Kamis, 04 Februari 2016

Tujuan Hidup Orang Kristen

Tujuan Hidup Orang Kristen

05 Februari 2016

Bacaan Hari ini:

Roma 14:17
"Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri."
---------------------------------------------
Beberapa tahun lalu selama pelayanan saya bersama Billy dan Ruth Graham, saya perhatikan selama kami di pekarangan, bahwa anjing mereka terus berputar-putar dalam lingkaran.

"Anjing ini kenapa.....?"
tanya saya pada mereka.

"Dia sedang mengejar ekornya sendiri," jawab mereka.

Saya pernah dengar tentang anjing yang senang mengejar-ngejar ekornya sendiri, tapi saya belum pernah benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Layaknya anjing itu, beberapa orang terlalu sibuk dengan hidupnya namun tak mendapatkan apa pun.

Mereka hidup demi mengejar kebahagiaan,

tetapi ironisnya,

kita tak akan bisa bahagia apabila kita berusaha untuk menjadi bahagia.

Tujuan hidup kita sebagai orang Kristen ialah untuk mengenal Allah dan memuliakan-Nya.

Bila Anda bersedia melakukannya dengan hidup Anda, jika Anda bersedia bangun tiap pagi dan berkata pada diri Anda sendiri,

"Saya ingin kenal Tuhan; dan saya ingin memuliakan Dia,"

maka Ia akan memberikan kebahagiaan yang telah Ia sediakan untuk Anda.

Anda akan menemukan kebahagiaan yang selalu Anda dambakan dengan cara memprioritaskan apa yang paling penting.

Apa pun yang di luar Tuhan,

pada akhirnya akan mengecewakan Anda,

sebab kebahagiaan sejati dan yang abadi tak akan bisa ditemukan di dalam apa pun yang ditawarkan dunia ini.

Alkitab menawarkan sesuatu yang jauh lebih baik dari kebahagiaan, dan itu adalah sukacita.

Kebahagiaan dunia sebagian besar bergantung pada kejadian yang baik-baik.
* Ketika segalanya berjalan lancar, kita senang.
* Tapi jika ada rintangan, kita jadi tidak bahagia.

Tetapi sebaliknya, kita bisa menemukan sukacita di dalam Kristus, terlepas dari persoalan yang kita hadapi.

Masalah yang timbul dengan kebahagiaan adalah ini biasanya amat bergantung dari pencapaian,
* kekayaan,
* dan kadang melalui pelarian.

Kita tak akan selalu meraih kesuksesan atau bisa melarikan diri ke suatu tempat.

Dan hal-hal yang kita timbun, seperti harta,
* akan habis,
* rusak,
* hilang,
* dan bahkan dicuri.

Apabila kita hidup demi meraih kebahagiaan, kita tak akan pernah bisa menemukannya.

Yang ada, kita malah bertingkah seperti anjing yang terus-menerus mengejar ekornya sendiri.
______________________________
Kebahagiaan yang sejati dan yang abadi hanya bisa ditemukan di dalam Tuhan, diluar Tuhan semuanya sia-sia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

The Death of Samurai


The Death of Samurai
〰〰〰〰〰
Robohnya
* Sony,
* Panasonic,
* Sharp,
* Toshiba
* dan Sanyo

Past Hot Thread
Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu.


Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana.


Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, 

pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah.


Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping.


Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps.


Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya.


Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka.


Dan Toshiba…….?

Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut

(setelah produk televisi mereka juga mati).

Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan…..?


Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu…...?


Kita akan coba menelisiknya.

Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak.


Di mata orang Jepang, 

kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana.


Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang.


Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.

* What went wrong…..?

* Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang…...?


Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.

Faktor 1 :

Harmony Culture Error.


Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci.

  • Speed in decision making.

  • Speed in product development.

  • Speed in product launch.


Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.

Datanglah ke perusahaan Jepang, 

dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus.


Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan.


Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.

Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan

(dan dalam era digital ini artinya tragedi).

Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar.


Sebab mereka keburu mati :

dijadikan tumbal demi menjaga

"keindahan budaya harmoni".Ouch.


Faktor 2 :

Seniority Error.


     Dalam era digital,

  • inovasi adalah oksigen.

  • Inovasi adalah nafas yang terus mengalir.


Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.

Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas.


Datanglah ke perusahaan Jepang,

dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never.


Istilah Rising Stars dan

Young Creative Guy adalah keanehan.

Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang.


Yang tua pasti didahulukan,

no matter what.


Dan ini dia :

di perusahaan Jepang,

loyalitas pasti akan sampai pensiun.


Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.

Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi…...?


Kematian dini.


Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen,

benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput.


Masuk ICU lalu mati.

Faktor 3 :

Old Nation Error.


Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua.


Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua.


Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.

Implikasinya :


mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu.


Kategori karyawan yang sudah menua.

Disini hukum alam berlaku.


Karyawan yang sudah menua,

dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat.


Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.

Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi….?


Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.

Demikianlah,

tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung.


Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen diatas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Rabu, 03 Februari 2016

Kesatuan, Kemerdekaan Dan Kasih

Kesatuan, Kemerdekaan Dan Kasih

04 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Yohanes 17:20-21 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
----------------------------------------------
Pernahkah Anda memperhatikan ada beberapa orang yang senang bertengkar? Mereka suka berdebat, dan mereka tidak senang ketika mereka bahagia. Jadi mereka berusaha mencari-cari sesuatu untuk dipermasalahkan, mencari topik baru yang bisa diperdebatkan. Mereka senang dengan konflik. Sungguh, cara hidup yang menyedihkan.

Waktu saya muda, sebagai orang Kristen saya merasa bahwa adalah tugas saya untuk meluruskan semua orang.

Saat itu saya sudah menjadi orang Kristen selama sekitar setahun.
Saya membaca Alkitab serta pergi ke gereja hampir setiap hari.
Di pikiran saya, saya akan meluruskan semua orang.
Begitulah cara hidup saya.

Dahulu, saya merasa tahu segalanya. Saya punya jawaban atas setiap pertanyaan.

Dan jika pandangan orang lain berbeda dengan saya, maka saya akan berusaha mengubah pendapat mereka agar sepakat dengan saya.

Namun sekarang, saya tidak seperti itu lagi.

Tentu, saya ingin semua orang percaya pada Yesus.

Tetapi apabila Anda punya pemikiran mengenai kebenaran teologis yang sedikit berbeda dengan saya,
maka itu bukan tugas saya untuk meyakinkan Anda.

Saya senang dengan ungkapan tentang Kekristenan ini:
"Dalam hal yang esensial, bersatulah; dalam hal yang tidak esensial, beri kebebasan; dalam segala hal, kasihilah.

Kata penting di sini mengarah pada doktrin teologis yang paling penting:

Alkitab adalah Firman Allah,
Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kepada Bapa, dan keselamatan hanya ada di dalam Kristus.

Di dalam hal-hal yang esensial inilah kita harus bersatu.

Kita tidak boleh lembek dengan prinsip dasar Kekristenan.

Namun dalam hal-hal yang tidak esensial, berilah kebebasan pada sesama.

Apa saja hal yang tidak penting itu? Sebagai contoh, musik.
* Beberapa orang suka dengan musik yang bising.
* Beberapa suka yang tenang.
* Beberapa orang suka dengan aliran musik tertentu.
* Beberapa orang suka jenis musik lain.

Ini hanya hal-hal yang sekunder.

Kita tak boleh terpecah belah hanya karena hal-hal semacam ini.

Kita harus menghormati pilihan orang lain.

Yang terakhir, dalam segala hal, bermurah hatilah.

Bermurah hati adalah kata lain dari mengasihi.

Jadi, saling mengasihilah.
__________________________________

Mari saling mengasihi dan bermurah hati terutama kepada saudara-saudara seiman di dalam Kristus

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Selasa, 02 Februari 2016

UPGRADE

UPGRADE........

Dalam sejarah penggunaan Handphone, tidak disangkal lagi bhw Nokia pernah menjadi
" HP sejuta umat "

Tetapi dg berjalannya waktu,
Nokia terpinggirkan dg munculnya Gadget yg beranekaragam fitur yg lbh menarik ..

Ketika Nokia resmi mundur dari panggung bersejarah,
saat konferensi pers,

CEO Nokia Jorma Ollila mengumumkan persetujuan akuisisi Microsoft terhadap Nokia,
dia mengatakan kalimat terakhir :

"Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah."

Lalu, bersama-sama dengan puluhan eksekutif Nokia-nya tidak tahan menitikan air mata.

Kawan...
Nokia merupakan perusahaan yang mengagumkan,
Nokia tidak melakukan
sesuatu yang salah..

Tapi dunia berubah terlalu cepat.
Mereka terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan perubahan, dan akhirnya kehilangan kesempatan !

Juga, mereka bukan saja melewatkan kesempatan untuk membuat uang, tetapi kesempatan untuk bertahan hidup.

Kawan..
Demikian juga kita..

* Jika kita "tidak berubah,"
maka posisi kita akan tergantikan oleh yg lain..

* Jika PIKIRAN kita tidak mengikuti perkembangan zaman,
bersiaplah utk segera tersingkir !

* Jika kita tidak mau belajar, berarti lonceng kematian di depan mata..




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Doa Respon Yang Dilatih



Doa - Respon Yang Dilatih

03 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Lukas 18:1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
---------------------------------------------
Pernahkah Anda dicekam rasa takut?

Anda tahu rasanya.
* Darah Anda bagai membeku.
* Anda menggigil ketakutan.
* Anda cemas.
* Bulu kuduk Anda berdiri.

Semua emosi Anda berkaitan dengan rasa takut.

Lalu ada emosi yang sering digabungkan dengan ketakutan,

yaitu kekhawatiran.

Hari ini, ada banyak hal yang dicemaskan tentang bangsa kita:
* keadaan negara kita,
* perekonomian kita,
* terorisme,
* atau ancaman perang.

Dan tentu saja, ada kekhawatiran pribadi.
* Kita prihatin dengan kesehatan kita.
* Kita prihatin dengan keluarga kita.
* Kita prihatin dengan masa depan kita.

Respon normal berbeda dengan respon yang dilatih.

Respon normal muncul begitu saja. Misalnya,
jika Anda menyentuh besi panas, Anda akan langsung menarik tangan Anda seketika itu juga karena panas.
Respon normal muncul dengan alami.

Sementara respon yang dilatih ialah sesuatu yang Anda pelajari dari waktu ke waktu.
Anda mengajarkan diri Anda cara melakukannya.

Ini bisa diibaratkan dengan mengemudi.

Ketika Anda pertama kali belajar mengemudi, Anda harus dengan sadar memikirkan segala sesuatunya.
* Kunci kontak. . .
* Lihat ke belakang dari bahu saya sebelum menarik gigi. . .
* Lihat spion sebelum belok. . .
* Nyalakan lampu sein. . .
* Pindah jalur.
* Sedikit lagi saya harus mengerem.
*  Ya, injak rem sekarang.

Anda harus memikirkan semua itu.

Namun setelah beberapa lama, Anda pun terbiasa dan respon itu muncul dengan sendirinya.
Anda bahkan tidak perlu memikirkan hal itu lagi.
Anda hanya mengemudikannya.

Sekarang mari kita terapkan prinsip-prinsip yang sama untuk melawan rasa takut dan khawatir.

Kecenderungan alami kita waktu berada dalam kesulitan bukanlah berdoa, melainkan menjadi khawatir.

Ketika sesuatu terjadi, kita melewati berbagai skenario yang mulai menumpuk bak kartu domino, dalam pikiran kita.

* Bagaimana jika ini terjadi?
* Bagaimana jika itu terjadi?

Inilah yang kita perlukan untuk mengajar diri sendiri:
* Kita perlu mengajar diri kita sendiri untuk berdoa.
* Berdoa bukan apa yang refleks kita lakukan.

Seringkali ketika kita menghadapi kesulitan, insting pertama kita adalah meminta bantuan orang lain.

Allah dapat bekerja melalui orang lain, tentu saja.

Tak diragukan lagi, Ia dapat memberi jalan keluar melalui keluarga dan teman-teman untuk membantu kita.

Namun pada akhirnya, kita harus kembali kepada Nya ketika kesulitan datang, sebab kesulitan pasti akan datang.

Salah satu alasan mengapa kita harus datang kepada Allah dan berdoa ialah karena Yesus meminta kita seperti itu.

Dia mengatakan agar kita "selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu
(Lukas 18: 1).

Bahkan jika doa adalah hal yang sulit untuk dilakukan- padahal tidak- atau hal yang tidak menyenangkan untuk dilakukan, kita harus tetap berdoa, karena Alkitab mengajarkan kita untuk melakukannya.

Alasan lain mengapa kita harus berdoa ialah karena doa adalah cara yang ditunjuk Allah untuk memperoleh banyak hal.

Mungkin ini terdengar mata duitan.

Maksud saya, Allah bukan semacam Santa.

Tetapi karena Alkitab memberitahu saya bahwa saya harus pergi kepada Allah meminta agar kebutuhan saya terpenuhi.

Dan kita semua memiliki kebutuhan.

Yesus mengajarkan dalam Doa Bapa Kami,

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. (Matius 6:9-11)

Yesus mengajarkan kita bahwa kita harus datang pada Allah dengan segala kebutuhan kita.

Apakah Anda memiliki kebutuhan sekarang?

Berdoalah akan hal itu.

Apakah Anda perlu penyembuhan rohani?

Berdoalah akan hal itu.

Datanglah kepada Allah dengan permintaan Anda, dan Alkitab berkata bahwa Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu (Matius 6:32).

Dan dengar apa kata Yakobus 4:2b "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Pikirkan tentang hal ini:

Anda mungkin bertanya-tanya apa kehendak Allah atas hidup Anda.

Jawabannya: Anda tak tahu sebab Anda tidak berdoa.

Ada berapa banyak jawaban doa yang akan pending jika Anda hanya akan mendoakan satu hal?

Minta kepada-Nya.

Jawaban yang terburuk ialah Allah akan berkata tidak.

Tapi bagaimana jika Allah berkata ya?

Doa juga merupakan cara Allah untuk membantu kita mengatasi kecemasan dan kekhawatiran.

Rasul Paulus menulis,
" Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4: 6).

Dia tidak mengatakan,
"Demi mahkluk besar, berbulu, atau yang menakutkan dalam hidup, berdoalah."

Atau, "Kau bisa menarik kembali doamu ketika hal-hal benar-benar berubah jadi buruk. Jika tidak, selesaikan sendiri saja."

Tidak, Ia berkata, "Dalam segala hal..."

Tidak ada yang terlalu kecil untuk dibawa ke hadapan Allah dalam doa.

Dia tertarik bahkan dengan rincian terkecil hidup kita.

Kita kadang hanya berpikir tentang hal-hal besar, tetapi yang tidak disadari, hal-hal kecil bisa berubah menjadi hal-hal besar. Dan masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar. Tidak ada yang terlalu kecil atau yang terlalu besar untuk dibawa kepada Allah.

Tidak ada yang produktif dari yang namanya khawatir.

Bahkan, kata "khawatir" berasal dari istilah tua Jerman yang berarti "tersedak atau tercekik."

Dan inilah hal yang persis dilakukan oleh kekhawatiran:

mencekik Anda secara spiritual.

*. Kekhawatiran menyebabkan cengkeraman emosional dan mental pada kehidupan Anda.

* Kekhawatiran tak akan pernah membuat sesuatu jadi lebih baik, sebaliknya, jadi tambah buruk.

Bila Anda khawatir akan hari depan, maka Anda sedang melumpuhkan diri sekarang.

* Khawatir tidak akan mengosongkan kesedihan esok hari;
* Khawatir menguras kekuatan hari ini.

Jadi, di masa-masa sulit, jangan menyerah pada respon alami Anda
(khawatir)

Sebaliknya, latih respon Anda untuk berdoa.
______________________________

Daripada khawatir yang akan merusak hari esok, pilihkan berdoa dan jangan menyerah karena Tuhan pasti buka jalan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Dikirim dari perangkat Samsung saya

Senin, 01 Februari 2016

Rahasia Jari Kelingking

Jari kelingking adalah jari yang paling sedikit digunakan di antara kesepuluh jari tangan, tapi Anda mungkin tidak tahu, jari kelingking berhubungan erat dengan jantung, usus kecil, rahim, testis, ginjal, kandung kemih dan organ internal lainnya.

Setiap hari gunakan waktu 5 sampai 10 menit untuk memijat jari kelingking, dapat mengurangi risiko terjangkit 28 jenis penyakit,

efeknya sangat mencengangkan.

28 jenis penyakit seperti:
* Cervical spondylosis (sakit pada tulang tengkuk),
* periarthritis (kaku pada bahu),
* sakit kepala,
* insomnia,
* herniasi lumbal,
* sakit pinggang,
* anggota tubuh mati rasa,
* tumor,
* jantung berdebar,
* tekanan darah tinggi,
* disfungsi seksual,
* penurunan energi vital,
* endometriosis,
* fibroid rahim,
* gangguan menopause,
* sembelit,
* depresi,
* amnesia,
* kegelisahan,
* kecemasan,
* daya penglihatan menurun,
* obesitas,
diabetes,
* penyakit ginjal,
* frekuensi kencing,
* retensi urin,
* hipertrofi prostat,
* hepatitis,
* rambut putih dan lainnya.

Dengan memijat kelingking secara telaten maka dapat dihindari.

* HIPERTROFI PROSTAT
Orangtua yang menderita pembengkakan prostat, acap kali susah kencing dan bermasalah dengan retensi urin
(disaat berhenti kencing tapi masih menetes. Red.),

Gunakan tangan kiri memijat sendi kelingking tangan kanan dan sebaliknya, maka akan menyebabkan pengeluaran urin menjadi lancar serta mengurangi volume sisa urin yang menetes.

* Pencegahan MATA
PRESBIOPIA dan KATARAK
Di bagian dasar jari kelingking sebelah luar terdapat titik akupuntur mata presbiopia, setiap hari pagi dan malam pijatlah dengan ibu jari dan jari telunjuk memijat bagian dasar jari kelingking, dapat mencegah mata presbiopia dan katarak.

* PENCEGAHAN KANKER
Semua jenis penyakit kanker berhubungan dengan jantung, itu sebabnya, memijat jari kelingking dapat mengatur ritme jantung, dapat mencegah semua jenis kanker.

* PENCEGAHAN UBAN
Jari kelingking terkait erat dengan ginjal, memijat kelingking dapat menguatkan ginjal, dan menumbuhkan vitalitas rambut, itu berakar pada Qi
(dibaca: Ji / energi vital) dari ginjal. Sering-sering memijat titik akupuntur ginjal (shen xue / 腎穴) dari sendi pertama dan titik akupuntur Mingmen dari sendi kedua dari kelingking, efektif terhadap pencegahan uban.
Sekaligus juga dapat mencegah dan menyembuhkan pegal pada pinggang dan nyeri kaki.

#Jari kelingking kanan berhubungan dengan ginjal dan lubang anus serta lubang urin.

#Jari kelingking kiri berhubungan dengan kandung kemih, juga terkait dengan paru-paru, lambung, ginjal, maka itu meminjat jari kelingking dapat menguatkan ginjal, dalam ilmu memijat telapak tangan, jari kelingking adalah simbol energy intisari.

Jika Anda menemukan jari kelingking berwarna keunguan dan berubah mengeras, ini merupakan sinyal peringatan yang dipancarkan oleh organ dalam, di saat seperti itu, menekan titik akupuntur Shao Chong dan Shao Ze di sebelah bawah kuku jari kelingking, boleh dibilang, selain sederhana juga efektif.




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Rindu Surga

Rindu Surga

02 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:22-23
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;
---------------------------------------------
Pernahkah Anda tinggal di suatu tempat yang amat indah begitu lama, sebelum akhirnya pulang ke rumah?

Mungkin Anda menyimpan fotonya dan menjadikannya sebagai screensaver handphone Anda, sambil duduk dan memandanginya.
Anda cinta tempat itu.

Begitulah yang dirasakan Paulus tentang Surga.

Dia merindukannya.

Itulah mengapa ia bisa berkata,
"Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; (Filipi 1:23).

Saat ini, Paulus ada di Surga.

Di satu masa dalam hidupnya
- kita tidak tahu kapan tepatnya-ia dibunuh dan diangkat ke Surga tingkat yang ke tiga.

Ia menulis dalam 2 Korintus 12
bahwa "ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia (ayat 4).

Setelah merasakan pengalaman mendengar dan melihat pemandangan Surga, ketika kembali ke bumi, Paulus merasa rindu dengan Rumah (Surga).

Bukan berarti Paulus ingin mati, yang ia tahu ialah jika dia mati, itu artinya sebuah promosi buatnya.

Ketika Paulus mengatakan bahwa ia ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;

kata pergi yang ia pakai di sini cukup menarik.

Jika diterjemahkan dari bahasa Yunani, itu artinya

"merapihkan kemah. Artinya, sudah waktunya pulang.

Di banyak kesempatan,

Alkitab mengibaratkan tubuh manusia dengan sebuah kemah.

Dan satu hal yang kita tahu tentang kemah atau tenda adalah benda ini tidak dibuat untuk bertahan lama, tidak dipakai untuk jangka waktu yang panjang.

Jadi mengapa Paulus mengatakan jika kematian itu jauh lebih baik?

Itu karena ia sudah merasakan pindah dari sebuah tenda ke sebuah rumah mewah.

Ketika orang Kristen mati, mereka langsung pergi ke Surga, sebab meninggalkan tubuh berarti bersatu dengan Allah.

Pada saat mereka mengambil napas terakhir mereka di bumi, mereka mengambil napas pertama mereka di Surga.
______________________________
Meninggalkan tubuh berarti bersatu dengan Allah di Surga

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya