Selasa, 01 Maret 2016

MASALAH KESEHATAN (1)


MASALAH KESEHATAN (1)

Dr. Paulus Adrian

Kadipiro, Yogyakarta

Daerah perumahan Bayeman Permai Jalan Wates KM 3 siang itu cukup lengang. Maklum jam kerja, mungkin para penghuninya sedang beraktivitas di luar. Di teras yang menjadi ruang tunggu itu hanya ada aku, kawanku Mahmud –orang yang mengantarku, dan seorang bapak pengidap vertigo dari Kulonprogo.

Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit dalam yang sudah sangat berpengalaman. Jam sembilan pagi aku dan Mahmud berangkat dari Krapyak, dengan kondisi perut yang masih tak karuan. Sesampainya di depan rumah Dokter Paulus Adrian itu, aku muntah walau memang tak banyak. Hanya muntah basa-basi karena perut mual disiksa belasan polisi tidur di perjalanan tadi.

Sambil duduk menunggu, kuatur napas untuk mengontrol sensasi mules dan cemas yang muncul tiba-tiba. Rasa ingin buang air, sedikit mual, cemas, dan semacamnya adalah hal yang biasa kualami saat asam lambung naik. Persis seperti orang yang lagi stress atau grogi parah.

Pintu terbuka, bapak pengidap vertigo keluar sambil membawa bingkisan obatnya. Aku pun masuk. "Silakan duduk," sambut Pak Paulus. Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

"Apa yang dirasakan, Mas?"

Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.

"Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak," ungkapku, "Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi."

"Tapi buat puasa kuat ya?"

"Kuat, Pak."


"Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!"

Aku terbengong, menunggu penjelasan.

"Asam lambung itu," terang Pak Paulus, "Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa."

"Maksudnya, Pak?"

"Orang puasa 'kan malamnya wajib niat to?"

"Njih, Pak."

"Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, 'kan?"

"Iya, ya, Pak," aku manggut-manggut nyengir.

"Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat."

Aku melongo lagi.

"Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha," ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 29 Februari 2016

Pernyataan Ahok (Gubernur DKI-JKT)

Pernyataan Ahok (Gubernur DKI-JKT)

# Gw memang Cina...
Tapi Gw dilahirkan dan dibesarkan di indonesia..
APA SALAH kalo gw  ingin membangun Indonesia
BERSIH dari SISTEM KORUP ?

# Ingat saja pepatah Tiongkok,
'sebelum bunyi empat paku di atas peti mati kamu,
kamu tidak bisa Nilai orang lain itu baik atau buruk',
nanti kamu baru tahu .....
apa yang saya kerjakan.

# Kalaupun Gua Harus Mati Memperjuangkan Kepentingan Orang Banyak,
Loe Kagak Bisa BELI CARA MATI " Gua Bosss....

# Saya bilang ke istri..APAPUN yang TERJADI ,
Kamu jangan Pernah MENYALAHKAN TUHAN..
TUHAN Ngak Pernah Salah ..!
Jika saya nanti mati karna melawan korupsi ..
Tulis di Pusara saya :  MATI adalah KEUNTUNGAN
Jika perlu pakai 3 bahasa...Indonesia , mandarin dan inggris
itupun kalau MAYAT SAYA KETEMU !

# jika KEPALANYA LURUS
maka yang dibawahnya TIDAK BERANI untuk tidak lurus

# Bedanya kami melakukan pendidikan politik untuk menyadarkan rakyat untuk memilih (pemimpin yang Bersih, Transparan dan Profesional)
bukan memilih karena diberi baju kaos atau uang.

# Yang dibutuhkan (calon pemimpin) BUKAN suara rakyat saja,
tetapi bagaimana mendapatkan Hati rakyat
Terus mencari dan memotivasi pemuda-pemuda idealis,
terdidik dan mampu secara ekonomi untuk tidak apatis

# ...Bukan sebaliknya mengatas namakan Tuhan
tetapi menikmati hidup atas penderitaan rakyat miskin

#  anda Tak perlu harus angkat senjata atau menyabung nyawa
seperti pejuang kemerdekaan kita dulu ..
CUKUP jangan korupsi saja , itu sudah menolong negara .

# "Karena orang miskin akan terus ada.
Sampai kiamat pasti ada orang yang kurang beruntung.
Tidak selamanya Orang Miskin Dilupakan
Untuk itulah Pemerintah seharusnya ada .

# Kita semua ini MUNAFIK ..
CURI Uang Rakyat dikatakan TIDAK DOSA..
Main Cewek diam diam dikatakan Tidak dosa

# Jika sistem demokrasi  kita engak pilih Orang baik..
maka orang TIDAK BAIK yang Berkuasa

# Saya sudah MUAK dengan semua kemunafikan itu ..
setiap hari HARUS DENGAR Keluhan Warga.
seakan akan selama ini Negara Tak Pernah ada ...

# Jangankan dipanggil Angket ..
dipanggil TUHAN Saja , Kita udah siap Koq...
Kita TAU resiko MELAWAN ARUS direpublik ini ..

# Kalau KPK sampai menersangkakan saya
dengan alasan tidak jelas,
berarti TAKDIR SAYA  juga melawan oknum KPK.
Top banget, republik ini saya lawan semua

# Saya akan Berhenti Jadi Pemimpin ,
jika semua pejabat berkelakuan Baik

# Bicara Saya memang Kasar..
TAPI saya Takkan Pernah mencuri Uang Rakyat .

# "Haknya rakyat dibajak sekelompok politisi.
Sekelompok orang yang merasa mewakili rakyat."

#  Saat ini banyak kepala daerah yang tidak memikirkan rakyat.
Kepala daerah yang dipilih DPRD hanya berkonsentrasi bagaimana caranya agar anggota dewan senang...
Agar pertanggungjawabannya dapat diterima
dan menjaga posisinya tetap aman.

# "Yang namanya bupati, wali kota dan gubernur itu
enggak pernah ngurusin rakyat....
Dia cuma mikirin ngurusin DPRD , Karena kan yang milih dia balik ke DPRD.
Jadinya DPRD jadi raja.
Karena itu rakyat memberontak,
lagi pula kita enggak merasa diwakilin DPRD kok,

# Saya SIAP Pasang badan...
Saya SIAP MATI demi membela kepentingan masyarakat Jakarta.
Jika ada yang macam macam , SAYA yang HADAPI !




Dikirim dari perangkat Samsung saya

TENANG MENGHADAPI SEGALA HAL

TENANG MENGHADAPI SEGALA HAL

01 Maret 2016

Baca:  1 Petrus 4:7-11

"Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." 
(1 Petrus 4:7)
-----------------------------------------------
Hari-hari ini banyak orang mudah sekali terpancing emosi dalam bertindak alias tidak tenang. 

Karena tidak tenang kita pun sering keliru dalam membuat keputusan, sehingga ini berimbas kepada tindakan yang ceroboh.

Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk bisa menguasai diri dan tetap tenang di segala situasi supaya dapat berdoa. 

Ketika kita dalam posisi tidak tenang, panik, gelisah, emosi, jengkel, marah, galau atau gundah gulana tentunya akan sulit untuk berdoa. 

Ada banyak hal di dunia ini yang membuat orang tidak bisa tenang dalam menjalani hidup: 
* masalah,
*tekanan,
*tuntutan pekerjaan,
*pengaruh lingkungan dan masih banyak lagi. 

Sampai kapan pun dunia tidak akan pernah memberikan rasa tenang bagi kita. 

Karena itu rasa tenang dalam diri orang percaya seharusnya tidak ditentukan oleh situasi atau keadaan yang terjadi di sekitarnya, sebab rasa tenang itu sesungguhnya merupakan sebuah keputusan atau ketetapan hati. 

Sedahsyat apa pun badai gelombang menerpa, kita bisa membuat keputusan untuk tetap tenang. 

Mengapa kita harus selalu tenang?
* "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan,
* dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."  (Yesaya 30:15). 

Milikilah reaksi dan sikap positif untuk setiap situasi atau masalah yang terjadi. 

Bila sikap kita positif maka hati dan pikiran kita dipenuhi oleh 
* "...semua yang benar,
* semua yang mulia,
* semua yang adil,
* semua yang suci,
* semua yang manis,
* semua yang sedap didengar,
* semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji..."  (Filipi 4:8).

Selalu berpikiran positif itulah yang membuat kita tetap tenang,
* karena kita tahu benar bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan,
* dan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita,
* karena di dalam Tuhan selalu ada jalan keluarnya. 

Kegagalan seringkali kita alami bukan karena kita terlalu lemah atau masalah yang terlalu besar,

tetapi karena kita sendiri tidak tenang menghadapinya.
______________________________
Dalam situasi apa pun, 
"Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut..."  Yesaya 7:4

(Disadur dari Renungan Harian Air Hidup)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Minggu, 28 Februari 2016

LGBT



No Turning Back
Blog ini ditujukan untuk mengumpulkan artikel terkait dengan pertobatan kaum marginal. Selamat membaca. GBU
Sunday, February 28, 2016
Khotbah : Homosexuality and Gay Marriage (Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D)


Homosexuality and Gay Marriage
(Pandangan Alkitab tentang Pernikahan Sejenis)


Roma 1:21-27
21  Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22  Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
23  Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
24  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
26  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
27  Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28  Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

Kita percaya sekali bahwa semua kitab pada  Kitab Suci diinspirasikan oleh Roh Kudus. Walaupun Rasul Raulus belum mengunjungi Roma sewaktu menulis kitab Roma, tetapi dia sudah mendengar bahwa dari kaisar Romawi sampai rakyat jelata sudah terbiasa sekali melakukan dosa kemesuman yang dikenal dengan 'homosexual' atau 'lesbianism' dan istilahnya sekarang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender) ditambah Queer. Sehingga secara khusus Rasul Paulus membicarakannya. Banyak orang mencoba menafsirkannya sedemikian rupa agar orang homo senang dan mau ke gereja tapi dengan mengubahnya. Padahal jelas sekali apa yang mau dikatakan Rasul Paulus. Itu mengulang dari Imamat 20 seterusnya dengan sangat jelas dan harafiah bahwa tingkah laku seksual yang menyimpang adalah hukuman dari Allah. Sehingga bila dikaitkan langsung antara dosa menolak Allah dengan tingkah laku seksual ini dengan kata lain dosa menolak Allah membuat manusia seperti binantang yang kehilangan segala-galanya yang menjadi natur peta dan gambar Allah.

Pada tahun 1970 pertama kali saya melihat di salon ada tulisan unisex. Saat itu saya berpikir ada sesuatu yang berubah. Bukan hanya pakaian, tetapi bagaimana laki dan perempuan dalam hal tertentu mencoba untuk diminimalkan perbedaannya. Hal itu tidak masalah. Tetapi kalau diperhatikan sebetulnya setiap belahan sejarah menghasilkan paradigma baru. Orang yang dilahirkan tahun 1946-1964 lahir dalam generasi yang dikenal sebagai  baby boomers. Seperti saya yang lahir tahun 1946. Mereka yakin sekali masih butuh pegangan hidup yang jelas dan konkrit. Meskipun secara teologi sejak 1779-1989, selama 200 tahun , di era modern, manusia sudah merasa "lelah" karena tidak berhasil memahami core belief iman Kristen yang ajaib ini. Sehingga teolog-teolog besar mulai menggeser pandangannya. Akibatnya seluruh daratan Eropa menjadi hancur. Gereja-gereja menjadi kosong di era modern ini. Manusia menjadi semakin pintar tetapi manusia tidak bisa lagi mempercayai inti iman Kristen yang ajaib seperti Allah mengapa harus Tritunggal, mengapa Firman menjadi daging? , Mengapa Dia harus menjadi manusia?, mati di kayu salib untuk menggantikan manusia yang berdosa (substitusi)? Berpegang pada yang begitu ternyata tidak ada kaitan langsung dengan kebutuhan hidup. Mereka menggantikan dengan filosofi dunia sehingga gereja hancur. Semua gereja lama di Eropa kosong dan sekarang hanya dipakai sebagai 'museum', gereja tapi tidak ada pengunjungnya. Orang Kristen di Eropa sekarang pergi ke gereja-gereja yang  baru . Tidak memakai gereja lama karena itu tanda dari kematian gereja.

Setelah itu kita masuk 1989 , ke era postmo. Jadi generasi Baby Boomers sebetulnya gelisah ingin punya pegangan, maka Generasi X (1965-1980) sebenarnya tidak membutuhkan lagi pegangan dari Alkitab.  Erickom , orang jadi Kristen karena ingin lari dari rasa bebas. Rasa bebas berlebihan menimbulkan perasaan bersalah. Manusia beragama tetapi tidak mempedulikan. Yang dicari adalah apa yang dilihat dan didengar hanya dikaitkan dengan masalah praktis sehari-hari. Sehinga kita menghadapi LGBT. Kita mengalami kesulitan karena gereja ini lemah sekali. Mengapa kita perlu dengan serius memikirkannya?

LGBT = Budaya

Kita harus memahami bahwa LGBT menghadirkan budaya, bukan hanya tingkah laku seksual secara individu si A, B, Dan C . Ada kekuatan budaya (culture) yang memang ingin mengubah tatanan hidup. Natur manusia dan pernikahan ingin dibuah. 'Apa itu keluarga' mau diubah. Berbicara tentang keluarga , berarti berbicara mengenai new paradigm. Cara berpikir kita sudah dicuci. Suka dan tidak silahkan. Juni 2015 saya berada di Amerika, dan saat itu Supreme Court 50 negara bagian harus menerima pernikahan sejenis. Kalau tidak tinggal di down town tidak terasa. Begitu melihat di TV (New York, San Fransisco, Los Angelos) di down-town ribuan orang LGBT  semuanya memakai V-sign. Mereka bercumbuan dan berciuman di depan umum. Mereka merasa dunia seperti kiamat. Aneh sekali. Dilakukan oleh ribuan. Jadi kita harus waspada. Ini budaya yang masuk. Seorang anak yang masuk TK berbicara kepada papanya"My teacher is a gay." Tetapi anak itu senang karena dari sekian puluhan guru, dia terbaik, paling ramah, paling pintar mengajar dan paling memperhatikan. Anak ini sudah sangat familiar orang gay masuk ke segenap jajaran hidup dan mereka tidak aneh. Kehadiran mereka tidak bisa dihindarkan. Seperti kita sendiri, pria dan wanita pergi ke salon dan potong rambut berhadapan dengan mereka. Saat anak saya menikah yang mendadani seorang gay. Kita tidak menolak tapi waspada. Ini culture. Kekuatan setan meresap ke dalam relung hidup  dan tidak bisa ditolak. Anak kita sudah familiar. Sekian juta situs porno, lebih dari 40% dari pornografi dari adegan gay dan lesbian. Anak remaja bisa menontonnya. Sekali nonton sudah terkesan sesuatu. Di dalam otak itu jadi toleransi (ternyata bisa dinikmati dan terangsang). Secara tidak sadar sudah diubah. Tidak ada manusia yang mampu hadapi budaya. Kebanyakan mereka hadir tidak mengganggu. Saat makan restoran Indonesia di San Fransisco ada adegan aneh yaitu gay yang plus. Ada psikotik dan personality disoreder. Tetapi mayoritas gay tidak kelaihtan. Dokter, lawyer , perdana menteri, guru, pendeta tidak kelihatan maka sejak 1970 psikologi sudah resmi mengatakan bahwa gay tidak ada kelainan. Mereka pakai standar, kalau namanya orang yang punya berkelainan, psikolgi ada orang lain yang salah. Tetapi mayortias gay bisa bersosialisasi dengan kita. Mereka main dengan kita tidak dengan menyolek-nyolek. Mereka bekerja dengan produktif dan efektif. Mereka bisa menjadi penyumbang masyaratakat dengan baik. Dia independen, tidak menggantungkan diri pada orang lain. Jadi mereka manusia normal. Namun saat ada kebutuhan pelampiasan sex, di belakang pintu tertutup tingkah lakunya lain. Laki dengan laki , perempuan dengan perempuan. Ini adalah budaya dan ini sulit dihindari. Secara diam-diam sudah begitu banyak korban. Menjadi korban bisa betul-betul oleh karena kedua orang tua, misalnya : anak laki dibesarkan di mana papanya lemah tidak punya inisiatif dan pasif sedangkan  mamanya dominan dan agresif. Sehingga anak kecil sejak kecil tidak bisa mengembangkan male ego-nya, Sehingga ak yang jantan tidak ada contohnya dan akhirnya ia tidak tertarik dengan mamanya yang galak. Ini namanya korban. Bukan hanya itu (Kompas pernah mengadakan riset), banyak anak pinggir jalan anak yang jockey, anak yang normal diambil oleh orang gay dibawa ke kantor dan kamar, dikasih uang Rp 100.000. Anak ini mula-mula tidak mengerti dan ketakutan. Lalu dikasih coklat yang membuatnya terangsang. Mereka melakukan sesuatu yang tidak biasanya dan kemudian terangsang. Anak 12-13 tahun, kemaluannya dimasukkan ke mulut orang homo sehingga orgasme. Sekali terangsang tidak bisa hilang seumur hidup, menempel jadi kebutuhan.
Bagaimana kita? Sikap gereja seringkali ambivalen sekali. Banyak pendeta besar yang ternyata pro. Saya diorbit dari PCA. Di AS ada 5 gereja Presbiterian Church of America (presbiterian) yang besar. Salah seorang pendeta besar dari City Light Churc San Fransico. Fred Harlord mengatakan blak-blakan gereja yang anggotanya lebih dari 1.400 orang mengklaim kami setuju dengan gay marriage. Padahal ia salah satu penandatangan dari PCA yang anti-gay. Tahu-tahu salah satu anaknya gay, sehingga mengubah sikap. Lalu didukung milyader gay Peter Keon untuk menjadi gerakan. Sekarang mencoba mengambil gereja PCA lain (seperti Nashville, Seatle) sudah mendukung PCA. Sehingga sinode gereja kami takut, bagaimana menular seperti ini? Karena mereka mencipta budaya. Hamba-hamba Tuhan besar, seperti pemimpin National Association of Evangelical America yakni Ted Haggard (1956), sahabat dekat George Bush, sering bicara di White House penandatangan anti-gay marriage. Ternyata suatu hari ada seorang pelacur laki-laki, Mike John, minta diwawancari. Saat itu ia mengatakan bahwa ia sudah 3 tahun menjadi kekasih dari Ted Haggard. Ia sudah menikah dan punya anak dan diam-diam menikmati perilkaku gay. Ini pendeta besar  yang tahu Alkitab dan dari kaum injili yang selalu mengklaim dirinya percaya Alkitab secara penuh. Pemimpin-pemimpin  dunia besar , presiden dari kulit putih sulit ditemukan yang anti-gay. Semua dalam kampanye blak-blakan. Dari South Amerika Desmond Tutu mengakui gay sekarang. Mereka mencoba untuk memberikan pembuktian-pembuktian ilmiah bahwa mereka lahir gay. Mereka membuktikan bahwa neuron transmitter antara neuron di otak ada satu unsur kimia yang namanya serotonin mempengaruhi tingkah laku dan mengatakan bahwa terbukti orang gay jumlah tonin nya berbeda dengan orang normal. Hemespherenya berbeda sekali antara gay-lesbian dengan orang normal. Bahkan sampai bagaimana otak bereaksi terhadap bau-bauan. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka menjadi gay dan lesbian karena dilahirkan gay (born gay). Mereka tidak sama. Memang pada Matius 19 Yesus menyatakan ada orang lahir sebagai orang kebiri. Tapi jumlahnya sedikit sekali, 0,01%. Jadi orang yang mengaku gay sebetulnya tidak lahir gay. Ini menular. Ini terjadi dalam hidup ini , trus berkembang dan kita tidak mampu menghadapi. Bahkan mereka memakai jalur hukum. Orang gay yang menikah, Romeo-Romeo just married. Mereka memakai jalur hukum. Dan jalur hukum ini sulit sekali dicegah. Bahkan pemimpin Supreme Court (Mahkamah Agung-nya Amerika) sebenarnya anti-gay (tidak setuju gay) orang Kristen yang baik tetapi tidak berdaya. Kepalanya Supreme Court, John Roberts ,tidak berdaya dan mengatakan "Begitu kalah, berikutnya pasti Amerika akan meresmikan poligami juga dengan alasan hak asazi manusia. 5 orang anggota Supreme Court yang memaksakan, 4 orang menolak sehingga kalah. Seluruh Amerika sejarahnya berubah. Lebih mengerikan lagi , mereka memakai segala macam cara termasuk buku handbook kedokteran The Essence  , Diagnostic Statistical Manual yang pertama dan kedua : Homo dan lesbian masih dimasukan non psychotic disorder berarti masih ada deviasi (keluar dari jalur). Tapi The Essence  3-5 sekarang sudah tidak ada homosex atau lesbian di bagian abnormality karena dianggap normal. Bagaimana kita? Bahkan di sekolah-sekolah teologia. Saya anggota Persetia yang memaksa dan mengubah kurikulum. Agar calon pendeta sejak masuk sampai lulus pikirannya diubah. Supaya memasukkan pelajaran minimal yakni teologia gender. Rasanya tidak masalah, tetapi isinya mau ke sana semua. Ini budaya, kekuatan yang luar biasa yang sedang mengubah pikiran manusia. Jangan pikir ini merupakan suatu fenomena kecil. Dengan segala cara, apa yang mereka lakukan adalah sejarah yang baru di mana orang-orang dengan kelainan jiwa ini sekarang sedang memperjuangkan hak mereka untuk diterima dan diakui sebagai orang normal. Mereka berjuang mati-matian supaya diterima jadi orang normal. Homosexuality benar-benar dipakai setan . Untuk menjadi cara dan instruman supaya kehidupan hancur. Rencana Allah melalui keluarga dan pernikahan rusak semua. Setan memakainya untuk menyerang dan manusia tidak berdaya. Maka saya memahami gereja serius memikirkan dan mengambil sikap. Ini hadir, anak-anak kita bisa ada di antara mereka yang punya simpati dan toleren dan  punya selera yang mulai menyimpang. Ini masalah insting dan masalah insting berarti ini tidak rasional. Sekali menjadi adiksi (arahnya menyimpang) maka bila menyimpang akan selama-lamanya. Bicara tentang deviasi seks macam-macam dan kita perlu waspada.

Mengapa kita menolak perilaku LGBT dengan serius?

Ini permainan setan. Ini bukan kelemahan si A, dan B. Ini betul-betul grand design dari setan. Manusia ternyata menganggap enteng  karena mereka sudah hadir sekarang ini  di antara kita dan ternyata nembuat perasaan dan insting berubah. Kita harus waspada dengan sungguh-sungguh .

Allah yang hidup yang menyatakan diri dalam Alkitab yang menyingkapkan apa yang Dia mau di Alkitab. Secara hurufiah, manusia diciptakan sebagai peta dan gambar Allah dan Allah menciptakan laki dan perempuan dengan punya tujuannya. Seks diciptakan untuk prokreasi walaupun ada perempaun dan laki yang tidak punya anak. Walau ada yang tidak bisa punya anak. Tuhan menciptakan laki dan perempuan tidak sama. Bukan hanya tubuh tapi juga secara kimia tiak sama laki dan perempuan. Laki tidak punya vagina, uterus,  fallopian tube, ovarium, mengeluarkan hormon estrogen lebih banyak sehingga mengatur tatanan ini. Tidak ada. Ini merupakan realita yang Tuhan ciptakan. Jadi bila ada kelainan jangan terpancing untuk hanya belas kasihan, simpati, seolah hak asazi manusia dan menolak grand design of God. Hati-hati! Bila diperhatikan dengan sungguh-sungguh, kita percaya manusia punya hak untuk love (cinta) dan happiness (kebahagian). Orang homo selalu alasannya "kami juga saling mencintai" dan "kami punyak hak untuk mendapatkan love dan happiness" tapi love dan happiness harus sesuai dengan tujuan Allah. Bahkan orang heterosex menikah pun belum tentu Tuhan setujui. Manusia punya 3 komponen dari love. Ada eros (mengembangkan intimasi,  relasi) dan storge (decision commitmen). Allah mengatakan, "Kau tidak mungkin membangun keluarga kalau tidak mau menerima anugerah agape love yang mengubah pola pikirmu." Kalau pernikahan untuk love dan happiness, pernikahan itu bukan pernikahan Kristen. Kita percaya Tuhan yang menentukan tujuan pernikahan. Bukan hanya perasaan subjektif : love dan happiness. Kita percaya, tujuan sex antara lain untuk kenikmatan (pleasure). Tuhan mengingatkan kepada kita, dosa yang namanya dosa adalah missing target. Sehingga orang hetero pun, kalau melampiaskan dengan mulut (oral sex) berarti berzina. Ini bukan masalah orang homo harus sesuai target, jangan melakukan tingkah laku seks orang yang tidak mengenal Allah. Kita hati-hati sekali. Deviasi sex macam-macam. Masturbasi pun perzinahan walaupun dokter mengatakan tidak apa-apa. Bagaimana mungkin orang masturbasi tanpa fantasi sex. Pada Mat 5:27-28 dikatakan Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Kamu berzina kalau melakukan tidak dengan istri.
Michael Jackson (1958-2009, penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai the "King of Pop" dan memopulerkan gerakan dansa "Moonwalk" yang telah menjadi ciri khasnya) melampiaskan dengan anak kecil (walau bisa ereksi dengan orang dewasa). Dia menikmatinya dengan selera pedofil, ini penjahat. Akhirnya ia hampir kehilangan semua harta bendanya untuk menyuap orang tua yang melaporkan. Anak-anaknya entah pernah diapakan.
Gerontopilia adalah perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek. Saya pernah tinggal di Atlanta Georgia dengan mama dari teman saya. Orangnya kaya dan rumahnya bagus. Teman dekatnya janda tua kaya sekali terpaksa menjual rumah sekarang tinggal di nursing home. Suatu malam ia didatangi seorang pemuda yang kemudian memperkosa nenek ini yang berusia 80 tahun lebih. Sang nenek berdarah-darah tidak karuan, merasa takut dan malu luar biasa. Ini tingkah laku setan yang membuat manusia jadi setan.
Necrofil adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati. Orang ini pengecut tidak mau melakukan dengan orang hidup. Masa penyimpangan ini okey? Ini penyakit, termasuk homo masa manusia tertarik laki dengan laki. Ini kutukan dari Allah. Yang menolak akan diserahkan ke nafsu binatang yang lebih rendah dari binatang. Kita harus waspada. Jangan terpancing kanan-kiri kita okey. Ini grand-design dari setan yang akan menghancurkan seluruh tatanan hidup manusia. Kita menolak karena sekali menerima, kita terjebak dan tidak bisa keluar. Homosexuality ini suatu penyakit menular. Tentara-tentara Amerika dikirim ke luar negeri, kadang 3-4 tahun keluar negeri. Saat punya uang untuk memenuhi kebutuhan seksnya , mereka menggunakan uang untuk pergi ke pelacur. Setelah uangnya habis bagaimana? Di satu barak ada 70 orang mandi dan telanjang bersama. Bila di antaranya ada 1 orang yang homo maka selanjutnya bisa menjadi 10-20 orang homo. Kadang mereka bawa permen coklat dan mereka jadi terangsang. Mereka minta 'dibantu' untuk melakukan masturbasi. Lalu alat vitalnya dimasukkan ke mulut. Saliva (air liur) bisa merangsang lebih dari wanita. Sekali orang orgasme, kemudian berita kepuasan diteruskan ke hipotalamus (bagian dari otak yang memiliki peran penting dalam mengendalikan fungsi tubuh banyak termasuk pelepasan hormon ke otak dari kelenjar pituitari)  yang berkaitan dengan Autonomic Nervous System. (mengatur segala sesuatu dengan otonom, seperti makan keluar air liur). Yang mengatur saraf secara otomatis (tidak perlu berpikir) termasuk susunan saraf simpatetic dan para simpatetik. Ini mengatur termasuk kenikmatan sex. Sekali orgasme, sudah terjadi begitu dan menjadi otonom. Nanti beberapa minggu lagi ingin mengulang. Sehingga homosex menular. Setiap orang bisa menjadi homo atau lesbian. Tidak benar orang lahir homo. Hanya sedikit yang lahir dengan kelainan. Tetapi yang lebih banyak menjadi homo melalui melihat film dan pengalaman permainan homo, hidupnya berubah.

Bagaimana adiksi terjadi?

Ada seorang pengurus pemuda yang konseling bahwa ia sudah orang Kristen dan menjadi pengurus pemuda tapi tidak bisa lepas dari masturbasi. Ternyata dari SMP 1 ia sudah melakukan masturbasi dengan fantasi seks yang diperolehnya dari film porno. Dia pun kemudian mengoleksi buku-buku porno. Saya berkata, "Kamu terjerat addiksi". Yang terjadi saat melihat adalah bagian di belakang mata ada retina. Orang telanjang  ditangkap retina dan diteruskan ke oxipital yang membuatnya melihat. Jadi bukan bola mata yang melihat. Bila tabrakan dan oksipital rusak maka mata tidak bisa melihat walau retinanya masih utuh. Beritanya diteruskan ke frontal (ke depan) yang berisi kumpulan neuron yang luar biasa untuk berpikir. Sekali sudah punya pikiran apa lalu bisa dikembangkan menjadi lebih lagi. Sekali nonton film porno ceritanya lebih dahsyat dari yang ditonton, dan bila terangsang  bisa ke gonad (alat kelamin), lalu melakukan mastrubasi. Hal ini bisa dialami bertahun-tahun. Sekarang walau tidak mau nonton lagi, tapi gerakan dari retina, oxipital dan ke gonad (kemaluan) tidak bisa hilang seumur hidup. Rasul Paulus mungkin mengalami adiksi walau bukan seks. Roma 7 22-24  Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,  tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.  Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?. Ada hukum akal budi yang ingin melayani Tuhan dan hukum darah daging yang terus menyeretnya ke dalam perhambaan dosa dan celaka (Roma 7). Rasul Paulus sadar, ada adiksi. Mungkin bisa berupa mudah benci dan marah. Musa juga seringkali mudah marah sehingga sampai Bilangan 20 dia gagal dan tidak bisa masuk Tanah Kanaan. Hati-hati! Yang bisa melepaskan adalah iman kepada Yesus Kristus.

Sekali pernah melakukan tingkah laku homo dan lesbian, celaka-nya berlangsung selamanya.

Berat sekali Karena semua membentuk pola. TIngkah laku seksual, dorongannya sudah menjadi dorongan insting, yang munculnya seperti setan. Setiap kali muncul minta pelampiasan. Muncul secara tidak sadar  dan tanpa perlu direkayasa muncul ingin dipuaskan. Begitu berada di kamar sendiri dan nganggur lalu muncul dorongan (insting) ini. Hal Ini sulit dihindari. Maka kita harus waspada. Melakukan praktek homo berarti melakukan dosa perzinahan. Kita jangan berdebat tentang hal ini (fenomenalogical). Karena ujung-ujungnya mereka ingin agar kita setuju dan tidak melarang mereka melakukannya. Menghadapi realita seperti ini sulit sekali. Sikap kita harus jelas. Kita orang reformed dan evangelical. Artinya kita percaya, segala sesuatu harus  diatur oleh kebenaran yaitu firman Allah. Jadi bukan firman Allah sesuai dengan tafsiran dan kemauanku sendiri, tetapi apa yang benar-benar ada di dalam Alkitab.  Setiap orang yang mau menghadapinya harus waspada, apakah saya orang yang sudah diselamatkan atau belum. Yang sudah diselamatkan seharusnya punya gratia ini (anugerah Tuhan sudah hadir) yang membuat bisa percaya. Orang yang sudah terima gratia, pikiran dan jiwanya melihat Alkitab dan mendengar kebenarannya, dia memiliki notisia. Ia mengenali dan menghargai kebenaran.  Orang seperti ini harusnya mengijinkan Roh Kudus menuntun sehingga mau bertekad, "saya ingin menggantungkan diri dan dituntun oleh kebenaran firman". Baru setelah itu kita mengalami pengalaman, bahwa hidup kita tidak sendiri. Hidup kita dipelihara oleh Roh Kudus. Kita dituntun Roh Kudus. Kita semua orang lemah. Hamba Tuhan yang besar seperti Ted Haggard saja bisa jatuh. Jangan anggap enteng. Baru setelah itu kita punya fidusia, iman yang sejati. Hati-hati menanggapinya Ini yang disediakan Tuhan di dalam hidup kita. Kita jangan terpancing orang yang mengeluh, "Aku terlahir homo, bagaimana?". Padahal sedikit sekali yang mengalami hal ini. Mungkin dia punya pengalaman main-main atau apa tetapi kemudian merasa dirinya seperti itu. Jangan bersimpati dan merasa kasihan dengannya lalu mengatakan,"Masa ia tidak punya hak untuk melampiaskan kebutuhan seksnya  dan masa ia tidak bisa hidup dengan orang yang dikasihi?". Deviasi itu tidak dilayani. Kalau orang lahir cacat maka perginya ke dokter. Di sana ia mungkin dilayani secara hormonal. Kalau tidak berhasil, berarti ia memang cacat, tidak bisa disembuhkan dan ia harus menerimanya. Karena memang ada orang yang lahir cacat (buta, pincang dan sumbing) dan bila tidak bisa diobati, "terimalah dirimu sebagai orang yang punya kelemahan yang tidak bisa terobati". Jangan pikir semua kebutuhan harus dipuaskan. Bahkan sex hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan dan tidak boleh terlampiaskan. Contoh : orang mongolis punya cacat (mentally retarded) dan bila menikah dengan orang yang mentalnya terbelakang juga maka terjadi double defect sehingga bila punya anak maka mental anaknya akan terkebelakang (mentally retarded). Orang harus terima realita. Jangan pikir, setiap cacat punya alasan untuk dibenarkan.
Henri Jozef Michel Nouwen (seorang tokoh Katolik besar yang lahir 1932) mengatakan bahwa ia punya kecenderungan gay. Tapi dia tahu sekali bahwa menurut Alkitab gay tidak boleh, maka ia rela mematikan nafsunya. Ada orang yang dekat sekali dengan Rev. Dr. Stephen Tong (1940, pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia tahun 1990). Ia perempuan yang terjebak di tubuh laki-laki. Ia tahu Alkitab sehingga ia tidak pernah membiarkan dorongan seks menguasai pikiran dan perilaku. Maka seumur hidup ia tidak melakukan hubungan sex. Jangan melayani perdebatan dengan orang-orang yang sebenarnya mau mencari alasan yang didukung oleh gelombang LGBT yang luar biasa. Usulan saya, setidaknya sinode gereja harus berani membuat statement of faith (pernyataan iman) dan ajak semua gereja injili ikut,  supaya jelas menuntun jemaat bahwa gereja tidak membenarkan pernikahan gay, namun tidak berarti mengajarkan homophobia. Karena ada di antara mereka adalah korban. Entah jumlahnya berapa banyak tetapi tidak boleh homophobia. Bahkan bila ada pelacur datang ke gereja terimalah sebagai saudara beriman namun jangan mempraktekan homo. Ini harus jelas sehingga kita harus punya kekuatan. Bahkan dengan atau tanpa dukungan dari PGI , jangan takut. Iman tidak bergantung dengan organisasi di mana kita bernaung. Karena dalam organisasi bisa saja ada orang yang 'miring' yang bisa menjadikan miring semua. Pikiran kita harus jelas. Di gereja tidak ada pernikahan gay. Orang homo harus disembuhkan. Jika ingin menikmati, harus diingatkan bahwa tidak semua kebutuhan harus dipuaskan dan dinikmati. Saya usulkan  barangkali kita bisa membentuk Homosexuals Anonymous. Semua orang bermasalah membentuk anonymous. Begitu anak kena autis, ada yang menelpon dari kumpulan autis (Autism Anonymous = di mana orang tua yang anaknya autis membentuk kumpulan yang saling menguatkan dan membantu dalam berbagai jalur dan kadang bertemu saat retreat). Juga Alcoholics Anonymous (perkumpulan informal untuk mantan pecandu alcohol, didirikan pertama tahun 1935 oleh Bob Smith dan Bill W.) yang membantu orang yang dulunya mabuk-mabukan tidak bisa melepaskannya sendiri. Mereka saling menguatkan dan latihan untuk tidak minum. Homoseksual tidak mungkin diatasi sendiri tetapi gereja bisa menaungi anonymous sehingga ada bimbingan dan bahan pelajarannya. Bisa dalam bentuk bertemu seminggu sekali. Saya sudah bertemu cukup banyak orang homo. 20% dari klien saya cenderung homo. Ada yang berkata, "Pak saya membutuhkan cinta dan teman. Saya tidak boleh menikah tapi butuh cinta dan teman. Saya tidak bisa terus berstatus jomblo." Maka perlu sekali komunitas dan ini yang namanya perkumpulan gay anonymous sehingga orang LGBT tidak menjadi orang tersingkir. Kita tidak melatih orang menjadi homophobia karena  itu jahat. Tetapi kita waspada bahwa dipakai setan yang ingin menghancurkan lembaga keluarga. Jangan-jangan anak-anak dan cucu-cucu kita sudah membuka diri terhadap LGBT. Kita harus waspada. Doakanlah agar orang-orang  dekat kita agar kita semua kembali ke Alkitab. Kita terus berpegang pada Alkitab. Tuhan tolong di tengah dunia seperti ini kita ingin hidup diperkenan Tuhan dan biarlah Tuhan memberkati setiap individu yang ingin menyenangkan hatiNya.

Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D., Oktober 2015
(tidak dibaca dan diedit oleh pembicara)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QySmaMMopOI

Ditranskrip, ditambah  dan diubah seperlunya oleh OPH
Sang Pemulung Kisah at 2:47 AM
Share

No comments:
Post a Comment
›
Home
View web version
About Me

Sang Pemulung Kisah
Blog ini kudedikasikan untuk menampung artikel di internet, khotbah dll yang menurutku bagus. Agar bisa dibaca oleh semua orang.
View my complete profile
Powered by Blogger.


Dikirim dari perangkat Samsung saya

ADAKAH YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN?

ADAKAH YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN?

29 Februari 2016

Bacaan Hari ini
Lukas 9:37-43a

"Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?
Bawa anakmu itu kemari!" (Lukas 9:41)
---------------------------------------------
Ada seorang anak yang sejak kecil menderita sakit karena kerasukan setan.  Seringkali kejang-kejang dan mulutnya berbusa karena pekerjaan roh jahat yang berusaha membunuhnya. 
Terkadang roh jahat membawanya ke air agar tenggelam atau ke dalam api agar mati terbakar.

Suatu ketika orangtua si anak mendengar kabar tentang mujizat-mujizat yang dikerjakan Tuhan Yesus. 

Tanpa menunda-nunda waktu ia pun membawa anaknya kepada Tuhan Yesus. 

"Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.

Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya."  (ayat 38-39).

Orangtua si anak juga complain karena ia pernah membawa anaknya kepada murid-murid-Nya untuk didoakan,
tapi tidak ada kesembuhan. 

Inilah respons Tuhan Yesus, 
"Hai kamu angkatan yang tidak percaya... Bawa anakmu itu kemari!"  (ayat nas). 

Inilah yang terjadi dalam diri banyak orang Kristen: 
☆ tahu bahwa Tuhan sanggup melakukan mujizat,
☆ bahkan hampir di setiap ibadah sering mendengar khotbah tentang kuasa Tuhan dan pekerjaan besar-Nya; 
☆ namun begitu dihadapkan pada masalah dan situasi yang sulit,
* secepat kilat lupa dengan firman Tuhan,
* lupa dengan kebesaran kuasa-Nya,
* kita pun menjadi panik,
* kalang kabut,
* menyalahkan keadaan,
* menyalahkan orang lain. 
* Kita menjadi cemas,
* kuatir,
* bimbang,
* ragu,
* mempertanyakan kuasa Tuhan. 

"Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."  (Yakobus 1:7).

Tidak ada perkara yang mustahil asal kita percaya! 

Percaya bahwa kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh situasi dan keadaan apa pun. 

Situasi atau keadaan seringkali membuat iman lemah. 

Supaya iman semakin kuat
* kita harus banyak mendengar firman Tuhan,
* sebab iman timbul dari pendengaran akan firman-Nya. 

Selama kita fokus kepada janji Tuhan dan kuasa-Nya,
* sebesar apa pun masalah pasti kita sanggup melewatinya,
* sebab kita percaya bahwa Tuhan selalu punya 1001 cara untuk menolong kita.
_______________________________
"Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah."  Lukas 9:43a

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sabtu, 27 Februari 2016

SURAT PENGGEMBALAAN MAJELIS JEMAAT GKI (*)


SURAT PENGGEMBALAAN MAJELIS JEMAAT GKI (*)
JL. KH WAHID HASYIM 180 JAKARTA

Jemaat Tuhan GKI Wahid Hasyim yang kami kasihi dalam Kristus,

LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) telah menjadi perdebatan dan persoalan ditengah kehidupan masyarakat Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya. Kegiatan dan keberadaannya banyak diperlihatkan pada masyarakat, baik melalui pelbagai media sosial maupun media lain, serta perkumpulan-perkumpulan baik yang secara transparan menganut gaya hidup LGBT maupun yang masih sembunyi-sembunyi. Intinya, kelompok-kelompok LGBT mengharapkan masyarakat dapat menerima hak hidup, berkarya serta aktivitas mereka. Mereka membutuhkan pengakuan masyarakat bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang sama secara hukum dan sosial masyarakat.  

Keberadaan LGBT telah menggelitik perdebatan pro dan kontra ditengah masyarakat Indonesia dan gereja, baik dari tafsir kitab suci, medis, psikologi, sampai ke ranah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Belum lagi dengan perdebatan pro dan kontra mengenai dampak aktivitas mereka bagi generasi muda dan anak-anak. Persoalan LGBT telah membawa masyarakat Indonesia dan gereja resah. Umat sangat mengharapkan arahan serta sikap iman gereja

Menyikapi persoalan LGBT ditengah kehidupan masyarakat dan gereja, maka Majelis Jemaat GKI Wahid Hasyim dalam Persidangannya, tertanggal 21 Februari 2016, menyatakan arahan serta sikap iman GKI Wahid Hasyim:

1. Gereja adalah persekutuan umat Allah yang dipanggil keluar dari kegelapan pada terang Tuhan yang ajaib  (1 Pet.2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib). Artinya, gereja adalah orang-orang [bukan gedungnya] yang sehati, sepikiran untuk hidup dalam kebenaran Tuhan. Kebenaran Tuhan menjadi kebenarannya. Firman Tuhan menjadi kebenarannya.

2. GKI Wahid Hasyim adalah adalah gereja lokal yang terhisab pada sinode GKI. GKI adalah persekutuan umat Allah yang mengaku satu Allah, satuTuhan, dan satu baptisan [Ef.45-6]. Dan persekutuan itu dikuduskan dalam kebenaran [Yoh.17:17,19]. Dengan demikian gereja itu kudus. Persekutuan yang dikuduskan itu diutus-Nya ke dalam dunia. Maka gereja ada di dunia tetapi bukan dari dunia [pegangan ajaran mengenai gereja point 2 dan 3]. Artinya, GKI Wahid Hasyim dipanggil dan diutus ke dalam dunia untuk menyatakan kebenaran Allah, yang tertuang dalam Firman Allah.

3. Oleh karena itu GKI Wahid Hasyim menolak aktivitas dan perilaku seksual LGBT, sekarang dan seterusnya, karena bertolak-belakang dengan kebenaran Firman Allah. Alkitab hanya menyatakan bahwa manusia diciptakan Tuhan berdasar pada gambarNya, yaitu laki-laki dan perempuan [Kitab Kejadian 1: 26-27]. Artinya, Gambar Allah hanyalah laki-laki dan perempuan.

4. GKI Wahid Hasyim menolak pernikahan sejenis, sekarang dan seterusnya, karena bertolak belakang dengan kebenaran Firman Allah [Kitab Kejadian 2: 24-25, Imamat 18 ayat 22, Roma 1 : 26 - 27]. Pernikahan hanya terjadi untuk pasangan yang berbeda jenis kelamin. Dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, GKI Wahid Hasyim mendukung dan taat pada Undang-Undang Dasar 1945 [Pembukaan UUD 1945 tentang ke-Tuhan-an Yang Maha Esa, artinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan hidup dalam nilai-nilai agama] serta hukum pernikahan di Indonesia [Bab 1, pasal 1, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN] yang menolak pernikahan sejenis.

5. Namun demikian, sebagai gereja yang hidup dalam kebenaran Tuhan, GKI Wahid Hasyim membuka diri dalam kasih Kristus, menyambut saudara yang mempunyai kecenderungan orientasi seksual yang berbeda [LGBT] untuk bersekutu bersama dengan saudara seiman  dan membimbing  untuk pertumbuhan iman, pertobatan, dan hidup baru bagi saudara yang memiliki kecenderungan orientasi seksual yang berbeda [LGBT] selama mereka merindukan untuk pemulihan diri. Menerima keberadaan mereka sebagai manusia bukan berarti melegalkan perilaku mereka.

6. GKI Wahid Hasyim merasa prihatin dengan kecenderungan masyarakat menghakimi orang-orang yang memiliki orientasi seksual LGBT. Padahal mereka adalah orang-orang yang padanya kasih Yesus juga tercurah. Pengampunan dan keselamatan Yesus juga diperuntukkan bagi mereka. Oleh karena itu GKI Wahid Hasyim menghimbau agar setiap umat Allah tidak menghakimi dan melecehkan, orang-orang yang memiliki orientasi seksual LGBT, melainkan menerima kehadiran mereka, mendoakan pergumulan mereka serta membimbing mereka pada pengenalan Firman Allah. Dengan demikian pertobatan dan kehidupan baru dapat dialami mereka.

Demikian surat penggembalaan ini dibuat agar setiap umat Tuhan terpanggil untuk menghadirkan Tuhan dan FirmanNya bagi setiap orang di manapun mereka berada dan secara khusus bagi orang-orang yang memiliki orientasi seksual LGBT.

Jakarta, 21 Februari 2016

Majelis Jemaat GKI Wahid Hasyim

Dikirim dari perangkat Samsung saya




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Memahami Waktu Tuhan

Memahami Waktu Tuhan

28 Februari 2016

Bacaan Hari ini
Yohanes 2:4
"Kata Yesus kepadanya:
'Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba.'"
---------------------------------------------
Mujizat pasti terjadi apabila Tuhan senantiasa hadir di tengah-tengah keluarga kita. 

Secara garis besar mujizat Tuhan bagi umat-Nya meliputi: 
☆ mujizat Ilahi:
☆ mujizat supranatural yang dilakukan Tuhan dalam hidup orang percaya, contoh: 
* kusta menjadi tahir,
* wanita pendarahan 12 tahun sembuh,
* buta sejak lahir dicelikkan;

☆ mujizat pelipatgandaan:
* kesanggupan Tuhan memberkati dari yang sedikit menjadi berkelimpahan seperti yang dialami oleh janda Sarat,
* lima roti dan dua ikan mengenyangkan lima ribu orang bahkan bersisa 12 bakul;

☆ mujizat pelepasan:
* kesanggupan Tuhan melepaskan kita dari setiap persoalan dan kesesakan. 
Di dalam Tuhan tidak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya, sebab
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." 
(Mazmur 46:2); 

☆ mujizat penyertaan: 
* Tuhan adalah Imanuel, apa pun yang terjadi Dia tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita,
* Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. 
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
* dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:
* 'Tuhan adalah Penolongku.
Aku tidak akan takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?'"  (Ibrani 13:5b-6).

Ada pertanyaan: 
* mengapa mujizat Tuhan seolah-olah menjauh? 
* Mengapa ekonomi kita belum dipulihkan? 
* Mengapa sakit belum sembuh?

Seringkali yang menghalangi kita untuk mengalami  penggenapan janji Tuhan adalah ketidaksabaran kita menantikan waktu Tuhan. 

Kalimat  'saat-Ku belum tiba' 
adalah penegasan bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu kita. 

Betapa sering kita memaksa Tuhan mengikuti waktu kita; 

dan ketika pertolongan Tuhan seperti terlambat kita pun berusaha mengatasi masalah dengan kekuatan sendiri atau mencari pertolongan instan kepada manusia.

Milikilah hati yang berserah kepada Tuhan,

karena kehendak dan waktu Tuhan adalah yang terbaik. 

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,"  (Pengkhotbah 3:11).

Terkadang kehendak Tuhan itu sulit dimengerti,

namun tetaplah taat melakukan kehendak-Nya,

sebab ada upah untuk setiap ketaatan kita.
_____________________________
Ketika kita taat dan sabar menantikan waktu Tuhan,
di situlah mujizat dinyatakan!

(Disadur dari Renungan Harian Air Hidup)




Dikirim dari perangkat Samsung saya