Sabtu, 20 Februari 2016

Tuhan Yang Menderita

Tuhan Yang Menderita

21 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Ibrani 4:15-16
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
----------------------------------------------------
* Ketika kesulitan menimpa beberapa orang, mereka akan berpaling dari Allah.
* Ketika hal buruk dan tak masuk akal terjadi, mereka menarik kesimpulan bahwa tak mungkin Tuhan sekejam ini membiarkan hal ini terjadi pada mereka.

Mereka pun berbalik melawan Dia dan pada akhirnya menemukan pemikiran-pemikiran sendiri yang mengakomodir perasaan mereka.

Namun Tuhan kita adalah Tuhan yang menderita.

Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjelma, dan tidak ada seorang pun yang penah semenderita Yesus.

Dia bukan hanya menahan rasa sakit fisik
* cambukan,
* pukulan,
* dan penyaliban,

☆tetapi Ia juga menanggung segala dosa dunia ke atas diri-Nya saat Dia tergantung di salib Kalvari dan berseru:
"Eli, Eli, lama sabakhtani?"

Artinya:
Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46).

Ketika Anda menderita,
perlu Anda ketahui bahwa Anda tengah berbicara dengan Tuhan yang tahu apa yang sedang Anda alami.

Anda akan menemukan dalam diri Yesus, Imam Besar yang penuh belas kasih dan Teman yang setia yang merasakan kepedihan Anda juga.

Ibrani 4:15 mengatakan,
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita,
sebaliknya sama dengan kita,
Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Seberapa kuat kita mencoba, tidak ada yang namanya dunia yang bebas dari rasa sakit.

☆ Ketika masalah datang
(pasti akan datang),
☆ ketika krisis mengetuk pintu Anda
(pasti akan menghampiri Anda),

salah satunya adalah
* menjadi marah pada Tuhan,
* atau berpaling kepada-Nya
* atau percaya kepada-Nya.

Ini pilihan dalam hidup yang bisa Anda pilih:

Anda bisa menjadi orang yang lebih baik atau menjadi orang yang kepahitan.

Biasanya salah satunya.
Saat hal buruk terjadi, Anda bisa berkata, * "Saya marah pada Tuhan.
* Saya kepahitan dengan Tuhan."

Oke, itu pilihan Anda.

Tetapi sebaliknya Anda juga bisa berkata, * "Saya akan percaya pada Tuhan.
* Saya akan berpegang teguh kepada Tuhan."

Jika itu yang Anda pilih, lihatlah,

Anda akan menjadi orang yang lebih baik.

Semua itu terserah pada Anda.
_________________________________
Memilih percaya kepada Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya,
maka pemulihan demi pemulihan terjadi dalam hidup Anda

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Jumat, 19 Februari 2016

Berlari Dengan Hati-Hati

Berlari Dengan Hati-Hati

20 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 10:23
Segala sesuatu diperbolehkan.
Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.
Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
--------------------------------------------------
Dulu saya termasuk orang yang bisa makan apa saja yang saya mau tanpa harus bertambah berat badan.

Saat saya berusia dua puluhan,
saya bisa makan satu makanan yang namanya macho combo burrito.

Burrito ini seukuran satu kantong tidur, tapi saya bisa melahapnya habis dan tak sekalipun bertambah satu kilo pun.

Tapi sekarang, jika saya memakannya sedikit saja, saya pasti akan bertambah berat badan.

Sekarang saya tak bisa melakukan apa yang dulu bisa lakukan.

Ibrani 12:1
mengatakan, Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,

dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Apa yang mungkin menjadi beban bagi seseorang belum tentu menjadi beban buat orang lain.

Kadang saat kita melihat orang Kristen lain melakukan sesuatu,

kita berkata,

Oke,
saya akan melakukannya juga.

Tetapi apa yang tak menjadi rintangan untuk orang lain mungkin bisa menjadi rintangan untuk Anda.

Dosa adalah dosa.

Dan dosa itu sama saja bagi semua orang.

Tapi ada hal-hal tertentu yang bebas dilakukan oleh sebagian orang, sementara yang lain tidak.

Karena itu,
kita harus mempertimbangkan hal-hal tersebut dan bukan hanya sekedar bertanya apakah itu diperbolehkan atau tidak.

Kita juga perlu bertanya apakah itu akan menguatkan iman Anda atau tidak.

Ini bukan soal,

"Apakah ini boleh?"

Ini soal,

"Apakah ini akan membangun saya?"

Jadi, tanyakan pertanyaan-pertanyan ini pada diri Anda sendiri.

Rasul Paulus berkata,
Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun (1 Korintus 10:23).

Dengan kata lain,
hanya karena sesuatu diperbolehkan untuk orang Kristen, bukan berarti Anda harus melakukannya, sebab itu bisa saja melukai Anda.
___________________________________
Mari kita berlari dengan hati-hati dalam perlombaan kehidupan ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Kamis, 18 Februari 2016

Rasyad Foundation

KISAH (NYATA) DI BALIK RASYAD FOUNDATION

Anak kecil ini hebat, namanya Rasyad asal Kuwait, usia 7 tahun, putera tunggal milyuner Kuwait.

Saat itu ia terbaring di rumah sakit,
23 hari diopname tanpa di-temani papa mamanya yang kebetulan sibuk dengan pekerjaannya.

Hari ke-23,
papa mamanya datang menjenguk dan meminta maaf karena tak sempat mendampinginya.

Papa mamanya menghiburnya sambil berkata,
"Papa mama sibuk untuk mempersiapkan masa depanmu sayang."

Papa mamanya menunjukkan foto2 proyek dan rumah yang tengah dibangunnya untuk dirinya kelak, disamping rumah yang tengah di tempatinya sekarang.

Anak ini tersenyum dan bertanya,
* "Siapa yang bisa menjamin hari esok saya masih hidup, papaku dan mamaku?
* Siapa yang menjamin semua yang papa mama miliki saat ini adalah untukku?
* Dan apa manfaat semua yang papa mama miliki apabila nanti tak ditempati?"

Anak yang baru sekolah di kelas SD ini pun akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan  senyuman yang betul2 "memukul" hati orangtuanya.

Apa yang terjadi pada orangtuanya selepas wafatnya ananda tercintanya merupakan kisah yang tak kalah mengharukan.

Setelah anak kecil itu dikuburkan,
* rumah tangga menjadi senyap,
* sesekali terdengar isak tangis,
* tangis kesedihan bercampur penyesalan.

Kesedihan mendalam memang seringkali ditandai dengan diam,

walau tak jarang juga ditandai dengan teriakan umpatan kesedihan atau jeritan duka.

Hari2 berlalu dengan evaluasi kehidupan pasangan ini.

Sayangnya,
evaluasi yang dilakukan bukan didasarkan pada kedewasaan berpikir dan ke-matangan emosi.
* Si suami menyalahkan si istri yang ikut2-an berkarir sehinga melupakan tugas utama seorang ibu yang menjadi "taman surga" bagi anaknya.
* Si istri menyalahkan suami yang setiap hari bicaranya hanya soal duit, duit dan duit.

Pertengkaran pun memuncak,
* si suami menyebutkan kata cerai untuk nya.
* Si istri menjerit dan membanting semua yang ada di sekitarnya, termasuk foto keluarga yang ada di sampingnya.

Foto itu adalah foto dirinya, suaminya dan anaknya yang sedang tersenyum di suatu taman yang pernah dikunjunginya.

Foto itu baru saja dipasang satu bulan sebelum Rasyad sang anak masuk rumah sakit.

Foto itu dilemparkan, kacanya pecah berserakan, sebagian mengenai wajah sang suami.

Tak sengaja, di balik foto itu ada tulisan anaknya, berbunyi,
"Mama Papa,
semoga kita bertiga senantiasa menyatu sampai di akhirat kelak."

Suami istri ini akhirnya terdiam,
lama saling memandang,
akhirnya terlarut dalam tangisan jiwa yang mendalam.
* Merekapun saling mendekat,
* kemudian saling merangkul.
* Suaminya berbisik, "Kita tidak boleh berpisah.
* Kita harus bersatu selalu, dengan anak kita, sampai ajal menjemput kelak."

Setelah mereka rujuk,
ada perubahan mendasar dalam kehidupan mereka.

Perubahan yang secara tiba2 karena suatu peristiwa luar biasa yang menyentuh diri sehingga menjadi landasan pacu titik balik kehidupan dalam psikologi disebut dengan epifani.

Konsep kehidupannya yang awalnya adalah kerja, kerja dan kerja berubah menjadi ibadah, ibadah dan kerja.

Sejak saat itu definisi hidupnya berubah dari "having mood" menjadi "being mood".
* Having mood adalah perasaan bangga karena memiliki walau tidak bisa menikmati dan memanfaatkan.
* Sementara being mood adalah merasa bangga dan bersyukur dengan apa yang dijalani walau tak banyak yang dia miliki.

* Orang yang punya 10 mobil,
tapi yang digunakan hanya satu saja.
* Merasa nyaman dan gengsi dengan kepemilikannya itu padahal tidak digunakannya,
☆maka ia terjangkit penyakit "having mood."

Sementara yang tidak punya mobil,
tapi bisa menikmati hari2-nya walaupun dengan naik kendaraan umum,
☆maka ia tipe orang bahagia dengan "being mood."

Kita termasuk yang mana..?

Orang tua Rasyad ini kemudian mewakafkan beberapa rumah dan cottage yang dimilikinya untuk  menjadi pusat kegiatan agama yang diberi nama Rasyad Foundation.

Semoga kita dapat menghargai anak2 kita sebagai anugerah dan menjadi
anugerah bagi yang lainnya.

Mari kita melewati hari kita dengan sederhana dan bersyukur.




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Sayap Dan Beban

Sayap Dan Beban

19 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 2:22
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
---------------------------------------------------
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Anda bergaul di sekitar orang-orang tertentu,
Anda akan makan makanan tidak sehat? * Mereka selalu memesan pizza,
* hamburger,
* kentang goreng, atau onion ring.

Lalu ada orang-orang yang makan makanan sehat,
dan ketika Anda bergaul dengan mereka, Anda mulai beradaptasi dan memilih makanan yang sehat juga.

Sama halnya dengan kita,

ada beberapa orang yang menyeret Anda ke bawah dan ada juga orang yang memotivasi Anda untuk jadi lebih baik lagi dalam kehidupan rohani Anda.

Ada beberapa orang yang akan menumpulkan nafsu makan rohani Anda,

dan ada juga yang membuat Anda ingin berjalan mendekat kepada Allah.

Maka ini pertanyaannya:
* Tipe orang seperti apakah Anda dalam hal mempengaruhi orang lain.....?
* Bagaimana dengan orang-orang yang bergaul dengan Anda......?
* Bagaimana mereka mempengaruhi Anda......?

Kita kiranya menelaah hal-hal yang kita perbuat dan juga orang-orang yang bergaul dengan kita,

sebab menjalankan perlombaan rohani bukan hanya soal mendekati apa yang benar,

tetapi juga menjauh dari apa yang salah.

Paulus berkata,
Sebab itu  jauhilah nafsu orang muda, 
* kejarlah keadilan,
* kesetiaan,
* kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni
(2 Timotius 2:22).

Sebagai contoh,

ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di akhir pekan Anda,

namun Anda tetap menjadikan pergi ke gereja sebagai prioritas Anda.

Itu sungguh keputusan yang baik.

Pikirkan tentang orang-orang yang bergaul dengan Anda dan hal-hal yang Anda lakukan.
* Apakah mereka mempercepat langkah perjalanan rohani Anda,
* atau apakah mereka malah memperlambat Anda?
* Apakah mereka membangun Anda,
* atau apakah mereka menjatuhkan Anda?

Atau, begini sederhananya,
* apakah orang-orang atau aktivitas tersebut meringankan atau membebani Anda?
* Apakah mereka adalah sayap yang membantu meringankan perjalanan Anda?

Atau,
* apakah mereka adalah beban yang memperlambat Anda?
_________________________________
Pikirkan tentang orang-orang yang bergaul dengan Anda dan hal-hal yang Anda lakukan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Kampanye Terselubung Ahok

KAMPANYE TERSELUBUNG AHOK

Tiba2 semua mata memandang ke Kalijodo.

Hidayat Nur Wahid benar ketika mengatakan bahwa Kalijodo adalah kampanye terselubung Ahok. Bahkan harus saya tambahkan ke pak Nurwahid, sejak pengumpulan KTP untuk mendukung Ahok, Ahok sudah melakukan kampanye terselubung. Jadi, pak hidayat terlambat ketika menyadari bahwa Ahok sudah "mencuri start" sejak awal untuk pilgub DKI 2017.

Tapi, itulah Ahok. Ia pandai memainkan brand dirinya dengan cantik. Ia tidak melakukan hal2 yang biasa dilakukan pejabat2 terdahulu yang hanya memanfaatkan iklan melalui media, memanfaatkan sisa anggaran di jajarannya. Ahok tidak sekecil itu. Ia memainkan orkestra dengan memanfaatkan situasi tanpa harus mencurangi anggaran. Ia memainkan komunikasi marketing dengan gayanya yang elegan.

Ahok pintar memainkan isu kontroversial, tetapi kontroversial yang positif, yang berguna utk masyarakat, bukan pencitraan plastik. Ahok memaki banjir, sehingga banjir takut datang ke Jakarta. Ahok memaki dan memecat pejabat2 yang bermain di anggaran dan jual beli rusun. Makian Ahok adalah kekuatan brand-nya, ia terkenal dengan itu. Kalau ada orang yang berkata bahwa Ahok itu mulutnya gak bisa diajak kompromi, itu menandakan Ahok sudah menancapkan brand-nya di memori banyak orang dgn baik.

Dan lihat saja, tiba2 banyak yang berkomentar soal Kalijodo.

Ahmad Dhani datang ke Kalijodo. Maksudnya ingin menampakkan wajah sebagai public figure disana. Wajah doang, solusi nol. Ndilalah, pengusaha hiburan malam disana Daeng Aziz, malah terbahak2 ketika dikabarkan bahwa Dhani kesana. "Siapa itu ?" Katanya sambil tertawa.

Ahok apalagi. Perutnya sampe mules melihat "drama" itu. Mungkin dia sampe split ke segala arah. Buat mereka berdua, opera Ahmad Dhani lebih lucu dari opera Van Java.

Adhyaksa Dault memberi saran tentang Kalijodo. "Jangan di-relokasi, tapi tingkatkan keimanan mereka disana.." Saran yang sangat agamis dengan solusi senin kamis. Mungkin karena keberatan kumis.

Bahkan Farhat Abbas, akan datang ke Kalijodo. Entah dia ngapain disana. Mungkin mencari jodoh sesudah ditinggal istrinya. Katanya, dia didukung Golkar, meski saya rasa Golkar masih sehat cara berfikirnya.

Haji Lulung tidak mau ketinggalan. Ia mendatangi Daeng Aziz, preman ketemu preman. Maksudnya biar preman yang berbicara dengan bahasa preman, karena preman akan saling mengerti dan mencintai sesama. Mungkin dengan sentuhan ke-premanan yang lembut dan gemulai, masalah akan selesai. Bisa jadi terjalin kesepakatan akan ada hari preman di Kalijodo, dengan simbol mawar dan cokelat, ditambah kondom jika dibutuhkan. Widiiih....

Lihat, Kalijodo menjadi magnet, dibangun oleh Ahok sebagai panggung. Banyak yang menyangka panggung itu bisa mereka pergunakan untuk mengangkat nama mereka. Tapi mereka tidak sadar, benar2 tidak sadar, bahwa mereka itu sebenarnya dimanfaatkan Ahok untuk mengangkat namanya.

Semakin sering mereka bermain di panggung yg dibangun Ahok, semakin Ahok tertawa karena panggung itu seperti poin2 bonus yang mengangkat nama Ahok untuk pilgub DKI 2017.  Ahok melakukan kampanye terselubung dengan sangat cantik. Mereka hanya korban kepintaran Ahok saja.

Mungkin kapan2 saya harus minum kopi dengan Ahok dan menyerap ilmu2 marketingnya yang aduhai. Tapi, Ahok nyediain tahu isi gak ya ? Batman suka itu....

dennysiregar.com




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Rabu, 17 Februari 2016

Apa Yang Memperlambat Anda...?

Apa Yang Memperlambat Anda....?

18 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8
"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,
supaya aku memperoleh Kristus,"
---------------------------------------------------
Jika sudah berurusan dengan koper,
itu adalah mimpi buruk semua orang.

Saya membawa banyak pakaian yang pada akhirnya tidak terpakai.

Dan saya selalu memaksakan koper saya yang menggembung masuk ke dalam loker koper di atas kepala (overhead bin).

Berwisata itu memang seharusnya membawa bawaan seringan mungkin, tapi sulit sekali buat saya melakukannya.

Prinsip ini bisa diaplikasikan dengan kehidupan rohani kita.

Kita harus menjauh dari hal-hal yang melemahkan kita secara spiritual.

Ibrani 12:1 mengatakan,
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Rasul Paulus menulis dalam kitab Filipi, "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,
supaya aku memperoleh Kristus," (3:8).

Saya senang dengan penggunaan kata "sampah" dalam ayat ini.
Ini terdengar amat pas.

Dalam bahasa aslinya, kata sampah yang rasul Paulus pakai disini bisa diterjemahkan menjadi
* "limbah,"
* "kotoran hewan,"
* atau "tinja."

Sampah yang Paulus maksud yaitu prestasi dan catatan perjalanan spiritualitasnya, yang memang begitu mengagumkan.

Tetapi yang ingin ia katakan adalah,

"Segalanya yang dulu amat berarti buatku, sekarang sudah tak berarti apa-apa.

Semua itu sampah.

Tak ada harganya dibanding betapa mulianya bisa mengenal Yesus sebagai Allah."

Maka, kiranya kita secara berkala bertanya pada diri kita sendiri,

Apakah ada sesuatu atau seseorang yang memperlambat langkah saya dalam perlombaan hidup ini.........?

Jika ada,

singkirkan itu semua.
___________________________________
* Berlarilah menjauh dari apa yang melemahkan Anda.
* Dan, berlarilah menuju apa yang menguatkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Selasa, 16 Februari 2016

Kanker Jangan diobati


Artikel bagus tentang Kanker👍👍

Makoto Kondo,

ahli kanker yang dikenal sebagai "nuraninya komunitas medis" oleh publik di Jepang.


Dosen bidang radiologi di Keio University, Jepang,

dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam praktek kedokteran, berani menyatakan pandangan medis yang tidak berani diungkapkan orang menyangkut individu itu sendiri secara umum.


Ia lahir dari sebuah keluarga dokter, lulusan Fakultas Kedokteran dari Universitas Keio, Jepang,

kemudian melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan memperoleh gelar doktor.


Setelah kembali ke negaranya,

ia menjadi dosen bidang radiologi yang mengkhususkan diri dalam pengobatan radioterapi kanker di Universitas Keio.


Selain itu juga dikenal sebagai perintis dalam hal Breast Conservation Therapy (terapi konservasi payudara) yang terkenal di seantero negeri Jepang.


Prestasinya mendapatkan penghargaan yang tinggi dari segenap masyarakat, dan memperoleh "penghargaan Kikuchi Kan ke-60" pada tahun 2012 (pemenang adalah tokoh dari segenap lapisan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap budaya Jepang).

Berikut beberapa nasihatnya:
1. Yang menakutkan itu bukan kanker, tetapi "pengobatannya".


Mengapa ada orang yang semula energik, lantas menjadi lemah setelah terserang kanker ?


Hal ini dikarenakan mereka telah menjalani proses "pengobatan kanker".


Selama "tidak mengobati kanker", maka penderita bisa menjaga pikirannya secara jelas dan sadar, sampai pada detik-detik terakhir hidupnya.


Jika ditangani secara tepat, maka tubuh dapat bergerak bebas leluasa.


Banyak kanker yang tidak memicu rasa sakit, tapi jika benar-benar sakit, maka rasa sakit atau nyeri itu juga bisa dikontrol.

Jika Anda tidak merasakan gejala sakit, gejala tidak nyaman, atau tidak berselera (makan) dan gejala lainnya, tapi dalam pemeriksaan medis terdeteksi kanker, maka "kanker" ini dipastikan adalah "pseudo kanker (kanker palsu/ semu)".


Sementara itu, hanya mengandalkan pencitraan Sinar x mendeteksi kanker payudara, ada 99%-nya juga berupa pseudo kanker atau kanker palsu, tetapi sebagian besar penderita tetap saja akan menjalani proses mastektomi (operasi pengangkatan payudara), disarankan sebaikanya berhati-hati.

2. Lebih dini menemukan kanker yang sebenarnya juga percuma.

Karena sejak lahirnya sel-sel induk kanker pertama pada saat itu, masa atau waktu kanker merenggut nyawa seseorang itu telah dipastikan.


Hanya saja, karena ditemukan lebih awal, maka "waktu bertahan hidup" pada permukaan secara relatif menjadi lebih lama.


Jadi dalam pelbagai situasi, kita harus melihat "tingkat kelangsungan hidup 10 tahun", dengan begitu baru bisa menentukan seseorang yang menderita kanker itu apakah bisa "disembuhkan atau tidak".

3. Operasi adalah cedera serius buatan (manusia).


Setelah operasi, fisik kita akan menurun tajam, sangat rentan terinfeksi, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan meninggalkan sequela yang sulit disembuhkan.


Meninggal di atas meja operasi juga merupakan hal yang biasa terjadi.

Jika dokter menganjurkan Anda untuk operasi, maka sebaiknya Anda pertimbangkan dan renungkan lagi, apa yang akan terjadi seusai operasi, makin rinci pertimbangan Anda tentunya semakin baik.


Pepatah dalam komunitas medis mengatakan : "Begitu operasi dilaksanakan, maka sel-sel kanker akan bergejolak, dan murka".


Karena operasi akan meninggalkan bekas luka, dan bekas luka itu merusak benteng dari sel-sel normal, selanjutnya sel-sel kanker dalam darah itu akan memanfaatkan kesempatan dan meresap ke dalam, mempercepat pembiakan, hingga pada akhirnya meletus dan menyebar ke mana-mana.

4. Kemoterapi itu sangat beracun. Kanker dewasa yang bisa disembuhkan secara kemoterapi hanya ada empat jenis yakni, leukemia akut, limfoma ganas, kanker testis, kanker koriokarsinoma, namun, beberapa jenis kanker ini hanya menduduki sekitar 10% dari semua jenis kanker.


Apakah kemoterapi dapat memperpanjang hidup penderita masih harus dibuktikan lebih lanjut, lagipula racun obat itu sangat keras, dapat berefek samping yang serius.


Semakin tinggi usia, dan semakin lama waktu/masa merokok, maka toksisitas kemoterapi akan tampak lebih jelas.

5. Sebesar 90% dari penyakit kanker, terlepas diobati atau tidak, masa bertahan hidupnya sama. Bagaimanapun maju dan mutahirnya perkembangan medis, kanker yang sebenarnya itu mustahil bisa disembuhkan hanya mengandalkan tenaga manusia.


Adapun mengenai cerita-cerita yang menyentuh tentang "hidup kembali secara ajaib", "kanker lenyap tak berbekas" atau cerita semacam itu sebagian besar berhubungan dengan pseudo kanker atau kanker palsu/semu. "Pseudo kanker" sama seperti jerawat, abaikan saja, karena secara alami akan hilang dengan sendirinya, namun, para dokter bersangkutan justru mempropagandakan sehebat-hebatnya melalui media cetak atau eletronik menghembuskan kata-kata bersifat promosi "kami telah berhasil menyembuhkan kanker "

6. Meskipun dokter telah memastikan bahwa Anda terserang kanker, namun, jika Anda tidak merasakan derita/siksaan dari penyakit itu, maka lebih baik menunggu sambil mengamati/memantau (penyakit) terkait.


Tapi, jika memang Anda benar-benar ingin mengobatinya, maka coba Anda periksa sebentar, dan pertimbangkan apakah diagnosis dokter itu benar.

7. Operasi berjalan sukses ≠ kanker berhasil disembuhkan.

Sekalipun operasi itu berjalan lancar dan sempurna, namun, kanker padat yang sesungguhnya itu juga pasti akan kambuh.

8. Makin "canggih" dalam proses terapi itu, semakin harus Anda waspadai. Cukup banyak teknologi yang masih dalam tahap percobaan, tapi, begitu dimahkotai dengan kata "canggih", penderita akan patuh saja ibarat kerbau dicocok hidungnya.
Intinya, lebih baik Anda berhati-hati dengan terapi yang disertai kata "canggih" itu.

9. Metode pemeriksaan melalui pancaran sinar-X 360 ° secara keseluruhan, mengambil gambar secara cross-sectional (potong –lintang) bagian dalam tubuh (pasien). Dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu setara dengan 200 – 300 kalinya sinar X atau radiography normal! Dan dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu cukup memicu terjadinya kanker.

10. Memperkuat sistem kekebalan tubuh tidak bermanfaat untuk pencegahan dan pengobatan kanker, bahkan dapat dikatakan sama sekali tidak efektif. Mengapa? Karena tugas dari sel kekebalan tubuh itu adalah menyerang benda asing dari luar, sementara sel-sel kanker itu terbentuk karena mutasi sel kanker dari tubuh itu sendiri, asal tahu saja, sistem kekebalan tubuh manusia itu tidak akan menganggap sel kanker sebagai musuh. Mengapa kanker dapat tumbuh hingga 1 cm diameternya, dan bisa diselidiki, karena sel-sel kekebalan NK tidak menempatkan sel kanker itu sebagai musuh, inilah bukti tak terbantahkan terkait mengapa sistem kekebalan tubuh tidak dapat membunuh sel kanker.

Apa yang sebaiknya kita lakukan ?

Lupakan kanker, tidak perlu operasi, jangan juga menjalani proses radioterapi atau terapi radiasi, apalagi kemoterapi, jangan pernah lakukan. Saat badan mulai tidak nyaman, baru pikirkan cara meringankan rasa sakit itu. Dengan begitu, baru bisa dalam kondisi paling nyaman dan rileks memperpanjang usia hidup. Jika dokter tidak menjelaskannya, maka sebaiknya jangan tanya lebih lanjut, karena tak seorang pun yang tahu Anda bisa hidup berapa lama.

Tidak peduli apakah itu penyakit kanker atau penyakit lain yang diderita, semua itu perlu ditangani oleh dokter terkait. Namun, pasien tidak perlu menyerahkan sepenuhnya kepada dokter terkait keputusan menentukan kebijakan pengobatan, dan dokter juga tidak berhak memberi petunjuk atau perintah dengan semaunya terhadap pasien.
Kita bisa belajar dari batu-batu yang terus bergulir. Asal tahu saja, batu yang terus bergulir itu tidak akan ditumbuhi lumut. Selama kita banyak menggerakkan anggota tubuh, selalu menguras otak (berpikir), maka tubuh kita tidak akan berkarat.
Selain itu, selama kita bisa membuat rasa (emosional) menjadi lebih berisi setiap hari, ada suka-duka, sedih-ceria, maka kelima organ atau indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba) itu niscaya tidak akan menjadi diam/lamban (pikiran atau tindakan/respon)
Jauhi hal-hal yang tidak menyenangkan, hargai dan syukuri nikmat dari kehidupan kita.
Banyak berjalan, darah akan berjalan mengalir


Dikirim dari perangkat Samsung saya