa yang Allah kehendaki.

Apabila Anda menggunakan
* karunia,
* kemampuan,
* kepribadian,
* gairah,
* dan pengalaman yang telah Allah anugerahkan yang membuat Anda menjadi seperti kehendak-Nya,

maka itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah.

Renungkan hal ini:

* Bagaimana Allah membentuk Anda?
* Bagaimana karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda membuat Anda menjadi pribadi yang unik?
* Dengan cara apa Anda menggunakan bentuk Anda dalam pekerjaan Anda?
* Bagaimana di dalam pelayanan Anda?
* Bagaimana di rumah Anda?
* Apakah Anda pikir Allah mengharapkan Anda untuk mengetahui segala sesuatu tentang misi dan pesan hidup Anda?
* Mengapa atau mengapa tidak?
______________________________
Gunakan seluruh talenta Anda penuh dengan kegairahan dan percayalah Anda pasti dipakai Tuhan secara luar biasa di tempat Anda bekerja

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Rabu, 09 Maret 2016

Cobalah Hal Baru di Tempat Kerja Anda

Cobalah Hal Baru Di Tempat Kerja Anda

10 Maret 2016

Bacaan Hari Ini:
Pengkhotbah 5:7
Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
----------------------------------------------
Saya kenal banyak orang yang senang membicarakan pekerjaan impian mereka.

Mereka kini sudah berusia 60 atau 70 tahun, tapi mereka tak pernah berusaha mewujudkannya!

Mereka berkata,

"Saya membidik pekerjaan ini.

Lalu,

kapan Anda akan berhenti membidik dan mulai menarik pelatuk?

Anda mungkin berkata,
* Saya sedang menunggu kesempatan datang!
* Kesempatan tidak akan datang sendirinya!
* Kejar dan ciptakan peluang itu.

Berhenti menggunakan alasan-alasan ini.

Anda hanya perlu pergi dan mencoba!

Beberapa orang senang dengan semacam kuesioner kecil di mana mereka menandai kotak-kotak pilihan yang akan memberitahu mereka apa yang Allah ingin mereka lakukan.

Mereka beranggapan bahwa kuesioner ini bisa menunjukkan apa pekerjaan impian mereka dan misi hidup mereka.

Kuesioner seperti itu tidak ada.
Mungkin ada yang serupa,
tetapi itu tidak akan membantu Anda sepenuhnya.

Mengapa?

Sebab Anda memiliki bakat-bakat yang bahkan Anda tak tahu Anda miliki.

Alasan Anda tak tahu bila mempunyai bakat-bakat tersebut ialah karena Anda tidak pernah menggunakannya.

Anda bisa melakukan segala jenis test yang ada di dunia,

tapi bakat Anda mungkin tak akan muncul sebab Anda belum pernah mencobanya.

Sebelum saya menjadi seorang pendeta, saya adalah seorang pemimpin pujian.

Saya bermain gitar dan membentuk band kecil-kecilan di SMA dan di kuliah.

Ketika saya memberikan hidup saya kepada Kristus, saya melakukan pelayanan ke sana ke mari dan memimpin puji-pujian di banyak gereja.

Saya benar-benar cinta musik dan senang bernyanyi.

Satu-satunya masalah adalah,
tidak ada yang suka mendengarkan saya bernyanyi.

Bisa dibilang, saya ini hanya penyanyi kamar mandi selalu bernyanyi dengan sumbang, tak sesuai dengan not yang tepat.

Saya ini contoh nyata dari satu kebenaran;

hanya karena Anda berhasrat untuk melakukan sesuatu,

itu bukan berarti Anda dibentuk Tuhan untuk melakukannya.

Saya mencoba memimpin puji-pujian, tapi itu tidak berhasil.

Kemudian, saya diundang untuk menjadi pembicara dan saya menyadari jika saya cukup bagus dalam hal itu,
orang lain pun berpikir demikian.

Dengan penegasan dari orang lain,
saya pun bergerak ke arah tersebut.

Pengkhotbah 5:7 mengatakan,
"Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak.

Tetapi takutlah akan Allah.

Mungkin Anda punya pekerjaan impian yang selalu Anda bicarakan,

tapi Anda tak pernah mencoba mengusahakannya.

Bermimpi tanpa bekerja adalah kebodohan.

Anda harus bereksperimen dan menguji sampai Anda mengetahui apa yang telah Allah bentuk dalam diri Anda untuk Anda kerjakan - pekerjaan impian Anda.

Kemudian, pergi kerjakanlah.

Renungkan hal ini:

* Saat ini, bagaimana Anda menggunakan keahlian-keahlian dan talenta Anda untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda dalam pekerjaan Anda?

* Apa salah satu pekerjaan yang selalu ingin Anda coba tetapi belum tercapai?

* Menurut Anda mengapa Anda akan menikmatinya atau menjadi ahli dalam bidang tersebut?

* Menurut Anda mengapa Allah ingin Anda tetap bersukacita selagi mencoba hal-hal baru?
______________________________
Ambilah setiap kesempatan yang diberikan kepada Anda untuk mencoba hal yang baru di tempat Anda bekerja saat ini

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Hajar Mereka, Bung Ahok

HAJAR MEREKA, BUNG AHOK....

Selamat siang, bung Ahok..

Saya panggil bung saja ya, boleh ? Kata2 bung mengingatkan saya terhadap panggilan pada masa pra kemerdekaan, dimana masih banyak orang ber-integritas yang mempunyai tujuan sama, yaitu melawan penjajahan.

Apa yang bung lakukan dengan menetapkan diri berada di jalur independen, patut saya angkatkan secangkir kopi. Tidak mudah berada pada situasi bung, apalagi di masa ketika banyak orang mengemis kepada partai2 untuk dijadikan calon mereka. Dan kita semua tahu, disana ada negosiasi siapa dapat apa dan dimana posisi mereka. Partai adalah mesin politik, mereka butuh uang sebagai pelumasnya.

Tapi bung tidak. Bung menempatkan diri sejajar dengan mereka. Gua butuh elu, lu juga butuh gua. Tapi jangan minta2 apa2, ini amanah, bukan peti harta.  

Berapa banyak orang seperti bung di Indonesia ? Hampir tidak ada. Bung memporak-porandakan semua tradisi maling yang selama ini terjaga. Kericuhan yg bung ciptakan adalah bukti bahwa disanalah sarang mereka. Bung dikeroyok, dihantam dan bertarung sendirian. Mereka meraung, bung memaki. Mereka menghujat, bung mendamprat. Serigala lawannya harimau bukan kambing.

Pertanyaannya sekarang, seberapa kuat bung bertahan ?

Ijinkan saya sedikit bercerita tentang sejarah Islam kepada bung. Ada sahabat Nabi Muhammad Saw yang bernama Abu Dzar al Ghiffari. Ia dulu seorang perampok sebelum bertobat. Ia berperang dengan gagah berani, hingga ketika Nabi wafat, ia sangat kehilangan panutan.

Masa sesudah Nabi adalah masa kekacauan. Korupsi, nepotisme menjadi kebiasaan. Abu Dzar muak, tetapi ia teringat nasehat Nabi, "berperanglah dengan lisan, sarungkan pedang.." Dan begitulah yang terjadi. Ia datangi pusat pemerintahan, ia memaki. Ia dibuang ke daerah, disana ia kembali mendatangi pemerintahan dan memaki. Gerah dengan perilaku Abu Dzar, mereka sepakat mengasingkannya. Ia dibuang tanpa makanan. Ia, sahabat Nabi yang selalu berperang di sisinya, meninggal karena kelaparan. Nabi sudah meramalkan, "Abu Dzar berjalan sendirian, meninggal sendirian dan dibangkitkan sendirian.."

Dan dengarlah ucapan Abu Dzar bung, pada akhir nafasnya, "Kebenaran tidak meninggalkan pembela bagiku..."

Begitulah, bung pun berjalan sendirian. Memang itu sudah takdir mereka yang berada di jalan yang benar. Itu sudah suratan. Sudah saatnya kebenaran berada pada posisi berbeda, ia tidak membutuhkan dukungan partai, karena selalu ada yang namanya sahabat, teman dan relawan.

Tidak ada kata kalah dalam perjuangan, bung. Kedudukan hanyalah alat, tidak pantas diperebutkan. Kemenangan ada di proses dan bung sudah menunjukkan dan mengajari kami tentang itu. Bung merobek semua sekat ras, agama dan budaya. Buat bung ini tentang kebenaran dan kesalahan, bukan tentang siapa berkulit apa.

Yakinlah bung, ada ribuan generasi muda yang sedang tumbuh mengamati apa yang bung lakukan. Sama seperti bung yang dulu belajar dari kearifan Gus Dur dan keteguhan Baharudin Lopa. Apakah mereka kalah, bung ? Tidak. Itulah kemenangan yang sebenarnya. Ketika apa yang mereka lakukan menjadi inspirasi, motor penggerak. Kekalahan itu adalah ketika seorang berada pada kekuasaan dan sekejap ia menjadi hewan beringas.

Tidak perlu statistik dalam berjuang. Biarlah mereka meng-kalkulasi kursi, bukan itu tujuannya. Tujuan bung adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Itulah yang dinamakan keadilan. Keadilan bukan semua mendapat porsi yang sama. Berjuanglah bung dan biarkan Tuhan yang mengerjakan sisanya.

Saya di belakang bung... Saya berperang pada sisi yang saya bisa. Saya harus berpihak, karena netral hanyalah bentuk keraguan.

Bung Ahok, anda adalah salah satu guru yang mengajari saya bagaimana menjadi manusia. Semoga ketika semua selesai, ketika bung sudah tua dan lelah, sudilah kiranya duduk dan minum kopi bersama. Terkadang, pahitnya kopi jauh lebih jujur dari seorang manusia.

Sruput kopinya dulu, bung... Salam hormat dari saya dan ribuan warga Jakarta yang berterima-kasih kepada anda dan menitipkan satu pesan saja, "Tolong hajar mereka... "


Dikirim dari perangkat Samsung saya